Tampilkan postingan dengan label baik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label baik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2016

Siapa Yang Menabur Kebaikan Ia Akan Menuai Kebaikan Pula

tiap perbuatanmu hendak berulang kepada dirimu lagi
bila kau berbuat jahat, menebar fitnah, ataupun mendzalimi teman , sesuatu dikala kau hendak menerima akibat kurang baik dari perbuatanmu. bila kau berbuat baik, menebar kasih sayang, dan juga membantu sesama, sesuatu dikala kau hendak menuai kebaikanmu seorang diri. sebarkan kebaikan dan juga cintah kasih, kepada siapa aja, kapan aja. kebaikanmu hendak membalasmu dan juga membuat kamu senang.

prasangka kurang baik merupakan awan gelap yang menggelapi hidupmu
kadangkala kita mempunyai pikiran - pikiran negative sampai - sampai mencuat prasangka
kurang baik kepada diri dan juga teman . prasangka kurang baik merupakan benih kejahatan dan juga fitnah. jangan perkenankan berkembang kepada didalam hatimu. prasangka kurang baik dapat mempengaruhi pikiranmu terhadap teman . prasangka kurang baik dapat membikin senantiasa menyangka kalau hidup ini kurang baik, hidup ini jahat, hidup ini kelam.

buanglah prasangka burukmu!

prasangka baru perkiraan. belum tentu benar!

hindarkan dirimu dari orang - orang yang beraura negatif
orang - orang yang beraura kurang baik ataupun negatif mampu mempengaruhi hidup kamu, mempengaruhi seluruh benak dan juga tindakanmu.

hidup sangat pendek buat dihabiskan dengan orang - orang yang tidak menghargaimu. mereka mengisap kebahagiaanmu.


bertemanlah denganmu orang - orang yang pintar, baik, bergairah, dan juga pula saleh. bergaulah dengan orang - orang yang menghargai dirimu apa terdapatnya. memilih area yang positif, yang membikin dirimu bahagia, dan juga menjadikan dirimu maju.



[sumber: reportaseterkini. net]

Kamis, 19 Mei 2016

Suami Yang Baik Ialah yang Mampu Menenangkan Istrinya Ketika Bersedih

MAMPU MENENANGKAN PERASAAN ISTRI YANG SEDANG SEDIH. Wanita adalah wanita biasa, yang hatinya mudah sekali terluka. Alangkah bahagianya seorang wanita memiliki suami yang mampu menenangkan perasaannya. Bukannya malah balik memarah saat melihat istrinya menangis.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun pernah menenangkan istrinya, Shafiyah binti Huyay. Pada hari itu, beliau melihat Shafiyah menangis. Ternyata yang membuat dirinya menangis adalah karena Hafsah mengatakan bahwa dirinya adalah keturunan Yahudi.

Rasulullah pun kemudian berkata, "Katakan padanya, suamiku Muhammad, ayahku Harun, dan pamanku Musa!" (Tafsir Al-Qurthubi)

Wanita mana yang hatinya tidak langsung tenang bila dibela oleh sang suami. Rasanya hati yang tadinya berkecamuk langsung reda mendengar kata-kata lembut yang menenangkan hati. [reportaseterkini]



(sumber: perindusurga.com)