Tampilkan postingan dengan label haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label haji. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juni 2016

MASYA ALLAH,ALLAHU AKBAR SANGGUH NEKAD...!!!!, Pria Bosnia Ini Pergi Haji dengan Jalan Kaki Lewati 7 Negara Ini patut kita contoh bantu sebarluaskan,(share)

 laki - laki bosnia ini meninggalkan negaranya pada bulan desember 2011 dengan tujuan ke mekah buat beribadah haji. setelah itu datang di mekah pada tahun 2012.

walaupun era dikala ini sudah modern dan juga teknologi terus menjadi tumbuh, tetapi tampaknya tidak mempengaruhi untuk seseorang muslim asal bosnia senad hadzic. alasannya, dia berangkat haji ke mekah dengan berjalan kaki.

laki - laki bosnia ini meninggalkan negaranya pada bulan desember 2011 dengan tujuan ke mekah buat beribadah haji. setelah itu datang di mekah pada tahun 2012.



dia berangkat ke mekah dengan berjalan kaki melewati 7 negeri tercantum suriah yang dilanda perang dikala itu.

“saya datang di mekah pada hari sabtu. aku tidak terasa letih, ini hari tersadu dalam hidup aku, “ujar hadzic, serupa dilansir ilmfeed.

hadzic telah berjalan kaki sepanjang 5. 700 km (3. 540 mil) sepanjang 314 hari. dia berjalan dari bosnia, serbia, bulgaria, turki, suriah dan juga yordania kemudian hingga ke mekah, arab saudi. bukan cuma itu aja, hadzic berjalan kaki sambil bawa ransel seberat 20 kg (44 pon). subhanallah!

hadzic menuliskan perjalannya di taman facebook - nya dengan memposting gambar berbarengan pejabat departemen dalam negara suriah.

“saya melewati suriah pada bulan april. aku berjalan dekat 500 km dalam 11 hari. aku berangkat lewat aleppo dan juga damaskus dan juga melewati puluhan perlengkapan pengecekan yang dicoba oleh lembaga
pro - pemerintah suriah dan juga pasukan pemberontak, tetapi aku tidak sempat ditahan, ” tulis hadzic.

baca pula :

“pada dikala pengecekan yang dicoba oleh tentara bashar assad, mereka memerintahkan aku buat meluangkan ransel. tetapi, kala aku menampilkan ayat angkatan laut (AL) qur’an yang menarangkan melaksanakan ibadah haji dengan berjalan kaki, mereka membiarkan aku berangkat, ” tambah hadzic.

hadzic melaporkan pribadinya melaksanakan ekspedisi ibadah haji dengan berjalan kaki karna allah swt, agama islam, buat bosnia - hercegovina, buat orang tua dan juga kakaknya.

pada taman facebook - nya, hadzic berkata kalau allah telah menampilkan kepadanya trik berangkat haji dalam mimpi, tercantum berangkat lewat suriah bukan irak.

sepanjang bakal ibadah haji, hadzic mengalami temperatur yang ektrim minus 35 celcius di bulgaria, ditambah 44 celsius di yordania.

hadzic berkata drinya wajib menunggu di istanbul sepanjang sebagian minggu buat memperoleh izin menyeberangi jembatan bosphorus dengan berjalan kaki. tidak hanya itu, hadzic pula wajib menunggu 2 bulan di perbatasan antara yordania dan juga arab saudi buat memperoleh visa masuk.

masha allah! mudah - mudahan allah membalas atas seluruh usaha dan juga pengorbanan hadzic dalam menempuh ekspedisi buat ibadah haji. (islampos)





[sumber: afdhalilahi. com]

Selasa, 17 Mei 2016

Subhanallah, Ingin Naik Haji Kakek 83 Tahun Ini Rela Berjualan Tasbih Sambil Berjalan Kaki

Kakek penjual tasbih dan minyak harum (parfum) ini bernama Sarwani (83). Setiap hari, ia berjalan menjajakan tasbih dan minyak harum dengan berjalan kaki. Biasa terlihat di sekitaran Kayutangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tak mahal, ia hanya menawarkan tasbihnya Rp 5.000.

Di usia senjanya, pensiunan guru ini tak minta dikasihani. Bila ada yang memberi uang, ia tolak. Sarwani hanya menawarkan barang yang dibawanya untuk dijual.

Minyak harum dan tasbih. Untuk apa? Untuk naik haji. Setiap hari Sarwani berjalan kaki hingga tiga wilayah, Kayutangi, HKSN, hingga Pasar Alalak. Informasi mengenai Sarwani tersebar di dunia maya. Seiring dengan kepedulian warga Kalsel pada pedagang tua.

Memilih untuk tidak mengemis, mencari penghasilan dengan berjualan. Kisahnya ini juga diposting akun @instakalsel di akun instagram. Akun ini mengajak agar warga Kalsel bisa peduli dengan membeli barang dagangan Kakek Sarwani. Demi mewujudkan cita-citanya untuk bisa naik haji. Ini postingan @instakalsel di akun instagramnya dalam bahasa Banjar.



(Sumber: yangunik.com)

Rabu, 11 Mei 2016

Masya Allah! Preman Bertato Ini Berhaji Naik Jet Pribadi Milik Pangeran Saudi

John Herbertus Eijkenboom atau yang Generik dikenal sebagai “Indian Johnny tak tahu,” pencuri legendaris di Jakarta. Seiring dengan rekannya di geng pachinko (pasukan China Town) itu membuat keributan di karenakan sering menjalankan perampokan terhadap orang asing yang kaya di Indonesia.

Hari ini, setelah lama mengubah hidupnya, bagikan Johnny oleh 30 mantan narapidana Forum Pemasyarakatan di Bengkulu, Rabu (2014/03/09).

“di waktu itu mencuri asing tujuan saya kaya di Indonesia. Mereka juga mengambil banyak harta dari Indonesia, jadi saya rampokin dan uang saya dan mengatakan ia mendistribusikan kepada orang miskin,” katanya di acara yang diselenggarakan oleh Departemen Sosial.
Jhony Indo
Johnny India

melalui pembentukan karya pencurian emas di akhir 1970-an hingga 1980 di awal, ia telah mengumpulkan 129 kilogram emas, yang dibagikan kepada orang miskin. Itu Johnny India kehadiran dan pachinko geng, tentu aja, menjadi target polisi yang masih bersatu dengan angkatan bersenjata. Itu wajib beberapa kali dalam dan di luar penjara. Akhirnya, di Nusa Kambangan, ia melarikan diri dengan anak buahnya dari penjara keamanan superketat dan menyerah setelah 11 hari bertahan Hayati di hutan.

rusak cerita gelap bawah halus dan mudah oleh Johnny sekarang berganti nama menjadi Omar al-Allah John India. Beberapa cerita pribadi akan tetapi menggugah sebagai co-disampaikan oleh 30 tahanan di Kota Bengkulu mantan.

serta membagikan kisah gelap muda, Johnny juga mengisahkan perjalanan Hayati yang membuat mereka menjadi seorang pengkhotbah dari desa ke desa dan menjadi Garnet bekerja di bazaar Poncol, Jakarta.

perjalanan Hayati dan keluar dari penjaralah, yang diperkenalkan di kedekatan kehidupan rohani dan selalu ingat Allah, hingga hari ini.

“Saya berprinsip, waktu Hayati dan solver mencari makan,” katanya.
mengatakan
Johnny, juga, dari kecil perusahaannya, ia Bisa membuat anaknya, seorang dokter dan ahli teknologi informasi di Hong Kong.

“Meskipun itu sedikit keluar dari masa tenggang? Preman dan mengatakan anak Bisa menjadi dokter Ya lahannya Asa dan berkah dari Allah,” itu.

komitmen untuk masyarakat kecil masih menempel belum. Ada sekali waktu, dan menambahkan bahwa ia telah menerima undangan dari Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (Susilo) untuk mengisi ceramah di istana presiden. Namun, ia menolak, mengatakan di saat yang sama, ia sudah janji untuk mengisi kuliah untuk masyarakat miskin di Blok M, Jakarta.

“tak, aku tak menghormati presiden, tapi aku telah berjanji untuk pertama kalinya kepada publik dan stres. Miskin”

Bisa meninggalkan Haji

di depan bekas narapidana dari penjara, Johnny juga bagikan kebijaksanaan ketulusan. Menurut dia, percaya itu membawa dirinya untuk Bisa keluar Haji gratis ke Mekah.

“di waktu itu, saya melihat sampah banyak sampah desa saya, tak ada yang mau untuk membersihkannya. setelah itu, melalui inisiatif ini, aku membersihkan bau sampah dan menumpuk itu. dengan cara kebetulan, keturunan pergi Pangeran Arab Raja Fahd. The keluar dari mobil dan saya terlihat aneh tato sampah membersihkan, “kenangnya.

setelah itu saat ini, berkomentar Saudi Pangeran tato dengan haram Perkataan. Perdebatan di saat itu. “Ini merupakan kebijaksanaan ketulusan nikmat-Nya Haji.” Dia menambahkan, bagaimanapun, setelah pertemuan emir Arab merupakan untuk menjemputnya di jet pribadi sehingga Johnny haji dengan layanan VVIP super.

itu.

Sekali waktu, itu masih pertanyaan yang relevan dengan tulus, ia tak memberi hormat saat ia menjadi presiden. Hal ini terjadi padanya wajib berjalan pulang puluhan kilometer. Dia wajib naik angkutan Generik bahkan tak uang. Namun, setelah itu beberapa waktu, ia menerima tawaran dari pengusaha kaya untuk mengisi kuliah di pembayaran perusahaan jutaan rupee.

mengatakan: “Saya terkejut, banyak uang.”

belum, dan mengklaim Johnny membaca suatu rumah di bawah India Yayasan John Foundation dan dengan dukungan dari Kementerian Pekerjaan Sosial. Cerita India Yohanes merupakan motivasi untuk mantan tahanan dari penjara di Bengkulu mereka masih optimis tapak kehidupan. Dia juga menyatakan Asa bahwa masyarakat Generik tak membagikan stigma negatif meluas ke tahanan.

“Setelah penjara itu telah menjadi perjalanan Hayati kita, dan memutuskan Allah. Namun, mulai tahun depan, kami akan melonjakkan kehidupan kita, mulai dari diri sendiri, keluarga, dan sebagainya untuk mencoba untuk membangun Indonesia,” Johnny bersemangat mengatakan, didampingi tepuk tangan dari mantan gangster yang mendengarkan Perkataan-katanya.

Direktorat Rehabilitasi sosial Kementerian sosial untuk bekerja dengan organisasi-organisasi non-pemerintah, kantong masyarakat informasi (FAN) lebih menarik saat presiden pekerjaan sosial dari Bengkulu Harnyoto County Pos panduan sebagai Musharraf dan mereka wajib tahu cukup untuk complete bergegas John muda India.

“merupakan legenda Robin Hood mempunyai Indonesia. Dia Harnyoto. Saat ini, dengan semangat, ia Bisa menjadi contoh banyak orang”

Sebanyak 30 mantan narapidana juga mempunyai akses ke pendidikan kewirausahaan dari pemerintah serta penyediaan modal untuk membangun kehidupan yang lebih bagus, Bisa diterima, dan bermanfaat untuk masyarakat (kompas)



(sumber: infoberkah.com)

Senin, 02 Mei 2016

Subhanallah, Ingin Naik Haji Kakek 83 Tahun Ini Rela Berjualan Tasbih Sambil Berjalan Kaki

Kakek penjual tasbih dan minyak harum (parfum) ini bernama Sarwani (83). Setiap hari, ia berjalan menjajakan tasbih dan minyak harum dengan berjalan kaki. Biasa terlihat di sekitaran Kayutangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tak mahal, ia hanya menawarkan tasbihnya Rp 5.000.

Di usia senjanya, pensiunan guru ini tak minta dikasihani. Bila ada yang memberi uang, ia tolak. Sarwani hanya menawarkan barang yang dibawanya untuk dijual.

Minyak harum dan tasbih. Untuk apa? Untuk naik haji. Setiap hari Sarwani berjalan kaki hingga tiga wilayah, Kayutangi, HKSN, hingga Pasar Alalak. Informasi mengenai Sarwani tersebar di dunia maya. Seiring dengan kepedulian warga Kalsel pada pedagang tua.

Memilih untuk tidak mengemis, mencari penghasilan dengan berjualan. Kisahnya ini juga diposting akun @instakalsel di akun instagram. Akun ini mengajak agar warga Kalsel bisa peduli dengan membeli barang dagangan Kakek Sarwani. Demi mewujudkan cita-citanya untuk bisa naik haji. Ini postingan @instakalsel di akun instagramnya dalam bahasa Banjar.



(sumber: yangunik.com)

Kamis, 28 April 2016

SUBHANAALLAH ... SETELAH 29 TAHUN MENABUNG, PENARIK GEROBAK PASIR INI BISA WUJUDKAN NIAT SUCI UNTUK BERHAJI

Panggilan tanah suci tidak pernah melihat latar belakang umat muslim yang datang. Tanah Haram itu akan selalu didatangi oleh siapa yang memiliki niat suci. Seperti halnya Sulaiman Hasyim (67), si penarik gerobak pasir. Setelah 29 tahun menabung, tahun ini dia bakal menginjakan kaki di Masjidil Haram untuk menunaikan ibadah haji.

Matahari sangat terik siang itu. Seorang pria yang rambut dan jenggotnya berwarna putih duduk di sebuah kursi rotan.

Begitu santai. Tidak memakai baju. Hanya celana panjang gobor ungu. Sedikit kusam dan berdebu. Keringat masih menetes di keningnya.

Tangannya tampak masih kekar, plus garis-garis di wajahnya, cukup menggambarkan betapa keras kehidupan yang dijalani selama ini.

Dialah Sulaiman (67). Tahun 2016 ini, jika tidak aral melintang, warga Jaln Sultan Agung, Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) itu akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Keberangkatannya tidak sendiri. Melainkan bersama sang istri tercinta, Nuriyah (58).

“Saya lagi istirahat. Capek, habis narik (gerobak, red) tadi. Kebetulan istri saya lagi keluar, melayat orang meninggal,” kata Sulaiman kepada wartawan Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group) yang berkunjung ke rumahnya, Senin (25/4).

Di rumah sederhana itu, Sulaiman hanya tinggal berdua dengan istrinya. Rumah itu berlantaikan papan, sebagian dilapisi tikar plastik kuning bermotif kotak-kotak. Tidak ada perabot berharga. Yang ada hanya satu set kursi rotan.

Dinding rumahnya yang bercat kuning memudar dan penuh bercak, hanya berhias fotokopi selembar kertas berfigura coklat.

Sulaiman bercerita. Baginya butuh perjuangan ekstraluar biasa untuk memuluskan niat suci untuk berhaji. Maklum, dia hanyalah seorang penarik gerobak pasir.

Sementara, biaya haji saat ini lebih kurang US$2.717 atau sekitar Rp35,321 juta (kurs US$1 = Rp13.000) per jemaah.

Tapi, dia tak kenal lelah. Uang Rp50 juta, berhasil dikumpulkan dan disetorkannya ke sebuah bank di Jalan Jenderal Sudirman, sebagai biaya awal ongkos naik haji (ONH) sejak tahun 2010 lalu. “Rp50 juta itu untuk setoran berdua. Saya dan istri,” lanjutnya.

Mengumpulkan uang Rp50 juta, bukan perkara mudah. Apalagi istrinya saat ini tidak bekerja. Sulaiman benar-benar banting tulang, peras keringat. Sakit pun terkadang tidak dirasa.

Dari pagi sekitar pukul 07.00 WIB, dia sudah stand by menunggu pesanan di depot pasir bersama gerobak kayunya. Pulangnya sore pukul 16.00 WIB.

Dalam sehari, dia bisa menarik 2 hingga 4 gerobak pasir. Jarak pengangkutan memang tidak terlalu jauh. Masih di kawasan 1 hingga 2 Ilir.

Tak hanya pasir, tapi terkadang “pelanggannya” juga sekalian minta antar semen 2 atau 3 sak.

“Dulu saya masih bisa menarik gerobak hingga tujuh kali. Tapi, sekarang tidak kuat lagi. Sudah tua. Sekarang, kalau ada pesanan pasir sore, baru saya antar besok paginya,” kata Sulaiman.

Pengakuan Sulaiman, penghasilnya bervariatif. “Saya ambil pasir segerobak di depot seharga Rp20 ribu. Kalau ada pemesan, langsung saya antar. Harganya per gerobak tidak tentu. Ada yang bayar Rp25 ribu, Rp30 ribu, Rp40 ribu, bisa juga Rp50 ribu. Kadang-kadang, ada yang ngasih lebih hingga Rp100 ribu,” sambungnya.

Profesi sebagai penarik gerobak pasir ini sudah dijalani Sulaiman sejak tahun 1987.

Lebih kurang 29 tahun itulah, sedikit demi sedikit uang dikumpulkannya hingga terkumpul sekitar Rp50 juta lebih. Selain disimpan, sebagian juga dibelikan emas. “Semuanya untuk ongkos haji,” lanjutnya.

Hingga saat ini, Sulaiman dan istri sudah menjalani manasik haji sebanyak tujuh kali di sebuah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di 1 Ilir.

“Insya Allah berangkat tahun ini juga. Tinggal nanti membayar sisa setoran saja. Semoga tidak ada halangan. Saya tawakal saja,” lanjutnya.

Sembari menunggu keberangkatan, Sulaiman tetap menarik gerobak pasir seperti biasa. Rupiah tetap harus dicari untuk membayar sisa setoran nanti. Tekadnya benar-benar bulat.

“Tak ada pikiran lain selain ingin pergi haji. Mau cari apalagi selain ibadah. Apalagi, anak-anak sudah tidak ada lagi,” lanjutnya.

Ketika menyebut “anak-anak tidak ada lagi”, kata-kata dari mulut Sulaiman sedikit tersendat. Bibirnya bergetar. Helaan nafasnya terdengar panjang. Meski tidak ada bulir air mata mengalir, tapi matanya sedikit memerah. Pandangannya sempat tertegun ke langit-langit rumahnya yang sudah banyak bolong dimakan rayap.

Sesekali, suaranya nyaris tak terdengar. Tidak ada isak. Tapi, sedikit hanyut dalam keharuan. “Sejak anak-anak meninggal, hidup saya terasa tidak tentu. Tapi, itulah takdir. Yang penting tetap tawakal dan ridho,” lanjutnya.

Sulaiman bercerita, dirinya sebenarnya punya tiga anak. Namun, meninggal semua karena sakit. Anak pertama, meninggal sewaktu masih bayi. “Saya bahkan tidak bisa mengingat siapa nama anak pertama saya,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, anak kedua bernama Syuaib, meninggal di usia 13 tahun. Sedangkan anak ketiga, Siti Hajar meninggal di usia 8 tahun.

Menurut Sulaiman, hidupnya terasa hampa pascakepergian tiga buah hatinya. Dirinya sempat putus asa. Tidak tentu arah. Bekerja dan menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak penting.

“Tapi, saya sadar. Semua sudah suratan-Nya. Saya sudah tua. Di sisa umur saya, lebih baik bertekad memperbanyak ibadah. Untuk apalagi hidup ini selain untuk ibadah. Karena semua akan kembali kepada-Nya,” tukasnya.

Salam dan Tetap bersemangat



(sumber: silahkanshare-ya.blogspot.co.id)

Rabu, 27 April 2016

Subhanaallah, Mike Tyson Berubah Jadi Malik Abdul Aziz | Silahkan Share

Pernahkah Anda mendengar petinju bernama Malik Abdul Aziz? Tentunya hampir tidak pernah. Padahal itu adalah nama Muslim salah satu petinju kelas berat terhebat sepanjang sejarah, Mike Tyson.

Tyson mengenal Islam di penjara ketika dia menjalani hukuman kasus perkosaan terhadap mantan kekasih, Desiree Washington, sepanjang 1992 hingga 1995.

Adalah seorang ulama dari Nation of Islam, organisasi Muslim kulit hitam di Amerika Serikat, Muhammad Siddeeq, mengajarinya tentang Islam dan membuat Si Leher Beton mengambil keputusan untuk mengucapkan kalimat syahadat.


"Saya senang menjadi Muslim. Allah tidak membutuhkan saya, saya butuh Allah. Saya tidak pernah merasa rendah hati sebelumnya," ujar Tyson dalam wawancara dengan FOX411.

Menjadi Muslim merupakan titik balik kehidupan Tyson. Petinju kelahiran Brooklyn, New York, itu mengaku menjalani kehidupan yang liar. Terutama setelah menjadi juara dunia tinju kelas berat.

Tyson menjadi juara dunia tinju kelas berat termuda di usia 20 pada 1986 dengan mengalahkan Trevor Berbick. Setahun kemudian, merebut gelar juara dunia kelas berat WBA dan IBF.

Uang yang melimpah dan ketenaran merusak kehidupan Tyson. Selain karena ketergantungan alkohol dan obat-obatan, Tyson juga sering melakukan penganiayaan dan pemerkosaan hingga akhirnya mendekam di penjara selama tiga tahun.


"Saat itu saya seorang bajingan, psikopat dan sebuah kotoran. Saya pikir saya raja dunia. Tidak akan ada petinju yang menelan obat-obatan lebih banyak

daripada saya. Bahkan saya tidak menyangka bisa hidup lebih dari 30 tahun. Saya beruntung masih bisa hidup. Tinju telah membuat saya gila," ujar Tyson kepada Speigel.

Bangkrut Mendamaikan Karier bertinju Tyson sempat meningkat usai keluar penjara. Namun, setelah dua kali kalah dari Evander Holyfield pada 1996 dan 1997, kehebatan Tyson di atas ring tinggal sejarah.

Setelah itu Tyson bangkrut dan 'terpaksa' beberapa kali melakukan pertarungan demi mencari nafkah. Setelah gantung sarung tinju pada 2005, Tyson masih sempat beberapa kali berurusan dengan polisi.

Renungkanlah Wahai Saudariku Di situlah Tyson sadar, bahwa orang-orang hanya memanfaatkan ketenaran dan uangnya ketika masih berjaya di atas ring. Ketika bangkrut, tidak ada orang yang membantu Tyson.

Tyson mengaku terus berusaha mendekatkan diri dengan Allah saat melalui masa-masa sulit. Petinju yang memiliki rekor 50 menang, 6 kalah, dan 2 no contest, itu justru senang dengan kondisinya yang bangkrut.

Aktor Hollywood yang juga sahabat Tyson, Jamie Foxx, mengaku sempat berbincang dengan Tyson di Miami, Amerika Serikat. Foxx mengatakan kehidupan Tyson jauh lebih baik saat ini.

"Kami bertemu dan saya bertanya mengenai kabarnya. Dia bilang, 'Saya senang. Semuanya berkat Allah, teman. Saya tidak punya uang, jadi saya senang. Tidak ada orang yang menginginkan sesuatu dari saya'," ujar Foxx menirukan pernyataan Tyson seperti dilansir ABC News.

"Saya bertanya, 'Maksud kamu apa?'. Dan dia bilang, 'Ketika saya punya uang, saya melakukan hal-hal yang buruk, dan semua orang selalu berharap dari saya. Padahal, yang saya inginkan hanyalah tetap dicintai'," ujar Foxx.

Menangis di Tanah Suci Dalam keadaan terpuruk, kecintaan Tyson terhadap Islam tidak padam. Setelah lebih dari satu dekade menjadi Muslim, Tyson akhirnya berangkat umrah pada Juli 2010.

Seperti dilansir Saudi Gazette, Tyson untuk kali pertama menginjak kaki di Tanah Suci pada 2 Juli 2010. Tyson menangis ketika mengunjungi Masjid Al-Nabawi di Madina, Arab Saudi.

Tyson melakukan sejumlah kegiatan, termasuk melakukan ibadah di Masjid Al-Nabawi. Tyson mengaku mendapat pengalaman spiritual luar biasa selama di Tanah Suci.

"Saya senang punya fans yang mencintai saya di sini (Arab Saudi). Tapi, saya berharap mereka meninggalkan saya sendiri untuk menikmati momen spiritual di Tanah Suci. Saya tidak kuasa menitikkan air mata ketika saya mengetahui bahwa saya berada di salah satu taman surga," ucap Tyson.



(sumber: @infodetik.us)

Minggu, 17 April 2016

Subhanallah, Berhenti Merokok Pria Ini Menabung Uang Rokoknya Hingga 30 Juta Untuk Daftar Naik Haji

Berhenti merokok bagi sebagian besar perokok bukanlah sesuatu yang mudah. Hal tersebut juga dialami oleh Sukamto (48) warga Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta.

Perlu niatan yang sangat kuat baginya untuk berhenti merokok karena sudah sejak duduk bangku SMP dirinya mulai belajar merokok.

Karena niatan yang kuat itu pula, ayah tiga orang anak yang tiap harinya bekerja sebagi PNS di lingkungan Pemda DIY tersebut mampu benar-benar berhenti merokok pada tahun 2003.

“Padahal dulu saat masih menjadi perokok, dalam sehari saya bisa menghabiskan rokok hingga dua bungkus,” ungkap Sukamto saat ditemui di kediamannya, Minggu (25/1/2015).

Setelah berhenti merokok tersebut dirinya mempunyai inisiatif untuk menabung uang yang selama ini dialokasikan untuk membeli rokok.

Rutinitas tersebut dia lakukan terus tanpa terlalu disadarinya. Hingga pada tahun 2013 yang lalu uang yang dia tabung tersebut telah mencapai Rp30 juta.

“Saya sendiri agak terkejut, ternyata uang untuk beli rokok jika dikumpulkan jumlahnya cukup banyak. Padahal unag yang saya tabung tersebut hanya seharga satu bungkus rokok perharinya. Jumlahnya tentu semakin banyak jika uang yang saya tabungkan nominalnya setara dengan rokok dua bungkus seperti saat saya masih menjadi perokok,” ungkapnya.

Uang rokok yang ditabungnya tersebut mengikuti harga rokok yang saat ini ada. Dari tabungan uang rokok tersebut, pada tahun 2013 Sumanto mampu mendaftarkan diri untuk beribadah haji.

Setelah mampu mendaftar haji, tak lantas membuatnya menghentikan kebiasaannya tersebut.

Saat ini uang rokok tersebut ditabungnya di sebuah investasi berjangka salah satu bank swasta.

Diceritakannya, berdasarkan perhitungan pihak bank, jika investasi dari uang rokok tersebut terus berjalan, pada tahun 2023 Sukamto bisa memperoleh uang hasil investasi hingga Rp70 juta.

Bagi Sukamto, masalah ekonomi bukanlah faktor utama baginya untuk berhenti merokok pada tahun 2003 tersebut. Masalah kesehatan dan kesadaraanya bahwa rokok dapat menggangu kesehatan keluarganya adalah faktor utama.



[Sumber: catatancerdas.com]

Jumat, 08 April 2016

Subhanallah, Kisah Nyata Makam Dibongkar Jenazah Utuh Bersila Baca Yasin

Banyak kisah nyata terjadi disekeliling kita namun terkadang logika kita tidak berfungsi untuk menafsirkannya. Karena kisah ini adalah kisah benar terjadi saat pembongkaran Kuburan Jemaah Haji.

Pada saat musim Haji di Mekkah, jika ada jemaah Haji meninggal dunia maka akan dimakamkan di Ma’la suatu tempat pemakaman jemaah haji di Mekkah, dan setelah delapan bulan makam tersebut dibongkar kemabli untuk memakamkan jenazah lain. Dan dari sinilah kisah mayat bersila membaca Surah Yaasin itu terjadi. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan Hikmah dari peristiwa ini.

Dan inilah kisah lengkapnya seperti yang dikutip dari melayukini.

Kisah ini kisah nyata dan benar terjadi seperti yang telah diceritakan oleh Mahasiswa Malaysia di Arab Saudi. Peristiwa ini baru saja terjadi dan disahkan benar oleh Ustadz Halim Naser, penceramah yang amat terkemuka di Malaysia.14-

Peristiwa ini terjadi pada suatu hari di musim haji yang lalu, mahasiswa Malaysia yang sama-sama menunaikan haji ikut tergabung dengan seorang Arab untuk mengubur seorang  mayat yang meninggal dunia pada musim haji. Makam tersebut terletak di Ma’la, tempat pemakaman para jemaah haji yang meninggal dunia di Makkah.

Cara yang mereka kebumikan mayat adalah dengan cara meninggalkan mayat dalam lubang yang disediakan dan menutupnya untuk sekitar delapan bulan. Setelah delapan bulan, lubang itu akan dibuka kembali untuk menguburkan mayat yang baru.

Pada hari tersebut, ketika satu lubang dibuka untuk mengubur mayat yang baru, orang Arab tersebut berhamburan lari karena dia nampak mayat sedang bersila, bukan tidur seperti kebiasaannya. Penuntut Malaysia ini memberanikan diri merangkak ke dalam kubur tersebut untuk melihat dengan lebih jelas. Hasilnya dia merasa memang mayat tersebut sedang bersila dan mayat tersebut sedang membaca Al-Quran, dan Al-Quran tersebut memang yang asli.

Setelah dilihat berikutnya. Ayat Quran yang terbuka adalah Surah Yasin. Satu hal adalah mayat tersebut tidak membusuk dan kain yang membalutinya juga tidak busuk. Yang membusuk hanyalah kapas yang ditempatkan di antara mayat dengan kain kafan (kain ehram).

Setelah dilakukan penelitian, ternyata mayat tersebut adalah mayat seorang pria berkulit hitam yang kerjanya adalah membersihkan Baitullah dari tumpahan air zam-zam. Kerjanya tiada lain selain membersihkan Baitullah jika ada tumpahan air zam-zam. Jika tidak ada tumpahan, dia akan duduk di satu sudut Baitullah dan membaca Surah Yasin.

Itulah kelebihannya bagi orang yang berbakti ke jalan Allah. Inilah yang membuat kita semakin berkobar-kobar untuk mengunjungi Baitullah.

Setelah peristiwa itu, lubang kubur itu pun di semen kembali dan ditandai agar tidak ada mayat lagi yang akan dimakamkan di lokasi tersebut. Sumber renungan kita. Inilah bukti akan janji-janji Allah pada hamba-hambaNya yang taat dan ikhlas beribadah kepadaNya. Wallahu A’lam


Sumber: http_www_cerminan_com

Rabu, 30 Maret 2016

Bagaimana Jika Naik Haji dengan Uang Hasil Korupsi ?

 Para ulama sepakat, riba menggambarkan salah satu dari perbuatan dosa besar. tercantum di dalamnya merupakan bunga bank, terlebih lagi kebanyakan ulama setuju memandang bunga bank merupakan riba, hingga hukumnya haram. Pertemuan 150 ulama terkemuka dalam Konferensi riset Islam di bulan Muharram 1385 H, ataupun Mei 1965 di Kairo, Mesir menyepakati secara aklamasi kalau seluruh keuntungan atas bermacam berbagai pinjaman menggambarkan aplikasi riba yang diharamkan, tercantum bunga bank.


Berbagai forum ulama internasional, serupa Majma’ al - Fiqh al - Islamy Negara - negara OKI, Rabithah al - ‘Alam al - Islamy, Majma’ul Buhuts al - Islamiyah al - Azhar Mesir dan juga yang yang lain pula keluarkan fatwa pengharaman bunga bank. Begitu pula pemikiran Majelis Ulama Indonesia atas pengharaman bunga dengan bersumber pada dalil Al - Qur’an dan juga As - Sunnah, dan konvensi para ulama. serupa tercantum dalam tulisan Al - Baqarah ayat 275, Allah swt mengharamkan riba. ulasan tentang riba masih dijabarkan sampai 4 ayat selanjutnya.

“Maka bila kalian tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) hingga ketahuilah kalau Allah dan juga Rasulnya hendak memerangimu. dan juga bila kalian bertaubat (dari pengambilan riba), hingga bagimu pokok hartamu, kalian tidak menganiaya dan juga tidak (pula) dianiaya,” (QS Al - Baqarah [2]: 279).

Dalam sebagian hadits shahih, di antaranya
riwayat yang melaporkan kalau Rasulullah saw melaknat pemakan riba, yang berikan makan dengan hasil riba dan juga 2 orang yang jadi saksinya, dia bersabda, “Mereka itu sama” (HR Muslim).

Dengan begitu, orang yang bakal mencari pekerjaan mesti menjauhi bekerja di bank konvensional, terlebih dikala ini sudah banyak berdiri bank syariah. Hukumnya tidak lagi bertabiat darurat. Sebab, salah satu dari keberkahan harta merupakan dari kehalalan trik mendapatkan dan juga mendapatkannya.

Lalu gimana dengan mereka yang telanjur bekerja di bank konvensional, di tambah lagi saat ini mencari pekerjaan bukanlah mudah, dan juga terdapat tanggungan keluarga yang wajib dinafkahi? Dalam perihal ini, fatwa dokter Yusuf Al - Qaradhawi dapat diperuntukan pedoman.

Al - Qaradhawi mengharamkan, tetapi dalam soal honor pegawai bank, ulama asal Mesir ini melaporkan kalau apabila pegawai tersebut bekerja karna tidak terdapat pekerjaan di tempat lain, hingga dia dalam keadaan darurat.

Dalam Islam, keadaan darurat mampu menghalalkan masalah yang asalnya haram. Pada dikala terpaksa bekerja di bank konvensional ini, hingga diharapkan dia betul - betul memahami sistem perbankan. nanti kala ia memperoleh pekerjaan pada bank syariah, dia telah mempunyai pengalaman, ataupun dia mampu mengganti perbankan yang tidak Islami jadi perbankan syariah. Tentu saja, dari pemasukan yang diperoleh itu, jangan kurang ingat keluarkan zakatnya, dan memperbanyak infak dan juga sedekah. Wallahu'alam.

Pengasuh fiqih perempuan Majalah Ummi: Dra Herlini Amran, MA. Lulusan S2 Wefaq ul Madarise al - Salafia Faisal Abad, Pakistan, jurusan Arabic

Selasa, 22 Maret 2016

Allahu Akbar!!! Kisah Nyata,,,,,,,Ibu Lumpuh Ini Bisa Berjalan Kembali Setelah Berdoa di Depan Ka'bah

 Subhanaallah... seseorang jemaah haji asal Malaysia tidak menyangka, impiannya buat mampu berjalan berulang kesimpulannya terkabul berkat doanya di depan Kabah.

Bercerita tentang pengalaman uniknya itu, Fatimah Abd Latif, 60, berkata ia baru menyadari kakinya dapat bergerak berulang sehabis bangun tidur dan juga hendak bersiap menunaikan salat Subuh di Masjid Nabawi.

"Kemudian, aku berupaya bergerak namun cuma mampu bergerak 3 langkah saja. Namun, aku berupaya lagi bergerak dengan dorongan anak dan juga menantu buat menunaikan salat Subuh di Masjid Nabawi," kata Fatimah dilansir Dream dari halaman Mynewshub.cc, Sabtu 31 Oktober 2015.

Alhamdulillah, syukur kepada Allah SWT. karna tiap hari ia berdoa tercantum di depan Kabah, kaki kirinya kesimpulannya mampu bergerak dan juga sehat sampai dapat menunaikan ibadah salat Subuh.

"Allah memakbulkan doa aku dan juga kami sekeluarga terasa terharu dan juga bersyukur atas nikmat ini," katanya kala ditemui wartawan di lapangan terbang Internasional Kuala Lumpur (KLIA), belum lama ini.

Sebelum ini, Fatimah di nyatakan menderita stroke yang menyebabkan tubuhnya lumpuh sebelah kiri semenjak 5 tahun lalu.

Sehingga kala datang di Madinah dan juga setelah itu ke Makah, yang dilanjutkan dengan menunaikan wukuf di Arafah, Fatimah merupakan salah satu jemaah asal Malaysia yang memakai sofa roda. Pemuda ini beri Jawaban Yang hendak Mengejutkan Umat Islam...

Fatimah merupakan salah satu dari 455 jemaah haji yang datang terakhir di Malaysia dari Madinah memakai pesawat Malaysia Airlines MH8289 pada Rabu malam, kemarin. 



Sumber:
http_8intisari_blogspot_com/2016/03/allahu-akbar-kisah-nyata-ibu-lumpuh-ini.html

Senin, 12 Oktober 2015

Heboh Video Penampakan Jin Ikut Lempar Jumroh di Mina



Jin adalah salah satu makhluq Allah SWT yang diciptakan dari api, sama seperti halnya manusia, Jin ada yang kafir juga ada yang beriman pada Allah SWT dan NabiNya. Baru-baru ini ramai diperbincangkan di laman Youtube tentang penampakan jin yang ikut melempar jumroh bersama dengan para jamaah haji lainnya.
Jin yang sempat terekam kamera tersebut berpakaian layaknya orang arab di jaman dahulu, memakai jubah berwarna biru, menggunakan kerudung khas arab, syamagh (kerudung) putih yang sangat panjang dan di punggungnya menenteng tas yang sangat besar.
Dalam video tersebut, Jin yang katanya juga naik haji itu lari dengan kencang setelah melempar jumrah aqabah di jamarat (tempat pelemparan jumrah). Dia tidak terlihat menabrak satupun manusia di depannya walaupun berjalan dengan cepat.
Rekaman video amatir jin yang ikut berhaji ini diambil secara tidak sengaja dengan menggunakan kamera hp salah satu jamaah haji yang sedang melempar jumrah. Dan dibawah ini adalah videonya.

Hanya Dengan Sedekah Pria ini Diberangkatkan Haji Malaikat

Sedekah: Apapun bentuknya dan berapapun nilainya, tak jarang bisa mendatangkan pertolongan Allah dari jalan mana saja. Asalkan dengan niat yang tulus dan ikhlas, bukan mustahil ahli sedekah akan dimudahkan meraih apa yang dicita-citakannya. Seperti yang diceritakan dalam kisah berikut ini.

Di sebuah pedesaan di tanah Arab, ada seorang pria bernama Abdullah bin Mubarok yang telah berniat untuk melaksanakan haji tahun depan. Karena itu, dari jauh-jauh hari ia telah menabung untuk bekal berangkat haji.

Saat menjelang musim haji tiba, Abdullah pergi ke pasar dengan membawa uang 500 dinar untuk membeli unta. Sayangnya, uang sebanyak itu ternyata tidak cukup untuk membeli seekor unta. Maka, dia pulang lagi ke rumahnya.

Namun, di tengah perjalanan pulang, Abdullah bin Mubarok melihat ada seorang wanita tengah membersihkan bulu ayam di tempat sampah.

Abdullah bin Mubarok merasa penasaran dan mendekati wanita itu. Saat mengetahui ada orang yang mendekatinya, wanita itu langsung membelakangi Abdullah bin Mubarok. Ia pun semakin tertarik dan ingin tahu.

Alangkah terperanjatnya Abdullah bin Mubarok setelah tahu bahwa wanita itu membersihkan bangkai ayam!

Hal itu diketahui Abdullah karena tidak ada bekas potongan di leher ayam dan mulai tercium bau busuk. Melihat kejadian itu, hati Abdullah bin Mubarok miris dan bertanya pada wanita tersebut.

“Wahai ibu, untuk apa ibu membersihkan bangkai ayam ini?”
“Untuk di makan.” Jawab wanita itu tanpa menoleh.
“Bukankah ibu tahu, Allah mengharamkan kita memakan bangkai ayam.”
“Bangkai ayam ini memang haram bagi tuan, tetapi tidak untukku dan anak-anakku,” jawab si wanita sambil terus membersihkan bangkai ayam itu.
“Memang apa sebabnya?” Abdullah bin Mubarok semakin penasaran.
“Jangan campuri urusanku, pergilah menjauh dariku,”jawab wanita itu dengan nada tidak senang.
“Demi Allah, aku tidak akan pergi dari tempat ini sebelum aku tahu masalahmu!. Katakanlah wahai ibu.”

Mendengar kesungguhan Abdullah bin Mubarok, wanita ini pun angkat bicara.
“Baiklah, karena kau telah meminta dengan nama Allah, aku beritahu masalahku. Ketahuilah tuan, aku dan anak-anakku sudah tiga hari tidak makan kecuali minum sedikit. Suamiku gugur di jalan Allah, dan dia tidak meninggalkan warisan yang bisa di jual untuk menyambung hidup anak-anaknya yang yatim sekarang. Sedangkan, untuk meminta-minta aku malu. Aku mencari makanan kesana kemari, tapi tidak aku dapatkan kecuali bangkai ayam ini,” jawab wanita itu panjang lebar.

Hati Abdullah bergetar hebat. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Pandangannya menjadi kabur dan seluruh persendianya menjadi terasa lemas. Dia benar-benar merasa sangat berdosa jika membiarkan wanita itu dan anak-anaknya memakan bangkai ayam. Lalu, sambil menunduk, dia berkata dalam hati. “Wahai Ibnu Mubarok, haji apakah yang lebih mabrur dari pada menolong ibu ini dan anak-anaknya?”

Dan tanpa berpikir lagi. Abdullah bin Mubarok menyerahkan semua uang yang akan di gunakannya untuk membeli unta pengangkut bekal hajinya nanti.

“Wahai ibu, mulai detik ini, bangkai ayam itu haram bagimu dan anak-anakmu! Ambilah ini, dan segeralah beri makan anak-anakmu.”

Wanita itu gembira sekali. Sambil menerima pemberian Abdullah bin Mubarok. Wanita itu pun berkata, “Semoga Allah merahmatimu.”

Lalu wanita itu pergi meninggalkan Mubarok, yang dengan ikhlas pulang ke rumah. Pupus sudah keinginannya untuk pergi haji.

Dan saat musim haji usai, Abdullah bin Mubarok menyambut rombongan haji di batas kota bersama keluarga dan kerabat haji. Para haji yang baru pulang itu bercerita telah bertemu Abdullah bin Mubarok di tempat ini dan itu.

Abdullah bin Mubarok tentu saja heran dengan cerita tersebut karena dia tidak jadi pergi haji. Namun semua orang yang berangkat haji mengaku bertemu dengannya.

Malam harinya, Abdullah bin Mubarok mendapat jawaban dari rasa penasarannya tersebut. Ia mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW.

Dalam mimpinya, Rasulullah berkata “Wahai ibnu Mubarok, engkau telah merelakan bekal hajimu untuk menolong sanak keturunanku sehingga mereka terbebas dari kesulitan hidup. Maka, Allah mengutus malaikatNya yang diserupakan dengan dirimu pergi haji untukmu setiap tahun. Dan engkau akan menerima pahalanya sampai hari kiamat.”

Kamis, 01 Oktober 2015

"Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?" "Tidak satupun"


Seorang ulama, Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al-Hanzhali al Marwazi, ulama terkenal di Makkah, menceritakan riwayat ini.

Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka,
"Berapa banyak yang datang tahun ini?" tanya malaikat kepada malaikat lainnya.

"Tujuh ratus ribu," jawab malaikat lainnya.
"Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?"
"Tidak satupun"

Percakapan ini membuat Abdullah gemetar.
"Apa?" ia menangis dalam mimpinya."Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?"

Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu.
"Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni. Berkat dia seluruh haji mereka diterima oleh Allah."

"Kok bisa"
"Itu Kehendak Allah"
"Siapa orang tersebut?"
"Said bin Muhafah, tukang sol sepatu di kota Damsyiq (damaskus sekarang)"

Mendengar ucapan itu, ulama itu langsung terbangun. Sepulang haji, ia tidak langsung pulang kerumah, tapi langsung menuju kota Damaskus, Siria.

Sampai disana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya.Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yang namanya Said bin Muhafah.

"Ada, ditepi kota" Jawab salah seorang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya. Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sepatu yang berpakaian lusuh.

"Benarkah Anda bernama Said bin Muhafah?"tanya Ulama itu.
"Betul, siapa tuan?"
"Aku Abdullah bin Mubarak"
Said pun terharu, "Bapak adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya?"

Sejenak Ulama itu kebingungan, dari mana ia memulai pertanyaanya, akhirnya iapun menceritakan perihal mimpinya.



"Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah Anda perbuat, sehingga Anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur?"
"Wah, saya sendiri tidak tahu!"
"Coba ceritakan bagaimana kehidupan Anda selama ini."

Maka Said bin Muhafah bercerita."Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar :

Labbaika Allahumma labbaika.
Labbaika la syarika laka labbaika.
Innal hamda wannimata laka wal mulka.
laa syarika laka.
Ya Allah, aku datang karena panggilanMu.
Tiada sekutu bagiMu.
Segala nimat dan puji adalah kepunyanMu dan kekuasaanMu.
Tiada sekutu bagiMu.

Setiap kali aku mendengar itu, aku selalu menangis Ya allah aku rindu Mekah, Ya Allah aku rindu melihat kabah
Izinkan aku datang..
izinkan aku datang ya Allah..

Karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya, sebagai tukang sol sepatu. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji.

"Saya sudah siap berhaji"
"Tapi anda batal berangkat haji"
"Benar"
"Apa yang terjadi?"
"Istri saya hamil, dan sering ngidam. Waktu saya hendak berangkat saat itu dia ngidam berat"
"Suami ku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?
"Ya sayang"
"Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini. Mintalah sedikit untukku"

Sayapun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubug yang hampir runtuh.Disitu ada seorang janda dan enam anaknya.
Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit.

Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya.
Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan "Tidak boleh tuan."
"Dijual berapapun akan saya beli"
"Makanan itu tidak dijual, tuan" katanya sambil
berlinang air mata.

Akhirnya saya tanya kenapa? Sambil menangis, janda itu berkata "Daging ini halal untuk kami, namun haram untuk tuan" katanya.Dalam hati sayaberkata, bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim?

Karena itu saya mendesaknya lagi "Kenapa?"
"Sudah beberapa hari ini kami tidak makan.
Di rumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak.
"Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan. Namun bagi Tuan, daging ini haram".

Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya pulang.
Saya ceritakan kejadian itu pada istriku, diapun menangis, kami akhirnya memasak makanan dan mendatangi rumah janda itu.

"Ini masakan untukmu"
Uang peruntukan Haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka."
Pakailah uang ini untuk mu sekeluarga. Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi"

Mendengar cerita tersebut Abdullah bin Mubarak tak bisa menahan air mata.
"Kalau begitu Engkau memang patut mendapatkannya."[ ]

Sumber : Isnet, mozaik.inilah.com

Selasa, 01 September 2015

3 Kisah Jamaah Haji Paling Menyentuh Tahun 2015, Subhanallah!!!


Man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil. Kiranya ungkapan ini banyak menemukan bukti pada pelaksanaan ibadah haji. Meskipun hidupnya sederhana, mereka yang telah berniat dan berusaha bersungguh-sungguh untuk menunaikan ibadah haji, akhirnya bisa menunaikan rukun Islam yang kelima ini.

1. Pasutri penjual gorengan, menabung 20 tahun

 

Orang-orang kaya yang belum mendaftar naik haji seharusnya malu dengan pasangan suami istri ini. Seneman (70) dan Juni (60) akhirnya bisa berangkat ke tanah suci setelah menabung selama 20 tahun.
Warga Kelurahan Mangli Krajan, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur ini menyisihkan Rp 1000 atau Rp 2.000 dari pendapatannya setiap hari khusus demi naik haji. Setelah terkumpul cukup banyak kemudian mereka membawanya ke bank untuk dimasukkan tabungan haji. Demikian mereka lakukan terus menerus tabungan seperti itu selama 20 tahun.
Selain itu, Seneman dan Juni juga menyisihkan sebagian pendapatan berjualan gorengan tersebut untuk ikut arisan. Dari uang arisan itu mereka kemudian bisa melunasi biaya naik haji untuk berdua yang besar ongkos naik haji (ONH)-nya mencapai total Rp 80 juta.
Juni mengungkapkan, dirinya sangat bersyukur kepada Allah karena impian naik haji bersama suaminya kini terwujud. Sebenarnya, mereka akan masuk dalam daftar jamaah haji tahun lalu. Namun karena ada pengurangan kuota, haji mereka ditunda tahun ini. “Alhamdulillah…” kata Juni.

 

2. Pencari rumput, menabung 10 tahun


Kisah Achmad Sukarto, warga Sidoarjo, tak kalah mengharukan. Kesungguhannya untuk menunaikan ibadah haji patut ditiru oleh seluruh muslim.
Pria berusia 62 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai pencari rumput ini akhirnya bisa berangkat haji tahun ini setelah menabung selama 10 tahun. Awalnya, Sukarto menganggap naik haji adalah hal yang tak mungkin baginya. Sebab kondisi perekonomiannya yang jauh dari kaya. Sukarto hanya mencari rumput. Sedangkan sapinya milik orang lain. Bukan miliknya sendiri.
Niat naik haji muncul ketika pada tahun 2003 ada orang yang menitipkan seekor sapi kepadanya. Sukarto yang memelihara dan mencarikan rumput untuk sapi tersebut. Dua tahun kemudian, Sukarto mendapatkan bagi hasil sebesar Rp 5 juta.
Rp 5 juta adalah uang yang sangat banyak bagi Sukarto. Ia bingung uang itu mau diapakan. Ia pun bertanya pada anaknya yang kemudian menyarankan untuk ditabung guna menunaikan ibadah haji.
Setelah membuka tabungan haji, Sukarto lebih serius bekerja agar bisa melunasinya dan bisa berangkat ke tanah suci. Ia lebih giat mencari rumput. Ia mencari rumput lebih banyak dari biasanya. Selain untuk sapi titipan orang, ia juga mencari rumput untuk ia jual. Sehari ia bisa mendapatkan Rp 15.000 hingga Rp 75.000.
“Kalau untuk makan sehari-hari istri saya jualan rujak ulek,” kata Sukarto seperti dikutip Detik.
Dengan izin Allah, usaha keras Sukarto berhasil. Akhirnya ia bisa berangkat haji tahun ini setelah menabung selama 10 tahun.

3. Jamaah haji termuda, menabung sejak SD

 Ilham menjadi salah satu jamaah haji termuda tahun ini. Remaja berusia 18 tahun ini masih duduk di kelas 12 SMAN 6 Surabaya.
Dengan kesadaran sendiri, Ilham mulai menabung sejak kelas 6 SD. Lulus dari SDIT Al Uswah, Ilham meneruskan ke SMPIT Al Uswah. Sejak saat itu, ia mencari uang sendiri untuk bisa naik haji. Mulai dari jualan pulsa, aksesoris, hingga mendirikan distro kecil-kecilan.
Usahanya semakin meningkat ketika ia duduk di bangku SMA. Dan akhirnya kini Ilham bisa berangkat naik haji. Kisah Ilham pun menghiasi halaman Metropolis Jawa Pos.