Tampilkan postingan dengan label hutang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hutang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juli 2016

Orang Yang Mati Syahid, Allah Mengampuni Semua Dosanya, Kecuali HUTANG!

persahabatan yang sudah berjalan lama, keakraban yang sudah merasa amat erat sering - kali membikin kita amat gampang buat terasa hirau pada sahabat maupun teman yang senantiasa terdapat didekat kita. tidak tidak sering perihal itu membikin kita tidak sungkan buat berbagi banyak perihal pada mereka yang kita sebut sahabat. sampai - sampai karna saking seringnya berbarengan, bermain berbarengan, dan juga kadangkala bersama hadapi masa - masa yang susah membikin kita tidak sungkan buat berbagi dalam perihal modul walupun ia yang kita sebut bagaikan sahabat itu merupakan orang yang tidak tahu dimana rumahnya. perasaan persaudaraan ini hendak terus menjadi merasa bila orang yang kita sebut sahabat itu bersama menggambarkan anak rantau.


tetapi apa yang kita miliki sehabis kebaikan yang kita bagikan, sering - kali sebagian dari mereka membalasnya dengan kepahitan. bila soal duit mereka dapat aja berbeda dalam waktu mendadak. dari yang biasa - biasa aja jadi amat dekat dan juga itu cuma hendak terjalin bahwa lagi perlu duit. dan juga dari yang awal mulanya dekat tiba - tiba menghindar cuma gara - gara kita menagih duit yang mereka pinjam. perihal seperti itu yang membikin kita kadangkala bertanya - taanya apa yang lagi mereka pikirkan? apakah mereka sahabat ataupun penipu?


meminjamkan modul pada sahabat yang kesusahan itu bukan karna rejeki yang berlebih

meminjamkan modul pada sahabat yang kesusahan itu bukan karna rejeki yang berlebih

bukankah kamu sudah ketahui menimpa keuanganku, bila juga saya membagikan pinjaman duit kepadamu itu bukan berarti karna saya banyak mempunyai duit tetapi itu karna saya hirau padamu. karna awal mulanya saya yakin kalian hendak mengubahnya bukankah serupa itu janjimu dikala meminjam duit. terlebih lagi saya hingga rela berhemat supaya dapat memberikanmu pinjaman karna kalian bilang amat menekan. dikala itu saya pula ketiadaan karna saya paham dengan apa yang mendesakmu kupikir tidak permasalahan memberikanmu pinjaman walaupun diriku sesungguhnya dalam kondisi ketiadaan.


duit yang kalian pinjam jumlahnya benar tidak banyak, tetapi bukankah sepatutnya kalian lekas mengembalikan duit tersebut dikala saya memerlukan?

duit yang kalian pinjam jumlahnya benar tidak banyak, tetapi bukankah sepatutnya kalian lekas mengembalikan duit tersebut dikala saya memerlukan?



jumalah duit yang kalian pinjam itu benar tidak seberapa, untuk sebagian orang ketiadaan duit dengan jumlah tersebut bisa jadi tidak hendak masaslah, tetapi bagiku jumlah duit yang kalian pinjam itu amat banyak, dan juga karna saya amat membutuhkahnya nilainyapun jadi terus menjadi berkalilipat. lagi pula keuanganku benar tidak banyak bukan, jadi sudah normal rasanya bila jumlah yang kalian pinjam itu bernilai amat besar untuk diriku.


tanpa ragu saya memberikanmu pinjaman duit karna kita bersama bagaikan perantau

tanpa ragu saya memberikanmu pinjaman duit karna kita bersama bagaikan perantau

tanpa berfikir panjang menimpa keadaanku seorang diri saya langsung memberikanmu pinjaman modul, karna dikala itu saya berfikir karna sesama sahabat bila nanti saya memerlukan bantuanmu kalian hendak membantuku pula. dikala itu saya berupaya membayangkan bila saya terdapat pada posisimu yang tidak mempunyai jalur lain buat menuntaskan masalahmu itu.


tetapi apa yang kalian jalani dikala saya berupaya managihnya? saya malah nampak serupa pengemis


dikala saya berupaya memohon berulang duit yang kupinjamkan karna saya pula terdesak permasalahan keuangan, apa yang saya miliki cumalah janji - janji yang tidak sempat ditepati. kalian pura - pura kurang ingat, saatku tagih langsung kalian bilangnya terdapat tetapi lagi tidak dibawa kemudian kalian berulang menjanjikan hendak membayarnya besok hari. janji - janji serupa terus aja kalian ucapkan sampai - sampai saya bosan menagihnya karna saya nampak serupa orang yang mengemisnya.


sering - kali kalian terkesan meremahkan jumlah duit yang kupinjamkan kemudian emosi sendiri

sering - kali kalian terkesan meremahkan jumlah duit yang kupinjamkan kemudian emosi sendiri

karna saya membutuhnya tentu aja saya terus - terusan managihnya padamu. terlebih lagi kalian seorang diri hingga bosan dan juga menghindariku kan karna kalian malu. kemudian ditempat universal kalian hendak mengatakan ‘akan saya bayar hanya duit segitu kok’. kalian terkesan menyepelehkan, bahwa benar jumlahnya tidak seberapa kenapa tidak membayarnya aja dengan sesegera bisa jadi. jumlah yang kalian anggap tidak seberapa itu bagiku sangat berarti.


kesimpulannya gara - gara tidak ingin mengembalikan pinjaman kalian menjauh kemudian memutuskan pertemanan


ini amat kerap terjalin, saya kerasa bukan cuma temanku aja yang hendak melaksanakan perihal ini, banyak sahabat orang di dunia ini habis pinjam duit kemudian gak ingin bayar setelah itu memutuskan pertemanan, disms, telpon, imel dan account sosmednya seluruh bahwa dikirimi pesan ingin memohon duit yang dahulu dipinjam pesannya cuma dibaca aja amat kurang baik merupakan sama sekali tidak dibaca karna sudah tau isi pesannyaberisi pesan ingin menagih hutan. dan juga pada kesimpulannya saya tidak mempunyai opsi lain tidak hanya mengiklaskannya aja, walaupun sesungguhnya tidak ikhlas. [duapah]





(sumber: yukbagi_com)

Minggu, 22 Mei 2016

Saat Diberi Pinjaman, Bukan Berarti Temanmu Banyak Uang!! Jadi Jangan Lupa Mengembalikannya!!

persahabatan yang sudah berjalan lama, keakraban yang sudah merasa amat erat sering - kali membikin kita amat gampang buat terasa hirau pada sahabat maupun teman yang senantiasa terdapat didekat kita. tidak tidak sering perihal itu membikin kita tidak sungkan buat berbagi banyak perihal pada mereka yang kita sebut sahabat. sampai - sampai karna saking seringnya berbarengan, bermain berbarengan, dan juga kadangkala bersama hadapi masa - masa yang susah membikin kita tidak sungkan buat berbagi dalam perihal modul walupun ia yang kita sebut bagaikan sahabat itu merupakan orang yang tidak tahu dimana rumahnya. perasaan persaudaraan ini hendak terus menjadi merasa bila orang yang kita sebut sahabat itu bersama menggambarkan anak rantau.

tetapi apa yang kita miliki sehabis kebaikan yang kita bagikan, sering - kali sebagian dari mereka membalasnya dengan kepahitan. bila soal duit mereka dapat aja berbeda dalam waktu mendadak. dari yang biasa - biasa aja jadi amat dekat dan juga itu cuma hendak terjalin bahwa lagi perlu duit. dan juga dari yang awal mulanya dekat tiba - tiba menghindar cuma gara - gara kita menagih duit yang mereka pinjam. perihal seperti itu yang membikin kita kadangkala bertanya - taanya apa yang lagi mereka pikirkan? apakah mereka sahabat ataupun penipu?
meminjamkan modul pada sahabat yang kesusahan itu bukan karna rejeki yang berlebih

meminjamkan modul pada sahabat yang kesusahan itu bukan karna rejeki yang berlebih

bukankah kamu sudah ketahui menimpa keuanganku, bila juga saya membagikan pinjaman duit kepadamu itu bukan berarti karna saya banyak mempunyai duit tetapi itu karna saya hirau padamu. karna awal mulanya saya yakin kalian hendak mengubahnya bukankah serupa itu janjimu dikala meminjam duit. terlebih lagi saya hingga rela berhemat supaya dapat memberikanmu pinjaman karna kalian bilang amat menekan. dikala itu saya pula ketiadaan karna saya paham dengan apa yang mendesakmu kupikir tidak permasalahan memberikanmu pinjaman walaupun diriku sesungguhnya dalam kondisi ketiadaan.
duit yang kalian pinjam jumlahnya benar tidak banyak, tetapi bukankah sepatutnya kalian lekas mengembalikan duit tersebut dikala saya memerlukan?

duit yang kalian pinjam jumlahnya benar tidak banyak, tetapi bukankah sepatutnya kalian lekas mengembalikan duit tersebut dikala saya memerlukan?

jumalah duit yang kalian pinjam itu benar tidak seberapa, untuk sebagian orang ketiadaan duit dengan jumlah tersebut bisa jadi tidak hendak masaslah, tetapi bagiku jumlah duit yang kalian pinjam itu amat banyak, dan juga karna saya amat membutuhkahnya nilainyapun jadi terus menjadi berkalilipat. lagi pula keuanganku benar tidak banyak bukan, jadi sudah normal rasanya bila jumlah yang kalian pinjam itu bernilai amat besar untuk diriku.
tanpa ragu saya memberikanmu pinjaman duit karna kita bersama bagaikan perantau

tanpa ragu saya memberikanmu pinjaman duit karna kita bersama bagaikan perantau

tanpa berfikir panjang menimpa keadaanku seorang diri saya langsung memberikanmu pinjaman modul, karna dikala itu saya berfikir karna sesama sahabat bila nanti saya memerlukan bantuanmu kalian hendak membantuku pula. dikala itu saya berupaya membayangkan bila saya terdapat pada posisimu yang tidak mempunyai jalur lain buat menuntaskan masalahmu itu.
tetapi apa yang kalian jalani dikala saya berupaya managihnya? saya malah nampak serupa pengemis

maaf ku tidak dapat memilah dirimu

dikala saya berupaya memohon berulang duit yang kupinjamkan karna saya pula terdesak permasalahan keuangan, apa yang saya miliki cumalah janji - janji yang tidak sempat ditepati. kalian pura - pura kurang ingat, saatku tagih langsung kalian bilangnya terdapat tetapi lagi tidak dibawa kemudian kalian berulang menjanjikan hendak membayarnya besok hari. janji - janji serupa terus aja kalian ucapkan sampai - sampai saya bosan menagihnya karna saya nampak serupa orang yang mengemisnya.
sering - kali kalian terkesan meremahkan jumlah duit yang kupinjamkan kemudian emosi sendiri

sering - kali kalian terkesan meremahkan jumlah duit yang kupinjamkan kemudian emosi sendiri

karna saya membutuhnya tentu aja saya terus - terusan managihnya padamu. terlebih lagi kalian seorang diri hingga bosan dan juga menghindariku kan karna kalian malu. kemudian ditempat universal kalian hendak mengatakan ‘akan saya bayar hanya duit segitu kok’. kalian terkesan menyepelehkan, bahwa benar jumlahnya tidak seberapa kenapa tidak membayarnya aja dengan sesegera bisa jadi. jumlah yang kalian anggap tidak seberapa itu bagiku sangat berarti.
kesimpulannya gara - gara tidak ingin mengembalikan pinjaman kalian menjauh kemudian memutuskan pertemanan

kesimpulannya gara - gara tidak ingin mengembalikan pinjaman kalian menjauh kemudian memutuskan pertemanan

ini amat kerap terjalin, saya kerasa bukan cuma temanku aja yang hendak melaksanakan perihal ini, banyak sahabat orang di dunia ini habis pinjam duit kemudian gak ingin bayar setelah itu memutuskan pertemanan, disms, telpon, imel dan account sosmednya seluruh bahwa dikirimi pesan ingin memohon duit yang dahulu dipinjam pesannya cuma dibaca aja amat kurang baik merupakan sama sekali tidak dibaca karna sudah tau isi pesannyaberisi pesan ingin menagih hutan. dan juga pada kesimpulannya saya tidak mempunyai opsi lain tidak hanya mengiklaskannya aja, walaupun sesungguhnya tidak ikhlas.




(sumber: duapah.com)

Senin, 16 Mei 2016

Saat Kamu Diberi Pinjaman Uang, Bukan Berarti Temanmu Banyak Uang. Jadi Jangan Lupa Mengembalikannya

Persahabatan yang sudah berjalan lama, kedekatan yang sudah terasa sangat erat terkadang membuat kita sangat mudah untuk merasa peduli pada teman ataupun sahabat yang selalu ada didekat kita. Tak jarang hal itu membuat kita tidak sungkan untuk berbagi banyak hal pada mereka yang kita sebut teman. Sampai-sampai karena saking seringnya bersama, bermain bersama, dan kadang sama-sama mengalami masa-masa yang sulit membuat kita tidak sungkan untuk berbagi dalam hal materi walupun dia yang kita sebut sebagai teman itu adalah orang yang tidak ketahui dimana rumahnya. Perasaan persaudaraan ini akan semakin terasa jika orang yang kita sebut teman itu sama-sama merupakan anak rantau.

Namun apa yang kita dapatkan setelah kebaikan yang kita berikan, terkadang beberapa dari mereka membalasnya dengan kepahitan. Jika soal uang mereka bisa saja berubah dalam waktu seketika. Dari yang biasa-biasa saja menjadi sangat dekat dan itu hanya akan terjadi kalau lagi butuh uang. Dan dari yang awalnya dekat mendadak menjauh hanya gara-gara kita menagih uang yang mereka pinjam. Hal itulah yang membuat kita kadang bertanya-taanya apa yang sedang mereka pikirkan? Apakah mereka teman atau penipu?
Meminjamkan Materi Pada Teman Yang Kesulitan Itu Bukan Karena Rejeki yang Berlebih

Meminjamkan Materi Pada Teman Yang Kesulitan Itu Bukan Karena Rejeki yang Berlebih

Bukankah kalian sudah tahu mengenai keuanganku, jika pun aku memberikan pinjaman uang kepadamu itu bukan berarti karena aku banyak memiliki uang tapi itu karena aku peduli padamu. Karena awalnya aku percaya kamu akan menggantinya bukankah seperti itu janjimu saat meminjam uang. Bahkan aku sampai rela berhemat agar bisa memberikanmu pinjaman karena kamu bilang sangat mendesak. Saat itu aku juga kekurangan karena aku mengerti dengan apa yang mendesakmu kupikir tidak masalah memberikanmu pinjaman meski diriku sebenarnya dalam keadaan kekurangan.
Uang yang Kamu Pinjam Jumlahnya Memang Tidak Banyak, Tapi Bukankah Seharusnya Kamu Segera Mengembalikan Uang Tersebut Disaat Aku Membutuhkan?

Uang yang Kamu Pinjam Jumlahnya Memang Tidak Banyak, Tapi Bukankah Seharusnya Kamu Segera Mengembalikan Uang Tersebut Disaat Aku Membutuhkan?

Jumalah uang yang kamu pinjam itu memang tidak seberapa, bagi sebagian orang kehilangan uang dengan jumlah tersebut mungkin tidak akan masaslah, tapi bagiku jumlah uang yang kamu pinjam itu sangat banyak, dan karena aku sangat membutuhkahnya nilainyapun menjadi semakin berkalilipat. Lagi pula keuanganku memang tidak banyak bukan, jadi sudah wajar kiranya jika jumlah yang kamu pinjam itu bernilai sangat besar bagi diriku.
Tanpa Ragu Aku Memberikanmu Pinjaman Uang Karna Kita Sama-sama Sebagai Perantau

Tanpa Ragu Aku Memberikanmu Pinjaman Uang Karna Kita Sama-sama Sebagai Perantau

tanpa berfikir panjang mengenai keadaanku sendiri aku langsung memberikanmu pinjaman materi, karena saat itu aku berfikir karena sesama teman jika nanti aku membutuhkan bantuanmu kamu akan membantuku juga. Saat itu aku mencoba membayangkan jika aku ada pada posisimu yang tidak memiliki jalan lain untuk menyelesaikan masalahmu itu.
Namun Apa yang Kamu Lakukan Saat Aku Mencoba Managihnya? Aku Malah Terlihat Seperti Pengemis

Maaf Ku Tak Bisa Memilih Dirimu

Saat aku mencoba meminta kembali uang yang kupinjamkan karena aku juga terdesak masalah keuangan, apa yang aku dapatkan hanyalah janji-janji yang tidak pernah ditepati. Kamu pura-pura lupa, saatku tagih langsung kamu bilangnya ada tapi sedang tidak dibawa lalu kamu kembali menjanjikan akan membayarnya esok hari. Janji-janji seperti terus saja kamu ucapkan sampai-sampai aku bosan menagihnya karena aku terlihat seperti orang yang mengemisnya.
Terkadang Kamu Terkesan Meremahkan Jumlah Uang yang Kupinjamkan Lalu Emosi Sendiri

Terkadang Kamu Terkesan Meremahkan Jumlah Uang yang Kupinjamkan Lalu Emosi Sendiri

Karena aku membutuhnya tentu saja aku terus-terusan managihnya padamu. Bahkan kamu sendiri sampai bosan dan menghindariku kan karena kamu malu. Lalu ditempat umum kamu akan berkata ‘akan aku bayar cuma uang segitu kok’. Kamu terkesan meremehkan, kalau memang jumlahnya tidak seberapa mengapa tidak membayarnya saja dengan sesegera mungkin. Jumlah yang kamu anggap tidak seberapa itu bagiku sangatlah penting.
Akhirnya Gara-gara Tak Mau Mengembalikan Pinjaman Kamu Menghindar Lalu Memutuskan Pertemanan

Akhirnya Gara-gara Tak Mau Mengembalikan Pinjaman Kamu Menghindar Lalu Memutuskan Pertemanan

Ini sangat sering terjadi, aku rasa bukan hanya temanku saja yang akan melakukan hal ini, banyak teman-teman orang di dunia ini habis pinjam uang lalu gak mau bayar kemudian memutuskan pertemanan, disms, telpon, imel serta akun sosmednya semua kalau dikirimi pesan mau meminta uang yang dulu dipinjam pesannya hanya dibaca saja paling buruk adalah sama sekali tidak dibaca karena sudah tau isi pesannyaberisi pesan mau menagih hutan. Dan pada akhirnya aku tidak memiliki pilihan lain selain mengiklaskannya saja, walau sebenarnya tidak ikhlas.





(sumber: duapah.com)

Rabu, 11 Mei 2016

Saat Kamu Diberi Pinjaman Uang, Bukan Berarti Temanmu Banyak Uang. Jadi Jangan Lupa Mengembalikannya

Persahabatan yang sudah berjalan lama, kedekatan yang sudah terasa sangat erat terkadang membuat kita sangat mudah untuk merasa peduli pada teman ataupun sahabat yang selalu ada didekat kita. Tak jarang hal itu membuat kita tidak sungkan untuk berbagi banyak hal pada mereka yang kita sebut teman. Sampai-sampai karena saking seringnya bersama, bermain bersama, dan kadang sama-sama mengalami masa-masa yang sulit membuat kita tidak sungkan untuk berbagi dalam hal materi walupun dia yang kita sebut sebagai teman itu adalah orang yang tidak ketahui dimana rumahnya. Perasaan persaudaraan ini akan semakin terasa jika orang yang kita sebut teman itu sama-sama merupakan anak rantau.

Namun apa yang kita dapatkan setelah kebaikan yang kita berikan, terkadang beberapa dari mereka membalasnya dengan kepahitan. Jika soal uang mereka bisa saja berubah dalam waktu seketika. Dari yang biasa-biasa saja menjadi sangat dekat dan itu hanya akan terjadi kalau lagi butuh uang. Dan dari yang awalnya dekat mendadak menjauh hanya gara-gara kita menagih uang yang mereka pinjam. Hal itulah yang membuat kita kadang bertanya-taanya apa yang sedang mereka pikirkan? Apakah mereka teman atau penipu?
Meminjamkan Materi Pada Teman Yang Kesulitan Itu Bukan Karena Rejeki yang Berlebih

Meminjamkan Materi Pada Teman Yang Kesulitan Itu Bukan Karena Rejeki yang Berlebih

Bukankah kalian sudah tahu mengenai keuanganku, jika pun aku memberikan pinjaman uang kepadamu itu bukan berarti karena aku banyak memiliki uang tapi itu karena aku peduli padamu. Karena awalnya aku percaya kamu akan menggantinya bukankah seperti itu janjimu saat meminjam uang. Bahkan aku sampai rela berhemat agar bisa memberikanmu pinjaman karena kamu bilang sangat mendesak. Saat itu aku juga kekurangan karena aku mengerti dengan apa yang mendesakmu kupikir tidak masalah memberikanmu pinjaman meski diriku sebenarnya dalam keadaan kekurangan.
Uang yang Kamu Pinjam Jumlahnya Memang Tidak Banyak, Tapi Bukankah Seharusnya Kamu Segera Mengembalikan Uang Tersebut Disaat Aku Membutuhkan?

Uang yang Kamu Pinjam Jumlahnya Memang Tidak Banyak, Tapi Bukankah Seharusnya Kamu Segera Mengembalikan Uang Tersebut Disaat Aku Membutuhkan?

Jumalah uang yang kamu pinjam itu memang tidak seberapa, bagi sebagian orang kehilangan uang dengan jumlah tersebut mungkin tidak akan masaslah, tapi bagiku jumlah uang yang kamu pinjam itu sangat banyak, dan karena aku sangat membutuhkahnya nilainyapun menjadi semakin berkalilipat. Lagi pula keuanganku memang tidak banyak bukan, jadi sudah wajar kiranya jika jumlah yang kamu pinjam itu bernilai sangat besar bagi diriku.
Tanpa Ragu Aku Memberikanmu Pinjaman Uang Karna Kita Sama-sama Sebagai Perantau

Tanpa Ragu Aku Memberikanmu Pinjaman Uang Karna Kita Sama-sama Sebagai Perantau

tanpa berfikir panjang mengenai keadaanku sendiri aku langsung memberikanmu pinjaman materi, karena saat itu aku berfikir karena sesama teman jika nanti aku membutuhkan bantuanmu kamu akan membantuku juga. Saat itu aku mencoba membayangkan jika aku ada pada posisimu yang tidak memiliki jalan lain untuk menyelesaikan masalahmu itu.
Namun Apa yang Kamu Lakukan Saat Aku Mencoba Managihnya? Aku Malah Terlihat Seperti Pengemis

Maaf Ku Tak Bisa Memilih Dirimu

Saat aku mencoba meminta kembali uang yang kupinjamkan karena aku juga terdesak masalah keuangan, apa yang aku dapatkan hanyalah janji-janji yang tidak pernah ditepati. Kamu pura-pura lupa, saatku tagih langsung kamu bilangnya ada tapi sedang tidak dibawa lalu kamu kembali menjanjikan akan membayarnya esok hari. Janji-janji seperti terus saja kamu ucapkan sampai-sampai aku bosan menagihnya karena aku terlihat seperti orang yang mengemisnya.
Terkadang Kamu Terkesan Meremahkan Jumlah Uang yang Kupinjamkan Lalu Emosi Sendiri

Terkadang Kamu Terkesan Meremahkan Jumlah Uang yang Kupinjamkan Lalu Emosi Sendiri

Karena aku membutuhnya tentu saja aku terus-terusan managihnya padamu. Bahkan kamu sendiri sampai bosan dan menghindariku kan karena kamu malu. Lalu ditempat umum kamu akan berkata ‘akan aku bayar cuma uang segitu kok’. Kamu terkesan meremehkan, kalau memang jumlahnya tidak seberapa mengapa tidak membayarnya saja dengan sesegera mungkin. Jumlah yang kamu anggap tidak seberapa itu bagiku sangatlah penting.
Akhirnya Gara-gara Tak Mau Mengembalikan Pinjaman Kamu Menghindar Lalu Memutuskan Pertemanan

Akhirnya Gara-gara Tak Mau Mengembalikan Pinjaman Kamu Menghindar Lalu Memutuskan Pertemanan

Ini sangat sering terjadi, aku rasa bukan hanya temanku saja yang akan melakukan hal ini, banyak teman-teman orang di dunia ini habis pinjam uang lalu gak mau bayar kemudian memutuskan pertemanan, disms, telpon, imel serta akun sosmednya semua kalau dikirimi pesan mau meminta uang yang dulu dipinjam pesannya hanya dibaca saja paling buruk adalah sama sekali tidak dibaca karena sudah tau isi pesannyaberisi pesan mau menagih hutan. Dan pada akhirnya aku tidak memiliki pilihan lain selain mengiklaskannya saja, walau sebenarnya tidak ikhlas.






(sumber: duapah.com)

Kamis, 28 April 2016

Astaghfirullah!! Enggan Membayar Hutang Di Haramkan Surga Baginya, Ini Hadistnya, Jangan Sepelekan!

Membayar hutang merupakan suatu kewajiban yang harus kita penuhi jika telah berhutang kepada orang lain, kita mewajibkan membayarnya sesuai dengan jumlah yang kita hutangi. ketika kita sanggup memutuskan untuk berhutang seharusnya kita sudah memikirkan bagaimana caranya untuk mengembalikan hutang tersebut.

Menunda hutang juga suatu tindakan yang merupakan dosa besar, Ketika kita sudah mampu untuk membayarnya maka haram hukumnya jika kita menunda untuk Membayar hutang tersebut. Membayar hutang itu sangat penting,hingga orang yang belum membayar hutangpun belum diperbolehkan untuk membayar zakat, melainkan harus membayar hutang dahulu.

Begitupula dengan pembagian harta warisan. Jika almarhum yang mewariskan hartanya kepada ahli waris mempunyai hutang maka wajib hukumnya melunasi semua hutang-hutang almarhum selama hidup didunia, lalu kemudian harta waris
tersebut boleh dibagikan sesuai hukum waris. bagaimana jadinya jika keluarga kita tidak mengetahui pekara hutang kita setelah kita meninggal? suatu dosa yang tak terampuni sampai kapan pun. begitu juga seorang yang berjuang dijalan allah (fii sabilillah) atau Jihad,  harus melunasi hutangnya tersebut sebelum maju ke medan perang.

Sumber Orang yang menunda-nunda pembayaran hutang berhak dighibah dan dimasukkan kedalam penjara. Karena menunda-nunda pembayaran hutang adalah termasuk kezaliman. Yang dimaksud dengan kezaliman tersebut karena orang tersebut telah mampu membayar hutang tetapi malah menyengaja untuk mengulur-ngulur pembayarannya.

Keutamaan Orang yang Terbebas dari Hutang Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِىءٌ مِنْ ثَلاَثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنَ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ

“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] hutang, maka dia akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah no. 2412. Syaikh Al
Albani.



(sumber: pusatberitaharian.com)

Selasa, 26 April 2016

SILAKAN SHARE :INILAH Amalan dan Doa Supaya Terbebas Dari Hutang Dan Rejeki Deras Mengalir

Punya hutang pastilah tidak enak dirasa. Hidup serasa tidak bebas dan tidak tenang. Mau jalan ke kanan takut ketemu orang yang dihutangi, mau ke kiri takut ketemu penagih hutang. Karenanya Nabi pernah berpesan “sedikitkan hutang, maka kamu akan hidup merdeka/bebas”.

ilustrasi.com


Bagaimana jika sudah terlanjut punya hutang? Harus dibayar. Nabi pernah mengajarkan suatu doa supaya terbebas dari hutang. Jadi doa dan amalan ini berasal dari Rasulullah SAW dan menyebar ke para pengikutnya sepanjang masa. Berikut doanya:


الّلهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَ

أَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرّجَالِ


ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MINAL HAMMI WAL HAZAN, WA A’UDZUBIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI, WA A’UDZUBIKA MINAL JUBNI WAL BUKHLI, WA A’UDZUBIKA MIN GHLABATID DAYNI WA QAHRIR RIJAAL

font-family: "verdana" , sans-serif; font-size: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Artinya : “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kedukaan, aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu dari takut (miskin) dan kikir, aku berlindung kepada-Mu dari banyaknya hutang dan paksaan orang-orang”

Bacalah doa tersebut dibaca setiap sehabis sholat 5 waktu, sebanyak tiga kali agar lebih segera terkabul.

Disamping doa tersebut di atas, tambahkan  bacaan ini setiap sholat sunnah fajr/qabliyah subuh (2 rakaat sebelum sholat fardhu subuh) ;

SUBHANALLAH WA BIHAMDI, SUBHANALLAH AL-AZHIM, ASTAGFIRULLAH 100x

(Maha Suci Allah dengan segala puji-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung, aku memohon ampunan-Mu)

Kemudian tangan kanan memegang dada sebelah kiri (jantung), dengan membaca

YAA FATTAH YAA RAZZAQ 70x

(Yang Maha Pembuka, Yang Maha Pemberi Rezeki)


Itulah doa dan amalan untuk lunas hutang dan rejeki lancar deras mengalir. Akan lebih afdhol jika anda imbangi dengan sedekah semampunya. Semoga bermanfaat.




(sumber: infoislami.com)

Kamis, 21 April 2016

Amalkan Do'a Ini Niscaya Hutangmu Akan Lunas

Doa ini adalah di antara doa yang bisa diamalkan untuk melunasi utang dan dibaca sebelum tidur.


Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata, “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami bila salah seorang di antara kami hendak tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan,

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ،
وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ
الْفَقْرِ

Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa
munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.

Artinya:
“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah).
 Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa maksud utang dalam hadits tersebut adalah kewajiban pada Allah Ta’ala dan kewajiban terhadap hamba seluruhnya, intinya mencakup segala macam kewajiban.” (Syarh Shahih Muslim, 17: 33).

Juga dalam hadits di atas diajarkan adab sebelum tidur yaitu berbaring pada sisi kanan.
Semoga bisa diamalkan dan Allah memudahkan segala urusan kita dan mengangkat kesulitan yang ada. Aamiin...



(sumber: siramanislami)

Minggu, 17 April 2016

6 Amalan Bebas Hutang Yang Membuat Hati Tenang

6 Amalan Bebas Hutang Yang Membut Hati Tenang

1. Taubat Nasuha
Patikan kita segera bertaubat dan menyesali segala dosa yang telah kita perbuat, serta berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulanginya lagi. kenapa? Cobalah renungkan dan fikirkan : sudah berapa banyak dosa yang kita perbuat selama ini ?


2. Bantu Orang Lain
“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa
menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim) Bantu Orang Lain terlebih dahulu, baru di bantu Allah Kemudian

3.Tingkatkan Amalan Harian
Shalat Dhuha, Tahajjud, Tadarus Al-Qur'an, Sholat Tepat Waktu, Shubuh Berjamaah, Dzikir Dan Amalan-Amalan Harian Lainnya Harus Di Tingkatkan. Dekati Allah, Supaya Allah Kasih Solusi Dari Arah yang tidak di sangka-sangka.

4. Sering Silaturahmi
Di Balik Silaturahmi, ada rezeki. Yakinlah. coba perbaiki hubungan dengan orang tua, pasangan (suami istri), keluarga, sanak saudara, rekan kerja, dan teman-teman kita. hubungi mereka jangan hanya pada saat kita butuh saja. INGAT mereka!


5. Perbanyak Sedekah
Sedekah itu bukan dari yang kaya kepada yang miskin, Tapi, dari yang mau kepada yang membutuhkan. bahasa langit itu bukan kaya dan miskin. tapi lapang dan sempit. orang kaya bisa jadi sempit kalau dia pelit. orang miskin bisa jadi lapang kalau dia dermawan.

6. Pasrah Total
Dalam Kondisi Bangkrut dan punya hutang. sadarilah bahwa sungguh maha Besarnya Allah dan betapa kecilnya kita. Pasrah saja. Ridho dengan keadaan yang ada. terima segala kemungkinan yang terjadi. Pasrahkan diri kita hanya Pada-Nya.



[Sumber: reportaseterkini.net]

Senin, 11 April 2016

Walau Hutangmu Sebesar Gunung, Percayalah Allah Pasti Melunasinya

UMMU Salamah  meriwayatkan bahwa setelah mendirikan shalat subuh, tepatnya setelah salam, Rasulullah SAW terbiasa berdoa:

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima,” (al-Jami’ ash Shaghir).

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kemiskinan, dan kehinaan,” (al-Jami’ ash-Shaghir).

Rasulullah SAW sendiri senantiasa berdoa agar Allah SWT memberikan rezeki yang terbaik, sekaligus berlindung kepada-Nya dari kemiskinan. Ali bin Abi Thalib mengisahkan bahwa dirinya ditemui seseorang yang mengadukan masalah. “Saya tidak kuat melunasi utang, maka tolonglah saya.”


Ali kemudian berkata, “Maukah engkau saya ajari beberapa kalimat yang diajarkan Rasulullah SAW kepada saya? Jika engkau memiliki utang sebesar gunung pun, Allah akan melunasinya untukmu. Berdoalah:

“Ya Allah cukupilah saya dengan yang Engkau halalkan dari yang Engkau haramkan. Dan cukupkan saya dengan karunia-Mu dari selain dari-Mu,” (HR. Ahmad).

Orang yang mengadu kepada Ali tersebut tidak mampu membayar utang kepada tuannya yang sudah jatuh tempo. Artinya, dia tidak bisa mengembalikan pinjamannya tepat waktu. Dia menemui Ali bin Abi Thalib karena ingin meminta tolong, baik dengan diberi uang maupun dengan diajari doa yang berkaitan dengan keluasan rezeki. Ali kemudian mengajarinya agar memanjatkan doa serta memohon kepada Allah SWT dan tidak bersandar kepada manusia.

Sumber:  Kiat Menjadi Muslimah Seutuhnya/karya: Adnan Tharsyah/penerbit:Senayan Publishing

Selasa, 05 April 2016

Amalkan Doa ini Sebelum Tidur, InsyaAllah Hutang Sebesar Gunung pun akan Terlunasi

Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata, “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami bila salah seorang di antara kami hendak tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan :



Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon.

A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.

Artinya:
“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah).

Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa maksud utang dalam hadits tersebut adalah kewajiban pada Allah Ta’ala dan kewajiban terhadap hamba seluruhnya, intinya mencakup segala macam kewajiban.” (Syarh Shahih Muslim, 17: 33).

Juga dalam hadits di atas diajarkan adab sebelum tidur yaitu berbaring pada sisi kanan.
Semoga bisa diamalkan dan Allah memudahkan segala urusan kita dan mengangkat kesulitan yang ada. Aamiin [reportaseterkini.net]

Kamis, 31 Maret 2016

Astaghfirullah!! Enggan Membayar Hutang? Di Haramkan Surga Baginya, Ini Hadistnya.

 Membayar hutang merupakan suatu kewajiban yang harus kita penuhi jika telah berhutang kepada orang lain, kita mewajibkan membayarnya sesuai dengan jumlah yang kita hutangi. ketika kita sanggup memutuskan untuk berhutang seharusnya kita sudah memikirkan bagaimana caranya untuk mengembalikan hutang tersebut.
Menunda hutang juga suatu tindakan yang merupakan dosa besar, Ketika kita sudah mampu untuk membayarnya maka haram hukumnya jika kita menunda untuk Membayar hutang tersebut. Membayar hutang itu sangat penting,hingga orang yang belum membayar hutangpun belum diperbolehkan untuk membayar zakat, melainkan harus membayar hutang dahulu.

Baca juga :


Begitupula dengan pembagian harta warisan. Jika almarhum yang mewariskan hartanya kepada ahli waris mempunyai hutang maka wajib hukumnya melunasi semua hutang-hutang almarhum selama hidup didunia, lalu kemudian harta waris tersebut boleh dibagikan sesuai hukum waris. bagaimana jadinya jika keluarga kita tidak mengetahui pekara hutang kita setelah kita meninggal? suatu dosa yang tak terampuni sampai kapan pun. begitu juga seorang yang berjuang dijalan allah (fii sabilillah) atau Jihad,  harus melunasi hutangnya tersebut sebelum maju ke medan perang.
Sumber
Orang yang menunda-nunda pembayaran hutang berhak dighibah dan dimasukkan kedalam penjara. Karena menunda-nunda pembayaran hutang adalah termasuk kezaliman. Yang dimaksud dengan kezaliman tersebut karena orang tersebut telah mampu membayar hutang tetapi malah menyengaja untuk mengulur-ngulur pembayarannya.

Keutamaan Orang yang Terbebas dari Hutang
Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِىءٌ مِنْ ثَلاَثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنَ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ

“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] hutang, maka dia akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah no. 2412. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)
Mati Dalam Keadaan Masih Membawa Hutang, Kebaikannya Sebagai Ganti
Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). Ibnu Majah juga membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan keras mengenai hutang.”

bagaimana jika kebaikan kita tidak mencukupi untuk membayar hutang? kekal kah kita di neraka?  nauzubillahiminzalik

Orang yang Berniat Tidak Mau Melunasi Hutang Akan Dihukumi Sebagai Pencuri
Dari Shuhaib Al Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا
“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.”
(HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)

Dosa Hutang Tidak Akan Terampuni Walaupun Mati Syahid
Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ
“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886) 

Yang telah kita ketahui orang yang mati syahid semua dosanya terampuni , akan tetapi hanya sebab hutang yang belum terlunasi sampai-sampai ia harus tertunda masuk surga dan tertahan untuk mendapatkan ampunan dari Allah .Begitu dahsyatnya perkara hutang ini.

Oleh karena itu, seseorang hendaknya berpikir: “Mampukah aku melunasi hutang tersebut dan mendesakkah aku berhutang?” Karena ingatlah hutang pada manusia tidak bisa dilunasi hanya dengan istighfar. 


Sumber:
http_www_kitasatu_com/2015/12/kewajiban-membayar-hutang.html

Minggu, 27 Maret 2016

Wajib Baca : Ini Dia Ancaman Dan Dosa Bagi Orang Yang Suka Menunda Membayar Hutang

 Hutang menggambarkan salah satu alternatif buat penuhi kebutuhan dikala hadapi ketiadaan finansial. Tidak cuma kepada sanak dan juga saudara, berhutang lazimnya pula dicoba kepada rentenir, pihak bank, dan juga industri simpan pinjam lainnya.



Saat keadaan terdesak ini, pertolongan teman dalam wujud hutang ini benar amat membantu. tetapi tidak tidak sering orang yang berhutang menunda - nunda pembayarannya sampai melalui jatuh tempo, sementara itu mereka berkecukupan buat membayarnya.

Bahkan terkadang, orang yang meminjamkannya lah yang wajib berupaya keras menagih hak mereka. Ini menggambarkan suatu wujud aksi kezaliman dan juga merugikan orang lain. Ancamannya juga tidak main - main dan juga membikin kamu berpikir ulang buat menunda bayar hutang. serupa apa? Berikut ulasannya.

Untuk mampu dikenal berbarengan kalau hutang hendak senantiasa menempel pada diri seorang walaupun orang tersebut sudah wafat dunia. Inilah sesungguhnya amat berbahaya, kala seorang menunda - nunda pembayaran hutangnya, mereka pula wajib mengingat kalau kematian dapat tiba kapan saja. bila nyawa sudah terlepas dari raga, sedangkan diri masih berhutang hingga hendak amat sulit buat membayarnya.

“Barangsiapa yang mati dalam kondisi masih mempunyai hutang satu dinar ataupun satu dirham, hingga hutang tersebut hendak dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karna di situ (di akhirat)


tidak terdapat lagi dinar dan juga dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh angkatan laut (AL) Albani berkata kalau hadits ini shahih).
Hadist di atas diperuntukan kala hari kiamat nanti, sedangkan dikala masih di alam Barzah menunggu hari kiamat hendak lain lagi ceritanya. Dalam suatu hadist dipaparkan kalau orang yang masih berhutang dalam keadaan sudah meninggal, hingga jiwanya hendak terkatung - katung hingga terdapat keluarga yang melunasinya.

“Jiwa seseorang mukmin masih tergantung dengan hutangnya sampai ia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078 dan juga Ibnu Majah no. 2413. Syaikh angkatan laut (AL) Albani berkata kalau hadits ini shahih).

Bergantung dalam hadist di atas bagi angkatan laut (AL) ‘Iroqiy merupakan tidak dapat dikatakan selamat ataupun sengsara hingga dilihat utangnya tersebut lunas ataupun kah tidak. perihal ini jadi dorongan untuk pakar waris buat lekas melunasinya.

Ancaman ini merupakan untuk orang yang mempunyai harta tetapi tidak melunasinya, hendak namun untuk mereka yang tidak mempunyai harga, tetapi berniat melunasi, hingga Allah SWT hendak membagikan pertolongan buat memutihkan hutangnya tadi. perihal ini dipaparkan dalam sebagian hadits.

“Allah hendak berbarengan (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang mau melunasi hutangnya) hingga ia melunasi hutang tersebut sepanjang hutang tersebut tidaklah suatu yang dilarang oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 2400. Syaikh angkatan laut (AL) Albani berkata kalau hadits ini shahih).

Dalam riwayat lain pula dipaparkan kalau orang - orang yang berhutang tetapi bernazar tidak melunasinya hendak digolongkan dalam jenis kalangan pencuri di akhirat kelak. Mereka hendak memperoleh hukuman seperti hukuman yang hendak didapatkan para pencuri.

“Siapa aja yang berhutang kemudian bernazar tidak ingin melunasinya, hingga ia hendak berjumpa Allah (pada hari kiamat) dalam status bagaikan pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh angkatan laut (AL) Albani berkata kalau hadits ini hasan shahih). angkatan laut (AL) Munawi mengatakan, “Orang serupa ini hendak dihimpun berbarengan kalangan pencuri dan juga hendak diberi balasan sebagaimana mereka.” (Faidul Qodir, 3/181)

Semoga kita tetap menjai Hamba yang cemas buat menunda - nunda membayar hutang dan juga jadi orang yang senantiasa bernazar buat lekas melunasi hutang - hutang yang sempat dipinjam. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya yang amat di antara kamu merupakan yang amat baik dalam membayar hutang.” (HR. Bukhari no. 2393)



Sumber: Infoyunik_com

Minggu, 20 Maret 2016

Astaghfirullah!! Enggan Membayar Hutang? Di Haramkan Surga Baginya, Ini Hadistnya

 Membayar hutang menggambarkan sesuatu kewajiban yang wajib kita memenuhi bila telah berhutang kepada orang lain, kita mengharuskan membayarnya setimpal dengan jumlah yang kita hutangi. kala kita mampu memutuskan buat berhutang sepatutnya kita sudah memikirkan gimana triknya buat mengembalikan hutang tersebut.

Menunda hutang pula sesuatu aksi yang menggambarkan dosa besar, kala kita sudah sanggup buat membayarnya hingga haram hukumnya bila kita menunda buat Membayar hutang tersebut. Membayar hutang itu amat penting,hingga orang yang belum membayar hutangpun belum diperbolehkan buat membayar zakat, melainkan wajib membayar hutang dahulu.

Begitupula dengan pembagian harta warisan. bila almarhum yang mewariskan hartanya kepada pakar waris memiliki hutang hingga harus hukumnya melunasi seluruh hutang - hutang almarhum sepanjang hidup didunia, kemudian setelah itu harta waris tersebut boleh dibagikan setimpal hukum waris. gimana jadinya bila keluarga kita tidak mengenali pekara hutang kita sehabis kita meninggal? sesuatu dosa yang tidak terampuni hingga kapan pun. begitu pula seseorang yang berjuang dijalan allah (fii sabilillah) ataupun Jihad, wajib melunasi hutangnya tersebut saat sebelum maju ke medan perang.



Orang yang menunda - nunda pembayaran hutang berhak dighibah dan juga dimasukkan kedalam penjara. karna menunda - nunda pembayaran hutang merupakan tercantum kezaliman. Yang diartikan dengan kezaliman tersebut karna orang tersebut telah sanggup membayar hutang namun malah menyengaja buat mengulur - ngulur pembayarannya.

Keutamaan Orang yang Terbebas dari Hutang
Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِىءٌ مِنْ ثَلاَثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنَ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ

“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan juga ia terbebas dari 3 hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan juga [3] hutang, hingga ia hendak masuk surga.” (HR. Ibnu Majah no. 2412. Syaikh angkatan laut (AL) Albani berkata kalau hadits ini shohih)

Mati Dalam kondisi Masih bawa Hutang, Kebaikannya bagaikan ubah
Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ
“Barangsiapa yang mati dalam kondisi masih mempunyai hutang satu dinar ataupun satu dirham, hingga hutang tersebut hendak dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karna di situ (di akhirat) tidak terdapat lagi dinar dan juga dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh angkatan laut (AL) Albani berkata kalau hadits ini shohih). Ibnu Majah pula mengantarkan hadits ini pada Bab “Peringatan keras menimpa hutang.”

bagaimana bila kebaikan kita tidak memadai buat membayar hutang? kekal kah kita di neraka? nauzubillahiminzalik

Orang yang bernazar Tidak ingin Melunasi Hutang hendak Dihukumi bagaikan Pencuri
Dari Shuhaib angkatan laut (AL) Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا
“Siapa aja yang berhutang kemudian bernazar tidak ingin melunasinya, hingga ia hendak berjumpa Allah (pada hari kiamat) dalam status bagaikan pencuri.”
(HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh angkatan laut (AL) Albani berkata kalau hadits ini hasan shohih)

Dosa Hutang Tidak hendak Terampuni meski Mati Syahid
Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin angkatan laut (AL) ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ
“Semua dosa orang yang mati syahid hendak diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886)

Yang telah kita tahu orang yang mati syahid seluruh dosanya terampuni, hendak namun cuma karena hutang yang belum terlunasi sampai - sampai dia wajib tertunda masuk surga dan juga tertahan buat memperoleh ampunan dari Allah .Begitu dahsyatnya masalah hutang ini.

Oleh karna itu, seorang sebaiknya berpikir: “Mampukah saya melunasi hutang tersebut dan juga mendesakkah saya berhutang?” karna ingatlah hutang pada manusia tidak dapat dilunasi cuma dengan istighfar.

Kamis, 18 Februari 2016

Astaghfirullah!! Enggan Membayar Hutang Di Haramkan Surga Baginya, Ini Hadistnya..

 Membayar hutang menggambarkan sesuatu kewajiban yang wajib kita memenuhi bila telah berhutang kepada orang lain, kita mengharuskan membayarnya setimpal dengan jumlah yang kita hutangi. kala kita mampu memutuskan buat berhutang sepatutnya kita sudah memikirkan gimana triknya buat mengembalikan hutang tersebut.

Menunda hutang pula sesuatu aksi yang menggambarkan dosa besar, kala kita sudah sanggup buat membayarnya hingga haram hukumnya bila kita menunda buat Membayar hutang tersebut. Membayar hutang itu amat penting,hingga orang yang belum membayar hutangpun belum diperbolehkan buat membayar zakat, melainkan wajib membayar hutang dahulu.

Begitupula dengan pembagian harta warisan. bila almarhum yang mewariskan hartanya kepada pakar waris memiliki hutang hingga harus hukumnya melunasi seluruh hutang - hutang almarhum sepanjang hidup didunia, kemudian setelah itu harta waris tersebut boleh dibagikan setimpal hukum waris. gimana jadinya bila keluarga kita tidak mengenali pekara hutang kita sehabis kita meninggal? sesuatu dosa yang tidak terampuni hingga kapan pun. begitu pula seseorang yang berjuang dijalan allah (fii sabilillah) ataupun Jihad, wajib melunasi hutangnya tersebut saat sebelum maju ke medan perang.

Orang yang menunda - nunda pembayaran hutang berhak dighibah dan juga dimasukkan kedalam penjara. karna menunda - nunda pembayaran hutang merupakan tercantum kezaliman. Yang diartikan dengan kezaliman tersebut karna orang tersebut telah sanggup membayar hutang namun malah menyengaja buat mengulur - ngulur pembayarannya.

Keutamaan Orang yang Terbebas dari Hutang
Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِىءٌ مِنْ ثَلاَثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنَ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ

“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan juga ia terbebas dari 3 hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan juga [3] hutang, hingga ia hendak masuk surga.” (HR. Ibnu Majah no. 2412. Syaikh angkatan laut (AL) Albani berkata kalau hadits ini shohih)

Mati Dalam kondisi Masih bawa Hutang, Kebaikannya bagaikan ubah
Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ
“Barangsiapa yang mati dalam kondisi masih mempunyai hutang satu dinar ataupun satu dirham, hingga hutang tersebut hendak dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karna di situ (di akhirat) tidak terdapat lagi dinar dan juga dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh angkatan laut (AL) Albani berkata kalau hadits ini shohih). Ibnu Majah pula mengantarkan hadits ini pada Bab “Peringatan keras menimpa hutang.”

bagaimana bila kebaikan kita tidak memadai buat membayar hutang? kekal kah kita di neraka? nauzubillahiminzalik

Orang yang bernazar Tidak ingin Melunasi Hutang hendak Dihukumi bagaikan Pencuri
Dari Shuhaib angkatan laut (AL) Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا
“Siapa aja yang berhutang kemudian bernazar tidak ingin melunasinya, hingga ia hendak berjumpa Allah (pada hari kiamat) dalam status bagaikan pencuri.”
(HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh angkatan laut (AL) Albani berkata kalau hadits ini hasan shohih)

Dosa Hutang Tidak hendak Terampuni meski Mati Syahid
Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin angkatan laut (AL) ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ
“Semua dosa orang yang mati syahid hendak diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886)

Yang telah kita tahu orang yang mati syahid seluruh dosanya terampuni, hendak namun cuma karena hutang yang belum terlunasi sampai - sampai dia wajib tertunda masuk surga dan juga tertahan buat memperoleh ampunan dari Allah .Begitu dahsyatnya masalah hutang ini.

Oleh karna itu, seorang sebaiknya berpikir: “Mampukah saya melunasi hutang tersebut dan juga mendesakkah saya berhutang?” karna ingatlah hutang pada manusia tidak dapat dilunasi cuma dengan istighfar. 


Sumber:
http_www_kitasatu_com/2015/12/kewajiban-membayar-hutang.html

Senin, 07 Desember 2015

Anda Yang Masih Ngeyel Mau Pinjam Bank, Baca Ini ! UTANG RIBA = PERBUDAKAN

ANDA YANG MASIH NGEYEL MAU PINJAM BANK, BACA INI! UTANG RIBA = PERBUDAKAN

Ini adalah skema perhitungan di salah satu BANK yang saya pernah ambil kredit disitu. 

Bank ini tersebar luas diseluruh Indonesia. Kalau saya sebutkan pasti anda tahu. Tapi tidak penting itu bank apa, hampir semua bank sekarang menggunakan skema kredit yang sama.

Kalaupun skema kreditnya berbeda, tetap saja ujung-ujungnya ketemunya mirip2, semacam saudara kembarlah.

Selain RIBA membuat RAIB harta benda kita, ternyata kita selama ini dibodohi dengan sistem perbankan yang tidak fair.

Trik-trik perbankan diantaranya adalah:
1. Memberikan iming2 bunga rendah.
"Ini bunga cuma 2% pak."
"Khusus buat bapak karena pelanggan setia, kita kasih bunga ringan hanya 1% pak."
Dan bermacam2 rayuan maut yang luar biasa.

Anda akan berpikir, margin keuntungan saya selama ini khan 20% dari modal, berarti kalau saya pinjam bank, saya nambah penghasilan banyak, karena modal saya + utang = margin nambah banyak. Sementara bunga hanya 1% dari utang. Masak iya misal utang Rp. 75 juta tidak bisa ngasih bunga Rp. 750.000,-. Khan kalau modal saya ditambah Rp. 75 juta, saya akan mendapatkan tambahan penghasilan rata-rata 20% = Rp. 15 juta!!! Wah, bunga Rp. 750.000,- kecil banget.......

Anda lupa, kalau uang Pinjaman itu setiap bulan terus berkurang, itu berarti bulan depannya, bunga yang anda bayar bukan 2% dari pinjaman anda, tetapi sudah membesar. Semakin bulan, bunga yang anda bayar semakin besar. (Lihat pada gambar)

2. Tidak mau menjelaskan secara gamblang dan transparan sistem kreditnya. Yang ditekankan, cepat cair.
Karena kebanyakan orang yang utang di bank adalah orang yang terdesak keperluan sehingga yang penting cepat cair, maka bank dengan lihai menghindari menjelaskan skema kreditnya seperti apa.

Anda akan berpikir, kalau saya utang Rp. 10 juta selama 10 bulan, maka ketika saya sudah mengangsur selama 5 bulan, maka utang saya hanya tinggal 5 juta.

Padahal itungan anda itu mutlak salah. Kebanyakan bank menggunakan sistem BUNGA MENURUN. Ih, ENAK yah bunganya menurun?? Kata temen saya: ENAK PALA LO PEANG!

Hehehehe, saya memaklumi nih, gregetannya kawan saya yang pernah juga seperti saya juga, kena jebakan bank di bank yang sama, sampai habis semua miliknya, bahkan sampai rumahpun sekarang tidak punya.

Apa sih bunga menurun? lihat langsung aja deh di gambar, capek njelasin detil. Intinya skema bunga menurun ini bukan menguntungkan anda, tapi sangat2 merugikan anda.

Ketika anda mau melunasi utang Rp. 10 juta tadi, bisa jadi anda harus membayar Rp. 8.5 juta. Kok bisa? Bukan Rp. 5 juta?
Karena skema bunga menurun, denda angsuran 2x kedepan, denda bunga berjalan, denda pinalti, dan administrasi.

3. Anda dibuat panik
Biar tidak banyak tanya, dan tidak sempat membaca surat perjanjian kredit, bank biasanya tiba2 saja memanggil anda untuk pergi ke bank, untuk tanda tangan, di waktu2 yang mepet, dan terkesan terburu2. Yang bentar lagi kas tutup, yang notarisnya bentar lagi pergi, dan surat perjanjian kredit itu memiliki kekuatan hukum, tapi anehnya lembaran2 yang begitu banyaknya dengan tulisan kecil2 banget kita tidak diminta untuk membaca sebelumnya. Harusnya karena itu memiliki konsekuensi hukum, kita dikasih 2-3 hari untuk mempelajari dan untuk setuju atau tidak dengan perjanjian tersebut.

Begitu tanda tangan, ternyata isinya adalah tali gantung yang siap mengeksekusi kita kapanpun.

4. Biaya-biaya dan tabungan
Ketika kita pinjam uang Rp. 75 juta, kita tidak akan benar2 menerima uang Rp. 75 juta. Paling sekira Rp. 70 juta.
Yang pernah saya alami, sbb:
- Kena biaya administrasi bank dan notaris
- Kena biaya provisi (uang jasa kepada bank karena sudah mencairkan pinjaman. Aneh ya, ngasih pinjaman, kasih jasa untuk diri sendiri)
- Untuk 1x cicilan bulan depan (cicilan pertama) sudah ditinggal dibuku tabungan yang akan didebet (sama aja bohong khan)
- Biaya materai yang seabreg
- Ninggali lagi buat tabungan sekian %.

Ah, banyak sekali trik2 perbankan untuk menjebak kita. Kalau ditulis bisa jadi 1 buku sendiri.

Sudahlah, Kita langsung saja pada angka2 di gambar.
Disitu dicontohkan saya meminjam uang ke Bank sebesar: Rp. 75 juta
Jangka waktu: 36 bulan
Uang yang saya terima bersih : Rp. 70 juta
Keuntungan bank: Rp. 54.949.000
Prosentase bunga sesungguhnya: 73.25%

Karena menggunakan sistem bunga menurun, maka cicilan saya sebesar Rp. 3.470.000,- yang dihitung sebagai angsuran pokok hanya Rp. 1.169.000,- sementara bunganya Rp. 2.301.000,-.

Bikin gregetan ga, jadi ternyata sistem bunga menurun itu, BUNGA DIAMBIL LEBIH BESAR DIAWAL2, sehingga pokok cicilan jauh lebih kecil. Ini yang menyebabkan, kalau anda nyicil putus ditengah jalan, bank tidak akan rugi, karena sebagian besar bunga sudah mereka dapatkan. Kalau diteruskan mereka dapat bunga penuh. Bank ga ada kalahnya, kita yang diperas habis2an.

Utang bank, artinya anda siap bekerja siang malam, berpikir siang malam, peras keringat siang malam, merasa khawatir siang malam, was-was siang malam, dan hasil kerja anda anda serahkan kepada bank, bahkan anda harus mengantre untuk memberikan hasil keringat anda. Bisa jadi, hasil yang anda dapatkan diserahkan semua, sementara anak istri dirumah menangis kekurangan atau bahkan sedang kelaparan.

Sementara Pegawai-pegawai bank, pakai baju rapi, pakai dasi, badan wangi, gaji berjeti2, diruangan ber AC dan santai2 menerima uang dr kita yg pada antri.

Anda masih mau jadi budak?

Anda yang sudah bosan diperbudak, silakan praktekkan ilmu-ilmu langsung dari pengalaman saya sendiri, bagaimana cara melipatgandakan penghasilan agar utang anda bisa lunas dengan jauh lebih cepat, seperti yang sudah saya sampaikan di Kelas Wirausaha Room 1. Praktekkan, jangan cuma dibaca. Perkuat karakter dan mentalitas anda, lakukan strategi2 yang tidak bisa, dan anda segera lunas utang, dan jadilah manusia-manusia bebas dan merdeka.

Jika menurut anda bermanfaat, TOLONG DISHARE agar semakin banyak orang yang selamat dari perbudakan ini. Dengan hanya men-SHARE / membagikan, bisa jadi anda telah menyelamatkan seorang manusia, sebuah keluarga, bahkan mungkin sebuah kumpulan masyarakat.

Sumber: http_www_reportaseterkini_com/2015/10/anda-yang-masih-ngeyel-mau-pinjam-bank.html

Kamis, 12 November 2015

Sisihkan Uang Untuk Bayar Utang Tanpa Diketahui Suami, Bagaimana?

SUAMI memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya. Ia harus berusaha dengan cara bekerja keras untuk memperoleh rezeki hingga dapat memuhi kewajibannya. Dan sebagai seorang istri, ia harus mampu mengelola keuangan yang diberikan oleh suaminya. Sebab, segala urusan rumah tagga itu berada di tangan istri.

Ada satu hal yang terkadang dialami oleh setiap orang dalam rumah tangga, yakni berutang. Ya, mengutang adalah hal yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang dalam keadaan terpepet atau terpaksa. Maka, membayarnya pun menjadi wajib, ketika ia telah memiliki rezeki yang lebih.
Ketika seorang istri mengetahui suami memiliki utang kepada orang lain dan suami menangguhkannya, kebanyakan dari mereka tidak memikirkan. Sebab, ia menganggap bahwa itu adalah kewajiban suami dan terserah suami mau melunasi atau kah tidak. Akan tetapi, tak semua istri seperti itu.

Ada pula istri yang melakukan tak tik atau cara yang tak biasa agar mampu membantu suami melunasi utang-utangnya tanpa ia harus membantu bekerja untuk mencari nafkah. Salah satunya ialah dengan mengumpulkan sisa uang belanja rumah tangga yang diberikan oleh suaminya tanpa memberi tahu padanya. Tapi, apakah perbuatan ini dosa atau kah tidak?
Seorang istri yang melakukan demikian telah berbuat baik dan buruk sekaligus. Sisi baiknya ia berusaha membebaskan suami dari tanggungan utang yang ditangguhkannya hingga merugikan orang lain. Ia ingin menyelamatkan suami dari hal tersebut. Bisa juga tujuannya memberi manfaat kepada orang lain dengan memberikan haknya karena suaminya mengulur hak tersebut dan tidak juga melunasi utang kendati ia mampu membayarnya. Istri ingin memberikan hak tersebut kepada orang lain yang sedang membutuhkannya hingga ia menempuh tipu daya ini.
Tapi, ia juga berbuat buruk dengan pengkhianatan karena telah menggelapkan dan menyembunyikan sebagian air yang diambilnya untuk memenuhi kebutuhakn mendatang atau yang semisal, dan ia berdusta. Untuk itu, kepada suami hendaknya Anda memaafkan istri Anda yang melakukan hal itu. Tumbuhkan kembali prasangka baik dan mempercayainya. []

Sumber: 150 Problem Rumah Tangga yang Sering Terjadi/Karya: Nabil Mahmud/Penerbit: Aqwam

Senin, 12 Oktober 2015

Punya Banyak Hutang? Inilah Doa Melunasi Utang yang Bisa Dibaca Sebelum Tidur

Jika kamu mempunyai hutang namun belum bisa melunasinya, bacalah doa ini!
Doa ini adalah di antara doa yang bisa diamalkan untuk melunasi utang dan dibaca sebelum tidur. Selain kamu berikhtiar mencari uang, kamu juga harus menambahi dengan doa, supaya hutangmu kekas lunas.
Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata, “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami bila salah seorang di antara kami hendak tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan;

وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ
Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.
mati-meninggalkan-hutang

Artinya :
“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713).
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa maksud utang dalam hadits tersebut adalah kewajiban pada Allah Ta’ala dan kewajiban terhadap hamba seluruhnya, intinya mencakup segala macam kewajiban.” (Syarh Shahih Muslim, 17: 33).
Juga dalam hadits di atas diajarkan adab sebelum tidur yaitu berbaring pada sisi kanan.
Amalan ini jika rutin diucapkan, insyAllah akan mendapatkan kemudahan. Karena hanya Allah sebaik-baik penolong hamba-Nya. Buat sahabat musmus yang punya banyak hutang, semoga hutangnya segera lunas. Amin

Selasa, 28 Juli 2015

Sssttt… Ini Nih 10 Trik Canggih Menagih Hutang Dari Sohib yg Jago Ngeles

Yg namanya sohib tentu ada macam-macam jenisnya. Ada yg baik banget gemar nraktir anda; ada yg biasa aja namun setia; ada serta yg hanya nyari anda seandainya butuh utk ngutang. Sempat nggak anda merasa kesal bersama ulah temanmu yg tidak jarang ngutang namun jikalau disuruh bayar sulit banget? Anda hingga pusing mikirin kiat menagih hutang yg cocok supaya ia gak ngeles melulu.
Sudah-sudah, daripada ngedumel melulu & gengsi mikirin kiat menagih hutang tidak dengan tampak tajir rentenir, nih Hipwee kasih saran menyangkut cara-cara kece utk nagihnya…


1. “Astaga, saya lupa ke ATM. Bayarin dahulu ya!” Kala kalian belanja atau makan dengan, sering-sering saja minta dibayarin dirinya.


Umumnya temen yg gemar nitip bayarin dahulu dapat ngambek apabila di tolak requestnya.
Biasanya—bi-a-sa-nya—temen yg gemar ngutang itu awalnya dimulai bersama minta nebeng bayarin anda cocok kalian belanja atau makan bareng. Alasannya macem-macem : lupa bawa dompet, belum ambil uang, atau agar enteng. Lambat laun “nitip bayarin lalu dong” itu sejumlah membengkak & temenmu nggak ada kesadaran untuk serentak membayarnya.

Bila kata drama-drama silat Tiongkok jaman dulu—ambil sampel Pendekar Rajawali—‘racun mesti dibalas bersama racun’. Menjadi jika temenmu gemar ngutang pelan-pelan secara minta nebeng dibayarin atau nitip belanjaan namun gak dilunasin, gantian dong anda gituin beliau.
Kiat menagih hutang seperti ini halus & gak kerasa sama. Sengaja tiap-tiap ingin jalan bareng anda nggak bawa duit tidak sedikit supaya ada argumen bergantung ke dirinya, plus beliau pula ga sanggup nebeng bayarin anda lagi. Jikalau ia protes ingetin seperti ini (sample) :
“Lha kan kemarin makan steak udah pake uangku! Apabila anda bayarin kali ini, hutangmu saya potong seharga sate ini deh.”



2. Bila lagi jalan bareng, rajin-rajin aja bilang pingin sesuatu disambung bersama kalimat “… namun lagi nggak miliki uang” disertai wajah sedih. 



“Pengen ini, kepingin itu, namun duitku masihlah kepada di kamu…”
Jika anda sampai kini tidak jarang mengubur rasa inginmu terhadap sesuatu lantaran sadar mesti berhemat, inilah saatnya anda menyatukan seluruhnya hasratmu itu. Setelah Itu utarakan tiap-tiap kali jalan sama temenmu yg tukang utang. Yep ini serta mungkin trick menagih hutang yg elegant lho!
Anda pingin pakaian baru, anda bilang ke beliau. Anda kepingin dompet bermerek baru, anda bilang pun. Anda kepingin si sayang baru… yg matrelialistis, anda ceritain pula ke dirinya. Jangan Sampai lupa, semuanya mesti senantiasa diembel-embeli :
“Pengen sih… kepingin banget… namun nggak ada duitnya.”

selanjutnya, jangan sampai lupa pasang wajah sendu sambil menghela nafas. Pandangan mata nanar ke arah cakrawala. Oh iya, juga sebagai bumbu penutup, jika pernah ucapkan pula :
“Yah, kurealisasikan ini habis anda bayar hutang ke saya deh…”

BANG!!! 




3. Diwaktu tanggal jejaka atau periode gajian & ia kelihatan gemar, segera sapa dgn “Cieee baru gajian, tidak sedikit uang nih.”


“Banyak uang nih, ayo lah bayar yg tempo hari dulu…”
Jangan Sampai serentak tagih dirinya bersama garang seandainya dirinya habis gajian, kelak anda lebih serupa debt collector daripada seseorang kawan. Trick menagih hutang anda mesti lebih subtle lagi. Mending anda passive aggressive aja, berniat muji namun bersama suara agak memancing gitu deh.
“Ada yg habis gajian nih! Asik… Gantian bagi uang dong sini!” 



4. Cocok ngumpul bareng rekan-rekan lain, angkat topik soal “betapa menyebalkannya orang yg nggak sempat bayar hutang” namun ngobrolnya bersama santai ya. 



Serasi lagi ngumpul rame-rame cobalah giring pendapat kawan-kawan lain soal tukang ngutang
“Eh, opini kalian berkaitan orang yg menyukai ngutang itu apa sih? Ada temenku yg sedang bermasalah sama tukang ngutang nih katanya…” padahal maksudnya anda yg bermasalah sama tukang ngutang.

Mencoba lempar bahan pembicaraan soal ‘tukang ngutang menyebalkan’ serasi anda & temenmu si tukang utang lagi ngumpul rame-rame sama temen-temen kalian lainnya. Siapa tahu teman-temanmu miliki saran berkaitan trik menagih hutang yg bagus pula.
Tetapi jalankan bersama tenang ya, jangan terlihat baper. Mainkan seakan-akan anda benar-benar sedang membahas sifat tidak baik dengan cara umum yg gak baik ditiru siapapun. Mudah-mudahan, ia si penghutang dapat tergerak hatinya & langsung ngebayar anda serasi ngumpul-ngumpulnya udah selesai.


5. Apabila anda jago sandiwara, juga dapat dgn tidak jarang curhat sedih soal kehidupan keluargamu yg penuh intrik & perlu duit(padahal sebenarnya biasa aja). 



“Adikku mesti masuk SMP bln ini cyin! Perlu dana!” iya tetapi yg danain bapakmu, anda gak ada urusan.
Seandainya anda pede sama kapabilitas akting kamu—atau anda merasa argumen anda belum satu screen sama Dude Herlino cuma gara-gara anda enggan casting—kamu boleh mencoba kiat berikut sbg trick menagih hutang. Untuk narasi sendu berkenaan keluargamu yg perlu duit dari anda. Nggak butuh bohong kok, yg anda perlukan cuma sedikit bermain-main bersama kata. Sampel :
“Papa udah dua hri ini nggak sanggup tidur… mama pula ga berhenti-berhentinya nangis. Saya nggak tahu mesti dengan cara apa lagi, posisinya saya lagi nggak ada duit. Ngga sanggup bantu… Menjadi apabila anda udah dapat bayar, tolong banget kabari saya ya…”

Iya, papamu gak dapat tidur sebab begadang nonton bola. Mamamu pun nangis umumnya nonton sinetron. Tetapi temenmu si tukang utang gak butuh tahu seluruh itu.  



6. Rajin-rajin ngumpulin cerita-cerita mistis religius a la tabloid Hidayah mengenai kisah azab beberapa orang yg gak ingin bayar hutang. 


Kumpulkan kisah-kisah mistis religi yg sanggup bikin dirinya merinding
Tiap-tiap ketemu cobalah anda senantiasa narasi soal kisah-kisah azab yg menimpa para tukang ngutang yg gemar males bayar. Perut membengkak padahal udah diet lah; jenazah terbang & meledak di hawa tajir petasan lah; sulit dikubur dikarenakan kavling tanahnya abis lah…  


7. Utarakan niat anda yg hendak bayar zakat atau berikan sumbangan amal… Namun gunakan duit yg ia pinjem!

Namun apabila dibayar sama ia, beneran utk sedekah ya…
Periode ia tega menolak permintaan yg berkenaan dgn kebaikan & amal soleh seperti ini? Tetapi bila hasilnya hutang itu beneran dibayar janganlah lupa memang lah anda sumbangkan ya uangnya : )  


8. Seandainya anda kenal keluarganya mencoba ancam halus aja “Kamu masihlah nggak sanggup bayar serta? Nggak apa-apa, saya minta gantinya serentak ke mamamu aja ya!” 


 Apabila kenal ortunya, cobalah saja tawarkan opsi “aku minta sama oom/tante aja ya?”
Trik menagih hutang yg ini dapat anda gunakan seandainya jalinan pertemanan kalian telah dekat banget hingga anda tahu atau kenal sama orang tuanya dirinya. Bilang aja jika anda bakal minta bayarannya serta-merta ke mamah-papahnya aja. Soalnya ‘kan ia sulit banget dimintain penghasilan, argumen & ngeles tetap kerjaannya. Menjadi gunakan aja jurus “Aku laporin mamahmu lho!” namun version halus nan polos gitu deh.
Tonton reaksi beliau, kelabakan nggak?


9. Bila sesudah segala kiat diatas beliau masihlah sulit ditagih pun, gantian pinjem duit dari ia aja. Kali-kali malah lebih mudah.  


“Ayo dong, boleh ya pinjam uang kamu…”—untuk selamanya.
Ada lho orang tajir gini. A-D-A! Menjadi jika ditagih hutang beliau muter-muter jawabannya & ogah-ogahan banget. Namun jikalau giliran ia dipinjamin uang orangnya royal banget. Lucu yah? Yaudah, bedanya anda ‘minjem’ uang dari beliau tetapi nggak dibalik-balikin. Kelak jika beliau nagih bilang aja “Utangku ke anda dipotong pake hutangmu ke saya yah… impas kan.” Nah lho, nyaho gak dirinya?
  


10. Terakhir… Sindir dirinya gunakan artikel ini aja dgn trick berbagi di Fb & Twitter anda! Siapa tahu habis beliau baca konsisten nyadar!
Share is caring
Langkah pamungkas, seandainya cara-cara menagih hutang diatas anda rasa masihlah kurang ‘greng’, cobalah deh sharing artikel ini. Enteng banget gak ada semenit, tinggal klik tombol biru lanjut umur & biru belia di atas. Siapa tahu dirinya lagi online trus baca & hatinya terketuk & terpekur. Dulu tersadar & serta-merta mendapat tata cara buat membayar hutangnya ke anda. Amin!


Dengan Cara Apa menurutmu, ada trik menagih hutang ideal yg anda rasa sesuai nggak utk mengatasi temen yg doyan ngutang namun gak doyan bayarnya? Nggak ada salahnya jika utk kali setelah itu anda menciptakan perjanjian yg terang bersama temanmu yg senang ngutang menyangkut kapan beliau dapat membayarnya, daripada lupa atau ngeles melulu? Untuk yg telah dihutangi & belum balik-balik duitnya, jangan sampai patah semangat dalam memperjuangkan uangmu yg dipinjam ya!