Tampilkan postingan dengan label ayo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ayo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 April 2016

Menikah Menyempurnakan Setengah Agama, Yuk Nikah!

Ada yang bertanya,”Ada hadis yang menyatakan, menikah itu menyempurnakan setengah agama. Apa itu benar? Lalu apa maksudnya?”

Pertanyaan itu dijawaboleh Ustadz Ammi Nur Baits:

Bismillah was shalatu was salamu ala Rasulillah, wa badu. Hadisnya dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

–Siapa yang diberi karunia oleh Allah seorang istri yang solihah, berarti Allah telah menolongnya untukmenyempurnakan setengah agamanya. Karena itu, bertaqwalah kepada Allah setengah sisanya. (HR. Baihaqi 1916).

Dalam riwayat lain, juga dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

— Ketika seorang hamba menikah, berarti dia telah menyempurnakan setengah agamanya. Maka bertaqwalah kepada Allah pada setengah sisanya.

Status Hadis:Ulama berbeda pendapat dalam menilai keabsahan hadis ini. Banyak yang menilai hadis ini sebagai hadis yang dhaif. Diantaranya al-Haitsami, Ibnul Jauzi dan al-Iraqi. Sementara itu, ada juga ulama yang menilainya hasan li ghairihi, seperti yang disebutkan dalam Shahih Targhib wa Tarhib ( 2/192).

Makna Hadis

Syahwat manusia dikendalikan 2 hal: perutnya dan kemaluannya.Dalam hadis dari Kaab bin Malik radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan pengaruh rakus manusia karena memenuhi kebutuhan perutnya,

— Dua serigala lapar yang dilepas di kandang kambing, tidaklah lebih merusak dibandingkan ketamakan seseorang terhadap dunia dan jabatan, yang bisa merusak agamanya. (Ahmad 16198, Turmudzi 2550, Ibn Hibban 3228 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Sementara syahwat biologis mendorong manusia untuk berbuat zina. Karena itu, orang yang sudah memenuhi kebutuhan biologisnya dengan menikah, berarti dia menyempurnakan setengah agamanya.

Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin mengatakan,

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakan, “Siapa yang menikah, berarti telah melindungi setengah agamanya. Karena itu bertaqwalah kepada Allah untuk setengah agamanya yang kedua.” Ini merupakan isyarat tentang keutamaan nikah, yaitu dalam rangka mlindungi diri dari penyimpangan, agar terhinndar dari kerusakan. Karena yang merusak agama manusia umumnya adalah kemaluannya dan perutnya. Dengan menikah, maka salah satu telah terpenuhi. (Ihya Ulumiddin, 2/22)

Demikian pula penjelasan yang disampaikan Al-Qurthubi.Beliau mengatakan,

“Siapa yang menikah berarti telah menyempurnakan setengah agamanya. Karena itu bertaqwalah kepada Allah untuk setengah yang kedua.” Makna hadis ini bahwa nikah akan melindungi orang dari zina. Sementara menjaga kehormatan dari zina termasuk salah satu yang mendapat jaminan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan surga. Beliau mengatakan, Siapa yang dilindungi Allah dari dua bahaya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, yaitu dilindungi dari dampak buruk mulutnya dan kemaluannnya. (Tafsir al-Qurthubi, 9/327). Demikian,Allahu alam.



(sumber: mozaik.inilah.com)

Minggu, 10 April 2016

Ayo Menutup Aurat! Paha Ayam Aja 7000, Masa Paha Kamu Gratis?

 Ada beragam jalan untuk berdakwah. Salah satunya ajakan menutup aurat yang dikemas denga cara unik: memasang banner pada penutup becak motor alias bentor.

Penutup bentor itu memiliki warna dasar putih. Sebuah ajakan tertulisan tebal pada bagian atas: “Yuk!!! Tutup Aurat……” Menyusul tulisan berbunyi: “Jangan sampai… pahamu lebih murah daripada paha ayam.”

Setelah kalimat ajakan itu, terdapat sejumlah gambar: Dua buah paha ayam dan enam celana pendek, dengan tulisan “menggelitik” di bagian bawah gambar.

Tulisan “Paha ayam Rp. 7.000″ berada persis di bawah gambar paha ayam. Sementara tulisan “Pahamu gratis” berada di bawah gambar enam celana pendek.

Foto unik ini diunggah oleh Facebook Komunitas One Day One Juz pada Selasa 10 Maret 2015. Sejumlah pengguna Facebook memberikan komentarnya.

“semoga tidak seperti peringatan di bungkus rokok, tapi intinya saya setuju dengan dakwah seperti itu.“,

hahahha, di situ kadang saya sedih dan ketawa

Alhamdulilah semoga menjadi kenyataan

Jaman dulu para gadis memandang penting arti keperawanan dgn menjaga sikap dan perbuatannya dari hal tabu. Beda dgn anak muda jaman sekarang. Serba gratis demi cinta. hahahaha

Hahaha.. kadang suka kasian liat cewe2 pake baju sexy. Udh cakep2 masuk tv tp di blur.. ngga jadi pamer deh. Kl nunduk repot2 nutupin dada. Kl duduk ngesot2 biar paha aga ketutup. Padahal kan sia2 banget… Ngga konsekwen… kl mo nyaman ya jaga aurat aja non.

Namun ada netizen yang berkomentar lain:

“logika: daging ayam untuk kebutuhan hidup (pangan) mana ada makanan gratis kecuali ta’jil,
bodoh kl membandingkan dengan aurat. paha manusia apa untuk pangan? kl membandingkan jgan disamakan kayk binatang. brti yg ngepost mau kl disamakan binatang. toh di di kitab suci udah ada. perkara dia mau jalankan atau tidak itu udh hak masing masing… pantes aja sma kyk film menyamakan diri spt binatan Ex ganteng-ganteng srigala, 7 manusia harimau. kl dakwah mending to the point sesuai hadis/alquran. g perlu membandingkan.”

Nah, kalian sendiri, apa komentar kalian?

Sumber: sebarkanlah_com

Minggu, 27 Maret 2016

( AYO SEBARLUASKAN )) Bersedekahlah Sebelum Mati!! Mayit Pun Ingin Bersedekah Jika Bisa Hidup Kembali

 seluruh puji memiliki Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam - , keluarga dan sebagian sahabatnya.

Al - Qur’an mengantarkan angan - angan orang muslim yang gemari menunda amal shalih di dunia hingga tiba kematiannya apabila diberi peluang hidup berulang pribadinya hendak bersedekah dan juga jadi orang shalih.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَأَن�’فِقُوا مِن�’ مَا رَزَق�’نَاكُم�’ مِن�’ قَب�’لِ أَن�’ يَأ�’تِيَ أَحَدَكُمُ ال�’مَو�’تُ فَيَقُولَ رَبِّ لَو�’لَا أَخَّر�’تَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن�’ مِنَ الصَّالِحِينَ

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikanlah kepadamu saat sebelum kematian tiba pada salah seseorang di antara kamu; kemudian ia mengatakan (menyesali), “Ya Tuhanku, semisalnya Engkau sudi menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi, jadi aku mampu bersedekah dan juga aku hendak tercantum sebagian orang yang saleh. ” (QS. Al - Munafiqun: 10)

Kenapa ia tidak mengemukakan, “Maka aku mampu jalani umrah”, “Maka aku mampu kerjakan haji ataupun puasa” dan juga lain lain?

Berkata sebagian ulama, “tidaklah seseorang mayit mengantarkan “sedekah” kecuali karna ia saksikan besarnya pahala dan juga imbas baiknya sehabis ia meninggal…”

Perkara yang amat menyelamatkan orang di akhirat ialah iman. dan juga sedekah ialah fakta kebenaran iman. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

والصدقة برهان

“Sedekah ialah bukti. ” (HR. Muslim)

Imam Nawawi Rahimahullah menarangkan: “Yaitu fakta kebenaran imannya. Oleh karna itu shadaqah dinamakan demikian karna ialah fakta dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya). ”

Sedekah mampu melepaskan pelakunya dari siksa simpan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

‏إن الصدقة لتطفىء عن أهلها حر القبور

“Sedekah hendak memadamkan api siksaan di dalam simpan. ” (HR. Thabrani)

Pahala sedekah yang di keluarkan seorang tetap mengalir kepadanya, walaupun dia sudah terdapat di liang kuburnya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Apabila anak Adam wafat dunia dunia, jadi terputuslah pahala amalnya kecuali 3 masalah; salah satunya, shodaqoh jariyah. ” (HR. Muslim)

Sedekah dapat pula menyelamatkan pelakunya dari jilatan api neraka. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabada,

اتَّقُوا النَّارَ وَلَو�’ بِشِقِّ تَم�’رَةٍ فَإِن�’ لَم�’ تَجِد�’ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

“Hindarkan dirimu dari neraka walaupun cuma dengan setengah butir kurma, apabila tidak terdapat jadi dengan bicara yang baik. ” (Muttafaq ‘alaih)

Sedekah itu walaupun sedikit, mempunyai andil buat jauhi kita dari api neraka. terus menjadi banyak sedekah, terus menjadi jauh kita darinya.

Sedekah yang di keluarkan seorang hendak menaunginya di akhirat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menggambarkan tentang 7 jenis manusia yang beroleh naungan di hari kiamat yg tidak terdapat naungan lain kecuali dari Allah di hari itu. Salah satunya ialah :

رجل تصدق بصدقة فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه

“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, dia sembunyikan amalnya itu hingga tangan kirinya tidak ketahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. ” (HR. Al - Bukhari)

Dalam hadits lain,

كل امرء في ظل صدقته حتى يقضى بين الناس

“Setiap orang dibawah naungan sedekahnya sampai diputuskan hukum diantara manusia. ” (HR Ahmad dan juga Hakim)

Jadi perbanyaklah bersedekah. karna sedekah jadi satu diantara lantaran amat berarti yang dapat menyelamatkannya di akhirat. Dan, bersedekah - lah atas nama orang yang sudah wafat dunia diantara kalian, karna sebetulnya mereka amat menginginkan berulang ke dunia supaya dapat bersedekah dan juga beramal shalih, jadi wujudkanlah harapan mereka. Wallahu a’lam.

sumber: www. akhwatindonesia. net