Tampilkan postingan dengan label anak istri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak istri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Mei 2016

Laki-Laki itu Rezekinya Tidak Banyak, Rezeki yang Ada Adalah Rezeki Anak dan Istri...Bantu Share Ya.

laki­-laki itu rejekinya tidak banyak, rejeki yang terdapat ialah rejeki anak dan istri.. .

melalui fp ryan thamrin
ingin fakta? ? banding aja waktu kamu masihlah seorang diri belum berkeluarga. bila pula banyak hendak habis ­habis di jalur aja. tidak sama waktu telah terdapat berkeluarga. lantaran harga diri lelaki
ialah bekerja..

laki­laki ialah yang mampu merubah dunia walaupun sebatas depa, sembunyikan deritanya buat menafkahi keluarganya, tidaklah yang cengeng berpangkutangan..
insya allah bernilai
beribadah dan bagaikan penghapus dosa. .

" tidaklah orang yang amat baik diantara kamu orang yang giat melakukan ibadah mencari pahala akhirat dengan meninggalkan kegiatan bekerja buat kebutuhan kehidupan dunia, dan tidaklah pula orang yang amat baik diantara kamu orang yang giat bekerja dengan meninggalkan banyak aktivitas beribadah.

orang yang amat baik di pada kamu ialah yang melaksanakan keduanya : giat bekerja
dan giat pula melakukan ibadah. karena kekayaan dapat peruntukan fasilitas menggapai kebahagiaan akhirat. karna itu, jangan hingga kamu jadi manusia pemalas. " (hr. ibnu asakir dari anas).

“barangsiapa di sore hari merasa kecapaian, lantaran seharian bekerja mencapai kecukupan keluarga, jadi pada sore hari itu pula ia mendapatkan curahan ampunan dosa. ” (hr. thabrani dari ibnu abbas). .






[sumber: beritapopuler99. com ]

Sabtu, 14 Mei 2016

Awalnya Terkesan Lucu, Namun Video Ikhtiar Suami ini Bisa Bikin Anda Menangis

Pada detik-detik awal melihat video ini, Anda mungkin akan merasa lucu bercampur kagum. Namun setelah satu setengah menit, Anda mungkin akan menangis.

Video ini mengisahkan ikhtiar seorang suami yang telah diberhentikan dari pekerjaannya sebagai properti set di sebuah TV swasta. Ia malu karena belum bisa menafkahi keluarganya, hanya istrinya yang bekerja sementara dia bertugas menjaga anak di rumah.

Karena itu, dengan kompetensinya ia membuat kostum superhero dan memasarkannya. Cara memasarkannya tergolong unik. Ia keliling dengan motor sambil memakai kostum superhero itu. Banyak orang yang tertarik. Namun tiga bulan berjalan, belum ada yang mau beli.

“Di mana tanggung jawab saya sebagai suami, saya malu dengan kondisi saya sekarang..” kata Yudi sambil menangis.

Lebih jauh Yudi menceritakan, kadang ia menangis di atas motor. Di balik kostum superhero yang dikagumi sejumlah orang, ia tidak kuasa membendung air mata karena untuk saat ini belum bisa menafkahi keluarganya.





(sumber: tarbiyah.net)