Sabtu, 28 Mei 2016

Lebih Utama Mana, Orang Kaya Yang Bersyukur atau Orang Miskin Yang Bersabar?

duit merupakan segalanya.. tidak juga
tetapi dengan duit kita dapat aman..
dengan duit kita dapat beribadah lebih..
kita dapat ber haji..
kita dapat berbagi..
kita dapat penuhi seluruh ibadah yang terdapat.. . .
seluruhnya tanpa terkecuali..
seperti itu yang kadangkala keluar dari benak aku dikala aku mau kaya..
tetapi..
dikala kita dikayakan sedikit dari kemiskinan kita, serasa susah sekali kita berbagi. manusia hendak condong mempertahankan kerasa amannya ditingkatan tingkat dimana ia dikayakan, dan juga berupaya menaikkan tingkat kekayaannya buat menaikkan tingkat kenyamanannya.. terus begitu kembali, mulai dari tingkat kekayaan terendah.. naik 1 tingkat, pingin coba tingkat ke 2, dikasi tingkat 2 pengen naik ke 3 dan juga seterusnya..
seperti itu hakekat hidup manusia..
manusia mana yang hidup ingin mengidap?
rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ مِثْلَ وَادٍ مَالاً لأَحَبَّ أَنَّ لَهُ إِلَيْهِ مِثْلَهُ ، وَلاَ يَمْلأُ عَيْنَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
“seandainya manusia mempunyai lembah berisi harta, tentu dia masih menginginkan harta yang banyak misalnya itu pula. mata, perut dan juga mulut manusia barulah penuh bila diisi dengan tanah. allah tentu hendak menerima taubat untuk siapa aja yang mau bertaubat. ” (hr. bukhari)
sering - kali buat mencari kenyamanan itu (kekayaan) , kita menanggalkan keimanan kita, membikin sesuatu ketentuan baru yang membetulkan apa yang kita perbuat, sementara itu itu dalam islam dilarang..
" semisal hukum membungakan duit di bank "
" mengambil untung diperniagaan dengan trik yang salah, contoh: bahwa beli satu: 1000rp, tetapi beli 2 lebih hemat cukup 900rp aja.. .
sementara itu hukumnya membagikan 2 harga itu dilarang dalam berdagang, dls.
kita kurang ingat bahwa sesungguhnya kerasa aman itu tidaklah diukur dari kekayaan modul, melainkan kekayaan hati.
allah swt kerap sekali menegaskan kita dengan suatu yang dekat dengan kita ialah sakit. siapa didunia ini yang ngak sempat sakit?
dikala nikmat kesembuhan itu diambil..
hingga hilanglah nikmat harta..
allah swt kerap sekali menegaskan kita dengan suatu yang dekat dengan kita ialah cinta
dikala nikmat cinta itu diambil..
hingga hilanglah nikmat harta..
kita sudah dianugerahkan kekayaan yang tidak terbatas.. dialah syukur
kerasa aman itu terdapat di hati.. seberapa besar kerasa syukur kita, hingga sekaya seperti itu kita.
rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
“kekayaan (yang hakiki) tidaklah dengan banyaknya harta. tetapi kekayaan (yang hakiki) merupakan hati yang senantiasa terasa cukup. ” (hr. bukhari nomor. 6446 dan juga muslim nomor. 1051)
dalam hadits disebutkan kalau sa’ad menyangka kalau dia mempunyai kelebihan dari teman yang lain karna melimpahnya dunia pada pribadinya, lalu rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ إِلاَّ بِضُعَفَائِكُمْ
“kalian cumalah menemukan pertolongan dan juga rezeki dengan karena terdapatnya orang - orang lemah dari golongan kalian” (hr. bukhari nomor. 2896).
mempunyai kelebihan harta pada diri kita itu tidak lain cumalah duit buat dipecah.. kekayaan itu tidaklah kepunyaan kita melainkan kepunyaan mreka yang dikira miskin
kita yang kaya dan juga yang miskin itu sama
karena kaya itu karna titipan allah swt, dan juga karena miskin itu karna kekayaan yang tidak dipecah.. . hingga celakalah untuk sang kaya yang terasa kekayaan itu cumalah berkah dari allah untuknya..
miskin itu bukanlah haram dalam islam, melainkan perbuatan memohon memohon dan juga menyangka pribadinya lemah dimata dunia.. seperti itu yang menjadikannya haram
tetapi bukan berarti dalam islam kita dianjurkan buat miskin dan juga memohon memohon, karna sebaik baiknya tangan di atas lebih baik dari tangan di dasar.
banyak sekali orang berpura pura miskin kemudian memohon mintanya diperuntukan suatu ladang pekerjaan dan juga buatnya bermalas malasan.. didalam islam tidak dianjurkan kita buat memohon, melainkan silih memberi
“namanya miskin tidaklah orang yang tidak menolak satu ataupun 2 suap santapan. hendak namun miskin merupakan orang yang tidak memiliki kecukupan, lalu dia juga malu ataupun tidak memohon dengan trik mendesak” (hr. bukhari nomor. 1476).
rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ خَمْسِمِائَةِ عَامٍ
“orang beriman yang miskin hendak masuk surga saat sebelum orang - orang kaya ialah lebih dahulu separuh hari yang sama dengan 500 tahun. ” (hr. ibnu majah nomor. 4122 dan juga tirmidzi nomor. 2353. angkatan laut (AL) hafizh abu thohir berkata kalau sanad hadits ini hasan)
satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia. sebagaimana yang allah ta’ala sebutkan,
وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ
“sesungguhnya satu hari di sisi tuhanmu merupakan serupa seribu tahun bagi perhitunganmu. ” (qs. angkatan laut (AL) hajj: 47). oleh karenanya, separuh hari di akhirat sama dengan 500 tahun di dunia.
ada juga firman allah ta’ala,
فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
“dalam satu hari yang kadarnya limapuluh ribu tahun” (qs. angkatan laut (AL) ma’arij:
karna seperti itu kaya dan juga miskin itu sama.. malah kaya itu merupakan cobaan terberat, karna dengan kekayaan itu pertanggung jawabannya banyak. sebaliknya sang miskin ia cuma butuh mempertanggung jawabkan sedikit kekayaannya buat dapat lekas masuk ke surga
kemudian yang utama, orang kaya ataukah orang miskin?
orang kaya memiliki kemudahan buat gampang bersedekah.
orang miskin juga disebutkan dalam hadits hendak masuk surga 500 tahun lebih dulu dari orang kaya.
kaya ataupun miskin yang utama?
allah ta’ala berfirman,
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“sesungguhnya orang yang amat mulia diantara kalian disisi allah yakni orang yang amat taqwa diantara kalian. ” (qs. angkatan laut (AL) hujurat: 13)
syaikhul islam ibnu taimiyah sempat ditanyakan menimpa keutamaan sesuatu perihal dari yang yang lain, di antara lain dia ditanyakan menimpa manakah yang lebih utama antara orang kaya yang pandai bersyukur ataupun orang miskin yang senantiasa bersabar. kemudian dia jawab dengan jawaban yang amat memuaskan, “yang amat afdhol (utama) di antara keduanya merupakan yang amat bertaqwa kepada allah ta’ala. bila orang kaya dan juga orang miskin tadi sama dalam taqwa, hingga berarti mereka sama derajatnya. ” (badai’ul fawaidh, 3: 683).
oleh karna itu, banyak berdo’alah pada allah supaya senantiasa diberi kecukupan. do’a yang senantiasa dipanjatkan oleh nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan do’a:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
“allahumma inni as - alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina” (ya allah, saya memohon pada - mu petunjuk, ketakwaan, dikasih watak ‘afaf dan juga ghina) (hr. muslim nomor. 2721)
an nawawi –rahimahullah - berkata, “”afaf dan juga ‘iffah bermakna menjauhkan dan juga menahan diri dari perihal yang tidak diperbolehkan. sebaliknya angkatan laut (AL) ghina merupakan hati yang senantiasa terasa cukup dan juga tidak perlu pada apa yang terdapat di sisi manusia. ” (angkatan laut (AL) minhaj syarh shahih muslim bin angkatan laut (AL) hajjaj, 17/41, dar ihya’ at turots angkatan laut (AL) ‘arobi).
berarti dalam do’a ini kita memohon pada allah [1] petunjuk (anugerah) , [2] ketakwaan, [3] watak menjauhkan diri dari yang haram, dan juga [4] kecukupan.
****************************
mudah - mudahan allah menjadikan kita bagaikan hamba yang senantiasa mempunyai watak ghina yang senantiasa terasa cukup dengan nikmat harta yang allah bagikan. amin




(sumber : iqroalquranhadis.blogspot.co.id)

Baca Juga

Lebih Utama Mana, Orang Kaya Yang Bersyukur atau Orang Miskin Yang Bersabar?
4/ 5
Oleh
Tampilkan Komentar
Sembunyikan