Tampilkan postingan dengan label mayat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mayat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2016

Subhanallah,Lima Tahun Dikubur Jasad Pelacur Ini Masih Utuh dan Wangi

Seluruh warga kampung tersebut sudah muak dengan tingkah polah Mawar, ya. Mawar Lia Amelia si Pelacur. Ia hanya dianggap sebagai biang kesialan di kampung. Tidak ada saudara yang bisa membujuk Mawar untuk kembali ke jalan yang benar. Karena Mawar tidak pernah mau menggubrisnya.

Sebenarnya Mawar anak yang baik, hanya karena disakiti pacarnya, yang menjadikan ia nekad, terjun dalam lembah hitam.

Mawar masih terus bergulat dengan laki-laki manapun. Dari orang kantoran sampai kuli bangunan Ia layani.

Mereka bebas menikmati tubuhnya yang Indah, asalkan memiliki uang.

Seorang kawannya menunjukkan jalan terbaik melampiaskan dendam Mawar pada laki-laki, pada keadaan yang kejam terhadapnya. Hari-harinya dilalui dalam pelukan laki-laki yang berbeda-beda, silih berganti.

Bertahun sudah waktu berlalu, Mawar terjangkit penyakit kronis. Tidak seorang pun kawan, saudara, atau tetangga desa yang peduli padanya. Apalagi menengok melihat sakitnya.

Bahkan pas meninggalpun dianggap biasa saja. Layaknya kematian binatang. Mawar tidak dikuburkan dengan layak. Orang kampungnya memang termasuk kolot. Jasadnya saja tidak boleh dikuburkan di Pemakaman desa.

Terkuburlah Mawar, sang pelacur pada suatu tempat, di tanah kosong. Dia dikuburkan alakadarnya oleh seorang teman dekat sesama Pelacur, dian meratapi kematian mawar seorang diri.

Lima tahun sudah waktu berlalu dari saat itu. Saat penguburan Mawar. Tidak seorangpun yang mengenang Mawar. Mawar hanyalah satu potret yang harus dirobek dari sejarah kampung, dari riwayat kampung yang teramat kolot. Yang masih menganggap kesalahan fatal, adalah hukuman seumur hidup bagi si pelaku. Apalagi bagi seorang Mawar, yang tidak berdaya apa-apa.
Lima bulan yang lalu kampung tersebut geger. Kampung di mana Mawar terkubur dengan begitu saja, tanpa tata cara tanpa ritual. Sebuah proyek besar untuk Pembuatan jalan tol, kebetulan melewati kampung tersebut. juga melewati kuburan Mawar.

Buldozer yang memiliki kekuatan ratusan ton, tidak mampu menembus tanah di mana Mawar dikuburkan.

Berkali-kali moncong bulldozer diarahkan, berkali pula orang terkesima. Karena tanah itu bagaikan batu karang yang teramat kokoh, tidak tersentuh sama sekali. Namun saat gali dengan cangkul petani biasa, tanah itu begitu mudah dikeruk. Seakan tidak pernah terjadi keanehan apa-apa.

Semua mata terbelalak menyaksikan jasad yang masih membujur, dengan kondisi tubuh yang masih kelihatan segar, tidak seperti layaknya mayat yang sudah terkubur lima tahun lamanya. Bau harum semerbak tercium dari jasad itu. Harum yang lain dari parfum manapun.

Harum yang belum pernah ada sebelumnya dibumi. Harum yang keluar dari jasad seorang Mawar yang sudah terkubur lima tahun lamanya. Teman saya yang kebetulan sebagai mandor di situ, ikut kaget dan bingung juga. Semua warga gempar.

Oleh penduduk, dilacaklah keberadaan si jasad.

Dari teman almarhum Mawar yang masih menjalankan profesinya sebagai pelacur, terungkap bahwa
"Dia sudah taubat satu tahun sebelum meninggal, dia tidak menceritakan taubatnya itu kepada siapapun, termasuk kepada saya" Ujar Dian teman dekatnya Mawar Lia Amelia.

sebenarnya, satu tahun sebelum kematiannya, Mawar sudah bertaubat.

Tapi taubat itu tidak pernah Mawar ungkapkan kepada siapapun. Termasuk kepada teman akrabnya. Semua Mawar curahkan pada buku hariannya. Tertulis lengkap.

Mawar berusaha menjalankan semua perintahNya. Dari yang wajib dan yang sunah, bahkan semua yang sunah dia kerjakan. Mawar menjalankan dengan Ikhlas. Buku harian itulah saksi utama semua ratapan dan jerit penyesalan seorang Mawar, seorang Pelacur yang bertobat dengan diam-diam?
Semua mata berkaca-kaca. Terlihat begitu sedih dengan roman penyesalan yang jelas tergambar. Hari itu pemakaman Mawar. Pemakaman kembali seorang (bekas) Pelacur yang pernah terhina begitu rupa.

Setelah terkubur selama lima tahun, Mawar dimakamkan kembali dengan layak. Dimakamkan selayaknya pemakaman seorang manusia biasa. Diiringai doa-doa dan ratap penyesalan dari saudara dan warga kampung.

Kisah ini benar-benar terjadi, pada suatu tempat, di sebuah daerah di Indonesia.



(Sumber: siraman.com)

Jumat, 26 Februari 2016

SUARA YANG DIDENGAR MAYAT !

 Yang hendak turut Mayat merupakan 3 perihal yaitu:
1. Keluarga
2. Hartanya
3. Amalnya

Ada 2 Yang berulang dan juga Satu hendak Tinggal Bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan juga Hartanya hendak Kembali
2. sedangkan Amalnya hendak Tinggal Bersamanya.

Maka kala Roh Meninggalkan Jasad…Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik, "Wahai Fulan Anak sang Fulan..

Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, ataupun Dunia Yang Meninggalkanmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, ataupun Kekayaan Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, ataupun Dunia Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, ataupun Dunia Yang Telah Menguburmu."

Ketika Mayat Tergeletak hendak Dimandikan….Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak sang Fulan…

Mana tubuhmu Yang Dahulunya Kuat, kenapa saat ini Te rkulai Lemah
Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, kenapa saat ini Bungkam tidak Bersuara
Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, kenapa saat ini Tuli Dari Seribu Bahasa
Mana Sahabat - Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, kenapa saat ini Raib tidak Bersuara"

Ketika Mayat Siap Dikafan…Suara Dari Langit Terdengar Memekik,"Wahai Fulan Anak sang Fulan

Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha
Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah

Wahai Fulan Anak sang Fulan…

saat ini Kau Tengah berposisi Dalam suatu ekspedisi Nun Jauh Tanpa Bekal
Kau Telah Keluar Dari Rumahmu dan juga Tidak hendak berulang Selamanya
saat ini Kau Tengah Safar Pada suatu Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."

Ketika MayatDiusung. … Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak sang Fulan..

Berbahagialah Apabila Amalmu merupakan Kebajikan
Berbahagialah Apabila Matimu dimulai Tobat
Berbahagialah Apabila hidup kamu Penuh Dengan Taat."

Ketika Mayat Siap Dishalatkan….Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak sang Fulan..

tiap Pekerjaan Yang Kau jalani nanti Kau amati Hasilnya Di Akhirat
Apabila Baik hingga Kau hendak Melihatnya Baik
Apabila Buruk, Kau hendak Melihatnya Buruk."

Ketika MayatDibaringkan Di Liang Lahat….terdengar Suara Memekik Dari Langit,"Wahai Fulan Anak sang Fulan…

Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia buat Kehidupan Yang Penuh hitam Gulita Di Sini

Wahai Fulan Anak sang Fulan…

dulu Kau Tertawa, saat ini Dalam Perutku Kau Menangis
dulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka
dulu Kau Bertutur Kata, saat ini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."

Ketika SemuaManusia Meninggalkannya Sendirian… .Allah mengatakan Kepadanya, "Wahai Hamba - Ku…. .

saat ini Kau Tinggal seseorang Diri
Tiada sahabat dan juga Tiada Kerabat
Di suatu Tempat Kecil, kecil dan juga Gelap..
Mereka berangkat Meninggalkanmu.. seseorang Diri
Padahal, karna Mereka Kau sempat LanggarPerintahku
Hari Ini,….
hendak Kutunjukan Kepadamu
Kasih Sayang - Ku
Yang hendak Takjub Seisi Alam
saya hendak Menyayangimu
Lebih Dari Kasih Sayang seseorang bunda Pada Anaknya".

Kepada Jiwa - Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, "Wahai Jiwa Yang Tenang

Kembalilah Kepada Tuhanmu
Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai - Nya
hingga Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba - Hamba - Ku
dan juga Masuklah Ke Dalam Jannah - Ku"Yang hendak turut Mayat merupakan 3 perihal yaitu:
1. Keluarga
2. Hartanya
3. Amalnya
terdapat 2 Yang berulang dan juga Satu hendak Tinggal Bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan juga Hartanya hendak Kembali
2. sedangkan Amalnya hendak Tinggal Bersamanya.
hingga kala Roh Meninggalkan Jasad…Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik, "Wahai Fulan Anak sang Fulan..
Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, ataupun Dunia Yang Meninggalkanmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, ataupun Kekayaan Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, ataupun Dunia Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, ataupun Dunia Yang Telah Menguburmu."
kala Mayat Tergeletak hendak Dimandikan….Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak sang Fulan…
Mana tubuhmu Yang Dahulunya Kuat, kenapa saat ini Te rkulai Lemah
Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, kenapa saat ini Bungkam tidak Bersuara
Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, kenapa saat ini Tuli Dari Seribu Bahasa
Mana Sahabat - Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, kenapa saat ini Raib tidak Bersuara"
kala Mayat Siap Dikafan…Suara Dari Langit Terdengar Memekik,"Wahai Fulan Anak sang Fulan
Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha
Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah
Wahai Fulan Anak sang Fulan…
saat ini Kau Tengah berposisi Dalam suatu ekspedisi Nun Jauh Tanpa Bekal
Kau Telah Keluar Dari Rumahmu dan juga Tidak hendak berulang Selamanya
saat ini Kau Tengah Safar Pada suatu Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."
kala MayatDiusung. … Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak sang Fulan..
Berbahagialah Apabila Amalmu merupakan Kebajikan
Berbahagialah Apabila Matimu dimulai Tobat
Berbahagialah Apabila hidup kamu Penuh Dengan Taat."
kala Mayat Siap Dishalatkan….Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak sang Fulan..
tiap Pekerjaan Yang Kau jalani nanti Kau amati Hasilnya Di Akhirat
Apabila Baik hingga Kau hendak Melihatnya Baik
Apabila Buruk, Kau hendak Melihatnya Buruk."
kala MayatDibaringkan Di Liang Lahat….terdengar Suara Memekik Dari Langit,"Wahai Fulan Anak sang Fulan…
Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia buat Kehidupan Yang Penuh hitam Gulita Di Sini
Wahai Fulan Anak sang Fulan…
dulu Kau Tertawa, saat ini Dalam Perutku Kau Menangis
dulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka
dulu Kau Bertutur Kata, saat ini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."
kala SemuaManusia Meninggalkannya Sendirian… .Allah mengatakan Kepadanya, "Wahai Hamba - Ku…. .
saat ini Kau Tinggal seseorang Diri
Tiada sahabat dan juga Tiada Kerabat
Di suatu Tempat Kecil, kecil dan juga Gelap..
Mereka berangkat Meninggalkanmu.. seseorang Diri
Padahal, karna Mereka Kau sempat LanggarPerintahku
Hari Ini,….
hendak Kutunjukan Kepadamu
Kasih Sayang - Ku
Yang hendak Takjub Seisi Alam
saya hendak Menyayangimu
Lebih Dari Kasih Sayang seseorang bunda Pada Anaknya".
Kepada Jiwa - Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, "Wahai Jiwa Yang Tenang
Kembalilah Kepada Tuhanmu
Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai - Nya
hingga Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba - Hamba - Ku
dan juga Masuklah Ke Dalam Jannah - Ku"



Sumber:
http_yafi20_blogspot_co_id/2011/08/suara-yang-didengar-jenazah-ketika.html