Tampilkan postingan dengan label hafalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hafalan. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 April 2016

SUBAHANALLAH !! Musa Pak Pendeta, Kenapa Tidak Ada Yang Hafal Kitab Suci Kristen Dan Pendeta Menjawab.... SHARE YA

“Pak Pendeta, didunia ini terdapat beberapa orang yang hapal Al Qur’an diluar kepala. Adakah orang yang hapal Alkitab diluar kepala? ”

PENDETA (bertitle Doctor Teology) : “Di dunia ini mustahil ada yang hapal Alkitab diluar kepala. Sejenius apapun orang itu, mustahil dia dapat hapal Alkitab diluar kepala, sebab Alkitab itu yaitu buku yang begitu tidak tipis, jadi susah untuk dihapal. Tidak sama dengan Al Qur’an. Al Qur’an yaitu buku yang begitu tidak tebal, maka dari itu mudah dihapal. ”

 (Jawaban pendeta itu sangat singkat, tidak rasional dan begitu merendahkan bahkan juga melecehkan AI Qur’an)

Dengan jawaban pak Pendeta cuma seperti itu, karena penasaran, kami maju ke depan, merebut mikropone yang ada ditangan akhwat itu, dan meneruskan pertanyaan akhwat tadi. (maaf disini kami gunakan nama pengganti HILS)

HILS : “Maaf pak Pendeta, tadi ayah katakan kalau Al Qur an yaitu buku yang begitu tipis, maka dari itu mudah dihapal diluar kepala. Namun pak Pendeta, kalau setipis-tipisnya Al Qur’an, ada sekitaran 500 s/d 600 halaman, jadi cukup banyak pula lho!! Namun sebenarnya didunia ini ada jutaan orang yang hapal Al Qur’an diluar kepala. Bahkan juga anak kecil meskipun banyak yang hapal diluar kepala, meskipun berarti belum dipahami. Saat ini saya bertanya pada pak Pendeta, Alkitab itu terbagi dalam 66 kitab bukan? Bila pak Pendeta hapal satu surat saja diluar kepala (1/66 saja), semuanya yang ada disini jadi saksi, saya akan kembali masuk agama Kristen lagi! Mari silahkan pak Pendeta! ”

Hafal Injil, Bible, Kitab Suci Kristen

Mendengar tantangan saya seperti itu, situasi jadi tegang, mungkin saja audiens yang muslim cemas, bebrapa janganlah ada satu diantara Pendeta yang betul-betul hapal satu diantara surat saja didalam Alkitab itu. Kalau ada yang hapal, bermakna saya mesti tepati janjiku yakni mesti masuk Kristen kembali. Karena beberapa Pendetanya diam, saya lemparkan pada jemaat atau audiens Kristen yang dibelakang.

HILS : “Ayo kalian yang dibelakang, bila ada diantara kalian yang hapal satu surat saja dari Alkitab ini diluar kepala, sekarang ini semuanya jadi saksi, saya akan kembali masuk ke agama Kristen lagi, silahkan!! ”

Masih tetap dalam kondisi tegang, serta memanglah saya ketahui persis akan tidak mungkin saja ada yang hapal meskipun satu surat saja diluar kepala, tantangan itu saya robah serta turunkan lagi. Waktu itu terdapat banyak Pendeta yang ada sebagai pembicara ataupun sebagai moderator. Mereka itu usianya beragam, ada yang sekitar 40, 50 serta 60an tahun. Ketika yang begitu menegangkan, saya turunkan tantangan saya ke titik yang paling rendah, di mana semuanya audiens yang ada, baik pihak Kristen ataupun Islam makin tegang dan mungkin saja sport jantung.

HILS : “Maaf pak Pendeta, usia andakan sekitaran 40, 50 tahun dan 60an tahun bukan? Bila ada diantara pak Pendeta yang hapal SATU LEMBAR saja BOLAK BALIK ayat Alkitab ini, seandainya PAS TITIK KOMANYA, sekarang ini semuanya jadi


saksinya, saya kembali masuk agama Kristen lagi!! Silahkan pak! ”

Kemelut yang pertama belum sembuh, dengan mendengar tantangan saya seperti itu, kondisi makin tegang, terlebih dipihak


teman-teman yang beragama Islam. Mungkin saja mereka menganggap saya ini hilang ingatan, over acting, sangat berani, masak menantang beberapa Pendeta yang nyaris rata­rata bertitel Doctor cuma hapalan satu lembar ayat Alkitab saja. Suasana waktu itu begitu hening, tidak ada yang angkat nada, mungkin saja kuatir, bebrapa janganlah ada yang betul-betul hapal ayat Alkitab satu lembar saja. Karena beberapa pendeta diam seribu bahasa, pada akhirnya saya lemparkan lagi pada jemaat atau audiens yang beragama Kristen.

HILS : “Ayo siapa diantara kalian yang hapal satu lembar saja ayat Alkitab ini, bolak balik asal cocok titik komanya, sekarang ini saya kembali masuk Kristen. Mari silahkan maju kedepan! ”

Nyatanya tidak ada satu juga yang maju kedepan dari demikian banyak Pendeta ataupun audiens yang beragama Kristen. Pada akhirnya salah seseorang Pendeta mulai bicara seperti berikut :

PENDETA : “Pak Insan, selalu jelas saja, kami dari umat Kristiani memang tidak punya kebiasaan menghapal. Yang utama untuk kami mengamalkannya. ”

HILS : “Alkitab ini kan bahasa Indonesia, dibaca segera dipahami! Masak beberapa puluh tahun beragama Kristen serta telah jadi Pendeta, selembar juga tidak terhapal? Mengapa? Jawabnya lantaran Alkitab ini tidak murni wahyu Allah, maka­nya susah dihapal karena tidak mengandung mukjizat! Beda dengan Al Qur’an. Didunia ini ada jutaan orang hapal diluar kepala, bahkan juga anak kecilpun banyak yang hapal diluar kepala semua isi Al Qur’an yang beberapa ratus halaman.

  Walau sebenarnya bahasa bukanlah bhs kita Indonesia. Namun mengapa mudah dihapal? Karena Al Qur’an ini betul-betul wahyu Allah, jadi mengandung mukjizat Allah, hingga dimudahkan untuk dihapal. Masalah mengamalkannya, kami umat Islam juga berupaya mengamalkan ajaran Al Qur’an.

Saya meyakini bila bebrapa ayah benar­-benar mengamalkan isi kandungan Alkitab, jadi jalan hanya satu mesti masuk Islam. Bukti lain kalau Al Qur’an yaitu wahyu Allah, kalau dari Arab Saudi diselenggarakan minggu Tilawatil Qur’an, lalu semua dunia terhubung siaran itu, kami umat islam dapat mengikutinya, bahkan juga dapat menilainya apakah bacaannya benar atau salah. Dan saat ikuti siaran acara itu, tidak perlu mesti mencari kitab Al Qur’an cetakan tahun 2000 atau 2005.

Sembarang Al Qur’an tahun berapakah saja diambil, tentu sama. Beda dengan Alkitab. Kalau ada acara minggu tilawatil Injil ditayangkan segera dari Amerika, lalu semua dunia mengaksesnya, kitab yang mana yang jadi referensi untuk di ikuti dan dinilai benar tidaknya? Keduanya sama bahasa Inggris saja beda versi, jadi begitu tidak mungkin bila ada umat Kristiani dapat melakukan minggu tilawatil Injil, karena keduanya tidak sama. ”

Alhamdulillah dari sanggahan kami seperti itu memperoleh sambutan hangat serta aplaus dari audiens yang beragama Islam. Oleh karenanya kami serius sediakan hadiah duit tunai sebesar Rp. 10. 000. 000. ­ (sepuluh juta rupiah) untuk siapapun umat Kristiani yang dapat hapal ayat-ayat Alkitab walaupun 100 lembar saja bolak balik atas cocok titik komanya. Untuk yang ingin mencobanya, kami persilahkan hubungi kami apabila ada yang dapat menghapalnya diluar kepala, tanpa ada mesti bikin satupun kesal.



(SUMBER : beritaimformasi.com)

Senin, 11 April 2016

MASYAALLAH : Mau Balita Hafal Al Quran? Ikuti 3 Teknik Ini

Dai muda yang juga penemu metode Menghafal Alquran Semudah Tersenyum, Ustadz Bobby Herwibowo mengungkapkan tiga teknik mengajar tahfidz (menghafal) Alquran buat balita (bayi di bawah lima tahun).


Pertama, ungkap Ustaz Bobby, harus menyenangkan. ''Bacakan Alquran kepada mereka dengan cinta dan senyuman. Anak kecil, khususnya balita, tidak perlu diajar baca dan tulis huruf jika itu merepotkan,'' paparnya kepada Republika.co.id, Ahad (31/1) menjelaskan.

Menurut Ustaz Bobby, ajak anak-anak ikut melafalkan apa yang Anda baca dari ayat Alquran. ''Ulangi berkali-kali hinga bacaan jelas dah fasih. Bila anak sudah menguasai satu surat pendek, pindahlah ke surat berikutnya,'' jelasnya menyarankan.

Ustaz Bobby mengingatkan, abaikan target hafalan dan harus fokus pada keceriaan anak. ''Jangan lupa beri hadiah bila anak bisa menghafal setengah atau satu juz. Itu dilakukan agar anak termotivasi untuk terus menghafal dan mencintai Alquran,'' ujarnya.

Teknik kedua, ungkap Ustaz Bibby, perdengarkan. Menurut dia, setiap anak balita mampu menguasai banyak bahasa yang sering ia dengar.

Contoh,
meski asli anak Indonesia dari ayah dan ibu asli Indonesia namun ia terlahir di Amerika misalnya. Maka tanpa perlu belajar bahasa Inggris, insya Allah anak akan fasih berbahasa Inggris seperti orang Amerika kebanyakan.

''Mengapa demikian? Sebab ia biasa mendengar. Maka teknik agar balita bisa menghafal Alquran dengan baik adalah dengan cara memperdengarkan Alquran,'' tuturnya menjelaskan.


Ustaz Bobby Herwibowo mengungkapkan, jika Anda mampu membacakan Alquran dengan benar untuk balita Anda, maka bacakanlah sesering mungkin. Namun jika bacaan Alquran Anda masih kurang baik, jangan berkecil hati.

Perdengarkanlah untuknya dari para imam dan qari dengan bacaan yang fasih seperti Mahmud Hushary dan Shiddiq Minsyawi. Perdengarkan kepada balita Anda bacaan para imam itu.

''Ulang-ulang satu surat agar akrab di telinga mereka, dan minta buah hati Anda mengikutinya. Insya Allah mereka akan mudah mengikuti bacaan Al Quran yang diperdengarkan,'' kata Ustaz Bobby menjelaskan.

Teknik Ketiga, sambung Ustaz Bobby, adalah pembiasaan. ''Ulangi bacaan Alquran dalam waktu-waktu ceria anak. Seperti saat pagi usai subuh. Ketika beraktifitas dan bermain. Ba'da Ashar dan usai shalat dan mandi. Ba'da Maghrib sampai Isya. Dan menjelang tidur.''

Alumnus Universitas Al Azhar Kairo, Mesir ini, juga menyarakan agar dibiasakan Alquran tetap mengalun indah di rumah baik dari lisan Anda atau anak Anda atau dari MP3 player.

''Juga biasakan Alquran mengisi saat-saat indah keluarga seperti saat berolahraga, saat berkendara, saat bermain bersama dan banyak lagi'' paparnya menambahkan.

Sumber: dakwahmedia_net