Tampilkan postingan dengan label akhirat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akhirat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 November 2015

Umat Islam Pasti Masuk Surga? Jaminan atau Bukan?

“Kabar gembira, umat islam dijamin pasti masuk surga!” Hal inilah yang seringkali disebut-sebut oleh para ustadz untuk meyakinkan bahwa Islam akan menyelamatkan pengikutnya nanti setelah kiamat dan setelah penimbangan amal berlangsung. Tapi apakah ini berarti semua umat Islam akan langsung segera masuk surga? Mari kita sama-sama bahas dalam kesempatan kali ini.

Benarkah Umat Islam Dijamin Pasti Masuk Surga?
Seluruh umat Islam pasti masuk surga, hal ini lah yang memang dijanjikan oleh Allah SWT bagi orang-orang yang mengakui bahwa Allah SWT adalah satu-satunya dzat yang memeritah terhadap seluruh alam semesta dan memiliki kuasa penuh akan seluruh makhluk hidup di dalamnya. Tapi apa ini berarti menjadi Islam saja cukup menjadi tiket emas untuk langsung masuk surga? Apakah orang Islam yang berbuat jahat akan langsung masuk surga tanpa menemui balasannya? Lalu apakah yang terjadi dengan orang-orang baik yang tidak menganut ajaran Islam sama sekali?
Jaminan masuk surga untuk orang Islam memang banyak ditemui dari sabda-sabda Rasulullah SAW, seperti misalnya sebuah hadist yang diriwayatkan melalui Abu Hurairah. Hadist tersebut berbunyi bahwa Rasulullah mengatakan, setiap ummat atau pengikutnya akan masuk surga kecuali mereka yang menolak hal tersebut. Yang dimaksud menolak disini bukanlah yang menolak secara lisan, tapi mereka yang menentang ajaran-ajaran kebaikan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dari hadist ini, memang bisa dipastikan bahwa orang-orang Islam pasti akan dimasukkan ke surga oleh Allah SWT, satu-satunya dzat pencipta seluruh semesta.
Benar memang ada kabar gembira umat Islam dijamin pasti masuk surga, tapi hal ini tidak semerta-merta membebaskan ummat Allah SWT yang menganut kepercayaannya bebas melakukan kejahatan di muka bumi ini. Sebelum masuk ke surga, seorang muslim akan “dicuci” di neraka dan durasinya tidak diketahui, tapi dipercaya akan berbeda-beda tergantung dosa yang dimiliki orang tersebut. Hadist lain bahkan menyebutkan bahwa umat Islam yang ada di neraka baru akan bisa masuk ke surga jika ahli surga dan ahli neraka telah ada di tempat mereka masing-masing, yaitu setelah proses hisab seluruh makhluk di alam semesta ini selesai. Ada lagi hadist lainnya yang menceritakan bahwa menurut nabi Muhammad SAW, orang-orang yang pada hatinya yang paling dalam memiliki sedikit saja kebaikan maka akan dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan dalam surga. Allah SWT juga bersumpah bahwa Ia akan mengeluarkan orang-orang yang mengucapkan kalimat syahadat dari neraka dan memasukkannya ke surga. Sumpah Allah ini juga diperkuat oleh omongan nabi Muhammad SAW yang menyaksikannya langsung, bahwa Allah SWT berjanji demi Izzah-Nya dan Jala-Nya akan mengeluarkan orang yang menyebut kalimat syahadat.
Janji Allah untuk menempatkan umat Islam di surga memang benar adanya, tapi ternyata dibutuhkan lebih dari sekedar hanya menjadi umat-Nya. Untuk benar-benar mendapatkan tiket emas masuk surga tanpa tersentuh api neraka sama sekali, seseorang harus secara baik dan benar beriman langsung kepada Allah SWT. Orang tersebut juga harus beramal shaleh dan selalu bertakwa kepada Allah SWT tanpa peduli tempat mereka berada, dan percaya bahwa Allah adalah sebaik-baiknya pelindung seseorang. Yang terakhir adalah, orang tersebut harus selalu taat dan tunduk kepada Allah dan menjalankan syariat yang diajarkan oleh nabi Muhammad SAW. Hanya dengan begitu mereka bisa menerima kabar gembira, umat Islam dijamin pasti masuk surga.
 
sumber: kumpulanmisteri dot com

Mengerikan! Ini Gambaran Hukuman Perokok di Akhirat

Bagi sebagian kalangan, merokok menjadi gaya hidup yang susah untuk ditinggalkan. Meski sudah mengetahui akibat yang ditimbulkan dari kegiatan ini, namun tetap saja para perokok enggan untuk meninggalkan benda yang dinikmati dengan cara dihisap tersebut.

Berbagai efek negatif bisa ditimbulkan dari kebiasaan merokok. Mulai dari risiko penyakit biasa, sampai risiko kematian yang sudah banyak terjadi. Tidak hanya berakibat buruk bagi mereka yang sudah candu, kebiasaan merokok juga membahayakan orang sekitar yang bukan perokok. 

Akibat dari rokok ternyata tidak hanya dirasakan di dunia. Membahayakan diri dan orang lain karena asap rokok juga akan mendapat ancaman pedih di akhirat. Meski tidak dijelaskan secara gamblang, namun banyak ayat dan hadist mengarah pada kebiasaan buruk merokok ini. Seperti apa pedihnya siksaan para perokok? Berikut ulasannya.

Pada tahun 2009, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram merokok di ruang publik. Hal ini menimbulkan reaksi keras berbagai kalangan terutama bagi mereka yang merokok. Pasalnya sebagian mengkalim bahwa hukum merokok adalah mubah yakni tidak dilarang dan tidak pula diperintahkan.

Apapun hukumnya, merokok adalah tindakan merusak diri sendiri. Paparan asap rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya diantaranya tar, nikotin, karbon monoksida (CO) dan masih banyak lain. Selain zat berbahaya tersebut, kini juga sudah terindikasi sekitar 7000 zat kimia lain yang ada dalam asap rokok.  Dinas kesehatan sudah menggolongkan sekitar 70 komponen asap sebagai kemungkinan penyebab penyakit yang terkait dengan merokok, seperti kanker paru, penyakit jantung, dan emfisema.

Dengan fakta tersebut, jelas bahwa merokok adalah tindakan yang membahayakan tubuh. Dalam pandangan Islam, segala bentuk tindakan yang membahayakan tubuh adalah haram. Sedangkan hukumannya teramat pedih dan tidak senikmat dengan rasa rokok yang saat ini membuat candu. Beginilah gambaran bagi para perokok yang sebenarnya menyakiti dirinya sendiri.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati, maka dia di neraka Jahannam dalam keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam) neraka itu, kekal selama lamanya. Barangsiapa yang sengaja menghirup/menenggak racun hingga mati maka racun itu tetap ditangannya dan dia menghirupnya/menenggaknya di dalam neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu akan ada ditangannya dan dia tusukkan ke perutnya di neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya”. – (HR Bukhari no. 5778 dan Muslim no. 109).

Juga dijelaskan dalam hadist dari Tsabit bin Dhahhak radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang membunuh dirinya dengan cara tertentu di dunia maka dia akan disiksa ada hari kiamat dengan cara yang sama.” – (HR. Ahmad 16041 dan Muslim 164)

Merokok menjadi salah satu tindakan yang menyiksa diri sendiri seperti yang disebutkan di atas. Mereka akan diancam masuk neraka dan diberi siksaan menghirup racun (rokok) tersebut secara terus-menerus di neraka jahanam. Tentunya rokok diakhirat akan sangat menyiksa organ tubuh dibanding dampak yang dihasilkan rokok saat ini.

Allah SWT juga dalam beberapa ayat memerintahkan Hamba-Nya untuk mencintai diri dan menjauhkan dirinya dari tindakan yang merusak diri sendiri.

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. – (QS. Al Baqarah: 195).

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu“. – (QS. An Nisaa: 29).

Mungkin, tulisan ini tidak akan berpengaruh dan merubah anda yang kini sedang menikmati rokok lalu berhenti menggunakannya. Tapi kami yakin bahwa anda menyadari bahaya menikmati rokok bagi anda dan orang-orang tersayang di sekitar. Bahkan, anda adalah orang pertama yang akan marah ketika melihat anak anda merokok. Allah SWT sama seperti anda, yang menyayangi anak anda dan melarangnya untuk merokok. Sehingga Allah melarang anda juga karena kasih sayangnya.  

sumber: Dream co id