Tampilkan postingan dengan label daging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daging. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Januari 2016

WASPADA!!! Beredar Sate Kambing Yang Dioplos Dengan Daging Anjing. Begini Pengakuan Penjualnya

Hati-hati bagi penyuka kuliner sate, karena belum lama ini beredar sate kambing yang dioplos dengan daging anjing, dan menurut hasil investigasi, sate oplosan "haram" ini sudah lama dijual.
Seperti kita ketahui, sate merupakan jenis makanan yang digemari oleh kebanyakan penduduk Indonesia. Biasanya, bahan dasar untuk membuat sate adalah daging kambing, sapi, ayam atau kelinci. Namun, baru-baru ini beredar kabar, banyak pedagang sate yang bermain curang, mereka mengoplos dagingnya dengan daging hewan yang diharamkan dalam agama Islam.

Padahal mengkonsumsi daging anjing bukan hanya diharamkan, Namun juga sangat berbahaya untuk kesehatan. Banyak fakta-fakta dan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa memakan daging anjing bisa menimbulkan berbagai macam penyakit seperti kolera, rabies dan radang saluran tenggorokan.

Sebagai pengetahuan, Daging anjing memang mempunyai struktur yang hampir mirip dengan daging kambing, kedua daging ini juga sama-sama menimbulkan rasa panas dalam tubuh jika dikonsumsi.

Sebagai konsumen, kita wajib teliti dan cerdas untuk mengenali berbagai daging sate yang dijual di pasaran. Berikut adalah beberapa tips sebelum Anda membeli sate :

1. Jika harga sate tersebut sangat murah, sebaiknya Anda harus waspada, masalahnya harga daging ayam, sapi bahkan kambing terbilang cukup mahal. tidak masuk akal jika sebuah warung menyediakan sate kambing seporsi dengan nominal Rp. 5000 saja, sementara di warung lain harganya berkisar 15.000 - 20.000 rupiah.
2. Pastikan sebelum makan sate, Anda melihat kondisi daging tersebut sebelum dibakar, karena jika sudah di bakar maka akan sangat sulit untuk membedakan antara daging kambing atau daging anjing. Daging anjing warnanya terlihat lebih pucat dibandingkan dengan daging kambing

3. Dan yang terakhir ini adalah tips yang menurut saya paling aman dan menyehatkan, sebaiknya Anda membeli sendiri daging yang ingin Anda konsumsi untuk sate. Meskipun terbilang repot tapi inilah yang lebih aman untuk kesehatan Anda sekeluarga.

Dan dibawah ini adalah video pengakuan salah satu penjual sate kambing yang suka mengoplos dengan daging anjing ketika diinvestigasi salah satu wartawan TV:
 
 
 
 
Sumber:http_www_pelangimuslim_com/berita/waspada-beredar-sate-kambing-yang-dioplos-dengan-daging-anjing-begini-pengakuan-penjualnya.html
 

Senin, 14 Desember 2015

Fakta Mencengangkan Kenapa Daging Babi Tak Layak Dikonsumsi, Oh Ternyata !

Daging babi (pork) adalah daging yang diproduksi dari babi untuk disembelih. Dalam beberapa kepercayaan agama abrahamik, babi tidak boleh untuk disentuh (najis) dan dianggap haram untuk dimakan.

Contohnya adalah seperti ditulis dalam kitab suci agama Islam Al-Quran. Babi juga diharamkan untuk dikonsumsi dalam agama Yahudi dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di agama Kristen.
Babi sendiri sebenarnya telah diternak dan dikonsumsi selama ribuan tahun oleh orang Eropa dan orang Asia kebanyakan. Babi adalah makanan yang umum di nusantara sebelum masuknya agama Islam dari Timur Tengah.

Beberapa suku bangsa di Indonesia yang masih menjalankan tradisi aslinya selain suku Tionghoa-Indonesia masih mengonsumsi babi sebagai makanan keseharian, seperti suku Bali, Toraja, Papua, Batak, masyarakat Manado, dll. Dalam masyarakat Jawa, babi disebut celeng dan juga merupakan hewan ternak yang umum sebelum menyebarnya agama Islam yang mengharamkan babi di nusantara.

Di bawah ini ada 6 fakta mencengangkan kenapa daging bagi tidak layak dikonsumsi seperti kami kutip dari redaksimuslim.com:

1. Apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher? Ya, karena mereka tidak memiliki leher, sesuai dengan anatomi alamiahnya. Bagi orang yang beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.

2. Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi (menurut penelitian ilmiah, hal tersebut disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke daging).

3. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia melahap semua makanan yang ada di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada tersisa.

4. Kadang ia mengencingi kotorannya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah busuk dan kotoran hewan. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama jika dibiarkan. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

5. Penyakit-penyakit cacing pita merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang dapat terjadi karena mengonsumsi daging babi. Cacing berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar “1000 ekor dengan panjang antara 4 ” 10 meter”, dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar).

6. Daging babi merupakan penyebab utama kanker anus & kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India).  Sementara di negara negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.

Sumber: http_www_sebarkanlah_com/fakta-mencengangkan-kenapa-daging-babi-tidak-layak-dikonsumsi/