Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2016

Benarkah Doa Anak yang Belum Baligh Mustajab? Simak Kisah Khalifah Umar Berikut

Berdoa merupakan salah satu wujud ibadah. kita diciptakan di dunia supaya berupaya dan juga beribadah kepadanya. tiap amalan kita merupakan wujud doa - doa kita. kita wajib tetap berdoa. karna kita tidak ketahui kapan doa kita diterima dan juga dikabulkan. kita tidak ketahui doa kita di ijabah ataupun tidak. tidak terkecuali anak, bagaikan orang tua kita wajib mengarahkan anak sejak kecil buat tetap berdoa. karna doa anak yang masih kecil dan juga belum baligh itu mustajab.

sesuatu kala umar ra memandang seseorang anak lagi berjalan di salah satu jalur madinah. umar membungkuk kepada anak tersebut seraya mengatakan, “berdoalah kepada allah yang maha penyayang buat mencintai kita. ”
baca pula : apabila terlanjur hutang, baca doa ini tiap malam saat sebelum tidur.

terdapat seseorang teman bertanya, “wahai amirul mu’minin, apakah kamu memohon seseorang anak buat mendoakanmu sebaliknya kamu seorang diri tercantum satu dari 10 orang yang diberi laporan gembira masuk surga? ”

umar ra menanggapi, “ya saya memohon doa kepadanya. karna dia belum baligh dan juga qalam belum berlaku untuknya sampai - sampai doanya mustajab. sebaliknya kita sudah berusia dan juga qalam telah menuliskan (dosa) buat kita. ” (dalil as - sa’ilin, anas ismail abu daud, perihal. 257).

seperti itu cerita sayyidina umar bin khattab yang memohon doa kepada anak kecil yang belum baligh. hingga dari itu berarti bagaikan orang tua buat senantiasa mengarahkan permasalahan agama dan juga kebaikan, nilai – nilai positif supaya anak tetap mengatakan baik. karna perkataan merupakan doa.




(Sumber: www. wajibbaca. com/2016/07/hadist-doa-anak-yang-belum-baligh. html)

Minggu, 10 Juli 2016

Anak yang Sering Dipeluk Ayah akan Jadi Pribadi Tangguh Saat Dewasa

 dekapan yang dikasih orangtua kepada anak bukan semata - mata wujud ungkapan kerasa sayang aja. lebih dari itu, dekapan yang dicoba dengan serius nyatanya dapat turut membentuk kepribadian anak semenjak dini.


bila lazimnya bunda yang lebih kerap memeluk anak, saat ini kedudukan bapak juga jangan hingga diabaikan. transfer kasih sayang antara bapak dan juga bunda nyatanya membagikan tenaga yang berubah pada anak.

psikolog melly puspita sari, psi, meter, nplm, menarangkan, seseorang bapak yang kerap memeluk anaknya, tanpa disadari berarti dia telah mentransfer keahlian kemandirian. figur seseorang bapak yang bertanggungjawab dan juga tangguh menggambarkan ciri yang dapat meluas pula pada anak.
" karna pria mentransfer aspek - aspek yang sifatnya berani terhadap figur otoritas di luar. yang dekat dengan ayahnya, lazimnya lebih tough di luar, " jelas melly kepada wolipop.

sedangkan dekapan bunda, mengarahkan anak buat jadi individu yang lebih lembut. tidak senantiasa berarti menjadikan anak condong bertutur kata halus, bersuara pelan ataupun berperilaku lembut terhadap tiap orang. tetapi lebih kepada membentuknya jadi seorang yang lebih hirau kepada teman .

" bunda yang suka memeluk anaknya dapat transfer figur empati, " tukas psikolog lulusan universitas muhammadiyah malang tersebut.

seberapa kerap anak wajib dipeluk kedua dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya buat mewujudkan pembuatan kepribadian positif secara optimal? melly berkata, tidak terdapat batasannya.

tetapi bagi riset yang disebutkan oleh kathleen keating dalam bukunya the hug therapy, dekapan pada anak ataupun orang berusia idealnya dikasih 4 - 12 kali dalam satu hari. walaupun begitu, melly tidak menganjurkan para orangtua buat menghitung berapa kali dekapan yang wajib dia bagikan tiap harinya.

yang terutama merupakan mutu, bukan kuantitas. bagikan dekapan yang tulus dikala kamu dan juga anak lagi bersantai, mengobrol sehabis bapak ataupun ibunya kembali kerja ataupun menjelang tidur. dekapan erat dan juga hangat, sembari membelai rambut ataupun mengelus punggung pula dapat dicoba supaya hasilnya lebih efisien. [detik]






(sumber: muslimsatu_com)

Sabtu, 02 Juli 2016

Singkirkan TV dari Rumah, Ibu ini Sukses Didik 10 Anaknya Hafal Al-Quran

siapa yang tidak mau mempunyai anak yang hafal alquran? tampaknya seluruh orangtua yang beragama islam mempunyai cita - cita tersebut. tetapi perihal tersebut benar tidak gampang, perlu kesabaran yang sangat besar dan juga konsistensi buat waktu yang lama. tetapi seperti itu yang dicoba wirianingsih beserta suaminya mutammimul ula, mereka berdua mendidik dari kecil anak - anaknya buat dekat dengan alquran.


perempuan kelahiran jakarta, 11 september 1962 ini, tidak hanya bagaikan bunda rumah tangga, pula seseorang dosen. dengan intensitas dan juga kesabarannya, wirianingsih dikasih kemudahan membikin 10 anaknya hafal alquran. siapa aja ke 10 anak tersebut? dilansir dari 10 bersaudara bintang alquran yang ditulis izzatul jannah dan juga irfan hidayatullah kesepuluh anak tersebut yakni:

anak kesatu, afzalurahman assalam yang hafal alquran pada umur 13 tahun. faris jihady hanifah bagaikan putra kedua yang hafal alquran pada umur 10 tahun. ada juga maryam qonitat anak ketiga hafal alquran semenjak umur 16 tahun. berikutnya scientia afifah taibah anak keempat yang hafal 29 juz semenjak sma. sebaliknya anak kelima yakni ahmad rasikh ilmi yang hafal 15 juz alquran dikala duduk di ma husnul khatimah, kuningan.

berikutnya anak keenam, ismail ghulam halim yang hafal 13 juz dan juga duduk di smait al - kahfi bogor. anak ketujuh ialah yusuf zaim hakim dia hafal 9 juz alquran dan juga duduk di smpit al - kahfi, bogor.
setelah itu muhammad syaihul basyir, putra kedelapan, lampaunya dia duduk di mts darul quran, bogor. dia sudah hafal alquran 30 juz pada dikala kelas 6 sd. 2 anak terakhir ialah, hadi sabila rosyad, lampaunya dia bersekolah di sdit al - hikmah, mampang, jakarta selatan dan juga hafal 2 juz alquran dan juga himmaty muyassarah bagaikan gadis terakhir dia hafal 2 juz alquran pada dikala duduk di sd.

kemudian apa sesungguhnya tata cara yang wirianingsih terapkan dalam mendidik anak - anaknya? kuncinya merupakan penyeimbang dan juga kesinambungan proses. walaupun kedua dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya padat jadwal, mereka telah menetapkan pola ikatan keluarga yang silih bertanggungjawab dan juga tidak berubah - ubah satu sama lain. selepas maghrib agenda mereka merupakan berhubungan dengan alquran dan juga tidak boleh terdapat jadwal lain, kecuali betul - betul suatu yang tidak dapat ditinggalkan.

terlebih lagi demi melindungi tradisi tersebut, wirianingsih rela menghilangkan tv dari rumahnya dan juga tidak terdapat perkataan kotor di area keluarga dan warga. " perihal yang cukup mendasar yang dipunyai keluarga ini sampai - sampai sanggup mendidik 10 bersaudara bintang alquran merupakan visi dan juga konsep yang jelas, " ucap izzatul dalam bukunya.

demi penuhi keinginannya mempunyai anak yang hafal alquran, wirianingsih beserta suami setuju bila usai subuh dan juga maghrib diperuntukan waktu spesial buat alquran yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini. sewaktu masih bayi, wirianingsih juga tidak berubah - ubah membaca alquran di dekat mereka, mengajarkannya, terlebih lagi mendirikan tpq di rumahnya.

" ketiga, mengomunikasikan tujuan dan juga membagikan hadiah. walaupun awal mulanya terasa terpaksa, tetapi dikala sudah besar mereka mengerti menghafal alquran bagaikan perihal yang amat butuh, berarti, terlebih lagi kebutuhan. komunikasi yang baik amat menunjang perihal ini. dan juga dikala kanak - kanak sanggup menghafal alquran, mereka diberi hadiah. barangkali semacam reward atas pencapaian mereka. menimpa punishment tidak dipaparkan secara rinci, " imbuh izzatul dalam bukunya yang diterbitkan sygma publishing pada januari 2010 itu.

nah, sehabis membaca cerita ini, kalian tertarik buat mendidik anak serupa yang dicoba wirianingsih dan juga suaminya? benar bukan perihal gampang, tetapi itu jelas bukan perihal mustahilkan? (brilio. net)




(sumber: yukbagi_com)

Selasa, 21 Juni 2016

MASYA ALLAH! Alfath, Anak yang Divonis Dokter Idiot Ternyata Menjadi Penghafal Al-Quran

cerita seseorang anak ini dapat jadi inspirasi buat kita. sesuatu kala, kala sang anak masih dalam isi ibunya, sang anak diperiksakan kondisinya ke dokter. nyatanya, di otak kecil sang anak, ada tumor. sang anak yang masih belum keluar dari rahim ibunya ini, sudah didiagnosa ini - itu oleh dokter. kurang lebih, dokter berkata kalau sang anak hendak jadi bocah idiot, yang tidak bermanfaat, malah malah menyusahkan orang tuanya sejauh hayatnya. terlebih lagi, parahnya lagi, dokter menawarkan satu jalur pintas: aborsi.

tetapi, di saat - saat serupa itu, apakah sang bunda menerima aja opsi yang ditawarkan dokter itu; mengingat keadaan sang anak – bagi dokter – tidak baik apabila hingga lahir? nyatanya, orang tua sang jabang balita mengambil keputusan yang cukup mencengangkan, ialah senantiasa melanjutkan kehamilan sampai lahirnya.

dan juga alhamdulillah, sang anak lahir, dan juga semenjak itu, orang tuanya mengasuh dengan penuh kesabaran. terlebih lagi, si bunda hingga wajib pensiun dini dari kerjanya demi mengurus anaknya itu. orang tuanya telah mendidik, mengasuh, dan juga mengarahkan banyak perihal. mulai dari berdialog, membaca cerita, sampai membaca al - qur’an.


pendek cerita, di ulang tahun sang anak yang ke - 13, dia menuntaskan hafalan al - qurannya. apa yang jadi motif sang anak menuntaskan hafalan al - qurannya? “aku mau berikan suatu kebahagiaan besar buat orang tuaku”, ucapnya.

sang anak yang dahulu didiagnosa ini - itu oleh dokter, saat ini sudah mencapai banyak prestasi di bidang al - qur’an, baik nasional ataupun internasional. bermula dari kepercayaan kokoh orangtua sang anak, kalau dibalik tes tersimpan berjuta karunia. dan juga kesimpulannya, allah lah yang memastikan nasib hamba - nya, bergantung seberapa besar usaha hamba - nya buat mengganti nasibnya, dari yang nelangsa jadi senang. dari yang sengsara jadi gembira. dari pecundang jadi pemenang. dari tidak bernilai jadi tidak ternilai. benarlah firman allah:

إن الله ﻻ يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم

“sesungguhnya allah tidak mengganti apa yang terdapat dalam sesuatu kalangan, hingga mereka mengganti apa yang terdapat dalam diri mereka sendiri” (qs 13: 11).

apa hikmah dan juga pelajaran yang dapat diambil dari cerita nyata di atas? banyak, di antara lain ketabahan dan juga kesabaran seseorang bunda yang luar biasa, walaupun jabang bayinya sudah didiagnosa idiot oleh dokter, dia tidak putus asa buat senantiasa mengasuh dan juga mendidiknya sampai berusia, sampai kesimpulannya berbuah manis, kesimpulannya bocah idiot tadi berkembang jadi anak yang pintar terlebih lagi telah menghafalkan al - qur’an secara sempurna di usia 13 tahun (usianya saat ini 17 tahun). hebatnya lagi dia telah memenangkan kejuaraan menghafal al - qur’an beserta tafsirnya dalam bahasa arab di tingkatan nasional dan juga internasional.

inilah buah dari ketabahan, kesabaran dan juga usaha optimal. allah itu maha adil dan juga maha bijaksana. jadi, jangan menyerah dan juga jangan sempat putus asa, saat sebelum bergerak maju. doa, usaha, tawakkal! antusias! [dakwatuna]

 



(sumber; yukbagi.com)

Senin, 20 Juni 2016

Mari Kita Baca Dan Memahami, Nak, Jangan Tabur Bunga di Atas Makam Ayahmu!

anakku, saat sebelum jenazah ayahmu dimakamkan izinkan bunda mengantarkan wasiat dia, ” ucap seseorang wanita sambil memegang jasad suaminya yang telah terbalut kafan.

“wasiat apakah itu, bu. bila benar dapat ditunda, baiknya menunggu seusai jenazah bapak dikebumikan aja. ”

“tidak dapat. wasiat ini mesti di informasikan saat ini. almarhum ayahmu berwasiat supaya jangan terdapat yang menaburkan bunga di atas makamnya. ”

“anakku, saat sebelum jenazah ayahmu dimakamkan izinkan bunda mengantarkan wasiat dia, ” ucap seseorang wanita sambil memegang jasad suaminya yang telah terbalut kafan.

si anak kaget. bukankah menaburkan bunga di atas makam menggambarkan aktivitas yang umum dicoba?

“maaf, bunda. benarkah almarhum bapak berwasiat demikian? bukankah dalam suatu hadis riwayat muslim diriwayatkan, nabi muhammad saw bersabda, ‘saya melewati 2 buah kubur yang penghuninya tengah diadzab. aku berharap adzab keduanya mampu diringankan dengan syafa’atku sepanjang kedua belahan pelepah tersebut masih basah’. bila demikian, pemberian barang tercantum bunga sepanjang kondisi masih basah dimaksudkan buat meringankan adzab seorang yang telah wafat? ” ucap si anak menyanggah komentar ibunya.

“dalam qur’an surah al - isra: 44, allah berfirman, ‘langit yang 7, bumi dan juga seluruh yang terdapat di dalamnya bertasbih kepada - nya. dan juga tidak terdapat suatupun melainkan bertasbih dengan memuji - nya, namun kalian sekaligus tidak paham tasbih mereka. sebetulnya ia merupakan maha penyantun lagi maha pengampun. ’ sampai - sampai, tidak ada fakta yang menampilkan kalau pelepah kurma ataupun bunga hendak menyudahi bertasbih bila dalam kondisi kering. ”
“jika demikian, kenapa nabi muhammad melaksanakan perihal tersebut? ”

“anakku, perbuatan nabi saw tersebut bertabiat kasuistik (waqi’ah al - ’ain) dan juga tercantum kekhususan dia sampai - sampai tidak dapat dianalogikan ataupun ditiru. perihal ini disebabkan dia tidak melaksanakan perihal yang seragam pada kubur - kubur yang lain. begitu pula para teman tidak sempat melaksanakannya. sampai - sampai keringanan adzab kubur yang dirasakan kedua penunggu kubur tersebut merupakan diakibatkan doa dan juga syafa’at nabi saw kepada mereka, bukan pelepah kurma tersebut. ”

kondisi sepi. si anak mulai mengolah, apakah perkataan ibunya benar benar. kemudian bila benar, kenapa tabur bunga begitu banyak dicoba? seketika, ibunya berulang melanjutkan pembicaraan.

“anakku, ketahuilah terdapat seseorang ulama hadis mesir, syaikh ahmad syakir rahimahullah berkata, ‘perbuatan ini (tabur bunga) digalakkan oleh mayoritas orang, sementara itu perihal tersebut tidak mempunyai sandaran dalam agama. perihal ini dilatarbelakangi oleh perilaku berlebih - lebihan dan juga perilaku mengekor kalangan nasrani. ”

ibunya berulang mengatakan, “apa yang terjalin, spesialnya di negara mesir menggambarkan contoh dari perihal ini. orang mesir juga melaksanakan tradisi tebar bunga di atas pusara ataupun silih menghadiahkan bunga sesama mereka. orang - orang meletakkan bunga di atas pusara saudara ataupun kolega mereka bagaikan wujud penghormatan kepada mereka yang telah meninggal, ’ (ta’liq ahmad syakir terhadap sunan at tirmidzi 1/103, dinukil dari ahkaamul janaaizhal. 254). dari seperti itu, kenapa almarhum ayahmu bersikeras supaya makamnya tidak ditaburi bunga. ”

“baiklah, bu. bila benar demikian baiknya wasiat bapak dilaksanakan. mudah - mudahan aja, apa yang jadi wasiat bapak bernilai kebaikan. aamiin. ”

“satu perihal lagi yang wajib dirimu tahu, kalau nabi muhammad saw tentu diberi mukjizat oleh allah atas kemampuannya memandang azab kubur. sampai - sampai secara spesial melaksanakan demikian. sebaliknya apabila kita yang melaksanakan dikhawatirkan memiliki sindiran dan juga celaan kepada penunggu kubur. ”

ibunya menegaskan, “jika menabur bunga diperuntukan sebab buat meringankan adzab, perihal tersebut menggambarkan salah satu wujud berburuk sangka (su’uzhan) kepada penunggu kubur, karna menganggapnya bagaikan pelakon maksiat yang tengah diadzab oleh allah di dalam kuburnya bagaikan balasan atas perbuatannya di dunia. sementara itu, kita tidak mengenali apakah penunggu kubur tersebut diazab ataupun tidak. pengetahuan kita terhadap alam gaib tidak dapat disejajarkan dengan nabi muhammad. ”




(sumber: palingseru. com )

Jumat, 10 Juni 2016

Larangan Mengusir Anak-Anak dari Masjid dengan Alasan Ribut

 membikin ribut didalam masjid”, kayaknya itu kata kunci buat kanak - kanak yang diajak berangkat ke masjid. walaupun tidak seluruhnya benar, benar bawa anak kecil didalam masjid bawa banyak resiko. bila tidak membikin ulah suara dan juga perilakunya dikala dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya lagi shalat, kegiatan yang lain yang tidak kalah mengaggu merupakan buang air besar ataupun kecil didalam masjid yang berkarpet ataupun menumpahkan cairan yang membikin kotor karpet masjid.
anak kecil di masjid

benar amat riskan bawa anak kecil dalam masjid bila dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya tidak penuh persiapan. serupa memakaikan diapers, bersiap bila mereka menangis ataupun membikin ulah hingga wajib bawa peralatan yang lain supaya mereka dapat jadi tenang. tetapi bolehkah kita melarang mereka buat singgah dan juga turut dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya kemasjid, dengan sebab ribut, sementara itu mereka wajib dibiasakan menyayangi masjid semenjak dini?

benar kayaknya dilema, tetapi pada realitasnya banyak respon yang terpaut dengan keberadaan kanak - kanak kecil dikala jamaah shalat fardhu datang. mulai dari memarahi mereka, mengecam ataupun melarang anak kecil masuk masjid dengan sebab ribut. sementara itu islam amat menyayangi anakpanak dan juga bagaikan agama yang ramah anak. sampai rasulullah amat tidak sepakat dengan larangan mengusir anak kecil dari masjid.

rasulullah merupakan individu yang lembut, dia wujud pencinta kanak - kanak, dan juga itu ditunjukkan dengan sebagian perlakuan dia terhadap kanak - kanak dikala berposisi dimasjid, ialah:

1. suatu riwayat dari syaddad ra yang mengisahkan bila sesuatu hari rasulullah tiba ke masjid dengan bawa salah satu cucu kembaranya dikala shalat harus. dia meletakkan cucunya disampingnya, setelah itu mengimami shalat. dikala dia bersujud nyatanya amat lama, lebih lama dari lazimnya. syaddad ra diam - diam mengangkut kepala buat meihat apa yang terjalin, nyatanya cucu dia menunggangi punggung kakeknya. sampai tuntas shalat, orang - orang padat jadwal bertanya, karna mengira terjalin apa - apa dengan rasulullah ataupun dia lagi menerima wahyu. rasulullah menanggapi: “tidak, tidak, tidak terjalin apa - apa, hanya tadi cucuku mengendaraiku, dan juga aku tidak ingin memburu - burunya samapai ia menuntaskan mainnya dengan sendirinya” ( hr. nasa’i dan juga hakim).

2. terdapat suatu riwayat dari abdullah bin buraidah bersumber dari ayahandanya, yang mengisahkan dikala dia berkutbah di mimbar masjid, dia memandang kedua cucunya bermain - main ke masjid dikala mereka belum dapat berjalan dengan baik, dan juga kembali kali nampak jatuh bangun. dan merta rasulullah turun dari mimbar dan juga setelah itu bawa kedua cucunya dan juga membawanya ke mimbar berulang, kemudian dia bersabda:

“maha benar allah, kalau harta dan juga kanak - kanak itu merupakan fitnah, bahwa sudah memandang kedua cucuku ini saya tidak dapat sabar”, kemudian rasulullah berulang melanjutkan khutbahnya [hr. abu daud].

3. abu qatadah ra menggambarkan bila dia memandang rasululla saw memikul cucu perempuannya yang bernama umamah dari putrinya zainab dipundaknya. apabila dia shalat pada saata rukuk, rebilau meletakkan umamah di lantai dan juga apabila berulang dari sujud dan juga hendak berdiri hingga rasulullah berulang memikul umamah.

4. sesuatu sikap dia dikala mengimami yang amat pantas ditiru oleh para imam, gimana dia merespon tangisan anak dikala dia mengimami dimasjid. perihal ini nampak dalam hadis berikut:

“kalau lagi shalat, sering - kali aku mau shalatnya agak panjangan, tetapi bahwa sudah mencermati tangis anak kecil - yang dibawa ibunya ke masjid - hingga sayapun menyingkat shalat aku, karna aku tau betapa ibunya tidak lezat hati dengan tangisan anaknya itu. ” (hr: bukhari dan juga muslim).

5. rasulullah begitu hirau sama anak kecil, juga dikala puasa. disuatu riwayat dikisahkan dikala rasulullah mengirim pesan supaya umatnya melaksanakan puasa asyura, dan juga dikala mereka dan juga kanak - kanak berangkat ke masjid buat melaksanakan ibadah sambil menanti buka puasa datang. rasulullah menyarankan buat mengantarkan kanak - kanak mainan dari wool supaya tidak rewel di masjid, dan juga apabila mereka tidak kokoh berpuasa, hingga mereka menyiadakan santapan buka buat kanak - kanak mereka. dari mari sudah dapat dilihat bila larangan mengusir anak kecil dari masjid tidak diperbolehkan tampaknya, keberadaan mereka malah dicermati dengan serius dikala di masjid.

6. rasulullah menjawab dengan kelembutan bukan cacian ataupun teriakan dikala memandang anak kecil berkemih didalam masjid. perihal ini teruji dikala anak seseorang anak badui yang berkemih dimasjid, dan juga para teman mencelanya, hingga dia mengatakan:
“biarkanlah badui itu, nanti bila pipisnya sudah tuntas mohon mencuci dan juga siram kencingnya itu dengan air. kamu - umat islam - ini diutus bukan buat buat repot, melainkan buat memudahkan. ” (hr: bukhari muslim)

7. menegur dengan baik dan juga lembut apabila mereka berbuat gaduh, ribut karna dikala kanak - kanak dilarang merambah masjid dan juga diperingatkan dengan kesat , hingga pesan buat menecintai masjid pada anaka - anak jadi lenyap. rasulullah sempat bersabda, “segalanya suatu yang dibarengi dengan kelembutan tentu hendak buatnya jadi lebih menawan dan juga indah. bila kelembutan terenggut, segalannya hendak jadi rusak dan juga kurang baik. ” (hr: muslim)

8. mengajari anak sholat semenjak dini dan juga ajak buat kenali masjid semenjak kecil.
rasulullah menanamkan pada umatnya buat menyayangi masjid, secara berjamaah nmelakukan shalat 5 waktu. juga, kanak - kanak mereka pula wajib ditekankan menyayangi masjid karna itu merupakan generasi yang hendak memegang kendali mengurus umat berikutnya.

larangan mengusir anak kecil dari masjid buat dikala ini sesungguhnya sudah tidak dibutuhkan lagi. bila permasalahannya takut kanak - kanak berkemih dimasjid dan juga membikin masjid tidak suci, hingga dapat memakai diapers ataupun popok anti bocor buat mereka. hendaknya mereka diberi penafsiran saat sebelum kemasjid, buat tenang sejenak dikala shalat datang. perihal ini bukan suatu tidak bisa jadi bila kita seorang diri dapat menghasilkan kerasa aman pada anak dan juga area shalat kita.



(sumber: kajianlagi.blogspot.co.id)

Kamis, 02 Juni 2016

Foto Dua kakak beradik Asal Suriah Menyiapkan Susu untuk Adiknya Bikin Netizen Terharu

 2 kakak beradik ini mempersiapkan susu buat adiknya yang amat kecil di jalanan.


benar , bila seseorang pria senantiasa jadi anak kecil sampai dia ketiadaan ibunya. . .

#semoga allah tidak menelantarkan kita, sebagaimana kita
menelantarkan kerabat kita di suriah.. .

suriah terbaru, lebih dari 60 ribu orang telah terbunuh dalam rentang waktu 22 bulan konflik ini. keadaan para pengungsi suriah hadapi keadaan amat tragis dan juga memprihatinkan.

ancaman kematian menghadang karena kelaparan, sakit, cuaca ekstrim dan juga serbuan pasukan rezim assad.

banyak yang terlantar, tidak memperoleh dorongan lembaga kemanusiaan karna sulitnya menjangkau wilayah - wilayah posisi bentrok aktif pasukan angkatan laut (AL) assad dan juga oposisi.

dampaknya jutaan rakyat suriah mengungsi ke bermacam negeri dimana lebih separuh juta pengungsi antara lain merupakan kanak - kanak. dekat 4 juta jiwa rakyat suriah terlantar dan juga terkurung dirumah - rumah mereka, seperempat dari totalitas masyarakat suriah memerlukan dorongan kemanusiaan. []






[sumber: reportaseterkini. net ]

Rabu, 01 Juni 2016

Mari Melihat Lebih Dekat Bagaimana Para Ulama Mendidik Sendiri Anak-Anak Perempuannya

 sejarah islam menorehkan catatan - catatan yang luar biasa indah tentang kedudukan bapak dalam tarbiyah kanak - kanak perempuannya. perihal ini menampilkan kemuliaan posisi anak wanita dalam islam.



nabi shalallahu ‘alaihi wa salam mencontohkan gimana dia turut ikut serta mengurus cucu - cucunya, terlebih lagi bawa mereka ke masjid. kala lagi shalat, dia perkenankan cucu perempuannya, umamah binti abi al - ash ibnu al - rabi (anak dari zainab binti rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam) , naik ke pundung ataupun pundak.

dia menggunakan tiap peluang buat membagikan pengaruh baik pada pertumbuhan anak cucunya, tercantum anak dan juga cucu wanita.

teladan rasul ini diiringi oleh para ulama dan juga kalangan muslimin secara universal, bagaikan suatu tradisi penghargaan islam kepada kanak - kanak wanita. sebagian contohnya mampu kita amati pada sejarah berikut ini:

sa’id ibn musayyab

seseorang tabi’in (generasi sehabis teman) , dia mengarahkan segala hadits yang dia hafalkan kepada putrinya.

imam malik
imam malik ataupun malik bin anas, salah satu imam 4 madzhab, mengajari putrinya segala isi kitabnya yang populer, muwatta’.

abu bakar ahmad bin kamil

hakim yang wafat pada 350 h ini tetap memantau tarbiyah putrinya, sangat as - salam (ataupun diketahui dengan nama ummu al - fath, meninggal tahun 390 h) di tengah banyak aktivitas pekerjaannya. diriwayatkan oleh al - atiqi, hafalan hadits sangat as - salam, terlebih lagi senantiasa dicatat oleh si bapak.

abu abbas ahmad bin abdillah

syaikhul islam bernama lengkap abu abbas ahmad bin abdillah angkatan laut (AL) maghribi al - fasi, meninggal pada 560 h, pula tercatat mengajari putrinya 7 trik membaca angkatan laut (AL) quran dan buku - buku hadits, serupa shahih bukhari dan juga shahih muslim.

meski terdapat yang berkata dia sangat padat jadwal dengan dakwah sampai - sampai tidak sempat memiliki waktu buat putrinya, perihal ini dibantah oleh imam al - dzahabi yang berkata kalau susah dipercaya bila terdapat ulama yang berperilaku serupa ini, karena perbuatan serupa ini menggambarkan keburukan yang berlawanan dengan ajaran nabi shalallahu ‘alaihi wa salam, si teladan untuk umat manusia ini biasa menggendong cucunya terlebih lagi kala lagi shalat.

isa bin miskin

ibnu sahnun (meninggal tahun 256h) , salah seseorang ahli tarbiyah islam, mengisahkan tentang hakim isa bin miskin. dia senantiasa memanggil 2 putrinya sehabis shalat ashar buat diajari angkatan laut (AL) quran dan juga ilmu pengetahuan yang lain.

asad bin al - furat

bagaikan panglima perang hebat, penakluk kota sicily, asad bin al - furat tidak melupakan tugasnya buat mendidik seorang diri putrinya sampai menggapai tingkatan tarbiyah yang besar.

abu dawud sulayman bin abi qasim al - andalusi

saat sebelum mengirim putrinya buat belajar kepada guru - guru si bapak, syekh al - qurra, abu dawud sulayman bin abi qasim al - andalusi (meninggal tahun 496h) mengarahkan segala ilmunya kepada putrinya.

tidak cuma itu, dia menikahkan putrinya pada seseorang pemuda pakar ilmu yang lain buat menjamin kelanjutan pertumbuhan ilmu anaknya.

imam ala al - din al - samarqandi

imam ala al - din al - samarqandi merupakan sorang pengarang novel tuhfat al - fuqaha dan juga sebagian novel lain. dia mempunyai seseorang anak wanita yang populer kecantikannya, pula amat pandai dalam ilmu pengetahuan.

si bapak mengarahkan seorang diri segala isi kitab tuhfat al - fuqaha kepada putrinya, kemudian menikahkan putrinya dengan salah seseorang murid terpandainya.

demikianlah keakraban rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan juga para ulama islam dengan kanak - kanak perempuannya.

tidak mengherankan apabila kanak - kanak wanita ini berkembang jadi individu yang hebat, ulama yang pandai, dan juga bunda yang melahirkan generasi - generasi bertakwa di setelah itu hari.

diambil dari novel muslimah sukses tanpa stress (perihal. 131 - 134) , karya dokter. erma pawitasari, meter. ed.


(sumber: halamuslim.com)

Jadikan Orang Tuamu Seperti Raja, Maka Rezekimu Juga Seperti Raja

 ridha allah terdapat pada keridhaan orang tua, kebencian allah terdapat pada kebencian orang tua.
kita diperintahkan allah buat berbakti pada orang tua :
" dan juga kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada 2 orang bunda ayahnya; ibunya telah mengandungnya dalm kondisi lemah yang bertambah - tambah, dan juga menyapihnya dalam 2 tahun. bersyukurlah kepadaku dan juga 2 orang bunda bapakmu, cuma kepada - kulah kembalimu (q. s. lukman : 14)

berbakti
ridha allah bergantung pada ridha orang tua

kita sudah terbiasa mendengar kalimat ridha allah terletak pada keridhaannya orang tua. tetapi dalam keseharian apakah kita mengasyikkan / berbakti pada orang tua? mengerti kah kamu kalau kesalahan yang kita buat pada orangtua dapat memacetkan rezeki? pandanglah diri kita, sudahkah kita memperlakukan orang tua serupa raja buat menemukan keridhaannya? dengan ridhanya orangtua, kita berharap allah juga hendak ridha dan juga melimpahkan rezekinya. terdapat banyak cerita kesulitan anak manusia yang terekam, terdapat banyak cerita keburaman anak manusia yang terpotret, nyatanya seluruhnya bermuara dari perasaan sakitnya hati orangtua terhadap anaknya.

trik menjadikan orang tua bagaikan raja
kamu amati gimana raja diperlakukan oleh rakyatnya? raja senantiasa diutamakan dalam seluruh perihal dan juga seluruh peluang. sedapat bisa jadi raja memperoleh santapan yang tersadu, baju yang tersadu, pelayanan yang memuaskan. begitu pula sepatutnya kita memperlakukan orang tua kita.

beri santapan tersadu buat mereka. bila orangtua mau makan suatu, usahakanlah. jangan membikin orangtua menunggu terlebih kelaparan. ingatlah waktu kecil apa sempat orangtua menunda buat berikan makan kita? apa sempat orangtua membikin kita kelaparan? semenjak balita merah juga orang tua lekas sigap penuhi kebutuhan kita dikala menangis. bunda sudah siap sedia dengan asinya yang mengenyangkan perut kita. bapak sudah siap membelikan susu bila asi ibu masih merasa kurang penuhi kerasa lapar kita. besar sedikit bunda tetap menyuapi santapan kita karna kita belum sanggup menyuapi diri seorang diri. pernahkan terpikir kalau bisa jadi mereka seorang diri belum makan demi mengutamakan kita? dikala tua dan juga rentanya apakah kita melaksanakan perihal yang sama pada mereka? apakah kita mendahulukan makanannya, memberinya santapan tersadu yang ia senangi, menyuapinya di ketika tangan tuanya telah bergetar?
cukupi kebutuhannya. sempatkah dikala kita kecil memohon dan juga merengek menginginkan suatu orangtua menolaknya? walaupun keadaan ekonominya pas - pasan orangtua senantiasa mengusahakan buat kita. walaupun wajib mempertaruhkan keinginannya seorang diri orangtua rela demi memandang senyum di muka kita. dikala besar pernahkan permintaan orangtua kita utamakan? sempatkah keinginannya kita lekas upayakan? ataupun kita senantiasa mengabaikannya dan juga menyangka orang tua sangat banyak permintaan, sedangkan kita seorang diri banyak kebutuhan? ingat baik - baik, senyum di muka orang tua karna bahagia pada apa yang kita jalani hendak mempermudah ridha allah, mempermudah rezekinya tercurah pada kita.
libatkan mereka dan juga senantiasa memohon doa restunya. kita sempat berlindung di balik rahim seseorang bunda, merasakan manisnya air susunya dan juga merasakan belaian dan juga proteksi bapak. sehabis berusia dikala mau membikin keputusan berarti dalam hidup kita sempatkah kita mengaitkan mereka? dikala mau melamar pekerjaan ataupun melamar seseorang perempuan apakah kita memohon doa restu orang tua? bila mereka tidak merestui apakah dengan berani kita menentangnya, menyangka mereka membatasi masa depan kita? (baca : kenapa berbakti pada bunda dapat melipatgandakan rezeki? )
atensi yang tidak putus. walaupun kita telah mempunyai keluarga yang jadi tanggung jawab kita seorang diri, atensi terhadap orangtua tidak boleh putus. karna terasa sudah mengirimi duit seperlunya buat penuhi kebutuhannya kita terasa tidak butuh lagi buat mengunjunginya. sekadar menelepon juga kita enggan dengan sebab padat jadwal. kita terasa cukup membayar pembantu ataupun suster buat mengurusnya, sudah cukup bakti bagaikan anak. toh duit yang dikeluarkan tidak sedikit. begitukah benak kita? " barangsiapa yang suka diluaskan rizki dan juga dipanjangkan usianya hingga hendaklah dia menyambung tali silaturahmi. " (h. r. bukhari). silaturahmi yang amat utama saat sebelum kepada teman merupakan kepada orangtua kita seorang diri.
rawat dikala ia sakit dengan perawatan tersadu yang kita sanggup. pengeluaran penyembuhan dikala ini mahal, bersediakah kita sediakan pengeluaran buat membiayai penyembuhan orangtua kita? ataupun membiarkan mereka dirawat dukun kampung aja dengan benak toh usianya sudah tidak lama lagi? bersediakah kita turun tangan mensterilkan kotorannya serupa dikala kita kecil dahulu, memapahnya berjalan serupa dikala langkah kaki kecil kita dahulu diajarinya berjalan, menyisir rambutnya dengan minyak serupa halnya dahulu dia merapikan rambut kita sehabis mandi ?
bagikan kebahagiaan dengan mengaitkan anak. perkenankan ia berjumpa dan juga bercengkrama dengan anak cucunya. membawa kanak - kanak kita buat berjumpa dan juga libatkan mereka buat turut berikan atensi pada kakek / neneknya. paling tidak mereka belajar dari kita gimana memperlakukan orangtua. bila kita memperlakukan orang tua kurang baik, kanak - kanak kita hendak belajar dan juga memperlakukan kita di masa tua sama serupa kita memperlakukan orangtua. kanak - kanak merupakan pembelajar tercepat.

bila seluruh itu sudah kita jalani, kita hendak mengasyikkan hati orang tua. orang tua yang bahagia dan juga senang hendak mendoakan anak - anaknya. mengerti kah kamu kalau doa orangtua itu diterima allah? tidak terdapat orangtua yang ingin mendoakan anak - anaknya sulit dan juga jauh rezeki. namun orangtua tetaplah manusia biasa yang dapat sakit hati dan juga terluka. kesakitan dan juga rintihan hatinya akibat perbuatan kita dapat membikin allah marah. dapat pula orang tua yang karna kemarahannya menyumpahi kita anaknya. waspadalah bila ini terjalin karna dapat aja, dikala maut bakal menjemput, ajal sulit berpisah dari tubuh karna menanggung dosa pada orangtua. bila berdosa pada allah kita cuma tinggal meminta ampun padanya dan juga insya allah hendak diampuni, namun bila berdosa pada orangtua cuma hendak diampuni allah sehabis orangtua ridha dan juga memaafkan kesalahan kita. ingatlah buat terus berbuat baik pada orangtua, peruntukan ia raja dalam kehidupan kita, supaya rezeki kita serupa rezeki raja yang terus mengalir tanpa terdapat habisnya. pintu langit hendak terbuka dengan mudahnya, merendahkan rezeki allah pada hamba yang dicintainya.

" saya bertanya kepada nabi saw tentang amal - amal yang amat utama dan juga dicintai allah, nabi saw menanggapi, kesatu shalat di dini waktu, berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalur allah. " (h. r. bukhari - muslim).

betapa celakanya bila orangtua meninggalkan kita sembari bawa kerasa jengkel dan juga kerasa sakit hati. wallahu alam.



(sumber: lancarrezeki.blogspot.co.id)

Jumat, 27 Mei 2016

Cara Mencetak Anak Shalih dan Shalihah Melalui Shalat

 shalat mampu membagikan stimulus buat anak yang berposisi dalam isi, tercantum menjadikannya bagaikan anak shalih ataupun shalihah. riset modern telah meyakinkan kalau shalat baik yang harus ataupun sunnah membagikan donasi besar terhadap pengembangan otak kanan. guna shalat, sebagaimana yang dilansir dalam al - qur’an bagaikan tanha ‘anil fahsya - i wal munkar (menghindari dari perbuatan keji dan juga munkar jadi penegas kalau shalat itu betul - betul berkaitan erat dengan otak kanan.


shalat menggambarkan salah satu media yang sanggup menumbuhkan energi pikir seorang jadi luas tidak terbatas. maksudnya, seorang yang sanggup menyelami arti di balik rahasia shalat itu, trik pandangnya tidak lagi kecil. dia mampu menjamah perihal yang tidak dapat dinalar oleh kiri.
bagaikan contoh, dalam konteks shalat 5 waktu sempatkah otak kita menerawang dengan cukup jauh menimpa arti dibalik ditetapkannya waktu - waktu tertentu dalam menegakkan shalat? dan juga, mengapa kita cuma shalat menjelang terbitnya fajar, dikala tergelincir matahari (shalat zhuhur) , jauh saat sebelum dan juga seusai matahari tenggelam, dan juga seterusnya

nyaris benak kita tidak sanggup menjamah lebih jauh tentang sebab allah swt. menetapkan waktu - waktu tertentu dalam shalat. seperti itu sebabnya, berarti untuk kita buat mengerti pesan rasulullah saw. kepada sekelompok orang yahudi kala dia ditanya tentang waktu - waktu ditetapkannya shalat.

dalam suatu riwayat. ali bin abu thalib ra. mengisahkan peristiwa itu. sewaktu rasulullah saw, duduk berbarengan para teman muhajirin dan juga anshar, secara seketika, datanglah satu rombongan orang yahudi. kemudian mengatakan kepada dia, ”coba terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diharuskan oleh allah swt. ”

dengan cukupp perinci , rasulullah saw. bersabda, ”shalat zhuhur kala tergelincir matahari. hingga, bertasbihlah seluruh suatu kepada allah swt. shalat ashar dikala nabi adam as. memakan buah khuldi. shalat maghrib kala allah swt. menerima taubat nabi adam as. sebaliknya, shalat isya’ menggambarkan shalat dikerjakan oleh para rasul sebelumku. sedangkan itu, shalat subuh dicoba saat sebelum terbit matahari terbit, terbitnya di antara 2 tanduk setan, dan juga di sanalah sujudnya orang kafir. ”
mendengar uraian rasulullah saw, tersebut rombongan orang yahudi bertanya kepada dia, ”padahal apa yang hendak diperoleh orang yang shalat? ”
rasulullah saw. bersabda, ”jagalah waktu - waktu shalat, paling utama shalat pertengahan, ialah shalat zhuhur , karna dikala itu neraka jahanam lagi menyala. orang - orang mukmin yang mengerjakan shalat kala itu hendak di haramkan api neraka jahanam pada hari kiamat atas mereka. ada juga shalat ashar menggambarkan dikala nabi adam as, memakan buah khuldi. orang - orang mukmin yang mengerjakan shalat ashar hendak diampuni dosa mereka serupa balita baru lahir. sebaliknya, shalat maghrib kala allah swt, menerima taubat nabi adam as. oleh karna itu seseorang mukmin yang menunaikan shalat maghrib dengan ikhlas, setelah itu dia berdoa (memohon suatu kepada - nya) , ia hendak mengabulkan permintaanya. sedangkan itu, seseorang mukmin yang berjalan pada malam hari yang hitam gulita guna menunaikan shalat isya’ berjamaah, hingga allah swt, mengharamkan atasnya karna nyala api neraka dan juga di bagikan kepadanya sinar buat menyebrangi titian sirath. ada juga seseorang mukmin yang mengerjakan shalat subuh sepanjang 40 hari secara berjamaah, allah swt. membagikan kepadanya 2 kebebasan, ialah dibebaskan dari api neraka dan juga nifaq. ”

sehabis mengkaji uraian rasulullah saw, tentang rahasia (dibalik waktu - waktu) shalat itu, berarti untuk kita buat membetulkan shalat. karena, shalat yang baik tentu berimbas baik terhadap sikap sekalian membikin kecerdasan otak hendak tumbuh pesat. demikian pula untuk bunda berbadan dua, shalat yang dicoba oleh seseorang bunda berbadan dua hendak mempunyai akibat terhadap bakal anak yang di milikinya, tercantum dalam pengembangan terhadap otak kanannya.

tidak hanya itu, riset modern pula menciptakan kalau di dalam otak manusia ada titik tuhan ataupun god spot. pusat spiritual ini terpasang di antara saraf dalam cuping - cuping temporal otak. bila manusia sanggup mengasa titik tuhan itu, tentu hendak menciptakan keteduhan, kesegaran, dan juga kebahagian yang hakiki dalam hidup.

nah, dengan trik apa bunda berbadan dua menumbuhkan titik tuhan yang terdapat dalam otak?
pastinya, salah satunya yakni dengan shalat. ya, shalat menggambarkan media yang sanggup mengasah kecerdasan spiritual. terus menjadi khusyuk ataupun penuh dengan penghayatan yang kokoh shalat yang dikerjakan, hingga kecerdasan spiritual yang berpusat di titik tuhan tumbuh secara spontan, tercantum bakal anak yang terdapat di dalam isi.

perihal tersebut menggambarkan sesuatu keniscayaan. karena, kita yang mempunyai kecerdasan spiritual tetap memperoleh kedamaian di dalam diri yang menyebar ke sekitar sekalian membagikan kerasa kasih kepada sesame. itu serupa matahari yang senantiasa memancarkan sinarnya tanpa balas jasa.

lalu, gimana trik menunaikan shalat yang baik supaya bunda berbadan dua dapat membagikan kecerdasan terhadap anak yang di kandungnya? buat mengenali jawabannya silakan ikuti sebagian trik berikut:

shalat dengan khusyuk
dikala shalat, bunda berbadan dua dituntut fokus (kosentrasi). focus berarti memusatkan pemikiran mata batin kepada allah swt. , sampai - sampai sanggup memperkenalkan dzat yang disembah. seperti itu inti khusyuk.
dalam futuhat makkiyah, ibnu arabi mencerahkan betapa banyak orang yang tidak hadapi pengalaman apa juga dari shalat itu, kecuali letih. sementara itu teman yang menemukan berkah berkat dialog
keilahiahan yang mendasar, walaupun nampak cuma penuhi kewajiban agamanya yang biasa. dengan demikian, shalat yang tidak khusyuk takkan memperoleh whatever (pengalaman spiritual) yang jadi inti dari shalat itu seorang diri. bila keadaan serupa ini terjalin pada (shalat) bunda berbadan dua, hingga gimana bisa jadi shalat jadi media yang efisien dalam menumbuhkan imajinasi dan juga energi ledak otak kanan yang kokoh terhadap diri dan juga bakal anak yang di milikinya?

pastinya, ketidakkhusyukan menampilkan mutu shalat belum menggapai kesempurnaan. sampai - sampai bunda berbadan dua tidak memperoleh apa - apa, kecuali kerasa letih. oleh karna itu, berarti untuk bunda berbadan dua buat belajar khusyuk dikala shalat.

allah swt, berfirman:
“sesungguhnya, beruntunglah orang - orang yang beriman, (ialah) orang - orang yang khusyuk dalam shalatnya. ” (qs. al - mu’minuun [23]: 1 - 2).

dengan demikian, khusyuk jadi factor berarti dalam melakukan shalat, khusyuk bawa hati hati dan juga diri pelakunya pada realitas hakiki kalau allah swt, merupakan si pencipta yang amat berkuasa atas makhluk - nya. pemahaman itu dapat mengantarkan doa ataupun kemauan dan juga jadi keberuntungan untuk pelakunya. oleh karna itu, hendaklah kita melakukan shalat secara khusyuk, paling utama untuk seseorang istri yang lagi berbadan dua. dalam perihal ini, shalat yang dikerjakan secara khusyuk mampu menolong mereka mendapatkan anak yang shalih dan juga shalihah.

bagi syekh abdul qadir al - jailani, shalat ibadah yang sesungguhnya yakni shalat dan juga ibadah hati. apabila hati lalai dan juga tidak khusyuk, hingga shalat jasmaniah hendak berhamburan. oleh karna itu, guna menggapai titik kesempurnaan, absolut diperlukan konsentrasi hati. kala hati sudah cenderung kepada allah swt. , berarti shalat kita tegakkan betul - betul jadi tiang agama.

ikhlas
ikhlas menggambarkan “ruh” seluruh kegiatan hidup manusia. demikian pula dalam konteks shalat, kita pula wajib ikhlas menegakkannya; tidak terdapat paksaan maupun tuntutan. seperti itu sebabnya, dalam penafsiran yang global, ikhlas berarti tidak terdapat tuntutan hati guna memohon balasan, pujian, dan juga sanjungan, kecuali balasan semata dari allah swt. bila seseorang bunda yang lagi berbadan dua mampu berjalan di medan ini, ialah medan ikhlas, hingga segala aktivitasnya bernilai besar di hadapan - nya. sama halnya kala shalat, tanpa terdapatnya nilai keikhlasan, mustahil shalat dapat berakibat terhadap kecerdasan spiritual anak yang di milikinya. terlebih lagi, boleh jadi, shalat yang tidak dikerjakan dengan ikhlas mampu jadi penghambat kenaikan kecerdasan untuk si bakal anak.

dengan demikian, aspek keikhlasan benar cukup susah direalisasikan. banyak orang yang kandas shalat lantaran minimnya keikhlasan itu seorang diri. dapat jadi, diantara kita terdapat yang bertanya, ”kenapa keikhlasan begitu susah dicoba, paling utama dalam shalat ? ”jawabnya, ikhlas menggambarkan sesuatu keadaan hati yang tidak terpautkan oleh pengharapan - pengharapan tidak hanya allah swt. , tercantum pujian dan juga sanjungan teman .

dokter. muhammad bin hasan as - syarif dalam bukunya manajemen hati (2002) mencerahkan kalau ikhlas itu bertingkat - tingkat; sebagiannya lebih besar dari pada sebagian yang lain. antara lain, terdapat batin manusia yang lebih agung dibanding aspek lahiriahnya, hingga keikhlasannya itu terwujudkan dengan terdapatnya kesamaan batin dan juga lahir, namun derajat besar darinya cuma dapat diraih apabila yang ada dalam batin itu lebih besar.

terhadap orang - orang yang tidak ikhlas, allah swt. menegaskan dalam firman - nya berikut:
“sesungguhnya, orang - orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang amat dasar dari neraka. dan juga, kalian sekali - kali tidak hendak menemukan seseorang penolong juga untuk mereka. kecuali, orang - orang yang taubat dan juga mengadakan revisi, dan berpegang teguh pada (agama) allah dan juga tulus ikhlas (mengerjakan agama mereka karna allah. hingga, mereka itu merupakan bersama - sama orang yang beriman, dan juga nanti allah hendak membagikan kepada orang - orang yang beriman pahala yang besar (qs. an - nisaa’ [4]: 145 - 146).

komitmen
shalat tercantum salah satu ibadah yang amat memastikan. maksudnya, bila shalat kita baik, hingga baik pula segala amal perbuatan kita. oleh karna itu, mkita wajib memiliki komitmen dalam menegakkan shalat. komitmen bermakna mempunyai intensitas ataupun intensitas. dan juga, terdapat semacam penghayatan terhadap ibadah yang dijalankan.

diriwayatkan dari abu hurairah ra. kalau rasulullah saw. bersabda, ”allah swt. berfirman , ’wahai anak adam, bersungguh - sungguhlah beribadah kepada - ku, hingga saya hendak penuhi dadamu dengan kecukupan dan juga menanggung kefakiranmu. bila kalian tidak melaksanakan itu, hingga saya hendak penuhi dadamu dengan banyak aktivitas dan juga tidak menanggung kefakiranmu. ”

dengan demikian, intensitas dalam menegakkan shalat wajib kita jalani. karena, kita benar diciptakan guna mengabdi kepada allah swt, dan juga beribadah kepada - nya. komitmen buat betul - betul beribadah kepada - nya melalui media shalat meniscayakan intensitas menyembah - nya. hati dan juga benak betul - betul focus dan juga tidak mengingat suatu selain - nya.

seperti itu komitmen yang wajib kita pegang. dengan komitmen itu, tentu shalat yang kita tegakkan terus menjadi hari terus menjadi hadapi pertumbuhan yang baik. kala shalat kita sudah hadapi kenaikan, secara spontan titik tuhan yang terdapat dalam otak hadapi kenaikan yang signifikan pula.

istiqamah
shalat wajib istiqamahatau tidak berubah - ubah. keistiqamahan tidak cuma diukur secara kuantitatif, melainkan pula di ukur dari mutu shalat itu seorang diri. terus menjadi kita istiqamah menegakkan shalat, terus menjadi tumbuh pula titik tuhan yang terdapat dalam otak.

istiqamah itu meniscayakan ketetapan hati supaya selalu melaksanakan shalat sekhusyuk bisa jadi. allah swt, berfirman:

“dan, bahwasanya jikalau mereka senantiasa berjalan lurus diatas jalur itu (agama islam) , betul - betul kami hendak berikan minum kepada mereka air yang fresh (rezeki yang banyak). ” (qs. al - jin [72]: 16).

dengan demikian, berarti untuk kita buat melindungi konsistensi shalat dalam keadaan apa juga.



[sumber: reportaseterkini. net]

Selasa, 24 Mei 2016

Kisah Tukang Becak yang Mengayuh dengan Bayi Perempuannya Menyentuh Hati Netizen.

hati siapa yang tidak tersentuh memandang seseorang laki - laki menarik becak di siang hari yang panas sembari menggendong balita? perihal ini betul - betul terjalin di india. laki - laki ini mengurus bayinya karna si istri wafat sehabis melahirkan dan juga tidak terdapat yang bersedia mengasuh si balita.

nama laki - laki ini merupakan bablu jatav, 38 tahun. ia dikaruniai seseorang balita wanita yang diberi nama damini sehabis menikah sepanjang 15 tahun dengan istrinya, shanti. pak bablu berkata kalau ia amat bahagia diberkati seseorang gadis, namun ia menaruh kesedihan mendalam karna si istri wafat sesaat sehabis melahirkan.

“shanti wafat tidak lama sehabis melahirkan di rumah sakit pada bertepatan pada 20 september, ” ucap pak bablu. “sejak dikala itu, belum terdapat seseorang juga yang ingin mengasuh gadis aku, sampai - sampai aku yang merawatnya, terlebih lagi pada dikala aku menarik becak, ” lanjutnya.

pekerjaan pak bablu tiap hari merupakan penarik becak di kota bharatpur. ia tidak mempunyai kerabat yang dapat mengasuh bayinya, sampai - sampai jalur salah satunya merupakan mengasuh si gadis sembari bekerja. pak bablu menggendong bayinya dengan kain yang dililitkan di leher. perihal ini terpaksa ia jalani, terlebih lagi di tengah hari yang amat panas.

keadaan ini benar memprihatinkan, paling utama untuk damini yang masih amat kecil. panasnya matahari dan juga keadaan jalanan buatnya wajib dilarikan di rumah sakit jaipur sebagian waktu yang kemudian. si balita hadapi septikemia, anemia dan juga ketiadaan cairan' href='kehilangan cairan tubuh'>kehilangan cairan tubuh cairan'>tubuh ketiadaan cairan kronis. untungnya, keadaan si balita membaik sehabis dirawat.

berita ini dengan kilat menyebar di india, sampai - sampai banyak tawaran dorongan yang diterima oleh pak bablu. besar mungkin kalau pemerintah india setempat lagi memproses trik buat menolong mengasuh si balita. mudah - mudahan dorongan lekas tiba, sampai - sampai balita wanita ini menemukan perawatan yang lebih baik.

teman, jangan remehkan cinta seseorang bapak. sudahkah kamu berterima kasih pada dia?



[sumber:  cerminan.com]

Senin, 23 Mei 2016

Para Suami Wajib Baca ...!!!Manjakanlah Istrimu Sebagaimana Dia Memanjakan Anakmu....!!Maka Segala Kemudahan Akan Menghampirimu Wahai suami.. (Bagikan Ya).

sempatkah kita menyadari - bahwa istrilah yang bangun lebih pagi, karna wajib mempersiapkan makan buat keluarga. sampai - sampai pada dikala suami bangun pagi, santapan sudah ada. terlebih lagi istri cukup repot mengurus kanak - kanak yang wajib berangkat ke sekolah. sehabis suami berangkat kerja, kanak - kanak sudah berangkat ke sekolah, istri wajib cuci baju, belanja, dan juga memasak buat makan siang.

melalui tengah hari berikan makan kanak - kanak, membimbingnya buat tidur siang, kemudian bersih - bersih, dn mempersiapkan kanak - kanak berangkat mengaji, setelah itu mempersiapkan makan malam, bersih - bersih diri karna sebentar lagi suami kembali dari kantor. malam menemani kanak - kanak belajar, kemudian kala kanak - kanak mulai berangkat tidur, melayani suami bagaikan tugas mulia. hingga suami tertidur pulas dan juga mengorok, barulah istri merebahkan tubuhnya lambat - laun dan juga memejamkan mata. buat setelah itu bangun pagi - pagi sekali saat sebelum suami dan juga kanak - kanak terbangun. begitulah rutinitas kehidupan seseorang istri dalam rumah tangga.

apakah istri tidak layak menemukan penghormatan besar sari suami, terhadap jasanya yang tidak terasa letih mengurus kanak - kanak dan juga keluarga?

bila anggota keluarga sakit, roda kehidupan rumah tangga wajib senantiasa berjalan, sampai - sampai istri wajib pontang panting mengalami seluruhnya. bahwa suami sakit, seluruh kehidupan rumah tangga pula wajib senantiasa berjalan. apabila istri yang sakit, dapat diyakinkan kegiatan rumah tangga hendak tersendat. begitu besarnya peranan istri dalam rumah tangga, sampai - sampai seakan - akan tidak boleh sakit. tidak hanya itu, diantara tugas - tugas teratur menyita waktu yang penuh, istri pula wajib tampak senantiasa menawan, nampak fresh di mata suaminya.

apabila banyak aktivitas rumah tangga mmebuat penampilan jadi kedodoran, tidak bergairah, kuyu dan juga keletihan, banyak meringik, hendak membikin pemikiran suami jadi negatif. kehidupan rumah tangga yang dialami seseorang istri, hendak jauh berubah dengan kala kesatu kali merambah kamar pengantin, penuh kemesraaan, dan juga segalanya cuma buat berdua, terus menjadi hari, pergantian bulan dan juga tahun, sehabis muncul kanak - kanak, kegiatan istri terus menjadi terus meningkat. tetapi, banyak suami tidak sedikitpun melirik, dan juga menyadari peranan istri yang begitu besar dalam rumah tangga, kala melangsungkan gunanya bagaikan bunda rumah tangga.

malah terdapat suami yang menggerutu kala memandang istrinya tidak dapt tampak menawan dan juga fresh, cuma karna tuntutan banyak aktivitas tiap hari yang mendera hidupnya. sesungguhnya bagaikan seseorang suami mampu merasakan keberadaan seseorang istri dalam rumah tangga dengan kerasa kemanusiaan. betapa besar dan juga repotnya tugas istri dalam rumah tangga, ini yang hendaknya disadari suami, kemudian menjalakan silih penafsiran dan juga penuh atensi dengan usaha dan juga cara - cara yang pas, supaya beban rumah tangga itu tidak merasa berat. atensi suami terhadap istrinya yang sudah bekerja keras buat keluarganya itu mampu menggambarkan kaca mempunyai kehendak yang searah, bersama menginginkan kebaikan dan juga keelokan rumah tangga, menginginkan kemuliaan dan juga keselamatan dunia akhirat.

bahwa diawal perkawinan, pemikiran suami terhadap istrinya merupakan kecantikannnya, pada ekspedisi selanjutnya yakni, pemikiran suami terhadap penghargaan kerja keras istri, ketulusannya mengurus keluarga, keramahtamahan, dan juga kehangatan yang di tengah kesibukannya mengurus keluarga senantiasa senatiasa terpancar buat kenikmatan pribadinya. hati suami sebetulnya pula kaca, apakah dia mempunyai kerasa terima kasih terhadap kerja keras istrinya, ataupun mengabaikannnya, terlebih lagi mencelanya sehabis kondisinya yang keletihan dan juga tidak bergairah. kondisi lesu si istri yang keletihan karna kerja keras tiap harinya itu, sering - kali malah diperuntukan alasan - alasan suami buat bernazar melirik perempuan lain yang lebih muda, bergairah, dan juga menawan. dari sinilah kerap dini keelokan rumah tangga mulai memudar.

maksudnya, penafsiran suami amat dibutuhkan, kapan dikala memerlukan penampilan istri menawan, fresh dan juga prima. apabila istri tidak mampu berlagak serupa yang dikehendaki, karna dalam banyak aktivitas mengurus anak yang rewel, dan juga rumah tetap berhamburan oleh tingkah laku anak, kata ruqayyah warsi magsood; “akuilah kerja keras dan juga pengorbanan mereka, nyatakan kebutuhan kamu dengan kehormatan. ”

butuh diingat, seseorang perempuan yang ingin dilamar jadi seseorang istri dari seseorang pria dan juga bersedia meninggalkan rumah orang tuanya, karna menginginkan suami mampu melindunginya, menghormatinya, yang mencumbuinya, suami berikan waktu untuknya,

sampai - sampai waktu tidak cuma buat pekerjaan rumah dan juga mengurus kanak - kanak aja. suami harus
mencontoh kehidupan rasulullah saw bagaikan pemimpin pertempuran dimana - mana, namun kala berbarengan istri - istrinya tetap membagikan kasih sayang dan juga kedamaian, tidak membebani istri, berupaya meringankan tugas - tugas istri, dan juga senantiasa menjauhi perkata kesat dan juga menyakitkan. sabda rasulullah saw : ”orang yang amat baik diantara
kamu merupakan yang amat baik kepada istrinya, dan juga saya merupakan yang amat baik kepada istriku”.

sesuatu perihal yang wajib dikenal suami, kalau hadiah termahal yang dikasih suami kepada istrinya dan juga anak - anaknya merupakan berdialog, berbicara, sediakan peluang dan juga waktu buat mampu bercanda. apabila kita amati kehidupan rumah tangga rasulullah saw berbarengan para istrinya, hingga kehidupannya menggambarkan contoh gimana canda tawa, cumbu rayu, kemesraan, sanjungan, keakraban senantiasa menghiasi dengan pujian - pujian. bila suami telah menutup mata dengan perihal yang baik serupa yang dicoba oleh rasulullah saw itu, berarti hatinya sudah terhimpit batu keras, sampai - sampai sikap serupa batu. sedangkan kita hidup dengan ruh, bukan jasad aja, seperti batu. kita bukan serupa batu yang tidak memiliki ruh.

kita mempunyai kehangatan yang senantiasa diiringi senyuman, sapaan manis yang mampu menyirnakan beban keletihan raga sitri yang telah bekerja keras dari pagi buta sampai larut malam, sampai - sampai hatinya menjdai berbunga dengan pujian. kenapa tidak berkaca pada rumah tangga rasulullah saw, yang pantas diperuntukan teladan? firman allah swt :
“sesunggunya telah terdapat pada rasulullah (muhammad saw) teladan yang baik untuk siapa yang mengharap (anugrah) allah dan juga (ganjaran di) hari setelah itu, dan banyak menyebut nama allah” (q. s al - ahzab : 21)

pujian benar amat disenangi perempuan dan juga mampu membesarkan hatinya setimpal dengan fitrahnya menyenangi hiasan dan juga pujian. untuk seseorang istri, pujian merupakan dasar yang kokoh jadi pondasi ikatan kerasa cinta, kasih sayang, produktivitas dan juga pembinaan. pujian hendak menghasilkan atmosfer yang kondusif buat memantapkan hubungan - hubungan itu supaya menciptakan suatu yang diharapkan, ialah kebaikan rumah tangga.

pujian untuk istri merupakan perihal yang amat berharga lebih dari perhiasan yang mahal dan juga pakaian baru yang indah, karna perasaan dicintai hendak timbul dari pujian itu, dan juga menggambarkan antusias untuk jiwa, tidak ubahnya santapan vit untuk badan yang letih. berterima kasihlah kepada istri yang dengan tangannya, kesungguhannya, ketulusannnya telah sediakan waktunya buat mempersiapkan seluruh kebutuhan rumah tangga.

ucapkanlah selamat dan juga terima kasih atas pelayanan dan juga kebersamaannya dengan kita, kesanggupannya melindungi rumah dan juga kanak - kanak dengan baik. katakan seluruh itu dengan jujur dan juga penuh mesra, itu sudah buatnya senang dan juga menanamkan kasih sayang di hati istri kita. apabila hati istri bahagia, dia hendak lebih hangat melayani suami dan juga hidup jadi tentram dan juga tenang. rasulullah aw bersabda : ”orang mukmin yang amat sempurna imannya merupakan yang tersadu ahlaknya, dan juga manusia tersadu diantara kamu merupakan yang tebaik kepada istri - istrinya”.

kebersamaan suami istri dalam rumah tangga merupakan diwarnai silih menghormati. paling utama suami berikan penghormatan yang besar terhadap kerja keras istri shalelah, yang dirangkum dalam kecintaan yang suci dan juga setia kepada pendampingnya, yang telah melangsungkan tugas dan juga kewajibannya dengan baik.

kehidupan suami istri yang baik silih penafsiran, dan juga ingin berterima kasih, sampai - sampai hendak menjadikan rumah tangga kompak dan juga istimewa. tiap - tiap suami istri melangsungkan kewajiban, tugas dan juga haknya, mengarah kea rah membangun rumah tangga senang. dan juga untuk suami tidak hendak mendatangkan bahaya bila berterima kasih kepada istrinya yang telah bangun lebih pagi, dan juga tidur larut malam dikala seluruh keluarga sudah terlelap, kemudian tiap hari waktunya penuh mengabdi kepada kepentingan rumah tangga.

disadari ataupun tidak, pekerjaan para istri lebih banyak daripada suami. dari pagi hingga malam hari, pekerjaan mereka seakan tidak terdapat hentinya. mulai dari mengurus kanak - kanak, melayani keperluan dan juga kebutuhan suami, sampai mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang lain. seperti itu sebabnya, seseorang suami wajib menghargai jerih payah istrinya. antara lain :

1. membagikan pujian atas seluruh pekerjaanya dan juga tidak melecehkan kelemahannya.
2. berikan sokongan moral dan juga dorongan tenaga buat meringankan beban tugas dan juga kedudukannya.
3. bila membolehkan, memenuhi seluruh keperluan yang mampu mempermudah tugas - tugasnya itu.
4. membagikan hadiah tertentu yang mampu mengasyikkan hatninya. tentu bukan mahalnya yang jadi prioritas, namun wujud intensitas atensi yang lebih utama.

silahkan bagikan apabila ini menurutmu dapat menggubah individu para suami jadi lebih baik.. .




(sumber: klikbagikan. com)

Senin, 16 Mei 2016

Laki-Laki itu Rezekinya Tidak Banyak, Rezeki yang Ada Adalah Rezeki Anak dan Istri...Bantu Share Ya.

Ingin bukti?? Banding saja waktu anda masihlah sendiri belum berkeluarga. Jika pun banyak bakal habis-habis di jalan saja. tidak sama waktu sudah ada berkeluarga. Karena harga diri lelaki adalah bekerja..

Lelaki adalah yang dapat mengubah dunia meski sebatas depa, menyembunyikan deritanya untuk menafkahi keluarganya, bukan yang cengeng berpangkutangan.. Insya Allah bernilai ibadah serta sebagai penghapus dosa..

”Bukanlah orang yang paling baik diantara
kalian orang yang rajin melaksanakan ibadah mencari pahala akhirat dengan meninggalkan kesibukan bekerja untuk kebutuhan kehidupan dunia, dan bukan juga orang yang paling baik diantara kalian orang yang rajin bekerja dengan meninggalkan kesibukan beribadah. Orang yang paling baik diantara kalian adalah yang melakukan keduanya : rajin bekerja serta rajin juga beribadah. Sebab kekayaan bisa jadikan fasilitas mencapai kebahagiaan akhirat. Karena itu, jangan sampai kalian jadi manusia pemalas. ” (HR. Ibnu Asakir dari Anas).

“Barangsiapa di sore hari merasa kecapaian, lantaran sepanjang hari bekerja meraih kecukupan keluarga, jadi pada sore hari itu juga dia memperoleh curahan ampunan dosa. ” (HR. Thabrani dari Ibnu Abbas)..




(sumber: kabartrenmasakini.com)

Sabtu, 14 Mei 2016

Kisah Anak Durhaka: Sengsara setelah Menikah

Keluarga ini memiliki bisnis di bidang logam. Fabrikasi besi. Sejenis bengkel. Lengkap dengan alat-alat yang berhubungan dengan cutting, bending, sampai las dan seterusnya. Mereka hidup dalam kecukupan materi. Alhamdulillah.

Sebagai buah hati semata wayang, anak laki-laki ini juga menjadi satu-satunya pewaris tunggal usaha keluarga. Dia tumbuh menjadi sosok yang cerdas, cepat belajar, mudah memahami persoalan dan penyelesaiannya.

Memasuki usia dewasa, ayah dan ibunya mengusulkan agar ia segera mencari pendamping hidup. Rupanya, si anak laki-lakinya itu sudah memiliki target. Seorang gadis telah berhasil mencuri hati, menyita perhatian, dan benar-benar ingin dijadikannya sebagai istri.

Malangnya, ayah dan ibunya tidak sepakat ketika gadis itu diajak ke rumah untuk berkenalan. Dasar keras kepala, sang anak berupaya sekuat tenaga untuk meyakinkan kedua orang tuanya. Berbagai cara ditempuh, demi bersandingnya sang gadis di pelaminan bersamanya.

Lantaran mengetahui sikap anaknya yang keras kepala, sang ibu pun mengalah. Wanita berhati sutra ini menyampaikan nasihat, “Nak, jika tekadmu bulat, ibu mustahil melarangnya. Namun, ingatlah satu hal; kualitas kecantikan fisik bukanlah jaminan bahwa kalian akan menjalani hidup bahagia setelah pernikahan.”

Pernikahan dihelat. Sang istri diboyong ke rumah kedua orang tuanya. Bersama untuk beberapa masa.

Berbilang bulan kemudian, sang istri berkonflik dengan ibunya. Berhasil diredam. Namun, kembali terulang. Ayahnya mengusulkan agar mereka menjalani hidup di rumah sendiri. Lantas dibelilah sebuah hunian yang cukup mewah.

Memasuki hunian baru, sang istri tidak mau membeli barang-barang murah. Segala jenis perabotan mahal dibeli. Demi memuaskan kehendak nafsu dan gengsi dengan teman-temannya. Selain itu, sepasang suami istri ini juga sering dilanda konflik. Sang suami semakin terpuruk ketika usahanya di bidang logam besi menurun.

Lama-kelamaan, usaha sang suami bangkrut. Menganggur. Dengan semangat menghidupi sang istri, dia berkeliling dari satu gedung ke gedung lain untuk melamar pekerjaan. Namun, semua perusahaan menolak lamarannya.

Dalam tempo yang lama, dia menganggur. Hanya di rumah. Satu persatu perabotannya dijual. Untuk menyambung hidup. Parahnya, sang istri tetap cuek. Dia tidak mengubah kebiasaan. Hidup dengan caranya; berfoya-foya.

“Dasar laki-laki tidak berguna. Mirip perempuan. Hanya di rumah. Tidak bekerja.” Kalimat itulah yang dia alamatkan kepada suami yang telah memeras seluruh kemampuan demi hidup bersamanya.

Perhatikanlah, jangan abaikan hak ayah dan ibumu dalam hal jodoh. Tetaplah berbakti kepadanya setelah menikah. Jangan hanya karena kecantikan fisik, lantas engkau lebih membela pasanganmu dengan menzalimi orang yang telah melahirkan dan membesarkanmu.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Sumber: Kisah-kisah Anak Durhaka, Khalid Abu Shalih.



(sumber: kisahikmah.com)

Jumat, 13 Mei 2016

Ini Hak Seorang Ibu Terhadap Anak Laki-lakinya

Membangun keluarga sakinah merupakan dambaan kita semua. Dasarnya adalah masing-masing anggota keluarga tersebut harus bertaqwa. Salah satu manifestasi taqwa ialah berbuat baik kepada orang tua (birrul walidain). Perlu disadari, bahwa pernikahan itu bukan hanya ikatan 2 orang anak manusia, tetapi mengikat 2 keluarga besar.

Jadi pernikahan itu merupakan risalah agung membentuk ukhuwah yang luas yang dasarnya saling kenal (ta’aruf), saling memahami (tafahum), dan saling menolong (tafakul) antara suami-istri, keluarga suami dan keluarga istri. Bila masing-masing pihak ridha, maka nilai pernikahan yang sakinah serta diridhai orang tua akan terwujud.
Sebelum menikah, seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan mempunyai kewajiban yang besar kepada kedua orang tuanya, terutama kepada ibundanya. Bila seorang anak laki-laki yang telah menikah, maka kewajiban berbakti kepada ibu ini tidak hilang, jadi suami adalah hak ibunda.

Bagaimana dengan anak perempuan yang telah menikah? Nah, bagi anak perempuan yang telah menikah, maka haknya suami. Jadi istri berkewajiban berbakti pada suami. Karena setelah Ijab kabul, berpindahlah hak dan kewajiban seorang ayah kepada suami dari anak wanitanya. Begitu besar kewajiban berbakti pada suami, sampai rasul pernah bersabda, “Bila boleh sesama manusia mengabdi (menyembah), maka aku akan menyuruh seorang istri mengabdi pada suaminya.”

Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Ada seseorang yang datang menghadap Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ayahmu.” (Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

Ada seseorang yang datang, disebutkan namanya Muawiyah bin Haydah r.a., bertanya: “Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah saw: “Ibumu.” Dengan diulang tiga kali pertanyaan dan jawaban ini.
Pengulangan kata “ibu” sampai tiga kali menunjukkan bahwa ibu lebih berhak atas anaknya dengan bagian yang lebih lengkap, seperti al-bir (kebajikan), ihsan (pelayanan).

Ibnu Al-Baththal mengatakan:
“Bahwa ibu memiliki tiga kali hak lebih banyak daripada ayahnya. Karena kata ‘ayah’ dalam hadits disebutkan sekali sedangkan kata ‘ibu’ diulang sampai tiga kali. Hal ini bisa dipahami dari kerepotan ketika hamil, melahirkan, menyusui. Tiga hal ini hanya bisa dikerjakan oleh ibu, dengan berbagai penderitaannya, kemudian ayah menyertainya dalam tarbiyah, pembinaan, dan pengasuhan.

Hal itu diisyaratkan pula dalam firman Allah swt., “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun –selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun–, bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Luqman: 14)
Allah swt. menyamakan keduanya dalam berwasiat, namun mengkhususkan ibu dengan tiga hal yang telah disebutkan di atas.


Imam Ahmad dan Bukhari meriwayatkan dalam Al-Adabul Mufrad, demikian juga Ibnu Majah, Al Hakim, dan menshahihkannya dari Al-Miqdam bin Ma’di Kariba, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Sesunguhnya Allah swt. telah berwasiat kepada kalian tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ayah kalian, kemudian berwasiat tentang kerabat dari yang terdekat.”

Hal ini memberikan kesan untuk memprioritaskan kerabat yang didekatkan dari sisi kedua orang tua daripada yang didekatkan dengan satu sisi saja. Memprioritaskan kerabat yang ada hubungan mahram daripada yang tidak ada hubungan mahram, kemudian hubungan pernikahan. Ibnu Baththal menunjukkan bahwa urutan itu tidak memungkinkan memberikan kebaikan sekaligus kepada keseluruhan kerabat.

Dari hadits ini dapat diambil pelajaran tentang ibu yang lebih diprioritaskan dalam berbuat kebaikan dari pada ayah. Hal ini dikuatkan oleh hadits Imam Ahmad, An-Nasa’i, Al-Hakim yang menshahihkannya, dari Aisyah r.a. berkata:
“Aku bertanya kepada Nabi Muhammad saw., siapakah manusia yang paling berhak atas seorang wanita?” Jawabnya, “Suaminya.” “Kalau atas laki-laki?” Jawabnya, “Ibunya.”
Demikian juga yang diriwayatkan Al-Hakim dan Abu Daud dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya, bahwa ada seorang wanita yang bertanya:
“Ya Rasulallah, sesungguhnya anak laki-lakiku ini, perutku pernah menjadi tempatnya, air susuku pernah menjadi minumannya, pangkuanku pernah menjadi pelipurnya. Dan sesungguhnya ayahnya menceraikanku, dan hendak mencabutnya dariku.” Rasulullah saw. bersabda, “Kamu lebih berhak daripada ayahnya, selama kamu belum menikah.”

Maksudnya menikah dengan lelaki lain, bukan ayahnya, maka wanita itu yang meneruskan pengasuhannya, karena ialah yang lebih spesifik dengan anaknya, lebih berhak baginya karena kekhususannya ketika hamil, melahirkan dan menyusui.


(sumber: salambunda.com)

Kamis, 12 Mei 2016

INILAH DOA AGAR ANAK ANDA TIDAK NAKAL DAN MENJADI PENURUT..,

Assalamu'alaikum Waromatullah Wabarokatuh...

doa Agar Anak Kita Tidak Nakal

Sebagai  orang tua tentunya mendambakan anaknya menjadi soleh/soleha, yang taat akan agamanya dan penurut serta membanggakan kedua orang tuanya. Nah berikut ini kami lampirkan sebuah doa jika perilaku anak-anak tidak sesuai tabiat orang tuanya, maka  do’a mereka dengan doa ini :

Shohibul Maulid Simthudduror, Al Habib Ali Ibn Muhammad Ibn Husain Al Habsyi berkata:

“Jika perilaku anak-anak tidak sesuai dengan tabiat kalian maka doakan mereka,

    اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْ أَوْلاَدِي وَاحْفَظْهُمْ

    وَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ

    Ya Allah.. Berikan kebaikan yang banyak pada anak-anakku, jagalah mereka dan jangan kau celakakan mereka. Karuniakanlah kami ketaatan mereka..”

Sumber: Na’am Qolby Ma’ak

    “Wali itu tidak membuka jalan popularitas dan juga tidak melakukan pengakuan akan kewaliannya. Bahkan kalau bisa ia akan menyembunyikannnya. Karena itu orang yang ingin terkenal dalam hal tersebut, bukanlah ia seorang ahli tariqah”

    (Dhurar al-Muntatsirah fi al-Masa’il al-Tis’a ‘Asyarah, hal. 9).


Subhanallah, semoga tulisan ini bermanfaat, jadilah orang yang demawan dengan membagikan tulisan ini.




(sumber: akuharustau.com)

Rabu, 11 Mei 2016

Kamu Anak Pertama? Selamat! Karena Anak Perempuan Tertua Cenderung Jadi Orang Kaya dan Sukses

Menjadi anak pertama dari sebuah keluarga memang merupakan hal yang cukup berat mengingat tanggung jawab dan peran yang ada dipundaknya. Kesan anak pertama sangat erat dengan sosok yang tegar dan mandiri.

Lantas bagaimana kalau kesan anak pertama itu ada dalam sosok perempuan. Seringkali kesan tegar dan mandirinya itu terbungkus dalam balutan feminim khas perempuan.  Tapi banyak juga perempuan yang mengeluh tidak enak jadi kakak tertua atau lahir jadi anak sulung.
Kakak perempuan tertua ternyata punya kemungkinan besar jadi orang sukses

Memang Menyebalkan. Tapi kamu harus bersyukur dengan statusmu sebagai anak tertua, karena dikutip dari lifehack.org, sebuah penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa menjadi kakak perempuan tertua ternyata cenderung punya ambisi besar dan karena hal ini pula, kamu jadi punya kemungkinan besar jadi orang sukses.
Karena anak pertama perempuan ternyata 13% lebih ambisius dibandingkan sulung laki-laki

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di the University of Essex, anak pertama perempuan ternyata 13% lebih ambisius dibandingkan sulung laki-laki.  Scientific American bahkan menyatakan bahwa anak perempuan tertua cenderung lebih sukses dibanding saudara-saudara kandungnya.
Karena sering dipercaya orangtua untuk mengambil tanggung jawab, membuatnya semakin berkembang siap menghadapi pekerjaan dan hubungan sosial

Anak perempuan yang lahir jadi anak pertama biasanya lebih kuat, sekaligus lebih cerdas dan tegas. Karena sering dipercaya orangtua untuk mengambil tanggung jawab untuk menjaga adiknya dan berbagai hal di rumah, kakak perempuan pertama jadi lebih dewasa secara natural dan hal ini semakin berkembang dan membuat mereka selangkah lebih maju dalam hal menghadapi pekerjaan dan hubungan sosial.

Kamu bisa melihat dari beberapa perempuan sukses seperti Hillary Clinton, Oprah Winfrey, J.K. Rowling dan bahkan Beyoncé, mereka terlahir jadi anak pertama dan jadi perempuan yang sukses.


(sumber: ruangperempuan.com)

Prajurit Kopassus Pecahkan Rekor Dunia, Melihat Orang Tua Langsung Cium Kakinya.. Masya Allah!

Mematahkan 55 buah balok es yang berderet sepanjang kira-kira 55 meter dengan tebal 15 senti meter menggunakan jidat bukan perkara mudah. Selain butuh keahlian tinggi aksi ini juga membutuhkan ketepatan dalam menempatkan posisi jidat pada titik pemecahan es balok.

Aksi ini juga butuh kecepatan gerakan dalam pematahan serta pengaturan pernafasan untuk memusatkan konsentrasi tenaga pada kepala. Namun hal itu bisa dilaksanakan salah seorang prajurit Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, Sertu (Inf.) Kopassus Dwi Andi.

Prajurit asal Klaten ini pada Senin (4/4/2016) berhasil memecahkan rekor dunia Museum Rekor Indonesia (Muri) setelah mematahkan sederet balok es dalam waktu satu menit di Lapangan Bhirawa Yudha Grup 2 Kopassus, Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo.

“Ini berarti dia berhasll memecahkan rekor dunia Muri. Karena selama ini belum ada orang yang mematahkan balok es dengan kepala sebanyak 55 buah balok es,” ujar Senior Manager Muri, Ngadri, dikutip dari Solopos.com.

Sebelumnya acara didahului dengan atraksi demo beladiri Merpati Putih oleh 84 prajurit Grup 2 Kopassus. Acara yang diprakarsai Danjen Kopassus Myjen TNI M. Herindra ini ditutup dengan pemberian penyerahan sertifikat Muri oleh, Ngadri.

Keberhasilan ini disaksikan ratusan tamu undangan termasuk masyarakat sekitar yang diundang untuk pemberian sembako, Wakil Bupati Sukoharjo, Purwadi; Wakapolres Sukoharjo, Kompol Andika Bayu; Wadan Grup 2 Kopassus, Letkol (Inf.) Andrian Triswasana; Pamen Ahli Kopassus, Kol. (Inf.) Saleh Mustafa; Asren Kopassus, Kol. (Inf.) Agus Sasmita; Kapen Kopassus, Letkol (Inf.) Joko Tri Hadi M dan sebagainya.

Sementara itu Dwi Andi seusai mematahkan seluruh balok es mengaku puas. Namun dia mengakui hal ini berat sekali.

“Tadi pada pematahan balok es ke 42, oksigen di badan terasa nol atau tidak ada. Karena itu pada akhir pemecahan balok es ke-55 saya sempat sempoyongan,” ungkap dia sambil menambahkan dia perlu latihan empat bulan untuk mematahkan balok-balok es tersebut.

Pada bagian lain orang tua Dwi Andi mengaku sempat waswas dengan aksi ini. Karena pematahan balok es dilakukan dengan jidat dan jumlahnya cukup banyak.

”Biasaanya jumlahnya paling hanya 30 sampai 40 buah. Maka dari itu ketika sekarang harus mematahkan 55 buah balok es saya juga deg-degan,” ujar ibu Dwi Andi, Wiwik Handayani, 58, dengan mata berkaca-kaca karena terharu.

Menurut dia saat persiapan beberapa waktu lalu, Dwi sering kali menelepon dirinya untuk meminta doa restu dan mendoakannya. Hal ini membuat Wiwik selalu waswas ketika mendekati hari H pelaksanaan.

Terkait dengan hal tersebut Wiwik mengaku setiap hari mendoakan putranya yang akan mempersembahkan kebanggaan bagi korpsnya.

“Dia itu ibaratnya anak mama, jadi kalau ada apa-apa entah mau tugas ke mana atau hal penting lainnya dia selalu menelepon saya dan ayahnya,” kata dia.

Sedangkan ayah Dwi, Bambang Subianto, 64, mengatakan semula dia tak mengira Dwi Andi bisa masuk TNI. Karena fisik putra kedua dari empat bersaudara itu dinilai tak memadai, setelah menderita sakit berat.

Dia menjelaskan hal itu terjadi karena saat SMA putranya suka hidup tak teratur dan suka berkelahi. Namun sekarang dia bersyukur karena telah berhasil mencetak prestasi membanggakan.

“Dulu ketika masih SMA dia sering membela teman-temannya kalau berkelahi. Anak saya ini memang solidaritasnya kepada teman-teman tinggi,” kata dia.

Sementara itu suasana pematahan balok es berlangsung lancar. Setelah berhasil mencetak rekor Muri, Dwi langsung diangkat teman-temannya beramai-ramai sambil menyanyikan lagu-lagu penyemangat.

Terlepas dari itu semua ada adegan yang menerenyuhkan. Seusai mematahkan balok-balok tersebut Dwi yang dihampiri kedua orang tuanya langsung bersimpuh mencium kedua kaki mereka.

Kedua orang tua ini langsung mengusap kepala Dwi sehingga adegan mengharukan ini membuat mereka yang hadir hening sejenak.



(sumber: news.okezone.com)

Selasa, 10 Mei 2016

Masya Allah,Benarkah Bila Anak Pertama Itu Perempuan, Jadi Lebih Berkah

Karena anak adalah hibah dari Allah, sementara manusia hanya bisa meminta. Sehingga yang lebih penting adalah berusaha mensyukuri kehadiran semua anaknya.

“Hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki.” (QS. as-Syura: 49)

Dalam ayat ini, ketika Allah menceritakan nikmat anak yang Allah berikan kepada hamba-Nya, Allah awali dengan anak perempuan, baru anak lelaki.

Sebagian ulama memahami, urutan ini bukan tanpa makna. Artinya, bisa jadi mereka yang dikaruniai Allah anak perempuan sebagai anak pertama, itu merupakan tanda kebaikan untuknya.

Al-Qurthubi dalam tafsirnya membawakan keterangan sahabat Watsilah bin al-Asqa’,

“Bagian dari keberkahan wanita, ketika dia melahirkan anak pertamanya berjenis kelamin perempuan, sebelum anak laki-laki. Karena Allah berfirman, (yang artinya): “Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki”. Dalam ayat ini Allah mulai dengan anak perempuan.” (Tafsir al-Qurthubi, 16/48).
Hadisnya Dhaif

Terdapat riwayat yang marfu’ dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebutkan bahwa keberkahan wanita, ketika anak pertamanya perempuan. Namun semua riwayat marfu’ ini statusnya dhaif.

Diantaranya, disebutkan asy-Syaukani dalam tafsirnya, riwayat yang dibawakan Ibnu Mardawaih dan Ibnu Asakir dari Watsilah bin Asqa’ secara marfu’,

“Bagian dari keberkahan wanita, anak pertamanya perempuan. Karena Allah berfirman (yang artinya), “Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki.” (Fathul Qadir, 4/776)

Demikian pula diriwayatkan ad-Dailami dalam musnadnya dari Aisyah secara marfu’,

“Bagian dari keberkahan wanita kepada suaminya, mahar yang murah dan anak pertama perempuan”. (hadis ini di-dhaif-kan as-Sakhawi dalam al-Maqashid al-Hasanah).

Terlepas dari status hadisnya yang bermasalah, anak adalah anugrah dari Allah. Sementara manusia tidak memiliki pilihan untuk menentukan jenis kelamin buah hatinya. Karena anak adalah hibah dari Allah, sementara manusia hanya bisa meminta. Sehingga yang lebih penting adalah berusaha mensyukuri kehadiran semua anaknya.

Para ulama menilai keberuntungan bagi yang memiliki anak perempuan, untuk membangun sikap optimis terhadap setiap anugrah yang Allah berikan. Agar jangan sampai muncul perasaan sial, seperti yang diyakini masyarakat jahiliyah.

Allah ceritakan karakter mereka dalam al-Qur’an,

“Apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. ( ) Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?.” (QS. an-Nahl: 58 – 59) (ukthiindo)



(sumber: yangunik.com)

Lihat Bila Anda Masih Punya Hati...!!! Video Kisah Anak Yatim Piatu Yang Membuat Kita Menangis.



PERJUANGAN SEORANG KAKAK BELASAN TAHUN MENAHAN LAPAR DEMI ADIK