Tampilkan postingan dengan label jaga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jaga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2016

Hati-hati Dengan Tanda Hitam di Jidat Karena Shalat,, Sebab Itu Adalah...

perbanyaklah sujud tetapi jagalah wajahmu biar senantiasa nampak bagus dan juga jauhi timbulnya ciri gelap di dahi ataupun jidatmu karna dikhawatirkan mencuat riya’, ujub (bangga diri) dan juga kesombongan…..


apabila trik sujud benar, hingga tidak hendak memburukkan muka melainkan kebalikannya, jadi bercahaya dan juga berseri - seri. ada juga bila jidat jadi ‘kapalan’ hingga maksudnya wajib membetulkan gerakan shalat. karena yang jadi penopang utama merupakan kedua tangan, dikala sujud, bukan kepala.

abdullah bin umar bin khattab ra. salah seseorang shahabat terkemuka tidak menggemari terdapatnya sisa gelap di dahi seseorang muslim.

عَنْ سَالِمٍ أَبِى النَّضْرِ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عُمَرَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ قَالَ : مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ : أَنَا حَاضِنُكَ فُلاَنٌ. وَرَأَى بَيْنَ عَيْنَيْهِ سَجْدَةً سَوْدَاءَ فَقَالَ : مَا هَذَا الأَثَرُ بَيْنَ عَيْنَيْكَ؟ فَقَدْ صَحِبْتُ
رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَهَلْ تَرَى هَا هُنَا مِنْ شَىْءٍ؟

dari salim abu nadhr, terdapat seseorang yang tiba menemui ibnu umar. sehabis orang tersebut mengucapkan salam, ibnu umar bertanya kepadanya, “siapakah kamu? ”. “aku merupakan anak asuhmu”, jawab orang tersebut. ibnu umar memandang terdapat sisa sujud yang bercorak gelap di antara kedua matanya. dia mengatakan kepadanya, “bekas apa yang terdapat di antara kedua matamu? begitu saya telah lama bershahabat dengan rasulullah, abu bakr, umar dan juga utsman. apakah kau amati terdapat sisa tersebut pada dahiku? ” (riwayat baihaqi dalam sunan kubro nomor 3698)


عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ رَأَى أَثَرًا فَقَالَ : يَا عَبْدَ اللَّهِ إِنَّ صُورَةَ الرَّجُلِ وَجْهُهُ ، فَلاَ تَشِنْ صُورَتَكَ.

dari ibnu umar, dia memandang terdapat seseorang yang pada dahinya ada sisa sujud. ibnu umar mengatakan, “wahai hamba allah, sebetulnya penampilan seorang itu terletak pada mukanya. janganlah kau jelekkan penampilanmu! ” (riwayat baihaqi dalam sunan kubro nomor 3699).

عَنْ أَبِى عَوْنٍ قَالَ : رَأَى أَبُو الدَّرْدَاءِ امْرَأَةً بِوَجْهِهَا أَثَرٌ مِثْلُ ثَفِنَةِ الْعَنْزِ ، فَقَالَ : لَوْ لَمْ يَكُنْ هَذَا بِوَجْهِكِ كَانَ خَيْرًا لَكِ.

dari abi aun, abu darda’ memandang seseorang wanita yang pada mukanya ada ‘kapal’ misalnya ‘kapal’ yang terdapat pada seekor kambing. dia lalu mengatakan, ‘seandainya sisa itu tidak terdapat pada dirimu tentu lebih baik” (riwayat bahaqi dalam sunan kubro nomor 3700).





(source: tausiah-pedia.blogspot.com)

Sabtu, 09 April 2016

Penting Untuk Para Bunda, Gendonglah Buah Hati Anda Saat Maghrib Tiba!

Bunda, pernah mendengar pesan orangtua dahulu bahwa ketika waktu Maghrib tiba anak-anak, khususnya anak bayi harus segera digendong atau dipangku hingga waktu Maghrib berlalu? Ini bukan hanya sekadar wejangan orangtua yang berbau mitos, bukan pula tahayul, tapi ini juga sudah dijelaskan oleh Rasulullah SAW. dalam sabdanya :

“Bila malam datang, tahanlah anak-anak kalian karena sesungguhnya setan menyebar kala itu! Dan jika sesaat waktu malam telah berlalu, lepaskanlah mereka. Tutuplah pintu dan bacakanlah nama Allah! Karena sesungguhnya setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup. Tutuplah bejana-bejana kalian dan bacakanlah nama Allah meski engkau akan menghidangkannya. Dan padamkanlah lampu kalian.” (Hadist Riwayat Al Bukhari dan Muslim)

Dijelaskan dalam redaksi yang lain bahwa matahari tenggelam diantara dua tanduk setan. Pada saat Maghrib ini dikatakan bahwa setan-setan menyebar mencari tempat untuk berlindung. Nah, kalau pada saat Maghrib rumah-rumah tidak ditutup dengan menyebut nama Allah ada kemungkinan besar rumah tersebut bisa dimasuki setan.

Mungkin diantara kita pernah menemui bayi yang menangis terus sejak Maghrib hingga malam. Bayi yang menangis tanpa sebab yang jelas (bukan karena mengompol, haus atau sakit), bisa jadi karena diganggu setan. Alangkah baiknya kita sebagai orangtua membentengi anak kita dari ganguan jin dan setan.



Bagaimana caranya?

Untuk membentengi keluarga dari gangguan jin dan setan bisa dengan membaca 10 ayat di surat Al Baqarah ayat 1-4, ayat kursi dan dua ayat setelahnya dan dua ayat terakhir surat al Baqarah.

Dari Ibnu Mas’ud r.a sesungguhnya Nabi saw bersabda, “Barangsiapa membaca sepuluh ayat; empat ayat diawal Al Baqarah, ayat kursi dan dua ayat setelahnyadan penghujung surat Al Baqarah, maka setan tidak akan masuk rumah tersebut hingga Subuh.” Hadist yang diriwayatkan dari Thabrani dalam AlKabir.

Hadist mengenai menahan anak-anak saat Maghrib inilah yang sering diabaikan orangtua zaman sekarang. Mereka kerap membiarkan anaknya bermain hingga azan, atau berada diluar rumah saat Maghrib. Padahal anak belum bisa membentengi diri dari gangguan-gangguan jin/setan yang sedang berkeliaran di waktu tersebut. Jadi mari mulai saat ini, kita amalkan hadist Rasulullah tersebut agar rumah dan keluarga kita terhindar dari gangguan jin. Wallahu’alam bishowab. (voa-islam)

Selasa, 05 April 2016

Allahhu Akbar!! Inilah Hikmah Besar Mengapa Allah Menyuruh Kita Menjaga Pandangan

Memandang Sesuatu yang Dilarang Allah. Allah berfirman,”Katakanlah kepada para laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan, katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangan mereka”. (An-Nur [24] : 30-31).


Menjaga pandangan berarti menundukkan dan menutup kelopak mata hingga tidak dapat melihat. Namun demikian, menjaga pandangan juga bisa dilakukan hanya dengan memalingkan penglihatan dari perkara yang dilarang.

Tentang tafsir ayat diatas, Ibnu Baz mengatakan, “ Allah memerintahkan dalam dua ayat yang mulia ini kepada orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, agar menjaga pandangan mereka memelihara kemaluan mereka. Ini tidak lain lantaran besarnya dosa perbuatan zina, dan adanya kerusakan besar diantara kaum muslim yang ditimbulkan oleh perzinaan. Selain itu, tidak menjaga pandangan merupakan sarana penyakit hati dan keterjerumusan dalam perbuatan keji, sementara menjaga pandangan merupakan sebab keselamatan dari itu semua.”

Wahai pembaca yang mulia, perhatikanlah bagaimana Allah menutup ayat dengan firman-Nya,”Sungguh, Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat.”Tujuannya agar setiap manusia menyadari bahwa Allah mengetahui apa pun yang dilakukan oleh manusia, dan bahwasanya tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Hal l ini mengandung peringatan bagi orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, agar tidak melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah dan berpaling dari apa yang tidak di bolehkan  dalam syariat-Nya. Ayat itu juga mengingatkan mereka bahwa Allah melihat mereka, mengetahui perbuatan dan keadaan mereka.

Allah berfirman, “Dia mengetahui (pandangan ) mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada (hati) .” (Al-Mukmin[40] :19).

Jika mereka mengetahui itu, seharusnya mereka senantiasa berada dalam kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap pandangan mata pada setiap gerak dan diamnya. Manusia semestinya merasa malu kepada Allah bila Dia melihat dirinya berada dalam kemaksiatan. Junaid pernah ditanya,”Apa yang dapat membantu upaya menjaga pandangan?”Ia menjawab,” Dengan menyadari bahwa pandangan Allah kepadamu lebih dulu disbanding pandanganmu terhadap apa yang kamu pandang.” Ibnu Jauzi mengatakan,”Hai saudaraku, sesungguhnya pandanganmu adalah kenikmatan dari-Nya. Karena itu, jangalah engkau bermaksiat kepada Allah dengan kenikmatan itu.”

Saudaraku, anda juga harus menyadari bahwa memandang apa yang dilarang oleh Allah merupakan zina mata. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi, bahwa beliau bersabda :
“telah ditetapkan pada anak adam bagiannya dari zina. Tidak mustahil, ia pasti mengalaminya. Zina mata adalah memandang, zina kedua telinga adalah mendengar, dan zina lidah adalah berbicara. Tangan berzina dan zinanya adalah memegang. Kaki berzina dan zinanya adalah melangkah. Hati berhasrat dan berangan-angan, dan kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakan hal itu.”
Bagian zina hati adalah adalah angan-angan dan hasrat. Karena itu, wahai saudari yang beriman, waspadailah hal itu dan jangan memberikan kesempatan kepada hati hingga mendorongnyapada berbuat maksiat. Bekali diri Anda dengan kehati-hatian, karena kehidupan dan kondisi zaman kita ini membuat berbagai syahwat dan hasrat mengitari dan menanti-nanti di sekeliling kita. Orang yang beriman harus menutup semua pintu keburukan dan sarana yang membinasakan ini. Jangan biarkan hati tanpa kendali. Hati itu berbolak-balik seperti namanya (qalb), dan hawa nafsu itu membinasakan orang yang memperturutkannya.”Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas(dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan” (Yusuf [12] : 53).

Ketahuilah, bahwa Anda akan dimintai pertanggung jawaban tentang mata, apakah Anda mengarahkan pada hal-hal yang diridhai Allah, atau Anda mengarahkannya untuk memandang hal-hal yang dimurkai-Nya? Allah berfirman, “ Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani,, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (Al-Isra’ [17] : 36). Bahkan pada hari kiamat, mata akan bersaksi terhadap Anda. Allah berfirman,’’Sehingga apabila mereka sampai neraka, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap apa yang telah mereka lakukan “ (Fushshi-lat [41] :20).

Dalam shahih Muslim, disebutkan bahwa Anas berkata,” Saat kami kbersama Nabi, beliau tertawa lantas bertanya,’Tahukah kalian mengapa aku tertawa?’Kujawab,’Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui .’ Maka beliau bersabda,’(Aku tertawa) lantaran perdebatan hamba dengan Rabbnya. Hamba berkata,’Wahai Rabbku, bukankah Engkau melindungiku dari kezhaliman?’ Rabb pemilik kemuliaan berfirman,’Benar.’ Hamba pun berkata,’Aku tidak memperkenankan terhadap diriku kecuali saksi dariku.’ Maka Rabb pemilik kemuliaan berfirman,’Cukup dirimu yang memberikan perhitungan terhdapmu dan para malaikat pencatat sebagai saksi.’ Nabi melanjutkan,’Lantas mulutnya dibungkam, dan dikatakan kepada anggota badannya,’ berbicaralah.’ Anggota badannya pun bicara tentang  amal-amalanya. Kemudian diberi kesempatan untuk berbicara. Dia pun berkata kepada anggota badannya,’ Enyahlah dan celakalah kalian semua. Dulu, aku berdebat demi kalian’.”
Terakhir kami memikul kepada Anda, perkataan Abul A’la Al Maududi yang mengatakan,”Siapakah yang menyangkal bahwa perbuatan keji dan dosa yang terjadi di dunia hingga saat ini dan terus terjadi, pemicu pertama dan terbesarnya adalah fitnah pandangan?”

Ketahuilah, bahwa menjaga pandangan mengandung hikmah yang besar dan luhur, diantaranya:
  1.     Menjaga pendangan merupakan kepatuhan  terhadap perintah Allah .
  2.     Menjaga pandangan memancarkan cahaya dihati dan kemerlangan yang terlihat pada mata dan wajah.
  3.     Menjaga pandangan menimbulkan kegembiraan, kesenangan, dan kelapangan dihati yang lebih besar dari pada kenikmatan dan kesenangan yang terjadi lantaran pandangan.
  4.     Menjaga pandangan membuat hati menjadi terbebas dari pedihnya penyesalan.
  5.     Menjaga pandangan berguna untuk menghindarkan hati dari mabuk syawat.
  6.     Menjaga pandangan menumbuhkan ketajaman firasat.
  7.     Menjaga pandangan membuka berbagai jalan ilmu dan pintu-pintunya serta mempermudah sebab-sebanya.
  8.     Menjaga pandangan membuat hati sibuk dengan apa yang memberikan kemaslahatan kepadanya dan menghindarkannya dari apa-apa yang merusaknya.
  9.     Menjaga pandangan menutup jalan masuk setan menuju hati.
  10.     Menjaga pandangan menghindarkan jangkauan pengaruh anak panah pandangan beracun yang mengantarkan pada kebinasaan hati. [reportaseterkini.net]

Senin, 21 Maret 2016

Kala Maghrib Tiba, Jangan Biarkan Anak Keluar Rumah

 ketika maghrib tiba, jangan perkenankan anak keluar rumah. Kalimat di atas dapat diterjemahkan bagaikan suatu mitos, asumsi universal ataupun malah suatu perihal berarti yang mempunyai sebab yang masuk ide dan juga dapat dipaparkan dengan baik. Para pecinta kumpulan teka - teki tentu mau mengenali sebab yang cukup masuk ide terhadap larangan tersebut.


Dasar dan juga Landasan Agama
Ada sebagian perihal yang menyangkut hajat hidup manusia yang tidak senantiasa dipaparkan di dalam Al - Qur’an. namun mampu aja cukup dipaparkan dari hadits yang diucapkan, di informasikan ataupun diriwayatkan. sebagian hadits yang dikira cukup shahih buat uraian kalau ketika maghrib tiba, jangan perkenankan anak keluar rumah.

Dalam uraian ini, hadits kadang butuh diperjelas. seperti itu guna dari pada komentar ulama. komentar ulama berperan menarangkan sebagian hadits Nabi yang mempunyai banyak tafsir, sampai - sampai memerlukan seorang yang pakar buat menarangkan makna sebagian tafsir dari suatu hadits.

A. Al - Hadits
Beberapa hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim menarangkan tentang larangan membiarkan anak keluar rumah. sebagian di antara lain :

Rasulullah SAW bersabda: “Jangan kamu perkenankan harta kamu berserakan, pula kanak - kanak kecil kamu bila matahari terbenam sampai gelapnya waktu Isya’, karna setan tengah bertebaran kala matahari terbenam sampai gelapnya waktu isya’ “. (HR Muslim).

Hadits yang lain menyebutkan. Dari Jabir bin Abdillah ra, Rasulullah SAW bersabda: “Jika malam telah turun ataupun kala sore menjelang malam hingga tahanlah kanak - kanak kalian (jangan hingga keluar rumah) karna setan - setan tengah menyebar di dikala itu. sehabis berlangsung sebagian dikala lamanya, perkenankan mereka bermain. Tutuplah seluruh pintu, bacalah nama Allah, karna setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutupi tempat minum kamu dengan menyebut nama Allah, sekalipun cuma dengan menyimpan suatu di atasnya.” (HR Muslim).

B. komentar Ulama
Larangan membiarkan anak keluar rumah pula diperkuat oleh komentar para ulama. Di antara para komentar itu antara lain :

a. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: “Perkara ini tercantum permasalahan yang tidak dapat dijamah oleh ilmu dan juga pengetahuan para dokter, karna permasalahan ini telah dikenal oleh mereka yang mengenali dari golongan orang yang berakal lewat pengalaman mereka.” (Zad Al - Ma’ad 4/232).

b. Imam Nawawi rahimahullah juga berupaya pula mengupas arti hadits Muslim bagaikan berikut: “Hadits ini berisi banyak manfaat, baik khasiat berbentuk kebaikan dan juga adab (etika) yang mencampurkan antara maslahat dunia dan juga akhirat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan buat menempuh adab ini yang menggambarkan karena keselamatan dari kendala setan. Allah Ta’ala menjadikan perihal ini bagaikan pemicu keselamatan dari setan sampai - sampai dia tidak sanggup membuka tutup wadah ataupun mengurai tutup tempat minum, tidak pula sanggup membuka pintu, dan juga mengusik kanak - kanak ataupun lainnya.”

c. Imam Ibnu Hubairah rahimahullah berkata: “Jin itu dibagi jadi jin mukmin yang nyaman siapa aja yang berjumpa dengannya. terdapat pula jin yang kala berjumpa dengannya, tidak dapat bebas dari gangguannya, tidak dapat terasa nyaman karna mereka kafir, dan bila mengusik kanak - kanak karna kanak - kanak belum sempurna akalnya sampai - sampai terbawa - bawa oleh imajinasi yang buruk. kanak - kanak pula belum (belum dapat membaca) nama - nama Allah yang dapat membentengi dari kendala setan, hingga orang tua diperintahkan buat menahan dan juga mengumpulkan kanak - kanak mereka.” (Al - Ifshah 8/253).

Dasar dan juga Landasan Norma
Para pecinta kumpulan teka - teki yang budiman. uraian tentang ketika maghrib tiba, jangan perkenankan anak keluar rumah ini pula dapat dikatakan bagaikan sesuatu dasar landasan tata norma dan juga tata etika untuk manusia. Malam hari dikatakan bagaikan waktu untuk manusia buat beristirahat. karna itu, hendaknya hentikan seluruh aktivitas dan juga usaha duniawimu di ketika malam. Beristirahatlah dan juga pula beribadah.

Dasar dan juga Landasan Biologi
Kemudian hampir terdapatkah tuntunan yang dapat diperuntukan bagaikan sesuatu kerutinan yang baik di ketika malam hari, paling utama dikala maghrib?. Maghrib itu seorang diri merupakan masa pergantian antara waktu siang dan juga malam, di mana dari sisi kesehatan terjalin pergantian antara hawa yang sehat (oksigen) dan juga hawa yang bermuatan toksin (carbon monoksida).

Tanaman hendak melepas isi CO2 (carbon monoksida) dengan lebih aktif dan juga lebih banyak pada dikala malam hari. sedangkan tumbuhan malah memerlukan O2 (oksigen) lebih banyak pada malam hari pula. Sehingga, menutup pintu lekas pada dikala maghrib menolong menghindari menerobosnya CO2 (carbon monoksida) ke dalam rumah. Yang dapat dihisap oleh manusia, dan juga berdampak menyesakkan napas. Sementara, O2 (oksigen) malah dirampas dari hawa oleh tanaman. hingga logikanya merupakan kamu hendak silih berebut hawa baik (O2) dengan tumbuhan di dekat kamu dan juga lingkungan.

Karena itu wahai pecinta Bedah Kabar. Waspadalah dan juga lebih bijaksana! Jaga ketika maghrib tiba, jangan perkenankan anak keluar rumah.

Semoga Bermanfaat
Salam...