Tampilkan postingan dengan label uban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uban. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2016

Kenapa Rasulullah Melarang Kita Mencabut Uban, Ternyata Ini Alasannya Secara Medis?

Uban merupakan rambut yang berubah warna dari hitam menjadi putih dan dianggap sebagai sebagai konsekuensi dari usia tua. Dahulu, uban hanya muncul bagi mereka yang telah lanjut usia, namun kini orang yang masih berusia muda bahkan masih anak-anak ada yang rambutnya sudah beruban. Hal ini disebabkan karena faktor genetis ataupun asupan nutrisi dari makanan yang diperolehnya.

Munculnya uban kerap membuat tidak nyaman sehingga ingin segera mencabut  atau mengganti warnanya dengan warna lain. Tidak sedikit pula yang mencabut uban dengan alasan supaya tampak tetap muda.

Ternyata kegiatan mencabut uban dilarang dalam dunia medis. Menurut laporan terbaru dari Livescience.com, rambut abu-abu yang kemudian memutih ini bisa menjadi tanda yang baik sehat. Studi ini dilakukan oleh peneliti dari Museo Museo Nacional de Ciencias Naturales di Spanyol, Ismael Galvan pada tahun 2012 lalu.

Dalam studinya Ismael Galvan telah menemukan bahwa orang yang memiliki uban justru panjang umur dan sehat.  Uban muncul karena berkurangnya kadar melanin yang merupakan faktor utama yang menentukan warna kulit dan rambut seseorang. Kebanyakan melanin akan membuat kulit dan rambut tubuh menjadi gelap. Jika melanin berkurang, ini pertanda bahwa tubuh sehat dan kulit menjadi normal.

Ismael Galvan menambahkan, mencabut uban berbahaya bagi kepala karena akan merusak  kondisi folikel, akar rambut dan saraf-saraf kepala. Dengan mencabut uban akibatnya jumlah rambut akan menipis lalu uban akan terlihat lebih banyak meskipun jumlahnya sama. Selain itu, kerusakan folikel akan berdampak pada kesehatan selaput kepala.

“Jauh dari tanda terkait penuaan, uban mengindikasikan kondisi yang baik,” ungkap Ismael Galvan

Sudah dilarang sejak 1400 tahun silam
Jika sains modern baru menemukan sekitar tiga tahun lalu terkait bahaya mencabut uban, maka Agama Islam telah melarang umatnya sejak 1400 tahun lalu agar tidak mencabut rambut putih ini. Melalui Nabi Muhammad SAW, Allah memerintahkan agar tidak mencabut uban dengan alasan keimanan. Namun ternyata, tidak melulu soal iman, Allah memiliki alasan medis tersendiri terhadap larangan ini.

Muhammad bin Hibban At Tamimi rahimahullah, yang lebih dikenal dengan Ibnu Hibban, dalam kitab Shahihnya menyebutkan pembahasan “Hadits yang menceritakan bahwa Allah akan mencatat kebaikan dan menghapuskan kesalahan serta akan meninggikan derajat seorang muslim karena uban yang dia jaga di dunia.”

Selain itu, Ibnu Hibban membawakan hadits berikut. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat,” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Penelitian yang umumnya dilakukan oleh non muslim kerap kali menjadi penguat terhadap kebenaran Islam. Pengetahuan ini didapatkan Nabi Muhammad pada saat zaman masih sangat jauh dari sains dan teknologi. Dimana perintah dan larangan yang Ia berikan, hanya dilakukan  oleh umatnya sebagai bentuk ketaatan atas keimanan kepada Allah SWT. Namun ternyata, perintah dan larangannya memang mengandung pengetahuan yang tidak dibayangkan sebelumnya. Subhanallah.




(Sumber: infoyunik.com)

Rabu, 20 April 2016

Kenapa Rasulullah Melarang Kita Mencabut Uban, Ternyata Ini Alasannya Secara Medis

Mungkin selama ini banyak orang yang bertanya-tanya dengan larangan yang satu ini. Namun belum ada yang bisa menjawabnya secara medis. Namun sekarang larangan yang disampaikan Rasulullah SAW sudah ada penjelasannya secara medis.

Uban memang seringkali menjadi masalah bagi sebagian orang karena dengan tumbuhnya uban bisa membuat seseorang tampak lebih tua. Maka tak heran, banyak orang yang menyemir rambutnya karena ingin menutupi warna rambut putih tersebut. Meski demikian, tumbuhnya uban adalah fase alami yang dialami oleh setiap orang.

Allah dalam Al-Qur’an telah berfirman:

“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendakiNya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS Ar Rum 54)

Lalu, apa alasan larangan mencabut uban secara medis?

Seorang ilmuwan dari Spanyol, Ismael Galvan, pernah melakukan penelitian tentang uban di tahun 2012. Hasilnya cukup mencengangkan karena ternyata seseorang yang memiliki uban akan hidup sehat dan berumur panjang.

“Pada manusia, melanin seperti kulit, rambut dan bulu adalah jenis yang sama. Hal ini membatasi pengetahuan pada konsekuensi fisiologi pigmentasi,” terang Galvan.

Maksud dari keterangan yang diucapkan Galvan adalah uban menjadi tanda absennya melanin, di mana hal ini menunjukkan bahwa kondisi dalam keadaan sehat.

Itulah mengapa Rasulullah melarang umatnya untuk tidak mencabut uban. Subhanallah ya sahabat muslimah, sungguh apa yang dianjurkan Rasulullah bersumber dari Allah yang Maha Mengetahui, sehingga tidak ada satu pun anjuran yang tidak memiliki manfaat. Wallahu A’lam. 


[Sumber: palingseru.com]