Sabtu, 14 Mei 2016

Mengapa Israel Paling Takut dengan Para Penghafal Quran?

Zionis Israel sangat takut dengan para penghafal Quran. Bahkan, anak-anak sekalipun. Karena itulah, dalam setiap agresinya, Israel mentargetkan membunuh anak-anak Gaza yang diketahui jumlah hafizh-nya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2008, Hamas mengumumkan wisuda 3.500 anak hafizh Quran. Kabar ini sampai pada Israel dan seluruh dunia meskipun sesungguhnya, di tahun-tahun sebelumnya, Hamas telah mewisuda bocah-bocah hafizh Quran. Namun, pengumuman secara terbuka dan diliput media itu membuat Israel lebih khawatir.

Di tahun-tahun berikutnya, jumlah bocah-bocah Gaza penghafal Quran semakin meningkat. Pada tahun 2009, jumlah hafizh yang diwisuda meningkat drastis menjadi 12.000 meskipun sebagian hafizh cilik telah syahid dibunuh Israel dalam agresi 2008. Pada tahun 2010, jumlah hafizh yang diwisuda meningkat lagi menjadi 24.000 hafizh.

Mengapa Israel paling takut dengan para penghafal Quran?

Pertama, rupanya Zionis Israel tahu bahwa pasukan elit Izzuddin Al Qassam, sayap militer Hamas, adalah para penghafal Quran. Izzuddin Al Qassam tidak sembarangan merekrut pasukan, khususnya pasukan elit. Di antara syarat yang harus dipenuhi adalah hafal Al Quran 30 juz dan tidak pernah meninggalkan Subuh berjamaah dalam sekian tahun terakhir.

Pasukan elit Izzuddin Al Qassam itulah yang dikenal paling berani dan paling teruji menghadapi militer Israel. Selain tidak mengenal takut, mereka juga ahli strategi perang sehingga mampu melakukan operasi bukan hanya menghadang pasukan Israel namun juga menusuk ke jantung wilayah Israel.

Israel menyadari, anak-anak Gaza yang sejak kecil telah hafal Al Quran adalah calon-calon mujahidin tangguh yang akan merepotkan Israel ketika dewasa kelak. Sehingga untuk menghambat gelombang mujahidin, bocah-bocah penghafal Quran itu perlu dibunuh sebelum tumbuh dewasa.


Kedua, meskipun Zionis Israel tidak mengimani Islam, tetapi mereka percaya dengan masa depan yang disabdakan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits-haditsnya. Misalnya tentang perang akhir zaman yang membuat Yahudi diburu, tidak ada yang melindungi mereka kecuali pohon ghorqod. Karena percaya hadits Nabi ini akan terjadi, mereka pun menanam pohon ghorqod sebagai investasi perlindungan saat tiba waktu perang akhir zaman.

Salah satu hal yang diketahui dan dipercayai oleh Zionis Israel adalah keberanian para penghafal Quran. Bahwa orang-orang yang hafal Quran, mereka memiliki keberanian dan komitmen tinggi dalam menyongsong syahid fi sabilillah. Zionis Israel adalah kaum yang suka membaca. Dari membaca sejarah umat Islam mereka mengetahui bahwa di zaman sahabat, para penghafal Quran adalah barisan pertama jihad fi sabilillah. Dibuktikan dengan banyaknya penghafal Quran yang syahid dalam peperangan. Misalnya pada perang Yamamah. Banyaknya penghafal Quran yang syahid di medan perang ini membuat Umar kemudian mengusulkan mengumpulkan Al Quran kepada Abu Bakar.

Selain perang Yamamah, pada perang-perang lainnya juga tercatat bahwa para penghafal Quran antusias berada di garda terdepan demi menyongsong syahid fi sabilillah. Keberanian dan kecintaan pada mati syahid inilah hal yang ditakuti oleh Zionis Israel dari para penghafal Quran. Sebab jika seseorang datang ke medan perang untuk mencari kematian, menghadapi mereka adalah hal yang paling merepotkan. [Muchlisin BK/Tarbiyah]




(sumber: tarbiyah.net)

Baca Juga

Mengapa Israel Paling Takut dengan Para Penghafal Quran?
4/ 5
Oleh
Tampilkan Komentar
Sembunyikan