Tampilkan postingan dengan label terbaik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terbaik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Maret 2016

Apa Hukum Menikahi Wanita Penzina dan Tidak Perawan? Ini Jawabannya !

 Hukum Menikahi perempuan Tidak Perawan karna Zina. kala malam kesatu pernikahan kamu menjumpai istri tidak perawan, apa respons anda? Marah dan juga kecewa itu pasti. tetapi tunggu dulu, adakalanya ketidakperawanan diakibatkan oleh ketidaksengajaan serupa jatuh, olahraga, diperkosa. tetapi banyak pula diakibatkan karna sempat berbuat zina dengan pacar ataupun siapapun. gimana hukum perkawinan perempuan pezina, apakah sah? Perlukah diulangi?

Ada 2 jenis perempuan yang tidak perawan, ialah karna berstatus janda ataupun sempat berzina. tetapi yang kita bahas merupakan arti yang kedua.
Apakah hukum dalam agama Islam menikah dengan perempuan yang sempat berzina ataupun sudah tidak perawan lagi akibat pergaulan bebas?

Sebagai orang beriman, jangan menyangka ringan dosa dari perbuatan zina. Jaga diri dan juga keluarga supaya tidak jatuh kepada dosa tersebut. Dan, untuk mereka yang sempat jatuh dan juga khilaf melaksanakan dosa besar itu, segeralah bertaubat kepada Allah. Para ulama berubah komentar menimpa hukum menikah dengan pezina saat sebelum bertaubat.

Jumhur ulama dari Mazhab Hanafi, Maliki, dan juga Syafii berpendapat, boleh menikah dengan pezina saat sebelum ia bertaubat, tetapi hukumnya makruh. sebaliknya Mazhab Hambali berpendapat, haram hukumnya menikahi pezina saat sebelum dia bertobat.

"Laki - laki yang berzina tidak mengawini melainkan wanita yang berzina ataupun wanita yang musyrik; dan juga wanita yang berzina tidak dikawini melainkan oleh pria yang berzina ataupun pria musyrik, dan juga yang demikian itu diharamkan atas orang - orang yang Mukmin." (QS an - Nur [24]: 3). Jumhur ulama mengatakan, yang diartikan kata nikah dalam ayat di atas merupakan zina itu sendiri.

Ini berarti, seseorang pezina tidak hendak berzina kecuali dengan pezina serupa pribadinya ataupun orang musyrik. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, ayat ini menggambarkan laporan dari Allah, seseorang pezina tidak hendak berzina kecuali dengan pezina ataupun orang musyrik. Dalam artian, tidak hendak terdapat yang ingin menjajaki kemauannya buat berzina kecuali pezina.

Ada pula yang berpendapat, ayat ini mansukh ataupun dihapus hukumnya oleh ayat 32 Surah an - Nur. ‘’Dan kawinkanlah orang - orang yang sedirian di antara kamu.’’ (QS an - Nur [24]: 32). Ayat ini tidak membedakan orang yang sendirian itu, apakah sudah sempat berzina ataupun belum. sampai - sampai orang yang sempat berzina, baik pria ataupun perempuan, tercantum kalangan orang sendirian yang diperintahkan buat dinikahkan.

Tetapi butuh dipahami, larangan buat menikahi pezina itu merupakan bila zinanya itu dikenal universal ataupun orang yang mau menikah dengannya itu ketahui dia sempat berzina dan juga belum bertaubat. sebaliknya bila orang yang menikah itu tidak ketahui orang yang mau dinikahinya sempat berzina, nikahnya sah.

Selama orang yang menikah dengan orang yang sempat berzina itu, baik pria ataupun perempuan, tidak mengenali pendampingnya itu sempat berzina hingga nikahnya sah. Begitu juga, bila dikenal orang yang sempat berzina itu telah bertobat dan juga berulang ke jalur Allah, boleh dan juga legal menikah dengannya.

Sedangkan untuk pria dan juga wanita yang sempat berzina, hingga sehabis bertaubat hendaklah dia menutupi aib yang sempat ia jalani dan juga tidak memberitahukannya kepada pendampingnya karna Allah telah menutupi aibnya. ada juga untuk perantara, bila dia mengenali orang yang sempat berzina itu sudah bertaubat, sebaiknya dia tidak memberitahukan kepada pasangannya.

Kami meminta taufiq untuk semuanya. Demikian Wallahu A’lam.

Jumat, 18 September 2015

Ingin Doa Terkabul? INILAH 14 Waktu TERBAIK untuk Berdoa, No. 4 Jarang yang Tahu!


“Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’)
Apakah Anda memiliki keinginan yang belum terwujud? Sudahkah berdoa dan memohon pada Allah dengan merendahkan hati?

Sesungguhnya ada waktu-waktu tertentu yang mustajab, artinya ketika memohon pada Allah dalam doa di waktu tersebut, in syaa Allah akan dikabulkan oleh-Nya.

Kapan sajakah 14 waktu yang dimaksud?

1. Saat adzan berkumandang
Dari Sahl bin Saad bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Ada dua yang tidak tertolak atau jarang tertolak: Doa pada saat adzan dan doa tatkala perang berkecamuk.” (HR. Abu Daud, Baihaqi, dan Hakim)

2. Doa di antara Adzan dan iqamah
Dari Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Doa antara adzan dan iqamah tidak ditolak, maka berdoalah kamu” (HR. Ahmad)

3. Sebelum Salam pada saat Shalat Wajib
“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam.

4. Di hari Rabu, antara Dzuhur dan Ashar
Sunnah ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya doa di antara shalat Zhuhur dan Ashar dihari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu:

“Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”

“Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)

5. Saat bangun tidur pada malam hari bagi orang yang sebelum tidur dalam keadaan suci
Dari Amr bin Abasah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya.” (HR. Ibnu Majah)

6. Saat berbuka puasa bagi orang yang berpuasa
Dari Abdullah bin Amr Ash bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pada saat berbuka ada doa yang tidak ditolak” (HR.Ibnu Majah dan Hakim)

7. Doa pada waktu sujud dalam shalat
Doa di kala sujud yaitu sujud dalam shalat atau sujud-sujud lain yang diajarkan Islam seperti sujud syukur, sujud tilawah, dan sujud sahwi. Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Saat yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim)

8. Saat sedang kehujanan
Dari Sahl bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Dua doa yang tidak pernah ditolak, doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan.” (HR. Hakim)

9. Saat Melihat Sakratul Maut
Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah SAW mendatangi rumah Abu Salamah pada hari wafatnya, dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya, kemudian berkata, ”Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya.” Semua keluarga histeris. Beliau lalu bersabda, ”Janganlah kamu berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan.”(HR. Muslim)

10. Sesaat di Hari Jumat
“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)

11. Pada malam Lailatul Qadar
Allah SWT berfirman, “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Q.S Al-Qadr :3-5)

12. Doa pada hari ‘Arafah
Dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya bahwa Rasulullah SAW bersabda,”sebaik-baik doa adalah pada hari ‘Arafah” (HR.Al-Tirmidzi)

13. Sepertiga akhir malam
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tuhan kita yang Maha Berkah dan Maha Tinggi turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir dan berfirman,“Barangsiapa berdoa kepada-Ku pasti Aku kabulkan, barangsiapa meminta kepada-Ku pasti Aku beri, dan barangsiapa yang memohon ampunan-Ku pasti Aku ampuni’” (HR.Bukhari)

Amr bin Abasah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Saat yang paling mendekatkan seorang hamba dengan Tuhannya adalah saat ia dalam sujudnya dan jika ia bangun melaksanakan shalat pada sepertiga malam yang terakhir. Karena itu, jika kamau mempu menjadi orang yang berzikir kepada Allah pada saat itu maka jadilah.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

14. Saat Minum Air Zamzam
“Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)