Tampilkan postingan dengan label terkabul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terkabul. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2016

Doa tak Kunjung Dikabulkan Ini Penyebabnya

Jika seseorang telah berdoa kpd Allah Ta’ala dengan penuh keyakinan, namun ternyata doanya tak kunjung dikabulkan, maka pasti ada yang salah pada diri orang itu.

Jika dalam berdoa ada adabnya, maka ada pula hal-hal yang dapat menghalangi terkabulnya doa seperti yang disebutkan Syaikh Dr. Abdul Malik Al-Qasim dalam Durus Al-Am:

Pertama: tergesa-gesa dalam mengharap terkabulkannya doa.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ

“Doa setiap hamba pasti dikabulkan oleh Allah Ta’ala selama tidak berdoa dengan hal-hal yang mengandung dosa, memutus tali silaturrahim, dan selama tidak tergesa-gesa.”

Lalu beliau ditanya, “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan tergesa-gesa itu?”

Beliau menjawab,

يَقُوْلُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيْبُ لِي، فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

“Kata-kata seseorang yang telah berdoa, ‘Aku sudah berkali-kali berdoa, tetapi sampai sekarang tidak dikabulkan’, lalu dia bosan dan meninggalkan doanya.” (HR. Muslim)

Kedua: memakan barang yang haram, seperti uang hasil riba, uang suap, mencuri, memakan harta anak yatim, memakan barang yang dimiliki orang lain, memotong gaji buruh, mengkhianati amanah, terlambat dalam menunaikan urusan, atau menghabiskan waktu kerja kantor dengan sia-sia.

Jika engkau hitung berapa menit waktu kerja yang hilang karena keterlambatanmu datang ke tempat kerja atau keluar sebelum waktunya itu, tanpa udzur syar’i (yang dibenarkan syariat), maka kamu akan mengetahui berapa gaji buta yang masuk ke perutmu itu.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda tentang seseorang yang menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa,

يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

“Ya Allah, Ya Allah.’ Tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dengan yang haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan? (HR. Muslim)

Ketiga: meninggalkan amar ma’ruf (menyuruh kepada yang baik) dan nahi mungkar (melarang dari yang mungkar).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ، أَوْ لَيُوْشِكَنَّ اللهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْ عِنْدِهِ، ثُمَّ لَتَدْعُنَّهُ فَلاَ يَسْتَجِيْبُ لَكُمْ

“Demi Dzat yang jiwaku berada di genggaman tangan-Nya, hendaklah kalian benar-benar melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau kalau tidak, pastilah Allah Ta’ala akan menurunkan azab yang pedih kepada kalian semua, kemudian kalian berdoa memohon kepada-Nya, tetapi Dia tidak mengabulkan doa kalian.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)




[Sumber: Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Jumat, 02 Oktober 2015

Luruskan Doamu, Agar Dikabulkan oleh Allah

Kita menengadah kepada Allah untuk dikabulkan segala pinta dari lisan kita. Ada yang meminta rejeki yang halal dan banyak, ada yang meminta jodoh, itupun harus cantik dan pintar. Ada yang minta pekerjaan itupun yang gajinya gede dan kariernya melesat. Ada yang minta kesehatan dan ada banyak lagi yang lainnya. Satu hari mungkin ada beratus-ratus juta doa yang ditengadahkan kepada Allah. Namun mungkin dari sekian banyak itu hanya beberapa saja yang dikabulkan. Lalu kenapa kita gagal berdoa? Kenapa doa doa kita tidak segera dijawab oleh Allah

Adapun hal-hal yang dapat menahan doa kita dan menjadikannya tidak dikabulkan adalah sebagai berikut :

1. Kurangnya adab dalam berdoa kepada Allah. maksudnya berdoa kepada Allah akan hal-hal yang sebenarnya Allah membencinya, seperti berdoa untuk memutus tali silaturahmi, atau perkara yang dilarang. Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

لا يزال يستجاب للعبد ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم

Artinya : “Doa seorang hamba akan selalu dikabulkan selama tidak berdoa untuk suatu yang berdosa atau untuk memutus tali silaturahim.” (HR Muslim)

2. Berdoa dengan berteriak keras-keras, dan dengan kata-kata yang kurang layak diucapkan kepada Allah. menangis ketika berdoa adalah diperbolehkan, akan tetapi berlebihan dalam menangis tidaklah baik. Allah berfirman :

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Artinya : “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-A’raaf : 55)

3. Masuknya barang-barang yang haram kedalam rumah kita. seperti harta yang berasal dari pekerjaan haram, makanan dan minuman yang haram, atau barang-barang yang dibeli dengan uang haram. rumah, pakaian yang haram. dan juga pekerjaan yang haram.





4. Memakan makanan yang haram, meminum minuman yang haram, memakai pakaian yang haram, memakan harta haram bukan berarti menggunakan harta haram untuk makan saja, akan tetapi menggunakan untuk membeli barang-barang yang digunakan adalah termasuk memakan harta yang haram. Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ الطَّيِّبَ وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ قَالَ (يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ ، وَقَدْ غُذِّىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ

Artinya : “Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik. dan Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman sebagaimana yang diperintahkan kepada para rosul. beliau membaca, “Wahai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” dan membaca, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu.” kemudian beliau menyebutkan seseorang yang bepergian jauh, kucel dan acak-acakan, mengetadahkan kedua tangannya ke langit dan berkata, “Ya Robb, ya Robb.” sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan memakan barang yang haram, bagaimana mungkin akan dikabulkan?!” (HR Muslim)

5. Buru-buru agar doanya cepat dikabulkan. ini juga tidak baik, malahan ini termasuk yang menahan doa dan menyebabkan tidak dikabulkan. biasanya orang mengatakan, “saya sudah sering berdoa, tapi tidak dikabulkan juga.” kata-kata inilah yang dimaksud buru-buru dalam doa. Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

يستجاب لأحدكم ما لم يعجل ، يقول دعوت فلم يستجب لي

Artinya : “Akan dikabulkan doa seseorang jika tidak buru-buru, berkata : saya telah berdoa tapi belum dikabulkan juga.” (HR Bukhori dan Muslim)

6. Menggantungkan dalam berdoa, seperti perkataan, “Ya Allah, ampunilah hamba jika Engkau berkehendak.” atau “rahmatilah hamba jika Engkau mau.” karena doa adalah pengharapan, permintaan yang ingin dikabulkan. jadi harus dengan kata-kata yang menunjukkan keyakinan tersebut. Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

لا يقولن أحدكم اللهم اغفر لي إن شئت اللهم ارحمني إن شئت ، ليعزم المسألة فإنه لا مستكره له

Artinya : “Jangan salah seorang diantara kalian mengatakan (dalam doanya) : Ya Allah, ampunilah hamba jika Engkau mau. ya Allah, rahmatilah hamba jika Engkau mau. agar menunjukkan keyakinan dalam doanya karena tidak ada yang memaksanya (untuk berdoa).” (HR Bukhori dan Muslim)

Tidak harus seseorang melakukan semua hal ini dan menyebabkan doanya tidak dikabulkan, akan tetapi cukup melakukan satu saja diantara 6 hal diatas, maka doanya tidak akan dikabulkan.

Sudahkah kita mengoreksi diri akan cara kita berdoa? bagaimana kita berdoa? kata-kata apa yang kita ucapkan? dan yang paling penting, keyakinan apa yang kita yakinin akan doa kita? kita harus luruskan kembali hal-hal yang masih bengkok dalam diri kita agar termasuk orang-orang dicintai Allah dan dikabulkan doanya. [ ]

Sumber : burhan-sodiq

Jumat, 18 September 2015

Ingin Doa Terkabul? INILAH 14 Waktu TERBAIK untuk Berdoa, No. 4 Jarang yang Tahu!


“Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’)
Apakah Anda memiliki keinginan yang belum terwujud? Sudahkah berdoa dan memohon pada Allah dengan merendahkan hati?

Sesungguhnya ada waktu-waktu tertentu yang mustajab, artinya ketika memohon pada Allah dalam doa di waktu tersebut, in syaa Allah akan dikabulkan oleh-Nya.

Kapan sajakah 14 waktu yang dimaksud?

1. Saat adzan berkumandang
Dari Sahl bin Saad bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Ada dua yang tidak tertolak atau jarang tertolak: Doa pada saat adzan dan doa tatkala perang berkecamuk.” (HR. Abu Daud, Baihaqi, dan Hakim)

2. Doa di antara Adzan dan iqamah
Dari Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Doa antara adzan dan iqamah tidak ditolak, maka berdoalah kamu” (HR. Ahmad)

3. Sebelum Salam pada saat Shalat Wajib
“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam.

4. Di hari Rabu, antara Dzuhur dan Ashar
Sunnah ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya doa di antara shalat Zhuhur dan Ashar dihari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu:

“Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”

“Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)

5. Saat bangun tidur pada malam hari bagi orang yang sebelum tidur dalam keadaan suci
Dari Amr bin Abasah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya.” (HR. Ibnu Majah)

6. Saat berbuka puasa bagi orang yang berpuasa
Dari Abdullah bin Amr Ash bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pada saat berbuka ada doa yang tidak ditolak” (HR.Ibnu Majah dan Hakim)

7. Doa pada waktu sujud dalam shalat
Doa di kala sujud yaitu sujud dalam shalat atau sujud-sujud lain yang diajarkan Islam seperti sujud syukur, sujud tilawah, dan sujud sahwi. Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Saat yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim)

8. Saat sedang kehujanan
Dari Sahl bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Dua doa yang tidak pernah ditolak, doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan.” (HR. Hakim)

9. Saat Melihat Sakratul Maut
Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah SAW mendatangi rumah Abu Salamah pada hari wafatnya, dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya, kemudian berkata, ”Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya.” Semua keluarga histeris. Beliau lalu bersabda, ”Janganlah kamu berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan.”(HR. Muslim)

10. Sesaat di Hari Jumat
“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)

11. Pada malam Lailatul Qadar
Allah SWT berfirman, “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Q.S Al-Qadr :3-5)

12. Doa pada hari ‘Arafah
Dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya bahwa Rasulullah SAW bersabda,”sebaik-baik doa adalah pada hari ‘Arafah” (HR.Al-Tirmidzi)

13. Sepertiga akhir malam
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tuhan kita yang Maha Berkah dan Maha Tinggi turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir dan berfirman,“Barangsiapa berdoa kepada-Ku pasti Aku kabulkan, barangsiapa meminta kepada-Ku pasti Aku beri, dan barangsiapa yang memohon ampunan-Ku pasti Aku ampuni’” (HR.Bukhari)

Amr bin Abasah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Saat yang paling mendekatkan seorang hamba dengan Tuhannya adalah saat ia dalam sujudnya dan jika ia bangun melaksanakan shalat pada sepertiga malam yang terakhir. Karena itu, jika kamau mempu menjadi orang yang berzikir kepada Allah pada saat itu maka jadilah.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

14. Saat Minum Air Zamzam
“Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)