Tampilkan postingan dengan label mengeluh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mengeluh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juni 2016

Berhenti Mengeluh Di Facebook!

 mulai saat ini. . !
menyudahi membuka keburukan diri seorang diri di facebook!

sebetulnya kala kita suka meringik di facebook,
secara tidak langsung kita telah membuka keburukan diri seorang diri.

bukankah allah swt menyuruh kita buat meminta doa kepada - nya daripada meringik di facebook?

peliknya. . (bahwa kita mahu jujur​​)
acapkali kita temui pembaharuan status pada mayoritas pengguna facebook.
selalunya meringik di wall facebook! boleh dikatakan tiap hari.

kemudian keburukan apa yang terlihat pada orang yang suka meringik?
bahawa ia merupakan orang yang nampak lemah.
bahawa ia merupakan orang yang tidak pandai bersyukur.

sementara itu. .
seseorang muslim itu dituntut buat berupaya dan juga bersabar.
tidak gampang meringik di tempat universal.

sebailknya. .
dia hendak menghapuskan tiap cedera di hatinya dengan air mata di tiap sujud kepada - nya. mencurahkan seluruh keluh kesah cuma kepada - nya. sembari berdoa meminta kekokohan kepada - nya.


seperti itu trik yang amat tersadu.
trik yang digalakkan agama.
bukan dengan berkongsi permasalahan lewat wall di facebook yang dengan gampang mampu dilihat oleh banyak orang.

bukankah berkongsi keluhan di wall facebook secara tidak langsung telah membuka aib seorang diri?

inna maal usri yusran.
bukankah di sebalik kesusahan itu terdapat kemudahan?

sepakat. . . ? ? ?
bahwa sepakat kita amalkan dan juga kongsi bersama - sama rakan kita biar kita tidak lagi meringik di facebook.


(sumber: tarbiyah.net)

Selasa, 17 Mei 2016

Buat yang Masih Suka Ngeluh Hidup Berat, Coba Lihat Nenek Berumur 86 Tahun Ini!

Tambal ban motor atau mobil biasanya digeluti oleh para pria dengan tubuh yang berotot dan dengan tenaga yang amat kuat. Tapi apa yang ada di foto ini sungguh menggambarkan yang sebaliknya!

Adalah seorang nenek tua berusia sekitar 86 tahun yang menggeluti profesi sebagai tukang tambal ban. Nama nenek tersebut adalah Darmi, dan usaha yang ditekuninya tersebut telah eksis sejak tahun 1963.

Awalnya usaha tersebut dijalankan bersama sang suami, namun diteruskannya sendiri usaha tersebut lantaran sang suami telah meninggal. Sementara itu anak-anaknya telah bekerja, terkadang mbah Darmi dibantu oleh beberapa orang cucunya.

Mbah Darmi memiliki bengkel yang dibuka sejak pagi hingga sore di daerah Semarang. Lebih tepatnya di daerah MT Haryono Semarang.

"Kadang-kadang ya dibantu cucu tapi ini cucu saya lagi sekolah. Cucu saya banyak ada belasan, wah sampai lupa ada berapa jumlahnya," ujar Mbah Darmi menggunakan Bahasa Jawa dilansir dari Brilio.

Menurut pengakuannya, bisa saja mbah Darmi berhenti untuk bekerja karena banyak anak cucunya telah mampu untuk membiayainya. Namun mbah Darmi justru merasa badannya sakit semua. Semangat mbah Darmi!



(Sumber: cerminan.com)