Tampilkan postingan dengan label raja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label raja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juni 2016

Jadikan Orang Tuamu Seperti Raja, Maka Rezekimu Juga Seperti Raja

 ridha allah terdapat pada keridhaan orang tua, kebencian allah terdapat pada kebencian orang tua.
kita diperintahkan allah buat berbakti pada orang tua :
" dan juga kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada 2 orang bunda ayahnya; ibunya telah mengandungnya dalm kondisi lemah yang bertambah - tambah, dan juga menyapihnya dalam 2 tahun. bersyukurlah kepadaku dan juga 2 orang bunda bapakmu, cuma kepada - kulah kembalimu (q. s. lukman : 14)

berbakti
ridha allah bergantung pada ridha orang tua

kita sudah terbiasa mendengar kalimat ridha allah terletak pada keridhaannya orang tua. tetapi dalam keseharian apakah kita mengasyikkan / berbakti pada orang tua? mengerti kah kamu kalau kesalahan yang kita buat pada orangtua dapat memacetkan rezeki? pandanglah diri kita, sudahkah kita memperlakukan orang tua serupa raja buat menemukan keridhaannya? dengan ridhanya orangtua, kita berharap allah juga hendak ridha dan juga melimpahkan rezekinya. terdapat banyak cerita kesulitan anak manusia yang terekam, terdapat banyak cerita keburaman anak manusia yang terpotret, nyatanya seluruhnya bermuara dari perasaan sakitnya hati orangtua terhadap anaknya.

trik menjadikan orang tua bagaikan raja
kamu amati gimana raja diperlakukan oleh rakyatnya? raja senantiasa diutamakan dalam seluruh perihal dan juga seluruh peluang. sedapat bisa jadi raja memperoleh santapan yang tersadu, baju yang tersadu, pelayanan yang memuaskan. begitu pula sepatutnya kita memperlakukan orang tua kita.

beri santapan tersadu buat mereka. bila orangtua mau makan suatu, usahakanlah. jangan membikin orangtua menunggu terlebih kelaparan. ingatlah waktu kecil apa sempat orangtua menunda buat berikan makan kita? apa sempat orangtua membikin kita kelaparan? semenjak balita merah juga orang tua lekas sigap penuhi kebutuhan kita dikala menangis. bunda sudah siap sedia dengan asinya yang mengenyangkan perut kita. bapak sudah siap membelikan susu bila asi ibu masih merasa kurang penuhi kerasa lapar kita. besar sedikit bunda tetap menyuapi santapan kita karna kita belum sanggup menyuapi diri seorang diri. pernahkan terpikir kalau bisa jadi mereka seorang diri belum makan demi mengutamakan kita? dikala tua dan juga rentanya apakah kita melaksanakan perihal yang sama pada mereka? apakah kita mendahulukan makanannya, memberinya santapan tersadu yang ia senangi, menyuapinya di ketika tangan tuanya telah bergetar?
cukupi kebutuhannya. sempatkah dikala kita kecil memohon dan juga merengek menginginkan suatu orangtua menolaknya? walaupun keadaan ekonominya pas - pasan orangtua senantiasa mengusahakan buat kita. walaupun wajib mempertaruhkan keinginannya seorang diri orangtua rela demi memandang senyum di muka kita. dikala besar pernahkan permintaan orangtua kita utamakan? sempatkah keinginannya kita lekas upayakan? ataupun kita senantiasa mengabaikannya dan juga menyangka orang tua sangat banyak permintaan, sedangkan kita seorang diri banyak kebutuhan? ingat baik - baik, senyum di muka orang tua karna bahagia pada apa yang kita jalani hendak mempermudah ridha allah, mempermudah rezekinya tercurah pada kita.
libatkan mereka dan juga senantiasa memohon doa restunya. kita sempat berlindung di balik rahim seseorang bunda, merasakan manisnya air susunya dan juga merasakan belaian dan juga proteksi bapak. sehabis berusia dikala mau membikin keputusan berarti dalam hidup kita sempatkah kita mengaitkan mereka? dikala mau melamar pekerjaan ataupun melamar seseorang perempuan apakah kita memohon doa restu orang tua? bila mereka tidak merestui apakah dengan berani kita menentangnya, menyangka mereka membatasi masa depan kita? (baca : kenapa berbakti pada bunda dapat melipatgandakan rezeki? )
atensi yang tidak putus. walaupun kita telah mempunyai keluarga yang jadi tanggung jawab kita seorang diri, atensi terhadap orangtua tidak boleh putus. karna terasa sudah mengirimi duit seperlunya buat penuhi kebutuhannya kita terasa tidak butuh lagi buat mengunjunginya. sekadar menelepon juga kita enggan dengan sebab padat jadwal. kita terasa cukup membayar pembantu ataupun suster buat mengurusnya, sudah cukup bakti bagaikan anak. toh duit yang dikeluarkan tidak sedikit. begitukah benak kita? " barangsiapa yang suka diluaskan rizki dan juga dipanjangkan usianya hingga hendaklah dia menyambung tali silaturahmi. " (h. r. bukhari). silaturahmi yang amat utama saat sebelum kepada teman merupakan kepada orangtua kita seorang diri.
rawat dikala ia sakit dengan perawatan tersadu yang kita sanggup. pengeluaran penyembuhan dikala ini mahal, bersediakah kita sediakan pengeluaran buat membiayai penyembuhan orangtua kita? ataupun membiarkan mereka dirawat dukun kampung aja dengan benak toh usianya sudah tidak lama lagi? bersediakah kita turun tangan mensterilkan kotorannya serupa dikala kita kecil dahulu, memapahnya berjalan serupa dikala langkah kaki kecil kita dahulu diajarinya berjalan, menyisir rambutnya dengan minyak serupa halnya dahulu dia merapikan rambut kita sehabis mandi ?
bagikan kebahagiaan dengan mengaitkan anak. perkenankan ia berjumpa dan juga bercengkrama dengan anak cucunya. membawa kanak - kanak kita buat berjumpa dan juga libatkan mereka buat turut berikan atensi pada kakek / neneknya. paling tidak mereka belajar dari kita gimana memperlakukan orangtua. bila kita memperlakukan orang tua kurang baik, kanak - kanak kita hendak belajar dan juga memperlakukan kita di masa tua sama serupa kita memperlakukan orangtua. kanak - kanak merupakan pembelajar tercepat.

bila seluruh itu sudah kita jalani, kita hendak mengasyikkan hati orang tua. orang tua yang bahagia dan juga senang hendak mendoakan anak - anaknya. mengerti kah kamu kalau doa orangtua itu diterima allah? tidak terdapat orangtua yang ingin mendoakan anak - anaknya sulit dan juga jauh rezeki. namun orangtua tetaplah manusia biasa yang dapat sakit hati dan juga terluka. kesakitan dan juga rintihan hatinya akibat perbuatan kita dapat membikin allah marah. dapat pula orang tua yang karna kemarahannya menyumpahi kita anaknya. waspadalah bila ini terjalin karna dapat aja, dikala maut bakal menjemput, ajal sulit berpisah dari tubuh karna menanggung dosa pada orangtua. bila berdosa pada allah kita cuma tinggal meminta ampun padanya dan juga insya allah hendak diampuni, namun bila berdosa pada orangtua cuma hendak diampuni allah sehabis orangtua ridha dan juga memaafkan kesalahan kita. ingatlah buat terus berbuat baik pada orangtua, peruntukan ia raja dalam kehidupan kita, supaya rezeki kita serupa rezeki raja yang terus mengalir tanpa terdapat habisnya. pintu langit hendak terbuka dengan mudahnya, merendahkan rezeki allah pada hamba yang dicintainya.

" saya bertanya kepada nabi saw tentang amal - amal yang amat utama dan juga dicintai allah, nabi saw menanggapi, kesatu shalat di dini waktu, berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalur allah. " (h. r. bukhari - muslim).

betapa celakanya bila orangtua meninggalkan kita sembari bawa kerasa jengkel dan juga kerasa sakit hati. wallahu alam.



(sumber: lancarrezeki.blogspot.co.id)

Rabu, 11 Mei 2016

Masya Allah! Preman Bertato Ini Berhaji Naik Jet Pribadi Milik Pangeran Saudi

John Herbertus Eijkenboom atau yang Generik dikenal sebagai “Indian Johnny tak tahu,” pencuri legendaris di Jakarta. Seiring dengan rekannya di geng pachinko (pasukan China Town) itu membuat keributan di karenakan sering menjalankan perampokan terhadap orang asing yang kaya di Indonesia.

Hari ini, setelah lama mengubah hidupnya, bagikan Johnny oleh 30 mantan narapidana Forum Pemasyarakatan di Bengkulu, Rabu (2014/03/09).

“di waktu itu mencuri asing tujuan saya kaya di Indonesia. Mereka juga mengambil banyak harta dari Indonesia, jadi saya rampokin dan uang saya dan mengatakan ia mendistribusikan kepada orang miskin,” katanya di acara yang diselenggarakan oleh Departemen Sosial.
Jhony Indo
Johnny India

melalui pembentukan karya pencurian emas di akhir 1970-an hingga 1980 di awal, ia telah mengumpulkan 129 kilogram emas, yang dibagikan kepada orang miskin. Itu Johnny India kehadiran dan pachinko geng, tentu aja, menjadi target polisi yang masih bersatu dengan angkatan bersenjata. Itu wajib beberapa kali dalam dan di luar penjara. Akhirnya, di Nusa Kambangan, ia melarikan diri dengan anak buahnya dari penjara keamanan superketat dan menyerah setelah 11 hari bertahan Hayati di hutan.

rusak cerita gelap bawah halus dan mudah oleh Johnny sekarang berganti nama menjadi Omar al-Allah John India. Beberapa cerita pribadi akan tetapi menggugah sebagai co-disampaikan oleh 30 tahanan di Kota Bengkulu mantan.

serta membagikan kisah gelap muda, Johnny juga mengisahkan perjalanan Hayati yang membuat mereka menjadi seorang pengkhotbah dari desa ke desa dan menjadi Garnet bekerja di bazaar Poncol, Jakarta.

perjalanan Hayati dan keluar dari penjaralah, yang diperkenalkan di kedekatan kehidupan rohani dan selalu ingat Allah, hingga hari ini.

“Saya berprinsip, waktu Hayati dan solver mencari makan,” katanya.
mengatakan
Johnny, juga, dari kecil perusahaannya, ia Bisa membuat anaknya, seorang dokter dan ahli teknologi informasi di Hong Kong.

“Meskipun itu sedikit keluar dari masa tenggang? Preman dan mengatakan anak Bisa menjadi dokter Ya lahannya Asa dan berkah dari Allah,” itu.

komitmen untuk masyarakat kecil masih menempel belum. Ada sekali waktu, dan menambahkan bahwa ia telah menerima undangan dari Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (Susilo) untuk mengisi ceramah di istana presiden. Namun, ia menolak, mengatakan di saat yang sama, ia sudah janji untuk mengisi kuliah untuk masyarakat miskin di Blok M, Jakarta.

“tak, aku tak menghormati presiden, tapi aku telah berjanji untuk pertama kalinya kepada publik dan stres. Miskin”

Bisa meninggalkan Haji

di depan bekas narapidana dari penjara, Johnny juga bagikan kebijaksanaan ketulusan. Menurut dia, percaya itu membawa dirinya untuk Bisa keluar Haji gratis ke Mekah.

“di waktu itu, saya melihat sampah banyak sampah desa saya, tak ada yang mau untuk membersihkannya. setelah itu, melalui inisiatif ini, aku membersihkan bau sampah dan menumpuk itu. dengan cara kebetulan, keturunan pergi Pangeran Arab Raja Fahd. The keluar dari mobil dan saya terlihat aneh tato sampah membersihkan, “kenangnya.

setelah itu saat ini, berkomentar Saudi Pangeran tato dengan haram Perkataan. Perdebatan di saat itu. “Ini merupakan kebijaksanaan ketulusan nikmat-Nya Haji.” Dia menambahkan, bagaimanapun, setelah pertemuan emir Arab merupakan untuk menjemputnya di jet pribadi sehingga Johnny haji dengan layanan VVIP super.

itu.

Sekali waktu, itu masih pertanyaan yang relevan dengan tulus, ia tak memberi hormat saat ia menjadi presiden. Hal ini terjadi padanya wajib berjalan pulang puluhan kilometer. Dia wajib naik angkutan Generik bahkan tak uang. Namun, setelah itu beberapa waktu, ia menerima tawaran dari pengusaha kaya untuk mengisi kuliah di pembayaran perusahaan jutaan rupee.

mengatakan: “Saya terkejut, banyak uang.”

belum, dan mengklaim Johnny membaca suatu rumah di bawah India Yayasan John Foundation dan dengan dukungan dari Kementerian Pekerjaan Sosial. Cerita India Yohanes merupakan motivasi untuk mantan tahanan dari penjara di Bengkulu mereka masih optimis tapak kehidupan. Dia juga menyatakan Asa bahwa masyarakat Generik tak membagikan stigma negatif meluas ke tahanan.

“Setelah penjara itu telah menjadi perjalanan Hayati kita, dan memutuskan Allah. Namun, mulai tahun depan, kami akan melonjakkan kehidupan kita, mulai dari diri sendiri, keluarga, dan sebagainya untuk mencoba untuk membangun Indonesia,” Johnny bersemangat mengatakan, didampingi tepuk tangan dari mantan gangster yang mendengarkan Perkataan-katanya.

Direktorat Rehabilitasi sosial Kementerian sosial untuk bekerja dengan organisasi-organisasi non-pemerintah, kantong masyarakat informasi (FAN) lebih menarik saat presiden pekerjaan sosial dari Bengkulu Harnyoto County Pos panduan sebagai Musharraf dan mereka wajib tahu cukup untuk complete bergegas John muda India.

“merupakan legenda Robin Hood mempunyai Indonesia. Dia Harnyoto. Saat ini, dengan semangat, ia Bisa menjadi contoh banyak orang”

Sebanyak 30 mantan narapidana juga mempunyai akses ke pendidikan kewirausahaan dari pemerintah serta penyediaan modal untuk membangun kehidupan yang lebih bagus, Bisa diterima, dan bermanfaat untuk masyarakat (kompas)



(sumber: infoberkah.com)

Senin, 02 Mei 2016

Jadikan Orang Tuamu Raja, Maka Rezekimu Juga Seperti Raja

 Budi Harta Winata,
Pengusaha baja/Pemilik PT. Artha Mas Graha Andalan.
Ketika ditanya rahasia suksesnya menjadi Pengusaha, jawabnya singkat:
“Jadikan orang tuamu Raja, maka rezeki mu seperti Raja”.


Pengusaha yang kini tinggal di Cikarang ini pun bercerita bahwa orang hebat dan sukses yang ia kenal semuanya memperlakukan orang tuanya seperti Raja.

Mereka menghormati, memuliakan, melayani dan memprioritaskan orang tuanya.
Lelaki asal Banyuwangi ini bertutur, “Jangan perlakukan Orang tua seperti Pembantu".
Orang tua sudah melahirkan dan membesarkan kita, lha kok masih tega-teganya kita minta harta ke mereka, pada hal kita sudah dewasa.

Atau orang tua diminta merawat anak kita sementara kita sibuk bekerja.
Bila ini yang terjadi maka rezeki orang itu adalah rezeki pembantu, karena ia memperlakukan orang tuanya seperti pembantu.

Walau suami/istri bekerja, rezekinya tetap kurang bahkan nombok setiap bulannya.
Menurut sebuah lembaga survey yang mengambil sampel pada 700 keluarga di Jepang, anak-anak yang sukses adalah : mereka yang memperlakukan dan melayani orang tuanya seperti seorang Kaisar.
Dan anak-anak yang sengsara hidupnya adalah mereka yang sibuk dengan urusan dirinya sendiri dan kurang perduli pada orang tuanya.

Tapi juga JANGAN mendekati orang tua hanya untuk mendapatkan hartanya.
Mari terus berusaha keras agar kita bisa memperlakukan orang tua seperti raja. Buktikan dan jangan hanya ada di angan-angan.

Beruntunglah bagi yang masih memiliki orang tua, masih BELUM TERLAMBAT untuk berbakti. Sebelum mereka kembali keharibaan Allah.

UANG bisa dicari, ilmu bisa di gali, tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua kita takkan terulang kembali.
Share ke anak-cucu kita supaya mereka juga SUKSES di dunia dan akherat... Tq.



(sumber: kabarhikmah.com)

Minggu, 24 April 2016

Perlakukan Orang Tuamu Seperti Raja, Maka Rezekimu Akan Seperti Raja ... TOLONG DI SHARE GUYS...!!!

Kedua Orangtua sangat mungkin menjadi orang paling berjasa dalam hidup kita, sang anak. Oleh karena itu, wajar bila di antara rezekimu, ada rezeki Orangtua-mu.

Sedikit percikan dari artikel di bawah ini mungkin bisa membuat kita ingat untuk berterima kasih kepada Orangtua, lebih penting lagi jika mereka masih berada di dunia. Setidaknya kita masih memiliki kesempatan untuk membahagiakan mereka.

Ada sebuah kisah tentang Ummu Hamid yang pulang dengan hati cemas. Ternyata hari itu merupakan hari jatuh tempo pembayaran cicilan tempat tinggalnya. Ummu Hamid tahu bahwa pendapatan ia dan suaminya sangat terbatas, mungkin tidak menyanggupi tagihan rumah mereka.

Nominalnya sendiri adalah dua ratus ribu rupiah, tetapi untuk dia nominal ini tergolong sangat besar. Ia tak bisa mengambil biaya dari anggaran lain karena hal yang lain ini lebih penting dan mendesak.

Ummu Hamid menunggu Suami sembari menelepon sang Ibu. Ia memang sudah sering menelepon Ibu-nya sejak kuliah. Saat menelepon, ternyata ia juga baru tahu bahwa dana bulanan untuk kedua Orangtua-nya juga belum ditunaikan.

Memang selama ini dia ikut membayar pengeluaran air, listrik, dan keperluan lain Orangtua-nya. Akan tetapi Ummu Hamid merasa bahwa banyak pengeluaran tak terduga akhir-akhir ini.

Tak lama kemudian Ummu Hamid sempat berpikir bahwa biar Saudara-nya saja yang menanggung, toh dia sudah berjasa selama ini.
Untungnya ia dengan cepat sadar bahwa pikiran itu salah, dia langsung mengucap Istighfar dengan cepat. Setelah menelepon Ibunya, tanpa pikir panjang lagi ia mentransfer sejumlah uang kepada sang Ibu.

Disinilah istilah jadikan Orangtua-mu Raja maka Rezekimu seperti Raja terlihat. Saat kesulitan seperti ini pun, Ummu Hamid masih berpikir untuk memberi sejumlah nominal uang lebih bagi sang Ibu.

Usai mentransfer, Ummu Hamid mengecek saldo rekeningnya dan ia cukup sedih karena nilai saldo untuk membayar tagihan rumah semakin sedikit. Ia berpikir cukup lama untuk tahu bagaimana dia mampu membayar cicilan rumah tersebut.

Di satu sisi, ia tak menyesal telah memenuhi kebutuhan sang Ibu. Di sisi lain, tak mungkin ia tak membayar cicilan karena ia pasti akan kena denda yang nominalnya cukup besar.

Bahkan di saat ini pun Ummu Hamid hanya bisa bermimpi memiliki rumah pribadi bersama keluarganya. Dengan rasa gelisah ini pun dia segera melakukan wudhu'.

Ia memang merasa bahwa pelarian paling tepat adalah Sholat dua raka'at kepada Yang Maha Penyayang, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Seusai salam, Suami-nya pun tiba di rumah. Keinginannya langsung menggebu-gebu untuk melaporkan hal tersebut kepada Suami, tetapi sesuai ekspektasi ternyata Ummu Hamid berhasil menahan keinginan tersebut.

Ia tahu bahwa Suami-nya pasti lelah setelah seharian bekerja, ia tak ingin menambah beban Suami-nya itu.

Tak disangka, Suami-nya mendapat rezeki dari kantor tempat ia bekerja. Ternyata ada seseorang yang pernah melakukan pinjaman kepada Suami-nya namun baru saja melunasi hutang tersebut hari ini.

Sekali lagi, jadikan Orangtua-mu Raja maka Rezeki Anda akan seperti Raja. Ummu Hamid yang mendengar kabar gembira ini sontak berteriak Allahu Akbar. Bahkan ia juga lupa dengan pinjaman yang dilakukan oleh orang tersebut.

Yang lebih mengejutkan lagi, saat dia membuka amplop, ternyata nominalnya persis, 200 kali lipat dari yang telah ia transfer kepada sang Ibu.

Singkat cerita, akhirnya ia bisa melunasi cicilan rumahnya dan memiliki rumah impiannya. Jadi, jangan pernah remehkan ridha Orangtua. Rahasia kunci sukses rezeki manusia adalah manusia yang bisa memuliakan Orangtua-nya seperti Raja.

Semoga bisa menjadi percikan yang menghangatkan hati kita semua. Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza



(Sumber : kabarMuslim.org)

Rabu, 30 Maret 2016

Jika ingin Allah memudahkan rezekimu, maka berbaktilah kepada orangtua, perlakukan mereka seperti raja, Insya Allah..

 Kedua orang tua amat bisa jadi jadi orang amat berjasa dalam hidup kita si anak. Oleh karna itu, normal apabila di antara rezekimu, terdapat rezeki orang tuamu. Sedikit percikan dari informasi di dasar ini bisa jadi dapat membikin kita ingat buat berterima kasih kepada orang tua, lebih berarti lagi bila mereka masih berposisi di dunia. paling tidak kita masih mempunyai peluang buat membahagiakan mereka.

Jadikan Orang Tuamu Raja, hingga Rezekimu pula serupa Raja

Ada suatu cerita tentang Ummu Hamid yang kembali dengan hati cemas. nyatanya hari itu menggambarkan hari jatuh tempo pembayaran cicilan tempat tinggalnya. Ummu Hamid ketahui kalau pemasukan dia dan juga suaminya amat terbatas, bisa jadi tidak menyanggupi tagihan rumah mereka. Nominalnya seorang diri merupakan 2 ratus ribu rupiah, namun buat ia nominal ini terkategori amat besar. dia tidak dapat mengambil pengeluaran dari anggaran lain karna perihal yang lain ini lebih berarti dan juga mendesak.

Ummu Hamid menunggu suami sambil menelepon si ibu. dia benar sudah kerap menelepon ibunya semenjak kuliah. dikala menelepon, nyatanya dia pula baru ketahui kalau dana bulanan buat kedua dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknyabapaknya'>ibu dan juga bapaknya pula belum ditunaikan. benar sepanjang ini ia turut membayar pengeluaran air, listrik, dan juga keperluan orang tuanya lainnya. hendak namun Ummu Hamid terasa kalau banyak pengeluaran tidak terduga akhir - akhir ini. tidak lama setelah itu Ummu Hamid pernah berpikir kalau supaya saudaranya aja yang menanggung, toh ia sudah berjasa sepanjang ini. sehabis ketahui kalau benak itu salah, ia langsung mengucap istighfar dengan cepat. sehabis menelepon ibunya, tanpa pikir panjang lagi dia mentransfer beberapa duit kepada si ibu. Disinilah sebutan peruntukan orangtuamu raja hingga rezekimu serupa raja terlihat. dikala kesusahan serupa ini pun, Ummu Hamid masih berpikir buat berikan nominal lebih untuk si ibu.

Usai mentransfer, Ummu Hamid mengecek saldo rekeningnya dan juga dia cukup berkecil hati karna nilai saldo buat membayar tagihan rumah terus menjadi sedikit. dia berpikir cukup lama buat ketahui gimana ia sanggup membayar cicilan rumah tersebut. Di satu sisi, dia tidak menyesal telah penuhi kebutuhan si ibu. Di sisi lain, tidak bisa jadi dia tidak membayar cicilan karna dia tentu hendak kena denda yang nominalnya cukup signifikan.

Bahkan di dikala ini juga Ummu Hamid cuma dapat bermimpi mempunyai rumah individu berbarengan keluarganya. Dengan kerasa risau ini juga ia lekas melaksanakan wudhu. dia benar terasa kalau pelarian amat pas merupakan shalat 2 rakaat kepada Yang Maha Penyayang Allah SWT. sesudah salam, suaminya juga datang di rumah. Keinginannya langsung menggebu - gebu buat mengatakan perihal tersebut kepada suami, namun setimpal ekspektasi nyatanya Ummu Hamid sukses menahan kemauan tersebut. dia ketahui kalau suaminya tentu letih sehabis seharian bekerja, dia tidak mau menaikkan beban suaminya itu.

Tak disangka, suaminya menemukan rezeki dari kantor tempat dia bekerja. nyatanya terdapat seorang yang sempat melaksanakan pinjaman kepada suaminya tetapi baru aja melunasi nilai tersebut hari ini. Sekali lagi, peruntukan orangtuamu raja hingga rezeki kamu hendak serupa raja. Ummu Hamid yang mendengar laporan gembira ini sontak berteriak Allahu Akbar. terlebih lagi dia pula kurang ingat dengan pinjaman yang dicoba oleh orang tersebut. Yang lebih mengejutkan lagi, dikala ia membuka amplop, nyatanya nominalnya persis 200 kali lipat dari yang telah dia transfer kepada si ibu.

Singkat cerita, kesimpulannya dia dapat melunasi cicilan rumahnya dan juga mempunyai rumah impiannya. Jadi, jangan sempat remehkan ridha orang tua. Rahasia kunci sukses rezeki manusia merupakan manusia yang dapat memuliakan dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknyabapaknya'>ibu dan juga bapaknya serupa raja. mudah - mudahan dapat jadi percikan yang menghangatkan hati kita semua. 


Sumber: