Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juli 2016

Singkirkan TV dari Rumah, Ibu ini Sukses Didik 10 Anaknya Hafal Al-Quran

siapa yang tidak mau mempunyai anak yang hafal alquran? tampaknya seluruh orangtua yang beragama islam mempunyai cita - cita tersebut. tetapi perihal tersebut benar tidak gampang, perlu kesabaran yang sangat besar dan juga konsistensi buat waktu yang lama. tetapi seperti itu yang dicoba wirianingsih beserta suaminya mutammimul ula, mereka berdua mendidik dari kecil anak - anaknya buat dekat dengan alquran.


perempuan kelahiran jakarta, 11 september 1962 ini, tidak hanya bagaikan bunda rumah tangga, pula seseorang dosen. dengan intensitas dan juga kesabarannya, wirianingsih dikasih kemudahan membikin 10 anaknya hafal alquran. siapa aja ke 10 anak tersebut? dilansir dari 10 bersaudara bintang alquran yang ditulis izzatul jannah dan juga irfan hidayatullah kesepuluh anak tersebut yakni:

anak kesatu, afzalurahman assalam yang hafal alquran pada umur 13 tahun. faris jihady hanifah bagaikan putra kedua yang hafal alquran pada umur 10 tahun. ada juga maryam qonitat anak ketiga hafal alquran semenjak umur 16 tahun. berikutnya scientia afifah taibah anak keempat yang hafal 29 juz semenjak sma. sebaliknya anak kelima yakni ahmad rasikh ilmi yang hafal 15 juz alquran dikala duduk di ma husnul khatimah, kuningan.

berikutnya anak keenam, ismail ghulam halim yang hafal 13 juz dan juga duduk di smait al - kahfi bogor. anak ketujuh ialah yusuf zaim hakim dia hafal 9 juz alquran dan juga duduk di smpit al - kahfi, bogor.
setelah itu muhammad syaihul basyir, putra kedelapan, lampaunya dia duduk di mts darul quran, bogor. dia sudah hafal alquran 30 juz pada dikala kelas 6 sd. 2 anak terakhir ialah, hadi sabila rosyad, lampaunya dia bersekolah di sdit al - hikmah, mampang, jakarta selatan dan juga hafal 2 juz alquran dan juga himmaty muyassarah bagaikan gadis terakhir dia hafal 2 juz alquran pada dikala duduk di sd.

kemudian apa sesungguhnya tata cara yang wirianingsih terapkan dalam mendidik anak - anaknya? kuncinya merupakan penyeimbang dan juga kesinambungan proses. walaupun kedua dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya padat jadwal, mereka telah menetapkan pola ikatan keluarga yang silih bertanggungjawab dan juga tidak berubah - ubah satu sama lain. selepas maghrib agenda mereka merupakan berhubungan dengan alquran dan juga tidak boleh terdapat jadwal lain, kecuali betul - betul suatu yang tidak dapat ditinggalkan.

terlebih lagi demi melindungi tradisi tersebut, wirianingsih rela menghilangkan tv dari rumahnya dan juga tidak terdapat perkataan kotor di area keluarga dan warga. " perihal yang cukup mendasar yang dipunyai keluarga ini sampai - sampai sanggup mendidik 10 bersaudara bintang alquran merupakan visi dan juga konsep yang jelas, " ucap izzatul dalam bukunya.

demi penuhi keinginannya mempunyai anak yang hafal alquran, wirianingsih beserta suami setuju bila usai subuh dan juga maghrib diperuntukan waktu spesial buat alquran yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini. sewaktu masih bayi, wirianingsih juga tidak berubah - ubah membaca alquran di dekat mereka, mengajarkannya, terlebih lagi mendirikan tpq di rumahnya.

" ketiga, mengomunikasikan tujuan dan juga membagikan hadiah. walaupun awal mulanya terasa terpaksa, tetapi dikala sudah besar mereka mengerti menghafal alquran bagaikan perihal yang amat butuh, berarti, terlebih lagi kebutuhan. komunikasi yang baik amat menunjang perihal ini. dan juga dikala kanak - kanak sanggup menghafal alquran, mereka diberi hadiah. barangkali semacam reward atas pencapaian mereka. menimpa punishment tidak dipaparkan secara rinci, " imbuh izzatul dalam bukunya yang diterbitkan sygma publishing pada januari 2010 itu.

nah, sehabis membaca cerita ini, kalian tertarik buat mendidik anak serupa yang dicoba wirianingsih dan juga suaminya? benar bukan perihal gampang, tetapi itu jelas bukan perihal mustahilkan? (brilio. net)




(sumber: yukbagi_com)

Repotnya Jadi Suami! Apalagi Menjelang Lebaran! Lucuuuu

istri : ingin dimasakin apa nanti malam?
suami: terserah..
istri : jangan bilang terserah donk, buat bimbang yang ingin masak saja..
suami: ya udah.. opor ayam
istri : tetapi ayam lagi mahal..
suami: oreg tempe bahwa gitu
istri : tempe di mang soleh ngga lezat. kedelainya hancur
suami: ataupun sambel sama telor pula saya udah seneng
istri : cabe biayanya gila - gilaan
suami: ya udah beli saja di warung padang, praktis
istri : *sensitif*
kalian tuh ngga dapat menghargai saya. saya pingin masakin buat suami, malah disuruh beli. bilang saja masakanku ngga lezat. iya kan?
suami: ‪#‎putusasa‬
‪#‎gigitwajan‬



*****

istri : ayam ungkep enaknya pake sambel nih pah, ingin disambelin apa?
suami: *belajar dari pangalaman. pantang bilang terserah*
sambel tomat saja..
istri : tomatnya ijo - ijo nih.. asem..
suami: sambel terasi deh kalo gitu
istri : yaa.. . terasinya habis pah
suami: udah sambel mentah saja..
istri : ih papah.. buat sakit perut tauk.. sambel teri saja ya? enak
suami: kan saya alergi teri mah.. yang lain deh
istri : papah nih sulit banget sih, ingin dibikinin sambel saja keluhan mulu..
suami: ? ? ? ? ? ?
‪#‎nelenterihiduphidup‬

baca pula : warning! ! jangan sempat menuliskan perkata ini di google image, pokoknya jangan! !
*****

istri : pah, libur panjang nih.. enaknya kemana ya?
suami: *tetap pada prinsip anti bilang terserah*
ke tepi laut saja ayo mah
istri : jangan ah.. banyak ubur - ubur
suami: ataupun kita nyewa villa di puncak?
istri : masa ujan.. jalanan licin
suami: ke kebun fauna?
istri : letih muterinnya.. . panas
suami: *sambil elus rambut istri* gimana bahwa di rumah saja.. nyobain formula baru mamah?
istri : tuh kan.. bahwa diajak liburan tentu ujungnya di rumah saja.. ngga modal banget sih pah nyeneng - nyenengin istri?
suami: ‪#‎ngunyahbukuresep‬

*****

istri : pah, itu pendamping njomplang banget deh
suami: mana? *antusias*
istri : itu.. yang lagi belanja pakaian.. istrinya menawan menjulang kaya model, suaminya kok bantet gitu ya pah.. bahwa bagi papah, suaminya beruntung ngga?
suami: ya jelas donk..
istri : *drama dimulai*
papa kayaknya ga beruntung ya memiliki istri saya.. udah ngga besar, ngga putih, ngga menawan.. iya kan?
suami: ya engga donk sayang.. papa beruntung banget memiliki istri kalian..
istri : bahwa beruntung, kemudian mengapa papa ngeliatin perempuan itu mulu?
suami: loh katanya suruh ngeliat?
‪#‎diare‬

*******

istri : ish, pendamping itu engga banget deh
suami: *trauma*
istri : papaaah.. kok melengos sih.. amati donk.. itu lhoo suaminya ganteng imut kaya sahrul gunawan, istrinya kok tua bener ya pah?
suami: *nengok sekilas*
hmm.. .
istri : papah kok tidak pendapat sih? tentu papah ngerasa senasib kan sama bapak - bapak itu? iya kan? papah ganteng, imut, awet muda, sebaliknya mamah cepet tua. iya kan? udah deh ngaku saja..
suami: ‪#‎stroke‬

******

pesan: buat suami yang kebetulan memiliki cerita yang mirip dengan ilustrasi ini, pesan aku hanya satu pak: peruntukan tabah dan juga shalat bagaikan penolongmu




(sumber: halamuslim_com)

Senin, 20 Juni 2016

Istriku Sarjana, & Jadi Ibu Rumah Tangga. Ada Yang Salah

aku kerap ditanya oleh sebagian sahabat menimpa pekerjaan istri. alhamdulillah aku senantiasa bangga menyebut pekerjaannya bagaikan seseorang bunda rumah tangga. ya, istri aku memanglah seseorang sarjana, tetapi atas kemauannya seorang diri dan juga bermacam pertimbangan yang insyaallah lebih banyak khasiatnya kesimpulannya kami berdua putuskan biar ia senantiasa berposisi di rumah dan juga seluruhnya jadi bunda rumah tangga.

sebagian orang benar sering - kali menyayangkan. tetapi ini sudah jadi keputusan berbarengan yang insyaallah lebih berguna untuk keluarga kecil kami. waktu lalu, tahun berjalan nyatanya bagi aku jadi bunda rumah tangga tidak semudah yang kita “para lelaki” bayangkan.

apakah terdapat yang masih berpikir kalau jadi bunda rumah tangga merupakan pekerjaan yang sepele? terdapatkah yang masih menyepelehkan kalau jadi bunda rumah tangga merupakan pekerjaan gampang, dan juga tidak lebih susah dibanding perempuan yang dapat bekerja dan juga mencari duit?

tolong sekali lagi bila kita masih memiliki benak serupa itu lekas buang jauh - jauh. bekerja itu cumalah suatu sebutan. bekerja bukan cuma berkaitan dengan upaya mencari nafkah. bila bekerja dikonotasikan dengan mencari nafkah, bukankah mencari nafkah itu seorang diri dalam rumah tangga merupakan tugas seseorang laki - laki ataupun suami?

bila dibanding jadi seseorang bunda rumah tangga, malah mempunyai banyak kesusahan dan juga tantangan tertentu. bunda rumah tangga memiliki catatan pekerjaan yang tidak kunjung habis. bahwa boleh meminjam sebutan mulai dari pekerjaan di dapur (memasak) , di sumur (cuci, setrika) , di kasur (melayani suami) itu seluruh dicoba seorang diri tanpa sempat meringik ataupun mengharap imbalan. bunda rumah tangga pula wajib dapat jadi guru untuk anak mereka, jadi manager buat mengendalikan keuangan keluarga, jadi chef buat makan keluarga, dan juga bermacam profesi yang sekalian dapat dikerjakan seseorang bunda rumah tangga.

tetapi sejatinya tidak hanya itu aja pekerjaan bunda rumah tangga. terlebih lagi bahwa kamu ingin merinci pekerjaan bunda rumah tangga tidak hendak sempat habis dan juga tuntas. ga cukup 24 jam terlebih lagi lebih dari 36 jam. dari mulai bangun pagi sampai tidur malam seseorang bunda rumah tangga disibukkan dengan urusan - urusan rumah tangga. terlebih lagi tidak tidak sering buat urusan mereka seorang diri malah terabaikan.

sudah waktunya kita menyudahi berpikir kalau bunda rumah tangga itu bukan suatu pekerjaan. bunda rumah tangga itu merupakan opsi suatu profesi dalam kehidupan. terlebih lagi di ktp juga bunda rumah tangga dimasukkan ke dalam kriteria pekerjaan.

bagaikan profesi, pekerjaan bunda rumah tangga itu berkantornya malah di banyak tempat, dari rumah, pasar, sekolah anak dan juga tempat - tempat yang terpaut profesi bunda rumah tangga. tantangan jadi bunda rumah tangga amat berat, gimana dia sanggup melayani kanak - kanak dan juga suami, gimana dia wajib dapat ikhlas dan juga bersyukur hendak keadaan mereka, karna perihal demikianlah yang mampu menghasilkan kebahagiaan hakiki dalam berumah tangga.

balasan dari pekerjaan bagaikan bunda rumah tangga tidaklah duit cash serupa yang didapatkan perempuan pekerja kantoran. tetapi bagaikan bunda rumah tangga penghasilannya berbentuk hasil dari darma baktinya untuk keluarga. kebahagian keluarga, kedamaian, kenyamanan, mampu memandang suami betah dirumah dan juga melihat perkembangan anak mereka dari waktu ke waktu. aku kira itu merupakan pemasukan yang tidak hendak dapat dinilai dengan duit.

jadi ingin jadi perempuan yang bekerja maupun bunda rumah tangga. seluruhnya merupakan sama derajatnya. keduanya merupakan wujud perempuan hebat yang mempunyai opsi hidupnya tiap - tiap. jadi jangan sempat menyepelehkan perempuan maupun sarjana yang lebih memilah jadi bunda rumah tangga. karna sekali lagi pekerjaan ini bukanlah gampang dan juga perlu banyak kerasa syukur, tabah dan juga ikhlas biar memperoleh kebahagiaan suami istri yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

ingat dan juga jangan sempat menyesal kamu bersekolah besar (d3, s1, s2 terlebih lagi s3) tetapi pada kesimpulannya jadi bunda rumah tangga. jadi bunda bukanlah gampang, sampai - sampai tarbiyah sangat berarti. ketahui mengapa jepang jadi negeri amat maju? karna perempuan disitu rata - rata berpendidikan besar dan juga bangga jadi bunda rumah tangga.

beruntunglah kamu para laki - laki (suami) yang mempunyai istri seseorang sarjana dan juga memilah mereka buat melayani kamu seluruhnya jadi bunda rumah tangga. karna banyak perempuan wajib “terpaksa” bekerja karna mau menolong suami mencari nafkah demi keberlangsungan kehidupan keluarga mereka.

sekali lagi salut untuk perempuan yang memilah bekerja di kantoran tetapi tidak sempat meninggalkan kewajibannya bagaikan bunda rumah tangga. respek untuk para perempuan yang tulus ikhlas mengabdikan hidup mereka buat jadi bunda rumah tangga. percayalah anak dan juga suami kamu hendak amat bangga dilayani dan juga dibesarkan oleh seseorang bunda sarjana.

salam, dokter. wahyu triasmara




(sumber: muslimahzone. com)

Jumat, 03 Juni 2016

SUDAHKAH ANDA MEMULIAKAN IBU??? YUK KETAHUI DENGAN TES SEDERHANA INI

 kamu boleh aja terasa sudah memuliakan orang tua, paling utama bunda. tetapi, coba uji lewat sebagian persoalan berikut ini, benarkah kamu telah memuliakannya?

1. tempat tinggal aku berjauhan dengan bunda, hingga aku.. . .
a. teratur menelepon bunda, senantiasa menanyakan kabarnya dan juga berikan laporan tentang aku dan juga keluarga.
b. menelepon bunda ketika aku rindu, anak aku sakit, ataupun dikala aku memerlukan bantuannya.
c. menelepon bunda pada dikala idul fitri ataupun idul adha buat meminta maaf atas seluruh kesalahan aku.

2. dikala bunda sakit, aku.. .
a. tentu mengetahuinya dan berupaya menemani dan juga membikin bunda terasa aman.
b. tentu menjenguk bunda dan juga mengantarkan oleh - oleh kesukaannya.
c. menelepon bunda, memohon maaf karna tidak dapat menjenguknya dan juga berharap dia lekas pulih. aku percaya bunda tentu paham.

3. aku berubah komentar dengan bunda, hingga aku.. .
a. simaklah komentar bunda dahulu asal tidak berlawanan dengan akidah agama. aku percaya seluruh dapat dituntaskan dengan komunikasi yang baik.
b. mengerti jalur benak bunda, tetapi aku berhak atas hidup aku seorang diri.
c. teguh pada komentar aku karna era saat ini berubah dengan era bunda dahulu.

4. tiap aku bakal mengambil keputusan sangat berarti dalam hidup, aku.. .
a. senantiasa mengaitkan bunda. saran - saran dan juga doanya amat mempengaruhi pada hidup aku.
b. memohon saran - saran bunda karna dia pakar di bidang tersebut.
c. berikan ketahui bunda tentang keputusan yang telah aku buat.

5. bunda sudah tiada, aku.. .
a. senantiasa mendoakan dia masing - masing usai shalat dan juga berupaya jadi orang yang bertakwa.
b. senantiasa memandangi fotonya dan juga berharap dia terdapat di dekat aku. aku rindu senyumnya.
c. senantiasa berkunjung ke makamnya tiap jelang ramadhan.

hasil tes
jawaban a: kamu sudah berupaya semaksimal bisa jadi buat tetap memuliakan bunda. kerap kali kamu rela mengenyampingkan kemauan individu demi membahagiakan dan juga memuliakannya.

jawaban b: kamu mencintai dan juga menghormati bunda serupa kamu menyayangi diri seorang diri.

jawaban c: atensi dan juga perilaku kamu terhadap ibunda masih kurang, jauh dari perilaku memuliakannya. mumpung masih terdapat waktu, ayo tingkatkan atensi dan juga perlakukan ibunda dengan sikap - sikap yang memuliakannya.




 [sumber: matatasbih.blogspot.co.id]

Sabtu, 28 Mei 2016

Sakitnya Ibu Saat Melahirkan Tak Sebanding Bila Anaknya Melakukan Hal Ini, Bacalah...

bunda ialah merupakan wujud yang gemilang dalam kehidupan. seorang wujud perempuan tangguh dan tegar dikala badai kehidupan menghempas. dengan trik raga dia dapat aja menggambarkan wujud yang lemah, namun dikala mesti menyelamatkan anak - anaknya, dia mampu bergeser jadi jiwa pemberani dan tegas.

rela pakai tubuh kala membela anak - anaknya dari ancaman dan bahaya whatever. acapkali pula nampak jadi wujud penyelamat keluarga waktu si ayah tengah teperosok dalam krisis kehidupannya.

namun, sejalan dengan umurnya yang terus menjadi mendekati senja, kerut di kening dan di pipinya ialah fakta keletihan dari pengorbanan yang gemilang. tangan yang lampaunya halus, terus menjadi hari jadi kesat karna kerasnya memahat bongkahan batu kehidupan.

sakitnya melahirkan anak, nyatanya tidak sebanding dengan sakitnya dikala anak yang dia cintai dan lahirkan membentaknya.

berikut ini cerita yang hendak menyadakan kita bahwa bunda lebih seleksi sakitnya melahirkan dari pada dibentak buah hatinya serupa dikuti dari eberita. org

“ibu,
masakin air bu. aku mau mandi pakai air hangat, ” seseorang anak meminta ibunya mempersiapkan air hangat buat mandinya.

si bunda dengan ikhlas melakukan apa yang diperintah oleh si anak. dengan nada lembut ibunya menyahut, “iya, tunggu sebentar ya, sayang! ”

“jangan amat lama ya bu! soalnya aku terdapat janji sama rekan” tutur si anak.

tidak lama setelah itu si bunda sudah tuntas mempersiapkan air hangat buat buah hatinya.

“nak, air hangatnya telah siap, ” bunda itu berikan ketahui.

“lama sekali sih, bu…” si anak sedikit membentak.

seusai usai mandi dan berpakaian apik, si anak berpamitan pada ibunya, “bu, aku keluar dulu ya, mau jalan - jalan sama rekan. ”

“mau kemana nak? ” bertanya si bunda.

“kan telah aku katakan, aku mau keluar berjalan - jalan sama rekan, ” kata si anak sambil mengernyitkan dahi.

malam harinya, si anak kembali dari berjalan - jalan. sesampainya dirumah dia merasa gusar lantaran ibunya tidak terdapat dirumah. walaupun sesungguhnya perutnya begitu lapar, di meja makan tidak terdapat santapan whatever.

sebagian waktu kemudian, ibunya tiba sambil berkata salam, “assalamu’ alaik­­um.. nak, kamu telah kembali? telah dari tadi? ”

“hah, bunda dari mana aja. aku ini lapar, mau makan tidak terdapat santapan di meja makan. mestinya apabila bunda mau keluar itu masak dulu…” kata sang anak dengan nada begitu lantang.

si bunda coba menarangkan sambil memegang tangan anaknya, “begini sayang, kamu jangan marah dulu. bunda tadi keluar bukan buat urusan yg tidak utama, kamu belum tahukan apabila istrinya pak rahman meninggal? ”

“meninggal? sementara itu tidak sakit apa - apa kan, bu? ” si anak sedikit kaget, suara suaranya pula tidak besar lagi.

“dia meninggal dikala maghrib tadi. ia meninggal waktu melahirkan anaknya. kamu wajib pula ketahui nak, seseorang bunda itu bertaruh nyawa waktu melahirkan anaknya, ” bunda berikan uraian.

hati si anak mulai terketuk, dengan nada lirih dia bertanya pada ibunya, “itu berarti, bunda waktu melahirkanku pula demikian? bunda pula rasakan sakit yang luar biasa pula? ”

“iya anakku. waktu itu bunda mesti berjuang menahan kerasa sakit yang luar biasa. namun, terdapat yang lebih sakit dari pada sebatas melahirkanmu, nak, ” si bunda menanggapi.

“apa itu, bu? ” si anak mau ketahui apa yang melebihi kerasa sakit ibunya waktu melahirkan ia.

si bunda tidak mampu menahan air mata yang mengalir dari tiap sudut matanya seraya mengatakan, “rasa sakit waktu bunda melahirkanmu itu tidak seberapa, apabila dibanding dengan kerasa sakit yang bunda rasakan waktu dirimu membentak bunda dengan nada lantang, waktu kau menyakiti hati bunda, nak. ”

sang anak lekas menangis dan meminta ampun atas apa yang sudah diperbuat sepanjang ini pada ibunya.

mudah - mudahan cerita ini mampu buat kita lebih menghormati dan juga mencintai bunda kita. berikanlah pada yang lain.



(sumber : belitangsehat.com )

SUBHAANALLAH! Berkat Doa Ibu, Imam Besar Kaum Muslimin Ini Disembuhkan Dari Butanya.

 do’a orang tua, paling utama doa ibunya buat doa ialah disorientasi satu yang amat kokoh dan juga efisien. 2 doa yang berisi bagus dan juga yang dursila kepada anaknya, dari fakta doa mustajabnya dari seseorang bunda ialah cerita besar imam muslim sejauh sejarah islam, imam bukhari.

berkat doa bunda, imam besar kalangan muslimin ini dipulihkan dari butanya
ilustrasi doa ibu

imam, yang nama aslinya muhammad bin isma’il al - bukhari hadits dikira oleh para pakar bagaikan komandan setia fi hadits, tidak terdapat ulama lain dari kelompok ahl yang menyangkal permasalahan. demikian pula, novel utama sehabis al - qur’an bagi jenis ahlussunnah ialah novel otentik dari karya - karyanya.

terdapat cerita unik menimpa imam bukhari berkata al - imam laalika`iy itu menulsikan dalam bukunya syarh - asumsi sunnah dan juga ghanjar dalam bukunya taariikh bukhaara, bagus menggambarkan bagaikan berikut :.

“sejak kecil, ketiadaan cairan' href='kehilangan cairan tubuh'>kehilangan cairan tubuh cairan'>tubuh ketiadaan cairan imam al - bukhari dari visi di kedua mata buta alias satu malam dalam mimpi, ibunya memandang nabi allah ibrahim al - khalil ibrahim ‘alaihis sallam bersabda: “wahai perempuan, allah mengembalikan memandang anak kamu di karenakan dikala kamu berdoa. ”

keesokan harinya, dia memandang kondisinya dan juga benar benar, allah mengembalikan penglihatannya. (asy - syifa` ba’da al - maradh karya ibrahim bin ‘abdullah al - hazimy bagaikan dinukilnya novel hadyu melangsungkan saary fi muqaddimah buukhary sahih al - hafidz ibnu hajar al - ‘asqalany)

peristiwa di atas menampilkan kebenaran perkataan - perkataan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kalau doa dari orang tua, paling utama ibu - ibu dalam doa - doa mereka amat efisien.

nabi firman shallallahu ‘alaihi wa sallam
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال جاء رجل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: يا رسول الله, من أحق الناس بحسن صحابتي? قال أمك, قال ثم من? قال أمك, قال ثم من? قال أمك, قال ثم من, قال أبوك

dari abu hurairah radhiyallaahu ‘anhu, dia mengatakan, “ seorang tiba ke rasulullah’ alaihi sallam dan juga berkata” wahai rasulullah, kepada siapa aku harus melayani kesatu ‘shalallaahu nabi’ alaihi wa sallam menanggapi: dan juga orang bertanya, ‘lalu siapa? ’ “ibumu! ” shalallaahu wa sallam nabi ‘alaihi menanggapi: “! ibumu” orang itu bertanya, “lalu siapa lagi? “dia menanggapi, ” ibumu. “orang itu bertanya, ” kemudian siapa lagi, “nabi allah ‘alaihi sallam menanggapi: ”. (. hr bukhari dan juga muslim) kemudian ayahmu “

nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
ثلاث دعوات مستجابات لا شك فيهن دعوة الوالد ودعوة المسافر ودعوة المظلوم

“ 3 doa yang efisien tidak ragu orang tua lagi doa, doa orang yang bepergian (safar) dan juga doa - doa didzalimi tersebut. “ (hr. abu dawud).

dari anas bin malik radhiyallahu ‘anhu, rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda,
ثلاث دعوات لا ترد دعوة الوالد, ودعوة الصائم ودعوة المسافر

“ 3 doa yang tidak ditolak doa - doa dari orang tua, doa, puasa dan juga doa dari turis. ” (hr. al - baihaqi dalam sunan angkatan laut (AL) kubro).

dari abu hurairah radhiyallahu ‘anhu, rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda:
ثلاث دعوات يستجاب لهن لا شك فيهن دعوة المظلوم ودعوة المسافر ودعوة الوالد لولده

“ 3 doa yang efisien tidak diragukan lagi kalau doa didzalimi, doa orang yang bepergian (safar) dan juga doa orang tua di kanak - kanak mereka. “ (hr. ibnu majah).

apa tiap orang tua buat mengingat doa buat anaknya menguntungkannya. senantiasa berdoa kanak - kanak kita tidak sempat bosan berdoa buat ia, dalam perihal whatever, di karenakan kita tidak sempat ketahui, di antara ribuan ataupun jutaan doa yang sempat kita bernyanyi, yang hendak lebih genjah dikabulkan oleh allah swt.

allah pula membolehkan doa buat kebaikan kita di kanak - kanak kita. sehabis itu mereka jadi saleh anak / shalehah, berbakti kepada orang tua dan berguna buat agama. aamiin.




(sumber : serba-info.tk)

Kamis, 26 Mei 2016

Nikahi Wanita Cerdas Jika Ingin Punya Anak Pintar, Sebab Kepandaian Anak Menurun Dari Ibunya

 aspek genetik merupakan salah satu aspek yang pengaruhi kecerdasan seorang. bila kamu mau memiliki anak yang pintar, carilah seseorang istri yang pintar, karna nyatanya kecerdasan anak diturunkan dari bunda.

bunda yang pintar berpotensi melahirkan anak yang pintar pula

bagi dokter. ben hamel, seseorang pakar genetika dari umc nijmegen netherlands, kecerdasan seorang terpaut dengan kromosom x yang berasal dari bunda. bunda yang mempunyai 23 pasang kromosom xx pastinya lebih berfungsi dalam memastikan kecerdasan seorang. oleh karna itu, bunda yang pintar berpotensi melahirkan anak yang pintar pula.

tetapi demikian, tidak senantiasa kecerdasan 100 persen diturunkan dari bunda kepada anaknya. penyusutan watak ini dapat aja kandas oleh karna sebagian aspek. salah satu penyebabnya dapat karna kegagalan peleburan kromosom pada dikala fertilisasi. kegagalan ini mampu memunculkan kelainan yang berbentuk retardasi mental.

dasar pembuatan intelegensia seorang dipengaruhi oleh 3 perihal ialah nutrisi, stimulasi dan juga genetik ataupun keturunan

bagi neurolog sekalian kabid pemeliharaan kenaikan intelegensia kesehatan depkes ri, adre mayza spk, serupa dikutif dari detikhealth, dasar pembuatan intelegensia seorang dipengaruhi oleh 3 perihal ialah nutrisi, stimulasi dan juga genetik ataupun generasi.

walaupun tidak pengaruhi seutuhnya, tetapi banyak pula anak yang terlahir pintar dari orang tua yang pintar. “gen bunda lebih banyak berfungsi pada kecerdasan anak. bahwa anaknya pintar, lazimnya ibunya pula pintar. jadi bahwa cari suami tidak butuh yang pintar - pintar sangat, tetapi bahwa cari istri bahwa dapat yang pintar, ” ucap adre.






(sumber: blogberita24jam.blogspot.co.id)

Rabu, 25 Mei 2016

Ibu Hamil Juga Berkewajiban Untuk Mengerjakan Shalat Lima Waktu, Ini Manfaatnya !

sebagaimana umat islam yang lain, bunda berbadan dua pula berkewajiban buat mengerjakan shalat 5 waktu. perihal tersebut dinyatakan oleh allah swt. dalam firman - nya berikut:


“bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, ialah al - kitab (al - qur’an) dan juga dirikanlah shalat. sebetulnya, shalat itu menghindari dari (perbuatan - perbuatan) keji dan juga mungkar. dan, seseungguhnya, mengingat allah (shalat) merupakan lebih besar (keutamaannya dari ibadah - ibadah yang lain). dan juga, allah mengenali apa yang kalian kerjakan. ” (qs. al - ankabuut 29]: 45).

rasulullah saw. pula bersabda:
“barangsiapa meninggalkan shalat dengan terencana hingga dia kafir terang - terangan. ” (hr. ahmad).
itu maksudnya, segala umat islam, tercantum bunda berbadan dua, diperintahkan allah buat mendirikan shalat. allah swt, memberitahukan kalau seorang yang mengerjakan shalat mampu menghindari pribadinya dari perbuatan keji dan juga mungkar. dengan demikian, anak shalih ataupun shalihah yang giat mengerjakan shalat tidak hendak melaksanakan perbuatan mungkar. karena, shalat menghindari pribadinya dari perbuatan tersebut.

anak shalih dan juga shalihah hendak tetap mengingat allah swt. dalam tiap shalat dan juga tindakannya. sampai - sampai allah juga sayang dan juga menjauhkan mereka dari perbuatan keji dan juga mungkar. seperti itu sebabnya, allah swt. menegaskan kalau mengingat - nya lewat shalat menggambarkan ibadah yang lebih diutamakan daripada ibadah yang lain.

demikian pula kebalikannya, seseorang anak yang secara terencana meninggalkan shalat sebagaimana ditegaskan oleh rasulullah saw hendak melaksanakan aksi kufur (pengingkaran) secara terang - terangan. oleh karna itu, para orang tua wajib sanggup mendidik anak - anaknya dengan benar, sampai - sampai mereka jadi anak shalih ataupun shalihah yang tidak sempat meninggalkan shalat.

rasulullah saw. bersabda:
“suruhlah anak - anakmu shalat apabila usia 7 tahun dan juga pakai pukulan bila mereka sudah berusia 10 tahun, dan pisahlah tempat tidur mereka (putra - putri). ” (hr. hawa (AU)' href='angkatan hawa (AU)'>angkatan hawa (AU) (AU)'>angkatan hawa (AU) dawud).

sepanjang hidup di dunia shalat menyelamatkan kita dari perbuatan keji dan juga mungkar. sedangkan, nanti di akhirat, shalat menyelamatkan kita dari siksa api neraka. oleh karena itu, pengajaran tentang shalat dan juga tarbiyah islam buat anak jadi berarti dan juga hendaknya dicoba semenjak dia berposisi dalam isi. []



(sumber : reportaseterkini. net)

Jumat, 20 Mei 2016

SUDAHKAH ANDA MEMULIAKAN IBU YUK KETAHUI DENGAN TERSEDERHANA INI

kamu boleh aja terasa sudah memuliakan orang tua, paling utama bunda. tetapi, coba uji lewat sebagian persoalan berikut ini, benarkah kamu telah memuliakannya?

1. tempat tinggal aku berjauhan dengan bunda, hingga aku.. . .
a. teratur menelepon bunda, senantiasa menanyakan kabarnya dan juga berikan laporan tentang aku dan juga keluarga.
b. menelepon bunda ketika aku rindu, anak aku sakit, ataupun dikala aku memerlukan bantuannya.
c. menelepon bunda pada dikala idul fitri ataupun idul adha buat meminta maaf atas seluruh kesalahan aku.

2. dikala bunda sakit, aku.. .
a. tentu mengetahuinya dan berupaya menemani dan juga membikin bunda terasa aman.
b. tentu menjenguk bunda dan juga mengantarkan oleh - oleh kesukaannya.
c. menelepon bunda, memohon maaf karna tidak dapat menjenguknya dan juga berharap dia lekas pulih. aku percaya bunda tentu paham.

3. aku berubah komentar dengan bunda, hingga aku.. .
a. simaklah komentar bunda dahulu asal tidak berlawanan dengan akidah agama. aku percaya seluruh dapat dituntaskan dengan komunikasi yang baik.
b. mengerti jalur benak bunda, tetapi aku berhak atas hidup aku seorang diri.
c. teguh pada komentar aku karna era saat ini berubah dengan era bunda dahulu.

4. tiap aku bakal mengambil keputusan sangat berarti dalam hidup, aku.. .
a. senantiasa mengaitkan bunda. saran - saran dan juga doanya amat mempengaruhi pada hidup aku.
b. memohon saran - saran bunda karna dia pakar di bidang tersebut.
c. berikan ketahui bunda tentang keputusan yang telah aku buat.

5. bunda sudah tiada, aku.. .
a. senantiasa mendoakan dia masing - masing usai shalat dan juga berupaya jadi orang yang bertakwa.
b. senantiasa memandangi fotonya dan juga berharap dia terdapat di dekat aku. aku rindu senyumnya.
c. senantiasa berkunjung ke makamnya tiap jelang ramadhan.

hasil tes
jawaban a: kamu sudah berupaya semaksimal bisa jadi buat tetap memuliakan bunda. kerap kali kamu rela mengenyampingkan kemauan individu demi membahagiakan dan juga memuliakannya.

jawaban b: kamu mencintai dan juga menghormati bunda serupa kamu menyayangi diri seorang diri.

jawaban c: atensi dan juga perilaku kamu terhadap ibunda masih kurang, jauh dari perilaku memuliakannya. mumpung masih terdapat waktu, ayo tingkatkan atensi dan juga perlakukan ibunda dengan sikap - sikap yang memuliakannya.



(sumber: matatasbih.blogspot.co.id)

Kamis, 19 Mei 2016

Ibu, Usiamu Semakin Senja Namun Tak Sedikitpun Kujumpai Kelelahan Dalam Dirimu

“Bu, apa kabar? Semoga iman selalu tertanam di dalam dadamu. Semoga Islam selalu menjadi pegangan hidupmu, hingga Izrail menjemputmu. Semoga taqwa senantiasa mengiringi hari-harimu. Semoga ihsan senantiasa menemanimu, dimana dan kapanpun kau berada.”

“Bu, apakah kau sudah makan pagi ini? Menu apakah yang kau masak dan sediakan untuk dirimu dan adik-adikku? Ah, jika bicara makanan, aku pasti ingat akan dirimu. Karena kau adalah koki paling hebat di dunia ini. Sekalipun hanya bayam, bawang merah, bawang putih dan cabe, namun kau bisa menyulapnya menjadi makanan yang penuh cinta, full kasih, sarat sayang. Sehingga aromanya adalah nikmat, rasanyapun mantab. Tak ayal, sederhana yang nampak luar biasa. Dan kini, aku sungguh merindukan luar biasanya masakanmu itu.”

“Bu, apakah kau sudah sholat ?”

Kawan, aku malu jika menanyakan ini pada ibuku. Dulu, ketika aku masih kecil, beliaulah yang cerewet mengajakku untuk sholat. Dengan segala macam kesibukan yang beliau emban, beliau sempatkan mencariku yang tengah asyik dengan duniaku. Dengan cinta beliau menyapaku, “Mas, sudah sholat belum?” Beliau memanggil aku dengan bahasa cintanya, ”Mas”. Dan kini, aku bukan ingin mengguruinya dengan menanyakan sholatnya. Bukan itu, aku hanya ingin mengingatkannya. Karena aku tidak mau kita berbeda tempat di akhirat kelak. Inginku sederhana Bu, kita bersama menghuni surgaNya, Amin.. ya Rabb.

Bahkan beliau tak pernah menyerah untuk menanyai sholatku, padahal hampir setiap ditanya, bukan jawaban yang kuberikan, melainkan mirip bantahan, ”Ngapain nanya-nanya sholat segala?”, ucapku kesal. “Gak lihat sedang asyik main sama teman apa?” lanjutku kesal. Astaghfirullah.. Maafkan aku Bu, semoga Allah mengampuni semua khilafku padamu.

“Bu, Ibu sudah mandi?” Ingin sekali aku dimandikanmu, seperti dulu ketika aku kecil. Mandi bersamamu dengan air sayang, dicampur kehangatan kasih. Membersihkan setiap kotoran yang melekat ketika diri memang belum berdaya apa–apa. Pun, ketika diri ini sudah bisa berlari dan bermain, kau masih sering dimandikan olehmu. Tanganmu lembut sekali, belaianmu benar-benar menguatkanku.  Dengan sabar kau lakukan peran itu. Menggosok pelan tubuhku, membersihkannya dengan sepenuh jiwa, seperti kau memandikan dirimu sendiri. Bahkan, kau lebih bersih, lebih teliti dalam memandikanku, daripada ketika kau bersihkan dirimu sendiri. Dengan segenap batas, ijinkan aku untuk mengucapkan terima kasih yang tak terhingga untuk kasihmu yang tiada terbalas.

“Bu, Ibu sedang apa sekarang ?”. Mudah-mudahan Allah melapangkan semua aktivitas kebaikanmu. Semoga Allah mencegahmu dari berbuat keburukan, sekecil apapun. Semoga, Allah menjadikan setiap lakumu adalah keberkahan, sehingga bisa mengantarkanmu dan kami (anak-anakmu) ke surgaNya kelak, Amiin. Jangan lupa ya Bu, iringi setiap langkah dengan dzikir, dengan munajat panjang untuk kami, anak-anakmu. Karena Allah tidak akan menolak doa kebaikan dari seorang Ibu kepada anaknya. Untuk yang kesekian kalinya, ijinkan aku mengucapkan, ”Jazakillah ahsanal jaza’ atas semua yang kau berikan kepada kami, termasuk doa-doa panjangmu, yang tak pernah putus demi kebaikan kami, anakmu”

Bu, aku tersinggung ketika kau bertanya demikian, ”Mas, nanti kalau Ibu sudah tua gimana? Ibu khawatir jika kalian akan meninggalkan Ibu sendirian.”   Hatimu sungguh halus, selembut sutra bahkan lebih lembut lagi. Jangan khawatir Bu, Allah pasti memudahkanku untuk merawatmu, sebagaimana kau merawatku dulu. Akan kuajak kau serumah denganku, dengan istriku, juga dengan cucu-cucumu nanti. Insya Allah, Allah pasti akan memudahkan terwujudnya niat baikku itu. Tak perlu kau risau, tak perlu kau ragu. Aku sudah berkomitmen untuk tidak menjadi seperti Malin Kundang yang durhaka pada ibunya. Aku hanya ingin seperti para sahabat Nabi yang membaktikan hidupnya untuk oran tua mereka. Karena kebaktian kepadamu, karena kedekatan hati denganmu, adalah sumber keberkahan di dunia ini, juga dia khirat kelak. Tentunya, selama kau tidak menyuruhku untuk melanggar aturan-aturan Allah.

“Bu, aku rindu padamu, sangat rindu sekali.” Walaupun kutahu, rinduku hanyalah seujung kuku jika dibanding dengan rindumu yang sepanjang masa. Tak terbatas oleh ruang dan waktu. Aku rindu senyummu. Aku rindu teduhnya wajamu. Aku rindu belaian tanganmu. Aku rindu pijitan cintamu. Aku rindu dekapanmu. Aku, rindu gurauanmu. Aku rindu kemanjaan di waktu tuamu. Aku rindu masakanmu. Aku rindu omelanmu. Aku, aku, aku, merindukan semua tentangmu. Karenamulah, aku belajar rindu. Semoga rindu ini akan berakhir di tempat terindah yang Allah sediakan kelak di surgaNya. Untuk anak dan orang tua yang saling merindukan Surga, pertemuan sejati dengan Allah. Aamiin ya Rabb.

“Bu, jikapun kami jauh dari fisikmu. Yakinlah! Bahwa diriku tengah mencoba mendekatkanmu dalam setiap jenak kehidupan. Dalam setiap doa bahkan desah nafasku. Dalam setiap langkah, aku akan selalu menyertakanmu. Karena Rasul pernah bersabda, Ridho Allah tergantung kepada Ridho orang tua. Murka Allah tergantung kepada murka orang tua. Maka dari itu, Ridhoilah anakmu ini agar Allah tidak memurkai diri yang banyak salah ini.”

“Bu, usiamu semakin senja. Namun, sedikitpun tak kujumpai kelelalahan dalam dirimu. Senyummu tambah merekah, tawamu tambah renyah, bincangmupun semakin sarat makna. Aku tak tahu, terbuat dari apakah dirimu, sehingga begitu tegarnya dalam mengahadapai karang kehidupan yang seringkali mengahantammu sesukanya. Ah, lagi-lagi aku lupa! Bahwa kau adalah manusia terbaik di dunia ini setelah Rasulullah. Bukankah Allah pernah berpesan bahwa Ibu berbanding tiga kali dengan Ayah? Maka, di senjanya usiamu yang kian bergairah, ijinkan kami untuk berbakti, sekali lagi, walaupun apa dadanya.”

“Bu, kini, aku tengah dewasa, sudah saatnya aku mencari menantu yang akan menjadikanmu sebagai Ibu. Aku akan taat dengan pilihanmu. Aku akan dengan senang hati menjadikan pilihanmu sebagai belahan jiwaku. Sebagaimana kau telah menjadikanku sebagai belahan hatimu. Oleh karena itu, kumohon, carikan aku wanita sholihah yang kelak bisa membantuku untuk mencintai Allah, Rasulullah juga mencintaimu setulus jiwa. Jika pilihanmu adalah seperti petunjuk Rasulullah, yang bagus gamanya. Maka, tak ada alasan bagiku untuk menolaknya. Aku akan menikahi pilihanmu itu. Namun, jika tak ada pilihan yang kau berikan, maka ijinkan aku untuk memilihnya sendiri, tentunya dengan persetujuanmu.”

Bu, jangan berhenti melantunkan doa cinta untuk kami. Agar kami bisa menggapai mimpi kami. Mimpi untuk membuatmu tersenyum di dunia ini juga dia akhirat kelak.

Ah, aku lupa!!

Kawan, apakah Ibumu sudah bertemu Allah?

Jika ‘Iya,’ maka belum terlambat. Masih ada waktu untuk berbakti padanya. Doakan dengan doa terkhusyu’ yang kau punya. Agar Allah mengumpulkanmu dan Ibumu di surgaNya. Lakukan pula sedekah, lalu hibahkan pahala untuknya. Karena Nabi mengajarkan hal itu. Lakukan pula haji dan niatkan untuk menghajikan Ibumu jika ternyata beliau belum sempat bertamu ke bumi Allah di Makkah. Lakukan pula amal sholih, terus menerus, agar beliau tersenyum melihat kegigihanmu di dunia ini. Jika Ibuku yang masih hidup saja sangat kurindukan, padahal bisa kutemui sewaktu-waktu, maka aku tidak bisa membayangkan betapa rindunya dirimu kepada Ibumu yang telah berada di negeri  yang sangat susah untuk sekedar kau temui atau untuk kau kecup keningnya. Tapi, yakinlah kawan! Bahwa kau akan menemuinya kelak di Surga. Amin.. Ya, Rabb.

Terakhir, untuk para calon Ibu, “Jadilah Ibu yang melahirkan pahlawan bagi agama Allah. Karena tidak ada balasan bagi para mujahid selain menang atau surga. Jangan biarkan dirimu dipersunting oleh orang yang tidak mau tahu tentang AgamaNya. Namun relakan dirimu, ketika ada orang yang dengan tulus akan mengajakmu meniti jalan cinta para pejuang, jalan cinta yang akan mengantarkanmu, pasanganmu dan keluargamu ke Surga yang sangat indah.”

Untuk para ibu dan calon ibu di seluruh dunia, kuucap syahdu penuh rindu, “Semoga Allah memudahkanmu untuk mendidik para Mujahid di jalan Allah. Semoga  Allah senantiasa melimpahkan keberkahan kepadamu. Semoga Allah melindungimu, selamanya. Aku, mencintaimu karena Allah..”



(sumber: yangunik.com)

Rabu, 18 Mei 2016

YA ALLAH.. Jadikan Ibu Kami Sebagai Perempuan Ahli Surga. Aamiin Ya Rabbal'alamin...Silahkan SHARE/BAGIKAN...

Waktu engkau lahir ke dunia tali pusarmu di potong

Namun sisa tali pusar itu tetap ada di badanmu.

Supaya engkau senantiasa ingat dengan sosok wanita mengagumkan yang memberimu makanan melalui badannya. "

اَللَّهُمَّ اغ�'فِرَلِي�' وَلِوَالِدَىَّ وَٰر�'حَم�'هُمَا
كَمَارَبَّيَانِي�' صَغِي�'رًا

Allahummaghfir lii wa liwaalidayya warhamhuma kamaa rabbayanii shaghiraa

Ya Allah, ampunilah saya serta ke-2 orangtuaku, serta sayangilah keduanya seperti keduanya menyayangi saya di saat kecil

''YA ALLAH..
menjadikan ibu kami sebagai wanita Pakar Surga. "

Aamiin ya Rabbal'alamin...

click SHARE/BAGIKAN apabila anda sayang Pada IBU..sertakan " Aamiin " dikolom komentar, mudah-mudahan Allah mengabulkan...



(sumber: media-masa.com)

Senin, 16 Mei 2016

SEMPATKANLAH MENULIS AAMIIN JIKA SAYANG KEPADA IBU, SEMOGA KITA SEMUA SELALU DI JADIKAN ANAK YANG SELALU BERBAKTI KEPADA ORANG TUA [[SHARE SEMOGA BERMANFAAT]]

1. Saat makan
Jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya
dan berkata, "Cepatlah makan, ibu tidak lapar.."

2. Waktu makan
Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya
dan berkata,"ibu tidak suka daging, makanlah, nak.."

3. Tengah malam saat dia sedang menjaga anaknya yg sakit,
Ia berkata, "Istirahatlah nak, ibu masih belum ngantuk.."

4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja,
mengirimkan uang untuk ibu.
Ia berkata,"Simpanlah untuk keperluanmu nak, ibu masih punya uang."

5. Saat anak sudah sukses,
menjemput ibunya untuk tinggal di rumah besar,
Ia lantas berkata,"Rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tinggal di sana."

6. Saat menjelang tua,
ibu sakit keras, anaknya akan menangis, tetapi ibu masih bisa tersenyum sambil berkata,
"Jangan menangis, ibu tidak apa-apa."
Ini adalah kebohongan terakhir yg dibuat ibu.
Tidak peduli seberapa kaya kita, seberapa dewasanya kita,
ibu selalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan-diri kita,
tetapi beliau tidak pernah membiarkan kita mengkhawatirkan- dirinya.

Semoga semua anak di dunia ini, bisa menghargai setiap kebohongan seorang ibu.
karena beliaulah malaikat nyata yg dikirim TUHAN untuk menjaga kita
dari Sekian 'kebohongan' yang sering dilakukan seorang ibu kepada anaknya.
adakah yang menandingi kasih sayang ibu terhadap anaknya?
Semoga kita semakin ingat akan semua pengorbanan yang telah dilakukan ibu kita kepada kita anaknya dari mulai di kandungan sampai kita dewasa.

Disebutkan dalam sebuah hadits sahih bahwasanya ada seorang laki-laki datang menemui Rasulullah shalallahu'alai hi wassalam . Lelaki itu bertanya, "Siapakan yang harus saya taati?" Rasulullah menjawab, "Ibumu." Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa lagi?" Rasulullah menjawab, "Ibumu." Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa lagi?" Rasulullah masih menjawab, "Ibumu." Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa lagi?" Rasulullah menjawab, "Ayahmu"

Betapa mulia kedudukan seorang ibu dihadapanNya, betapa besar pengorbanan seorang ibu demi anak-anaknya 9 bulan mengandung membawa kita kemanapun dia melangkah
dalam suka maupun duka, setelah kita lahirpun waktu tidurnya rela berkurang demi kita, maka pantaslah seperti pepatah surga dibawah telapak kaki ibu dan murka ibumu sama dengan murka Tuhanmu. ironisnya jaman sekarang kebanggaan sebagai seorang ibu bukan bentuk satu kemuliaan dan kebanggaan menjadi seorang ibu sudah luntur dengan banyaknya kasus seorang ibu yang rela membuang darah dagingnya entah yang belum terlahir maupun yang sudah lahir kedunia, berbanding terbalik dengan masa dimana kekejaman fir'aun yang membunuh anak-anak yang lahir kedunia dimana saat ini mengganggap bahwa manusia kini lebih beradab tapi semuanya dikesampingkan baik aturan hukum maupun agama cuma jadi hiasa kartu tanda penduduk belaka.

Cintai Ibumu dan hormati serta hargailah calon-calon ibu lainnya ( wanita ) karena kitapun terlahir dari seroang wanita menyakiti wanita sama dengan menyakiti ibumu.




(simber: coretan-hampa.blogspot.com)

Minggu, 15 Mei 2016

Tahukah Anda, Rahim Ibu Adalah Tempat Paling Aman dan Kokoh di Dunia

“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina. Kemudian Kami letakkan Dia dalam tempat yang kokoh (rahim). Sampai waktu yang ditentukan, Lalu Kami tentukan (bentuknya), Maka Kami-lah Sebaik-baik yang menentukan”. (QS. Al-Mursalat: 21-23)

“Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik”. (QS. Almuminun: 12-14)

AYAT-ayat di atas menerangkan tentang penciptaan manusia yang mengandung informasi mendasar tentang perkembangan embriologi dalam rahim ibu.


Deskripsi rahim sendiri ialah sebagai “tempat kokoh” yang berada dalam tubuh wanita, dimana telah dipahami melalui ilmu pengetahuan modern.

Proses pembentukan zigot yang dihasilkan oleh sperma dan sel telur yang datang secara bersamaan dan berlanjut sampai munculnya seorang manusia yang lengkap. Dalam proses tersebut triliunan sel-sel bekerja secara harmonis yang berlangsung di rahim ibu, di tempat inilah embrio berkembang selama 9 bulan.

Dari penjelasan ilmiah diatas itulah, tepat seperti apa yang telah dijelaskan dalam Al-qur’an yang menerangkan sangat rinci tentang tempat kokoh itu—rahim.

Dalam Al-Quran sendiri kata “makiin” pada ayat 12 surat Al-Muminun, diterjemahkan sebagai kata ‘aman’ juga menunjukkan makna seperti ‘tak tergoyahkan, suara, tegas, kuat, tetap’. Sedangkan kata “karar” berarti ‘lokasi, stabilitas, permanen dan tempat penyelesaian’. Penjelasan-penjelasan dalam Al-Quran itulah, sungguh sangat luar biasa untuk menggambarkan rahim sebagai tempat kokoh dan aman.

Rahim ibu menyediakan ruang isolasi terhadap gangguan-gangguan yang berasal dari luar dan terutama melindungi bayi dari shock dan tekanan.

Rahim terletak di rongga panggul yang dilindungi oleh tulang tebal dan kuat, membantu menanggung berat embrio sampai akhir kehamilan. Strukturnya yang kuat dan ideal dibangun untuk pertumbuhan bayi dan perkembangan di dalamnya.

Semua informasi tentang perkembangan embriologi dalam  rahim ibu yang dirincikan dalam  Al Qur’an adalah salah satu bukti nyata bahwa Al Qur’an merupakan wahyu dari Allah, Pencipta segala. Hal ini juga dinyatakan dalam Al Qur’an yang penuh informasi yang turun dari ratusan tahun lalu yang menyoroti dunia ilmiah sampai saat ini.

    “Dan pada penciptaan dirimu dan pada makhluk bergerak yang bernyawa yang bertebaran (di bumi) terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) untuk kaum yang meyakini”. (QS. Al-Jasiyah: 4)


Masya Allah...



[sumber: cerminan.com]

Jumat, 13 Mei 2016

Sakitnya Ibu Saat Melahirkan Tak Sebanding Bila Anaknya Melakukan Hal Ini, TIDAK AKAN SEBANDING!!!

Ibu adalah adalah sosok yang luar biasa dalam kehidupan. Seorang sosok perempuan tangguh dan tegar ketika badai kehidupan menghempas. Secara fisik ia boleh saja merupakan sosok yang lemah, namun ketika harus menyelamatkan anak-anaknya, ia bisa berubah menjadi jiwa pemberani dan tegas.

Rela pasang badan tatkala membela anak-anaknya dari ancaman dan bahaya apa pun. Tak jarang pula tampil menjadi sosok penyelamat keluarga saat sang ayah tengah teperosok dalam krisis kehidupannya.


Namun, seiring dengan usianya yang kian mendekati senja, kerut di kening dan di pipinya adalah bukti kelelahan dari pengorbanan yang luar biasa. Tangan yang dulunya halus, kian hari menjadi kasar karena kerasnya memahat bongkahan batu kehidupan.

Sakitnya melahirkan anak, ternyata tidak sebanding dengan sakitnya ketika anak yang ia cintai dan lahirkan membentaknya.

Berikut ini kisah yang akan menyadakan kita bahwa ibu lebih memilih sakitnya melahirkan daripada dibentak buah hatinya seperti dikuti dari Eberita.org

“Ibu, masakin air bu. Aku mau mandi pakai air hangat,” seorang anak meminta ibunya menyiapkan air hangat untuk mandinya.

Sang ibu dengan ikhlas melaksanakan apa yang diperintah oleh sang anak. Dengan suara lembut ibunya menyahut, “Iya, tunggu sebentar ya, sayang!”

“Jangan terlalu lama ya Bu! Soalnya saya ada janji sama teman” ujar sang anak.

Tidak lama kemudian sang ibu telah usai menyiapkan air hangat untuk buah hatinya.

“Nak, air hangatnya sudah siap,” ibu itu memberi tahu.

“Lama sekali sih, Bu…” sang anak sedikit membentak.

Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, sang anak berpamitan kepada ibunya, “Bu, saya keluar dulu ya, mau jalan-jalan sama teman.”
“Mau kemana nak?” tanya sang ibu.

“Kan sudah aku bilang, saya mau keluar jalan-jalan sama teman,” kata sang anak sambil mengerutkan dahi.

Malam harinya, sang anak pulang dari jalan-jalan. Sesampainya di rumah ia merasa kesal karena ibunya tidak ada di rumah. Padahal perutnya sangat lapar, di meja makan tidak ada makanan apa pun.

Beberapa saat kemudian, ibunya datang sambil mengucapkan salam, “Assalamu’ alaik­­um.. Nak, kamu sudah pulang? Sudah dari tadi?”

“Hah, ibu dari mana saja. Saya ini lapar, mau makan tidak ada makanan di meja makan. Seharusnya kalau ibu mau keluar itu masak dulu…” kata si anak dengan suara sangat lantang.

Sang ibu mencoba menjelaskan sambil memegang tangan anaknya, “Begini sayang, kamu jangan marah dulu. Ibu tadi keluar bukan untuk urusan yang tidak penting, kamu belum tahukan kalau istrinya Pak Rahman meninggal?”

“Meninggal? Padahal tidak sakit apa - apa kan, Bu?” sang anak sedikit kaget, nada suaranya juga tidak tinggi lagi.

“Dia meninggal waktu Maghrib tadi. Dia meninggal saat melahirkan anaknya. Kamu juga harus tahu nak, seorang ibu itu bertaruh nyawa saat melahirkan anaknya,” ibu memberikan penjelasan.

Hati sang anak mulai terketuk, dengan suara lirih ia bertanya pada ibunya, “Itu artinya, ibu saat melahirkanku juga begitu? Ibu juga merasakan sakit yang luar biasa juga?”

“Iya anakku. Saat itu ibu harus berjuang menahan rasa sakit yang luar biasa. Namun, ada yang lebih sakit daripada sekadar melahirkanmu, nak,” sang ibu menjawab.

“Apa itu, Bu?” sang anak ingin mengerti apa yang melebihi rasa sakit ibunya saat melahirkan dia.

Sang ibu tak mampu menahan air mata yang mengalir dari setiap sudut matanya seraya berkata, “Rasa sakit saat ibu melahirkanmu itu tak seberapa, bila dibandingkan dengan rasa sakit yang ibu rasakan saat dirimu membentak ibu dengan suara lantang, saat kau menyakiti hati ibu, Nak.”

Si anak langsung menangis dan memohon ampun atas apa yang telah diperbuat selama ini pada ibunya.

Semoga kisah ini bisa membuat kita lebih menghormati dan menyayangi ibu kita. Bagikanlah kepada yang lain.




(sumber: artikisah.com)

Ini Hak Seorang Ibu Terhadap Anak Laki-lakinya

Membangun keluarga sakinah merupakan dambaan kita semua. Dasarnya adalah masing-masing anggota keluarga tersebut harus bertaqwa. Salah satu manifestasi taqwa ialah berbuat baik kepada orang tua (birrul walidain). Perlu disadari, bahwa pernikahan itu bukan hanya ikatan 2 orang anak manusia, tetapi mengikat 2 keluarga besar.

Jadi pernikahan itu merupakan risalah agung membentuk ukhuwah yang luas yang dasarnya saling kenal (ta’aruf), saling memahami (tafahum), dan saling menolong (tafakul) antara suami-istri, keluarga suami dan keluarga istri. Bila masing-masing pihak ridha, maka nilai pernikahan yang sakinah serta diridhai orang tua akan terwujud.
Sebelum menikah, seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan mempunyai kewajiban yang besar kepada kedua orang tuanya, terutama kepada ibundanya. Bila seorang anak laki-laki yang telah menikah, maka kewajiban berbakti kepada ibu ini tidak hilang, jadi suami adalah hak ibunda.

Bagaimana dengan anak perempuan yang telah menikah? Nah, bagi anak perempuan yang telah menikah, maka haknya suami. Jadi istri berkewajiban berbakti pada suami. Karena setelah Ijab kabul, berpindahlah hak dan kewajiban seorang ayah kepada suami dari anak wanitanya. Begitu besar kewajiban berbakti pada suami, sampai rasul pernah bersabda, “Bila boleh sesama manusia mengabdi (menyembah), maka aku akan menyuruh seorang istri mengabdi pada suaminya.”

Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Ada seseorang yang datang menghadap Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ayahmu.” (Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

Ada seseorang yang datang, disebutkan namanya Muawiyah bin Haydah r.a., bertanya: “Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah saw: “Ibumu.” Dengan diulang tiga kali pertanyaan dan jawaban ini.
Pengulangan kata “ibu” sampai tiga kali menunjukkan bahwa ibu lebih berhak atas anaknya dengan bagian yang lebih lengkap, seperti al-bir (kebajikan), ihsan (pelayanan).

Ibnu Al-Baththal mengatakan:
“Bahwa ibu memiliki tiga kali hak lebih banyak daripada ayahnya. Karena kata ‘ayah’ dalam hadits disebutkan sekali sedangkan kata ‘ibu’ diulang sampai tiga kali. Hal ini bisa dipahami dari kerepotan ketika hamil, melahirkan, menyusui. Tiga hal ini hanya bisa dikerjakan oleh ibu, dengan berbagai penderitaannya, kemudian ayah menyertainya dalam tarbiyah, pembinaan, dan pengasuhan.

Hal itu diisyaratkan pula dalam firman Allah swt., “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun –selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun–, bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Luqman: 14)
Allah swt. menyamakan keduanya dalam berwasiat, namun mengkhususkan ibu dengan tiga hal yang telah disebutkan di atas.


Imam Ahmad dan Bukhari meriwayatkan dalam Al-Adabul Mufrad, demikian juga Ibnu Majah, Al Hakim, dan menshahihkannya dari Al-Miqdam bin Ma’di Kariba, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Sesunguhnya Allah swt. telah berwasiat kepada kalian tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ayah kalian, kemudian berwasiat tentang kerabat dari yang terdekat.”

Hal ini memberikan kesan untuk memprioritaskan kerabat yang didekatkan dari sisi kedua orang tua daripada yang didekatkan dengan satu sisi saja. Memprioritaskan kerabat yang ada hubungan mahram daripada yang tidak ada hubungan mahram, kemudian hubungan pernikahan. Ibnu Baththal menunjukkan bahwa urutan itu tidak memungkinkan memberikan kebaikan sekaligus kepada keseluruhan kerabat.

Dari hadits ini dapat diambil pelajaran tentang ibu yang lebih diprioritaskan dalam berbuat kebaikan dari pada ayah. Hal ini dikuatkan oleh hadits Imam Ahmad, An-Nasa’i, Al-Hakim yang menshahihkannya, dari Aisyah r.a. berkata:
“Aku bertanya kepada Nabi Muhammad saw., siapakah manusia yang paling berhak atas seorang wanita?” Jawabnya, “Suaminya.” “Kalau atas laki-laki?” Jawabnya, “Ibunya.”
Demikian juga yang diriwayatkan Al-Hakim dan Abu Daud dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya, bahwa ada seorang wanita yang bertanya:
“Ya Rasulallah, sesungguhnya anak laki-lakiku ini, perutku pernah menjadi tempatnya, air susuku pernah menjadi minumannya, pangkuanku pernah menjadi pelipurnya. Dan sesungguhnya ayahnya menceraikanku, dan hendak mencabutnya dariku.” Rasulullah saw. bersabda, “Kamu lebih berhak daripada ayahnya, selama kamu belum menikah.”

Maksudnya menikah dengan lelaki lain, bukan ayahnya, maka wanita itu yang meneruskan pengasuhannya, karena ialah yang lebih spesifik dengan anaknya, lebih berhak baginya karena kekhususannya ketika hamil, melahirkan dan menyusui.


(sumber: salambunda.com)

Selasa, 10 Mei 2016

Masya Allah..!! Ibu Seorang Pendeta, Anak Ini Malah Memilih Menjadi Penghafal Al Quran

Hidayah ialah murni hak Allah. Sbg manusia kita wajib utk menjemputnya. Ialah Jafar, salah satu anak yg mendapat hidayah Allah. Anak belia ini mendapat hidayah masuk Islam. Padahal Ibunya seorang pendeta lulusan Sekolah Ortodoks Yerussalem. Palestina.


Dia mempunyai koleksi kitab injil thn 1958. Dirinya rajin membaca, mengoleksi buku, mengkaji kitab. Kelas 1-6 SD mengkaji khusus kitab oleh pendeta & ibunya sendiri. Dirinya amat sangat fasih memaparkan falsafah berkenaan Trinitas, komplit dgn ayat-ayatnya.
Saat Ini, dia jadi penghafal Al Quran. Tiga th terakhir dirinya konsentrasi mengkaji Al-Qur’an. Hafalannya sekarang ini sudah 20 juz. Dirinya tetap Cinta ibunya. dia berasal dari Makale, Tana Toraja. Anak berparas tampan itu kini sekolah di Sekolah Penghafal Darul Istiqamah, Macopa, Maros.

Berita baik tersebut diupload di media sosial oleh akun bernama Ismawan as. Jelas saja, info itu membuat pengguna media maya ikut bersuara.

“Cara berdakwah dirinya pun sudah sangat baik.. senantiasa menjadi inspirasi bagi santri lain,” kata Andi Tenri Ewa.

“Subhanallah. Wah hebat & salut meskipun tak lagi seiman bersama ibunya tetap masihlah menghargainya,” papar Anita Ruhama.(ri)

Masya Allah....





(sumber: thesocialtrending.com)

Selasa, 03 Mei 2016

Bagi Seorang Ibu, Ternyata Hal Ini Lebih Sakit Daripada Melahirkan

“IBU, masakin air bu. Aku mau mandi pakai air hangat,” seorang anak meminta ibunya menyiapkan air hangat untuk mandinya.

Sang ibu dengan ikhlas melaksanakan apa yang diperintah oleh sang anak.

Dengan suara lembut ibunya menyahut, “Iya, tunggu sebentar ya, sayang!”

“Jangan terlalu lama ya Bu! Soalnya saya ada janji sama teman” ujar sang anak.

Tidak lama kemudian sang ibu telah usai menyiapkan air hangat untuk buah hatinya.

“Nak, air hangatnya sudah siap,” ibu itu memberi tahu.

“Lama sekali sih, Bu…” sang anak sedikit membentak.

Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, sang anak berpamitan kepada ibunya, “Bu, saya keluar dulu ya, mau jalan-jalan sama teman.”

“Mau kemana nak?” tanya sang ibu.

“Kan sudah aku bilang, saya mau keluar jalan-jalan sama teman,” kata sang anak sambil mengerutkan dahi.

Malam harinya, sang anak pulang dari jalan-jalan. Sesampainya di rumah ia merasa kesal karena ibunya tidak ada di rumah. Padahal perutnya sangat lapar, di meja makan tidak ada makanan apa pun.

Beberapa saat kemudian, ibunya datang sambil mengucapkan salam, “Assalamu’ alaik­­um.. Nak, kamu sudah pulang? Sudah dari tadi?”

“Hah, ibu dari mana saja. Saya ini lapar, mau makan tidak ada makanan di meja makan. Seharusnya kalau ibu mau keluar itu masak dulu…” kata si anak dengan suara sangat lantang.

Sang ibu mencoba menjelaskan sambil memegang tangan anaknya, “Begini sayang, kamu jangan marah dulu. Ibu tadi keluar bukan untuk urusan yang tidak penting, kamu belum tahukan kalau istrinya Pak Rahman meninggal?”

“Meninggal? Padahal tidak sakit apa - apa kan, Bu?” sang anak sedikit kaget, nada suaranya juga tidak tinggi lagi.

“Dia meninggal waktu Maghrib tadi. Dia meninggal saat melahirkan anaknya. Kamu juga harus tahu nak, seorang ibu itu bertaruh nyawa saat melahirkan anaknya,” ibu memberikan penjelasan.

Hati sang anak mulai terketuk, dengan suara lirih ia bertanya pada ibunya, “Itu artinya, ibu saat melahirkanku juga begitu? Ibu juga merasakan sakit yang luar biasa juga?”

“Iya anakku. Saat itu ibu harus berjuang menahan rasa sakit yang luar biasa. Namun, ada yang lebih sakit daripada sekadar melahirkanmu, nak,” sang ibu menjawab.

“Apa itu, Bu?” sang anak ingin mengerti apa yang melebihi rasa sakit ibunya saat melahirkan dia.

Sang ibu tak mampu menahan air mata yang mengalir dari setiap sudut matanya seraya berkata, “Rasa sakit saat ibu melahirkanmu itu tak seberapa, bila dibandingkan dengan rasa sakit yang ibu rasakan saat dirimu membentak ibu dengan suara lantang, saat kau menyakiti hati ibu, Nak.”

Si anak langsung menangis dan memohon ampun atas apa yang telah diperbuat selama ini pada ibunya.


(sumber: cerminan.com)

Sabtu, 30 April 2016

Cateet ya, Mulai Maret 2016, Ibu Hamil Dapat Tunjangan 1,2 Juta Loh !!

Menteri Sosial Khofifah Indar Paranwasa mengatakan ibu hamil dan mereka yang mempunyai balita akan mendapatkan dana program keluarga harapan (PKH) 2016 sebesar Rp1,2 juta naik ketimbang tahun sebelumnya yang hanya Rp1 juta.

“Mereka yang hamil serta mempunyai balita dapat Rp1,2 juta, akan diterima setahun empat kali pencairan,” katanya di sela wisuda di Universitas Darul Ulum, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (27/03/2016).

Ia mengatakan untuk penerimaan PKH lainnya juga sesuai dengan aturan, yaitu yang mempunyai anak usia sekolah dasar (SD) mendapatkan Rp450 ribu, SMP Rp750 ribu, SMA dan sederajat mendapat Rp1 juta. Dana PKH tahap pertama itu akan dibagikan Maret 2016.

Khofifah juga menegaskan, kementerian sosial juga sudah melakukan validasi data penerima. Dari hasil validasi tersebut, diketahui terdapat tambahan data penerima. Sebelumnya, jumlah penerima PKH hanya 2,5 juta, namun saat ini bertambah menjadi 6 juta.

“Sekarang ini yang ‘existing’ (ada) sebanyak 3,5 juta orang, sehingga jika ditambah 2,5 juta, ada 6 juta penerima PKH pada 2016. Insya Allah, Maret mulai cair dananya,” ujarnya.

Tambahan tersebut berasal dari data orang dengan kecacatan berat (ODKB) yang berjumlah 163.000 di seluruh Indonesia. Selain itu, juga terdapat penerima dari lansia berusia 70 tahun ke atas, yang berada dalam kondisi ekonomi kurang mampu.

Ia mengatakan, secara total anggaran untuk PKH 2016 adalah Rp3,15 triliun yang diberikan untuk seluruh penerima PKH di Indonesia. 


(sumber: yangunik.com)

Senin, 25 April 2016

Kisah Penyesalan Seorang Ayah akibat Salah Pilih Ibu Tiri untuk Anaknya

Rasa kehilangan mengiris-iris hati saat istri meninggal beberapa saat usai melahirkan bayi. Hari-hari berikutnya, kesepian menyergap. Hidup serasa hampa tanpa kehadiran istri tercinta. Berat. Ia tak kuasa mengurus bayinya seorang diri, meskipun telah dibantu oleh bibi.

Tujuh bulan kemudian, ia memutuskan untuk menikah lagi. Berharap anaknya tak kehilangan asupan kasih sayang dari seorang ibu, meskipun hanya ibu tiri.

Sayangnya, istri barunya itu bukanlah sosok ibu tiri yang baik. Ia kurang tulus mengasihi anak tiri semata wayangnya. Apalagi setelah ia sendiri melahirkan bayi. Anak tiri ia serahkan pada pembantu.

Tak hanya tak disayang, anak itu juga sering mendapatkan perilaku tidak adil dari ibu tiri. Mulai dari perlakuan, ucapan, hingga makanan.

Suatu petang, saat makan malam, ibu tiri makan dengan lahapnya. Ia menikmati beragam menu sembari menyuapi anaknya sendiri. Anak tiri yang kini berusia empat tahun itu tampak sangat ingin memakan makanan yang disajikan. Ia menjulurkan tangannya. “Mau apa kau?!,” sebuah bentakan dari ibu tiri mengagetkannya. Ia menarik kembali tangannya, kepalanya tertunduk, wajahnya terlipat ketakutan.

“Aku lapar…” kata bocah itu.
“Ini makananmu,” kata ibu tiri sejurus kemudian setelah mengambilkan sepiring nasi. “Pergi dan makanlah di halaman sana!”

Dengan mata berderai, gadis kecil itu pergi keluar membawa piringnya. Ia melawan dinginnya malam musim dingin dengan makanan yang tak bergizi dan tak mengenyangkan.

“Di mana anak kita?” tanya suami sepulang kerja.
“Sama pembantu,” jawab istri sekenanya.

Lelah setelah seharian bekerja membawa lelaki itu cepat terlelap. Namun beberapa waktu kemudian ia terbangun.
“Aku bermimpi istriku datang dan menyuruhku mencari anakku,” pamitnya sewaktu hendak bangun.
“Tidak usah. Dia kan sama pembantu. Lagi pula itu cuma mimpi,” sang istri mencegahnya.

“Bangun! Cari anakmu,” kata almarhumah istrinya dalam mimpi itu. Terlihat seperti nyata dan segera membuatnya terbangun. Lagi-lagi, ibu tiri gadis kecil itu menghalanginya.
“Sudahlah, tidur saja. Itu hanya mimpi.”

Lelaki itu pun kembali terpejam. “Tamat sudah Mas, anak kita sudah sampai di tempatku” sang suami kaget dan ketakutan. Ia terbangun dengan keringat dingin. Kali ini istri keduanya tak sanggup menghalangi.

Ia mengetuk kamar pembantu, ternyata anaknya tak ada di sana. Ia bersama pembantunya segera mencari ke sana kemari. Hingga menjelang pagi, ia menemukan anaknya sudah tak bernyawa. Mati dengan tubuh meringkut tanpa selimut dengan sebuah piring di sampingnya. [Muchlisin BK/Kisahikmah.com]

*Disarikan dari kisah nyata Qashashun Abkatni karya Salim Muraisyid




(Sumber: kisahikmah.com)

Sabtu, 23 April 2016

11 Curahan Hatiku Untukmu Ibu, Karena Tak Akan Pernah Bisa Aku Membalas Besarnya Cintamu

Ibu adalah sosok yang luar biasa. Wanita yang hebat. Kehadiran jiwanya bagaikan cahaya dalam kegelapan dunia. 9 bulan 10 hari beliau berjuang antara hidup dan mati, memepertahankan aku anaknya. Kasih sayang Ia bagaikan mentari yang selalu menyinari dunia tanpa lelah dan henti.


11 Curahan Hatiku Untukmu Ibu, Karena Tak Akan Pernah Bisa Aku Membalas Besarnya Cintamu :

1. Ibu Itu Memang tak sempurna tetapi dia selalu berusaha untuk menyempurnakan Anak-anaknya

2. Mungkin ibu
tidak bisa mengikuti kita kemana Pergi, Tetapi doanya selalu menyertai kemana kita pergi. Doa yang bisa menjadi Kunci Rezeki

3. Ibu, Izikan aku memeluk hatimu ; agar aku merasakan apa yang engkau rasakan dari sakit yang tak menangis

4. Ibu, Pinjami aku hatimu Sebentar, agar aku belajar bersabar seperti kesabaran yang selalu tumbuh di sana.

5. Ibu, Ajari aku Ikhlas, ketika kesedihan itu menyapa

6. Pernah di marah ibu hingga aku murka, Ia hanya bilang "Kelak, marah ini akan kamu rindu ketika Ibu tiada.

7. Ibu, Maaf telah ; Membuatmu kecewa, membuatmu menangis, membuatmu lelah, dan membuatmu malu

8. Ibu, Maaf ; Membuatmu tak nyenyak tidur, membuatmu marah, hingga membuatmu sedih dalam lamunan.

9. Ibu, Entah bagaimana aku membalas Semuanya ini, Mungkin hanya surga yang pantas untukmu nanti.

10. Ya Allah, Ampunkanlah dosa Ibu Kami, Ampunkanlah segala Khilaf dan kesalahannya. Berikanlah kebaikan kepada Ibu kami, Sayangilah ia dan berilah keberkahan dalam hidupnya.

11. Ya Allah, Jadikanlah kami sebagai kebahagiaan Bagi Ibu Kami



(Sumber: reportaseterkini.net)