Tampilkan postingan dengan label benar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label benar. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juli 2016

Jangan Ucapkan Minal Aidin Wal Faizin, Ini Ucapan Selamat Idul Fitri yang Benar!

menjelang hari raya idul fitri ataupun setelahnya. kalangan muslimin di indonesia sudah terbiasa mengirim perkataan minal aidin wal faizin yang setelah itu disambungkan dengan kalimat mohon maaf lahir dan juga batin. seolah - olah minal aidin wal faizin maksudnya mohon maaf lahir dan juga batin.

jangan galat kasih perkataan minal aidin wal faizin, ini perkataan lebaran yang benar!


entah darimana asal muasal perkataan ini, tetapi sesungguhnya secara harfiah minal aidin wal faizin berarti mudah - mudahan kamu tercantum orang - orang yang berulang dan juga tercantum orang yang beruntung.

di arab seorang diri, perkataan minal aidin wal faizin tidak sempat didengar. terlebih lagi tidak terdapat hadits ataupun ayat yang menarangkan tentang kesunnahan melafadzkan perkataan minal aidin wal faizin.

kebalikannya rasulullah dan juga para teman - temannya kala lebaran tetap mengucapkan kalimat taqabbalallahu minna wa minkum.

riwayat yang menarangkan perkataan taqabbalallahu minna wa minkum ini dituturkan oleh ibnu ziyad. dia menggambarkan peristiwa kala berbarengan abu umamah al - bahili dan juga yang lain dari teman rasulullah saw.

syahdan, sepulang dari shalat id, mereka silih berkata,

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ

imam ahmad menarangkan, sanad hadits abu umamah ini jayyid.

ali bin tsabit berujar,

سألت مالك بن أنس منذ خمس وثلاثين سنة وقال: لم يزل يعرف هذا بالمدينة

" saya bertanya pada malik bin anas semenjak 35 tahun. ia menanggapi, perihal (perkataan) ini senantiasa ditradisikan di madinah. "

dalam sunan al - baihaqi disebutkan,

عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ قَالَ: لَقِيتُ وَاثِلَةَ بْنَ الأَسْقَعِ فِي يَوْمِ عِيدٍ فَقُلْتُ: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ، فَقَالَ: نَعَمْ تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ، قَالَ وَاثِلَةُ: لَقِيتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ عِيدٍ فَقُلْتُ: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ، فَقَالَ: نَعَمْ تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ

diriwayatkan dari khalid bin madan, dia mengatakan, " saya berjumpa watsilah bin asqa pada hari raya. saya katakan padanya: taqabbalallahu minna wa minka. watsilah menjawab, saya sempat berjumpa rasulullah saw pada hari raya, lalu saya katakan taqabbalallahu minna wa minka. dia menanggapi, ya, taqabbalallahu minna wa minka. "

kedua riwayat ini membagikan benang merah, perkataan taqabbalallahu minna wa minka menggambarkan teks yang disyariatkan (masyru) dan juga hukum mengucapkannya sunnah.

oleh karenanya, perkataan lebaran minal aidin wa faizin aja sesungguhnya kurang pas bila diungkapkan buat memohon maaf, karna makna minal aidin wal faizin bukan permintaan maaf.

hendaknya bila mau memohon maaf cukup dengan mengucapkan " mohon maaf lahir batin " , lebih afdhol lagi bila dimulai dengan berdoa serupa hadits diatas.

" taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum, taqabbal ya karim, jaalanallahu waiyyakum minal aidin wal faizin, aamiin " ,

baru setelah itu mohon maaf lahir batin, komplit banget dah.






(sumber: kabarmakkah.com)

Minggu, 22 Mei 2016

90 Persen Muslim Sering Keliru Dengan Penggunaan Subhanallah & Masya Allah", Bagaiman Dengan Anda?

ungkapan dzikir ataupun kalimah thayyibah “subhanallah” kerap tertukar dengan ungkapan “masya allah”. ucapkan “masya allah” bahwa kita terasa kagum. ucapkan “subhanallah” bila memandang keburukan.

sepanjang ini kalangan muslim kerap “salah kaprah” dalam mengucapkan subhanallah (mahasuci allah) , tertukar dengan ungkapan masya allah (itu terjalin atas kehendak allah). bahwa kita takjub, kagum, ataupun mendengar perihal baik dan memandang perihal indah, lazimnya kita berkata subhanallah. sementara itu, sepatutnya kita mengucapkan masya allah yang bermakna “hal itu terjalin atas kehendak allah”.

ungkapan subhanallah tepatnya dipakai buat mengatakan “ketidaksetujuan atas sesuatu”. semisal, begitu mendengar terdapat keburukan, kejahatan, ataupun kemaksiatan, kita katakan subhanallah (mahasuci allah dari keburukan demikian).

perkataan masya allah
masya allah maksudnya “allah telah berkehendak hendak perihal itu”. ungkapan kekaguman kepada allah dan juga ciptaan - nya yang indah lagi baik. melaporkan “semua itu terjalin atas kehendak allah”.

masya allah diucapkan apabila seorang memandang perihal yang baik dan juga indah. ekspresi penghargaan sekalian pengingat kalau seluruh itu mampu terjalin cuma karna kehendak - nya.

“dan kenapa kamu tidak mengucapkan kala kamu merambah kebunmu, ‘maasya allah laa quwwata illa billah‘ (begitu atas kehendak allah seluruh ini terwujud, tiada kekokohan kecuali dengan pertolongan allah). sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam perihal harta dan generasi? ” (qs. al - kahfi : 39).

perkataan subhanallah

waktu mendengar ataupun memandang perihal kurang baik/kurang baik, ucapkan subhanallah bagaikan penegasan : “allah mahasuci dari keburukan
tersebut”.

dari abu hurairah, dia mengatakan : “suatu hari aku berjunub dan aku memandang rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berjalan berbarengan para teman, lalu aku menghindari mereka dan kembali buat mandi junub. sehabis itu aku tiba menjumpai rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. dia bersabda : ‘wahai abu hurairah, mengapakah engkau malah berangkat dikala kami timbul? ’ aku menanggapi : ‘wahai rasulullah, aku kotor (dalam kondisi junub) dan aku tidak aman buat berjumpa kamu dalam keadaan junub. rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : subhanallah, sebetulnya mukmin tidak najis. ” (hr. tirmizi)

“sesungguhnya mukmin tidak najis” artinya, kondisi junub jangan jadi halangan buat berjumpa sesama muslim. dalam al - quran, ungkapan subhanallah dipakai dalam menyucikan allah dari perihal yang tidak pantas (perihal kurang baik) , semisal : “mahasuci allah dari memiliki anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan”, pula digunakan buat mengatakan keberlepasan diri dari perihal menjijikkan semacam syirik. ” (qs. 40 - 41).

jadi, akhirnya, ungkapan subhanallah diajarkan tiap kali seorang memandang suatu yang tidak baik, bukan yang baik - baik ataupun keelokan. dengan perkataan itu, kita menegaskan kalau allah subahanahu wa ta’ala maha suci dari seluruh keburukan tersebut.

masya allah diucapkan apabila seorang memandang yang indah, indah karna keelokan atas kuasa dan kehendak allah ta’ala. kemudian, apakah kita berdosa karna mengucapkan subhanallah, sementara itu sepatutnya masya allah dan kebalikannya? insyaa allah tidak. allah maha paham iktikad perkataan hamba - nya. cuma aja, sehabis ketahui, ayo kita ungkapkan dengan pas antara subhanallah dan masya allah.

wallahu a’lam bish - shawab





(sumber: kisahmuslimah. com)

Senin, 18 April 2016

Imam Besar Khatolik Ini Mengakui Islam Agama yang Benar. SUBHANALLAH, Jangan Lupa di Share...!!!

Dmitri Smirnov yang merupakan seorang Imam Besar Katolik Ortodoks menyampaikan satu khutbah gereja yang begitu menggemparkan di depan beberapa ratus jemaatnya. Dalam khutbahnya itu, dia menyampaikan hari esok Rusia bakal jadi punya pemeluk Islam. Tersebut khutbah yang di sampaikan oleh Dmitri Smirnov :

 Kalian saksikan, saat umat Islam merayakan hari besar keagamaannya, tak satu juga orang yang berani melalui mereka, lantaran di semua dunia di masjid-masjid serta berjalan-jalan kota di padati jutaan ribu umat Islam yang tengah bersujud pada Tuhannya.

Saksikanlah, barisan jutaan umat manusia yang melaksanakan ibadah dengan begitu teratur serta ikuti shaf mereka semasing, serta hal semacam itu tak perlu di ajarkan. Mereka berbaris dengan teratur tanpa ada mesti di perintah. Lantas di mana kalian dapat lihat pemeluk Kristen semua dunia, dapat melaksanakan ibadah berbarengan?

 Serta hal semacam itu tak ada dalam Kristen, kalian akan tidak pernah memandangnya. Lihatlah mereka, orang Muslim sering menolong dengan suka-rela tanpa ada mengharapkan imbalan, namun pemeluk Kristen jadi demikian sebaliknya. Kalian tanyakan pada wanita tua itu (sembari menunjuk wanita yang lumpuh yang ada di gerejanya). Menurut wanita tua itu, seseorang pengemudi Muslim kerap sediakan layanan transportasinya untuk mengantarnya ke gereja di Moskow.

 Serta tiap-tiap wanita tua itu menginginkan memberikannya gaji, namun pengemudi Muslim senantiasa menampiknya dengan argumen kalau Islam melarang mengambil gaji pada wanita lanjut usia, jompo, dhuafa serta anak-anak yatim di beberapa panti serta yayasan. Dengarkanlah persaksiannya, walau sebenarnya wanita tua itu bukanlah ibu atau kerabatnya, namun pengemudi Muslim menyampaikan dalam Islam harus menghormati orang yang lebih tua, terlebih orangtua yang lemah serta tidak berdaya itu.

Keikhlasan pribadi pengemudi Muslim itu tak ada diketemukan dalam pemeluk Kristen yang mengajarkan kasih, namun pengemudi Kristen dapat tanpa ada belas kasih memohon gaji atas layanan transportasinya pada wanita tua itu.

 Dia menyampaikan layak memperoleh gaji karena
itu yaitu profesinya sebagai layanan transportasinya. Seseorang Muslim malah lebih dekat dengan Sang Mesiah, namun orang Kristen cuma menginginkan duit. Apakah kalian tak rasakan? Bagaimana dalam prosesi penebusan dosa, siapapun mesti membayar pada pendetamu, tak tahu itu miskin atau manula, harus memaharkannya sebagai ritual pengampunan dosa. Saksikan juga, seseorang Muslim tak tertarik untuk mngambil gaji pada beberapa orang lanjut usia.

Mereka demikian ikhlas dengan suka-rela membawakan beberapa barang dan belanjaan wanita tua itu. Hingga sang wanita tua itu akan berdoa ke gereja, sang pengemudi Muslim setia antar jemput wanita tua itu. Beriku mengapa


saya menyampaikan hari esok Rusia bakal jadi punya sebagian besar pemeluk Islam serta negeri ini bakal mnjadi punya Islam.

Kalian saksikan pribadi yang berbudi mulia serta santun, dapat bikin dunia tercengang, nyatanya akhlak Muslim lebih mulia dari pada jemaat Kristen. Kalian mendengar kalau Islam dituduhkan sebagai agama teroris, namun itu cuma gosip belaka yang sebenarnya umat Islam lebih memprioritaskan tata krama dan kesopanan.

Walaupun mereka di fitnah sebagai teroris, namun populasi jumlah mualaf di Eropa serta Rusia semakin ramai berdatangan ke tempat beribadah orang Muslim untuk memeluk Islam, lantaran beberapa mualaf tahu benar kalau Islam tak sekejam yang dunia tuduhkan. Saat ini serta selama-lamanya, hari esok Rusia bakal jadi punya umat Islam.

Di hari esok yaitu kembalinya kejayaan Islam. Saksikan populasi Muslim di Rusia, sudah sejumlah 23 juta serta pemeluk Kristen mngalami penurunan jadi 18 juta, lantas bekas yang lain tetap masih komunis. Ini satu kenyataan kalau Islam saat ini jadi agama paling besar di Rusia. Di utara sisa pecahan negara Uni Soviet sebagian besar Muslim yakni Republik Chechnya, Tarjikistan, Kajakhstan, Uzbeckistan serta Dagestan.

Lantas umat Islam sudah menjamah di kota-kota besar Rusia termasuk juga Moskow. Imam Besar mengakhiri khutbahnya serta turun ke mimbarnya dengan mata yang berair, dimana beberapa jemaatnya masihlah trpaku serta haru, tak menganggap seseorang Imam Besar Katolik dapat mengagungkan orang Muslim. Beberapa jemaat juga ada yang menangis lihat bagaimana caranya ajaran Islam yang nyatanya mengajarkan norma berbudi mulia serta tak layak sekalipun di cap sebagai “teroris”. Subhanallah…

 Walau hal semacam itu di sampaikan oleh seorang yang bukanlah muslim, tetapi hal semacam ini menunjukkan kalau didalam Islam di ajarkan mengenai akhlak mulia, sama-sama mengasihi, serta toleransi. Hal ini dapat menunjukkan kalau yang disebutkan beberapa orang yang berasumsi muslim yaitu “teroris” itu sekalipun tak benar. Mudah-mudahan umat Islam semakin lebih berkembang di semua Negara di belahan dunia ini. - ifablogaddres

Tersebut pernyataan Dimitriv dalam video Youtube-nya yang menyebar dengan cara viral. Dimitriv Smirnov yang bicara dihadapan beberapa ratus jemaatnya, seperti diambil The World Buletin News-Rusia, menyampaikan kalau hari esok Rusia bakal jadi punya umat Islam.

“Kalian lihat…ketika Umat Islam merayakan hari besar keagamaannya, tak satu juga orang yang berani melalui mereka lantaran di semua dunia di masjid-masjid serta berjalan-jalan kota dipadati jutaan umat Islam yang tengah bersujud pada Tuhannya.




(SUMBER: infoberkah.com)

Minggu, 10 April 2016

SUBHANALLAH!! Pendeta Khatolik Ini Membuat Gempar Karena Sebut 'Islam Agama yang Benar Tolong Bantu Share Ya..

Dmitri Smirnov yang merupakan seorang Imam Besar Katolik Ortodoks menyampaikan sebuah khutbah gereja yang sangat menggemparkan di depan ratusan jemaatnya. Dalam khutbahnya tersebut, dia mengatakan masa depan Rusia akan menjadi milik pemeluk Islam.Berikut khutbah yang disampaikan oleh Dmitri Smirnov:

Kalian lihat, ketika umat Islam merayakan hari besar keagamaannya, tidak satu pun orang yang berani melewati mereka, karena di seluruh dunia di masjid-masjid dan jalan-jalan kota di padati jutaan ribu umat Islam yang sedang bersujud kepada Tuhannya.

Saksikanlah, barisan jutaan umat manusia yang beribadah dengan sangat teratur dan mengikuti shaf mereka masing-masing, dan hal itu tidak perlu diajarkan. Mereka berbaris dengan tertib tanpa harus di perintah. Lalu dimana kalian bisa melihat pemeluk Kristen seluruh dunia, bisa beribadah bersama?

Dan hal itu tidak ada dalam Kristen, kalian tidak akan pernah melihatnya. Lihatlah mereka, orang Muslim kerap membantu dengan sukarela tanpa berharap imbalan, tapi pemeluk Kristen malah sebaliknya. Kalian tanyakan pada wanita tua itu (sambil menunjuk wanita yang lumpuh yang berada di gerejanya). Menurut wanita tua itu, seorang pengemudi Muslim sering menyediakan jasa transportasinya untuk mengantarnya ke gereja di Moskow.

Dan setiap wanita tua itu ingin memberinya upah, tapi pengemudi Muslim selalu menolaknya dengan alasan bahwa Islam melarang mengambil upah pada wanita lansia, jompo, dhuafa dan anak-anak yatim di berbagai panti dan yayasan. Dengarkanlah persaksiannya, padahal wanita tua itu bukan ibu atau kerabatnya, tapi pengemudi Muslim mengatakan dalam Islam wajib menghormati orang yang lebih tua, apalagi orang tua yang lemah dan tak berdaya tersebut.

Keikhlasan pribadi pengemudi Muslim tersebut tidak ada ditemukan dalam pemeluk Kristen yang mengajarkan kasih, tapi pengemudi Kristen bisa tanpa belas kasih meminta upah atas jasa transportasinya pada wanita tua itu.

Dia mengatakan layak mendapat upah karena

itu adalah profesinya sebagai jasa transportasinya. Seorang Muslim justru lebih dekat dengan Sang Mesiah, tapi orang Kristen hanya ingin uang. Apakah kalian tidak merasakan? Bagaimana dalam prosesi penebusan dosa, siapa saja harus membayar kepada pendetamu, entah itu miskin atau manula, wajib memaharkannya sebagai ritual pengampunan dosa. Saksikan juga, seorang Muslim tidak tertarik untuk mngambil upah pada orang-orang lansia.

Mereka begitu ikhlas dengan sukarela membawakan barang-barang serta belanjaan wanita tua itu. Sampai sang wanita tua itu hendak berdoa ke gereja, sang pengemudi Muslim setia antar jemput wanita tua itu. Inilah kenapa saya mengatakan masa depan Rusia akan menjadi milik mayoritas pemeluk Islam dan negeri ini akan mnjadi milik Islam.

Kalian lihat pribadi yang berbudi luhur dan santun, mampu membuat dunia tercengang, ternyata akhlak Muslim lebih mulia daripada jemaat Kristen. Kalian mendengar bahwa Islam dituduhkan sebagai agama teroris, tapi itu hanya isu belaka yang pada kenyataannya umat Islam lebih mengedepankan tata krama serta kesopanan.

Walau mereka di fitnah sebagai teroris, tapi populasi jumlah mualaf di Eropa dan Rusia makin ramai berdatangan ke tempat ibadah orang Muslim untuk memeluk Islam, karena para mualaf tahu betul bahwa Islam tidak sekejam yang dunia tuduhkan. Sekarang dan selamanya, masa depan Rusia akan menjadi milik umat Islam.

Di masa depan adalah kembalinya kejayaan Islam. Lihat populasi Muslim di Rusia, telah berjumlah 23 juta dan pemeluk Kristen mngalami penurunan menjadi 18 juta, lalu sisa yang lainnya masih tetap komunis. Ini sebuah fakta bahwa Islam sekarang menjadi agama terbesar di Rusia. Di utara bekas pecahan negara Uni Soviet mayoritas Muslim yaitu Republik Chechnya, Tarjikistan, Kajakhstan, Uzbeckistan dan Dagestan.

Lalu umat Islam telah menjamah di kota-kota besar Rusia termasuk Moskow. Imam Besar mengakhiri khutbahnya dan turun ke mimbarnya dengan mata yang berair, di mana para jemaatnya masih trpaku dan haru, tidak menyangka seorang Imam Besar Katolik bisa mengagungkan orang Muslim. Sebagian jemaat pun ada yang menangis melihat bagaimana cara ajaran Islam yang ternyata mengajarkan etika berbudi luhur dan tidak layak sama sekali di cap sebagai “teroris”. Subhanallah…

Meski hal itu disampaikan oleh seseorang yang bukan muslim, namun hal ini membuktikan bahwa di dalam Islam diajarkan tentang akhlak mulia, saling mengasihi, dan toleransi. Hal ini juga membuktikan bahwa yang dikatakan orang-orang yang menganggap muslim adalah “teroris” itu sama sekali tidak benar. Semoga umat Islam akan lebih berkembang di seluruh Negara di belahan dunia ini.



Sumber: http_8intisari_blogspot_com

Sabtu, 19 Maret 2016

JANGAN SAMPAI SALAH MENULIS KATA "Amin, Aamin, Amiin, Aamiin, Ataukah Amien"? TOLONG BANTU SHARE..

BANYAK orang yang salah dalam penyusunan kata ini. terdapat yang menuliskan amin, aamin, amiin, ataupun bisa jadi amien.

Kebetulan aku (Anwar, penulis. Red.) sempat mendengar tausiyahnya Ustadz Arifin Ilham yang mangulas tentang ini.

Berikut aku bagikan ilmunya buat anda.

Dalam Bahasa Arab, terdapat 4 perbandingan kata ini, yaitu:

1. Amin (alif dan juga mim pendek) artinya: aman, tentram.
2. Aamin (alif panjang dan juga mim pendek) artinya: memohon proteksi keamanan.
3. Amiin (alif pendek dan juga mim panjang) artinya: jujur terpercaya
4. Aamiin (alif dan juga mim panjang) artinya: ya Allah kabulkanlah do’aku.

Bagaimana dengan amien?

Sebisa bisa jadi jauhi ataupun jangan sempat menuliskan dengan kata amien. karna kata amien di ucapkan oleh penyembah berhala.

Jadi, penyusunan yang benar merupakan aamiin (ya Allah kabulkanlah doa’ku) 



Sumber:
http_www_beradab_com/2015/07/amin-aamin-amiin-aamiin-ataukah-amien.html