Tampilkan postingan dengan label bidadari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bidadari. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2016

Ini Ancaman Bidadari Jika Ada Wanita Menyakiti Suaminya

Jika Anda memiliki suami yang shalih, janganlah sekali-kali menyakitinya. Jangan mendurhakainya. Sebab jika Anda melakukannya, Allah akan murka. Selain itu, bidadari surga juga akan marah dan mengeluarkan ancaman yang Anda tidak mendengarnya, namun Rasulullah telah mengabarkan isinya.

Yakni bidadari surga calon istri suami shalih itu akan melaknat dan mendoakan kecelakaan bagi wanita yang menyakiti suami shalih tanpa alasan yang benar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لاَ تُؤْذِى امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ لاَ تُؤْذِيهِ قَاتَلَكِ اللَّهُ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيلٌ يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا

“Jika seorang istri menyakiti suaminya di dunia, maka calon istrinya dari kalangan bidadari akan megatakan: ‘Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah mencelakakanmu sebab ia hanya sementara berkumpul denganmu. Sebentar lagi ia akan berpisah denganmu dan akan kembali kepada kami.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Ibnu Majah memberikan judul “wanita yang menyakiti suaminya” untuk hadits ini. Sedangkan Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin memasukkan hadits ini dalam bab kewajiban istri pada suami.

Hadits ini merupakan ancaman untuk wanita yang menyakiti suaminya tanpa alasan yang benar. Khususnya suami yang shalih. Entah dengan perkataan kasar, sikap yang keterlaluan, atau berbagai bentuk pembangkangan.

Hadits ini juga merupakan nasehat kepada wanita muslimah untuk menjaga hubungan baik dengan suaminya. Hendaklah ia taat dan berakhlak mulia. Jika pasangan suami istri muslim dan muslimah saling mencintai dan bersatu dalam ketaatan di dunia, mereka akan kembali menjadi pasangan suami istri di surga. Sebaliknya, jika suami shalih namun istrinya tidak shalihah, tidak mentaatinya, suka menyakiti serta mendurhakainya, maka ancaman bidadari itu akan menjadi nyata. Mereka akan berpisah dan bisa jadi si istri masuk neraka karena kedurhakaannya pada suami, dan sang suami yang masuk surga akan menjadi suami bagi bidadari-bidadari yang dulu telah memberikan ancaman pada wanita yang menyakiti laki-laki tersebut.

Semoga setiap muslimah dimudahkan Allah untuk berbakti kepada suaminya dan akhirnya dipertemukan kembali sebagai pasangan yang abadi di surga nanti. Allahumma aamiin.



[sumber: Muchlisin BK/Webmuslimah.com]

Selasa, 26 April 2016

Hebohkan warga! Anak Bidadari Turun Dari Langit di Banggai Laut

Warga Desa Kalupapi, Kecamatan Bakurun, Kabupaten Banggai Laut (Balut), Sulteng digegerkan penemuan gadis berwajah Barbie dan tidak bisa bahasa Indonesia.

Warga sekitar mengatakan kemungkinan besar gadis imut itu adalah anak bidadari. Pertama kali ditemukan oleh nelayan pada Selasa Siang, (19/4/2016) lalu.

Gadis itu ditemukan ditepi pantai dalam keadaan telanjang dan hanya ditutupi selendang transparan berwarna putih kapas dan sedang dalam keadaan menangis.

Saat ini gadis tersebut ditempatkan disalah satu rumah warga di Desa Kalupapi, Kecamatan Bakurun, Pulau Bokan, Kabupaten Banggai Laut.

Warga memiliki alasan menyebutnya sebagai bidadari, lantaran gadis itu benar-benar berbeda dengan gadis pada umunya.

Alisnya merah dan mata bulat lentik, kulit putih bercahaya.
Kehebohan warga semakin menjadi, ketika penemuan gadis yang mirip boneka berbie itu terkuak di khalayak ramai.

Selain karena wajah dan kulit yang putih bersinar dan mata bulat sempurna, Hebohnya, Gadis itu ditemukan nelayan setempat setelah mendengar suara jatuh dari langit.

"Didapati gadis itu menangis, tidak pakai apa-apa hanya selendang putih yang membalut badannya," tutur Rano warga yang menamukan.

"Sekarang dia so (baca: tinggal) dirumah warga, di kasih baju juga jilbab," kata Rano.

Sekalipun sebagian besar warga menganggap mustahil kejadian tersebut. Namun, belum ada satupun yang berhasil membuktikan asal muasal gadis yang disebut anak bidadari itu.



(sumber; silahkanshare-ya.blogspot.co.id)

Minggu, 10 April 2016

Subhanallah..!! Beginilah Keindahan Fisik Bidadari Surga yang Menanti Hadirmu, Hingga Membuat Kita Tercengang.!

Allah telah menyediakan dua tempat kembali bagi setiap ciptaan-Nya. Namun, kedua tempat itu sungguh berlawanan. Satu tempat diperuntukkan bagi ciptaan-Nya yang sering berbuat maksiat dan tempat lainnya diberikan untuk ciptaan-Nya yang beriman. Allah telah menyiapkan kenikmatan yang sungguh luar biasa bagi hamba-Nya yang ingin bertaqwa dan beriman kepada-Nya. Salah satunya adalah adanya surga di hari akhir kelak.


Dalam beberapa dalil dijelaskan bahwa akan ada bidadari di dalam surga yang akan menyambut penghuninya. Mempelajari kenikmatan dalam surga akan memberikan kita semangat agar berperilaku lebih baik lagi.

Surga adalah tempat yang dipenuhi dengan kenikmatan luar biasa yang tidak bisa kita temukan di dunia. Semua yang kita inginkan akan terwujud di dalam surga. Bahkan, Allah telah menyediakan bidadari untuk menyambut kedatangan para penghuni surga. Siapa yang tidak ingin melihat dan bertemu dengan bidadari ciptaan Allah ini? Pastinya semua orang ingin.

Salah satu istri Rasulullah menceritakan penggambaran surga dan bidadari tersebut, baik dalam pesonanya, akhlak, kedudukan dan kecantikan fisiknya. Ia membandingkan bidadari dengan wanita Muslimah.Ummu Salamah bertanya tentang firman Allah mengenai bidadari yang bermata jelita atau Hurun ‘In.

Rasul menjawab jika Hurun adalah putih. Sedangkan ‘In ialah bermata besar yang berwarna kekuning-kuningan atau blonde. Wanita haura’ bisa dikatakan sebagai sayap burung elang atau nasar.
Ummu Salamah melanjutkan bertanya tentang maksud firman-Nya pada Rasul, bidadari tersebut seakan-akan menjadi permata yang disimpan baik, kulit mereka berwarna putih seperti putihnya mutiara dalam kerang. Bahkan mereka tidak pernah disentuh tangan siapa saja. Ia bertanya apa maksud di dalam surga terdapat bidadari-bidadari yang cantik rupanya dan baik akhlaknya. Rasulullah menjawab bahwa memang benar bidadari surga memiliki akhlak yang mulia dan rupa yang begitu cantik.

Ummu Salamah pun kembali bertanya mengenai maksud bidadari disimpan bagaikan telur yang tersimpan baik. Rasul menjawab bahwa ketipisan dan kelembutan kulit mereka seperti ketipisan dan kelembutan kulit yang dilihat di dalam telur. Akhlaknya yang mulia, rupanya yang cantik, kulitnya yang lembut dan tipis berwarna putih, dan matanya yang jelita. Tak sampai disitu, Ummu Salamah kembali bertanya mengenai maksud dari ‘Uruban atraba.

Bidadari itulah wanita yang tertahan di dunia dalam tua renta, kotor bulus alisnya, dan penglihatannya kabur. Kemudian, Allah menciptakannya menjadi perawan-perawan muda. Sedangkan, ‘Uruban berarti selalu cinta dan rindu pada suaminya dan Atraba berarti sebaya.

Berdasarkan penjelasan gambaran bidadari surga Allah di atas, kita menjadi tahu gambaran secara detail mengenai bidadari, baik akhlak maupun kecantikan rupanya. Hal yang perlu kita tahu adalah bidadari tidak hanya diperuntukkan bagi laki-laki tapi Allah juga menyediakan bidadari bagi wanita sehingga sempurnalah kenikmatan setiap penghuni surga. Itulah balasan bagi mereka yang beriman dan bertaqwa pada Allah.

Sebagai seorang muslim, kita bisa menjadikan hal ini sebagai dorongan atau motivasi agar berbuat lebih baik lagi. Kenikmatan dalam surga memanglah sangat luar biasa. Tapi untuk mendapatkannya tidak semudah yang kita bayangkan. Kita harus memperbanyak ibadah, amalan, dan sunnah Rasul. Mendekatkan diri pada Allah akan memudahkan kita untuk terhindar dari godaan setan yang terkutuk sehingga tidak melakukan perbuatan maksiat.


(Sumber: kupulanmisteri_com)

Jumat, 02 Oktober 2015

Jika Ada Wanita Menyakiti Suaminya, Ini Ancaman Para Bidadari

Jika Anda memiliki suami yang shalih, janganlah sekali-kali menyakitinya. Jangan mendurhakainya. Sebab jika Anda melakukannya, Allah akan murka. Selain itu, bidadari surga juga akan marah dan mengeluarkan ancaman yang Anda tidak mendengarnya, namun Rasulullah telah mengabarkan isinya.

Yakni bidadari surga calon istri suami shalih itu akan melaknat dan mendoakan kecelakaan bagi wanita yang menyakiti suami shalih tanpa alasan yang benar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



لاَ تُؤْذِى امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ لاَ تُؤْذِيهِ قَاتَلَكِ اللَّهُ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيلٌ يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا

“Jika seorang istri menyakiti suaminya di dunia, maka calon istrinya dari kalangan bidadari akan megatakan: ‘Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah mencelakakanmu sebab ia hanya sementara berkumpul denganmu. Sebentar lagi ia akan berpisah denganmu dan akan kembali kepada kami.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Ibnu Majah memberikan judul “wanita yang menyakiti suaminya” untuk hadits ini. Sedangkan Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin memasukkan hadits ini dalam bab kewajiban istri pada suami.

Hadits ini merupakan ancaman untuk wanita yang menyakiti suaminya tanpa alasan yang benar. Khususnya suami yang shalih. Entah dengan perkataan kasar, sikap yang keterlaluan, atau berbagai bentuk pembangkangan.

Hadits ini juga merupakan nasehat kepada wanita muslimah untuk menjaga hubungan baik dengan suaminya. Hendaklah ia taat dan berakhlak mulia. Jika pasangan suami istri muslim dan muslimah saling mencintai dan bersatu dalam ketaatan di dunia, mereka akan kembali menjadi pasangan suami istri di surga. Sebaliknya, jika suami shalih namun istrinya tidak shalihah, tidak mentaatinya, suka menyakiti serta mendurhakainya, maka ancaman bidadari itu akan menjadi nyata. Mereka akan berpisah dan bisa jadi si istri masuk neraka karena kedurhakaannya pada suami, dan sang suami yang masuk surga akan menjadi suami bagi bidadari-bidadari yang dulu telah memberikan ancaman pada wanita yang menyakiti laki-laki tersebut.

Semoga setiap muslimah dimudahkan Allah untuk berbakti kepada suaminya dan akhirnya dipertemukan kembali sebagai pasangan yang abadi di surga nanti. Allahumma aamiin. (webmuslimah)

Lelaki Dapat Bidadari di Surga, Lalu Perempuan Dapat Apa?

Harapan dan tujuan hidup setiap manusia di dunia ini adalah, untuk memperoleh tempat terindah setelah kematiannya kelak, mendapatkan kenikmatan dan kebahagian hakiki, surga Allah SWT yang penuh keindahan disana.  Karena itu merupakan tujuan utama kehidupan manusia di alam fana.

Tidak ada seorang manusiapun yang ingin terjerumus kedalam siksaan pedih api neraka. Namun sangat disayangkan, tujuan utama itu terkadang hanya dijadikan angan-angan dan hayalan belaka oleh mayoritas manusia tanpa menempuh jalan dan beramal saleh yang membawa dirinya masuk ke dalam Surga. Tentu tindakan dan sikap seperti ini merupakan hal yang lucu bahkan termasuk golongan yang tidak tahu diri. Naudzubillahi mindzalik.

Surga hanya diperuntukkan sebagai ganjaran bagi hamba-hamba Allah yang saleh, yang taat terhadap perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah swt menceritakan berbagai macam fasilitas dan kenikmatan yang didapatkan di dalam surga agar manusia tertarik dan termotivasi untuk beramal saleh, bergegas untuk beribadah dan berlomba dalam kebaikan. Ketika kita membuka lembaran-lembaran ayat suci al Quran, kita menemukan bahwa Allah SWT ketika menyebut amalan shaleh, Dia mengiringinya dengan menyebut ganjaran pahala dan perolehan surga yang dihiasai dengan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya, berbagaimacam buah-buahan kesukaan manusia, kebun yang indah, istana megah yang terbuat dari emas dan mutiara, tempat tidur, permadani dan bantal  dari emas  dan permata. Tak ada kehidupan yang paling indah selain di alam surga sana.

Selain itu, Allah SWT juga menceritakan bahwa di dalamnya terdapat bidadari-bidadari cantik bermata jeli yang menjadi isteri bagi kaum Adam yang berada di Surga. Dalilnya adalah firman Allah SWT dalam surat Ar rahman, ayat 46-54. dan surat al Waaqi’ah, ayat 11-40.

Allah juga berfirman :

إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ (40) أُولَئِكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَعْلُومٌ (41) فَوَاكِهُ وَهُمْ مُكْرَمُونَ (42) فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ (43) عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ (44) يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ (45) بَيْضَاءَ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ (46) لَا فِيهَا غَوْلٌ وَلَا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُونَ (47) وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ عِينٌ (48) كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَكْنُونٌ (49)

Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Mereka itu memperoleh rezki yang tertentu, yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-rang yang dimuliakan, di dalam surga-surga yang penuh nikmat, di atas tahta tahta kebesaran berhadap-hadapan. Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamer dari sungai yang mengalir. Warnanya putih bersih, sedap rasanya bagi orang orang yang minum. Tidak ada dalam khamer itu al kohol dan mereka tiada mabuk karenanya. Disisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya, seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik. (QS : Ash Shaaffaat, 40-49).

Kenapa Allah SWT menceritakan Bidadari bermata jeli yang merupakan isteri untuk kaum lelaki surga dan tidak menceritakan suami-suami untuk kaum wanita?

Allah menciptakan putera-putera Adam dengan tabiat yang unik, yaitu sangat tertarik dan senang terhadap wanita yang cantik. Anak Adam ini sanggup berkorban dan melakukan apa saja untuk mendapatkan wanita yang disukainya, Maka Allah swt menyebut para bidadari yang cantik, bermata jeli sebagai ganjaran bagi mereka yang beriman. Dengan tujuan, agar anak Adam yang penuh ego ini tertarik dan berlomba-lomba beribadah kepada Allah, antusias beramal shaleh, dan berbuat baik terhadap sesama dan lingkungan alam sekitarnya.

Berbeda dengan perempuan yang memiliki sifat pemalu, bahkan sangat malu sekali. Tabiat wanita sekalipun suka terhadap lelaki namun perasaan malu yang dimilikinya dapat menahan dirinya untuk menampakan rasa suka itu. Dengan demikian Allah SWT tidak mendorong dan memotivasi kaum hawa untuk beramal shaleh dengan cara menceritakan ganjaran yang membuat mereka malu ketika dibaca atau didengar. Misalnya, dengan menceritakan keperkasaan, ketampanan, keanggunan, dan keshalehan pasangan yang mereka dapatkan di surga kelak.

Allah SWT tidak memotiviasi mereka dengan hal seperti itu. Namun dengan tidak menyebut pasangan yang mereka dapatkan, bukan berarti Allah SWT tidak memberikan pasangan di surga. Wanita shalehah yang tidak menikah di dunia atau wanita shalehah yang sudah menikah di dunia tetapi suaminya kelak masuk nereka, mereka akan mendapatkan pasangan lelaki perkasa, tampan, penuh romantis dari golongan manusia yang menyejukan hati dan pandangan mata mereka di dalam surga. Bagaimanapun cantik jelitanya bidadari di Surga sana, namun tetap lebih cantik dan mulia wanita shalehah yang pernah hidup di dunia. Disebabkan ibadah dan ketaatan yang mereka lakukan semasa hidup di dunia. Mereka tidak akan mengalami rasa letih, tidak akan tua dan mereka akan tetap perawan selama-lamanya. Subhanallah…

Rasulullah saw bersabda :

عن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن الجنة لا يدخلها عجوز إن الله إذا أدخلهن الجنة حولهن أبكارًا.
Dari Aisyah Radhiyallahu anha, rasulullah saw bersabda : Sungguh surga itu tidak dimasuki oleh perempuan tua, sesungguh Allah apabila memasukan mereka kedalam surga Dia akan merubahnya menjadi perawan-perawan. (HR Ath Thabrani)

Hadis ini dhaif, karena di dalam sanadnya terdapat perawi bernama Mus’idah Bin al Yasa’, dia adalah perawi lemah. Begitu penuturan Ibnu Hajr al Haitsami dalam kitab Majmauz zawaidnya.

Di dalam surga tidak ada seorangpun manusia yang tidak memperoleh pasangan, baik laki-laki maupun perempuan. Sebagaimana hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya dari Abu Hurairah radhiallahu ‘ahu beliau bersabda,

,وَمَا فِى الْجَنَّةِ أَعْزَبُ

Tidak ada seorang pun di dalam surga itu yang sendirian (tidak mempunyai pasangan).

Jadi baik laki-laki atau perempan penghuni surga yang tidak mendapatkan pasangan di dunia, Allah akan menikahkan mereka di surga kelak dengan pasangan penghuni surga. Tidak usah merasa terzolimi karena sekedar Allah tidak menyebutkan pasangan bagi kaum perempuan di Surga kelak. Allah SWT Maha Adil terhadap hamba Nya, tak ada seorang hambapun yang dizolimi Nya.

Penulis adalah Alumnus Universitas Al Azhar Kairo dan kontributor ISCO (Islamic Studies Center Online)