Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Mei 2016

SUBHANALLAH Pakai Jilbab di Luar Rumah, Lepas Jilbab di Dalam Rumah, Sudah Benarkah?Bantu Share Ya

 manusia itu terlahir bagaikan makhluk yang tidak ketahui apa - apa. tetapi allah memberikannya ide bagaikan modal buat pelajari pengetahuan. pengetahuan jadi bekal buat beramal.

dengan ketahui bumbu dapur dan tehnik memproses santapan, seseorang insya allahakan lihai dalam memasak. dengan kekokohan membaca, seorang anak insya allah mampu memperluas cakrawala lewat bermacam novel. dengan ketahui pengetahuan kedokteran, seorang dokter insya allah hendak mampu mengobati penderita. dengan pengetahuan tehnik, seorang ilmuwan insya allah mampu membangun jembatan yang kuat.

demikian pula dengan pengetahuan agama. hari ini bisa jadi aja kita sudah ketahui masalah a, jadi kita mengamalkannya. kemudian esok, kita ketahui masalah b, kemudian kita mengamalkannya. demikianlah senantiasa hingga kita wafat dunia. pengetahuan itu bermanfaat karna berbuah amal salih. apa gunanya pengetahuan apabila tidak diamalkan?

18 kelompok orang
hijab ialah satu diantara syariat islam yang bermanfaat melindungi kehormatan perempuan. seluruh aur4t ditutup dari pemikiran lelaki yang tidaklah mahram, dimana pula itu.

allah swt berfirman dalam quran tulisan an nur ayat 31, yang maksudnya :

“katakanlah pada sebagian perempuan beriman, ‘hendaklah mereka menahan pemikirannya, dan kemaluannya, dan jangan hingga mereka memperlihatkan perhiasannya, terkecuali yang (universal) nampak dari kepadanya. dan hendaknya mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka. dan jangan hingga memperlihatkan perhiasannya terkecuali pada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra - putra mereka, putra - putra suami mereka, saudara - saudara lelaki mereka, putra - putra kerabat lelaki mereka, putra - putra kerabat perempuan mereka, wanita - wanita islam, budak - budak yang mereka punyai, pelayan - pelayan lelaki yg tidak mempunyai hasrat (pada perempuan) , ataupun kanak - kanak yang belum ketahui menimpa aur4t perempuan. dan jangan hingga mereka memukulkan kaki mereka biar di tahu perhiasan yang mereka menyembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekaligus pada allah, wahai sebagian orang yang beriman supaya kamu mujur. ” (qs. an - nur : 31)

ayat diatas merinci sebagian orang. seorang perempuan muslimah dapat melepas hijab dihadapan mereka. ayo kita runut berulang :
suami.
ayah.
ayah suami (mertua).
putra (anak lelaki kandung).
putra suami (anak lelaki tiri).
kerabat lelaki.
putra kerabat lelaki (keponakan lelaki dari kerabat lelaki).
putra kerabat perempuan (keponakan lelaki dari kerabat perempuan).
wanita - wanita islam.
budak - budak.
pelayan - pelayan lelaki yg tidak mempunyai hasrat (pada perempuan) *)
kanak - kanak yang belum ketahui menimpa rambut/aurat perempuan.

“diharamkan atas kamu (mengawini) ibu - ibumu, anak - anakmu yang perempuan, saudara - saudaramu yang perempuan, saudara - saudara bapakmu yang perempuan, saudara - saudara ibumu yang perempuan, kanak - kanak perempuan dari saudara - saudaramu yang lelaki, kanak - kanak perempuan dari saudara - saudaramu yang perempuan, ibu - ibumu yang menyusui kamu, kerabat perempuan sepersusuan, ibu - ibu isterimu (mertua) , kanak - kanak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang sudah kamu campuri. tetapi apabila kamu belum campur dengan isterimu itu (dan telah kamu ceraikan) jadi tidak berdosa kamu mengawininya ; (dan diharamkan bagimu) isteri - isteri anak kandungmu (menantu) ; dan juga menghimpunkan (dalam pernikahan) 2 perempuan yang bersaudara, kecuali yang sudah berlangsung pada masa dulu sekali. sesungguhnya allah maha pengampun lagi maha penyayang. ” (qs. an - nisa : 23)

menimpa pada tulisan an - nisa diatas, dipaparkan perempuan yang jadi mahram buat seseorang lelaki. ayo kita runut berulang.
bunda.
anak perempuan.
kerabat perempuan.
kerabat bapakmu yang perempuan (tante/bibi).
kerabat ibumu yang perempuan (tante/bibi).
anak perempuan dari saudaramu yang lelaki (keponakan perempuan).
anak perempuan dari saudaramu yang perempuan (keponakan perempuan).
bunda susuan.
kerabat perempuan sepersusuan.
mertua perempuan (bunda mertua).
anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang sudah kamu campuri (anak tiri yang ibunya sudah dinikahi oleh si lelaki dan sudah ia setubuhi dalam jalinan nikah itu).

dari perincian dalam tulisan an - nisa itu, mampu dimengerti bahwa mahram buat seorang perempuan ialah:
anak lelaki kandung.
ayah kandung.
kerabat lelaki kandung.
keponakan lelaki.
om/paman.
anak susuan.
kerabat lelaki sepersusuan.
menantu lelaki.
ayah tiri (bunda sang anak perempuan sudah menikah lalu terpaut badan dengan suami barunya itu. dengan perihal tersebut, sang ayah tiri sudah jadi mahram buat sang anak perempuan. namun, apabila sang bunda dan suami barunya sang ayah tiri itu belum terpaut badan lalu pada kesimpulannya berpisah, jadi sang ayah tiri tidaklah mahram buat sang anak perempuan).

buat ketahui dihadapan siapapun seorang perempuan muslimah dapat melepas jilbabnya, tulisan an - nur : 31 dan tulisan an - nisa : 23 bersama lengkapi keduanya. oleh karenanya, apabila kita padukan keduanya, jadi mampu kita mengenal bahwa seorang perempuan muslimah dapat melepas jilbabnya dihadapan:
suami.
ayah kandung.
ayah suami (mertua).
putra - putra (anak lelaki).
putra - putra suami (anak tiri).
kerabat lelaki kandung.
putra - putra kerabat lelaki (keponakan lelaki).
putra - putra kerabat perempuan (keponakan lelaki).
anak lelaki kandung.
om/paman.
anak susuan.
kerabat lelaki sepersusuan.
menantu lelaki.
ayah tiri (bunda sang anak perempuan sudah menikah lalu terpaut badan dengan suami barunya itu. dengan perihal tersebut, sang ayah tiri sudah jadi mahram buat sang anak perempuan. namun, apabila sang bunda dan suami barunya sang ayah tiri itu belum terpaut badan lalu pada kesimpulannya berpisah, jadi sang ayah tiri tidaklah mahram buat sang anak perempuan).

terkecuali 14 orang mahram itu, terdapat lagi sebagian orang yang dihadapannya seorang perempuan muslimah dapat buka hijab, ialah :
wanita - wanita islam.
budak - budak.
pelayan - pelayan lelaki yg tidak mempunyai hasrat (pada perempuan).
kanak - kanak yang belum ketahui menimpa rambut/aurat perempuan.
dengan perihal tersebut, totalnya jadi 18 kelompok orang.
berjilbab tanpa terdapat mengenali tempat

hanya dihadapan 18 kelompok diatas aja seorang perempuan muslimah dapat buka jilbabnya. menimpa dihadapan selebihnya, jadi aur4t wajib ditutup. itu berlaku dimana pula, tanpa terdapat mengenali tempat ; didalam maupun diluar tempat tinggal.

apabila terdapat lelaki non mahram didalam tempat tinggal, si muslimah wajib tutup auratnya biar tidak nampak oleh sang lelaki. namun apabila sang lelaki telah berangkat, ia dapat berulang melepas jilbabnya.
semisal dalam tiap harinya :
* hindun dan suaminya kedatangan tamu, sejoli suami - istri. hindun wajib berjilbab dan tutup auratnya dikala terdapat dihadapan tamunya itu.
zainab, bapak, dan juga ibunya berkunjung ke rumah kakak wanita zainab yang telah menikah. sepanjang sebagian jam mereka berposisi di situ. abang ipar zainab tidaklah mahram untuk zainab, sampai - sampai zainab senantiasa harus menutup aur4t kala di hadapan abang iparnya, walaupun itu di dalam rumah kakaknya seorang diri.
* sarah lagi berposisi di kamar kala adik lelakinya tiba berbarengan sahabat lelakinya. mereka berdua setelah itu masuk rumah dan juga duduk mengobrol di ruang tamu. kamar sarah berposisi di samping ruang tamu, sampai - sampai pintu kamarnya tersambung dengan ruang tamu. karenanya, apabila sarah mau keluar kamar dikala itu, ia harus berjilbab dan juga menutup aur4t karna sahabat adiknya lagi berposisi di ruang tamu.
* maryam senantiasa menyapu pekarangan rumahnya tiap pagi. pekarangan rumah itu pas berposisi di tepi jalur; kendaraan lalu - lalang di situ. dengan demikian, maryam harus berjilbab dan juga menutup rambut/aurat kala menyapu pekarangan rumahnya.
jadi, seseorang muslimah harus menggunakan hijab dan juga menutup aur4tnya apabila terdapat lelaki yang bukan mahramnya ataupun orang yang tidak terkategori dalam 18 kalangan yang telah kita sebutkan di atas. itu harus dicoba di dalam rumah ataupun di luar rumah.
mudah - mudahan jadi ilmu yang berguna.

catatan:
*) menimpa poin pelayan pria yang tidak memiliki kemauan terhadap perempuan (’التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَال ’) terdapat 3 kriterianya, ialah:
lelaki baligh (allah sebut rijal) ,
hidupnya tergantung ke teman (tidak dapat mandiri) ,
tidak mempunyai syahwat terhadap perempuan. serupa orang ideot, orang impoten yang tidak memiliki gairah, ataupun orang edan. (tafsir as - sa’di, 566)






(sumber: 9trendingnews.blogspot.com)

Rabu, 25 Mei 2016

[VIDEO]: Subhanallah, Kamu Harus Lihat Kesederhanaan di Dalam Rumah Nabi Muhammad Ini

satu dari sedikit manusia yang telah dipastikan tempatnya di surga, sebagaimana disebutkan dalam kitab suci alquran, merupakan nabi muhammad.

nabi allah, rasul terakhir yang dilahirkan di bumi. walaupun demikian, rasulullah menempuh hidupnya dengan trik yang amat simpel.

jauh dari kesan penguasa.

bagaikan pemimpin umat, ia tidak tinggal di rumah elegan terlebih istana yang megah.

kebalikannya, rasulullah tinggal di rumah yang kira - kira menyamai gubuk.

amat simpel sekali. belum lama ini, satu lembaga di arab saudi, membangun ulang kediaman rasulullah di madina.

replika, serupa dipapar daily motion, terbuat sepersis bisa jadi dengan aslinya, bersumber pada petunjuk dari beberapa hadist dan juga kitab - kitab.

tidak terdapat pintu di rumah ini. semata - mata kain ataupun gorden yang dipakai bagaikan penutup.

segala bilik dibuat dari lempung (batu yang dilapisi tanah liat) , dengan atap dari pelepah daun kurma. (*) 





(sumber : tolongsebarkan.id)

Minggu, 08 Mei 2016

Wanita Yang Tinggal Di Dalam Rumahnya Pahalanya Seperti Orang Yang Berjihad Di Jalan Allah

Wanita Yang Tinggal Di Dalam Rumahnya Pahalanya Seperti Orang Yang Berjihad Di Jalan Allah, Islam Menjunjung tinggi Kedudukan Wanita Dalam Kehidupannya. Mereka Dilindungi Hak-Haknya, Ditinggikan Martabatnya Dan Dimuliakan Posisinya .Salah Satu Kemuliaan Yang Ada Pada Dalam Diri Wanita Adalah Diperintahkan Untuk Tinggal Dan Menetap Dirumah-rumah Mereka .


"Siapa Saja diantara kalian tinggal di Rumahnya, dia mendapatkan pahala Mujahid Di jalan Allah." (Hadist Nabi SAW)

ALLAH SWT Berfirman ,Dan Hendaklah Kamu Tetap Tinggal Dirumah-rumah Kalian Dan Janganlah Kalian Berhias Dan Bertingkah Laku Seperti Orang-orang Jahiliyah Yang Dahulu .
Dirikanlah Shalat ,Tunaikanlah Zakat Dan Taatilah Allah Dan Rasul-Nya . Sesungguhnya Allah Bermaksud Hendak Menghilangkan Dosa Dari
Kamu ,Wahai Ahlulbait ,Dan Menghilangkan Kamu Sebersih-Bersihnya ( QS. Al-Ahzab ) [33]: 33].

Ibnu Katsir Menjelaskan Bahwa Makna Ayat Tersebut Diatas Artinya Tetaplah Dirumah-rumah Kalian Dan Janganlah Keluar Tanpa Ada Kebutuhan . Termasuk Kebutuhan Syar'i Yang Membolehkan Wanita Keluar Rumah Adalah Shalat Di Masjid Dengan Syarat-Syarat Tertentu .

Tugas Utama Seorang Muslimah Memang Ada dirumah. Dia mendidik anak-anak, melayani suami, serta menjaga harta Keluarga. jika Muslimah mampu menjalankan tugasnya Dengan Ikhlas Allah akan memberikan kebaikan dalam hidupnya.

Dalam Tafsir Al-Qur'an Al-Aszhim di kisahkan,"seorang wanita datang menemui Rasulullah SAW. Kemudian berkata , wahai Rasulullah laki-laki memiliki keutamaan dan mereka juga berjihad Di jalan Allah. Apakah bagi kami perempuan bisa mendapatkan amalan orang yang jihad di jalan Allah SWT  ?

Rasulullah SAW bersabda  : ,'siapa saja di antara kalian yang tinggal di rumahnya maka dia mendapatkan pahala Mujahid Di jalan Allah."

Namun Islam tidak mengekang kebebasan wanita untuk mengembangkan potensinya. muslimah tetap wajib menuntut ilmu meski mengharuskannya ke luar rumah dengan adab dan cara yang sesuai dengan Syar'i.

Bahkan, jika dalam kondisi tertentu wanita berkeinginan mencari nafkah untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tetap di perbolehkan dengan memperhatikan adabnya, seperti izin suami, menutup aurat dan tetap menjaga pergaulan, sehingga dapat memelihara kemuliaan dan kesuciannya.



(sumber: perindusurga.com)

Rabu, 27 April 2016

Pahala Wanita Sholeh Yang Berdiam Didalam Rumah Seperti Pahala Berjihad

Wanita Yang Tinggal Di Dalam Rumah, Pahalanya Seperti Orang Yang Berjihad

Wanita Yang Tinggal Di Dalam Rumahnya Pahalanya Seperti Orang Yang Berjihad Di Jalan Allah, Islam Menjunjung tinggi Kedudukan Wanita Dalam Kehidupannya. Mereka Dilindungi Hak-Haknya, Ditinggikan Martabatnya Dan Dimuliakan Posisinya .Salah Satu Kemuliaan Yang Ada Pada Dalam Diri Wanita Adalah Diperintahkan Untuk Tinggal Dan Menetap Dirumah-rumah Mereka.

“Siapa Saja diantara kalian tinggal di Rumahnya, dia mendapatkan pahala Mujahid Di jalan Allah.” (Hadist Nabi SAW)

ALLAH SWT Berfirman ,Dan Hendaklah Kamu Tetap Tinggal Dirumah-rumah Kalian Dan Janganlah Kalian Berhias Dan Bertingkah Laku Seperti Orang-orang Jahiliyah Yang Dahulu .
Dirikanlah Shalat ,Tunaikanlah Zakat Dan Taatilah Allah Dan Rasul-Nya . Sesungguhnya Allah Bermaksud Hendak Menghilangkan Dosa Dari Kamu ,Wahai Ahlulbait ,Dan Menghilangkan Kamu Sebersih-Bersihnya ( QS. Al-Ahzab ) [33]: 33].

Ibnu Katsir Menjelaskan Bahwa Makna Ayat Tersebut Diatas Artinya Tetaplah Dirumah-rumah Kalian Dan Janganlah Keluar Tanpa Ada Kebutuhan . Termasuk Kebutuhan Syar’i Yang Membolehkan Wanita Keluar Rumah Adalah Shalat Di Masjid Dengan Syarat-Syarat Tertentu .

Tugas Utama Seorang Muslimah Memang Ada dirumah. Dia mendidik anak-anak, melayani suami, serta menjaga harta Keluarga. jika Muslimah mampu menjalankan tugasnya Dengan Ikhlas Allah akan memberikan kebaikan dalam hidupnya.

Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Aszhim di kisahkan,”seorang wanita datang menemui Rasulullah SAW. Kemudian berkata , wahai Rasulullah laki-laki memiliki keutamaan dan mereka juga berjihad Di jalan Allah. Apakah bagi kami perempuan bisa mendapatkan amalan orang yang jihad di jalan Allah SWT ?

Rasulullah SAW bersabda : ,’siapa saja di antara kalian yang tinggal di rumahnya maka dia mendapatkan pahala Mujahid Di jalan Allah.”

Namun Islam tidak mengekang kebebasan wanita untuk mengembangkan potensinya. muslimah tetap wajib menuntut ilmu meski mengharuskannya ke luar rumah dengan adab dan cara yang sesuai dengan Syar’i.

Bahkan, jika dalam kondisi tertentu wanita berkeinginan mencari nafkah untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tetap di perbolehkan dengan memperhatikan adabnya, seperti izin suami, menutup aurat dan tetap menjaga pergaulan, sehingga dapat memelihara kemuliaan dan kesuciannya.



(sumber: siraman.com)

Kamis, 31 Maret 2016

Istriku Sarjana, & Jadi Ibu Rumah Tangga. Ada Yang Salah?

Perempuan bisa sukses jadi bos di kantor, tapi belum tentu sukses sebagai istri atau ibu.

Apa yang terbayang dalam benak para Muslimah ketika membaca judul di atas? Bisa jadi mereka membayangkan seorang ibu berbaju toga dengan alat rumah tangga atau seorang wanita akademisi yang lebih memilih untuk mengurus anak.

Menjadi sarjana lalu berprofesi sebagai ibu rumah tangga atau ibu rumah tangga yang bergelar sarjana sepertinya kurang keren di telinga kita. Aneh dan rasanya mustahil. Alasannya, buat apa belajar dan menghabiskan biaya begitu mahal, tapi akhirnya menjadi ibu rumah tangga. Orang berpikir untuk apa sekolah tinggi hingga mencapai gelar doktor, namun akhirnya hanya bekerja di rumah. Bukankah itu sama dengan menyia-nyiakan ilmu yang telah kita dapatkan?

Muslimah yang lulus kuliah kemudian bekerja, silakan. Asalkan pekerjaan tersebut tidak melanggar syariat dan bersifat fardhu kifayah, seperti menjadi tenaga pendidik, dokter, atau berwirausaha sebagai mompreneur, dan sebagainya. Namun, menjadi ibu rumah tangga setelah kita mendapat gelar sarjana juga bukan merupakan pekerjaan yang hina.

Banyak yang beranggapan profesi sebagai ibu rumah tangga adalah pekerjaan sepele yang tidak ada istimewanya dibanding para wanita karier yang pergi pagi pulang sore untuk bekerja di kantoran.

Padahal, menurut Islam, profesi ibu rumah tangga ibarat seorang ratu. Ia menjadi pemimpin di rumah suaminya. Hal itu merupakan pekerjaan dan karier terberat dibanding segala profesi yang ada. Balasannya pun tidak main-main, yaitu surga, sesuatu yang lebih baik dari dunia dan segala isinya.

Rasulullah SAW bersabda, “Dunia ini adalah perhiasan. Dan, sebaik-baik perhiasan ialah wanita salihah—wanita yang baik dalam agamanya, rumah tangganya, serta pergaulannya.” (Riwayat Muslim).

Sesungguhnya, pemikiran bahwa menjadi ibu rumah tangga sebuah pekerjaan rendahan berasal dari pikiran feminis. Bagi kaum feminis, menjadi ibu rumah tangga itu merendahkan martabat perempuan karena dianggap membebani dan melakukan perbudakan terhadap kaum Hawa.

Pola berpikir seperti itu karena standar kesuksesan menurut mereka diukur dari unsur materi. Seseorang dikatakan sukses jika punya penghasilan tinggi, gelar seabrek, mobil mewah, meski harus buka aurat.

Untungnya, tidak semua wanita terpengaruh oleh pemikiran tersebut. Masih banyak kaum Muslimah yang mempunyai iman yang kuat sehingga tidak terpengaruh.

Jangan Berhenti Belajar

Saya punya seorang teman yang cerdas, sebut saja namanya Shofi. Ia lulusan jurusan Teknik Industri di perguruan tinggi negeri di Bandung. Namun, tidak disangka, selepas menamatkan pendidikan S-1, ia menikah. Setelah anak perempuannya lahir, ia menjadi ibu rumah tangga penuh atau bahasa kerennya, //full time mommy//.

Tapi, bukan berarti setelah menjadi ibu rumah tangga ia menjadi kuper dan tidak //up-to-date// sama sekali. Buktinya, ia terus mengikuti perkembangan dunia pemikiran. Misalnya, ia mengajak saya ke acara konferensi ilmuwan Muslim.

Atau, juga kita bisa melihat wanita-wanita di Gaza, Palestina. Ketika selepas sekolah menengah atau SMA, mereka menikah dan selama itu mereka berkonsentrasi mengurus dan mendidik anak hingga sang anak dewasa. Ketika sang anak telah dewasa dan ingin masuk perguruan tinggi, sang ibu juga ikut kuliah dan mendaftar di perguruan tinggi yang sama. Bagi wanita Gaza, fisik boleh saja menua namun semangat belajar dan mencari ilmu harus tetap muda. Mereka sadar bahwa pendidikan tinggi dibutuhkan.

Salah satu tokoh pendidikan Melayu asal Kelantan, Malaysia, Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud, dalam bukunya, Budaya Ilmu dan Gagasan Malaysia: Membina Negara Maju dan Bahagia mengakui bahwa golongan lulusan perguruan tinggi memainkan peran yang penting dalam kemajuan, kesejahteraan, dan kebahagiaan bangsa dan negara. Karena pemimpin semua lapisan dan bidang kehidupan masyarakat dan negara datang dari golongan ini.

Malah, lanjutnya, kesuksesan di peringkat menengah dan rendah bergantung pada kesuksesan di peringkat institusi perguruan tinggi. Sebab, semua pembuat dasar, perancang kurikulum, guru-guru, dan pentadbir penting di peringkat ini terdidik dan terlatih oleh mereka yang berasal dari perguruan tinggi.

Jadi, menurutnya, pendidikan usia dini memang penting jika kualitas pendidiknya tinggi dan memenuhi harapan tujuan pendidikan. Namun, sekarang realitanya, yang menjadi penentu bagus tidaknya kualitas pendidikan ditentukan oleh perguruan tinggi yang diibaratkan seperti pelentur buluh.

“Jangan berpikir menjadi ibu rumah tangga itu pendidikannya mesti rendah, justru pendidikannya harus tinggi,” katanya, saat saya berdiskusi awal November lalu di Bogor.

Tidak Usah Minder

Tidak hanya itu, jauh sebelum Indonesia merdeka, tokoh nasional, Rohana Kudus, sudah memikirkan bagaimana seorang ibu selain harus pintar dalam urusan rumah tangga juga harus berpendidikan. Karena itu, sebagaimana yang dituliskan Tamar Djaja dalam bukunya, Rohana Kudus Srikandi Indonesia: Riwayat Hidup dan Perjuangannya, Rohana sengaja mendirikan Kerajinan Amai Setia yang bertujuan agar ada sekolah lengkap dengan berbagai macam daftar pelajaran yang meliputi kepentingan perempuan. Rohana ingin mendirikan sekolah yang mengajarkan semua ilmu pengetahuan mengenai perempuan, seperti memasak, menjahit, menyulam, di samping pengetahuan sekolah biasa.

Tentu, Rohana sebagai perempuan amat menyadari betapa pentingnya pendidikan yang layak untuk perempuan. Bukan maksud agar perempuan bisa setara kemudian mengalahkan laki-laki. Tapi, karena perempuan akan menjadi sekolah atau pendidik pertama bagi anak-anaknya kelak. Dan, hal ini belum sepenuhnya disadari oleh semua perempuan, terlebih bagi mereka yang memprioritaskan dirinya pada karier dan lebih memilih orang lain untuk mengasuh anak daripada mengasuh sendiri.

Kalau sang ibu terdidik dan mampu mendidik anak-anaknya menjadi anak yang kuat agamanya serta cerdas, ia akan berperan dalam pembangunan, salah satunya ikut menyumbangkan generasi penerus bangsa yang cerdas. Lihat saja Imam Syafi’i, di bawah asuhan ibunya dan pengajaran para ulama. Ia yang saat itu masih berusia sembilan tahun sudah hafal al-Qur’an dan banyak Hadits.

Karena itu, kaum Muslimah tidak usah minder selepas tamat kuliah lalu menikah dan kemudian menjadi ibu rumah tangga. Ada sebuah pernyataan menarik di Facebook yang ditulis oleh seorang ibu. “Perempuan bisa sukses jadi bos di kantor, tapi belum tentu sukses sebagai istri atau ibu. Sebab, menjadi ibu rumah tangga itu berat dan office hour-nya 24 jam.” Karena itu, jangan minder, apalagi merasa terhina menjadi sarjana ibu rumah tangga.

* Sarah Larasati Mantovani, mahasiswa Pasca Sarjana UMS bidang Pemikiran Islam. SUARA HIDAYATULLAH JANUARI 2014


Sumber:
http_thisisgender_com/sarjana-ibu-rumah-tangga/

Minggu, 27 Maret 2016

Wanita Yang Tinggal Di Dalam Rumahnya Pahalanya Seperti Orang Yang Berjihad Di Jalan Allah

 perempuan Yang Tinggal Di Dalam Rumahnya Pahalanya serupa Orang Yang Berjihad Di jalur Allah, Islam Menjunjung besar peran perempuan Dalam Kehidupannya. Mereka Dilindungi Hak - Haknya, Ditinggikan Martabatnya dan juga Dimuliakan letaknya .Salah Satu Kemuliaan Yang terdapat Pada Dalam Diri perempuan merupakan Diperintahkan buat Tinggal dan juga Menetap Dirumah - rumah Mereka .


renunganistrisoleha.viva.net


"Siapa aja diantara kamu tinggal di Rumahnya, ia memperoleh pahala Mujahid Di jalur Allah." (Hadist Nabi SAW)

ALLAH SWT Berfirman ,Dan Hendaklah kalian senantiasa Tinggal Dirumah - rumah kamu dan juga Janganlah kamu Berhias dan juga Bertingkah Laku serupa Orang - orang Jahiliyah Yang dulu .
Dirikanlah Shalat ,Tunaikanlah Zakat dan juga Taatilah Allah dan juga Rasul - Nya. sebetulnya Allah Bermaksud bakal menyirnakan Dosa Dari
Kamu ,Wahai Ahlulbait ,Dan menyirnakan kalian Sebersih - Bersihnya (QS. Al - Ahzab) [33]: 33].

Ibnu Katsir menarangkan kalau arti Ayat Tersebut Diatas maksudnya Tetaplah Dirumah - rumah kamu dan juga Janganlah Keluar Tanpa terdapat Kebutuhan. tercantum Kebutuhan Syar'i. Yang Membolehkan perempuan Keluar Rumah merupakan Shalat Di Masjid Dengan Syarat - Syarat Tertentu .

Tugas Utama seseorang Muslimah benar terdapat dirumah. ia mendidik anak - anak, melayani suami, dan melindungi harta Keluarga. bila Muslimah sanggup melangsungkan tugasnya Dengan Ikhlas Allah hendak membagikan kebaikan dalam hidupnya.

Dalam Tafsir Al - Qur'an. Al - Aszhim di kisahkan,"seorang perempuan tiba menemui Rasulullah SAW. setelah itu mengatakan, wahai Rasulullah pria mempunyai keutamaan dan juga mereka pula berjihad Di jalur Allah. Apakah untuk kami wanita dapat memperoleh amalan orang yang jihad di jalur Allah SWT ?

Rasulullah SAW bersabda : ,'siapa. aja di antara kamu yang tinggal di rumahnya hingga ia memperoleh pahala Mujahid Di jalur Allah."

Namun Islam tidak mengekang kebebasan perempuan buat menumbuhkan potensinya. muslimah senantiasa harus menuntut ilmu walaupun mengharuskannya ke luar rumah dengan adab dan juga trik yang setimpal dengan Syar'i.

Bahkan, bila dalam keadaan tertentu perempuan berkeinginan mencari nafkah buat menolong penuhi kebutuhan keluarga, senantiasa di perbolehkan dengan mencermati adabnya, serupa izin suami, menutup rambut/aurat dan juga senantiasa melindungi pergaulan, sampai - sampai mampu memelihara kemuliaan dan juga kesuciannya. 



Sumber:
http_www_perindusurga_com/2016/02/wanita-yang-tinggal-di-dalam-rumahnya.html

Sabtu, 19 Maret 2016

Bila Sudah Menikah Lebih Baik Berumah Sendiri Meskipun Hanya Ngontrak

 Konflik antara menantu dengan mertua benar menggambarkan salah satu tes dalam berumah tangga. tetapi keduanya sering - kali tidak terdapat yang ingin mengalah. keadaan ini dapat ditolerir sepanjang tidak bersinggungan dengan syari’at Allah.

Namun kala dengan tinggalnya menantu dengan mertua malah membatasi dakwah dan juga keistiqomahannya buat ber - Islam, hingga sebaiknya rumah seorang diri berbarengan suami ataupun istri hendak lebih baik.

Kondisi ini hendak terus menjadi runyam bila pihak mertua benar belum seluruhnya mengerti agama secara benar setimpal manhaj salaf. tetapi sebenarnya, bila menantu ingin bersabar malah mendakwahi mertua secara pelan - pelan dengan hikmah merupakan jauh lebih mulia.

Semua terdapat pertimbangan setimpal rumah tangga masing - masing. Sesuaikan opsi ini dengan keluarga tiap - tiap supaya dikasih jalur terbaik.

Dan jangan kurang ingat buat senantiasa meminta petunjuk kepada Allah. Insya Allah, Allah hendak senantiasa menolong hambaNya yang senantiasa memohon jalur terbaik.

Rabu, 16 Maret 2016

Ingin Segera Punya Rumah Sendiri Bacalah Doa Ini Agar Dimudahkan

Diriwayatkan dari Al - Habib Tohir Alkaff, dia memperoleh dari Al - Habib Thohir bin Muhammad bin Sholeh Al - Hamid (Tanggul) doa supaya dimudahkan lekas mempunyai rumah. Inilah doanya:

Allahhumma robbal bait. As aluka bijahi ahlil bait. An tuyassiro li khoiro bait. Hatta laa naquul yaa laiit.

Artinya:
"Ya Allah, Engkau owner baitullah saya meminta dengan wasilah ahlil bait rosulallah supaya Engkau mudahkan untukku sebaik - baiknya rumah. sampai - sampai saya tidak mengucap seandainya saya memiliki rumah."


Insya Allah tidak hingga setahun kita sudah diberi rezeki rumah. Jangan kurang ingat biasakan berikan sedekah buat anak yatim minimun memberinya sekadar jajanan dan juga usap kepalanya dengan penuh kasih sayang.

Kamis, 01 Oktober 2015

Rumah Seperti Apakah yang Akan Didatangi Malaikat? Ini 11 Diantaranya

Tak seorang muslim pun yang tidak menginginkan rumah mereka senantiasa dihadiri oleh para malaikat Allah dan dijauhkan dari syaitan. Kehadiran malaikat di rumah mereka akan melahirkan aura ketenteraman dan kesejukan dan kedamaian rohani yang mengalir di rumah itu. Kehadiran mereka akan membuat rumah kita laksana surga.

Diantara para malaikat itu ada yang sengaja keliling untuk menebarkan rahmat dan kedamaian di tengah manusia sebagaiamana syaitan berkeliling untuk menebarkan kejahatan di tengah mereka.

Lalu rumah mana yang akan dihadiri para malaikat itu?

Diantaranya adalah :

1. Rumah yang diliputi dzikir kepada Allah yang di dalamnya ada ruku dan sujud
2. Rumah yang senantiasa bersih
3. Rumah yang penghuninya adalah orang-orang yang jujur dan menepati janji
4. Rumah yang dihuni oleh orang-orang yang senantiasa menyambung tali silaturahim
5. Rumah yang dihuni oleh orang yang makanannya halal
6. Rumah yang dihuni oleh orang yang senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tuanya.
7. Rumah yang senantiasa ada tilawah Al-Quran
8. Rumah yang dihuni oleh para penuntut ilmu
9. Rumah yang penghuninya ada isteri solehah
10. Rumah yang bersih dari barang-barang haram
11. Rumah yang dihuni oleh orang yang rendah hati, sabar, tawakal, qana’ah, dermawan pemaaf yang senantiasa bersih lahir batin dan para penghuninya makan tidak terlalu banyak.

Di bawah ini akan dipaparkan beberapa dalil yang menunjukkan pada hal di atas.



Mengenai orang-orang yang berada dalam majlis dzikir Rasulullah bersabda : “Jika kalian melewati kebun-kebun surga maka mampirlah di tempat itu! Para sahabat berkata, “Apa yang dimaksud dengan kebun-kebun surga itu wahai Rasulullah?” Nabi bersabda, “Kelompok manusia yang berdzikir. Karena sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang senantiasa keliling mencari kelompok manusia yang berdzikir dan jika mereka datang ke tempat mereka malaikat itu dan mengitarinya”, hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Umar sebagaimana disebutkan oleh An-Nawawi dalam buku Al-Adzkar. Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah bersabda

“Tidaklah sekali-kali sebuah kaum duduk dengan berdzikir kepada Allah kecuali mereka akan dikelilingi malaikat dan akan disirami rahmat dan akan turun kepada mereka ketenangan. Allah akan menyebutkan tentang mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya” (HR. Muslim)

Ini semua menunjukkan bahwa dzikir kepada Allah di rumah kita akan menjadikan malaikat memasuki rumah kita dan akan berada dengan kita. Sebaliknya rumah yang dikosongkan dengan dari dzikir maka malaikat juga akan menjauhinya.

Sementara itu orang yang membaca Al-Quran disebutkan dalam sabdanya : “Sesungguhnya rumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, akan didatangi malaikat, dijauhi syaitan dan akan membanjir pula kebaikan ke dalamnya, jika dibacakan Al-Quran di dalamnya. Sebaliknya, rumah itu akan terasa sempit bagi penghuninya, akan dijauhi malaikat dan akan didatangi syaitan serta tidak akan banyak kebaikan di dalamnya, jika tidak dibacakan Al-Quran” (HR. Ad-Darimi).

Dengan membaca Al-Quran maka akan turun malaikat rahmat, akan datang kebaikan akan muncul ketenangan di dalam rumah kita. Rumah yang tidak ada bacaan Al-Quran maka ketahuilah bahwa rumah itu sebenarnya telah menjadi kuburan walaupun penghuninya masih bernyawa.

Tentang orang yang rajin menjalin silaturahmi, disebutkan dari Abu Hurairah bahwa seorang lelaki pergi untuk mengunjungi saudaranya di sebuah desa yang lain. Maka segera diperintahkan kepada malaikat untuk menemani orang itu. Tatkala malaikat bertemu dengan orang tadi maka dia bertanya : Kemana engkau akan pergi? Lelaki itu menjawab : Aku akan pergi mengunjungi saudara saya di desa itu! Malaikat itu bertanya : Apakah kau memiliki suatu nikmat yang akan kau berikan padanya? Orang itu berkata : Tidak, saya mengunjunginya semata karena saya mencintainya karena Allah! Malaikat itu berkata : “Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu. Allah telah mencintaimu sebagaimana kau mencintai orang itu” (HR. Muslim)

Mengenai penuntut ilmu yang dinaungi sayap malaikat Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya malaikat membentangkan sayapnya untuk para penuntut ilmu karena suka dengan apa yang sedang dia tuntut” (HR. Tirmidzi).

Tentang rumah orang dermawan yang akan dimasuki malaikat disebutkan dalam sebuah hadits bahwa malaikat akan senantiasa mendoakan mereka : Rasulullah Saw bersabda, “Tiap-tiap pagi malaikat turun, yang satu mendo’akan, “Ya Allah beri gantilah untuk yang menderma, dan yang lain berdo’a, Ya Allah Musnahkan harta si bakhil.”

Rumah-rumah yang di dalamnya ada kejujuran, ada kasih sayang, amanah, ada syukur dan sabar ada taubat dan istighfar akan senantiasa terbuka untuk dimasuki para malaikat sedangkan rumah-rumah yang selain itu maka maka malaikat akan menjauhi rumah tadi.

Rumah-rumah yang akan dijauhi malaikat misalnya, rumah yang di dalamnya ada anjing, ada patung-patung dan gambar-gambar, dan ada bau busuk di rumah itu.

Islam adalah agama yang cinta kebersihan sehingga mengingatkan bahayanya memiliki anjing, bahkan melarang memelihara anjing kecuali untuk kepentingan penjagaan keamanan atau pertanian. Tidak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan pahala pemilik anjing akan susut atau berkurang. Rasulullah bersabda: “ Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan juga tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat gambar (patung)” [HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah]

Ibnu Hajar berkata : “Ungkapan malaikat tidak akan memasuki….” menunjukkan malaikat secara umum (malaikat rahmat, malaikat hafazah, dan malaikat lainnya)”. Tetapi, pendapat lain mengatakan : “Kecuali malaikat hafazah, mereka tetap memasuki rumah setiap orang karena tugas mereka adalah mendampingi manusia sehingga tidak pernah berpisah sedetikpun dengan manusia. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan yang lainnya.

Sementara itu, yang dimaksud dengan ungkapan rumah pada hadits di atas adalah tempat tinggal seseorang, baik berupa rumah, gubuk, tenda, dan sejenisnya. Sedangkan ungkapan anjing pada hadits tersebut mencakup semua jenis anjing. Imam Qurthubi berkata : “Telah terjadi ikhtilaf di antara para ulama tentang sebab-sebabnya malaikat rahmat tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat anjing. Sebagian ulama mengatakan karena anjing itu najis, yang lain mengatakan bahwa ada anjing yang diserupai oleh syaitan, sedangkan yang lainnya mengatakan karena di tubuh anjing menempel najis.” Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengadakan perjanjian dengan Jibril bahwa Jibril akan datang. Ketika waktu pertemuan itu tiba, ternyata Jibril tidak datang. Sambil melepaskan tongkat yang dipegangnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Allah tidak mungkin mengingkari janjinya, tetapi mengapa Jibril belum datang ?” Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh, ternyata beliau melihat seekor anak anjing di bawah tempat tidur. “Bila anjing ini masuk ?” tanya beliau. Aku (Aisyah) menyahut : “Entahlah”. Setelah anjing itu dikeluarkan, masuklah malaikat Jibril. “Mengapa engkau terlambat ? tanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Jibril. Jibril menjawab: “Karena tadi di rumahmu ada anjing. Ketahuilah, kami tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar (patung)” [HR. Muslim].

Malaikat rahmat pun tidak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman dengan anjing. Abu Haurairah Radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah bersabda : “ Malaikat tidak akan menemani kelompok manusia yang di tengah-tengah mereka terdapat anjing“. [HR Muslim]

Imam Nawawi menerangkan hadits tersebut : “Hadits di atas memberikan petunjuk bahwa membawa anjing dan lonceng pada perjalanan merupakan perbuatan yang dibenci dan malaikat tidak akan menemani perjalanan mereka. Sedangkan yang dimaksud dengan malaikat adalah malaikat rahmat (yang suka memintakan ampun) bukan malaikat hafazhah yang mencatat amal manusia. [Lihat Syarah Shahih Muslim 14/94]

Malaikat juga tidak suka masuk rumah yang berbau tidak sedap. Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah, dan makanan berbau tidak sedap lainnya, maka jangan sekali-kali ia mendekati (memasuki) masjid kami, oleh karena sesungguhnya para malaikat terganggu dari apa-apa yang mengganggu manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Juga adanya penghuni rumah yang mengancam saudaranya (muslim) dengan senjata. Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa mengarahkan (mengancam) saudaranya (muslim) dengan benda besi (pisau misalnya), maka orang itu dilaknat oleh malaikat, sekalipun orang itu adalah saudara kandungnya sendiri.” (HR Muslim).

Kita semua berharap rumah kita akan senantiasa dikelilingi malaikat dan dijauhkan dari syaitan laknat. Maka tidak ada cara lain bagi kita kecuali senantiasa meningkatkan tahap keimanan, keislaman dan keihsanan kita, setiap detik, minit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Peningkatan ini diperlukan karena hidup ini tidak pernah berhenti berputar. Waktu kita terus berlalu dan kita tidak boleh menghentikannya. Umur kita terus meningkat dan kita semakin dekat menghampiri saat kematian. Hanya ada satu kata dalam kehidupan kita : beramal soleh dengan segera, tanpa ditunda!!

(Sumber : Samson Rahman, MA , http://swaramuslim.net)