Tampilkan postingan dengan label tahajud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tahajud. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 April 2016

Tahajud dan Sedekah Antarkan Pemuda Mantan Tukang Jahit Ini ke Baitullah

Bisa menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh Syahrul Ramadhan (23 tahun). Apalagi di tahun 2016 ini ia bisa melaksanakan ibadah dambaan tiap Muslim itu dengan gratis.

Pemuda asal Bogor ini merupakan alumni Rumah Gemilang Indonesia (RGI) Al Azhar Angkatan 8 yang lulus pertengahan tahun 2013 lalu.

Syahrul berasal dari keluarga biasa yang hanya mempu mengenyam pendidikan hingga SMA. Sebelum menjadi santri RGI Syahrul berprofesi sebagai tukang jahit di sekitar rumahnya di Desa Cinangneng, Kec. Tenjolaya, Kab. Bogor. Meski ia mengaku bukan penjahit yang mahir namun profesi itu ia jalankan demi untuk menutupi kebutuhan sehari-hari hingga ia menemukan pekerjaan yang lebih baik.

Akhirnya di ujung tahun 2012 saat pendaftaran RGI Angkatan 8 dibuka ia memutuskan untuk ikut mendaftar. Setelah melewati masa seleksi ia pun lolos menjadi Santri RGI jurusan Fotografi dan Videografi.

Syahrul mengaku selama belajar ia mendapat ilmu tentang foto, video dan dunia jurnalistik yang sebelumnya tidak pernah ia temui. “Saya belajar cara motret, shooting video, editing dan bikin video berita. Alhamdulillah disini instrukturnya baik-baik”, aku Syahrul.

RAJIN TAHAJUD DAN SEDEKAH
Selain digodok dibidang keterampilan, di RGI juga diberikan pengetahuan agama. Setiap harinya para santri dibiasakan untuk melakukan shalat malam, Subuh berjamaah, shalat Dhuha, membaca surah al-Waqiah bersama-sama sebelum belajar dan motivasi untuk selalu beramal kebaikan.

Nampaknya pelajaran yang diterima Syahrul selama di RGI terus dibawa sebagai pegangan hidupnya. Setelah lulus dari RGI Syahrul diterima bekerja di sebuah Rumah Produksi sebagai cameramen yang bekerja sama dengan sebuah stasiun televisi swasta nasional di daerah Jakarta Selatan.

Selama bekerja, kebiasaan shalat tahajud dan sedekah seperti yang ia lakukan di RGI terus ia jaga dan berusaha istiqamah. Akhirnya ia pun menjadi salah satu pegawai yang cukup diperhitungkan dan bersaing dengan pegawai yang justru sudah bekerja lebih lama di tempat ia bekerja.

KERJA SEMBARI UMRAH GRATIS
Berita yang tak disangka-sangka pun akhirnya datang. Syahrul dipercaya untuk masuk ke dalam tim produksi untuk sebuah acara reality show yang akan tayang pada bulan Ramadhan 1437 H ini. Lokasi syuting pun akan mengambil gambar di beberapa negara Timur Tengah, salah satunya Makkah, Arab Saudi.

Hal ini membuat Syahrul sangat bahagia. Karena rumah produksi tempat ia bekerja juga memfasilitasi karyawannya untuk beribadah umrah disela-sela waktu syuting. “Saya nggak nyangka sebelumnya. Yang jelas semua sudah diatur sama Allah SWT dan Saya sangat bahagia”, jelas Syahrul. Ia pun berangkat bersama timnya di awal bulan April 2016 ini.

Rumah Gemilang Indonesia tempat Syahrul dibina, adalah pusat pemberdayaan pemuda produktif yabg berlokasi di Sawangan, Depok yang telah menebar nilai-nilai kemandirian kepada ribuan generasi muda produktif putus sekolah dari 60 kota se-Indonesia.

Program yang didesain dan dijalankan oleh LAZ Al Azhar sejak tahun 2009 ini telah menjadi model solusi pengurangan angka pengangguran khususnya pemuda usia produktif yatim dari keluarga kurang mampu.



(sumber: pintarin.com)

Jumat, 22 April 2016

Subhanallah, Inilah Alasan Kenapa Sholat Tahajud dapat Sembuhkan Penyakit Kanker. Tolong Bantu Bagikan Ya.

Sholat Tahajud termasuk salat dikerjakan pada malam hari setelah kita terjaga dari tidur. Hasil penelitian, ternyata salat sunnat pada sepertiga akhir malam ini bisa mengobati penyakit kanker.
Pensyarah IAIN Surabaya, Mohammad Sholeh, mengungkapkan, salat sunnat mu'akad itu dapat membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker.

Moh Sholeh telah menguraikan khasiat tahajjud itu pada disertasinya berjudul, “Pengaruh Sholat Tahajjud terhadap peningkatan Perubahan Respons ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi”. Desertasi yang membawa Sholeh meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pascasarjana Universitas Surabaya.

Menurutnya, apabila ibadah tersebut dilakukan secara rutin, tepat gerakannya, dan khusuk, secara medis, salat itu menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi.

Salat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar menggugurkan status salat yang muakkadah (sunah mendekati wajib). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas salat, ketepatan gerakan, kekhusyukan, dan keikhlasan. Ia menambahkan bahwa selama ini ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan tekhnologi kedokteran.

Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol. Sholeh memaparkan parameternya dapat diukur dengan kondisi tubuh, pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya anatara 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari-atau setelah pukul 24.00- normalnya antara 69-345 nmol/liter.

“Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan. Begitu sebaliknya.” ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.

Dalam penelitiannya, Sholeh melakukan penelitian terhadap 41 responden siswa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat tahajjud selama sebulan penuh.

Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahjjud selama dua bulan. Sholat dimulai pukul 02.00-03.30 sebanyak 11 rakaat, masing-masing dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat.
Selanjutnya, hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya (Paramita, Prodia dan Klinika).

Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajjud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menanggulangi masalah.

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” [QS. Al-Isra’ ayat 79].



(Sumber:muslimahcorner.com)

Kamis, 07 April 2016

Istimewanya Shalat Tahajjud, Insya Allah Bisa Jauhkan Dari 5 Penyakit Ini

Pernahkah anda berpikir kenapa Allah memerintahkan shalat kepada manusia? Ternyata shalat tidak hanya sekedar bernilai ibadah, akan tetapi juga bisa menjadi terapi penyembuhan penyakit. Selain shalat wajib lima waktu, kita juga dianjurkan melaksanakan ibadah shalat sunnah, salah satunya tahajud. Bagi sebagian orang, salat tahajud termasuk ibadah yang paling berat, karena harus dilaksanakan pada malam hari, utamanya pada sepertiga malam terakhir. Mungkin kita berpikir, kenapa harus malam hari, dan kenapa tidak siang hari saja? Ternyata, ada banyak rahasia keajaiban dibalik waktu shalat tahajud. Hanya dengan mengetahuinya, maka ibadah ini akan terasa ringan dikerjakan.

Shalat tahajud termasuk shalat yang utama setelah shalat wajib. Adapun manfaat yang bisa kita peroleh dari istiqamah shalat tahajud, sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadits yang artinya :
Shalat tahajjud dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan dan menghindarkan dari penyakit (HR.Tirmidzi)

Mungkin tak banyak yang tahu, kira-kira penyakit apa yang bisa disembuhkan dengan shalat tahajud? Agar lebih jelasnya, simak lima penyakit yang bisa disembuhkan dnegan shalat tahajud, berikut ini :
Menyembuhkan Diabetes
Orang yang rutin melaksanakan shalat tahajud di sepertiga malam akan terhindar dari penyakit diabetes. Karena penelitian menyebutkan jika shalat tahajud membuat kadar kortisol seseorang menjadi rendah. Seperti yang kita tahu, salah satu fungsi kortisol adalah meningkatkan kadar gula darah, dengan cara merangsang metabolisme karbohidrat. Ketika kortisol meningkat, otomatis kadar gula darah darah akan meningkat. Maka itu, shalat tahajud sangat dianjurkan pada penderita diabetes. karena ketika shaat tahajud, maka kortisol akan menurun dan gula darah akan menurun secara alami.
Mencegah Pembengkakan Jantung
Fungsi lain dari kortisol adalah untuk menghambat pengeluaran urine. Karenanya kita jarang kebelet kencing saat tidur malam hari, kecuali pada penderita diabetes. Hal itu karena ditahan oleh kortisol. Dengan rajin shalat tahajud, maka kortisol kita bisa diturunkan dan akan berimbas pada efek penghambatan urin yang juga semakin rendah. Oleh karena itu, sangat direkomendasikan pada orang-orang yang mengalami pembengkakan jantung dan sakit gagal ginjal untuk rajin slahat tahajud, karena mampu mereduksi kortisol. Ketika kortisol tereduksi, maka bengak tidak akan terjadi dan pembuangan urine semakin mudah.
Mencegah penyakit hipertensi dan hipotensi
Ketika shalat tahajud, otak akan melepaskan serotonin,
beta endorsin, dan juga melatonin yang diproduksi otak. Hal itulah yang membuat seseorang menjadi lebih tenang sehingga homeostasis terjaga. Seperti yang kita tahu, ketika homeostasis seseorang terganggu, maka seseorang akan mudah mengalami pusing yang bisa jadi hipertensi (tekanan darah tinggi) atau Hipotensi (tekanan darah rendah). Ketika seseorang melaksanakan shalat tahajud, maka dia akan mengalami relaksasi yang maksimal dan keseimbangan tubuhnya juga lebih terjaga sehingga risiko hipertensi atau hipotensi bisa diturunkan.
Lebih sabar dan tidak mudah marah
Kortisol memiliki fungsi lainnya untuk merangsang efek gembira atau depresi yang berlebihan. Dengan rutin shalat tahajud, maka kadar kortisol akan turun dan hati seseorang akan menjadi lebih tenang. Dengan hati yang tenang, otomatis tubuh akan lebih sehat, karena tidak tertekan atau terbebani oleh apapun yang dapat dapat memicu masalah kesehatan. Oleh karena itu, seseorang yang rajin bertahajud, maka dia akan lebih legowo, bersahaja, tidak mudah marah, dan emosinya lebih stabil.
Kemoterapi Kanker Tanpa Efek Samping
Siapa sich yang tidak tahu akan efek samping yang ditimbulkan oleh kemoterapi kanker? Kemoterapi mengandung efek samping, baik berat atau ringan, dianatranya : mual, muntah, lemas, rambut rontok, sariawan, gangguan pencernaan, infeksi, perdarahan, masalah kulit dan lainnya. Sementara itu, shalat tahajud merupakan kemoterapi yang tanpa efek samping, karena dengan zat keimanan yang penuh, seseorang akan semakin yakin atas pertolongan Allah SWT sehingga pikiran serta hati akan lebih tenang. Dengan begitu daya tahan tubuh akan semakin meningkat dan perkembangan sel kanker bisa diperlambat. Jadi, shalat tahajud bisa mendatangkan ketenangan yang membuat Anda terhindar dari risiko penyakit kanker.
Begitu luar biasanya Manfaat Shalat tahajud, sehingga tak heran jika Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah meninggalkan shalat tahajud. Jika demikian, masihkah kita lebih memilih memeluk selimut di sepertiga malam terakhir? Semoga Allah memerikan keringanan pada kita untuk bisa istiqamah menjalankan shalat tahajud. (sumber: ibu-zahraa_blogspot_com)

Minggu, 20 Maret 2016

Wajib Baca !!! Inilah Waktu Utama dan Mustajab Untuk Mengerjakan Shalat Tahajud

 Salat Tahajud mempunyai kelebihan dibanding
dengan salat sunnah lainnya. Rasulullah SAW bersabda kalau waktu penerapan salat ini berbarengan dengan turunnya Allah SWT ke dunia. ia mengabulkan tiap doa hamba - hambaNya yang meminta dalam doa.

Maka dari itu tidak sedikit umat Islam dengan hasrat yang kokoh berlomba - lomba buat dapat bangun mendirikan salat malam ini. Memang, dibandingkan dengan salat sunnah lainnya, Tahajud mempunyai kelebihan tersendiri.


Pelaksanaannya dicoba malam hari seperti ibadah sembunyi - sembuyi. tetapi tidak sedikit yang masih bimbang kapan waktu yang mustajab buat melakukan salat ini. Tidak tidak sering terdapat yang sangat kilat ataupun malah terlambat melaksanakannya.

Berikut ini waktu mustajab setimpal hadist Rasulullah SAW.

Masruq ra. mengatakan, kalau dia sempat berkata kepada Aisyah ra tentang amal ibadah Rasulullah SAW. Aisyah mencerahkan “ dia menggemari amal itu terus menerus,” Kapan dia salat malam” Tanya Masruq. “Kalau ayam berkokok, dia bangun kemudian shalat” Jawab Aisyah (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain pula disebutkan kalau waktu mustajab penerapan salat malam merupakan pada sepertiga malam terakhir. Waktu ini setimpal hadist yang diriwayatkan Muslim dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda yang artinya

“Allah SWT tiap malam turun ke langit dunia ialah hampir sepertiga malam terakhir. ia berfirman, “ Siapa aja yang memeohon kepada - Ku, saya perkenankan. Siapa yang memohon kepada - Ku, saya beri. dan juga siapa yang meminta ampun kepada - Ku, saya ampuni” (HR Muslim)

Riwayat lain pula mengatakan kalau salat malam dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir. Amr bin Utbah ra mengatakan kalau Rasulullah SAW bersabda “Saat dimana Tuhan amat dekat dengan hamba - Nya merupakan pada tengah malam terakhir, bila kalian mampu buat bangun guna mengingat Allah, hendaklah engkau lakukan” (HR. Tirmidzi).

Jika malam hari dipecah jadi tiga, hingga terhitung semenjak tuntas salat Isya sampai jam 23.00 WIB, setelah itu sepertiga malam kedua mulai jam 11 malam sampai jam 2 pagi. sebaliknya dan juga sepertiga malam terakhir merupakan jam 2 sampai terbit fajar (atau menjelang subuh).

Dari hadist - hadist di atas dipaparkan kalau waktu yang amat baik buat salat malam merupakan sepertiga malam terakhir ataupun dekat jam 2 pagi sampai menjelang fajar. mudah - mudahan data ini berguna dan juga terimakasih sudah membaca. Kebenaran ilmu pengetahuan cuma kepunyaan Allah SWT. 



Sumber:
http_bedahkabar_blogspot_co_id/2016/03/wajib-baca-inilah-waktu-utama-dan.html

Selasa, 15 Maret 2016

SUBHANALLAH !!! Melakukan SHalat Tahajud Ternyata Bisa Menyembuhkan Penyakit Kanker Bantu Share Ya..

 Salat Tahajud tercantum salat dikerjakan pada malam hari seusai kita terbangun dari tidur. Hasil riset, nyatanya salat sunnat pada sepertiga akhir malam ini mampu mengobati penyakit kanker.
Pensyarah IAIN Surabaya, Mohammad Sholeh, mengungkapkan, salat sunnat mu’akad itu dapat melepaskan seseorang dari gempuran peradangan dan penyakit kanker.
Moh Sholeh sudah menguraikan manfaat tahajjud itu pada disertasinya berjudul, “Pengaruh Sholat Tahajjud terhadap kenaikan pergantian Respons ketahanan badan Imonologik: Satu Pendekatan Psiko - neuroimunologi”. Desertasi yang bawa Sholeh menggapai gelar doktor dalam penggalan pengetahuan medis pada Program Pascasarjana Universitas Surabaya.

Menurut dia, bila beribadah itu dikerjakan dengan trik teratur, pas gerakannya, dan khusuk, dengan trik medis, salat itu meningkatkan asumsi ketahanan tubuh (imonologi) paling utama pada imonoglobin M, G, A dan limfosit - nya yang berupa anggapan dan motivasi positif, dan juga dapat mengefektifkan kekokohan pribadi orang buat mengatasi kasus yang dihadapi.

Salat tahajjud yang diperuntukan Sholeh bukan sekadar menggugurkan status salat yang muakkadah (sunah mendekati harus). dia mengutamakan pada segi kerutinan salat, ketepatan gerakan, kekhusyukan, dan keikhlasan.
Ia membagikan kalau hingga saat ini ulama amati kasus ikhlas ini pula bagaikan permasalahan mental psikis. namun sesungguhnya permasalahan ini dapat dibuktikan dengan teknologi kedokteran.
Ikhlas yang hingga saat ini dilihat pula bagaikan misteri, dapat dibuktikan dengan trik kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.

Sholeh menguraikan parameternya dapat diukur dengan kondisi badan, pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol dikala pagi hari normalnya anatara 38 - 690 nmol/liter. Tengah dikala malam hari - atau seusai jam 24. 00 - normalnya pada 69 - 345 nmol/liter.

“Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, mampu diindikasikan orang itu tidak ikhlas lantaran tertekan. Demikian demikian sebaliknya. ” katanya seraya melaporkan temuannya ini yang menyanggah paradigma lama yang berasumsi ajaran agama (Islam) cuma dogma ataupun doktrin.

Dalam penelitiannya, Sholeh jalani studi pada 41 responden siswa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menggerakkan sholat tahajjud sejauh satu bulan penuh.
Sesudah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahjjud sejauh 2 bln.. Sholat dimulai jam 02. 00 - 03. 30 beberapa 11 rakaat, semasing 2 rakaat 4 kali salam plus 3 rakaat.
Setelah itu, hormon kortisol mereka diukur di 3 laboratorium di Surabaya (Paramita, Prodia dan Klinika).

Akhirnya, diketemukan kalau kondisi tubuh seseorang yang giat bertahajjud dengan trik ikhlas tidak sama jauh dengan orang yg tidak jalani tahajjud. Mereka yang giat dan ikhlas bertahajjud memiliki ketahanan tubuh dan kekokohan perorangan buat mengatasi permasalahan.
“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu pula bagaikan satu beribadah akumulasi bagimu; mudah - mudahan Tuhan - mu mengangkut kamu ke tempat yang terpuji. ” QS. Al - Isra’ ayat 79. 


Sumber:
http_liputanantarkota_tk/menakjubkan-melakukan-salat-tahajud-ternyata-bisa-menyembuhkan-penyakit-kanker/