Tampilkan postingan dengan label dingin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dingin. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 April 2016

Alasan Mengapa Lantai Masjidil Haram Tetap Sejuk Meskipun Cuaca Panas Terik

Cuaca ekstrim yang sering terjadi di Tanah Suci rupanya tak mempengaruhi suhu udara di Masjidil Haram.

Kegiatan thowaf yang menghabiskan banyak energi khususnya pada siang hari, tidak sedikitpun melemahkan para jamaah.

Disebut-sebut berkat marmer yang terdapat di Masjidil Haram yang terasa sejuk.

Sempat ada beberapa anggapan bahwa adanya mesin penyejuk ruangan atau AC yang dipasang di bawah marmer. Namun hal itu ditepis.

Lantai Masjidil Haram selalu terasa sejuk dikarenakan bahan dari lantai marmer itu adalah marmer jenis thassos. Yaitu marmer asli yang berasal dari Yunani.

Marmer ini memiliki sifat memiliki efek dingin jika terkena panas dan sebaliknya. Hal ini dijelaskan langsung oleh Kepala Peneliti Masjid, Abdul Mohsin bin Hamid.

"Tidak hanya lantai, bahkan setiap ruangan dalam Masjidil Haram akan terasa sejuk meski cuaca begitu ekstrim," ungkapnya.

Karena lantai marmer ini, setiap orang yang beribadah thowaf tidak akan merasa panas di telapak kakinya dan tidak perlu berjalan berjingkat-jingkat ketika melakukan thowaf di siang hari sekalipun tidak memakai alas kaki.



Sumber: siraman_com

Rabu, 16 Maret 2016

MasyaAllah, Inilah Amalan Yang Mampu Memadamkan Panasnya Api Di Dalam Kubur

Tiap orang mukmin mendambakan alam kubur mereka jadi halaman diantara taman - taman surga, dan juga jauh dari panasnya api neraka. Rasulullah saw, yang amat syang kepada umatnya, telah membagikan tuntunan yang dapat menyelamatkan umatnya dari panasnya api neraka, ialah bershadaqah. Rasulullah saw bersabda :



“ sebetulnya shadaqah hendak memadamkan panasnya kubur untuk owner shadaqah “. (HR.Thabrani) Shadaqah bagaikan Pemadam panasnya Kubur

SHADAQAH bagaikan PELINDUNG DI PADANG MAHSYAR
Ketika segala manusia berposisi di padang mahsyar, mereka padat jadwal dengan urusan masing - masing, dan juga tidak hirau terhadap whatever yang terdapat di dekat mereka. Matahari amat dekat, hampir jaraknya satu mil di atas kepala. dikala itulah, seorang amat memerlukan pahala shadaqah yang dapat menaunginya. Rasulullah saw bersabda :

“ tiap orang berposisi dalam naungan shadaqahnya sampai di putuskan masalah di antara manusia’’. (HR. Ahmad, Ibnu Khuzaima, Ibnu Hibban, dan juga Hakim). 


Sumber:
http_www_reportaseterkini_net/2016/03/masyaallah-inilah-amalan-yang-mampu.html