Tampilkan postingan dengan label zam- zam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zam- zam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 April 2016

Misteri Di Balik Air Zam Zam yang Tidak Pernah Kering, MasyaALLAH!!!

Salah satu keajaiban yang bisa disaksikan selama berabad-abad adalah sumur air zam zam. Sumber mata air itu terus mengalir meskipun puluhan juta liter diambil setiap musim haji dan jutaan liter lainnya di bulan-bulan biasa.

Seperti diketahui, jumlah jamaah haji rata-rata dalam 10 tahun terakhir mencapai 2,5 juta orang per tahun. Jika masing-masing membawa air zam zam 5 liter ke negaranya, maka ada 12,5 juta liter air zam zam yang diangkut ke berbagai negara. Sedangkan selama di Makkah, 2,5 juta jamaah haji bisa menghabiskan 50 juta liter.

Pada bulan-bulan selain Dzulhijjah, air zam zam tetap diambil. Untuk jamaah umrah hingga untuk suplai ke berbagai masjid di Arab Saudi. Anehnya, meskipun setiap saat dikuran, air zam zam tetap mengalir dan tak pernah kering.

Apa rahasianya? Pada tahun 1971, seorang doktor dari Mesir membuat pernyataan kepada Pers Eropa bahwa air zam zam tidak sehat untuk diminum. Ia berdalih, kota Mekah berada di bawah garis permukaan laut. Kesimpulannya, air zam zam itu berasal dari air sisa buangan penduduk kota Mekah yang meresap, kemudian mengendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari sumur zam zam.


Ketika berita yang berpotensi merugikan dunia Islam ini didengar oleh Raja Faisal, ia amat marah kemudian memerintahkan Menteri Pertanian dan Sumber Air untuk menyelidikinya. Maka dikirimlah sampel air zam zam ke laboratorium-laboratorium di Eropa.

Seperti dikutip Dakwatuna, hasil penelitian itu menunjukkan menunjukkan bahwa air zam zam mengandung zat fluorida yang memiliki daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat. Dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah, kandungan kalsium dan garam magnesium pada air zam zam lebih banyak daripada sumur lainnya. Tak heran jika jamaah haji yang kelelahan lalu minum air zam zam, mereka merasakan kesegaran kembali.

Hasil penelitian tersebut secara otomatis membantah pernyataan doktor Mesir itu. Ia tidak bisa lagi menuduh macam-macam atas air zam zam setelah penelitian tersebut dipublikasikan.

Yang mengherankan dan masih menjadi misteri, sumur air zam zam adalah sumur yang sangat kecil untuk ukuran jutaan liter tiap bulan dan tidak pernah kering sejak 14 abad silam.

Thariq Hussain, seorang insinyur kimia yang bekerja di Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum, di Kota Jedah, mendapat tugas menyelidiki sumur air zam zam. Ternyata “kolam” sumur yang tak pernah kering itu hanya berukuran 18 x 14 feet saja (Kira-kira 5 x 4 meter).

Berapa kedalamannya? Thariq menyuruh asistennya yang memiliki tinggi badan 5 feet 8 inci untuk memeriksa. Ternyata air sumur itu hanya mencapai sedikit di atas bahu asisten tersebut. Thariq dan asistennya juga mencari jika ada cerukan atau saluran pipa di bawah sana. Ternyata tidak ada apapun!

Thariqlah yang kemudian mengambil sampel air zam zam tersebut dan dibawa ke Eropa untuk diuji. Hasilnya seperti di atas. Air zam zam terbukti bersih dan menyehatkan. Uji laboratorium telah membuktikan. Yang masih menjadi misteri hingga kini, bagaimana sumur sekecil itu bisa mengeluarkan jutaan liter air selama berabad-abad dan tak pernah kering di saat sumur-sumur lain di kota Makkah –termasuk saat Thariq memeriksanya- sedang mengalami kekeringan.

Mulai tahun 1994, sumur air zam zam dikelola lebih modern dengan menambahkan saluran agar air zam zam bisa ditampung lebih banyak untuk melayani jamaah haji, umrah dan penduduk tanah suci. Pompa pun telah ditambahkan. Air zam zam lebih banyak digunakan, namun sumur ajaib itu tak pernah kering. Insya Allah tetap mengalir hingga khir zaman. 



[Sumber: Ibnu K/Tarbiyah]

Kamis, 01 Oktober 2015

Ilmuwan Jepang Ungkap Keajaiban Air Zam-zam

Masaru Emoto, Ilmuwan asal Jepang dari Hado Institute, Tokyo, Jepang, melakukan penelitian terhadap air Zamzam setelah bertemu dengan salah satu muridnya yang berasal dari Arab Saudi. Hasil penelitian air Zamzam yang dilakukan Emoto pun sangat mengejutkan.

Emoto melakukan penelitian terhadap air Zamzam setelah sebelumnya ia juga meneliti komposisi tetesan air salju yang ternyata memiliki komposisi yang sangat unik. Saat memutuskan melakukan penelitian atas rekomendasi salah satu mahasiswanya, ilmuwan tersebut mengungkap jika ia sama sekali tidak bisa melakukan proses pengkristalan terhadap air Zamzam.

Emoto menjelaskan, ketika ia mencoba melakukan proses kristalisasi ia menemukan dua kristal berbentuk unik pada air Zamzam. Saat ia menanyakan mengapat terdapat dua kristal pada asir Zamzam, sang mahasiswa asal Arab Saudi menjawab jika hal itu disebabkan air Zamzam terdiri dari dua kata yakni "Zam" dan "Zam".

"Rekan Muslim saya menawarkan untuk membaca ayat-ayat Alquran di atas air tersebut. Dia membawa tape recorder dan memainkan beberapa ayat-ayat Alquran, dan kami mendapati kristal yang paling berbentuk sempurna. Kemudian ia memainkan 99 nama Allah (Yang Maha Kuasa), Setiap nama suci tersebut menghasilkan sebuah kristal yang berbentuk unik," ujar Emoto.

"Saya telah membuktikan bahwa air (Zamzam), dengan kecairan cair aneh, mampu berpikir, merasakan, dan semakin bersemangat, serta mengekspresikan dirinya sendiri," tambah Emoto.

Selain itu, dalam buku terbitannya yang berjudul "Message From Water", Emoto menulis jika satu tetes air Zamzam dicampur dengan seribu tetes air biasa, maka air tersebut memiliki khasiat setara air Zamzam.

Ilmuwan tersebut juga menemukan bahwa saat seorang Muslim mengatakan "Bismillah" sebelum makan atau minum, maka air biasa tersebut akan secara ajaib berubah menjadi air kualitas terbaik. Emoto juga menyebut jika seseorang melafalkan Alquran pada air biasa, maka air tersebut akan memiliki kemampuan untuk mengobati penyakit yang berbeda.

Emoto yang meninggal dunia 2014 lalu, adalah seorang seorang peneliti dari Hado Institute di Tokyo, Jepang. Pada tahun 2003 ia mengungkapkan suatu keanehan pada sifat air. Melalui pengamatannya terhadap lebih dari dua ribu contoh foto kristal air yang dikumpulkannya dari berbagai penjuru dunia, Emoto menemukan bahwa partikel molekul air ternyata bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia di sekelilingnya, yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap klasterisasi molekul air yang terbentuk oleh adanya ikatan hidrogen,

Emoto juga menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi "indah" dan "mengagumkan" apabila mendapat reaksi positif disekitarnya, misalnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Namun partikel kristal air terlihat menjadi "buruk" dan "tidak sedap dipandang mata" apabila mendapat efek negatif disekitarnya, seperti kesedihan dan bencana.

Lebih dari dua ribu buah foto kristal air terdapat di dalam buku Message from Water (Pesan dari Air) yang dikarangnya sebagai pembuktian kesimpulan nya sehingga hal ini berpeluang menjadi suatu terobosan dalam meyakini keajaiban alam. Emoto menyimpulkan bahwa partikel air dapat dipengaruhi oleh suara musik, doa-doa dan kata-kata yang ditulis dan dicelupkan ke dalam air tersebut.

Sampai sekarang Emoto dan karyanya masih dianggap kontroversial. Ernst Braun dari Burgistein di Thun, Swiss, telah mencoba dalam laboratoriumnya metoda pembuatan foto kristal seperti yang diungkapan oleh Emoto, sayangnya hasil tersebut tidak dapat direproduksi kembali, walaupun dalam kondisi percobaan yang sama. [ ]

sumber : mozaik.inilah.com