Tampilkan postingan dengan label perselingkuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perselingkuhan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2016

Tahukah Kamu Mengapa Orang Selingkuh Hidupnya Tidak Bisa Bahagia dan Dapat Balasan Menyakitkan?

Mengapa orang yang selingkuh (mengkhianati suami atau istrinya) hidupnya tidak bisa bahagia? Dan mengapa kadang-kadang ia seperti mendapatkan balasan yang menyakitkan misalnya pada kehormatan anak atau saudaranya?

Sesungguhnya, setiap muslim telah dibekali dengan hati yang fitrah. Hati yang suci, hati yang bening. Ketika ia berbuat dosa, ia akan resah. Ketika ia berbuat maksiat, ia akan merasa bersalah. Ia sadar dosa dan kemaksiatan adalah aib yang jika dibuka, ia akan malu.

وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

“Dan dosa adalah sesuatu yang mengganjal di dalam dada dan engkau tidak suka jika dilihat orang” (Muttafaq ‘alaih)

Dosa berupa selingkuh merupakan dosa besar. Baik yang berupa selingkuh cinta apalagi selingkuh zina. Sebab ia mengkhianati suami/istri dan melanggar larangan Allah untuk menjauhi zina. Maka (sebagian) balasannya pun akan disegerakan di dunia.

بابان معجلان عقوبتهما في الدنيا : البغي والعقوق

“Dua perkara yang disegerakan balasannya di dunia: perbuatan keji dan durhaka” (HR. Hakim; shahih)

Balasan di dunia ini bentuknya bermacam-macam. Yang paling umum adalah dicabutnya kekhusyu’an saat beribadah dan dicabutnya kedamaian jiwa. Jadilah hidupnya tidak bahagia.

Belum lagi balasan di akhirat yang berupa azab pedih; panasnya api neraka.

Sedangkan mengenai orang lain yang terkena azab akibat perbuatan dosa seseorang, dalam Islam tidak dikenal dosa warisan. Seorang anak yang diselingkuhi atau saudara yang kehormatannya dirusak, bukanlah balasan langsung akibat perbuatan selingkuh seseorang. Jika pun seorang anak akan mencontoh perilaku ayah/ibunya, itu adalah persoalan lain yang seharusnya menjadi perhatian setiap orang tua agar hanya melakukan dan mencontohkan yang baik-baik saja.



(Sumber: siraman.com)

Senin, 22 Februari 2016

Wahai Suami Janganlah Berselingkuh Jika Tak Ingin Anak Gadismu Kelak Diselingkuhi

Teman Ummi, kala seseorang pemuda menemui Rasulullah buat memohon izin supaya dia diperbolehkan berzina, Rasul tidak serta - merta marah, dia malah mengajak pemuda tersebut buat berempati.

"Bersediakah Engkau bila kerabat perempuanmu dizinahi? ataupun gimana bila ibu, bibi, dan juga anakmu nanti dizinahi orang lain, maukah engkau perihal itu terjadi?"

Tentu aja pemuda itu menanggapi tidak bersedia bila terdapat wanita dalam anggota keluarganya yang dizinahi oleh orang lain.

Dari cerita tersebut semestinya tiap muslim dapat mengambil pelajaran buat tidak melaksanakan perihal yang kita seorang diri juga tidak mau teman jalani perihal itu pada diri dan juga keluarga kita!

Demikian pula bila mau melaksanakan perselingkuhan dalam rumah tangga. Dengan terus menjadi canggihnya teknologi, begitu banyaknya aplikasi chatroom, seseorang suami semestinya berpikir ribuan kali bila mau mengkhianati keyakinan istrinya dengan melaksanakan perselingkuhan.

Salah satu yang butuh diingat merupakan anak wanita yang dimiliki, relakah bila di setelah itu hari anak wanita kamu yang telah menikah malah diselingkuhi oleh suaminya?

Jika tidak rela, hingga pikirkanlah kalau bapak mertua kamu juga tidak rela bila kamu menyakiti perasaan putrinya dengan berselingkuh berbarengan perempuan lain!

Sahabat Ummi, begitu hari kiamat belum hendak tiba sampai perzinaan menggila sampai ke jalan - jalan. hingga lindungilah diri dan juga keluarga kita dari ancaman siksa neraka dengan trik menghindari zina, tercantum menjauhi perselingkuhan dalam rumah tangga! 


Sumber:
http_www_ummi-online_com/wahai-suami-janganlah-berselingkuh-jika-tak-ingin-anak-gadismu-kelak-diselingkuhi.html