Tampilkan postingan dengan label adab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adab. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juli 2016

Sebelum Berangkat Sholat Ied, Perhatikan Hal-Hal Yang Disunnahkan Ini

hari raya ied baik idul fitri ataupun idul adha merupakan 2 hari raya yang senantiasa dinanti nantikan oleh umat islam sejagat. kala menjumpai hari raya lebaran, baik idul fitri ataupun idul adha kalangan muslimin disunnahkan buat melakukan shalat id.

tetapi, saat sebelum kamu berangkat ke masjid ataupun ke lapangan buat melakukan sholat id, terdapat baiknya bila kamu mengenali sebagian perihal yang di sunnah kan saat sebelum melaksanakannya. antara lain merupakan bagaikan berikut.

sunnah saat sebelum shalat id
umat islam aceh lagi mencermati khutbah id di masjid raya baiturrahman


1. mandi saat sebelum berangkat buat sholat id

ada riwayat shahih dalam kitab al - muwattho dan juga yang lain kalau ibnu umar mandi pada hari id saat sebelum berangkat ke tempat sholat. imam an - nawawi mengatakan kalau jumhur ulama setuju tentang kesunnahan mandi saat sebelum berangkat buat melakukan shalat id.

sebab yang jadi karena disunnahkannya mandi pada hari jumat dan juga ataupun peluang yang lain dikala kalangan muslimin berkumpul secara universal, pula ada pada shalat id, terlebih lagi boleh jadi pada shalat id sebab itu lebih kokoh.

2. makan saat sebelum shalat id pada idul fitri, dan juga sesudahnya pada hari idul adha

tercantum sunnah di hari idul fitri, tidak berangkat sholat id saat sebelum memakan sebagian butir kurma, sebagaimana diriwayatkan oleh imam bukhari dari teman anas bin malik, ia mengatakan, merupakan rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak berangkat pada hari idul fitri saat sebelum memakan sebagian butir kurma, dan juga ia memakannya dengan jumlah ganjil. " (hr. bukhari)

bila tidak terdapat kurma, sebaiknya ia makan suatu yang dibolehkan buat mengisi perut saat sebelum melakukan shalat id.

ada juga pada idul adha, hingga yang disunnahkan merupakan tidak makan saat sebelum berulang dari shalat id. sebaiknya ia makan dari hewan kurbannya bila ia menyembelih hewan kurban, bila ia tidak mempunyai hewan kurban, hingga tidak kenapa ia makan saat sebelum shalat id.

3. bertakbir di hari id.

perihal ini tercantum sunnah yang agung pada hari id, bersumber pada firman allah taala,

" dan juga hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan juga hendaklah kalian mengagungkan allah atas petunjuk - nya yang dikasih kepadamu, biar kalian bersyukur. " (qs. al - baqarah: 185)

dari walid bin muslim ia mengatakan, saya bertanya kepada al - auzai dan juga malik bin anas tentang mengeraskan takbir pada 2 hari raya. mereka berdua menanggapi, ya, dulu ibnu umar mengeraskan takbir pada hari idul fitri sampai imam tiba. "

ada riwayat shahih dari abu abdurrahman as - silmi, ia mengatakan, mereka para hari idul fitri lebih keras dibandingkan idul adha) waki mengatakan, yang diartikan (keras) merupakan bertakbir. (amati irwaul ghalil 3/122)

baca pula: teks takbir idul fitri


sebaliknya imam daruquthni meriwayatkan kalau ibnu umar apabila berangkat buat shaat idul fitri dan juga idul adha, bersungguh - sungguh buat bertakbir sampai datang ke tempat shalat, setelah itu ia terus bertakbir sampai imam tiba.

ibnu abi syaibah meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari az - zuhri, ia mengatakan, orang - orang bertakbir pada hari id sampai mereka keluar dari rumah - rumah mereka sampai kala mereka menghadiri tempat shalat dan juga sampai imam tiba. apabila imam telah tiba, mereka seluruh diam, bila imam bertakbir, merekapun bertakbir.

ibnu syihab az - zuhri rahimahullah mengatakan, dulu orang - orang bertakbir semenjak mereka keluar dari rumah - rumah mereka sampai datangnya imam (ke tempat sholat buat mengawali shalat).

waktu takbir dalam shalat idul fitri diawali semenjak malam id sampai imam masuk (ke tempat shalat) buat melaksanakan shalat id.

ada juga dalam idul adha, hingga takbir diawali semenjak hari kesatu dzulhijjah sampai matahari terbenam pada akhir hari tasyrik.

tata trik takbir

ada dalam mushannaf ibnu abi syaibah dengan sanad yang shahih dari ibnu masud radhiallahu anhu, kalau ia bertakbir pada hari - hari tasyrik (dengan redaksi berikut) ;

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد

allah maha besar, allah maha besar, tiada tuhan yang disembah tidak hanya allah, allah maha besar, menurutnya seluruh puji.

ibnu abi syaibah pula meriwayatkan lagi dengan redaksi yang sama, cuma aja takbirnya jadi 3 kali.

al - mahamili meriwayatkan dengan sanad yang shahih pula dari ibnu masud (redaksi berikut) ;

الله أكبر كبيراً الله أكبر كبيراً الله أكبر وأجلّ ، الله أكبر ولله الحمد

allah maha besar, allahu maha besar, allah maha besar dan juga agung, allah maha besar, menurutnya seluruh puji. (amati irwaul ghalil, 3/126)

4. perkataan selamat

tercantum adab pada hari id merupakan silih membagikan perkataan selamat yang baik satu sama lain, whatever redaksinya. serupa ungkapan, taqabbalallahu minna wa minkum, ataupun, idun mubarak, ataupun yang semisalnya dalam bermacam wujud redaksi yang dibolehkan.

dari jubair bin nafir, ia mengatakan, para shahabat rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, apabila berjumpa pada hari id, mereka satu sama lain silih mengucapkan, taqabbalallahu minna wa minka. ibnu hajar mengatakan, sanadnya hasan (fathul bari, 2/446)

pemberian perkataan selamat sudah diketahui di golongan para shahabat, karenanya para ulama membagikan keringanan dalam perihal ini, serupa imam ahmad dan juga yang lain. ada riwayat yang menampilkan disyariatkannya perkataan selamat pada moment - moment tertentu, dan juga pula aksi para shahabat yang membagikan perkataan selamat kala memperoleh suatu yang membahagiakan, serupa diterimanya taubat seorang oleh allah taala terhadap sesuatu masalah, kemudian mereka berdiri buat membagikan perkataan selamat karna itu. adapula riwayat yang lain.

tidak diragukan lagi kalau perkataan selamat tercantum kemuliaan akhlak dan juga fenomena sosial yang baik di golongan kalangan muslimin.

5. berhias pada 2 hari id

ibnu umar mengatakan, umar radhiallahu anhu mengambil (membeli) suatu jubah dari sutera yang dijual di pasar, kemudian ia menghadiri rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, setelah itu mengatakan, wahai rasulullah, belilah ini dan juga berhiaslah dengannya buat hari raya dan juga menyongsong tamu. hingga rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, " sebetulnya ini merupakan baju orang yang tidak memperoleh penggalan (di hari kiamat) " (hr. bukhori)

rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyetujui aksi umar buat berhias pada hari id, hendak namun yang ia ingkari merupakan membeli pakaian tersebut, karna dibuat dari sutera.

dari jabir radhialahu anhu, ia mengatakan, merupakan nabi shallallahu alaihi wa sallam mempunyai baju tertutup yang biasa dia gunakan buat shalat 2 hari raya dan juga hari jumat. (shahih ibnu khuzaimah)

al - baihaqi meriwayatkan dengan sanad yang shahih kalau ibnu umar mengenakan baju yang amat bagus pada hari id.

hingga untuk kalangan muslim yang mau berangkat buat menunaikan sholat id, sebaiknya mengenakan baju yang amat bagus kala berangkat buat sholat id.


6. berangkat ke tempat shalat melalu sesuatu jalur dan juga berulang lewat jalur yang berbeda

dari jabir bin abdillah radhiallahu anhuma, ia mengatakan, nabi shallallahu alaihi wa sallam pada hari id menempuh jalur yang berubah. (hr. bukhari)

terdapat yang berkata kalau hikmah dari perbuatan tersebut merupakan supaya kedua jalur itu jadi saksi mata di hadapan allah pada hari kiamat, karena bumi hendak berdialog pada hari kiamat terhadap kebaikan ataupun keburukan yang dicoba di atasnya.

terdapat pula yang berkomentar, buat menampakan syiar islam pada kedua jalur tersebut. ataupun buat menampakkan zikir kepada allah, ataupun buat memunculkan kerasa gentar terhadap kalangan munafik ataupun orang yahudi dengan banyaknya orang bersamanya, ataupun buat penuhi kebutuhan warga, apakah buat memohon fatwa, mengarahkan ataupun penuhi seluruh kebutuhan, ataupun buat mendatangi saudara dan juga bersilaturahim.

mudah - mudahan informasi tentang sebagian kesunnahan saat sebelum melakukan sholat id ini berguna untuk kamu seluruhnya. wallahualam.






(sumber: kabarmakkah.com)

Minggu, 24 April 2016

WAJIB TAU!! Hentikan Kebiasaan Seperti Ini, Menghadap Orang Penting Rapih Tapi Menghadap Allah Seadanya. Bantu Share Ya,,

Masjid adalah tempat pembinaan umat yang sangat penting.

Di tempat yang mulia ini ada adab-adab yang perlu diperhatikan ketika kita berhubungan dengan masjid.

Namun banyak kaum muslimin yang melalaikan adab-adab tersebut padahal mereka berada di rumah-rumah milik Allah.

Seperti misalkan menggunakan pakaian yang kurang pantas ketika hendak melaksanakan salat di masjid.

Seperti dikutip kabarmakkah, seringkali kita abaikan perjumpaan dengan Allah Azza Wa Jalla, dengan berpenampilan apa adanya.

Mau menghadap-Nya, meminta rahmat dari-Nya, memohon ampun pada-Nya.

Penampilan kita sama seperti mau tidur? tentunya hal tersebut kalah jauh dengan ketika kita kalau mau ke kantor, ke mall, ke acara pesta yang gayanya dibuat semaksimal mungkin.

Allah tidak hanya memerintahkan kita untuk sekedar memakai pakaian yang menutup aurat, akan tetapi memerintahkan kita pula untuk memperbagus pakaian apalagi ketika ke masjid.

Allah SWT berfirman, �Hai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.� (Al A�raf: 31).

Imam Ibnu Katsir mengatakan dalam kitab tafsirnya bahwa dari ayat ini dapat diambil pelajaran bahwa kita disunnahkan berhias ketika salat.

Lebih-lebih ketika hari jumat dan hari raya.

Dan termasuk perhiasan adalah siwak dan parfum.

Namun sekarang banyak kita jumpai kaum muslimin yang ketika pergi ke masjid hanya mengenakan pakaian seadanya.

Padahal ia memiliki pakaian yang bagus.

Banyak yang mengatakan �yang penting pakaiannya bersih�.

So, kalau menghadap orang yang terhormat saja kita berpakaian rapi, maka kita menghadap Allah yang menguasai alam semesta ini berpakaian seadanya? semoga bermanfaat.



(sumber: tribune-jakarta.blogspot.co.id)

Selasa, 12 April 2016

Bingung Pusing.. Banyak Masalah Rejeki Seret Coba Perbaiki Adab kepada Orang Tua!!

Dear Sahabat Abi Ummi, pernah merasa pusing tujuh keliling karena apa yang hendak kita kerjakan terhambat karena berbagai hal? Sedangkan menurut kita, kita sudah berusaha untuk menemukan problem solving yang tepat namun tetap saja urusan kita nampak rumit dan berbelit-belit? Barangkali Sahabat Abi Ummi di sini ada yang pernah mengalaminya atau pernah melihat teman-teman di sekeliling kita mengalaminya. Pusing? Bingung bahkan sampai galau? Eits, yuk kita coba fokuskan bukan hanya pada urusan tersebut namun coba juga deh ulik kembali bagaimana hubungan kita dengan hal-hal lain yang berkaitan dengannya, salah satunya adalah bagaimana hubungan kita dengan orang tua, terutama perihal adab kepada orang tua yang memang menjadi salah satu point penting dalam Islam. Loh memang ada hubungannya? Ada! Yuk, sekarang kita urai sebenarnya apa korelasi antara terhambatnya banyak urusan kita dengan adab kepada orang tua.
Menjaga Adab kepada Orang Tua adalah Bagian dari Cara Kita Memuliakan Mereka
adab kepada orang tua 1
Adab kepada orang tua sebagai cara memuliakan orang tuanya. (konjungsi.wordpress.com)

Insya Allah kita semua ingat ya, bagaimana Allah mengharuskan kita untuk memuliakan orang tua dengan berbagai cara yang telah Allah terangkan dalam banyak firman-Nya. Nah, apa sih salah satunya? Ialah berusaha menjaga adab kepada orang tua dengan sebaik-baik adab. Misalnya, tidak mengucapkan kata “Ah..”, tidak membantah ketika diperintahkan mengerjakan amalan baik, tidak membebani orang tua dengan permintaan-permintaan yang dapat memberatkan mereka diluar batas kemampuan mereka, tidak menyuruh-nyuruh mereka melakukan pekerjaan yang sebenarnya mampu kita kerjakan sendiri, dsb. Mungkin terdengar biasa dan mudah dilakukan, namun nyatanya tidak bisa dielakkan bahwa hal-hal seperti ini patut kita ikhtiarkan sebab memang bukan perkara mudah untuk menjaga adab kepada orang tua kita, sehingga orang tua tidak murka kepada kita. Terus korelasinya apa sih dengan tema diatas?

Ingat kembali bahwa Allah telah berjanji bahwa Ridho-Nya ada pada ridha orang tua begitupun dengan murka-Nya. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu HIbban, Hakim dan Imam Tirmidzi dari sahabat Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسُخْطُ الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ

“Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallaahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua” (HR al-Bukhari).

Nah, bisa saja kan ketika kita melakukan salah kepada orang tua lalu orang tua kita tidak ridha terhadap apa pun yang sedang kita kerjakan maka ini akan berpengaruh terhadap tidak hanya pada hasil yang sedang kita kerjakan namun juga prosesnya. Entah itu menjadi sulit atau hal-hal kurang baik lainnya.
Allah akan Memudahkan Berbagai Urusan Tiap Hamba-Nya, Selama Mereka Mau Memudahkan Urusan Orang Lain, Ini Janji-Nya dan Janji Allah adalah Hal yang Pasti
adab kepada orang tua 2
Allah akan memudahkan urusannya ketika ia memudahkan urusan orang lain. (goodlifetherapy.co.uk)

Terbayangkan bagaimana baiknya Allah, dengan memudahkan urusan orang lain saja Allah akan bantu dengan memberikan kemudahan dalam mengerjakan urusan kita sebagai gantinya, apalagi jika kita memudahkan berbagai urusan orang tua kita. Seperti misalnya ketika orang tua sedang kesulitan dalam masalah membiayai sekolah adik-adik kita, coba deh kita bantu semampu kita. Jangan malah berpikiran, “Biar saja toh itu urusan mereka!” Waduh… jangan ya! Atau jika memang belum bisa membantu dengan biaya maka jangan menambah beban orang tua dengan permintaan-permintaan aneh. Seperti merengek minta dibelikan ini-itu yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan.

Jadi, yuk.. coba kita bantu dan memudahkan urusan teman-teman disekeliling kita, apalagi orang tua kita. Bantu sesuai dengan kadar kemampuan kita tentunya. Dan jika memiliki suatu urusan dengan mereka, jangan mempersulitnya tapi permudahlah. Maka insya Allah, akan Allah mudahkan kembali urusan kita. Memudahkan berbagai urusan orang tua kita, juga merupakan bagian dari menjaga adab kepada orang tua yang bernilai pahala, loh! Masya Allah, ini akan menjadi jembatan bagi kita memperoleh kemudahan dalam mengerjakan urusan kita. Tapi eitss.. memudahkan urusan di sini maksudnya hanya untuk urusan dalam kebaikan, ya Sahabat Abi Ummi. Sebab tidak ada tolong menolong dalam mengerjakan keburukan, begitu kan perintah Allah dalam kalam-Nya.
Jika Adab kepada Orang Tua Sendiri Saja Kita Tidak Acuh Seakan Tidak Peduli, Bagaimana Kita Mengharapkan Diri Kita untuk Mampu Beradab Baik kepada Orang Lain?
adab kepada orang tua 3
Jangan berharap orang lain akan peduli ketika tak peduli kepada orang tuanya. (suescheffblog.com)

Hubungan yang terjalin baik dengan orang lain akan sangat berdampak pada urusan kita, mereka akan membantu kita menyelesaikan berbagai urusan kita dan tidak mempersulitnya. Namun perlu kita ingat, hubungan yang baik dengan orang lain akan terjalin ketika kita memiliki kemampuan untuk menjaganya dengan akhlak dan adab yang baik. Nah, sekarang permasalahannya adalah apakah kita yakin mampu memiliki adab yang baik dengan orang lain sementara dengan orang tua sendiri saja kita acuh? Padahal orang tua kita adalah orang yang membesarkan kita dengan kasih sayang dan lagi menghormati dan memuliakan mereka adalah kewajiban, sedangkan orang lain bisa kita lihat adalah orang yang tidak ada hubungan keluarga dengan kita. Emm.. rasanya cukup aneh aja sih ya, jika kita menemukan ada yang bisa berbuat baik kepada orang lain namun kepada orang tuanya sendiri tidak berakhlak baik dan semoga itu bukan kita.
Sebab Doa Orang Tua adalah Penghantar yang Baik akan Harapan dan Kesuksesan Dunia dan Akhirat Anak-anaknya
adab kepada orang tua 4
Doa orang tua adalah kunci kesuksesan anak. (pengasuhanakyatim.wordpress.com)

“Tenang aja, mau baik atau buruk adab kepada orang tua kita, toh mereka akan tetep ngedoain kebaikan kita! Itu kan bagian kasih sayang mereka!”

Weits… pede banget, ya! Eh tapi memang benar sih. Apapun keadaan kita, orang tua pasti akan mendoakan yang terbaik. Tapi yaa tapi…. bukan berarti lantas kita bisa memiliki pola pikir seperti di atas. Coba pikir deh, orang tua mungkin memang akan mendoakan kebaikan untuk kita, akan tetapi bagaimana jika berdoanya dengan hati sedih dan penuh kecewa karena adab kepada orang tua kita yang kurang baik. Apakah hati kita tidak ikut sedih juga? Akan berbeda kan jika orang tua berdoa kepada Allah dengan hati bahagia karena bangga terhadap adab kepada orang tua yang baik dari kita kepada mereka, bisa jadi doa-doa yang mereka hantarkan dengan perasaan penuh ridha seperti itu akan terijabah lebih mudah oleh Allah.

Inilah beberapa kaitan antara pentingnya memerhatikan adab kepada orang tua dengan hal-hal yang dapat menjadi penghambat berbagai urusan yang hendak atau sedang kita kerjakan. Yuk, sama-sama kita perbaiki pola pikir dan adab kita mengenai adab kepada orang tua, kembali kita berusaha untuk menghormati serta memuliakan mereka dengan akhlak dan adab yang baik, sehingga apa pun yang kita kerjakan akan penuh ridho dari mereka, maka insya Allah ridha Allah pun akan senantiasa mengiri langkah kita dalam menggapai kesuksesan. Semangat, ya Sahabat Abi Ummi!


Sumber: http_abiummi_com

Sabtu, 19 Maret 2016

Saat Berhubungan Suami Istri, Ingatlah 4 Pesan Rasulullah ini!! Nomor 3 Sering Di Abaikan

 Rasulullah saw bersabda :“ dan juga pada perlengkapan kemalu4n kamu ada sedekah. Para teman bertanya: Ya Rasulullah, apakah bila diantara kami melaksanakan hubung4n s3ksual juga hendak memperoleh pahala? Jawab Rasul: Tidakkah kamu tahu, kalau bila kamu menempatkan suatu pada tempat yang haram, kamu hendak memperoleh siksa? hingga demikian pula dengan menempatkan suatu pada tempat yang halal, tentu hendak memperoleh pahala “.

Dari hadits diatas, hingga ikatan s3ksu4l untuk suami istri yang legal dan juga dicoba bagi cara - cara yang benar dan juga menjajaki etika yang di tuntunkan Rasulullah hendak mendatangkan pahala. Oleh karna itulah, seseorang istri yang sholihah wajib mengerti etika Berhubung4an yang benar sebagaimana berikut :

1) diawali dengan menyebut asma Allah
Rasulullah saw bersabda :
“ tiap pekerjaan mulia yang tidak di mulai dengan menyebut Asma Allah, hingga pekerjaan itu terputus (berkahnya) “.
Oleh karna itu, seseorang istri sebaiknya tidak kurang ingat menyebut Asma Allah tiap kali hendak melaksanakan berhubung4n

2) Membaca doa
Rasulullah saw bersabda :
“ bila salah seseorang diantara kamu berhubung4n dengan istrinya seraya mengucapkan doa: “ Allahumma jannibnasy syaithaana wa jannibisy syaithaana ma razaqtanaa (Ya Allah, jauhkanlah hamba dari bisikan setan dan juga hindarkan pula kendala setan dari apa yang bakal engkau anugerahkan kepada (kami), hingga apabila dari ikatan ini lahir seseorang anak, tentu tidak hendak mengganggunya.

3) Menutupi kedua tubuh
Rasulullah saw bersabda :
“ Janganlah kamu bertelanj4ng bul4t, karna kamu tidak hendak terlepas dari makhluk yang tidak sempat berpisah dari kalian, kecuali tatkala kamu lagi buang hajat dan juga tatkala berhubung4n dengan istri kalian. hingga malu lah kepada mereka (para malaikat Allah) dan juga homatilah kedatangan mereka “.

4) menyanjung Allah dikala ej4kulasi
Hal ini bersumber pada firman Allah swt dalam tulisan Ibrahim ayat: 7
“ sebetulnya bila kalian bersyukur, tentu kami hendak menaikkan (nikmat) kepadamu, dan juga bila kalian mengingkari (nikmatku), hingga sebetulnya azab - Ku amat pedih.

Itulah sebagian pesan yang di informasikan Rasulullah kepada para istri sholihah kala melayani suaminya di tempat tidur. Harapannya seluruh yang di lakukannya buat terus menjadi menaikkan pahala disisi Allah swt. Oleh karna itu, para istri sholihah wajib betul - betul mencermati pesan - pesan Rasulullah saw ini. dan juga mudah - mudahan segala perempuan muslimah memiliki peran yang mulia dihadapan Allah swt dengan mengabdikan dan juga melayani kebutuhan suaminya

Inilah 9 Kesalahan Umum Jemaah Wanita Saat Melakukan Umrah

 Menginjakkan kaki di Tanah Suci buat melakukan ibadah umrah tentu jadi impian tiap muslim. Ibadah ini jadi opsi alternatif untuk mereka yang belum berkesempatan melakukan ibadah haji.

Apalagi dengan antrean calon pendaftar haji di Indonesia yang memakai sistem kuota yang sudah memegang waktu belasan tahun.

Ada banyak ketentuan yang harus ditaati oleh para jemaah umrah sepanjang melakukan ekspedisi umrah, mulai dari berangkat, dalam penerbangan sampai menempuh serangkaian kegiatan ibadah di Mekah dan juga Madinah.

Sayangnya, masih aja terdapat di antara jemaah yang sering - kali tidak mengerti seluruhnya syarat penerapan ibadah umrah sampai kesimpulannya tidak siuman bila mereka telah berbuat kesalahan. serupa sebagian kesalahan universal berikut yang sering tidak disadari oleh para jemaah wanita.

1. Berpikir kalau ihram mereka merupakan 'topi'. yang dipakai di atas kepala

Beberapa muslimah tidak ketahui apa maksudnya Ihram dan juga mereka pikir itu merupakan "topi" yang mereka gunakan di kepala. Mereka tidak berani melepasnya buat sebab whatever karna mereka berpikir hendak "membatalkan Ihram mereka".

Kata Ihram diambil dari bahasa Arab, dari kata "Al - Haram" yang bermakna terlarang ataupun tercegah. Dinamakan Ihram karna seorang yang masuk kepada 'kehormatan'. ibadah haji dengan niatnya, ia dilarang mengatakan dan juga beramal dengan perihal tertentu, serupa jimak, menikah, berucap perkataan kotor, dan juga lain - sebagainya.

Dari mari mampu diambil satu definisi syari kalau Ihram merupakan salah satu hasrat dari 2 ibadah (yaitu haji dan juga umrah) ataupun kedua - duanya secara bersamaan. kala kamu merambah kondisi Ihram tidak berarti kalau kamu tidak dapat melepasnya nanti. dan juga dikala melepas kainnya tidak berarti kalau Ihram kamu berakhir. seperti itu kenapa ulama berkata kalau kita mampu mengubah Ihram (yang berarti 'pakaian. kami'),. dan juga terlebih lagi cuci bila mengalami kotor.

2. takut rambut rontok

Beberapa perempuan mempunyai kekhawatiran bila rambut mereka rontok sepanjang Ihram. Begitu khawatirnya sampai - sampai mereka tidak melepas hijab mereka dan juga tidak ingin melepas "topi" mereka dikala berwudhu.

Ini merupakan godaan dari setan. Pikirkan tentang perihal ini. bila kamu tidak melaksanakan wudhu dengan benar, akankah doa kamu jadi sah? Apakah Thawaf kamu sah? Apakah kamu berpikir kalau Allah hendak menghukum manusia akibat dari suatu perbuatan yang d iluar kendalinya? Tidak, tentu aja tidak.

Dia merupakan Yang Maha Penyayang. ia merupakan Maha Pengampun. Lalu, kenapa dia hendak membatalkan Ihram kamu cuma karna sebagian rambut yang rontok (yang tidak disengaja)? Larangan menimpa rambut cuma berlaku buat rambut yang terencana dipotong, dicabut, ataupun dicukur dengan sengaja.

3. melaksanakan Tahalul cuma buat seorang yang telah tuntas Ihram

Banyak perempuan berpikir kalau cuma orang yang tuntas Ihramlah yang mampu memotong rambut mereka. dan juga mereka menolak buat memotong rambut mereka seorang diri buat Tahalul. Ini merupakan komentar yang salah. Sebenarnya, kamu diharapkan buat memotong rambut kamu seorang diri kala Tahalul.

Nabi SAW memerintahkan para sahabatnya, sepanjang Haji Wada: "Biarkan ia memotong (artinya, seorang diri rambutnya setelah itu keluar Ihram." (Al - Bukhari, Muslim)

4. Tidak berangkat ke Jamarat ataupun Muzdalifah

Beberapa dari jemaah haji mendelegasikan kepada jemaah haji lain buat melaksanakan lempar Jumroh atas nama jemaah lain tanpa sebab yang sah. Dengan sebab cemas keramaian ataupun cemas berdesak - desakan, mereka tidak mengerti berartinya melaksanakan lempar Jumroh oleh diri sendiri.

Allah telah memberkati kita dengan kesehatan. mayoritas jemaah masih muda, energik, yakin diri, dan juga sanggup melaksanakan apa aja kala berposisi di rumah, tetapi kala tiba ke Jamarat, seluruh seketika jadi "lemah", sementara itu cuma buat melontarkan kerikil saja.

5. Berkerumun dengan laki - laki

Waspadalah dikala berkerumun dengan pria pada seluruh tahapan ibadah umrah, serupa dikala Thawaf, mencium Hajar Aswad, sepanjang Sa'i. ataupun kala melontarkan Jumroh. seleksi waktu yang nyaman dan juga luang.

Menyentuh Hajar Aswad merupakan sunnah yang indah, tetapi itu merupakan semata - mata sunnah. sedangkan melindungi diri dari kontak yang tidak butuh dengan seluruh yang bukan mahram pria merupakan fardhu.

Jumat, 04 Desember 2015

Khusus Laki-Laki : Mungkin Anda Pernah Membantu Melahirkan Tuyul di Kamar Mandi ?

Pernahkah Anda bermandi lama-lama di kamar mandi? Atau Anda pernah melakukan beberapa hal dibawah ini? Perhatikan baik-baik yahh, apaakibatnya jika kamu berlama-lama di kamar mandi..
::: Wajib Dibaca Buat Yang Suka Mandi Sambil Bernyanyi ::::
 
".. Mandi / Kamar Mandi.."
Siapa yang suka mandi sambil menyanyi!!!
ada yg sayang nih kalau dilewatkan, yuk baca :
 
Dalam sebuah hadist, Rasulullah bercerita bahwa Iblis meminta tempat tinggal kepada Allah seperti halnya Allah memberikan tempat tinggal kepada anak adam untuk berada di bumi.
 
"Ya Allah, Adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal..!!" Kata Iblis... Allah berfirman,,"Tempat tinggalmu adalah kamar mandi atau tandas"(HR. Bukhari)
 
Dari situlah kemudian Iblis pun menggoda setiap orang yang memasuki rumahnya yang berupa kmr mandi..
 
Godaan iblis macam-macam dan aneka warna. contohnya menggoda manusia supaya:
1. Berlama-lama di dalam kamar mandi
2. Bernyanyi atau berkata-kata
3. Bermain-main air atau sesuatu yang lain (bawa hp mendengarkan musik, ber'facebook')
4. Membisik seseorang supaya kencing sambil berdiri (sunnah rasul kencing sebaiknya jongkok)
5. Membiarkan baju yang kotor tergntung di dalam kamar mandi
6. Melupakan seseorang untuk berdo'a ketika hendak masuk atau keluar dari kamar mandi
7. Mengambil wudhu sambil telanjang
8. Mencoret-coret dinding kamar mandi
9. Merencanakan kejahatan
10.Onani/masturbasi di dalam kamar mandi, air mani akan bercampur air mani iblis & menyebabkan terlahirlah tuyul.
 
Maka, hati-hatilah sewaktu dalam kamar mandi atau toilet. Dan tips yang baik adalah mandi, buang air dll sewajarnya saja... lebih cepat lebih baik.
 
::: Do'a Masuk dan Keluar Kamar Mandi :::
*Do'a Ketika Masuk Kamar Mandi (WC)
اَللّهُمَّ اِنىِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَ الْخَبَائِثِ
"ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAITSI"
Artinya : Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan setan perempuan.
 
*Do'a Ketika Keluar Kamar Mandi (WC)
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَذْهَبَ عَنِّى اْلاَذى وَعَافَنِى
"ALHAMDULILLAHIL LADZII ADZHABA ANNIL ADZA WA 'AAFANII";
Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dan telah membuatku sehat.
 
:::Manfaat Dari Berdoa Ketika Masuk Dan Keluar Kamar Mandi:::
 
*Ketika Masuk
Pada saat kita mandi atau ingin kencing, tentunya kita dalam keadaan telanjang. Dengan berdo'a, maka Aurat kita tidak akan terlihat oleh syetan dan jin. Dan dengan berdo'a juga maka kita akan terhindar dari perbuatan buruk.
Kita tidak dapat mengira kapan kita akan mati bukan? bisa saja sewaktu-waktu kita mati di kamar mandi. Jika sebelumnya seseorang mengucapkan do'a ketika akan memasuki kamar mandi, maka insyaallah dia mati dalam keadaan Khusnul Khotimah.
 
*Ketika Keluar
Ketika berada di kamar mandi tentu kita melakukan sesuatu seperti "BAB, kencing dsb" kegiatan tersebut adalah membuang kotoran yang ada di dalam tubuh kita. Maka hendaknya setelah melakukan itu dan saat kita keluar dari kamar mandi, kita mengucapkan terimakasih kepada Allah SWT karena telah memberi kita kesehatan dan telah menghilangkan kotoran dan penyakit dari dalam tubuh kita. Allah akan senantiasa menambah nikmat orang yang mensyukuri nikmat yang ia berikan.
 
Sekarang Anda punya 3 pilihan:
1. Anda - Aku akan biarkan tulisan ini tetap di sini saja...
2. Malaikat - Ingatkan pada teman yang anda kenal...Sebarkanlah..!
3. Syaitan - Tidak usah sibuk-sibuk menyebarkan tulisan ini... Biarkan saja di sini.. Kalau bisa hapus / tutup saja... Mereka tidak perlu membaca tulisan ini.
 
Sumber: http_www_reportaseterkini_com/2015/08/khusus-laki-laki-mungkin-anda-pernah.html