Tampilkan postingan dengan label dilarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dilarang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Mei 2016

Alquran Tidak Suka Orang yang Menawar Barang Terlalu Sadis, Inilah Akibatnya

Bagi perempuan, menawar barang dengan harga murah biasanya selalu dibanggakan. Tapi, taukah jika menawar harga kepada pedagang dengan harga yang tak masuk akal malah jadi perbuatan yang semena-mena.

Ada sebuah contoh kisah seorang istri yang membanggakan kelihaiannya untuk menawar barang. Tapi kali ini, suami marah besar ketika sang istri bisa menawar harga yang sangat murah. Kenapa? Ini kisahnya:

Sebagai istri saya tentu ingin disayang suami. Belajar masak, rajin bersih-bersih rumah, berlaku lembut penuh cinta kepada suami, dan berusaha hemat dalam penggunaan uang belanja biar disebut istri cerdas dan yang tersayang.

Setiap kali belanja kemanapun, saya pasti ngotot berusaha menawar dagangan dengan harga semurah mungkin. Diskon seribu dua ribu saya kejar, padahal energi yang dikeluarkan untuk tawar-menawar panjang bisa lebih dari itu.

Tapi demi disayang suami, saya tetep ngotot. Tak jarang suami yang mengantar mulai tidak sabar dan geleng-geleng kepala. Saya sih cuek saja, istri pelitnya ini selalu beralasan sama, kan biar hemat.
Suatu sore setelah lelah keliling pasar, di perjalanan menuju parkiran mobil seorang pedagang tanaman bunga yang berusia sepuh menawarkan dagangannya:

Pedagang: “Neng, beli neng dagangan bapak, bibit bunga mawar 5 pot cuma 25.000 per pot”

Tadinya saya cuek, tapi tiba-tiba teringat pekarangan mungil di rumah yang kosong, wah murah nih pikir saya, cuma 25.000/pot, tapi ah pasti bisa ditawar.

Saya: “Ah mahal banget pak 25.000, udah 10.000 per pot,” dengan gaya cuek saya menawar sadis.

Pedagang : “Jangan neng, ini bibit bagus. Bapak jual udah murah, 15.000 aja gimana neng bapak udah sore mau pulang".

Saya ragu sejenak, memang murah sih. Di toko, bibit bunga mawar paling tidak 45.000 harga per pot. Tapi bukan saya dong kalau tidak berjuang.

Saya: “Halaaah udah pak, 10.000 ribu aja kalau gak dikasih ya gak apa-apa,” saya berlagak hendak pergi.

Pedagang : “Eh neng…,” dia ragu sejenak dan menghela nafas. “Ya sudah neng gak apa-apa 10.000, tapi neng ambil semuanya ya, bapak mau pulang udah sore.”

Saya: (Saya bersorak dalam hati. Yeee…menang) “Oke, jadi 50.000 ribu ya utk 5 pot. Bawain sekalian yaaa.. ke mobil saya, tuh yang di ujung parkiran.”

Saya pun melenggang pergi menyusul suami yang sudah duluan. Si Pedagang mengikuti di belakang. Sesampainya di parkiran, si Pedagang membantu menaruh pot-pot tadi ke dalam mobil, saya membayar 50.000 lalu si Pedagang tadi pergi.

Lalu terjadilah percakapan berikut dengan suami,

Saya: “Bagus kan yaaang, aku dapet 5 pot bibit bunga mawar harga murah.”
Suami: “Oohh..berapa kamu bayar ?”
Saya: “50 ribu.”
Suami: “Hah…!!! Itu semua 5 pot ?” dia kaget
Saya: “Iya dong… hebat kan aku nawarnya ?
Tadi Dia nawarinnya 25.000 1 pot".
Saya tersenyum lebar dan bangga.
Suami: “Gila kamu, sadis amat. Pokoknya aku gak mau tahu. Kamu susul itu si Pedagang itu sekarang, kamu bayar dia 125.000 tambah upah bawain ke mobil 25.000 lagi. Nih, kamu kejar kamu kasi dia 150.000 !!!”
Suami membentak keras dan marah, saya kaget dan bingung.
Saya: “Tapi…kenapa..?”
Suami: (Makin kencang ngomongnya) “Cepetan susul sana, tunggu apa lagi !!!.”

Tidak ingin dibentak lagi, saya langsung turun dari mobil dan berlari mengejar si Pedagang tua. Saya lihat dia hendak naik angkot di pinggir jalan.
Saya: “Pak……tunggu pak…”
Paman : “Eh, neng kenapa?”
Saya: “Pak, ini uang 150.000 pak dari suami saya katanya buat bapak, bapak terima ya, saya gak mau dibentak suami, saya takut.”
Pedagang: “Lho, neng kan tadi udah bayar 50.000, bener kok uangnya,” si Pedagang keheranan.
Saya: “udah pak terima aja. Ini dari suami saya. Katanya harga bunga bapak pantesnya dihargain segini".
Sambil saya serahkan uang 150.000 ke tangannya.
Pedagang (Tiba-tiba menangis dan berkata): “Ya Allah… makasih banyak neng… ini jawaban do'a bapak dari pagi, seharian dagangan bapak gak ada yang beli, yang noleh pun nggak ada. Anak istri bapak lagi sakit di rumah gak ada uang buat berobat. Pas neng nawar bapak pikir gak apa-apa harga segitu asal ada uang buat beli beras aja buat makan. Ini bapak mau buru-buru pulang kasian mereka nunggu. Makasih ya neng… suami neng orang baik. Neng juga baik jadi istri nurut sama suami, Alhamdulillah yaaa Allah... neng maaf, bapak mau buru buru pulang…,” dan si bapak pun berlalu.
Saya: (speechless dan kembali ke mobil).

Sepanjang perjalanan saya diam dan menangis, benar kata suami, tidak pantas menghargai jerih payah orang dengan harga semurah mungkin hanya karena kita pelit. Berapa banyak usaha si bapak sampai bibit itu siap dijual, tidak terpikirkan oleh saya.

Sejak itu, saya berubah dan tak pernah lagi menawar sadis kepada pedagang kecil manapun. Percaya saja bahwa rejeki sudah diatur oleh Tuhan.

Ribuan orang menangis membaca cerita ini, pengingat untuk kita yang kadang tidak adil dalam memperlakukan orang lain semena-mena. Semoga tidak terjadi pada anda..... Jika itu terjadi, dapat menjadi bahan pertimbangan.

وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung" (At-Taghobun:11)




(sumber: cerminan.com)

Selasa, 03 Mei 2016

Mengapa Suami Dilarang Membentak dan Kasar terhadap Istri

Sahabat, mungkin masih ada istri yang bernasib kurang baik, memiliki suami yang gemar membentak istri. Dengan berbagai sebab, bahkan yang sangat sepele sekalipun istri akan menjadi sasaran keberingasan suami, membentak, menghardik, dan bentuk ucapan yang kasar lainnya. Hampir semua istri pasti tidak suka dirinya dibentak, mengingat secara naluriah perangai istri adalah lembut, suka kelembutan dan suka mendapatkan kasih sayang halus sehalus sutera, bukan bentakan.


Bagaimana jadinya perasaan istri, jika memiliki suami yang suka membentak? bukan tidak mungkin, istri yang mendapatkan kata-kata yang kasar, keras, dan dengan nada tinggi akan merasa sakit bukan kepalang, tak hanya di hati namun mungkin ke seluruh kelenjar nadi yang mengalirkan darah ke sekujur tubuhnya. Jika hal itu terjadi secara terus menerus, sakit hati istri akan berubah menjadi ilfil, kebencian, dendam, dan yang lebih menyedihkan yakni hilangnya rasa cinta dan sayang istri pada suami.

Sahabat Ummi, terkadang ada beberapa tabiat suami yang sangat baik terhadap rekan-rekannya yang sesama perempuan seperti istrinya, kata-katanya enak, halus, sopan sangat jauh dari kesan keras apalagi membentak, namun terhadap istri sendiri malah bertolak belakang. Kasar dan lebih ke intonasi yang tinggi penuh amarah. Hal ini sangat bertentangan dengan keteladanan yang Rasulullah Saw ajarkan:

"Sebaik-baik kalian, (adalah) yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku. (HR. Tirmidzi)

Islam adalah agama
yang sangat memuliakan istri, sebagaimana Nabi melakukannya terhadap istri-istri beliau. Jika suami gemar membentak-bentak istri, tentu itu salah satu bukti suami jauh dari perilaku memuliakan istri, yang ada justru menginjak-injak harga diri dan perasaan si istri. Islam sangat tidak menyukai golongan suami yang demikian. Artinya suami tidak memahami ataupun jika telah paham namun justru mengingkarinya, dan lebih berkiblat pada nafsu amarahnya sendiri.

Sahabat Ummi, seorang istri mungkin jasa-jasanya tidak bernilai materi, namun beban berat istri mengandung anak, melahirkan, menyusui, merawat dengan penuh ketelatenan hingga anak-anaknya tumbuh besar dan dewasa, tidaklah bisa dikatakan hanya se-ujung kuku dan bisa dibayar dengan sekeranjang intan permata, bahkan segunung uang emas. Apalagi yang melahirkan hingga berkali-kali. Selepas itu, tugas istri tidaklah hanya pada urusan anak, akan tetapi semua kebutuhan suami hingga seluruh urusan domestik rumah ia kerjakan, bahkan dengan dua tangan mampu mengerjakan rumah, merawat anak, meladeni suami, secara berbarengan.

Apakah kerja keras istri yang tak menghasilkan uang harus dibayar dengan bentakan? belum lagi jika istri memiliki usaha sampingan atau kerja kantoran, pasti waktunya banyak tersita tanpa mempedulikan kondisi dirinya sendiri. Oleh sebab itu, sahabat Ummi, sebagai suami yang bijak, peluklah istrimu, sayangilah dia, dan berkatalah yang lembut padanya, pilihlah kata-kata yang menyejukkan hatinya. Janganlah sekali-kali engkau (suami) membentaknya, apalagi berkali-kali, setiap hari, setiap saat, setiap waktu. Membentak istri, akan mengalirkan air mata kepedihan di matanya, luka menganga di hatinya, dan remuk redam di seluruh tubuhnya. Berbuat baiklah kepada mereka ( istri) sebagaimana Rasulullah Saw mencontohkannya.

"Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik dari kalian sikapnya kepada keluarganya. Dan aku adalah yang terbaik dari kalian sikapnya kepada keluarga." ( HR. Ibnu Hibban)



(sumber: ummi-online)

Senin, 25 April 2016

Ini Alasan Barat Melarang Dr Zakir Naik

Sejumlah negara Barat melarang Dr Zakir Naik masuk ke wilayahnya. Di antaranya adalah Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Mengapa banyak negara Barat melarang Dr Zakir Naik? Dai populer asal India ini menuturkan alasannya.

“Aku telah memberikan ceramah penuh dengan tema ‘Apakah Terorisme adalah Monopoli Umat Islam?’ Ceramahku sangat efektif sampai-sampai orang Barat melarangku ke negara mereka sampai sekarang,” kata Dr Zakir Naik di depan ribuan audien.

Melalui ceramah itu, Dr Zakir Naik menyajikan data-data bahwa pelaku serangan 11 September belum tentu orang Islam. Banyak keanehan misalnya seluruh kursi dan properti pesawat terbakar namun paspor yang katanya milik orang Arab tidak terbakar. Perancang gedung WTC juga mengatakan tidak mungkin gedung itu hancur oleh bahan bakar pesawat. Sedangkan menurut 75 ilmuwan Amerika yang semuanya Kristen, mereka tidak percaya 19 orang Arab bisa membajak pesawat tersebut dan menabrakkannya ke gedung WTC. Hasil wawancara itu dimuat dalam film dokumenter Loose Change.

Namun, siapapun pelakunya, Dr Zakir Naik mengutuk serangan yang menewaskan 3.000 orang itu. Sebagaimana ia juga mengutuk serangan kereta bawah tanah London yang menewaskan lebih 50 orang dan mengutuk bom Bombay yang menewaskan 180 orang.

“Tapi aku masih belum selesai,” kata Dr Zakir Naik, “aku juga mengatakan bahwa aku mengutuk tewasnya ribuan orang tak bersalah yang terbunuh di Afghanistan, Palestina dan Irak.”

Itulah yang membuat Dr Zakir Naik dilarang masuk Amerika dan Inggris.




[Sumber: Ibnu K/Tarbiyah.net]