Tampilkan postingan dengan label mukena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mukena. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Mei 2016

Waspadalah! Mukena dengan Renda Bermotif Salib Ada Disekitar Kita

Nitizen di Indonesia baru-baru ini digemparkan dengan mukena bermotif salib. Mukena ini banyak di jual di dunia maya dengan beraneka macam warna yang menarik. Sepintas mukena tersebut terlihat biasa saja, namun ketika dilihat baik-baik, mukena tersebut bermotif salib.


M Hidayat rafiyanda, salah seorang nitizen mengomentari :

Pembeli diminta untuk lebih teliti lagi......dan harus jeli.........perhatikan detailnya !!!
BOIKOT MUKENA SALIB....!
Mohon perhatikan mukena dr gambar tsb. Mukena ini lagi booming.
Nama mukenanya al-al-ghani. Kalo yg ori bisa sampe 1 jtan. Yg replika banyak beredar.
Tapi coba perhatikan simbol di balik bentuk

Rendanya... ??? Alhamdulillah. Supplier saya yg notabene seorang muallaf malah yg mengingatkan saya.
"Tanda salib..."

Nah buat ukhti atau ummi yang mau belanja mukena, musti hati-hati dan perhatikan mukena yang hendak anda beli, jangan sampai anda membeli mukena yang seperti ini. Karena sudah mengandung hadzarah (pandangan hidup yang  dianut agama lain)

Allah Subhanalu wa ta'aala berfirman: Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
QS. al-Baqarah (2) : 120

Juga Hadist Nabi: “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).



(sumber: muslimuna.com)

Senin, 02 Mei 2016

MUSLIMAH WAJIB BACA !!! BOLEHKAH WANITA SHOLAT TANPA MENGGUNAKAN MUKENA...???

Kebanyakan Sebagian perempuan masih ada yang belum tau apa hukumnya sholat dengan tidak mengenakan mukena,

BACA ARTIKEL SELENGKAPNYA BAIK-BAIK DI BAWAH INI..

tentunya kita harus lebih memahami terlebih dahulu antara memakai mukena dengan menutup aurat.

Seorang wanita bisa menutup aurat dengan model pakaian apapun selama sesuai syari’at, meskipun wujudnya bukan berupa mukena.

Asalkan pakaian yang ia pakai menutup semua aurat, dari ujung rambut hingga kaki, selain wajah dan telapak tangan.

Kemudian, termasuk syarat sah shalat bagi wanita adalah menutup seluruh auratnya. Terdapat sebuah hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةَ امْرَأَةٍ قَدْ حَاضَتْ إِلَّا بِخِمَارٍ

“Allah tidak menerima shalat wanita yang telah baligh, kecuali dengan memakai khimar (kerudung).” (HR. Ahmad 25167, Abu Daud 641, Ibnu Khuzaimah no. 775 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Dari keterangan di atas, seorang wanita dibolehkan shalat tanpa memakai mukena, namun dia harus tetap menutup aurat sesuai syariat.

Semoga bermanfaat, bantu share ke saudara muslimah agar tidak ada kesalah dalam sholat ..



(sumber : muslimahzone.com)

Kamis, 07 April 2016

Muslimah Wajib Baca: Inilah Hukum Sholat dengan Mukena Warna-Warni


Muslimah Wajib Baca! Inilah Hukum Sholat dengan Mukena Warna-Warni !!! Share =>
Maya Febiola 20.46 ISLAMI
- Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2016/03/15/29581/664xauto-hukum-mengenakan-mukena-warna-warni-1603154.jpg
Ustadz, bagaimana hukumnya shalat berjamaah kenakan pakaian (untuk lelaki) atau mukena (untuk wanita) yang bermotif, umpamanya batik, garis-garis, kotak-kotak, polkadot, atau bunga-bunga. Tak tahu itu beberapa saja (umpamanya dibagian bawah) maupun kainnya memanglah full motif.

Mengingat sekarang ini banyak didapati dalam shalat berjamaah, seperti dalam shalat tarawih atau Ied –terutama di kelompok wanita- yang kenakan mukena bermotif, demikian pula anak-anak wanita, baik yang telah tamyiz ataupun balita, mereka juga menggunakan mukena-mukena seperti itu.

Seumpamanya hal semacam itu dilarang, apakah hukum jual mukena seperti itu juga jadi terlarang Ustadz?

Jazaakallahu khairan

Dari : Mila


http :// cdn. klimg. com/dream. co. id/resources/news/2016/03/15/29581/664xauto-hukum-mengenakan-mukena-warna-warni-1603154. jpg


Jawaban :
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Kita dapat meyakinkan, mukena jenis seperti ini tentu sangat
mengundang perhatian orang. Terlebih bila warnanya cerah, atau warna-warni
bercahaya. Sesaat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kita untuk hindari baju yang mengundang perhatian orang. Beliau bersabda :

مَن�' لَبِسَ ثَو�'بَ شُه�'رَةٍ فِي الدُّن�'يَا أَل�'بَسَهُ اللَّهُ ثَو�'بَ مَذَلَّةٍ يَو�'مَ ال�'قِيَامَةِ

“Siapa yang menggunakan baju syuhrah didunia, jadi Allah bakal memberikannya baju hina pada hari kiamat. ” (Ahmad, Abu Daud, Nasai dalam Sunan Al-Kubro, serta dihasankan Al-Arnauth).

Apa Itu Baju Syuhrah?

As-Sarkhasi menyampaikan :

والمراد أن لا يلبس نهاية ما يكون من الحسن والجودة في الثياب على وجه يشار إليه بالأصابع ، أو يلبس نهاية ما يكون من الثياب الخَلِقِ – القديم البالي – على وجه يشار إليه بالأصابع, فإن أحدهما يرجع إلى الإسراف والآخر يرجع إلى التقتير ، وخير الأمور أوسطها

“Maksud hadis, seorang tak bisa menggunakan baju yang begitu bagus serta indah, hingga mengundang perhatian beberapa orang. Atau menggunakan baju yang begitu buruk –lusuh-, hingga mengundang perhatian beberapa orang. Yang pertama, penyebabnya lantaran terlalu berlebih sesaat yang ke-2 lantaran tunjukkan sikap sangat pelit. Yang paling baik yaitu pertengahan. ” (al-Mabsuth, 30 : 268)

Kita dapat mengambil rangkuman dari info diatas, kalau baju yang mengundang perhatian beberapa orang termasuk juga type baju syuhrah. Karenanya, di kuatirkan mereka yang menggunakan mukena warna-warni atau semacamnya, termasuk juga dalam ancaman hadis diatas.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (konsultasisyariah)



Sumber: http_www_kabarinformasi_com

Sabtu, 26 Maret 2016

Muslimah Wajib Baca! Inilah Hukum Sholat dengan Mukena Warna-Warni

 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ustadz, gimana hukumnya shalat berjamaah menggunakan baju (bagi laki - laki) ataupun mukena (bagi wanita) yang bermotif, semisal batik, garis - garis, kotak - kotak, polkadot, ataupun bunga - bunga. Entah itu sebagian aja (misalnya di penggalan bawah) maupun kainnya benar full motif.

Mengingat dikala ini banyak ditemui dalam shalat berjamaah, serupa dalam shalat tarawih ataupun Ied –terutama di golongan wanita - yang menggunakan mukena bermotif, demikian pula kanak - kanak perempuan, baik yang sudah tamyiz ataupun balita, mereka pula mengenakan mukena - mukena serupa itu.

Sekiranya perihal itu dilarang, apakah hukum menjual mukena serupa itu pula jadi terlarang Ustadz?

Jazaakallahu khairan

Dari: Mila


Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Kita dapat memastikan, mukena model serupa ini tentu amat mengundang atensi orang. terlebih bila rupanya cerah, ataupun warna - warni berkilau. sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan kita buat menjauhi baju yang mengundang atensi orang. dia bersabda:

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Siapa yang mengenakan baju syuhrah di dunia, hingga Allah hendak memberinya baju hina pada hari kiamat.” (Ahmad, Abu Daud, Nasai dalam Sunan Al - Kubro, dan juga dihasankan Al - Arnauth).

Apa Itu baju Syuhrah?

As - Sarkhasi mengatakan:

والمراد أن لا يلبس نهاية ما يكون من الحسن والجودة في الثياب على وجه يشار إليه بالأصابع ، أو يلبس نهاية ما يكون من الثياب الخَلِقِ – القديم البالي – على وجه يشار إليه بالأصابع, فإن أحدهما يرجع إلى الإسراف والآخر يرجع إلى التقتير ، وخير الأمور أوسطها

“Maksud hadis, seorang tidak boleh mengenakan baju yang amat bagus dan juga indah, hingga mengundang atensi banyak orang. ataupun mengenakan baju yang amat kurang baik –lusuh - , hingga mengundang atensi banyak orang. Yang pertama, sebabnya karna kelewatan sedangkan yang kedua karna menampilkan perilaku sangat pelit. Yang tersadu merupakan pertengahan.” (al - Mabsuth, 30:268)

Kita dapat mengambil kesimpulan dari penjelasan di atas, kalau baju yang mengundang atensi banyak orang tercantum tipe baju syuhrah. karna itu, dikhawatirkan mereka yang mengenakan mukena warna - warni ataupun semacamnya, tercantum dalam ancaman hadis di atas.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (konsultasisyariah)

Sumber: cahaya - tausiah.blogspot_com