Tampilkan postingan dengan label menikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menikah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2016

Jadi Gemuk Setelah Menikah Itu Artinya Pernikahannya Bahagia

dapat iya dapat pula tidak, ayo kita bahas sebagian aspek pemicu mengapa orang yang habis menikah (ingaaattt.. ini buat yang menikah) berat tubuhnya dapat turun ataupun malah naik:

#berat tubuh jadi turun#

1. terdapat penyakit bawaan
semisal cacingan, jadi meski udah nikah. . cacingan ya senantiasa saja cacingan, makanya. . . . lekas minum kalpanax! !

2. beban mental buat wanita
karna belum memiliki rumah, buat itu wajib tinggal sama mertua, ingin malas2an ngga lezat, iya kalo mertuanya baik, kalo galak? ?. . gug.. gug.. .

3. beban perasaan
pengeluaran acara ngga ketutupan sama duit amplop yang didapat sementara itu ntu uang mampu ngutang, jadi sehabis menikah padat jadwal mikirin gimana triknya bayar hutang.

4. sepiring berdua
ya maklum saja, baru2 nikah lazimnya mesra, kalo masih bujang makan mie rebus pake telor masing - masing hari tetapi seorang diri, tetapi bahwa udah nikah mesti untuk 2 sama istri, ngurangin jatah saja.. halahh

#berat tubuh jadi naik#

1. cuex
waktu masih bujang dan juga wanita, makan dipelan2in, waktu masukin santapan.. mulut kebuka dikit, dikunyah pelan2, sepiring pura2 ngga habis, cocok udah nikah.. . wadooooh! ! ! nasi sepanci habis beserta kerak2nya

2. dipompa (buat perempuan)
gimana ngga mekar kalo dipompa terus disiramin.. eh artinya anu.. eh itu.. .

3. sesuai susunya (buat laki2)
tau kan artinya.. . . ? kalo giat minum susu anak2 saja kilat gemuk.. . . iya kan? ?

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
bingungkan? ? berat tubuh naik ataupun turun sehabis menikah cuek saja, yang pentingkan udah nikah,
mari yang jomblo. . . eh yang laen, gimana pendapatnya? ?



 [sumber: netnitnet.blogspot.com]

Rabu, 01 Juni 2016

8 Keberkahan Yang Bisa Kamu Dapatkan Ketika Menikah Dengan Perempuan Yang Lebih Tua

menyayangi merupakan fitrah manusia, entah itu pada yang lebih muda pula di yg lebih tua. untuk seorang laki - laki, mengasihi perempuan yang lebih tua tidaklah suatu kelainan karna tidak sedikit jua pria yang bahagia maupun tertarik di perempuan yg usianya lebih tua dibanding pribadinya.

ketertarikan tersebut dapat jadi karena suatu yg didapatkan serupa wujud oleh bunda. ketertarikan jua kadang berhubungan dengan muka wanita tadi yang sekilas serupa dengan ibunya sampai - sampai kerasa aman berkembang memakai produktif.

rasulullah saw juga menikah buat kesatu kalinya dengan sayyidah khadijah r. a yang lebih tua usianya sampai - sampai memiliki ketertarikan terhadap wanita yang berusia lebih tua sangat masuk ide.
terdapat sebagian sebab lain kenapa seorang laki - laki tertarik pada wanita yang lebih tua antara lain ialah:

1. perilaku mandiri dan juga sanggup diandalkan

buat pria yg memiliki pendamping yg lebih tua, bersyukurlah karena lazimnya pendampingnya tadi hendak sanggup lebih mandiri dan juga sanggup diandalkan dalam sesuatu perseteruan. lihatlah gimana seorang wanita yang lebih tua mempunyai trik pandang yg sanggup menciptakan kita takjub pada menyikapi suatu dilema.

2. memiliki kepercayaan diri yg kuat

problem hendak senantiasa muncul pada bermacam suasana. kamu tidak butuh risi bila sesuatu dikala duduk masalah tiba kepada pendamping kamu yg lebih tua karena perilaku agama dan juga kepercayaan yang besar buatnya sanggup mengalami dilema sekalipun amat berat bagi berdimensi kita.

3. tujuan dan rencananya jelas

buat wanita yang lebih tua, menikah jadi suatu jembatan buat mengawali kehidupan yang sebetulnya. dia tidak hendak main - main pada menempuh kehidupan tadi. aneka berbagai planning dan juga trik pandangnya dievaluasi sanggup memelihara kehidupan rumah tangga ke arah yg lebih baik.

4. perilaku terbuka tanpa butuh basa basi

watak pula style bahasa seorang wanita kadang sulit ditebak. acapkali kita salah paham pada merealisasikan asa perempuan dimana dikala wanita memohon a, kita malah membagikan b. apabila terus sinambung sanggup jadi suatu jurang pemisah yg dapat meretakkan korelasi suami istri.

memakai menikahi seorang perempuan yang lebih tua, sikap
keterbukaannya hendak amat nampak kentara. tidak ada istilah - kata ambigu yang menciptakan kita bagaikan galat kaprah. terlebih lagi istri yg demikian tidak mempunyai kamus basa basi bagaikan dampaknya dapat berkata apa terdapatnya. jadi instan bukan berkomunikasinya?

5. tenang dan juga penuh pertimbangan

komunikasi pada suatu ikatan rumah tangga sangat berarti dan memakai memperistri perempuan yang lebih tua hendak mempermudah korelasi tersebut. ini disebabkan suami hendak menerima kawan dialog yg memiliki kedewasaan berpikir dan juga pertimbangan.
pertimbangannya sanggup menyebabkan tiap langkah kita penuh kehati - hatian dan pola pemikiran yg kadangkala ampuh dan juga tidak sempat kita sangka sebelumnya.

baca pula : inilah letak keharaman photo pre - wedding yang belum poly dikenal!

6. berlagak dan bertanggung jawab

menikahi wanita dengan usia yg diatas kita berarti menerima seorang istri yg dapat mempunyai kerasa tanggung jawab terhadap diri dan keluarganya. perempuan yg demikian dapat merogoh tanggung jawab dalam tiap perkara paling utama menyangkut famili kecilnya.

7. tidak tergantung pada suami

istri yg lebih tua memiliki tabiat buat tidak gampang tergantung di suami. perihal ini jangan dimaksud kalau istri tadi tidak yakin pada suaminya, melainkan ia mempunyai sikap yang lebih berusia memakai berupaya melaksanakan pekerjaan lain pada luar kesibukannya pada tempat tinggal .
istri yg demikian hendak berupaya membangun jaringan bisnis buat menaikkan taraf hidupnya sekalian bagaikan inspirator untuk perempuan lain yang ada pada sekitarnya.

8. sabar dan juga pemaaf

tentu aja dia hendak berlagak penuh kemaafan dan juga bersabar dengan norma burukmu yg terus kalian jalani secara kembali. berasal tidak kelewatan, tentu istrimu hendak penuh kompromi.
dia hendak setia menemani dalam aneka berbagai masa sulitmu. dia hendak senantiasa terdapat disampingmu dikala engkau jatuh terpuruk, ia senantiasa ada dibelakangmu buat menunjang dan juga mengangkatmu biar tidak terus menjadi memburuk. dia pula hendak menahanmu kala kalian lagi diatas dan sukses, menghindari buat tidak menyombongkan diri dan juga senantiasa mengingatkanmu kalau ini seluruh cumalah titipan allah.
bukankah istri yang mirip ini yg kita cari?

apabila demikian, janganlah ragu buat menikahi perempuan yang lebih tua usianya. tunggu terlebih.. mari lekas menikah demi menyempurnakan setengah agamamu dan menjajaki sunnah nabimu.





(sumber: kabarmakkah. com )

Sabtu, 28 Mei 2016

Renungan: Menikahlah Sebelum Mapan! Agar...

 air hangat mempunyai banyak khasiat yang tidak dikenal oleh banyak orang. yang dikenal cumalah khasiat air hangat serupa air biasa, ialah buat menyirnakan kerasa haus di dalam badan. khasiat minum air hangat tidak cuma itu aja, tetapi masih banyak lagi khasiat yang lain yang belum dikenal paling utama dalam bidang kesehatan.

khasiat minum air hangat dalam bidang kesehatan amat banyak sekali. air hangat yang baik merupakan air yang tidak bercorak, berbau dan juga pula tidak berasa. air murni dan juga hangat lebih baik buat kesehatan dibanding dengan air yang sudah dicampurkan dengan gula. air yang sehat merupakan air hangat, murni, jernih dan juga pastinya sudah lewat proses pemasakan sampai - sampai bakteri dan juga kuman di dalamnya sudah mati.

tidak hanya air hangat yang murni, air hangat dicampurkan sebagian perasan lemon fresh dapat terus menjadi menyehatkan badan. buat menanggulangi keadaan tertentu air hangat dapat dicampurkan memakai bahan - bahan yang lain. khasiat minum air hangat merupakan bagaikan berikut ini :

1. meredam kerasa gatal di tenggorokan
dikala kamu batuk, tentu kamu merasakan kalau kerongkongan kamu amat gatal dan juga serak. perihal itu disebabkan di dalam kerongkongan kamu ada virus batuk yang menimbulkan kerasa gatal. meminum segelas air hangat dapat meredakan gatal pada kerongkongan kamu. kerasa hangat dari air tersebut mampu menetralisir virus batuk yang terdapat di dalam kerongkongan.

2. membikin berat tubuh menurun
air hangat dapat berguna buat membikin metabolisme di dalam badan jadi sehat. buat kesehatan, komsumsi air hangat dapat membikin berat tubuh sempurna. sebaliknya buat yang mau merendahkan berat tubuh, air hangat dicampurkan dengan sebagian perasan lemon fresh dapat merendahkan berat tubuh terlebih lagi dapat hingga sebagian kg. triknya merupakan bagaikan berikut ini :
dikala pagi hari, kamu dapat mengawali kegiatan kamu dengan segelas air hangat. jangan kurang ingat gabungkan perasan lemon. pakai saringan teh supaya biji lemon tidak turut masuk ke dalam air. jangan makan dahulu sepanjang 15 menit supaya air hangat dicampurkan perasan lemon bereaksi. trik kerja dari air hangat perasan lemon ini merupakan perasan air lemon hendak memecah jaringan lemak menumpuk di dalam badan yang terdapat di sebagian penggalan organ. paling utama di penggalan lengan, paha dan juga pula perut.

menyejukkan hidung dan juga tenggorokan

dikala terserang batuk dan juga pilek, seorang hendak merasakan ketidaknyamanan di dalam hidung dan juga pula tenggorokannya. untuk batuk berlendir, tenggorokannya hendak dipadati dengan dahak. sampai - sampai dahak tersebut dapat menutup kerongkongan. batuk pula diiringi dengan pilek. dikala pilek hidung juga hendak tersumbat dengan ingus. dikala serupa seperti itu, kamu memerlukan air hangat. air hangat dapat menyejukkan hidung dan juga kerongkongan kamu dari dahak dan juga pula ingus. air hangat berperan bagaikan antibiotik alamiah sampai - sampai dapat menyejukkan hidung dan juga kerongkongan.

detok alami

air hangat dapat berguna buat proses detox alamiah untuk badan. detox menggambarkan trik pas buat keluarkan toksin yang terdapat di dalam badan kita. toksin banyak tersimpan di usus, penyebabnya merupakan bagaikan berikut ini :

usus menggambarkan organ pencernaan yang dilalui oleh santapan yang telah di cerna. toksin ataupun racun badan banyak dihasilkan dari santapan.
santapan yang tidak sehat ( berlemak, berminyak, kolesterol besar, besar pengawet, perona dan juga pemanis buatan ) pula hendak di cerna dan juga dialirkan ke usus.
santapan yang tidak sehat tidak dapat diserap oleh badan, sampai - sampai racunnya dapat melekat ke usus.  aku senantiasa suka kalimat john donne yang sempat pula dipelesetkan abraham heschel, katanya: �no man is an island�, tidak terdapat pria yang jadi pulau untuk pribadinya seorang diri. maksudnya, tidak terdapat seorangpun yang dapat hidup sendirian�seperti suatu pulau yang tidak memerlukan teman . tiap orang senantiasa memerlukan teman buat berbagi dan juga mengisi suatu yang �kosong� dalam hidupnya. dalam konsep ini, bagi donne, tidak terdapat seseorang juga di dunia ini yang �mapan�.

bila seseorang yang bakal menikah mempunyai trik berpikir demikian, hingga perkawinan dapat didekati dengan trik yang lebih rendah hati. bila seseorang pria dapat berpikir �saya belum mapan�, semisal, hingga dia hendak mendekati istrinya bagaikan seorang yang hendak menyempurnakan perihal yang belum mapan dalam pribadinya.

untuk aku, mapan tentu aja bukan soal kekayaan ataupun kepemilikan aja, mapan merupakan soal kesanggupan pribadi orang dalam mengalami berabagai tantangan dalam hidupnya. bahwa mapan cuma soal duit ataupun karir, bukankah banyak yang berlebih secara modul dan juga gemilang di tempat kerja tetapi tidak mampu mengalami ego dan juga amarahnya seorang diri? nah!

dengan uraian baru �menikah saat sebelum mapan�, seorang hendak mengalami pendampingnya dengan penuh penghargaan. karna dia siuman kalau dalam diri pendamping tersebut terdapat sisi - sisi yang hendak menyempurnakan pribadinya. bayangkan bahwa trik berpikir serupa ini tidak terdapat dalam suatu perkawinan, ikatan suami - istri hendak melulu atas - bawah, subordinatif, dan juga condong tidak adil.

tidak sedikit suami yang karna terasa kalau dialah yang mempunyai �penghasilan�, dialah yang memiliki duit, dialah yang hidupnya �mapan�, dialah yang bersinar di dunia luar, malah merendahkan dan juga tidak menghargai istrinya.

bila nekad menikah saat sebelum mapan, lalu istri dan juga anak ingin diberikan makan apa�dikasih makan cinta? barangkali persoalan itu betul - betul merasa mengusik. tetapi orang - orang kurang ingat kalau mapan tidak sama dan juga sebangun dengan kerasa tanggung jawab. yang diperlukan dalam perkawinan tidaklah harta yang berlimpah, tetapi kerasa tanggung jawab yang cukup.

percuma aja memiliki kekayaan banyak tetapi tidak bertanggung jawab, kan? banyak kok suami yang rela membikin istri dan juga anak - anaknya �susah� namun memanjakan pribadinya sendiri�malah memanjakan selingkuhannya. maksudnya, harta yang banyak tidak hendak berarti apa - apa dalam perkawinan bila kita tidak memiliki banyak cinta buat menjalaninya.

sesuatu hari aku ditanya soal mewujudkan impian berbarengan dalam rumah tangga, �bagaimana meyakinkan istri ataupun suami supaya ingin bersama - sama

dengan terasa kalau kita �tidak sempurna�, hingga kita hendak terus jadi �pribadi yang membelum�, individu yang senantiasa dalam proses� di sanalah hendak terbentuk kesalingpahaman antara suami dan juga istri. berikutnya, keduanya hendak bersama menjalakan komitmen buat berbarengan mewujudkan impian - impian besar yang mereka miliki.




(sumber : pasarkaki5.blogspot.co.id)

Kamis, 26 Mei 2016

7 Alasan Kenapa di Usia 20-25 Tahun Saat Tepat Untuk Menikah

menikah merupakan perihal sakral yang dicoba pendamping kala silih menyayangi. banyak rumor yang berkata kalau umur muda menggambarkan umur tersadu buat menikah, baik dilihat dari sisi psikologis ataupun kesehatan.

tetapi, tidak terdapat patokan tentu kapan umur sempurna seorang buat menikah. bila dirasa sudah mempunyai keahlian dan juga kematangan, tidak terdapat salahnya buat menyegerakan menikah.

bahwa dikala ini umur kalian 20 - 25 tahun dan juga terasa masih sangat muda buat menikah, hendaknya memikirkan sebab mengapa kalian wajib lekas menikah.

1. lebih terpelihara dari dosa

fitnah dunia dikala ini sudah menggapai sesi mengkhawatirkan, spesialnya fitnah terhadap lawan tipe. buat itu dengan menikah di umur muda insya - allah dapat melindungi kita dari fitnah khalwat dengan lawan tipe yang bukan mahram.

2. gampang menyesuaikan diri dengan pasangan

pengantin muda mempunyai perilaku toleransi yang besar terhadap pendampingnya dan juga lebih gampang menyesuaikan diri dengan area baru.

3. belajar kedewasaan

kala dini menikah tentu kita tidak langsung jadi individu yang matang dan juga berusia. dengan menikah di umur muda kita dapat mengasah kedewasaan kita, karna kita sudah mempunyai tanggung jawab baik bagaikan suami maupun istri. kita dapat belajar jadi berusia berbarengan pendamping kita, bukankah perihal tersebut amat mengasyikkan?
nikah muda

www. aliexpress. com

4. emosi lebih terkontrol

menikah di umur muda teruji lebih kilat mendewasakan pendamping tersebut, sampai - sampai emosinya dapat lebih terkendali. perihal tersebut dipengaruhi oleh ketenangan yang muncul sejalan dengan terdapatnya pasangan hidup.

5. dapat mengejar mimpi berbarengan pasangan

bila kalian mempunyai mimpi, kalian dapat menemukan sokongan penuh dari pasanganmu, sampai - sampai kalian hendak lebih antusias mencapai mimpi tersebut.

7. aspek reproduksi

kesempatan mendapatkan generasi lebih besar, karna rentang umur 20 - 25 menggambarkan umur dimana masa produktif perempuan lagi dalam sesi optimal.

nah, untuk kalian yang sudah siap berumah tangga, persiapkan dengan baik supaya dimudahkan prosesnya, dan juga jangan kurang ingat banyak berdoa supaya diberi yang tersadu.




(sumber: satujam.com)

Rabu, 25 Mei 2016

Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Yang Jomblo Ayo Merapat!

indahnya menikah tanpa pacaran, kala kembali kali kami mengantarkan perihal ini, terlebih lagi menuliskan novel tentang ini tidak sedikit di antara para anak muda, anak muda terlebih yang masih “jomblo” mengancam, bermacam - macam persoalan dan juga statment timbul sebagian antara lain serupa berikut :

“mungkinkah menikah tanpa pacaran di era saat ini? ”

“bagaimana ingin tahu seluruh watak calon pendamping kita bila tidak pacaran? ”

“akankah menikah tanpa pacaran hendak senang? ”

“bagaimana bila kita tidak menyayangi orang yang kita nikahi? ”

“menikah tanpa pacaran? , kayaknya sulit deh”

“menikah tanpa pacaran? , gimana triknya? ”

“memang mengapa gak boleh pacaran? ”

“apakah terdapat permasalahan dengan pacaran? ”

dan bermacam - macam lagi statment dan juga persoalan seragam yang intinya merupakan ragu, tidak yakin dan juga terasa mustahil dengan konsep indahnya menikah tanpa pacaran. untuk kamu yang bisa jadi pula terasa bimbang tentang perihal ini, in syaa allah pada tulisan kali ini kita hendak mengupas menikah tanpa pacaran.

mengapa tidak boleh pacaran?

benar tidak seluruh pacaran berujung pada perzinaan, tetapi seluruh perzinaan berawal dari pacaran (kecuali pelacuran) , jadi dapat kita simpulkan bahwa pacaran merupakan gerbang utamanya zina, melaksanakan kegiatan pacaran merupakan satu langkah mengarah kepada perzinaan, di awali dengan zina - zina kecil serupa zina hati kala mengingat pacar melebihi kita mengingat alla, zina mata kala berte. mu dan juga pandangan - pandangan yang menggetarkan hati dan syahwat, zina raga serupa tangan kala silih pegangan, kala berpelukan hingga dengan aktivitas - aktivitas zina yang lain sampai zina yang amat besar dan juga amat allah murkai.

“dan janganlah kamu mendekati zina; sebetulnya zina itu merupakan sesuatu perbuatan yang keji. dan juga sesuatu jalur yang kurang baik. ” (al - israa’: 32)

seluruhnya berawal dari hati, awal mulanya benar sekadar ketemu dan juga ngobrol biasa, sinambung berupaya silih pegang, benar tidak dirasa , tidak disangka tetapi ya begitulah syetan menggoda sampai kesimpulannya tergadailah kehormatan, yang tersisa cuma penyesalan.

ini dalah dasar utama mengapa pacaran tidak dibolehkan dalam islam karna isinya dari ilir hingga ke hulu maksiat, letih hati, letih benak dan juga berujung kekecewaan baik itu kala tergadai harga diri ataupun diputus dan juga ditinggal ataupun bisa jadi dikhianati cintanya, ya, intinya sama, bersama kecewa. sedangkan sekecil - kecilnya maksiat pacaran merupakan zina hati, mustahil kerasanya bila orang yang pacaran dapat terbebas dari zina yang satu ini, karna pacaranpun diawali karna keterpautan hati.

menikah tanpa pacaran? mungkinkah?

jawabannya merupakan amat bisa jadi sekali, terlebih lagi hendak jauh lebih indah, indah karna karena mengawali suatu jalinan rumah tangga dengan jalur yang allah dan juga rasulnya ridhoi, menikah tanpa pacaran benar tidak hendak menjamin pernikahanmu senang, sukses, langgeng, tidak sama - sekali. hendak namun dengan menikah tanpa pacaran kamu telah mengawali suatu perkawinan dengan trik yang allah ridhoi, bila diawali dengan jalur kebaikan in syaa allah akhirnyapun hendak baik. hendak namun sehabis menikah tanpa pacaran perkawinan hendak berjalan plong damai, tidak pastinya, karna menempuh rumah tangga, perlu ilmu lagi, perlu bekal hingga belajarlah buat menghadapinya.

kasus yang timbul kala mau menikah tanpa pacaran merupakan gimana kenali pendamping, tentu dengan menikah tanpa pacaran kita tidak dapat mengidentifikasi seluruh watak calon pendamping kita, lha emang dengan nikah melalui pacaran dapat tahu seluruh watak calon pendamping? , tidak harus pula kan?. nah ini yang butuh kita luruskan lagi, seluruh orang berkomentar bahwa menikah kita mesti tahu seluruh tentang calon pendamping kita, kami katakan ini tidak hendak dapat maksudnya mustahil, karna kenali pendamping itu merupakan proses yang panjang dan juga sejatinya proses kenali calon pendamping itu merupakan sehabis akad perkawinan, sehabis hidup berbarengan, seperti itu sejatinya proses pengenalan.

kemudian dini menikah gimana? , dini menikah tidak butuh kamu tau seluruh watak dan juga karakternya karna itupun mustahil dicoba, tetapi cukup tahu sebagaimana rasulullah mengarahkan kita :

“wanita lazimnya dinikahi karna 4 perihal: karna hartanya, karna perannya, karna parasnya dan juga karna agamanya. hingga hendaklah kalian seleksi perempuan yang bagus agamanya (keislamannya). bahwa tidak demikian, tentu kalian hendak merugi. ” (hr. bukhari - muslim)

iya begitulah rasulullah mengarahkan pada kita, dalam menikah kita cukup mengenali hartanya, perannya, parasnya dan juga karna agamanya. tetapi disini rasulullah menekankan supaya menikah karna agamanya. jadi perihal berarti dan juga utama yang butuh kita tahu merupakan agama calon pendamping kita, ketaatannya pada allah dan juga rasulnya, akhlaknya. kala kita sudah menikah dengan yang mempunyai keimanan dan juga ketakwaan hingga yakinlah orang yang menikah karna takwa pada allah tentu ia hendak melayani pendampingnya bagaikan wujud dari ketakwaannya melangsungkan perintah allah, ia menyayangi pendampingnya semata mengharap ridho allah. menerima kelebihan pendampingnya dan memenuhi ketiadaan pendampingnya, bersyukur atas seluruh kesempurnaannya dan juga bersabar menerima perihal yang belum sempurna, seperti itu sejatinya perkawinan silih menyempurnakan bukan silih menuntut kesempurnaan. yang mana perihal ini tentu cuma hendak dicapai dengan baiknya iman dan indahnya takwa pada allah swt.



(sumber : elmina-id.com)

Jumat, 20 Mei 2016

Menikah Itu Berjuang Berdua, Tidak Hanya Romantisme Semata

menikah benar jadi impian banyak orang. saat sebelum menikah, kemapanan benar jadi perihal yang diperhitungkan. normal apabila terdapat pemikiran demikian. karna terdapat banyak perihal yang butuh dipertimbangkan, dari mulai resepsi, rumah, kendaraan, pemasukan bulanan, hingga asuransi tarbiyah buat anak - anakmu nanti. tidak terdapat yang salah dengan itu.

tetapi kemapanan tidak berarti kalian dan juga pendamping dapat langsung hidup bergelimpangan harta sehabis menikah. layak buat kalian ketahui bahwa membangun biduk rumah tangga pula soal perjuangan berbarengan. karna di situlah, kalian dan juga pasanganmu nanti belajar buat silih memantapkan. lalui susah - senangnya berbarengan dan juga nikmati manis - getirnya berdua.

1. diawali dari nyicil kpr berdua. nanti cerita berhemat demi nyicil rumah ini jadi nostalgia manis dan juga dapat kalian ceritakan ke anak - cucumu nanti.

memiliki rumah seorang diri tentu impian banyak pendamping muda. tidak terkecuali kalian. kalian yang bergerak ke arah pelaminan. terlebih lagi kalian yang jomblo pula tentu gambaran berkhayal bahwa menikah nanti tentu mau memiliki rumah seorang diri. bila perkaranya kalian dan juga calon pendamping mentok di dana buat membeli rumah, hingga jalur keluarnya merupakan dengan bekerja sama bahu - membahu menyicil kpr. buat urusan yang satu tentu memerlukan banyak pengorbanan. kalian dan juga pendamping yang dikala pacaran giat hang out masing - masing malam mingguan, sehabis menikah tentu wajib pikir - pikir dahulu. tetapi berduaan di rumah cicilan dengan bertemankan nasi goreng bikinan pendamping, bukankah perihal yang romantis?

2. kemauan buat memiliki mobil tertunda karna wajib nyicil rumah. toh masih terdapat motor yang setia menemani kamu melangkah.

demi memiliki rumah impian, sedangkan budget ngepas, hingga kemauan buat memiliki mobil pula wajib tertunda. walhasil kalian dan juga pendamping kemana - mana naik motor. naik motor walaupun kadangkala kehujanan, tetapi itu pula moment yang dapat kalian kenang. di tengah pendamping lain yang masih mampu suntikan dana dari orangtua, kalian dan juga pendamping malah memilah buat menikmati perjuangan berdua.

3. ataupun romantisan di angkutan universal berdua. kembali kerja janjian ketemuan di terminal. tidak apa - apa, dinikmati saja..

tidak tidak sering kalian dan juga pendamping memilah buat naik angkutan universal aja. terminal jadi tempatmu dan juga pendamping berjumpa di penghujung hari. rutinitas kerja yang penat lama - lama lenyap, bersamaan serunya kalian dan juga pendamping bertukar cerita. orang bilang itu miris, tetapi bagimu itu gambaran kebahagiaan. karna kalian bersyukur dapat melewati ini dengan orang yang pas.

4. terlebih lagi sebutan yang dangdut banget, sepiring berdua jadi moment indah yang tentu hendak terus terkenang.

sebutan sepiring berdua yang dahulu kerap kalian dengar, saat ini benar kalian dan juga pendamping rasakan. alih - alih terasa malu omongan orang, kalian dan juga pendamping cuek aja. toh anggap aja dunia kepunyaan kamu berdua. moment miris tetapi romantis ini pula hendak senantiasa terkenang.

5. tidak selamanya kasus financial jadi musibah. momen ini malah jadi peluang kalian dan juga ia buat silih memantapkan.

mengarungi biduk rumah tangga tidak semudah naik sepeda bebek di halaman intermezo. sering - kali banyak cobaan yang wajib kalian dan juga pendamping lalui. kesusahan finansial yang sedikit berat semisal. dikala seperti itu malah ajang bagimu dan juga pendamping buat silih memantapkan. silih berbagi tangis dan juga dekapan. dan juga yakin hendak terdapatnya pelangi sehabis hujan.

6. ini bukan cerita utopia, karna pada realitasnya banyak pendamping hebat yang terlebih dulu mencecap getirnya berumah tangga. pendamping ini buktinya.

kalian tentu ketahui dong gambaran cerita cinta ridwan kamil, wali kota bandung, dengan si istri, atalia praratya. kang emil menikah di umur yang terbilang muda buat umur laki - laki, ialah 25 tahun dan juga si istri 23 tahun. menikah di dikala keadaan ekonomi yang belum begitu mapan jadi tantangan tertentu. dipecat dan juga kerja serabutan demi menafkahi keluarga di negara orang sudah sempat kang emil alamiah. terlebih lagi si istri wajib melahirkan anak kesatu mereka di suatu rumah sakit free, spesial buat masyarakat yang kurang sanggup.

kang emil dan juga istrinya saat ini dapat meyakinkan kalau lewat manis - getirnya berumah tangga itu dapat jadi ajang buat silih memantapkan kok.

menikah di dikala kalian dan juga calon pendamping sudah mapan, tentu impian seluruh orang. tetapi, kala takdir mengharuskanmu dan juga ia buat berjuang berbarengan, lalu apa yang kalian takutkan? bahwa nyatanya ia benar orang yang pas, dengannya perihnya hidup dapat diganti jadi anugerah…



(sumber: cerminan.com)

Selasa, 17 Mei 2016

Mengapa Setelah Menikah, Orang Lain Terlihat Lebih Menarik daripada Pasangan Hidup Sendiri

Sebelum menikah, rasanya calon pasangan hidup kita yaitu makhluk terbaik yang Allah ciptakan di muka bumi ini, dia yaitu manusia sempurna di mata kita serta tidak ada yang bisa menandingi. Tetapi sesudah lamaran, mulai banyak terlihat pemuda/pemudi yang lain yang setara dengan dia, bahkan juga hati terasa ragu dan selalu terdengar bertalu-talu ; benarkah ia jodohku?

Sesudah menikahinya, woow… mendadak saja banyak yang tampak lebih menarik daripada pasangan hidup kita. Serta sesudah menikah satu tahun lebih, rasa-rasanya kok yaa semua orang lebih baik serta menarik dari pada pasangan hidup sendiri?!

Dimana letak kesalahannya? Apakah pasangan hidup kita sudah menyembunyikan borok dan keburukannya sebelum menikah? Sehingga waktu kita mengetahuinya kita merasa ilfil? Atau mungkin pasangan hidup kita kurang menjaga penampilan sesudah menikah sehingga rasa cinta kita memudar padanya?

Sahabat , jawaban sebenarnya ada pada hadits Rasulullah sebagai berikut :

“Andaikan anak Adam itu memiliki lembah penuh berisi emas, tentu ia menginginkan lembah kedua! Dan tidak ada yang dapat
memenuhi mulutnya kecuali dengan tanah. Dan Allah akan menerima taubat siapa yang ingin bertaubat! ” (Shahih Muslim, no. 1738)

Dari hadits tersebut kita akan tahu kalau kekeliruan sesungguhnya begitu mungkin bukan bersumber dari pasangan hidup kita, melainkan dari ketamakan serta kerakusan diri kita sendiri.
Bercerai dengan suami karena ia terlihat hitam dan kulitnya kasar? Coba menikah dengan pria lain, bisa jadi jadi memperoleh suami dengan kulit putih dan halus, tapi ternyata pemalas serta tidak ingin menafkahi keluarga! Aiih…

Bila seseorang pria menikahi semua wanita cantik di seluruh Jawa, sudahkah naf*sunya t3rpu@si? Belum pasti! Mungkin saja dia masihlah menginginkan menikahi wanita tercantik di Pulau Sumatera!

Yaaa… begitulah tabiat manusia, senantiasa merasa tidak cukup! Jadi, penting untuk kita untuk belajar bersikap qonaah, terasa cukup dengan apa yang Allah berikan untuk kita.

Sahabat sekarang… bisakah kita melihat kalau pasangan hidup kita saat ini yaitu yang terbaik untuk diri kita? Dengan semua kelebihan dan setumpuk kekurangannya, Allah menyebar banyak hikmah dalam pertemuan serta bersatunya kita dengannya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui serta kita tidak mengetahui.





(Sumber: kabarkabari69.com)

Jumat, 13 Mei 2016

Menikah Cuma Habis Rp 2 juta, Alasan Pasangan Ini Bikin Terenyuh

Ketulusan cinta seorang memang tidak bisa diukur dengan materi. Pelaminan yang megah dan gaun yang cantik, serta pesta pernikahan yang mewah tidak bisa menjadi alat ukur ketulusan dan kesetiaan cinta seseorang.

Sebab memang banyak pasangan pengantin tulus saling mencintai, meski pun pesta pernikahan mereka sederhana dan minim biaya. Selain faktor ketidaktersediaan, beberapa pasangan memang memilih mengadakan pesta menghalalkan satu sama lain itu dengan sederhana.

Kejadian seperti ini dilakukan oleh sepasang kekasih Muhammad Fadhil Isa dan Siti Norazlin Salim. Kedua mempelai yang saling mencintai ini melangsungkan pernikahannya dengan sangat sederhana.

Tanpa pelaminan mewah dan pesta yang meriah, kedua pasangan ini hanya melangsungkan akad nikahnya di masjid. Bahkan keluarga dan kerabat dekat yang hadir menyantap makan siang di sebuah warung makan sederhana.

Kedua mempelai ini menuturkan bahwa keduanya hanya menghabiskan sekitar Rp 2 juta untuk hari istimewanya tersebut. Uang Rp 300 ribu digunakan untuk mahar pernikahan, Rp 700 ribu untuk penghulu dan Rp 1 juta untuk makan bersama seluruh peserta yang hadir di rumah makan.

Fadhil mengaku memilih pesta pernikahan yang sederhana pada Oktober tahun lalu, bukan karena ia tak memiliki cukup uang, melainkan karena keduanya percaya bahwa keberkahan pengantin tidak terletak pada seberapa meriah pesta pernikahannya, sehingga keduanya memutuskan memanfaatkan uang simpanan sebagai bekal rumah tangga.

Pasangan pengantin asal Negeri Jiran ini bahkan menuturkan bahwa ia bisa saja mengadakan pesta yang meriah, namun ia merasa itu bukan inti dari pernikahannya.

Setelah setahun lamanya, Fadhil kembali menceritakan kisah pernikahannya tersebut pada Jumat (1/4) lalu. Ia hanya ingin berbagi kesederhanaan momen pernikahannya, melihat maraknya pemberitaan adanya pasangan pengantin yang gagal menikah hanya karena uang mahar yang kurang.

"Betul saya kawin dengan murah? Iya memang. Pernikahan kami berlangsung dengan biaya tak lebih dari 2 juta. Bahkan beberapa rekan saya yang menjadi fotografer dan panitia pembantu pengantin kami belikan nasi box KFC," ujar Fadhil sembari mengunggah foto pernikahannya setahun silam.



(sumber: brilio.net)

Rabu, 11 Mei 2016

Hukum Wanita Memberitau Laki-laki yang Dicintainya untuk Segera Menikahinya

PERTANYAAN :

Assalamu'alykum wr wb. Mau tanya bolehkah seorg perempuan memberi tahu kpd seorang laki2 bahwasanya perempuan itu mencntainya....??

JAWABAN :

Wa alaykumussalaam... Tidak apa apa mba, bahkan sunnah jika yang mau dilamar oleh mba adalah laki laki soleh .
Seperti kisah seorang perempuan yang melamar rasulullah.
Tapi yang pasti bukan untuk pacaran . Tapi untuk menikah .

ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻣﺮﺣﻮﻡ ﻗﺎﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﺛﺎﺑﺘﺎ اﻟﺒﻨﺎﻧﻲ ﻗﺎﻝ: ﻛﻨﺖ ﻋﻨﺪ ﺃﻧﺲ ﻭﻋﻨﺪﻩ اﺑﻨﺔ ﻟﻪ، ﻗﺎﻝ ﺃﻧﺲ: ﺟﺎءﺕ اﻣﺮﺃﺓ ﺇﻟﻰ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﺗﻌﺮﺽ ﻋﻠﻴﻪ ﻧﻔﺴﻬﺎ، ﻗﺎﻟﺖ: ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ! ﺃﻟﻚ ﺑﻲ ﺣﺎﺟﺔ؟ ﻓﻘﺎﻟﺖ ﺑﻨﺖ ﺃﻧﺲ: ﻣﺎ ﺃﻗﻞ ﺣﻴﺎءﻫﺎ، ﻭاﺳﻮﺃﺗﺎﻩ ﻭاﺳﻮﺃﺗﺎﻩ. ﻗﺎﻝ: ﻫﻲ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻚ، ﺭﻏﺒﺖ ﻓﻲ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻌﺮﺿﺖ ﻋﻠﻴﻪ ﻧﻔﺴﻬﺎ.رواه البخاري ٥١٢٠.

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Marhum bin Abdul Aziz bin Mihran, ia berkata;
Aku mendengar Tsabit Al Bunani berkata; Aku pernah berada di tempat Anas, sedang ia memiliki anak wanita. Anas berkata, ""Ada seorang wanita datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu menghibahkan dirinya kepada beliau.

Wanita itu berkata, 'Wahai Rasulullah, adakah Anda berhasrat padaku? lalu anak wanita Anas pun berkomentar,Alangkah sedikitnya rasa malunya,Anas berkata, ""Wanita lebih baik daripada kamu, sebab ia suka pada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, hingga ia menghibahkan dirinya pada beliau.

شرح البخاري للابن بطال ج ٧ ص ٢٢٧.

ﻗﺎﻝ اﻟﻤﻬﻠﺐ: ﻓﻴﻪ ﺟﻮاﺯ ﻋﺮﺽ اﻟﻤﺮﺃﺓ ﻧﻔﺴﻬﺎ ﻋﻠﻰ اﻟﺮﺟﻞ اﻟﺼﺎﻟﺢ ﻭﺗﻌﺮﻳﻔﻪ ﺑﺮﻏﺒﺘﻬﺎ ﻓﻴﻪ ﻟﺼﻼﺣﻪ ﻭﻓﻀﻠﻪ، ﻭﻟﻌﻠﻤﻪﻭﺷﺮﻓﻪ، ﺃﻭ ﻟﺨﺼﻠﺔ ﻣﻦ ﺧﺼﺎﻝ اﻟﺪﻳﻦ.

عمدة القارى ج ٢٠ ص ١١٣.

ﺑﺎﺏ ﻋﺮﺽ اﻟﻤﺮﺃﺓ ﻧﻔﺴﻬﺎ ﻋﻠﻰ اﻟﺮﺟﻞ اﻟﺼﺎﻟﺢ)

ﺃﻱ: ﻫﺬا ﺑﺎﺏ ﻓﻲ ﺑﻴﺎﻥ ﺟﻮاﺯ ﻋﺮﺽ اﻟﻤﺮﺃﺓ ﻧﻔﺴﻬﺎ ﻋﻠﻰ اﻟﺮﺟﻞ اﻟﺼﺎﻟﺢ ﺭﻏﺒﺔ ﻟﺼﻼﺣﻪ، ﻗﻴﻞ: ﻟﻤﺎ ﻋﻠﻢ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ اﻟﺨﺼﻮﺻﻴﺔ ﻓﻲ ﻗﺼﺔ اﻟﻮاﻫﺒﺔ ﻧﻔﺴﻬﺎ ﻟﻠﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ اﺳﺘﻨﺒﻂ ﻣﻦ اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻣﺎ ﻻ ﺧﺼﻮﺻﻴﺔ ﻓﻴﻪ، ﻭﻫﻮ ﺟﻮاﺯ ﻋﺮﺽ اﻟﻤﺮﺃﺓ ﻧﻔﺴﻬﺎ ﻟﻠﺮﺟﻞ اﻟﺼﺎﻟﺢ.

PENAWARAN DIRI SEORANG WANITA PADA PRIA IDAMAN

ب - عَرْضُ الْمَرْأَةِ نَفْسَهَا عَلَى الرَّجُل الصَّالِحِ . 3 - يَجُوزُ عَرْضُ الْمَرْأَةِ نَفْسَهَا عَلَى الرَّجُل وَتَعْرِيفُهُ رَغْبَتَهَا فِيهِ ، لِصَلاَحِهِ وَفَضْلِهِ أَوْ لِعِلْمِهِ وَشَرَفِهِ أَوْ لِخَصْلَةٍ مِنْ خِصَال الدِّينِ ، وَلاَ غَضَاضَةَ عَلَيْهَا فِي ذَلِكَ ، بَل ذَلِكَ يَدُل عَلَى فَضْلِهَا

Boleh hukumnya wanita menawarkan dirinya atau memberitahukan perasaan cintanya pada seorang pria karena mendamba keshalihannya, keutamaannya, keilmuannya, kemuliaannya atau apapun yang berkaitan dengan keagamaan..

Yang demikian tidaklah merendahkan martabat seorang wanita namun justru menunjukkan keutamaannya (karena dia mementingkan sisi agama).Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah 30/50




(Sumber : piss-ktb.com)

Selasa, 10 Mei 2016

Menikah, Cowok Ini Malu-malu Pegang Tangan Istri Cantik Pertama Kali

Pernikahan memang sejatinya adalah menyatukan dua insan dalam sebuah ikatan rumah tangga. Biasanya orang yang menikah sebelumnya sudah kenal dan pacaran cukup lama. Atau kalaupun dijodohkan paling tidak sudah saling mengenal dan tatap wajah.

Namun pasangan asal Malaysia ini berbeda dengan lainnya. Mempelai lelaki terlihat malu-malu saat disuruh memegang tangan istrinya untuk pertama kalinya. Berulang kali si lelaki menundukkan kepalanya dengan wajah memerah. Sementara sang mempelai wanita juga tersenyum malu sambil menunduk.

Foto ini kemudian menjadi viral di setelah salah seorang netizen mengunggahnya di akun sosial. Banyak orang memuji tindakan lelaki yang malu-malu karena zaman sekarang susah mencari lelaki yang alim seperti itu. Foto ini dibagikan hampir 14 ribu kali dan mendapat like 8 ribu.

Mau tahu foto-fotonya, simak deh di bawah ini, dijamin bikin hati ikutan deg-degan:




(sumber: cerminan.com)

Minggu, 01 Mei 2016

Percayalah Bahwa Allah Telah Berjanji Menambah Rezeki Bagi Orang Yang Menikah

Satu tujuan yang menjadi mimpi setiap orang adalah bersanding di pelaminan dengan pasangan idaman. Apalagi jika jumlah umur sudah semakin banyak, rasanya ada harap-harap cemas terus menggelayut dikepala setiap malam. Namun tak bisa dipungkiri, bahwa selalu ada beberapa masalah krusial yang seringkali menerpa sebagian orang untuk menyegerakan berlayar dalam bahtera rumah tangga. salah satunya adalah masalah dompet. Ya! Keuangan.

Masalah keuangan adalah salah satu faktor yang membuat banyak orang merasa takut membina rumah tangga dengan pasangan yang telah mereka agung-agungkan. Membiayai diri sendiri saja sudah jungkir balik apalagi membiayai anak dan istri? Jangan panik dulu tapi. Perkara rezeki sudah diatur oleh Allah. Tinggal bagaimana cara kita menjemputnya.

Allah Azza wa Jalla berfirman:
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengayakan mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” Q.S An-Nur:32)

Ayat tersebut telah jelas menyatakan bahwa dengan menikah maka Allah akan membantu memberikan rezeki untuk anak dan istri. Percayalah bahwa perkara rezeki adalah hal yang sangat mudah bagi Allah. Menghidupkan orang mati saja Allah bisa, apalagi hanya memunculkan rezeki dari arah yang tak pernah sekalipun kita duga.

Jadi jangan pernah takut tak bisa mencukupi anak dan istri kelak. Istri dan anak mempunyai rezeki masing-masing, dan jika dikumpulkan maka akan menyatu dengan rezeki suami. Kita hanya perlu berdoa, percaya dan lakukan ikhtiar semampu kita bisa. Ingat, bahwa Allah tak akan pernah merubah nasib suatu kaum, sebelum kaum tersebut berusaha untuk mengubahnya.



(sumber: dailymoslem.com)

8 Keberkahan Yang Bisa Kamu Dapatkan Ketika Menikah Dengan Perempuan Yang Lebih Tua

Menikah Beda Usia (Usia Perempuan Lebih tua 5 Tahun)

Assalamualaikum wr db.
saya pria berusia 29 tahun, dan mempunyai kenalan seorang wanita yang usianya(34thn) jauh diatas saya (5 Thn), kami mempunyai niat utk menikah, bagaimana hukumnya jika menikah dengan wanita yang lebih tua dari kita, dan apakah pernikahan usia yg berbeda akan rentan dengan perceraian ? terima kasih.

Jawaban:

Wa ‘alaikumus salam

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Pernikahan, usia istri lebih tua dari pada suami, memang terhitung jarang. Karena umumnnya, lelaki lebih tua dibandingkan wanita.

Meskipun demikian, hal ini sah-sah saja dalam islam. Karena di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada banyak pernikahan, dimana usia istri lebih tua dibandingkan suami. Bahkan yang menjalani hal ini adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri.

Menurut keterangan mayoritas ahli sejarah, usia Khadijah ketika menikah dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sekitar 40 tahun. Ada juga yang mengatakan 45 tahun. Sementara menurut riwayat al-Baihaqi dan al-Hakim, usia Khadijah 35 tahun. Sementara Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berusia sekitar 25 tahun.

Al-Hafidz Ibnu Katsir menukil keterangan az-Zuhri,

قال الزهري: وكان عمر رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم تزوج خديجة إحدى وعشرين سنة، وقيل خمسا وعشرين سنة، زمان بنيت الكعبة، وقال الواقدي وزاد: ولها خمس وأربعون سنة

Az-Zuhri mengatakan, “Usia Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menikah dengan Khadijah adalah 21 tahun. Ada juga yang mengatakan 25 tahun. Di zaman pembangunan ulang Ka’bah. Sementara kata al-Waqidi, ada tambahan, “Usia Khadijah 45 tahun.” (as-Sirah an-Nabawiyah, Ibnu Katsir, 4/581).

Setelah Khadijah Radhiyallahu ‘anha meninggal, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Saudah bintu Zam’ah. Beliau Usia Saudah?

Beliau janda yang sudah tua. Saudah dinikahi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di usia sekitar 66 th.

Muhammad Abu Zahrah dalam kitabnya Khatam an-Nabiyin mengatakan,

تزوج النبي صلى الله تعالى عليه وسلم من بعدها قبل الهجرة سودة بنت زمعة، وكانت نحو سن خديجة، أي في ست وستين من عمرها

Setelah meninggalnya Khadijah, sebelum Hijrah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Saudah bintu Zam’ah. Usianya seperti Khadijah, kurang lebih 66 tahun. (Khatam an-Nabiyin, 3/1097)

Demikian pula yang terjadi pada sebagian sahabat. Diantaranya Zaid bin Haritsah Radhiyallahu ‘anhu. Beliau adalah mantan budak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Usia beliau 10 tahun lebih muda dari pada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Zaid bin Haritsah dinikahkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Ummu Aiman.

Siapa Ummu Aiman?

Beliau adalah mantan budak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam warisan dari ayahnya, Abdullah. Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih kecil, Ummu Aiman sempat mengasuh beliau. Hingga setelah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dewasa, beliau memanggilnya, Ummi (ibuku).

Zaid menikah dengan Ummu Aiman di waktu ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapatkan wahyu dan diangkat jadi nabi. Itu berarti usia Zaid sekitar 30 tahun.

Berapa usia Ummu Aiman?

Dalam Fatwa Syabakah Islamiyah pernah dibahas usia Zaid dengan Ummu Aiman. Kesimpulan yang disampaikan,

ولم نطلع على من ذكر تاريخ ولادتها، ولا كم تكبر زيداً، ولا كم عاشت، ولكن فارق السن بينها وبين زيد فارق كبير، فقد كانت حاضنة رسول الله صلى الله عليه وسلم، وزيد أصغر من رسول الله صلى الله عليه وسلم بعشر سنوات

Kami tidak mengetahui orang yang menyebutkan tahun kelahiran Ummu Aiman, tidak juga kami jumpai berapa selisih usia beliau dengan Zaid. Namun yang jelas, ada selisih jauh antara usia Ummu Aiman dengan usia Zaid. Ummu Aiman mengsuh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sementara Zaid 10 tahun lebih muda dibandingkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Fatwa Syabakah Islamiyah, no. 19436)
Masalah Rentan Perceraian

Masalah rentan perceraian, sebenarnya ini kembali kepada sikap. Memang umumnya lelaki diharapkan jauh lebih dewasa dari pada wanita. Karena dia yang akan menjadi kepala keluarga. Sehingga dengan posisi usia yang lebih tua, diharapkan dia bisa lebih dewasa dari pada istrinya.

Meskipun dalam banyak kasus, usia tidak menjamin.

Kita mengakui, Rumah tangga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Khadijah adalah rumah tangga sangat bahagia. Meskipun Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam jauh lebih muda dari pada Khadijah.

Jangan pernah lepa untuk belajar segala persiapan nikah. Karena ilmu menjadi modal utama semua pelaku rumah tangga. Anda bisa pelajari ini: Amalan Menjelang Pernikahan

Demikian, allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)



(sumber: Konsultasisyariah.com)

Jumat, 29 April 2016

Kisah Menyentuh Wanita Yang Telat Menikah Karena Karir

Semua wanita ingin menikah, tetapi kapan waktunya, siapa yang tahu? Menikah adalah keputusan yang serius, tidak dapat diputuskan hanya dalam waktu semalam. Karena itu, diperlukan kesiapan di dalamnya.

Beberapa orang merencanakan bahwa dia akan menikah di usia muda (sekitar 18 – 23 tahun). Sebagian lagi, merencanakan menikah di usia yang matang atau saat kehidupan ekonominya telah mapan. Ada berbagai pertimbangan untuk mengambil kapan waktu pernikahan terbaik.




Berikut, ada kisah dan pengalaman seorang wanita yang memilih untuk menunda menikah dan lebih memilih karir dibandingkan menikah yang dibagikan lewat akun Facebook Cirebon Tanpa Pacaran.



Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus. Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.



Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun.



Ketika itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah. Pada suatu hari datang seorang pemuda meminangku. Usianya lebih tua dariku 2 tahun. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ikhlas menerima dirinya apa adanya.



Kami mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta kepadaku photo copy KTP untuk pengurusan surat-surat pernikahan. Aku segera menyerahkan itu kepadanya.



Setelah berlalu dua hari ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.

Aku segera menemuinya. Tiba-tiba ia mengeluarkan photo copyan KTPku. Dia bertanya kepadaku apakah tanggal lahirku yang ada di KTP itu benar?




Aku menjawab: Benar.
Lalu ia berkata: Jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?!
Aku menjawab: Usiaku sekarang tepatnya 34 tahun.
Ibunya berkata lagi: Iya, sama saja.
Usiamu sudah lewat 30 tahun.
Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis.
Sementara aku ingin sekali menimang cucu.



Dia tidak mau diam sampai ia mengakhiri proses pinangan antara diriku dengan anaknya.



Masa-masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umrah bersama ayahku, supaya aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku di Baitullah.



Akupun pergi ke Mekah. Aku duduk menangis, berlutut di depan Ka’bah. Aku memohon kepada Allah supaya diberi jalan terbaik.



Setelah selesai shalat, aku melihat seorang perempuan membaca al Qur’an dengan suara yang sangat merdu. Aku mendengarnya lagi mengulang-ulang ayat:



“Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar”. (An Nisa’: 113)



Air mataku menetes dengan derasnya mendengar lantunan ayat itu.

Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya. Dan ia mulai mengulang-ulang firman Allah:




“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (Adh Dhuha: 5)



Demi Allah, seolah-olah aku baru kali itu mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang.



Setelah seluruh ritual umrah selesai, aku kembali ke Cairo. Di pesawat aku duduk di sebelah kiri ayahku, sementara disebelah kanan beliau duduk seorang pemuda.



Sesampainya pesawat di bandara, akupun turun. Di ruang tunggu aku bertemu suami salah seorang temanku. Kami bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara?



Dia menjawab bahwa ia lagi menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi. Hanya beberapa saat, tiba-tiba temannya itu datang. Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayahku tadi.



Selanjutnya aku berlalu dengan ayahku…..



Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, lagi asik-asik istirahat, temanku yang suaminya tadi aku temui di bandara meneleponku. Langsung saja ia mengatakan bahwa teman suaminya yang tadi satu pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku. Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku tersebut malam itu juga. Alasannya, kebaikan itu perlu disegerakan.



Jantungku berdenyut sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini.

Lalu aku meminta pertimbangan ayahku terhadap tawaran suami temanku itu. Beliau menyemangatiku untuk mendatanginya. Boleh jadi dengan cara itu Allah memberiku jalan keluar.




Akhirnya…..aku pun datang berkunjung ke rumah temanku itu. Hanya beberapa hari setelah itu pemuda tadi sudah datang melamarku secara resmi.



Dan hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri. Jantungku betul-betul mendenyutkan harapan kebahagiaan.



Kehidupanku berkeluarga dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan. Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapanku. Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lembut, dermawan, punya akhlak yang subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.



Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku. Perasaanku mulai diliputi kecemasan. Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.



Aku minta kepada suamiku untuk membawaku memeriksakan diri kepada dokter ahli kandungan. Aku khawatir kalau-kalau aku tidak bisa hamil.



Kami pergi untuk periksa ke seorang dokter yang sudah terkenal dan berpengalaman. Dia minta kepadaku untuk cek darah.

Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikutnya, karena hasilnya sudah jelas. Langsung saja ia mengucapkan “Selamat, anda hamil!”




Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya. Barangkali karena aku hamil di usia yang sudah agak berumur.



Sepanjang kehamilanku, aku tidak punya keinginan mengetahui jenis kelamin anak yang aku kandung. Karena apapun yang dikaruniakan Allah kepadaku semua adalah nikmat dan karunia-Nya.



Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab: Itu karena kamu hamil di usia sudah sampai 36 tahun.



Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan. Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancar. Setelah aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan. Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Allah. Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu syukur.



Aku dikagetkan dengan pernyataannya:



“Jadi bagaimana pendapatmu kalau kamu memperoleh Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?



Aku tidak paham apa gerangan yang ia bicarakan. Dengan penuh penasaran aku bertanya apa yang ia maksudkan?

Lalu ia menjawab sambil menenangkan ku supaya jangan kaget dan histeris bahwa Allah telah mengaruniaku 3 orang anak sekaligus. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.




Seolah-olah Allah berkeinginan memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan ketuaan umurku.



Sebenarnya dokter itu tahu kalau aku mengandung anak kembar 3, tapi ia tidak ingin menyampaikan hal itu kepadaku supaya aku tidak merasa cemas menjalani masa-masa kehamilanku.

Lantas aku menangis sambil mengulang-ulang ayat Allah:

“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (Adh Dhuha: 5)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami…” (Ath Thur: 48)

Bacalah ayat ini penuh tadabbur dan penghayatan, terus berdoalah dengan hati penuh yakin bahwa Allah tidak pernah dan tidak akan pernah menelantarkanmu. Bila artikel ini ada manfaatnya silahkan di-share.



(sumber: yangunik.com)

Minggu, 17 April 2016

5 Hal yang Di Rasakan Orang Tua Ketika Anaknya Menikah

5 Hal yang Dirasakan Orang Tua Ketika anaknya Menikah


1. Merasa Kesepian

Hal yang pertama adalah mereka pasti akan merasa kesepian. Orang tua akan kehilangan sosok yang lucu hingga nyebelin yang biasanya menghiasi hidup mereka. Mereka akan rindu saat-saat dimana mereka memarahi kalian, saat-saat dimana membangunkan kalian, dll. Orang tua akan sendirian tiap hari di rumah sambil mengenang moment-moment bersama kalian. Bahkan mereka bisa sampai meneteskan air mata saat mengenang moment-moment itu.

2. Bahagia Meski Sedih

Yang kedua adalah mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghapus air mata dan tersenyum di depan kalian. Mereka bilang "Mamah/Bapak nggak papa kok" walaupun hati berkata "Nak Mamah/Bapak ingin bercerita .... ". Mereka tidak mau membuat kalian khawatir dengan perasaan mereka. Mereka akan berusaha tegar walaupun kenyataannya sedih.

3. Memaafkan Kesalahan Anaknya

Yang ketiga adalah mereka akan memaafkan segala kesalahanmu sekalian disaat kamu sudah menikah. Mereka akan melepas kalian dengan tanpa beban masalah agar kalian bisa menjalani keluarga dengan tenang. Mereka akan melupakan moment-moment pahit bersama kalian dan hanya akan mengingat moment-moment agar disaat ada reuni keluarga, mereka bisa mengatakan "Ingatkah dulu nak saat kamu tertawa??"

4. Merindukan Saat Bersama Anaknya

Disaat mereka sedang mengenang moment-moment indah di dalam rasa kesepian sambil tersenyum walau hati menangis, mereka akan perlahan-lahan mulai merindukan anaknya. Mereka akan tertawa sendiri disaat mengenang kalian disaat kalian masih kecil dan nakal dulu. Lalu mereka akan mengambil sebuah foto kalian di saat masih kecil lalu membandingkan dengan kalian sekarang yg sudah menjadi sepenuhnya dewasa. Lalu mereka akan menangis terharu sambil berkata "Jagoan Mamah/Bapak sudah gede".

5. Merindukan Saat Kumpul Bersama Keluarga

Yang terakhir, mereka akan merindukan disaat acara kumpul keluarga, keluarganya yg asli. Mereka akan merindukan disaat makan bersama walaupun dengan seadanya, lalu menonton tv bersama di malam hari dll. Mereka akan sangat merindukannya, lalu mereka akan melakukan hal yang dulu sering dilakukan disaat ada kalian, tpi sayangnya suasanya sangat berbeda, lalu mereka akan berkata "Coba aja masih ada kamu nak disini"



[Sumber: reportaseterkini.net]

Jumat, 15 April 2016

Menikah Itu Soal Berjuang Berdua. Tak Cukup Jika Hanya Romantisme Semata

 Menikah memang menjadi impian banyak orang. Sebelum menikah, kemapanan memang menjadi hal yang diperhitungkan. Wajar bila ada pemikiran demikian. Karena ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, dari mulai resepsi, rumah, kendaraan, penghasilan bulanan, sampai asuransi pendidikan untuk anak-anakmu kelak. Tidak ada yang salah dengan itu.


Tapi kemapanan tak berarti kamu dan pasangan bisa langsung hidup bergelimpangan harta setelah menikah. Layak untuk kamu tahu kalau membangun biduk rumah tangga juga soal perjuangan bersama. Karena di situlah, kamu dan pasanganmu kelak belajar untuk saling menguatkan. Lalui susah-senangnya bersama dan nikmati manis-getirnya berdua.

1. Dimulai dari nyicil KPR berdua. Kelak cerita berhemat demi nyicil rumah ini jadi nostalgia manis dan bisa kamu ceritakan ke anak-cucumu kelak.

Punya rumah sendiri tentu impian banyak pasangan muda. Tak terkecuali kamu. Kamu yang bergerak ke arah pelaminan. Bahkan kamu yang jomblo juga pasti berkhayal kalau menikah nanti pasti ingin punya rumah sendiri. Jika masalahnya kamu dan calon pasangan mentok di dana untuk membeli rumah, maka jalan keluarnya adalah dengan bekerja sama bahu-membahu menyicil KPR. Untuk urusan yang satu tentu membutuhkan banyak pengorbanan. Kamu dan pasangan yang saat pacaran rajin hang out tiap malam mingguan, setelah menikah tentu harus pikir-pikir dulu. Tapi berduaan di rumah cicilan dengan bertemankan nasi goreng bikinan pasangan, bukankah hal yang romantis?

2. Keinginan untuk punya mobil tertunda karena harus nyicil rumah. Toh masih ada motor yang setia menemani kalian melangkah.

Demi punya rumah impian, sementara budget ngepas, maka keinginan untuk punya mobil juga harus tertunda. Alhasil kamu dan pasangan kemana-mana naik motor. Naik motor walau kadang kehujanan, tapi itu juga moment yang bisa kamu kenang. Di tengah pasangan lain yang masih dapat suntikan dana dari orangtua, kamu dan pasangan justru memilih untuk menikmati perjuangan berdua.


3. Atau romantisan di angkutan umum berdua. Pulang kerja janjian ketemuan di halte. Nggak apa-apa, dinikmati aja..

Tak jarang kamu dan pasangan memilih untuk naik angkutan umum saja. Halte menjadi tempatmu dan pasangan bertemu di penghujung hari. Rutinitas kerja yang penat perlahan hilang, seiring serunya kamu dan pasangan bertukar kisah. Orang bilang itu miris, tapi bagimu itu kebahagiaan. Karena kamu bersyukur bisa melewati ini dengan orang yang tepat.

4. Bahkan istilah yang dangdut banget, sepiring berdua jadi moment indah yang pasti bakal terus terkenang.

Istilah sepiring berdua yang dulu sering kamu dengar, kini benar kamu dan pasangan rasakan. Alih-alih merasa malu omongan orang, kamu dan pasangan cuek saja. Toh anggap saja dunia milik kalian berdua. Moment miris tapi romantis ini juga akan selalu terkenang.

5. Tak selamanya permasalahan financial jadi bencana. Momen ini justru jadi kesempatan kamu dan dia untuk saling menguatkan.

Mengarungi biduk rumah tangga tidak semudah naik sepeda bebek di taman hiburan. Terkadang banyak cobaan yang harus kamu dan pasangan lalui. Kesulitan finansial yang sedikit berat misalnya. Saat itulah justru ajang bagimu dan pasangan untuk saling menguatkan. Saling berbagi tangis dan pelukan. Dan percaya akan adanya pelangi sehabis hujan.

6. Ini bukan cerita utopia, karena pada kenyataannya banyak pasangan hebat yang terlebih dahulu mencecap getirnya berumah tangga. Pasangan ini buktinya.

Kamu pasti tahu dong kisah cinta Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung, dengan sang istri, Atalia Praratya. Kang Emil menikah di usia yang terbilang muda untuk usia cowok, yakni 25 tahun dan sang istri 23 tahun. Menikah di saat kondisi ekonomi yang belum begitu mapan menjadi tantangan tersendiri. Dipecat dan kerja serabutan demi menafkahi keluarga di negeri orang sudah pernah Kang Emil alami. Bahkan sang istri harus melahirkan anak pertama mereka di sebuah rumah sakit gratis, khusus untuk warga yang kurang mampu.

Kang Emil dan istrinya kini bisa membuktikan bahwa melalui manis-getirnya berumah tangga itu bisa jadi ajang untuk saling menguatkan kok.

Menikah di saat kamu dan calon pasangan sudah mapan, tentu impian semua orang. Tapi, ketika takdir mengharuskanmu dan dia untuk berjuang bersama, lantas apa yang kamu takutkan? Kalau ternyata dia memang orang yang tepat, dengannya perihnya hidup bisa diubah menjadi anugerah… 


[Sumber: hipwee.com]

Beriman dan Percayalah!!! Allah Telah Berjanji Menambah Rezeki Bagi Orang Yang Menikah

Satu tujuan yang menjadi mimpi setiap orang adalah bersanding di pelaminan dengan pasangan idaman. Apalagi jika jumlah umur sudah semakin banyak, rasanya ada harap-harap cemas terus menggelayut dikepala setiap malam. Namun tak bisa dipungkiri, bahwa selalu ada beberapa masalah krusial yang seringkali menerpa sebagian orang untuk menyegerakan berlayar dalam bahtera rumah tangga. salah satunya adalah masalah dompet. Ya! Keuangan.

Masalah keuangan adalah salah satu faktor yang membuat banyak orang merasa takut membina rumah tangga dengan pasangan yang telah mereka agung-agungkan. Membiayai diri sendiri saja sudah jungkir balik apalagi membiayai anak dan istri? Jangan panik dulu tapi. Perkara rezeki sudah diatur oleh Allah. Tinggal bagaimana cara kita menjemputnya.
Allah berfirman :

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengayakan mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” Q.S An-Nur:32)

Ayat tersebut telah jelas menyatakan bahwa dengan menikah maka Allah akan membantu memberikan rezeki untuk anak dan istri. Percayalah bahwa perkara rezeki adalah hal yang sangat mudah bagi Allah. Menghidupkan orang mati saja Allah bisa, apalagi hanya memunculkan rezeki dari arah yang tak pernah sekalipun kita duga.

Jadi jangan pernah takut tak bisa mencukupi anak dan istri kelak. Istri dan anak mempunyai rezeki masing-masing, dan jika dikumpulkan maka akan menyatu dengan rezeki suami. Kita hanya perlu berdoa, percaya dan lakukan ikhtiar semampu kita bisa. Ingat, bahwa Allah tak akan pernah merubah nasib suatu kaum, sebelum kaum tersebut berusaha untuk mengubahnya.


Sumber: cerminan_com

Minggu, 10 April 2016

Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Yang Jomblo Ayo Merapat!

Indahnya menikah tanpa pacaran, ketika berulang kali kami menyampaikan hal ini, bahkan menuliskan buku tentang ini tak sedikit di antara para remaja, anak muda terlebih yang masih “jomblo” mengecam, beragam pertanyaan dan pernyataan muncul beberapa diantaranya seperti berikut :

    “Mungkinkah menikah tanpa pacaran di zaman sekarang?”
    “Bagaimana mau kenal semua sifat calon pasangan kita jika tidak pacaran?”
    “Akankah menikah tanpa pacaran akan bahagia?”
    “Bagaimana jika kita tidak mencintai orang yang kita nikahi?”
    “Menikah tanpa pacaran?, kayaknya susah deh”
    “Menikah tanpa pacaran?, gimana caranya?”
    “Memang kenapa gak boleh pacaran?”
    “Apakah ada masalah dengan pacaran?”

Serta beragam lagi pernyataan dan pertanyaan serupa yang intinya adalah ragu, tidak percaya dan merasa mustahil dengan konsep indahnya menikah tanpa pacaran. Bagi anda yang mungkin juga merasa bingung tentang hal ini, in syaa Allah pada tulisan kali ini kita akan mengupas menikah tanpa pacaran.


Kenapa tidak boleh pacaran?

Benar tidak semua pacaran berujung pada perzinaan, tapi semua perzinaan berawal dari pacaran (kecuali prostitusi), jadi bisa kita simpulkan kalau pacaran adalah gerbang utamanya zina, melakukan aktivitas pacaran adalah satu langkah menuju kepada perzinaan, di awali dengan zina-zina kecil seperti zina hati ketika mengingat pacar melebihi kita mengingat Alla, zina mata ketika berte.mu dan pandangan-pandangan yang menggetarkan hati serta syahwat, zina fisik seperti tangan ketika saling pegangan, ketika berpelukan sampai dengan aktivitas-aktivitas zina lainnya hingga zina yang paling besar dan paling Allah murkai.

    “Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)

Semuanya berawal dari hati, awalnya memang sekedar ketemu dan ngobrol biasa, berlanjut mencoba saling pegang, memang tidak dirasa , tidak disangka tapi ya begitulah syetan menggoda hingga akhirnya tergadailah kehormatan, yang tersisa hanya penyesalan.

Ini dalah dasar utama  kenapa pacaran tidak dibolehkan dalam islam karena isinya dari ilir sampai ke hulu maksiat, capek hati, capek pikiran dan berujung kekecewaan baik itu ketika tergadai harga diri atau diputus dan ditinggal atau mungkin dikhianati cintanya, ya, intinya sama, sama-sama kecewa. Sementara sekecil-kecilnya maksiat pacaran adalah zina hati, mustahil rasanya jika orang yang pacaran bisa terbebas dari zina yang satu ini, karena pacaranpun dimulai karena keterpautan hati.

Menikah tanpa pacaran? mungkinkah?

Jawabannya adalah sangat mungkin sekali, bahkan akan jauh lebih indah, indah karena sebab memulai sebuah jalinan rumah tangga dengan jalan yang Allah dan Rasulnya ridhoi, Menikah tanpa pacaran memang tidak akan menjamin pernikahanmu bahagia, sukses, langgeng, tidak sama-sekali. Akan tetapi dengan menikah tanpa pacaran anda telah memulai sebuah pernikahan dengan cara yang Allah ridhoi, jika dimulai dengan jalan kebaikan In syaa Allah akhirnyapun akan baik. Akan tetapi setelah menikah tanpa pacaran pernikahan akan berjalan plong damai, tidak tentunya, karena menjalani rumah tangga, butuh ilmu lagi, butuh bekal maka belajarlah untuk menghadapinya.

Permasalahan yang muncul ketika ingin menikah tanpa pacaran adalah bagaimana mengenal pasangan, tentu dengan menikah tanpa pacaran kita tidak bisa mengenali semua sifat calon pasangan kita, lha emang dengan nikah lewat pacaran bisa kenal semua sifat calon pasangan?, enggak juga kan?. Nah ini yang perlu kita luruskan lagi, semua orang berpendapat kalau menikah kita mesti kenal semua tentang calon pasangan kita, kami katakan ini tidak akan bisa artinya mustahil, karena mengenal pasangan itu adalah proses yang panjang dan sejatinya proses mengenal calon pasangan itu adalah setelah akad pernikahan, setelah hidup bersama, itulah sejatinya proses pengenalan.

Lalu awal menikah bagaimana?, awal menikah tak perlu anda tau semua sifat dan karakternya karena itupun mustahil dilakukan, tapi cukup kenal sebagaimana Rasulullah mengajarkan kita :

    “Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.”(HR. Bukhari-Muslim)

Iya begitulah Rasulullah mengajarkan pada kita, dalam menikah kita cukup mengetahui hartanya, kedudukannya, parasnya dan karena agamanya. Namun disini Rasulullah menekankan agar menikah karena agamanya. Jadi hal penting dan utama yang perlu kita ketahui adalah Agama calon pasangan kita, ketaatannya pada Allah dan Rasulnya, Akhlaknya. Ketika kita sudah menikah dengan yang memiliki keimanan dan ketakwaan maka yakinlah orang yang menikah karena takwa pada Allah tentu dia akan melayani pasangannya sebagai bentuk dari ketakwaannya menjalankan perintah Allah, dia mencintai pasangannya semata mengharap ridho Allah. Menerima kelebihan pasangannya serta melengkapi kekurangan pasangannya, bersyukur atas semua kesempurnaannya dan bersabar menerima hal-hal yang belum sempurna, itulah sejatinya pernikahan saling menyempurnakan bukan saling menuntut kesempurnaan. Yang mana hal ini tentu hanya akan dicapai dengan baiknya iman serta indahnya takwa pada Allah SWT.


[Sumber: elmina-id_com]

Jumat, 25 Maret 2016

Beriman dan Percayalah!!! Allah Telah Berjanji Menambah Rezeki Bagi Orang Yang Menikah

 Satu tujuan yang jadi mimpi tiap orang merupakan bersanding di pelaminan dengan pendamping idaman. terlebih bila jumlah usia sudah terus menjadi banyak, kerasanya terdapat harap - harap takut terus menggelayut dikepala tiap malam. tetapi tidak dapat dipungkiri, kalau senantiasa terdapat sebagian permasalahan krusial yang acapkali menerpa sebagian orang buat menyegerakan berlayar dalam bahtera rumah tangga. salah satunya merupakan permasalahan dompet. Ya! Keuangan.

Masalah keuangan merupakan salah satu aspek yang membikin banyak orang terasa cemas membina rumah tangga dengan pendamping yang telah mereka agung - agungkan. Membiayai diri seorang diri aja sudah jungkir balik terlebih membiayai anak dan juga istri? Jangan panik dahulu tapi. masalah rezeki sudah diatur oleh Allah. Tinggal gimana trik kita menjemputnya.
Allah berfirman :

“Dan nikahkanlah orang - orang yang sendirian di antara kamu, dan juga orang - orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan juga hamba - hamba sahayamu yang perempuan. bila mereka miskin Allah hendak mengayakan mereka dengan karunia - Nya. Allah Maha luas (pemberian - Nya), lagi Maha Mengetahui.” Q.S An - Nur:32)

Ayat tersebut telah jelas melaporkan kalau dengan menikah hingga Allah hendak menolong membagikan rezeki buat anak dan juga istri. Percayalah kalau masalah rezeki merupakan perihal yang amat gampang untuk Allah. Menghidupkan orang mati aja Allah bisa, terlebih cuma menimbulkan rezeki dari arah yang tidak sempat sekalipun kita duga.

Jadi jangan sempat cemas tidak dapat memadai anak dan juga istri kelak. Istri dan juga anak memiliki rezeki masing - masing, dan juga bila dihimpun hingga hendak menyatu dengan rezeki suami. Kita cuma butuh berdoa, yakin dan juga jalani ikhtiar semampu kita bisa. Ingat, kalau Allah tidak hendak sempat merubah nasib sesuatu kaum, saat sebelum kalangan tersebut berupaya buat mengubahnya. 


Sumber:
http_www_cerminan_com/berita/beriman-dan-percayalah-allah-telah-berjanji-menambah-rezeki-bagi-orang-yang-menikah.html

Selasa, 22 Maret 2016

Percayalah Bahwa Allah Telah Berjanji Menambah Rezeki Bagi Orang Yang Menikah

 Satu tujuan yang jadi mimpi tiap orang merupakan bersanding di pelaminan dengan pendamping idaman. terlebih bila jumlah usia sudah terus menjadi banyak, kerasanya terdapat harap - harap takut terus menggelayut dikepala tiap malam. tetapi tidak dapat dipungkiri, kalau senantiasa terdapat sebagian permasalahan krusial yang acapkali menerpa sebagian orang buat menyegerakan berlayar dalam bahtera rumah tangga. salah satunya merupakan permasalahan dompet. Ya! Keuangan.

Masalah keuangan merupakan salah satu aspek yang membikin banyak orang terasa cemas membina rumah tangga dengan pendamping yang telah mereka agung - agungkan. Membiayai diri seorang diri aja sudah jungkir balik terlebih membiayai anak dan juga istri? Jangan panik dahulu tapi. masalah rezeki sudah diatur oleh Allah. Tinggal gimana trik kita menjemputnya.
Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Dan nikahkanlah orang - orang yang sendirian di antara kamu, dan juga orang - orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan juga hamba - hamba sahayamu yang perempuan. bila mereka miskin Allah hendak mengayakan mereka dengan karunia - Nya. Allah Maha luas (pemberian - Nya), lagi Maha Mengetahui.” Q.S An - Nur:32)

Ayat tersebut telah jelas melaporkan kalau dengan menikah hingga Allah hendak menolong membagikan rezeki buat anak dan juga istri. Percayalah kalau masalah rezeki merupakan perihal yang amat gampang untuk Allah. Menghidupkan orang mati aja Allah bisa, terlebih cuma menimbulkan rezeki dari arah yang tidak sempat sekalipun kita duga.

Jadi jangan sempat cemas tidak dapat memadai anak dan juga istri kelak. Istri dan juga anak memiliki rezeki masing - masing, dan juga bila dihimpun hingga hendak menyatu dengan rezeki suami. Kita cuma butuh berdoa, yakin dan juga jalani ikhtiar semampu kita bisa. Ingat, kalau Allah tidak hendak sempat merubah nasib sesuatu kaum, saat sebelum kalangan tersebut berupaya buat mengubahnya. 


Sumber:
http_www_infoberkah_com/2016/03/percayalah-bahwa-allah-telah-berjanji.html

Rabu, 16 Maret 2016

Beriman dan Percayalah!!! Allah Telah Berjanji Menambah Rezeki Bagi Orang Yang Menikah

 Satu tujuan yang jadi mimpi tiap orang merupakan bersanding di pelaminan dengan pendamping idaman. terlebih bila jumlah usia sudah terus menjadi banyak, kerasanya terdapat harap - harap takut terus menggelayut dikepala tiap malam. tetapi tidak dapat dipungkiri, kalau senantiasa terdapat sebagian permasalahan krusial yang acapkali menerpa sebagian orang buat menyegerakan berlayar dalam bahtera rumah tangga. salah satunya merupakan permasalahan dompet. Ya! Keuangan.

Masalah keuangan merupakan salah satu aspek yang membikin banyak orang terasa cemas membina rumah tangga dengan pendamping yang telah mereka agung - agungkan. Membiayai diri seorang diri aja sudah jungkir balik terlebih membiayai anak dan juga istri? Jangan panik dahulu tapi. masalah rezeki sudah diatur oleh Allah. Tinggal gimana trik kita menjemputnya.
Allah berfirman :

“Dan nikahkanlah orang - orang yang sendirian di antara kamu, dan juga orang - orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan juga hamba - hamba sahayamu yang perempuan. bila mereka miskin Allah hendak mengayakan mereka dengan karunia - Nya. Allah Maha luas (pemberian - Nya), lagi Maha Mengetahui.” Q.S An - Nur:32)

Ayat tersebut telah jelas melaporkan kalau dengan menikah hingga Allah hendak menolong membagikan rezeki buat anak dan juga istri. Percayalah kalau masalah rezeki merupakan perihal yang amat gampang untuk Allah. Menghidupkan orang mati aja Allah bisa, terlebih cuma menimbulkan rezeki dari arah yang tidak sempat sekalipun kita duga.

Jadi jangan sempat cemas tidak dapat memadai anak dan juga istri kelak. Istri dan juga anak memiliki rezeki masing - masing, dan juga bila dihimpun hingga hendak menyatu dengan rezeki suami. Kita cuma butuh berdoa, yakin dan juga jalani ikhtiar semampu kita bisa. Ingat, kalau Allah tidak hendak sempat merubah nasib sesuatu kaum, saat sebelum kalangan tersebut berupaya buat mengubahnya.