Tampilkan postingan dengan label sujud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sujud. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2016

Seperti Ini Manfaat Medis Dibalik Lamanya Ruku dan Sujud dalam Shalat, Masya Allah!

salat 5 waktu menggambarkan perintah yang harus dijalankan oleh umat islam. kekhusukkan dalam melangsungkan salat amat berarti buat memperoleh khasiat baik secara agama ataupun kedokteran. terdapat orang yang dalam salatnya begitu khusuk dan juga menikmati tiap gerakan - gerakannya.

tetapi terdapat pula yang cepat - cepat supaya salat lekas tuntas. 2 gerakan yang lazimnya dicoba secara kilat terdapat dikala ruku dan juga sujud. karna urusan dunia lazimnya manusia memesatkan 2 gerakan ini supaya salat kilat tuntas.

sementara itu 2 gerakan ini mempunyai khasiat besar dari segi kedokteran. bila dicoba secara kilat, hingga khasiat kedokteran dari gerakan ruku dan juga sujud ini tidak didapatkan secara optimal. khasiat kedokteran apa yang diartikan? berikut ini ulasannya.

dalam suatu hadist, rasulullah saw memerintahkan umatnya buat memperlama gerakan ruku dan juga sujud. bagi rasulullah lamanya 2 gerakan tersebut mampu menggugurkan dosa. sesuatu hari abdullah bin umar - rodhiallohu anhuma - memandang seseorang pemuda lagi shalat, ia memanjangkan shalatnya dan juga melamakannya, hingga dia bertanya: siapa yang ketahui orang itu? hingga terdapat yang menanggapi: aku.

beliaupun berkata: seandainya saya mengenalnya, tentu saya hendak menyuruhnya buat memanjangkan ruku’ dan juga sujudnya, karna saya sempat mendengar nabi - shollallohu alaihi wasallam - bersabda:

" begitu, bila seseorang hamba berdiri buat shalat; seluruh dosanya dihadirkan, dan juga diletakkan di atas pundaknya. hingga tiap kali ia ruku’ dan juga sujud, dosa - dosa tersebut jadi berjatuhan”. (amati silsilah shahihah: 1398, sanadnya shahih).

dari hadist di atas, mampu di ambil kesimpulan kalau terus menjadi lama ruku’ dan juga sujud, hingga hendak terus menjadi banyak dosa yang hendak dilepaskan dari diri manusia. nyatanya tidak cuma dari segi agama aja gerakan yang lama dan juga khusuk ini membagikan khasiat. dari segi kesehatan juga, memperlama nyatanya gerakan ruku’ dan juga sujud pula mempunyai khasiat besar.

ruku’ jadi salah satu gerakan yang nyatanya miliki banyak khasiat untuk kesehatan manusia. ruku’ yang sempurna dapat di tandai apabila kita meletakan gelas di punggung hingga tidak hendak tumpah karena antara kepala dan juga tulang balik ataupun punggung sejajar.

tidak hanya itu, posisi ruku’ yang sempurna ini pula berguna buat melindungi kesempurnaan posisi punggung bagaikan penyangga badan dan juga pusat syaraf dan juga posisi jantung sejajar dengan otak sampai - sampai penggalan tengah tubuh kita dapat teraliri darah dengan sempurna.

posisi tangan tertumpu pada lutut ini amat berguna buat merelaksasikan pada otot - otot bahu hingga ke dasar. menerut riset posisi ruku ini pula amat berguna buat melatih kencing sampai - sampai bebas dari penyakit prostat.

sedangkan itu, sujud pula jadi gerakan dalam shalat yang mempunyai banyak khasiat untuk kesehatan manusia. menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki dan juga dahi pada lantai. posisi sujud ini bermanfaat pula buat memompa getah bening ke penggalan leher dan juga ketiak. posisi jantung di atas otak menimbulkan wilayah ini kaya hendak isi oksigen yang dapat mengalir secara optimal ke otak.

aliran tersebut amat mempengaruhi terhadap energi pikir seorang. oleh seban itu, terdapat baiknya melaksanakan sujud dengan tuma’ninah, ialah tidak tergesa - gesa supaya darah memadai kapasitasnya di otak. posisi yang demikian ini menghindarkan seorang dari kendala sembelit. spesial untuk perempuan baik ruku’ ataupun sujud mempunyai khasiat luar biasa untuk kesuburan dan juga kesehatan organ kewanitaan.

demikianlah pembahasan menimpa faedah di balik lamanya ruku’ dan juga sujud dalam shalat. bila mau dosa berguguran, hingga jalani anjuran rasulullah ini. mudah - mudahan kita senantiasa jadi hamba allah yang senantiasa beriman dan juga beramal shalat.



(sumber: buzzertweet.com)

Kamis, 12 Mei 2016

Seperti Ini Manfaat Medis Dibalik Lamanya Ruku dan Sujud dalam Salat

Salat lima waktu merupakan perintah yang wajib dijalankan oleh Umat Islam. Kekhusukkan dalam menjalankan salat sangat penting untuk mendapatkan manfaat baik secara agama maupun medis.  Ada orang yang dalam salatnya begitu khusuk dan menikmati setiap gerakan-gerakannya.

Namun ada pula yang cepat-cepat agar salat segera selesai. Dua gerakan yang biasanya dilakukan secara kilat ada saat ruku dan sujud. Karena urusan dunia biasanya manusia mempercepat dua gerakan ini agar salat cepat selesai.

Padahal dua gerakan ini memiliki manfaat besar dari segi medis. Jika dilakukan secara cepat, maka manfaat medis dari gerakan ruku dan sujud ini tidak didapatkan secara maksimal. Manfaat medis apa yang dimaksud? Berikut ini ulasannya.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk memperlama gerakan ruku dan sujud. Menurut Rasulullah lamanya dua gerakan tersebut dapat menggugurkan dosa. Suatu hari Abdullah bin Umar -rodhiallohu anhuma- melihat seorang pemuda sedang shalat, dia memanjangkan shalatnya dan melamakannya, maka beliau bertanya: siapa yang tahu orang itu? Maka ada yang menjawab: Saya.

Beliaupun mengatakan: seandainya aku mengenalnya, tentu aku akan menyuruhnya untuk memanjangkan ruku’ dan sujudnya, karena aku pernah mendengar Nabi -Shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

“Sungguh, jika seorang hamba berdiri untuk shalat; semua dosanya didatangkan, dan diletakkan di atas pundaknya. Maka setiap kali dia ruku’ dan sujud, dosa-dosa tersebut menjadi berjatuhan”. (Lihat Silsilah shahihah: 1398, sanadnya shahih).

Dari hadist di atas, dapat di ambil kesimpulan bahwa semakin lama ruku’ dan sujud, maka akan semakin banyak dosa yang akan dilepaskan dari diri manusia. Ternyata tidak hanya dari segi agama saja gerakan yang lama dan khusuk ini memberikan manfaat. Dari segi kesehatan pun, memperlama  ternyata gerakan ruku’ dan sujud juga memiliki manfaat besar.

Ruku’ menjadi salah satu gerakan yang ternyata miliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Ruku’ yang sempurna bisa di tandai apabila kita meletakan gelas di punggung maka tidak akan tumpah sebab antara kepala dan tulang belakang atau punggung sejajar.

Selain itu, posisi ruku’ yang sempurna ini juga bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi punggung sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf dan posisi jantung sejajar dengan otak sehingga bagian tengah badan kita bisa teraliri darah dengan sempurna.

Posisi tangan tertumpu pada lutut ini sangat bermanfaat untuk merelaksasikan pada otot-otot bahu sampai ke bawah. Menerut penelitian posisi ruku ini juga sangat bermanfaat untuk melatih kemih sehingga terhindar dari penyakit prostat.

Sementara itu, sujud juga menjadi gerakan dalam shalat yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki dan dahi pada lantai. Posisi sujud ini berguna juga untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan daerah ini kaya akan kandungan oksigen yang bisa mengalir secara maksimal ke otak.

Aliran tersebut sangat berpengaruh terhadap daya pikir seseorang. Oleh seban itu, ada baiknya melakukan sujud dengan tuma’ninah, yakni tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi yang demikian ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Demikianlah ulasan mengenai faedah di balik lamanya ruku’ dan sujud dalam shalat. Jika ingin dosa berguguran, maka lakukan anjuran Rasulullah ini. Semoga kita selalu menjadi hamba Allah yang selalu beriman dan beramal shalat.





(sumber: ukhtiindonesia.com)

Minggu, 08 Mei 2016

Shalatlah yang Khusyuk dan Hindarilah Tanda Hitam di Jidat Sebab Itu Tanda Riya

Perbanyaklah sujud namun jagalah wajahmu supaya tetap tampak bagus dan hindari munculnya tanda hitam di dahi atau jidatmu karena dikhawatirkan timbul riya’, ujub (bangga diri) dan kesombongan…..
Apabila cara sujud benar, maka tidak akan memburukkan wajah melainkan sebaliknya, menjadi bercahaya dan berseri-seri. Adapun jika jidat menjadi ‘kapalan’ maka artinya harus memperbaiki gerakan shalat. Sebab yang menjadi penopang utama adalah kedua tangan, saat sujud, bukan kepala.

Abdullah bin Umar bin Khattab RA. salah seorang shahabat terkemuka tidak menyukai adanya bekas hitam di dahi seorang muslim.

عَنْ سَالِمٍ أَبِى النَّضْرِ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عُمَرَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ قَالَ : مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ : أَنَا حَاضِنُكَ فُلاَنٌ. وَرَأَى بَيْنَ عَيْنَيْهِ سَجْدَةً سَوْدَاءَ فَقَالَ : مَا هَذَا الأَثَرُ بَيْنَ عَيْنَيْكَ؟ فَقَدْ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَهَلْ تَرَى هَا هُنَا مِنْ شَىْءٍ؟

Dari Salim Abu Nadhr, ada seorang yang datang menemui Ibnu Umar. Setelah orang tersebut mengucapkan salam, Ibnu Umar bertanya kepadanya, “Siapakah anda?”. “Aku adalah anak asuhmu”, jawab orang tersebut. Ibnu Umar melihat ada bekas sujud yang berwarna hitam di antara kedua matanya. Beliau berkata kepadanya, “Bekas apa yang ada di antara kedua matamu? Sungguh aku telah lama bershahabat dengan Rasulullah, Abu Bakr, Umar dan Utsman. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku?” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3698)

عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ رَأَى أَثَرًا فَقَالَ : يَا عَبْدَ اللَّهِ إِنَّ صُورَةَ الرَّجُلِ وَجْهُهُ ، فَلاَ تَشِنْ صُورَتَكَ.

Dari Ibnu Umar, beliau melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Ibnu Umar berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya. Janganlah kau jelekkan penampilanmu!”(Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3699).


عَنْ أَبِى عَوْنٍ قَالَ : رَأَى أَبُو الدَّرْدَاءِ امْرَأَةً بِوَجْهِهَا أَثَرٌ مِثْلُ ثَفِنَةِ الْعَنْزِ ، فَقَالَ : لَوْ لَمْ يَكُنْ هَذَا بِوَجْهِكِ كَانَ خَيْرًا لَكِ.

Dari Abi Aun, Abu Darda’ melihat seorang perempuan yang pada wajahnya terdapat ‘kapal’ semisal ‘kapal’ yang ada pada seekor kambing. Beliau lantas berkata, ‘Seandainya bekas itu tidak ada pada dirimu tentu lebih baik” (Riwayat Bahaqi dalam Sunan Kubro no 3700).


Perbanyaklah sujud namun jagalah wajahmu supaya tetap tampak bagus dan hindari munculnya tanda hitam di dahi atau jidatmu karena dikhawatirkan timbul riya’, ujub (bangga diri) dan kesombongan…..
Apabila cara sujud benar, maka tidak akan memburukkan wajah melainkan sebaliknya, menjadi bercahaya dan berseri-seri. Adapun jika jidat menjadi ‘kapalan’ maka artinya harus memperbaiki gerakan shalat. Sebab yang menjadi penopang utama adalah kedua tangan, saat sujud, bukan kepala.

Abdullah bin Umar bin Khattab RA. salah seorang shahabat terkemuka tidak menyukai adanya bekas hitam di dahi seorang muslim.

عَنْ سَالِمٍ أَبِى النَّضْرِ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عُمَرَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ قَالَ : مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ : أَنَا حَاضِنُكَ فُلاَنٌ. وَرَأَى بَيْنَ عَيْنَيْهِ سَجْدَةً سَوْدَاءَ فَقَالَ : مَا هَذَا الأَثَرُ بَيْنَ عَيْنَيْكَ؟ فَقَدْ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَهَلْ تَرَى هَا هُنَا مِنْ شَىْءٍ؟

Dari Salim Abu Nadhr, ada seorang yang datang menemui Ibnu Umar. Setelah orang tersebut mengucapkan salam, Ibnu Umar bertanya kepadanya, “Siapakah anda?”. “Aku adalah anak asuhmu”, jawab orang tersebut. Ibnu Umar melihat ada bekas sujud yang berwarna hitam di antara kedua matanya. Beliau berkata kepadanya, “Bekas apa yang ada di antara kedua matamu? Sungguh aku telah lama bershahabat dengan Rasulullah, Abu Bakr, Umar dan Utsman. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku?” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3698)

عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ رَأَى أَثَرًا فَقَالَ : يَا عَبْدَ اللَّهِ إِنَّ صُورَةَ الرَّجُلِ وَجْهُهُ ، فَلاَ تَشِنْ صُورَتَكَ.

Dari Ibnu Umar, beliau melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Ibnu Umar berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya. Janganlah kau jelekkan penampilanmu!”(Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3699).

عَنْ أَبِى عَوْنٍ قَالَ : رَأَى أَبُو الدَّرْدَاءِ امْرَأَةً بِوَجْهِهَا أَثَرٌ مِثْلُ ثَفِنَةِ الْعَنْزِ ، فَقَالَ : لَوْ لَمْ يَكُنْ هَذَا بِوَجْهِكِ كَانَ خَيْرًا لَكِ.

Dari Abi Aun, Abu Darda’ melihat seorang perempuan yang pada wajahnya terdapat ‘kapal’ semisal ‘kapal’ yang ada pada seekor kambing. Beliau lantas berkata, ‘Seandainya bekas itu tidak ada pada dirimu tentu lebih baik” (Riwayat Bahaqi dalam Sunan Kubro no 3700).


عَنْ حُمَيْدٍ هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ : كُنَّا عِنْدَ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ إِذْ جَاءَهُ الزُّبَيْرُ بْنُ سُهَيْلِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ فَقَالَ : قَدْ أَفْسَدَ وَجْهَهُ ، وَاللَّهِ مَا هِىَ سِيمَاءُ ، وَاللَّهِ لَقَدْ صَلَّيْتُ عَلَى وَجْهِى مُذْ كَذَا وَكَذَا ، مَا أَثَّرَ السُّجُودُ فِى وَجْهِى شَيْئًا.

Dari Humaid bin Abdirrahman, aku berada di dekat as Saib bin Yazid ketika seorang yang bernama az Zubair bin Suhail bin Abdirrahman bin Auf datang. Melihat kedatangannya, as Saib berkata, “Sungguh dia telah merusak wajahnya. Demi Allah bekas di dahi itu bukanlah bekas sujud. Demi Allah aku telah shalat dengan menggunakan wajahku ini selama sekian waktu lamanya namun sujud tidaklah memberi bekas sedikitpun pada wajahku” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3701).


عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ قُلْتُ لِمُجَاهِدٍ (سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ) أَهُوَ أَثَرُ السُّجُودِ فِى وَجْهِ الإِنْسَانِ؟ فَقَالَ : لاَ إِنَّ أَحَدَهُمْ يَكُونُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مِثْلُ رُكْبَةِ الْعَنْزِ وَهُوَ كَمَا شَاءَ اللَّهُ يَعْنِى مِنَ الشَّرِّ وَلَكِنَّهُ الْخُشُوعُ.

Dari Manshur, Aku bertanya kepada Mujahid tentang maksud dari firman Allah, ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari ATSARIS SUJUUD (bekas sujud)’ apakah yang dimaksudkan adalah bekas di wajah? Jawaban beliau, “Bukan, bahkan ada orang yang ‘kapalen’ yang ada di antara kedua matanya itu bagaikan ‘kapalen’ yang ada pada lutut onta namun dia adalah orang bejat. Tanda yang dimaksudkan adalah kekhusyu’an” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3702).

Bahkan dalam kitab Hasiyah as-Showi,

وليس المراد به ما بصنعه بعض الجهلة المرائين من العلامة في الجبهة فانه من فعل الخوارج وفي الحديث اني لابغض الرجل واكرهه اذا رايت بين عينيه اثر السجود

“Bukanlah yang dimaksudkan oleh ayat adalah sebagaimana perbuatan orang-orang bodoh dan TUKANG RIYA’ yaitu tanda hitam yang ada di dahi karena hal itu adalah ciri khas khawarij (baca: ahli bid’ah)” dalam sebuah hadits disebutkan sungguh saya benci seseorang yang saya lihat diantara kedua matanya terdapat bekas sujud (Hasyiah ash Shawi 4/134, Dar al Fikr).



(sumber: bacapos.net)

Kamis, 28 April 2016

MasyaAllah... VIDEO Bayi Dalam Kandungan Ini Selalu Bersujud Setiap Dibacakan Ayat Suci Al Quran.

Keajaiban ini bisa kita tonton melui kamera pemantau USG seperti yang tampak pada gambar video di bawah.

Kalau kita amati bayi dalam kandungan itu terlihat begitu agresif, Tapi dia seketika akan terdiam dan sujud ketika dibacakan Al Fatihah dan Al Baqoroh.


Ajaibnya sang jabang bayi itu seperti menikmati dan mendengarkan dengan rasa takdzim. Lalu sejak usia berapa sesunggunya bayi itu mulai bernyawa, sehingga bisa mendengar apa yang didengar melalui kuping Ibunya..?

Hadist dari Abdullah bin Mas’ud ra yang berkata bahwa:Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya setiap kamu dibentuk di perut ibunya selama 40 hari, kemudian berbentuk ‘alaqah seperti itu juga, kemudian menjadi mudhghah seperti itu juga. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh dan menetapkan 4 masalah…. {HR. Bukhari, Ibnu Majah, At-Tirmizy}.
Ada beberapa kalangan ulama yang berpendapat bahwa ruh di tiupkan bada bayi setelah usia 120 hari. Namun ada kesepakatan bahwa hadist tersebut dengan mengatakan bahwa malaikat itu diutus beberapa kali.

Pertama pada waktu nutfah berusia empat puluh hari, dan kali lain pada waktu berusia empat puluh kali tiga hari untuk meniupkan ruh.

Hanya saja kita tidak hendak membahas masalah selisih jumlah hari tersebut, terpenting adalah ketika kandungan masih muda memang seharusnya para ibu dibiasakan melakukan hal yang baik baik saja, seperti mendengarkan ataupun membaca Al Quran.

Sebab, sudah terbukti seperti dalam tayangan tersebut. Perilaku anak itu sudah mulai terbentuk sejak masih bayi dalam kandungan.

Video yang berdurasi 05.39 (lima menit 39 detik) ini diunggah pada 4 April 2010 dan telah ditonton 1.814.113 kali.

Banyak yang berkomentar setelah melihat video ini. Di antaranya Derry Maulana. Ia sangat takjub setelah menonton video ini.

"Subhanallah allahu akbar bayi saja bersujud kepada allah dri dlm perut ibu y."

Tak jauh berbeda dengan komentar perempuan yang satu ini. Ajeng Sri Rahayu berharap ia akan baca alquran terus jika kelak hamil.
"Kalo saya hamil,saya pengen bacain alquar terus aaah buat anak saya :) biar tenang dalam perutnya.(*)







(Sumber: liputan37.blogspot.co.id)

Rabu, 06 April 2016

Subhanallah!! Semua Sujud Kepada Allah Baik yang Ada Di Langit Maupun yang Di Bumi

Perintah Bersujud Kepada Allah. a. Wahai Maryam! Taatilah Tuhanmu, sujud dan rukulah*) bersama-sama orang yang ruku’. (QS. 3/Ali Imron : 43)

keterangan :
*) Ayat ini menjelaskan, bahwa sholat pada masa itu juga dilakukan dengan ruku’ dan sujud.
b. Wahai orang-orang B. BERSUJUDLAH HANYA KEPADA ALLAH
yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu, dan berbuat kebaikan agar kamu beruntung. (QS. 22/Al-Hajj : 77)

Segala Sesuatu Hanya Sujud pada Allah
a. Dan semua sujud kepada Allah baik yang ada di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa, dan (sujud pula) bayang-bayang mereka pada waktu pagi petang hari. (QS. 13/Ar-Ro’du : 15)

b. Dan segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi hanya bersujud kepada Allah, yaitu semua mahluk yang bergerak, (bernyawa), dan (juga) para malaikat, dan mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. (QS. 16/An-Nahl : 49)

c. Tidaklah engkau
tahu bahwa siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi bersujud kepada Allah, jug a matahari, bulan, bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan yang melata, dan banyak diantara manusia? Tetapi banyak (manusia) yang pantas mendapat azab. Barang siapa dihinakan Allah, tidak seorang pun yang akan memuliakannya. Sungguh, Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki. (QS. 22/Al-Hajj: 18)

(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan dan mereka diseru untuk bersujud, maka mereka tidak mampu, pandanganmereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah di seru untuk waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan). (QS 68/Al-Qolam :42-43)

Keterangan:
1)    Yang dimaksud hari ketika betis disingkapkan adalah menggambarkan keadaan orang  yang sedang ketakutan yang hendak lari karena dahsyatnya huru-hara hari kiamat.
2)    Mereka diminta sujud hanya untuk menguji keimanan mereka, padahal mereka tidak mampu lagi melakukannya karena persendian tulang-belulang mereka telah lemah dan azab meliputi mereka.

Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahri, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, namun bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya. (QS. 41/Fushshilat : 37). [reportaseterkini.net]

Selasa, 05 April 2016

INSYAALLAH....Mau Doa-mu Terkabulkan? Berdoalah Di Waktu Sujud...

SETIAP insan tentu memiliki kebutuhan dan keinginan untuk melengkapi perjalanan hidupnya di dunia. Untuk memenuhinya, tentu membutuhkan perjuangan. Dan perjuangan sebesar apapun tidak akan berhasil tanpa adanya ridha dari Allah SWT. Maka, berdoa menjadi salah satu cara yang paling ampuh untuk kita memohon segala apa yang kita butuhkan dan inginkan pada-Nya.

Meski begitu, terkadang kita merasa doa yang dipanjatkan belum saja dikabul. Nah, selain kita perbanyak istighfar kepada Allah, karena boleh jadi doa belum saa diijabah akibat dosa yang bertumpuk. Kita juga harus bisa mencari waktu yang pas untuk berdoa agar mudah diijabah. Kapankah itu?

Salah satu waktu yang pas bagi kita untuk berdoa ialah ketika sujud. Ya, ketika sujud kita memohon apa yang diinginkan dan dibutuhkan. Sujud terakhir dalam shalat itu paling utama. Mengapa ketika sujud? Sebab, sujud itu lebih mendekatkan kita kepada Allah SWT.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah ﷺ bersabda, “Keadaan yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa (ketika sujud),” (HR. Muslim). []

Referensi: Doa, Dzikir dan Ruqyah dari Al-Quran dan As-Sunnah/Karya: DR. Said bin Ali bin Al-Qathani/Penerbit: Aqwam


Sumber: https_www_islampos_com

Sabtu, 02 Januari 2016

Subhanallah ,,, Inilah Keistimewaan Banyak Bersujud

Selain dari salah satu rukunnya sholat, ternyata sujud menyimpan banyak sekali keistimewaan. Nabi SAW bersabda, “Hendaknya engkau banyak bersujud semata-mata karena Allah, karena sesungguhnya setiap kali engkau sujud maka Allah akan mengangkatmu satu derajat, dan setiap kali engkau sujud maka Allah akan menghapuskan satu dosa darimu.” (HR. Muslim).
 
Keistimewaan lain dari banyak bersujud adalah dapat meyembuhkan berbagai penyakit salah satunya  sakit kepala, hal tersebut terjadi disebabkan gerakan pada posisi sujud dapat mengalirkan darah lebih banyak ke bagian leher dan kepala sebab posisi jantung lebih tinggi dari posisi kepala. Pada saat sujud pembuluh darah nadi balik, dikunci di pangkal paha, sehingga tekanan darah akan lebih banyak dialirkan kembali ke jantung dan dipompa ke kepala. 

Posisi sujud adalah cara yang maksimal untuk mengalirkan darah dan oksigen ke otak dan anggota tubuh ke kepala. Posisi sujud adalah teknik terbaik untuk membongkar sumbatan pembuluh darah jantung sehingga mencegah penyakit jantung koroner, juga membuat pembuluh darah halus di otak mendapat tekanan lebih, sehingga dapat menyembuhkan dan mencegah sakit kepala.

Dan tidak kalah penting lagi dalam posisi sujud merupakan saat yang paling dekat dengan Tuhan. Nabi SAW bersabda : “Saat yang paling dekat bagi seorang hamba terhadap Tuhannya adalah saat ia bersujud, maka perbanyaklah do’a (pada saat sujud)” (HR. Muslim)

Sumber:http_www_reportaseterkini_com/2015/09/subhanallah-inilah-keistimewaan-banyak.html