Tampilkan postingan dengan label beda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beda. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2016

Ternyata Nafkah Istri Berbeda Dengan Uang Belanja

Banyak orang menganggap bahwa nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya adalah uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, atau yang biasa disebut sebagai uang belanja.

Namun, tahukah kamu, ternyata nafkah istri dan uang belanja adalah dua hal yang berbeda. Uang belanja berupa uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan, membayar rekening listrik dan air, dan biaya kebutuhan hidup lainnya. Sedangkan nafkah istri adalah yang khusus yang diberikan suami kepada istrinya atau uang jajan.

Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa’: 34)

Sudah menjadi kewajiban seorang suami yang harus memberi nafkah kepada istrinya berupa uang belanja dan nafkah khusus untuk istri atau uang jajan.

Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:

“Dan mereka (para istri) mempunyai hak diberi rizki dan pakaian (nafkah) yang diwajibkan atas kamu sekalian (wahai para suami).” (HR. Muslim: 2137)

Dalam hadist ini disebutkan dua nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya, yaitu rizki (uang belanja) dan pakaian (nafkah istri).

Namun, Islam juga tidak memberatkan kepada para lelaki untuk memberikan nafkah kepada istrinya. Para suami memang wajib memberikan nafkah pada istrinya, namun tetap sesuai dengan kemampuannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf, Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (QS.al-Baqarah: 233)

Para istri juga harus memiliki sifat qana’ah dengan cara bersyukur untuk setiap rizki yang diberikan suaminya dan mengaturnya sebaik mungkin, seperti yang dinasehatkan Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam saat Hindun binti Itbah mengadu pada Rasul tentang suaminya yang kikir. Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:

“Ambil-lah nafkah yang cukup untukmu dan anak- anakmu dengan cara yang wajar.” (HR.Bukhori:  4945)

Nah, untuk para suami, mulai sekarang sisihkan uang untuk memberi nafkah istri juga selain untuk memberi uang belanja. Untuk para istri, boleh mengingatkan suaminya untuk memenuhi kewajiban nafkah istri, namun lakukan dengan cara yang wajar dan bersyukurlah atas setiap nafkah yang diberikan suami. Insha Allah akan membawa berkah dalam kehidupan keluarga. Aamiin.




(Sumber: dailymoslem.com)

Kamis, 24 Maret 2016

Banyak Yang Salah Sangka, Ternyata Nafkah Istri dan Uang Belanja Tidak Sama

 Banyak orang menyangka kalau nafkah yang harus dikasih seseorang suami kepada istrinya merupakan duit buat memadai kebutuhan sehari - hari, ataupun yang biasa diucap bagaikan duit belanja.

Dilansir Aam.my, namun, mengerti kah kamu, nyatanya nafkah istri dan juga duit belanja merupakan 2 perihal yang berbeda.

Uang belanja berbentuk duit buat penuhi kebutuhan tiap hari serupa makan, membayar rekening listrik dan juga air, dan juga pengeluaran kebutuhan hidup lainnya.

Sedangkan nafkah istri merupakan yang spesial yang dikasih suami kepada istrinya ataupun duit jajan.

Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Kaum pria itu merupakan pemimpin untuk kalangan wanita, oleh karna Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki - laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan juga karna mereka (laki - laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An - Nisa’: 34)

Sudah jadi kewajiban seseorang suami yang wajib berikan nafkah kepada istrinya berbentuk duit belanja dan juga nafkah spesial buat istri ataupun duit jajan.

Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Dan mereka (para istri) memiliki hak diberi rizki dan juga baju (nafkah) yang diharuskan atas kalian sekaligus (wahai para suami).” (HR. Muslim: 2137)
Dalam hadist ini disebutkan 2 nafkah yang harus dikasih seseorang suami kepada istrinya, ialah rizki (uang belanja) dan juga baju (nafkah istri).
Namun, Islam pula tidak memberatkan kepada para lelaki buat membagikan nafkah kepada istrinya. Para suami benar harus membagikan nafkah pada istrinya, tetapi senantiasa setimpal dengan kemampuannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan kewajiban bapak berikan makan dan juga baju kepada para bunda dengan trik ma’ruf, seorang tidak dibebani melainkan bagi kandungan kesanggupannya.” (QS.al - Baqarah: 233)
Para istri pula wajib mempunyai watak qana’ah dengan trik bersyukur buat tiap rizki yang dikasih suaminya.

Dan mengaturnya sebaik mungkin, serupa yang dinasehatkan Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam dikala Hindun binti Itbah mengadu pada Rasul tentang suaminya yang kikir.
Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Ambil - lah nafkah yang cukup untukmu dan juga anak - anakmu dengan trik yang wajar.” (HR.Bukhori: 4945)

Nah, buat para suami, mulai saat ini sisihkan duit buat berikan nafkah istri pula tidak hanya buat berikan duit belanja.

Untuk para istri, boleh menegaskan suaminya buat penuhi kewajiban nafkah istri, tetapi jalani dengan trik yang normal dan juga bersyukurlah atas tiap nafkah yang dikasih suami.

Insha Allah hendak bawa berkah dalam kehidupan keluarga. Aamiin. 


Sumber:
http_www_catatancerdas_com/berita/banyak-yang-salah-sangka-ternyata-nafkah-istri-dan-uang-belanja-tidak-sama.html

Rabu, 24 Februari 2016

8 Perbedaan Antara Orang Kaya dengan Orang yang SOK KAYA

 Dibeberapa momentum bisa jadi kita kerap bete memandang tingkah orang - orang yang suka pamer kekayaan. kerap dari mereka pembaharuan koleksi baru ke kita dengan sombongnya, sementara itu kenyataannya, penampilan glamor dan juga style omong besar mereka tuh malah menampilkan kalau mereka tidak pede buat berpenampilan apa adanya.

ada lho perbandingan orang yang sok kaya sama yang betul - betul kaya. berikut sebagian karakteristik buat membedakannya.

1. Orang sok kaya butuh buat memamerkan barang - barangnya di media sosial, sebaliknya orang kaya beneran malas lah buang - buang waktu buat perihal gak berarti kaya gitu.

Orang yang pada dasarnya mapan secara finansial tidak butuh menampilkan kekayaan mereka di media sosial buat memperoleh pengakuan orang lain.

2. Ngomong kesana - kemari soal hartanya berarti banget buat mereka yang sok kaya. buat yang kaya beneran sang ga berarti banget lah ngomongin kekayaan.

“Aduh ingin makan dimana ya, yang tentu jangan dikaki 5 deh saya ga biasa soalnya”

Ini nih satu dari perkata sombong yang kerap diucapin orang sok kaya. sementara itu style bicaranya yang besar tuh ga senantiasa setimpal lho sama kehidupan sehari - harinya. Orang kaya betulan lebih milih bicarain bisnis deh dari pada ceritain hartanya.

3. Pamer beberapa barang mahal jadi kegemaran orang sok kaya, sementara itu yang ia pamerin bukan orang - orang dari kalangannya. Orang kaya sih dapat pilah - pilah pembicaraan ke orang lain, dari pada pamer benda yang belum tentu pula orang itu paham.

Ini pula yang lucu, orang sok kaya tuh kadangkala suka buang - buang waktu buat deskripsiin benda bawaannya yang mahal, sementara itu yang ia jelasin hanya bengong saja dan juga gak mikirin, ya semacam masuk telinga kiri keluar telinga kanan gitu deh.

4. Orang sok kaya hendak pusing mikirin soal tempat makan mereka. Pokoknya wajib se - prestige bisa jadi tempatnya. Lain perihal buat orang kaya, mereka cari tempat makan yang berarti lezat makanannya bukan tempatnya.

Pengakuan benar jadi prioritas banget buat mereka - mereka yang sok kaya, makanya buat urusan perut saja mereka ributin. Mereka amat anti buat nangkring ditempat yang “gak gaul”, sementara itu sih bahwa pesan santapan pula yang amat murah, ataupun malah hanya beli minuman buat numpang selfie.

5. Sirik sama kekayaan teman jadi watak bawaan orang sok kaya, sebaliknya yang asli kaya sih cuek sama itu semua.

Ketakutan terbanyak orang sok kaya merupakan memandang temannya dapat beli gadget, accesories ataupun mobil terbaru. mereka hendak panik dan juga buru - buru pembaharuan pula supaya gak kesaingan. sebaliknya orang kaya gak butuh mengurusi perihal macem itu, karna bahwa mereka menginginkan suatu ya tinggal beli aja, gak butuh kegiatan kesaingan dahulu baru punya.

6. Gak dapat meyakinkan apa - apa saja yang kerap ia deskripsiin soal kekayaannya.

Sering kan soal tinggal di perumahan elit, beli kendaraan baru, dan juga jalan - jalan keluar negara jadi omongan tiap hari sang sok kaya. tetapi sempatkah satu dari seluruh itu terdapat yang ia buktikan? kenyataannya, mulut besar mereka cuma buat menyembunyikan ketidak percayaan diri mereka aja dalam bersosialisasi dengan orang banyak. sebaliknya orang kaya tidak butuh bicara, teman sudah ketahui apa yang mereka jalani dan juga mereka punya.

7. Pengakuan diatas segalanya! Jadi bila teman tidak hirau pada kekayaannya, ia hendak terasa tersinggung.

“Eh kok lo gak nawarin benda dagangan lo ke gue sih? emang lo pikir gue gak kokoh beli apa?”

“Sombong banget tuh sales ngelewatin gue begitu aja! ia pikir benda kaya gitu doang gak dapat gue beli apa!”

Sering kan kamu denger sang sok kaya ngomong kaya ini dibeberapa kesempatan? seperti itu salah satu aksi nyebelin ia yang pula buat kita keki. Mereka tuh perlu banget dikira kaya sama orang - orang sekitarnya, jadi jangan sampe deh tidak mengaitkan ia permasalahan beli - membeli tentu ia sewot banget.

8. senantiasa ingin nunjukkin ke teman apa - apa saja yang ia punya.

Sering bete kan kalo makan bareng orang sok kaya? perkaranya senantiasa saja terdapat aksi nyebelin yang ia lakuin, meja udah kecil gitu ia ngeluarin seluruh gadget dari tas nya. ataupun gak bukannya ngabisin santapan ia malah padat jadwal ngomong soal kekayaan.

Orang kaya itu gak over expose lho. Malah banyak dari mereka yang lebih seneng berbagi dari pada show - off. mari deh mulai berbeda perilaku kearah yang lebih baik, karna pada dasarnya penampilan kita gak lebih berarti dari apa yang tertanam dalam hati kita. 


Sumber:
http_laruno_com/news/8-hal-yang-membedakan-orang-kaya-dan-sok-kaya/3/