Tampilkan postingan dengan label sayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sayang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juli 2016

Cintaku Seperti Ilmu Tajwid! Baca Deh!

dikala kesatu kali berjumpa denganmu, saya seperti berjumpa dengan saktah, cuma dapat terpana dengan menahan napas sebentar.. .

saya di matamu bisa jadi seperti nun mati diantara idgham billaghunnah, nampak, tetapi dikira tidak terdapat.. .
saya ungkapkan iktikad dan juga tujuan perasaanku serupa idzhar, jelas dan juga cerah.. .

bila mim mati berjumpa ba diucap ikhfa syafawi, hingga bila saya berjumpa dirimu, itu diucap cinta.. .

sejenak pemikiran kita berjumpa, kemudian seketika seluruh itu serupa idgham mutamaatsilain.. . melebur jadi satu.

cintaku padamu serupa mad harus muttasil, amat panjang di antara yang yang lain.. .

sehabis kau terima cintaku nanti, hatiku kerasanya serupa qalqalah kubro.. terpantul - pantul dengan keras.. .

dan juga kesimpulannya sehabis lama kita berbarengan, cinta kita serupa iqlab, diisyarati dengan 2 hati yang menyatu..

sayangku padamu serupa mad thobii dalam al - quran.. . buanyaaakkk beneerrrrr.. . .

mudah - mudahan dalam ikatan kita ini serupa idgham bilaghunnah yang hanya berdua, lam dan juga ro. .

walaupun perhatianku ga nampak serupa alif lam syamsiah, tetapi cintaku padamu serupa alif lam qomariah, terbaca jelas.. .

kau dan juga saya sepeti idgham mutaqooribain..

perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tetapi berlainan sifatnya.. .

dan juga seperti huruf tafkhim, namamu juga bercetak tebal di fikiranku..

mudah - mudahan saya jadi yang terakhir buat kalian serupa mad aridlisukun..

subhanallah.. .
begitu senang insan yang telah menciptakan cinta sejatinya, mereka ibarat tasbih








(sumber: facebook_com/negara.tauhid/posts/3446974630439)

Jumat, 03 Juni 2016

Untuk Dirimu Ayah Tercinta. Bacalah Membuat Setiap Orang Meneteskan Air Mata

bapak merupakan wujud yg tidak kalah utama dari bunda, walaupun sering - kali keberadaannya terkalahkan oleh kedatangan bunda. apabila bunda merupakan hati dan jiwa sesuatu keluarga, jadi bapak ialah tubuh yang hendak tetap berikan proteksi buat seluruh anggota keluarga terlebih anak tercintanya. seseorang bapak memanglah sama dengan wujud pelindung dan penjaga keutuhan keluarganya.

di indonesia seorang diri tidak serupa negara - negara lain, tidak terdapat satu hari - pun yang didedikasikan buat mengenang jasa - jasa bapak. tetapi perihal itu tentu tidak peruntukan bagaikan penghalang buat terus menghormati jasa bapak. salah satu langkah yang dapat kita jalani buat menghormati jasa bapak ialah dengan menghadiahkan buat ayah tercinta, mampu berbentuk sebagian benda favoritnya ataupun puisi. berikut ini ada banyak kumpulan puisi buat bapak tercinta yang di buat istimewa buat mengenang kebaikan - 2 seluruh bapak di wajah bumi ini, silakan disimak:

sebelumnya : kumpulan puisi cinta romantis

dad

**************

hilangmu piluku

oleh fatkuryati

seandainya.. .
matahari itu merupakan kerasa intimku dengan ayah
saya tidak ketahui gimana memperkenalkan berulang matahari itu
salah satunya matahari yang terbit kemarin
telah dimakan garhana berkepanjangan
apakah ini cemburu?
entahlah, , saya tidak ketahui.. . .
saya cuma merasakan kerasa memilikiku terusik oleh seseorang
yang sepatutnya tidak boleh mengusik keintimanku dengan ayah
tetapi, , saya tidak dapat mencegahnya
sorot langkahnya begitu percaya buat mengambil bapak dari pelukanku.. . .
bila benar saya wajib membiarkanmu lenyap, ,
tidak apa.. .
piluku saat ini bisa jadi hendak lenyap nanti..

**************

getar malam rinduku

oleh eko putra ngudiraharjo

mau ku gali gundukan itu
dan juga mencabut papan nama tiap dukaku
biarlah nafasku memeluk tentangmu
puisi - puisi hitam menimangku

sajak berairmata merangkulku
dan juga merambatkan masing - masing ratap disekitar gelap
seakan kau utus jangkrik buat memejamkan lelahku
nyanyi cerita tentang dahaga merindu
seakan kau titipkan restumu
melalui dingin malam menyuap

mantra - mantra penghapus basah tatapku
masing - masing dendang lantun macapat mengiring sendu
serupa suara hati yang tersampaikan padaku
terlebih lagi suara gitar berubah dikala anganku

mengarah kenangmu
getar yang mencakar, melahirkan syair bak
pujangga berlagu
ini untukmu, itu buatmu, dan juga doa bagaikan bhaktiku
miss u ayah ngudi raharjo.

**************

bapak segalanya untukku

bapak..
beribu kata telah kau ucapkan..
beribu cinta tlah kau bagikan. .
beribu kasih telah kau curahkan..
cuma buat anak mu..

bapak..
kau ajarkan ku tentang kebaikan..
kau tunjukan ku tentang makna cinta..
kau jelaskan ku tentang arti kehidupan..
dan juga kau mendidik ku dengan begitu kasih sayang..

bapak..
betapa mulianya hati mu..
kau korbankan segalanya demi anak mu..
kau banting tulang cuma buat anak mu..

saat ini ku berjanji buat seluruh kerja keras mu..
ku berjanji buat seluruh kasih sayang mu..
dan juga ku berjanji buat ketulusan hati mu..
kalau saya hendak senantiasa melindungi mu..
saya hendak senantiasa mencintai mu sampai akhir hiup ku..

terima kasih bapak buat seluruh kasih sayang mu..

**************

buat ayah

oleh uri ayuni

dikala malam hari ku tatap bintang dan juga bulan yang menerangi bumi,
dikala itu pula saya teringat hendak dirimu bapak, , ,
saya merindukanmu, , yang tlahh pergi
meninggalkan ku, , buat sepanjang lama nya, , ,
di mana juga saya berposisi, , saya hendak senantiasa mengingat mu bapak, , ,
andai engkau terdapat menemani hari hari ku , ,. hidup ku hendak merasa lebih
sempurna dengan terdapat nya dirimu bapak, , ,
tetapi itu seluruh cuma mimpi ku, ,.
saya di mari cuma dapat berdoa buat mu bapak, ,.
mudah - mudahan kau tenang disitu, , , ,.
saya, , anakk mu , tiap detikk meridukan mu

**************

ayah

oleh ratih anjelia ningrum

disetiap tetes keringatmu
di derai letih napas mu
sang memenuhi kasih sayang yang luar biasa
demi saya kau rela sang sengat matahari
hujan juga tidak mampu menghalangi mu
buat saya anakmu.. .
sang tiap doamu kau haturkan segenap harapan

bapak.. .
kan ku jaga tiap nasehatmu
di setiapnafas ku
di relung hati hendak ku hangatkan nmamu
hendak ku kobarkan seluruh impianmu
cuma buat menikmati senyumu
di ufuk senjamu
ayah

**************

kerinduan

oleh niki ayu anggini

bapak dimana engkau berada
disini saya merindukanmu
menginginkan buat berjumpa
merindukan hendak belaianmu

kasih sayangmu senantiasa ku rindu
engkau senantiasa muncul dimimpi
mimpi yang begitu nyata bagiku
menginginkan engkau buat kembali

saya senantiasa mengharapkan engkau hadir
menemani saya tiap hari
menemani masa pertumbuhanku ini


saya tumbuuh jadi besar
tanpa engkau disisiku
tanpa engkau yang menemani hari - hariku

**************

antusias ayah

oleh eva

ayah
kau begitu berarti bagiku
kau merupakan pahlawan di dalam hidupku
kau tidak sempat kenali lelah

ayah
antusias mu begitu luar biasa
antusias bekerja mu luar biasa
tidak tahu letih demi menafkahi keluarga mu

ayah
maafkan saya yang cuma dapat memohon uang
tanpa memikirkan betapa susahnya mecari uang
tanpa memikirkan keringat yang keluar dari hasil kerja mu

doa titipan ayah

oleh zulfikar efendi

saya rindu kasih sayang mu, ayah
merasakan hangatnya peluk mu
menanti canda tawa mu
muncul mu hilangkan pilu ku

bapak, ku akui saya salah
bukan saya engkar ayah
tetapi, cuma sangat cedera buat ku ingat semua
mengenang yang sempat kita lalui bersama

ayah
bisa jadi bunda sudah cerita
melalui do’a
tentang saya yang tidak kerap kunjungi rumah kita lagi

ayah
saya mohon maaf
benar tidak hendak mampu ku balasi berulang jasa - jasa mu
walaupun kejelasan bersemayam disini, bapak.

bapak, maafkan anak mu
sangat banyak saya menyusahkan mu
lelap tidur mu kerap terganggu
karna saya, karna tangis dikala ku terbangun kecil dahulu.

tuhan
saya mohon
tempatkan bapak ku disisi - mu

bapak, saya telah saya kirimkan do’a yang bapak ajarkan dahulu buat ku
bapak, tenanglah disana
saya hendak menyusul mu.

**************

saya cinta ayah

telah rapuh tulang - tulangmu
yang dulu kau gunakan
buat membagikan kami sesuap nasi
buat menunaikan kewajibanmu bagaikan kepala keluarga

saat ini.. . kau berdaya lagi melaksanakan semuanya
saat ini.. . kau cuma sanggup membagikan kami nasehat
saat ini.. . kau cuma sanggup mengucapkan doa yang lurus buat kami
buat.. . anak yang telah kau besarkan dengan kerja kerasmu

bapak.. . .
air mata ini tidak sanggup membalas semuanya
seluruh yang kau jalani buat hidup kami
seluruh yang kau bagikan kepada kami

bapak.. .
kasih sayangmu takkan sanggup tergantikan orang lain
atensi yang kau bagikan kepada kami takkan sempat kami lupakan
meski sering - kali kami tidak mengindahkan seluruh yang kau berikan
sering - kali kami tidak sempat menghargai seluruh yang kau berikan

bapak.. . .
saat ini kamilah yang wajib melaksanakan semuanya
kamilah yang wajib membalas semuanya
kamilah yang wajib mencermati mu

bapak.. . .
izinkanlah kami jadi anak yang berbakti kepadamu
anak yang tidak melupakan kasih sayang mu
izinkanlah kami tuk membahagiakanmu

bapak.. .
walaupun kami sadar
itu seluruh tidak dapat membayar seluruh yang telah kau berikan
dan juga kami siuman, nyawapun tidak sanggup membalas semuanya

terimakasih ayah
saat ini kami jadi orang yang sanggup berdiri
saat ini kami sanggup jadi orang yang mandiri
saat ini kami sanggup menapaki hidup dengan doa dan juga kasih sayangmu
saya mencintaimu bapak.

ayah
di tiap tetes keringatmu
di derai letih nafasmu
di memenuhi kasih sayang yang luar biasa.

**************

dari hati buat pahlawan hidupku

oleh ibnu abhi

walaupun suaramu
tidak semerdu nyanyian lembut seseorang ibu
kau membingkaiku dengan nada nada ketulusan
yang membawakan hatiku. . .
mengarah lembah besar. .
bernama kedamaian
walaupun sentuhanmu tidak selembut belaian suci seseorang ibu
tetapi dengan dekapanmu. . .
ku terhangatkan dengan kasihmu
ku terlenakan
dengan cintamu

tangisku berderai
ketika ku ingat perkataan indahmu menimangku
ketika ku sentuh badan letihmu menjagaku

serupa karang melindungi debu pasir
kau jaga saya. . .
kau lindungiku
dari kotoran raga dan juga jiwa yang kan basahiku. .
kau rela di terpa deburan buih
yang berlalu
demi aku
demi anakmu. . .

seolah tidak sempat lelah
kau hapuskan tetes air mataku
seolah tidak sempat bosan
kau redamkan saya dari tangisan

ku urai hati ini
untukmu
buat segalanya yang tlah kau labuhkan pada dermaga hidupku
cuma sebentuk puisi
dari ketulusan hati
untukmu bapakku
terima kasih. . . .

**************

ayahku hidupku

oleh ephaayah

kau lah penguat hatiku
menjadikanku anita yang tegarwanita sabar
dan juga pantang menyerahayah
hening dikala kau pergi
kau begitu hebat
tidak terdapat yang dapat menyerupai mu
maupun mengambil alih posisimuayah
saya begitu menyayangimu
keringatmu jadi inspirasiku
sedihmu merupakan deritakuayah
dimanapun engkau berada
doaku senantiasa bersamamu
tangisku jadi sumpahku
kalau whatever yang terjalin ku slalu ingatmu

**************


dad


puisi - puisi diatas di buat istimewa buat bapak, bunda memanglah wujud amat utama yang butuh kita hargai dan sayangi, tetapi tidaklah berarti kita melupakan jasa - jasa bapak kita, dan tidak kurang ingat mudah - mudahan kumpulan puisi memegang hati buat bapak tercinta bermanfaat buat mempererat jalinan kamu dengan bapak kamu dan juga mampu menolong kamu dalam mencari puisi buat bapak..







 [sumber: http: //muslimah - id. com  ]

Sabtu, 28 Mei 2016

Sakitnya Ibu Saat Melahirkan Tak Sebanding Bila Anaknya Melakukan Hal Ini, Bacalah...

bunda ialah merupakan wujud yang gemilang dalam kehidupan. seorang wujud perempuan tangguh dan tegar dikala badai kehidupan menghempas. dengan trik raga dia dapat aja menggambarkan wujud yang lemah, namun dikala mesti menyelamatkan anak - anaknya, dia mampu bergeser jadi jiwa pemberani dan tegas.

rela pakai tubuh kala membela anak - anaknya dari ancaman dan bahaya whatever. acapkali pula nampak jadi wujud penyelamat keluarga waktu si ayah tengah teperosok dalam krisis kehidupannya.

namun, sejalan dengan umurnya yang terus menjadi mendekati senja, kerut di kening dan di pipinya ialah fakta keletihan dari pengorbanan yang gemilang. tangan yang lampaunya halus, terus menjadi hari jadi kesat karna kerasnya memahat bongkahan batu kehidupan.

sakitnya melahirkan anak, nyatanya tidak sebanding dengan sakitnya dikala anak yang dia cintai dan lahirkan membentaknya.

berikut ini cerita yang hendak menyadakan kita bahwa bunda lebih seleksi sakitnya melahirkan dari pada dibentak buah hatinya serupa dikuti dari eberita. org

“ibu,
masakin air bu. aku mau mandi pakai air hangat, ” seseorang anak meminta ibunya mempersiapkan air hangat buat mandinya.

si bunda dengan ikhlas melakukan apa yang diperintah oleh si anak. dengan nada lembut ibunya menyahut, “iya, tunggu sebentar ya, sayang! ”

“jangan amat lama ya bu! soalnya aku terdapat janji sama rekan” tutur si anak.

tidak lama setelah itu si bunda sudah tuntas mempersiapkan air hangat buat buah hatinya.

“nak, air hangatnya telah siap, ” bunda itu berikan ketahui.

“lama sekali sih, bu…” si anak sedikit membentak.

seusai usai mandi dan berpakaian apik, si anak berpamitan pada ibunya, “bu, aku keluar dulu ya, mau jalan - jalan sama rekan. ”

“mau kemana nak? ” bertanya si bunda.

“kan telah aku katakan, aku mau keluar berjalan - jalan sama rekan, ” kata si anak sambil mengernyitkan dahi.

malam harinya, si anak kembali dari berjalan - jalan. sesampainya dirumah dia merasa gusar lantaran ibunya tidak terdapat dirumah. walaupun sesungguhnya perutnya begitu lapar, di meja makan tidak terdapat santapan whatever.

sebagian waktu kemudian, ibunya tiba sambil berkata salam, “assalamu’ alaik­­um.. nak, kamu telah kembali? telah dari tadi? ”

“hah, bunda dari mana aja. aku ini lapar, mau makan tidak terdapat santapan di meja makan. mestinya apabila bunda mau keluar itu masak dulu…” kata sang anak dengan nada begitu lantang.

si bunda coba menarangkan sambil memegang tangan anaknya, “begini sayang, kamu jangan marah dulu. bunda tadi keluar bukan buat urusan yg tidak utama, kamu belum tahukan apabila istrinya pak rahman meninggal? ”

“meninggal? sementara itu tidak sakit apa - apa kan, bu? ” si anak sedikit kaget, suara suaranya pula tidak besar lagi.

“dia meninggal dikala maghrib tadi. ia meninggal waktu melahirkan anaknya. kamu wajib pula ketahui nak, seseorang bunda itu bertaruh nyawa waktu melahirkan anaknya, ” bunda berikan uraian.

hati si anak mulai terketuk, dengan nada lirih dia bertanya pada ibunya, “itu berarti, bunda waktu melahirkanku pula demikian? bunda pula rasakan sakit yang luar biasa pula? ”

“iya anakku. waktu itu bunda mesti berjuang menahan kerasa sakit yang luar biasa. namun, terdapat yang lebih sakit dari pada sebatas melahirkanmu, nak, ” si bunda menanggapi.

“apa itu, bu? ” si anak mau ketahui apa yang melebihi kerasa sakit ibunya waktu melahirkan ia.

si bunda tidak mampu menahan air mata yang mengalir dari tiap sudut matanya seraya mengatakan, “rasa sakit waktu bunda melahirkanmu itu tidak seberapa, apabila dibanding dengan kerasa sakit yang bunda rasakan waktu dirimu membentak bunda dengan nada lantang, waktu kau menyakiti hati bunda, nak. ”

sang anak lekas menangis dan meminta ampun atas apa yang sudah diperbuat sepanjang ini pada ibunya.

mudah - mudahan cerita ini mampu buat kita lebih menghormati dan juga mencintai bunda kita. berikanlah pada yang lain.



(sumber : belitangsehat.com )

Jumat, 27 Mei 2016

Ayah, Kau Pria Pertama Yang Telah Membuatku Jatuh Cinta

raut wajah yang terus menjadi menua malah nampak terus menjadi tampan menurutku. badan yang terus menjadi lemah dan juga rambut yang makin memutih malah membuatku terus menjadi mencintaimu. bapak kau habiskan 1/3 dari usiamu buat mengasuh saya dan juga keluargamu. meninggalkan masa muda yang nampak indah dengan kesenangan dunia dan juga memilah jadi pemimpin dari suatu keluarga.

bapak, kau laki - laki kesatu yang telah membuatku jatuh cinta. kau laki - laki yang tidak hendak sempat membuatku patah hati dan juga terjatuh dalam sakitnya ditinggalkan tanpa suatu sebab. bapak, dapatkah saya menciptakan pasangan hidup sepertimu. yang danpat melindungi dan juga menyayangi keluarganya melebihi apa juga di dunia ini.

satu perihal yang tentu, tidak hendak sempat terdapat seorang juga di dunia ini yang menyamaimu. tidak hendak penah terdapat yang dapat mengambil alih posisimu di hatiku, tidak hendak sempat terdapat. kau satu dan juga tidak hendak sempat terganti dengan laki - laki hebat mana juga, dengan sekalipun dengan laki - laki yang telah membuatku jatuh hati buat yang kedua kalinya.

ajarkan saya tentang makna suatu perjuangan dalam hidup, ajarkan saya tentang suatu keikhlasan buat keluarga tanpa mengharapkan imbalan apa juga. ajarkan saya trik menyayangi seorang dengan penuh ketulusan, penuh canda dan tawa. dan juga ajarkan saya trik menyembunyikan kaluh kesah dan permasalahan supaya senyum - senyum itu senantiasa merekah. ajarkan saya. ( baca pula : dengan seorang diri bisa jadi jalanmu hendak lebih kilat, tetapi bila bersamaku bisa jadi hendak lebih jauh )

bila sesuatu hari nanti saya berangkat dari sisimu, berbarengan seseorang laki - laki lain yang dengan berani menghadapamu. yakinlah namamu senantiasa terdapat di hatiku, dan juga darah yang terdapat di dalam badan ini merupakan milikmu. jangan sempat bapak menyembunyikan kerasa rindu, karna sehebat apa juga bapak menyembunyikannya. saya senantiasa dapat merasakannya, dan juga terdapat waktunya saya kembali ke rumah yang dahulu sempat mengukir cerita antara saya dan juga bapak berbarengan dengan keluarga yang saya miliki.



(sumber: jomloo.com)

Jumat, 20 Mei 2016

Wanita Ini Menunjukkan Ketulusan Cinta Seorang Anak Kepada Ayahnya

buat terus dapat mengasihi seorang dengan kesabaran merupakan suatu yang sulit dicoba.
kasih sayang merupakan kerasa yang mencuat dari hati yang tulus buat menyayangi, mengasihi, dan membagikan kebahagian seluruhnya.

perasaan sayang hendak terjalin, bila kita kenali dekat dengan seorang. serupa dalam keluarga kasih sayang amat diperlukan, baik kasih sayang orang tua kepada anak maupun kebalikannya.

kata kasih sayang hendak tidak bermakna bila tidak diimbangi dengan perbuatan. serupa trik perempuan berbaju kuning yang satu ini, yang lagi menggendong bapaknya.

roda benar berbalik, bila dahulu si bapak kerap menggendongnya waktu kecil saat ini saatnya dia yang menggendong si bapak yang tidak sanggup berjalan karna usia.

begitu inspiratif triknya mengasihi si bapak paling utama buat kanak - kanak yang lebih memilah meninggalkan orang tua mereka di umur tua dan juga membiarkan teman mengasuh orang tua mereka.

dalam serangkaian photo berbarengan yang dibagikan ke media sosial facebook, perempuan ini nampak tulus melaksanakan aktivitas tersebut, dengan tersenyum lebar dikala lagi menggendong dan juga tuntas memandikan si bapak.




(sumber: cerminan.com)

SUDAHKAH ANDA MEMULIAKAN IBU YUK KETAHUI DENGAN TERSEDERHANA INI

kamu boleh aja terasa sudah memuliakan orang tua, paling utama bunda. tetapi, coba uji lewat sebagian persoalan berikut ini, benarkah kamu telah memuliakannya?

1. tempat tinggal aku berjauhan dengan bunda, hingga aku.. . .
a. teratur menelepon bunda, senantiasa menanyakan kabarnya dan juga berikan laporan tentang aku dan juga keluarga.
b. menelepon bunda ketika aku rindu, anak aku sakit, ataupun dikala aku memerlukan bantuannya.
c. menelepon bunda pada dikala idul fitri ataupun idul adha buat meminta maaf atas seluruh kesalahan aku.

2. dikala bunda sakit, aku.. .
a. tentu mengetahuinya dan berupaya menemani dan juga membikin bunda terasa aman.
b. tentu menjenguk bunda dan juga mengantarkan oleh - oleh kesukaannya.
c. menelepon bunda, memohon maaf karna tidak dapat menjenguknya dan juga berharap dia lekas pulih. aku percaya bunda tentu paham.

3. aku berubah komentar dengan bunda, hingga aku.. .
a. simaklah komentar bunda dahulu asal tidak berlawanan dengan akidah agama. aku percaya seluruh dapat dituntaskan dengan komunikasi yang baik.
b. mengerti jalur benak bunda, tetapi aku berhak atas hidup aku seorang diri.
c. teguh pada komentar aku karna era saat ini berubah dengan era bunda dahulu.

4. tiap aku bakal mengambil keputusan sangat berarti dalam hidup, aku.. .
a. senantiasa mengaitkan bunda. saran - saran dan juga doanya amat mempengaruhi pada hidup aku.
b. memohon saran - saran bunda karna dia pakar di bidang tersebut.
c. berikan ketahui bunda tentang keputusan yang telah aku buat.

5. bunda sudah tiada, aku.. .
a. senantiasa mendoakan dia masing - masing usai shalat dan juga berupaya jadi orang yang bertakwa.
b. senantiasa memandangi fotonya dan juga berharap dia terdapat di dekat aku. aku rindu senyumnya.
c. senantiasa berkunjung ke makamnya tiap jelang ramadhan.

hasil tes
jawaban a: kamu sudah berupaya semaksimal bisa jadi buat tetap memuliakan bunda. kerap kali kamu rela mengenyampingkan kemauan individu demi membahagiakan dan juga memuliakannya.

jawaban b: kamu mencintai dan juga menghormati bunda serupa kamu menyayangi diri seorang diri.

jawaban c: atensi dan juga perilaku kamu terhadap ibunda masih kurang, jauh dari perilaku memuliakannya. mumpung masih terdapat waktu, ayo tingkatkan atensi dan juga perlakukan ibunda dengan sikap - sikap yang memuliakannya.



(sumber: matatasbih.blogspot.co.id)

Kamis, 19 Mei 2016

Ibu, Usiamu Semakin Senja Namun Tak Sedikitpun Kujumpai Kelelahan Dalam Dirimu

“Bu, apa kabar? Semoga iman selalu tertanam di dalam dadamu. Semoga Islam selalu menjadi pegangan hidupmu, hingga Izrail menjemputmu. Semoga taqwa senantiasa mengiringi hari-harimu. Semoga ihsan senantiasa menemanimu, dimana dan kapanpun kau berada.”

“Bu, apakah kau sudah makan pagi ini? Menu apakah yang kau masak dan sediakan untuk dirimu dan adik-adikku? Ah, jika bicara makanan, aku pasti ingat akan dirimu. Karena kau adalah koki paling hebat di dunia ini. Sekalipun hanya bayam, bawang merah, bawang putih dan cabe, namun kau bisa menyulapnya menjadi makanan yang penuh cinta, full kasih, sarat sayang. Sehingga aromanya adalah nikmat, rasanyapun mantab. Tak ayal, sederhana yang nampak luar biasa. Dan kini, aku sungguh merindukan luar biasanya masakanmu itu.”

“Bu, apakah kau sudah sholat ?”

Kawan, aku malu jika menanyakan ini pada ibuku. Dulu, ketika aku masih kecil, beliaulah yang cerewet mengajakku untuk sholat. Dengan segala macam kesibukan yang beliau emban, beliau sempatkan mencariku yang tengah asyik dengan duniaku. Dengan cinta beliau menyapaku, “Mas, sudah sholat belum?” Beliau memanggil aku dengan bahasa cintanya, ”Mas”. Dan kini, aku bukan ingin mengguruinya dengan menanyakan sholatnya. Bukan itu, aku hanya ingin mengingatkannya. Karena aku tidak mau kita berbeda tempat di akhirat kelak. Inginku sederhana Bu, kita bersama menghuni surgaNya, Amin.. ya Rabb.

Bahkan beliau tak pernah menyerah untuk menanyai sholatku, padahal hampir setiap ditanya, bukan jawaban yang kuberikan, melainkan mirip bantahan, ”Ngapain nanya-nanya sholat segala?”, ucapku kesal. “Gak lihat sedang asyik main sama teman apa?” lanjutku kesal. Astaghfirullah.. Maafkan aku Bu, semoga Allah mengampuni semua khilafku padamu.

“Bu, Ibu sudah mandi?” Ingin sekali aku dimandikanmu, seperti dulu ketika aku kecil. Mandi bersamamu dengan air sayang, dicampur kehangatan kasih. Membersihkan setiap kotoran yang melekat ketika diri memang belum berdaya apa–apa. Pun, ketika diri ini sudah bisa berlari dan bermain, kau masih sering dimandikan olehmu. Tanganmu lembut sekali, belaianmu benar-benar menguatkanku.  Dengan sabar kau lakukan peran itu. Menggosok pelan tubuhku, membersihkannya dengan sepenuh jiwa, seperti kau memandikan dirimu sendiri. Bahkan, kau lebih bersih, lebih teliti dalam memandikanku, daripada ketika kau bersihkan dirimu sendiri. Dengan segenap batas, ijinkan aku untuk mengucapkan terima kasih yang tak terhingga untuk kasihmu yang tiada terbalas.

“Bu, Ibu sedang apa sekarang ?”. Mudah-mudahan Allah melapangkan semua aktivitas kebaikanmu. Semoga Allah mencegahmu dari berbuat keburukan, sekecil apapun. Semoga, Allah menjadikan setiap lakumu adalah keberkahan, sehingga bisa mengantarkanmu dan kami (anak-anakmu) ke surgaNya kelak, Amiin. Jangan lupa ya Bu, iringi setiap langkah dengan dzikir, dengan munajat panjang untuk kami, anak-anakmu. Karena Allah tidak akan menolak doa kebaikan dari seorang Ibu kepada anaknya. Untuk yang kesekian kalinya, ijinkan aku mengucapkan, ”Jazakillah ahsanal jaza’ atas semua yang kau berikan kepada kami, termasuk doa-doa panjangmu, yang tak pernah putus demi kebaikan kami, anakmu”

Bu, aku tersinggung ketika kau bertanya demikian, ”Mas, nanti kalau Ibu sudah tua gimana? Ibu khawatir jika kalian akan meninggalkan Ibu sendirian.”   Hatimu sungguh halus, selembut sutra bahkan lebih lembut lagi. Jangan khawatir Bu, Allah pasti memudahkanku untuk merawatmu, sebagaimana kau merawatku dulu. Akan kuajak kau serumah denganku, dengan istriku, juga dengan cucu-cucumu nanti. Insya Allah, Allah pasti akan memudahkan terwujudnya niat baikku itu. Tak perlu kau risau, tak perlu kau ragu. Aku sudah berkomitmen untuk tidak menjadi seperti Malin Kundang yang durhaka pada ibunya. Aku hanya ingin seperti para sahabat Nabi yang membaktikan hidupnya untuk oran tua mereka. Karena kebaktian kepadamu, karena kedekatan hati denganmu, adalah sumber keberkahan di dunia ini, juga dia khirat kelak. Tentunya, selama kau tidak menyuruhku untuk melanggar aturan-aturan Allah.

“Bu, aku rindu padamu, sangat rindu sekali.” Walaupun kutahu, rinduku hanyalah seujung kuku jika dibanding dengan rindumu yang sepanjang masa. Tak terbatas oleh ruang dan waktu. Aku rindu senyummu. Aku rindu teduhnya wajamu. Aku rindu belaian tanganmu. Aku rindu pijitan cintamu. Aku rindu dekapanmu. Aku, rindu gurauanmu. Aku rindu kemanjaan di waktu tuamu. Aku rindu masakanmu. Aku rindu omelanmu. Aku, aku, aku, merindukan semua tentangmu. Karenamulah, aku belajar rindu. Semoga rindu ini akan berakhir di tempat terindah yang Allah sediakan kelak di surgaNya. Untuk anak dan orang tua yang saling merindukan Surga, pertemuan sejati dengan Allah. Aamiin ya Rabb.

“Bu, jikapun kami jauh dari fisikmu. Yakinlah! Bahwa diriku tengah mencoba mendekatkanmu dalam setiap jenak kehidupan. Dalam setiap doa bahkan desah nafasku. Dalam setiap langkah, aku akan selalu menyertakanmu. Karena Rasul pernah bersabda, Ridho Allah tergantung kepada Ridho orang tua. Murka Allah tergantung kepada murka orang tua. Maka dari itu, Ridhoilah anakmu ini agar Allah tidak memurkai diri yang banyak salah ini.”

“Bu, usiamu semakin senja. Namun, sedikitpun tak kujumpai kelelalahan dalam dirimu. Senyummu tambah merekah, tawamu tambah renyah, bincangmupun semakin sarat makna. Aku tak tahu, terbuat dari apakah dirimu, sehingga begitu tegarnya dalam mengahadapai karang kehidupan yang seringkali mengahantammu sesukanya. Ah, lagi-lagi aku lupa! Bahwa kau adalah manusia terbaik di dunia ini setelah Rasulullah. Bukankah Allah pernah berpesan bahwa Ibu berbanding tiga kali dengan Ayah? Maka, di senjanya usiamu yang kian bergairah, ijinkan kami untuk berbakti, sekali lagi, walaupun apa dadanya.”

“Bu, kini, aku tengah dewasa, sudah saatnya aku mencari menantu yang akan menjadikanmu sebagai Ibu. Aku akan taat dengan pilihanmu. Aku akan dengan senang hati menjadikan pilihanmu sebagai belahan jiwaku. Sebagaimana kau telah menjadikanku sebagai belahan hatimu. Oleh karena itu, kumohon, carikan aku wanita sholihah yang kelak bisa membantuku untuk mencintai Allah, Rasulullah juga mencintaimu setulus jiwa. Jika pilihanmu adalah seperti petunjuk Rasulullah, yang bagus gamanya. Maka, tak ada alasan bagiku untuk menolaknya. Aku akan menikahi pilihanmu itu. Namun, jika tak ada pilihan yang kau berikan, maka ijinkan aku untuk memilihnya sendiri, tentunya dengan persetujuanmu.”

Bu, jangan berhenti melantunkan doa cinta untuk kami. Agar kami bisa menggapai mimpi kami. Mimpi untuk membuatmu tersenyum di dunia ini juga dia akhirat kelak.

Ah, aku lupa!!

Kawan, apakah Ibumu sudah bertemu Allah?

Jika ‘Iya,’ maka belum terlambat. Masih ada waktu untuk berbakti padanya. Doakan dengan doa terkhusyu’ yang kau punya. Agar Allah mengumpulkanmu dan Ibumu di surgaNya. Lakukan pula sedekah, lalu hibahkan pahala untuknya. Karena Nabi mengajarkan hal itu. Lakukan pula haji dan niatkan untuk menghajikan Ibumu jika ternyata beliau belum sempat bertamu ke bumi Allah di Makkah. Lakukan pula amal sholih, terus menerus, agar beliau tersenyum melihat kegigihanmu di dunia ini. Jika Ibuku yang masih hidup saja sangat kurindukan, padahal bisa kutemui sewaktu-waktu, maka aku tidak bisa membayangkan betapa rindunya dirimu kepada Ibumu yang telah berada di negeri  yang sangat susah untuk sekedar kau temui atau untuk kau kecup keningnya. Tapi, yakinlah kawan! Bahwa kau akan menemuinya kelak di Surga. Amin.. Ya, Rabb.

Terakhir, untuk para calon Ibu, “Jadilah Ibu yang melahirkan pahlawan bagi agama Allah. Karena tidak ada balasan bagi para mujahid selain menang atau surga. Jangan biarkan dirimu dipersunting oleh orang yang tidak mau tahu tentang AgamaNya. Namun relakan dirimu, ketika ada orang yang dengan tulus akan mengajakmu meniti jalan cinta para pejuang, jalan cinta yang akan mengantarkanmu, pasanganmu dan keluargamu ke Surga yang sangat indah.”

Untuk para ibu dan calon ibu di seluruh dunia, kuucap syahdu penuh rindu, “Semoga Allah memudahkanmu untuk mendidik para Mujahid di jalan Allah. Semoga  Allah senantiasa melimpahkan keberkahan kepadamu. Semoga Allah melindungimu, selamanya. Aku, mencintaimu karena Allah..”



(sumber: yangunik.com)

Rabu, 18 Mei 2016

YA ALLAH.. Jadikan Ibu Kami Sebagai Perempuan Ahli Surga. Aamiin Ya Rabbal'alamin...Silahkan SHARE/BAGIKAN...

Waktu engkau lahir ke dunia tali pusarmu di potong

Namun sisa tali pusar itu tetap ada di badanmu.

Supaya engkau senantiasa ingat dengan sosok wanita mengagumkan yang memberimu makanan melalui badannya. "

اَللَّهُمَّ اغ�'فِرَلِي�' وَلِوَالِدَىَّ وَٰر�'حَم�'هُمَا
كَمَارَبَّيَانِي�' صَغِي�'رًا

Allahummaghfir lii wa liwaalidayya warhamhuma kamaa rabbayanii shaghiraa

Ya Allah, ampunilah saya serta ke-2 orangtuaku, serta sayangilah keduanya seperti keduanya menyayangi saya di saat kecil

''YA ALLAH..
menjadikan ibu kami sebagai wanita Pakar Surga. "

Aamiin ya Rabbal'alamin...

click SHARE/BAGIKAN apabila anda sayang Pada IBU..sertakan " Aamiin " dikolom komentar, mudah-mudahan Allah mengabulkan...



(sumber: media-masa.com)

Senin, 16 Mei 2016

SEMPATKANLAH MENULIS AAMIIN JIKA SAYANG KEPADA IBU, SEMOGA KITA SEMUA SELALU DI JADIKAN ANAK YANG SELALU BERBAKTI KEPADA ORANG TUA [[SHARE SEMOGA BERMANFAAT]]

1. Saat makan
Jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya
dan berkata, "Cepatlah makan, ibu tidak lapar.."

2. Waktu makan
Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya
dan berkata,"ibu tidak suka daging, makanlah, nak.."

3. Tengah malam saat dia sedang menjaga anaknya yg sakit,
Ia berkata, "Istirahatlah nak, ibu masih belum ngantuk.."

4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja,
mengirimkan uang untuk ibu.
Ia berkata,"Simpanlah untuk keperluanmu nak, ibu masih punya uang."

5. Saat anak sudah sukses,
menjemput ibunya untuk tinggal di rumah besar,
Ia lantas berkata,"Rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tinggal di sana."

6. Saat menjelang tua,
ibu sakit keras, anaknya akan menangis, tetapi ibu masih bisa tersenyum sambil berkata,
"Jangan menangis, ibu tidak apa-apa."
Ini adalah kebohongan terakhir yg dibuat ibu.
Tidak peduli seberapa kaya kita, seberapa dewasanya kita,
ibu selalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan-diri kita,
tetapi beliau tidak pernah membiarkan kita mengkhawatirkan- dirinya.

Semoga semua anak di dunia ini, bisa menghargai setiap kebohongan seorang ibu.
karena beliaulah malaikat nyata yg dikirim TUHAN untuk menjaga kita
dari Sekian 'kebohongan' yang sering dilakukan seorang ibu kepada anaknya.
adakah yang menandingi kasih sayang ibu terhadap anaknya?
Semoga kita semakin ingat akan semua pengorbanan yang telah dilakukan ibu kita kepada kita anaknya dari mulai di kandungan sampai kita dewasa.

Disebutkan dalam sebuah hadits sahih bahwasanya ada seorang laki-laki datang menemui Rasulullah shalallahu'alai hi wassalam . Lelaki itu bertanya, "Siapakan yang harus saya taati?" Rasulullah menjawab, "Ibumu." Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa lagi?" Rasulullah menjawab, "Ibumu." Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa lagi?" Rasulullah masih menjawab, "Ibumu." Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa lagi?" Rasulullah menjawab, "Ayahmu"

Betapa mulia kedudukan seorang ibu dihadapanNya, betapa besar pengorbanan seorang ibu demi anak-anaknya 9 bulan mengandung membawa kita kemanapun dia melangkah
dalam suka maupun duka, setelah kita lahirpun waktu tidurnya rela berkurang demi kita, maka pantaslah seperti pepatah surga dibawah telapak kaki ibu dan murka ibumu sama dengan murka Tuhanmu. ironisnya jaman sekarang kebanggaan sebagai seorang ibu bukan bentuk satu kemuliaan dan kebanggaan menjadi seorang ibu sudah luntur dengan banyaknya kasus seorang ibu yang rela membuang darah dagingnya entah yang belum terlahir maupun yang sudah lahir kedunia, berbanding terbalik dengan masa dimana kekejaman fir'aun yang membunuh anak-anak yang lahir kedunia dimana saat ini mengganggap bahwa manusia kini lebih beradab tapi semuanya dikesampingkan baik aturan hukum maupun agama cuma jadi hiasa kartu tanda penduduk belaka.

Cintai Ibumu dan hormati serta hargailah calon-calon ibu lainnya ( wanita ) karena kitapun terlahir dari seroang wanita menyakiti wanita sama dengan menyakiti ibumu.




(simber: coretan-hampa.blogspot.com)

Jumat, 13 Mei 2016

Sakitnya Ibu Saat Melahirkan Tak Sebanding Bila Anaknya Melakukan Hal Ini, TIDAK AKAN SEBANDING!!!

Ibu adalah adalah sosok yang luar biasa dalam kehidupan. Seorang sosok perempuan tangguh dan tegar ketika badai kehidupan menghempas. Secara fisik ia boleh saja merupakan sosok yang lemah, namun ketika harus menyelamatkan anak-anaknya, ia bisa berubah menjadi jiwa pemberani dan tegas.

Rela pasang badan tatkala membela anak-anaknya dari ancaman dan bahaya apa pun. Tak jarang pula tampil menjadi sosok penyelamat keluarga saat sang ayah tengah teperosok dalam krisis kehidupannya.


Namun, seiring dengan usianya yang kian mendekati senja, kerut di kening dan di pipinya adalah bukti kelelahan dari pengorbanan yang luar biasa. Tangan yang dulunya halus, kian hari menjadi kasar karena kerasnya memahat bongkahan batu kehidupan.

Sakitnya melahirkan anak, ternyata tidak sebanding dengan sakitnya ketika anak yang ia cintai dan lahirkan membentaknya.

Berikut ini kisah yang akan menyadakan kita bahwa ibu lebih memilih sakitnya melahirkan daripada dibentak buah hatinya seperti dikuti dari Eberita.org

“Ibu, masakin air bu. Aku mau mandi pakai air hangat,” seorang anak meminta ibunya menyiapkan air hangat untuk mandinya.

Sang ibu dengan ikhlas melaksanakan apa yang diperintah oleh sang anak. Dengan suara lembut ibunya menyahut, “Iya, tunggu sebentar ya, sayang!”

“Jangan terlalu lama ya Bu! Soalnya saya ada janji sama teman” ujar sang anak.

Tidak lama kemudian sang ibu telah usai menyiapkan air hangat untuk buah hatinya.

“Nak, air hangatnya sudah siap,” ibu itu memberi tahu.

“Lama sekali sih, Bu…” sang anak sedikit membentak.

Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, sang anak berpamitan kepada ibunya, “Bu, saya keluar dulu ya, mau jalan-jalan sama teman.”
“Mau kemana nak?” tanya sang ibu.

“Kan sudah aku bilang, saya mau keluar jalan-jalan sama teman,” kata sang anak sambil mengerutkan dahi.

Malam harinya, sang anak pulang dari jalan-jalan. Sesampainya di rumah ia merasa kesal karena ibunya tidak ada di rumah. Padahal perutnya sangat lapar, di meja makan tidak ada makanan apa pun.

Beberapa saat kemudian, ibunya datang sambil mengucapkan salam, “Assalamu’ alaik­­um.. Nak, kamu sudah pulang? Sudah dari tadi?”

“Hah, ibu dari mana saja. Saya ini lapar, mau makan tidak ada makanan di meja makan. Seharusnya kalau ibu mau keluar itu masak dulu…” kata si anak dengan suara sangat lantang.

Sang ibu mencoba menjelaskan sambil memegang tangan anaknya, “Begini sayang, kamu jangan marah dulu. Ibu tadi keluar bukan untuk urusan yang tidak penting, kamu belum tahukan kalau istrinya Pak Rahman meninggal?”

“Meninggal? Padahal tidak sakit apa - apa kan, Bu?” sang anak sedikit kaget, nada suaranya juga tidak tinggi lagi.

“Dia meninggal waktu Maghrib tadi. Dia meninggal saat melahirkan anaknya. Kamu juga harus tahu nak, seorang ibu itu bertaruh nyawa saat melahirkan anaknya,” ibu memberikan penjelasan.

Hati sang anak mulai terketuk, dengan suara lirih ia bertanya pada ibunya, “Itu artinya, ibu saat melahirkanku juga begitu? Ibu juga merasakan sakit yang luar biasa juga?”

“Iya anakku. Saat itu ibu harus berjuang menahan rasa sakit yang luar biasa. Namun, ada yang lebih sakit daripada sekadar melahirkanmu, nak,” sang ibu menjawab.

“Apa itu, Bu?” sang anak ingin mengerti apa yang melebihi rasa sakit ibunya saat melahirkan dia.

Sang ibu tak mampu menahan air mata yang mengalir dari setiap sudut matanya seraya berkata, “Rasa sakit saat ibu melahirkanmu itu tak seberapa, bila dibandingkan dengan rasa sakit yang ibu rasakan saat dirimu membentak ibu dengan suara lantang, saat kau menyakiti hati ibu, Nak.”

Si anak langsung menangis dan memohon ampun atas apa yang telah diperbuat selama ini pada ibunya.

Semoga kisah ini bisa membuat kita lebih menghormati dan menyayangi ibu kita. Bagikanlah kepada yang lain.




(sumber: artikisah.com)

Sabtu, 23 April 2016

Subhanallah.. Begini Cara Rasulullah Membangun Kemesraan Bersama Istrinya

Hari-hari yang dilalui dengan rutinitas terasa membosankan. Jadi suami istri perlu refreshing sejenak dengan bersenda gurau atau bermain bersama untuk membangun kemesraan. Tak jarang hubungan menjadi kering karena tak dibumbui dengan kata cinta dan senyum indah.


Agar hubungan menjadi mesra kembali, ajaklah istri bermain. Bermain tidak harus jauh-jauh ke pantai. Cukup di halaman rumah, bahkan di dalam rumah. Misalnya bermain badminton, tenis, atau tebak-tebakkan. Kegiatan tersebut cukup ampuh untuk membangun kemesraan. Dari
Zaid bin Tsabit, ia berkata tentang Rasulullah saw : “ Beliau orang yang suka bercanda dengan istrinya “. (HR.Bukhari)

Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Dan Nabi saw tertawa melihat tingkah keduanya. (HR.Nasai)

Umul mukminin Aisyah menceritakan :
Pada suatu ketika aku ikut bersama Rasulullah dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu.
Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku, “ Kemarilah! Sekarang kita akan berlomba lari “. Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau “.
Beliau hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata, “ Inilah penebus kekalahan yang lalu “. (HR.Ahmad) 



[Sumber: reportaseterkini.net]

Jumat, 22 April 2016

Astagfirullahaladziim, Tahukah Kamu Perasaan Seorang Ibu Ketika Dibentak Anaknya...!!! Ternyata Lebih Sakit Dari Melahirkan

 IBU, masakin air bu. Saya ingin mandi pakai air hangat, ” seseorang anak memohon ibunya
menyiapkan air hangat untuk mandinya.

Sang ibu dengan ikhlas melaksanakan apa yang diperintah oleh sang anak.

Dengan suara lembut ibunya menyahut, “Iya, tunggu sebentar ya, sayang! ”

“Jangan terlalu lama ya Bu! Soalnya saya ada janji sama topik,. ” tutur sang anak.
Tak lama kemudian sang ibu sudah selesai menyiapkan air hangat untuk buah hatinya.

“Nak, air hangatnya sudah siap, ” ibu ini memberi tahu.

“Lama sekali sih, Bu…” sang anak sedikit membentak.

Sehabis selesai mandi dan kenakan pakaian rapi, sang anak berpamitan pada ibunya, “Bu, saya keluar dahulu ya, ingin
jalan-jalan sama teman. ”

“Mau kemana nak? ” bertanya sang ibu.

“Kan sudah saya katakan, saya ingin keluar jalan-jalan sama teman, ” kata sang anak sambil mengerutkan dahi.

Malam harinya, sang anak pulang dari jalan-jalan, sesampainya di rumah ia merasa kesal karena ibunya tidak ada di rumah. Padahal perutnya sangatlah lapar, di meja makan tidak ada makanan apapun.
Lebih dari satu waktu itu, ibunya datang sambil mengatakan salam, “Assalamu’ alaik­­um.. Nak, anda sudah pulang? Sudah dari tadi? ”

“Hah, ibu dari mana saja. Saya itu lapar, ingin makan tidak ada makanan di meja makan. Semestinya bila ibu ingin keluar ini masak dulu…” kata si anak dengan suara sangatlah lantang.

Sang ibu coba menuturkan sembari memegang tangan anaknya, “Begini sayang, anda janganlah geram dulu. Ibu tadi keluar bukanlah untuk masalah yg tidak penting, kamu belum tahukan kalau istrinya Pak Rahman meninggal? ”

“Meninggal? Padahal tidak sakit apa- apa kan, Bu? ” sang anak sedikit kaget, suara suaranya juga tidak tinggi lagi.

“Dia meninggal waktu Maghrib tadi. Dia meninggal dunia saat m3l4hirkan anaknya. Anda harus juga tahu nak, seorang ibu ini bertaruh nyawa saat m3l4hirkan anaknya, ” ibu memberi penjelasan.

Hati sang anak mulai terketuk, dengan suara lirih ia ajukan pertanyaan pada ibunya, “Itu berarti, ibu saat m3l4hirkanku juga demikian? Ibu juga rasakan sakit yang luar biasa juga? ”

“Iya anakku. Saat ini ibu mesti berjuang menahan rasa sakit yang luar biasa. Namun, ada yang lebih sakit dari pada sebatas m3l4hirkanmu, nak, ” sang ibu menjawab.

“Apa ini, Bu? ” sang anak ingin tahu apa yang melebihi rasa sakit ibunya saat m3l4hirkan dia.
Sang ibu tidak dapat menahan air mata yang mengalir dari tiap-tiap sudut matanya seraya berkata,

“Rasa sakit waktu ibu m3l4hirkanmu ini tidak seberapa, apabila di banding dengan rasa sakit yang ibu rasakan waktu dirimu membentak ibu dengan suara lantang, waktu kau menyakiti hati ibu, Nak. ”
Si anak segera menangis dan memohon ampun atas apa yang sudah diperbuat selama ini pada ibunya.

Masih tetap beranikah anda membentak ibumu yang sudah mempertaruhkan hidup matinya m3l4hirkan anda? Silakan Sebarkanlah narasi



(Sumber: mediamasakini.com)

Sabtu, 16 April 2016

Ketika Wanita Dipanggil Sayang, Hormon Bahagianya Langsung Bereaksi

Hallo selamat pagi, sayang?”. Bukankah kalimat tersebut terdengar manis dan hangat di telinga Anda? Panggilan “Sayang”, menurut peneliti, memiliki efek positif signifikan di otak wanita.

Panggilan mesra tersebut efektif dalam melepas hormon oksitosin di tubuh wanita yang menghasilkan perasaan bahagia dan hangat.

Selain itu, wanita yang sering dipanggil “Sayang”, ditemukan jarang mengalami stres dan lebih ikhlas dalam menghadapi segala tantangan hidup.

Oleh karena itu, “Sayang” dianggap sebagai kata positif yang memberikan dampak baik pada wanita. Menurut paparan di Psychology Today, panggilan “Sayang” pada wanita menciptakan perasaan aman dan nyaman. Mereka pun jadi lebih percaya diri dalam beraktivitas.

“Sensai sensual dibalik panggilan ‘Sayang’ menciptakan dopamine yang membuat kecanduan mendengar panggilan tersebut. Lalu, efek neurochemicals seperti oksitosin dan vasotosin, hormon cinta, membantu pasangan untuk membangun hubungan yang penuh cinta, kasih, dan loyalitas,” jelas laporan Psychology Today.

Berdasarkan Tech Knowledge, kata-kata positif dan negatif, memiliki efek terhadap energy tubuh, termasuk semangat dan motivasi.

Orang yang sering mendengar kata “Tidak” cenderung lebih mudah stres, ketimbang mereka yang mendengar kata “Ya” dan “Sayang”.

Sebuah laporan yang dipublikasikan oleh Harvard Law School mempelajari efek dari kata positif dan negatif.

Menurut studi, gambar-gambar indah yang disertakan kata negatif, akan memberikan pengaruh buruk pada pilihan orang yang melihatnya.

Oleh karena itu, banyak karyawan profesional yang sangat berhati-hati dalam pemilihan kata untuk materi presentasi. Mereka menghindari menggunakan kata negatif, dan menggantinya dengan kata penolakan yang lebih diplomatis.


Sumber: cerminan_com

Senin, 11 April 2016

Lakukan 8 Cara ini Agar Mertua Makin Sayang, Cara Nomor 6 Paling Ampuh

Ketika seorang  wanita menikah, maka tanggung jawab orang tuanya sudah terlepas, karena kini tanggung jawab itu beralih pada sang suami, dan kewajiban sebagai istri adalah memenuhi hak-hak suami, demikian juga suami terhadap istri. Namun, ada yang perlu diketahui bahwa wanita menikah bukan pada suami saja, melainkan juga pada semua keluarga besar dan juga kedua orang tuanya.


Perlu dipahami, sekarang Anda menjadi istri dari anak mertua Anda, yang selama ini telah membesarkannya dan berharap suatu hari nanti si anak akan menyayangi dan menjaganya sampai akhir hayat. Karena Anda sebagai istri, Anda juga harus berlaku baik kepada mertua Anda bersikap kepada orang tua Anda sendiri. Berikut ini adalah cara agar Anda bisa disayang mertua:

1. Sopan dan Santun
Seperti halnya pada orang tua. Anda, berlaku sopan dan sopan adalah hal utama saat berada dihadapan mertua. Jangan memperlihatkan muka cemberut atau ketus meski suasana hati Anda sedang buruk. Jika kebetulan mertua Anda mengeluarkan sindiran atau celaan yang membuat Anda tersinggung, lebih baik tanggapi dengan kepala dingin. Kalaupun ada yang tidak berkenan di hati, sampaikan saja semuanya dengan kepala dingin tanpa menanggapinya terlalu serius. Anggap saja itu bentuk perhatian darinya yang mungkin disampaikan dengan cara yang kurang tepat.

2. Berikan Perhatian
Berikan perhatian kepada mertua sesibuk apapun Anda. Untuk itu, Anda bisa memulainya dari hal-hal kecil yang tidak terlalu sulit. Misalnya, disela-sela kesibukan bekerja, tak ada salahnya jika Anda menelepon sekadar mengetahui kabar mertua. Atau, jika punya sedikit waktu sesudah pulang dari kantor, ajaklah suami Anda berkunjung sebentar kerumah orang tuanya. Ini
tentu amat berarti untuk mereka.
3. Belajar sabar menghadapi kebiasaan mertua
Ini sangat diperlukan terutama bagi Anda yang kebetulan mempunyai mertua yang sedikit cerewet dan gemar berkomentar tentang banyak hal. Jangan pernah terpancing menanggapi komentar pedasnya. Sabar dan mencoba tersenyum ialah cara paling ampuh agar ia menyayangi dan menghormati Anda.

4. Perlihatkan bahwa Anda pandai mengurus anaknya
Bagi seorang ibu, anaknya tetaplah menjadi “Bayi kecil” yang perlu diurus dengan baik. Jadi, jangan heran jika ia tidak bisa sepenuhnya memercayakan sang anak kepada Anda, menantu perempuannya, diawal pernikahan nanti. Karena itu, perlihatkan bahwa Anda mampu menggantikan peran ibu untuk mengurus anaknya. Untuk mempermudah jangan pernah malu bertanya kepada mertua tentang hal-hal yang disukai dan tidak disukai pasangan Anda.

5. Tunjukan minat saat mengobrol dengan mertua
Salah satu langkah penting untuk mendapatkan hati mertua ialah dengan menaruh perhatian dan minat saat mengobrol bersamanya. Ketika Anda terlihat memerhatikan dengan saksama dan membalas obrolan mertua, maka dia akan merasa Anda menantu yang peduli terhadapnya.

6. Bawakan Hadiah
Hadiah atau kejutan manis tentunya membahagiakan mertua Anda. Anda dapat membawakan oleh-oleh, makanan, aksesori, atau buku dari penulis favoritnya.

7. Perlihatkan rasa peduli
Menunjukkan kepedulian terhadap mertua ialah salah satu bukti bahwa Anda adalah menantu yang berbakti. Ingatlah bahwa mertua juga orang tua Anda. Kesehatan dan kebahagian hidup mereka merupakanhal penting yang harus diperhatikan.

8. Ajak bicara tentang masa mudahnya
Salah satu cara membuat mertua senang adalah bernostalgia atau meminta mereka untuk bercerita tentang kisah masih mudahnya. Anda juga bisa menanyakan masa kecil pasangan Anda, yang dapat membuat mereka merasa bersemangat dan bahagia kembali.


[sumber: reportaseterkini_net]

Minggu, 03 April 2016

Aku Milik Suamiku dan Suamiku Milik Ibunya, Bantu Share Yaa...

 Perempuan harus menyadari bahwa laki-laki setelah menikah memiliki dua cinta. Yakni cinta dia sebagai anak kepada ibunya dan cinta dia sebagai suami kepada istrinya.

Kesadaran ini akan membuat perempuan bijaksana menempatkan diri. Dia akan menjadi istri yang sabar kepada suaminya dan menjadi menantu yang jauh lebih sabar kepada ibu mertuanya.

Dan yang menjadi catatan penting seorang istri ketika dia memiliki perbedaan pandangan dengan ibu mertuanya kewajiban seorang istri adalah banyak mengalah dan bersabar. Karena kesabaran adalah salah satu tanda yang disematkan kepada perempuan-perempuan shalihah yang menjaga mistqan ghazila, ikatan suci yang diatasnya diletakkan tangan para malaikat.

Dan pahami juga oleh perempuan bernama mertua bahwa ketika anak memutuskan untuk menikah anak kita memiliki dua amanah besar dalam hidupnya yakni amanah dia sebagai anak kepadamu dan sebagai pemimpin bagi istri dan anak-anaknya.

Jangan perberat amanahnya dengan sikap mengatur segala urusan anak kita seperti saat ia bayi, biarkan dia membangun rumah tangganya bersama wanita pilihannya


Sumber: http_9trendingnews_blogspot_com

Senin, 28 Maret 2016

Inspiratif : Ketulusan Hati Seorang Anak Saat Merawat Ayahnya Yang Tak Mampu Berjalan

 buat terus dapat mencintai seorang dengan kesabaran menggambarkan suatu yg sulit dilakukan. Kasih dan juga Sayang menggambarkan kerasa yg timbul bersumber pada hati yg tulus buat menyayangi, mengasihi, dan menyimpan kebahagian sepenuhnya.


Perasaan sayang hendak terjadi, apabila kita kenali dekat dengan seseorang. Contohnya dalam keluarga kasih sayang amat dibutuhkan, baik kasih sayang orang tua pada anak maupun sebaliknya.

Kata kasih sayang hendak tidak bermakna apabila tidak diimbangi dengan perbuatan. serupa trik wanita berbaju kuning yang satu ini, yg lagi menggendong ayahnya.

Roda benar berputar, bila dahulu oleh bapak kerap menggendongnya waktu kecil saat ini saatnya ia yang menggendong si bapak yang tidak sanggup berjalan lantaran umur.

Sungguh inspiratif triknya menyayangi oleh bapak paling utama buat kanak - kanak yg lebih memilah meninggalkan orang tua mereka di umur tua dan juga membiarkan teman mengasuh orang tua mereka.

Pada serangkaian photo beserta yang dibagikan ke media sosial Facebook, wanita ini nampak luas dada melaksanakan kegiatan tersebut, beserta tersenyum lebar kala lagi menggendong dan juga terselesaikan memandikan oleh ayah.

Sumber: Cerminan_Com

Jumat, 25 Maret 2016

Ketika Wanita Dipanggil Sayang, Hormon Bahagianya Langsung Bereaksi

 Hallo selamat pagi, sayang?”. Bukankah kalimat tersebut terdengar manis dan juga hangat di kuping Anda? Panggilan “Sayang”, bagi peneliti, mempunyai dampak positif signifikan di otak wanita.

Panggilan mesra tersebut efisien dalam melepas hormon oksitosin di badan perempuan yang menciptakan perasaan senang dan juga hangat.

Selain itu, perempuan yang kerap terpanggil “Sayang”, ditemui tidak sering hadapi tekanan pikiran dan juga lebih ikhlas dalam mengalami seluruh tantangan hidup.

Oleh karna itu, “Sayang” dikira bagaikan kata positif yang membagikan akibat baik pada wanita. bagi eksplikasi di Psychology Today, panggilan “Sayang” pada perempuan menghasilkan perasaan nyaman dan juga nyaman. Mereka juga jadi lebih yakin diri dalam beraktivitas.

“Sensai sensual dibalik panggilan ‘Sayang’ menghasilkan dopamine yang membikin kecanduan mendengar panggilan tersebut. Lalu, dampak neurochemicals serupa oksitosin dan juga vasotosin, hormon cinta, menolong pendamping buat membangun ikatan yang penuh cinta, kasih, dan juga loyalitas,” jelas kabar Psychology Today.

Berdasarkan Tech Knowledge, perkata positif dan juga negatif, mempunyai dampak terhadap energy tubuh, tercantum antusias dan juga motivasi.

Orang yang kerap mendengar kata “Tidak” condong lebih gampang stres, dibanding mereka yang mendengar kata “Ya” dan juga “Sayang”.

Sebuah kabar yang diterbitkan oleh Harvard Law School menekuni dampak dari kata positif dan juga negatif.

Menurut studi, gambar - gambar indah yang disertakan kata negatif, hendak membagikan pengaruh kurang baik pada opsi orang yang melihatnya.

Oleh karna itu, banyak karyawan handal yang amat berwaspada dalam pemilihan kata buat modul presentasi. Mereka menjauhi memakai kata negatif, dan juga mengubahnya dengan kata penolakan yang lebih diplomatis. 


Sumber:
http_www_cerminan_com/berita/ketika-wanita-dipanggil-sayang-hormon-bahagianya-langsung-bereaksi.html

Rabu, 13 Januari 2016

Renungkanlah 6 Pesan Ibu Kepada Anak Lelakinya

Renungkanlah 6 Pesan Ibu Kepada Anak Lelakinya

1. Ibu berkata, hargai istrimu sebagaimana engkau menghargai ibumu, sebab istrimu juga seorang ibu dari anak-anakmu.

2. Ibu berkata, jika marah boleh tidak memberi uang, boleh tidak berbicara dengan istrimu, tapi jangan bertengkar dengannya (membentaknya, memukulnya).

3. Ibu berkata, diam sajalah jika istrimu sedang marah. Ingatlah ketika khalifah Umar bin Khattab dimarahi istrinya. Umar hanya diam saja tanpa membantah. Kamu bisa bayangkan seorang Umar yang kuat dan perkasa, bahkan setan pun takut bertemu dengannya. Umar diam karena dia mengerti betul betapa beratnya menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya. Masa depan anak-anaknya sangat bergantung pada istrinya. Jika istrimu marah maka diam dan dengarkan sajalah

4. Ibu berkata, jantung rumah adalah seorang istri. Jika hati istri mu tidak bahagia maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian). Maka sayangi istrimu agar dia bahagia dan engkau akan merasa seperti di surga.
Ibu berkata, besar atau kecil gajimu, seorang istri tetap ingin diperhatikan. Dengan begitu maka istrimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang.

5. Ibu berkata, 2 orang yg tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. Karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya.
Ibu berkata, diluar banyak wanita idaman melebihi istrimu. Namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu. Saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain dibelakangmu.

6. Ibu berkata, banyak istri yang baik. Tapi diluar sana banyak pria yang ingin mempunyai istri yang baik dan mereka tidak mendapatkannya. Mereka akan menawarkan perlindungan terhadap istrimu. Maka jangan biarkan istrimu meninggalkan rumah karena kesedihan, Sebab ia akan sulit sekali untuk kembali

Sumber:http_www_intisari9_com/2016/01/renungkanlah-6-pesan-ibu-kepada-anak.html