Tampilkan postingan dengan label pahala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pahala. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juli 2016

Masya Allah..!!! Ternyata Pahala Yang Paling Besar Adalah Apa Yang Engkau Berikan Untuk Istrimu

satu dinar yg engkau belanjakan buat perang di jalur allah swt dan juga satu dinar yg engkau belanjakan buat istrimu, yg amat besar pahalanya yakni apa yg engkau bagikan kepada istrimu. ” (hr. bukhari muslim)



dari hadits diatas dipaparkan kalau harta yg dikasih (nafkahkan) kepada keluarganya, lebih utama dari pada mendermakan harta bendanya buat perjuangan islam. lalu gimana bila terdapat seseorang pria mempunyai seseorang istri kerap ditinggalkan dengan sebab dakwah, sedangkan keadaan kanak - kanak dan juga istrinya tidak terurus alias sengsara. rasulullah saw benar seseorang muballigh dan juga dai, namun dia senantiasa mencermati kebutuhan lahir batin istri - istrinya.

begitu besar atensi rasulullah saw, terhadap hak - hak kalangan hawa, sampai - sampai nabi saw mengarahkan kepada kalangan pria trik tersadu buat memuliakan seseorang perempuan. sampai - sampai dia tidak rela seseorang istri mengidap, karna ulah para suami yang pelit dan juga menelantarkan istrinya.

sebaiknya para suami mengenali kalau nafkah yang dia bagikan kepada keluarganya bukanlah bernilai percuma di hadapan allah. terlebih lagi nafkah itu terhitung bagaikan amalan sedekahnya, sebagaimana hadits dari abu mas’ud al - anshari dari nabi muhammad saw, dia bersabda:

“apabila seseorang muslim berikan nafkah kepada keluarganya dan juga ia mengharapkan pahala dengannya hingga nafkah tadi teranggap bagaikan sedekahnya. ” (hr. al - bukhari dan juga muslim)


“apabila seseorang muslim berikan nafkah kepada keluarganya dan juga ia mengharapkan pahala dengannya hingga nafkah tadi teranggap bagaikan sedekahnya. ” (hr. al - bukhari dan juga muslim)
“dan apa juga yang engkau nafkahkan hingga itu teranggap bagaikan sedekah bagimu sampaipun suapan yang engkau bagikan ke mulut istrimu. ” (hr. al - bukhari)
dalam riwayat muslim disebutkan:
“tidaklah engkau menafkahkan satu nafkah yang dengannya engkau mengharap muka allah kecuali engkau hendak diberi pahala dengannya sampaipun satu suapan yang engkau bagikan ke mulut istrimu”.
masya allah.. tidak tanggung - tanggung rasulullah saw mbelani (menjunjung besar) kalangan hawa dari perilaku pelit seseorang suami yang tidak bertanggung jawab kepadanya.



beruntung sekali untuk seseorang istri yang mempunyai suami dermawan kepada pribadinya. rasulullah saw wujud suami yang amat dermawan kepada istri - istrinya, pula kepada teman, saudara, dan juga tetangganya.

kedermawanan rasulullah saw menjadikan istri - istrinya kian menyayangi dan juga menyayanginya, sampai - sampai seseorang istri tidak merasakan, kecuali suami merupakan orang yg amat sempurna di hadapannya. masya allah..






(sumber: redaksimuslim_com)

Senin, 20 Juni 2016

Wahai Wanita! Inilah Pahala Yang Kamu Dapatkan Jika Ikhlas Menjalani Kehamilan

rasulullah saw bersabda : “ wahai kalangan perempuan, apakah kalian tidak rela apabila salah seseorang diantara kalian berbadan dua dari hubungannya dengan suami, sebaliknya suaminya ridho padanya, kemudian ia beroleh pahala serupa pahala orang yang berpuasa yang aktif berjihad dijalan allah. apabila ia terasa sakit hendak melahirkan, kemudian penduduk langit dan juga bumi belum sempat memandang pahala yang di sajikan buatnya, yang amat mengasyikkan pemikiran mata. dan juga kala mereka melahirkan, setelah itu keluar seteguk air susu dan juga anaknya menetek seteguk demi seteguk, kemudian tiap tetes tegukan itu berpahala satu kebaikan. dan juga bila ia tidak tidur semalaman hingga mereka mendapatkan pahala serupa pahala memerdekakan 7 puluh budak dijalan allah dengan penuh keikhlasan “.

tidak sedikit, seseorang perempuan yang hadapi masa kehamilan kesimpulannya hadapi stress yang luar biasa karna belum memiliki ilmunya. terlebih dimasa - masa dini kehamilan yang acapkali agak rewel. kerap muntah - muntah, bolak - balik ke kamar mandi buat buang air kecil, belum lagi beban yang makin hari makin meningkat berat. seakan - akan penderitaan itu tidak sempat terdapat ujungnya.

kebalikannya, seseorang perempuan yang siap dengan kehamilannya, hingga dia hendak menikmati tiap detik kebersamaannya dengan si buah hati tanpa terasa terbebani, malah kebahagiaan yang memancar darinya tiap dikala. karna ia ketahui sekecil whatever yang dialami ibunya, bakal anak yang terdapat didalam tentu pula hendak merasakannya.

kenapa terdapat perbandingan yang mencolok serupa yang ditafsirkan diatas? letak perbandingan antara keduanya merupakan pada keikhlasan menempuh kehamilan tersebut. sementara itu rasulullah saw menegaskan dalam sabda dia :
“ apabila seseorang perempuan memiliki bakal anak, beristighfarlah para malaikat dan juga allah mencatat masing - masing hari seribu kebaikan dan juga menghapus seribu kejahatan. apabila dia mulai sakit bakal melahirkan, allah mencatat pahala serupa orang - orang yang berjihad. apabila dia melahirkan, keluarlah dia dari dosa - dosanya serupa kondisi dikala ibunya melahirkannya. apabila dia wafat, tiadalah dia meninggalkan dunia ini dalam kondisi berdosa sedikitpun. nanti hendak mengalami kuburnya bagaikan halaman dari taman - taman surga dan juga allah mengaruniakan pahala seribu haji dan juga seribu umroh. dan juga beristighfarlah seribu malaikat hingga hari kiamat “.

oleh karna itu, tiap bunda yang memiliki, hendaklah tetap mengikhlaskan kondisi pribadinya. karna sebetulnya balasan dari allah swt untuk seseorang bunda yang memiliki dan juga ia ikhlas begitu amat besar serupa yang disebutkan 2 hadits diatas. [reportaseterkini]






(sumber: halamuslim.com)

Rabu, 18 Mei 2016

WAJIB TAHU !! INILAH DAHSYATNYA PAHALA BERDZIKIR SETELAH SHOLAT !!! TOLONG SEBAR LUASKAN AGAR ANDA BERTAMBAH PAHALA !!!

Bismillahir rahmaanir rahiim..

Terkadang setelah menunaikan Sholat Wajib, meskipun tak sedang repot, kita sering suka terburu-buru untuk segera meninggalkan sajadah. Kita seolah-olah terasa telah sangat lama saat yang kita pakai untuk mendirikan Sholat.

Walau sebenarnya bila kita ingin sedikit bersabar serta ikhlas untuk meluangkan diri beberapa
waktu saja untuk Berdzikir, pasti Allah akan memberi pengampunan yang tidak ada tara pada kita. Allah akan memberi kelapangan pada kita.

Seperti Sabda Rasulullah SAW :
 " Barangsiapa membaca dzikir ini setiap selesai Sholat Fardlu (wajib), jadi dosa-dosanya diampuni (oleh Allah SWT) walau sejumlah buih di lautan. "

- SUBHANALLAH.... .. 33x
- ALHAMDULILLAH.. . 33x
- ALLAHU AKBAR..... 33x

Serta dilengkapi dengan bacaan :
LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAH. LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI'IN QADIIR

 (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Dzat yang Maha Esa. Tidak ada satupun yang menyekutukan-Ny a. Mawar Milik-Nya semua Kerajaan. Serta bagi-Nya semua Pujian. Serta Dia Maha Kuasa atas semua sesuatu). " (H. R. Muslim)

Dalam kisah lain Rasulullah SAW Bersabda :
 " Barang siapa yang mengucapkan bacaan dzikir  " HASBIYALLAHU LAA ILAAHAILLAA HUWA 'ALAIHI TAWAKKALTU WAHUWA RABBUL'ARSYIL 'ADHIIM "

 (Artinya : Hanya Allah yang mencukupkan kebutuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak
disembah terkecuali Dia, cuma kepada-Nya aku bertawakkal. Dialah yang menguasai 'Arsy yang Agung) sejumlah 7x pada saat Shubuh serta Sore hari, jadi Allah SWT bakal mencukupkan kebutuhannya di Dunia serta di Akhirat. " (H. R. Abu Daud, Ibnu Sunni)

SubhanAllah..
Satu amalan yg tidak mengonsumsi banyak saat. Tak susah untuk disampaikan serta dikerjakan. Walau demikian demikian besar pahala yang akan kita peroleh.

Masihkah kita bakal tetaplah mengabaikannya?

Sungguh begitu disayangkan bila amalan ini kita abaikan begitu saja. Marilah mulai
saat ini kita berupaya membiasakan diri untuk mengamalkannya. Supaya saat yang kita miliki sedikit terbuang dengan percuma.

Marilah kita berdoa, bermunajat pada Allah. Mudah-mudahan Allah mengampuni kita, dan
menghapuskan kita dari semua dosa yang sudah lalu..
.
Ya Allah, Ampunilah semuanya dosa- dosa kami, baik sengaja maupun tak, berkahilah kami, ramahtilahkami, berikanlah kami hidayah-Mu supaya kami selalu dekat kepada-Mu sampai akhir hayat.
.
Aamiin Ya Rabbal'alamin.. .




(sumber: pusatinfoterpercaya.blogspot.com)

Selasa, 17 Mei 2016

Ternyata Menyeduh Secangkir Kopi untuk Suami Ini Mengalahkan Pahala Sunnah Setahun

Bakti seorang istri kepada suami sungguh mendapatkan keistimewaan dari Allah SWT dan telah disediakan keutamaan dan pahala yang luar biasa, walau untuk pekerjaan yang sepele.

“Hanya dengan menyeduh secangkir kopi kemudian menyajikannya untuk suami, pahalanya lebih utama dari si istri mengerjakan ibadah-ibadah sunnah selama setahun,” ujar Ustad Bawai ketika menyampaikan tausiah peringatan Maulid Rasulullah SAW di mejelis bulanan karyawati Banjarmasin Post Group.

Ulama di Banjarmasin ini mengingatkan ibu-ibu agar tidak menyia-nyiakan jalan menuju surga yang mudah diraih ini, dalam sehari-harinya.

“Beruntung sekali para istri dan ibu rumah tangga ini, banyak jalan menuju surga yang bisa diperoleh hanya dengan taat pada suami, karena itu nilainya kewajiban” ujarnya.

Catatannya, menurut dia, menyeduhkan kopi untuk suami dengan ikhlas dan menyajikannya dengan wajah manis .

“Misalnya tersenyum hingga menentramkan dan menyenangkan suami. Jangan sambil cemberut karena merasa terpaksa,” ujarnya.





(Sumber: siraman.com)

Kamis, 12 Mei 2016

Luar Biasa...!!! Inilah Pahala Orang yang Dihina dan Dicaci..!! ((sharee ya))

Menghina orang yaitu satu perbuatan tercela, serta Allah tidak suka pada hal itu. Lantaran umumnya, orang yang suka mengejek serta mencaci maki orang lain yaitu mereka yang berlaku sombong.

Selain itu, mengejek yaitu perbuatan yang bisa menyakiti hati orang lain. Sedang Allah begitu membenci orang yang menyakiti orang lain, terutama yaitu orang yang menyakiti seseorang muslim.


Rasulullah SAW bersabda, " Mencaci orang Islam (Muslim) yaitu perbuatan fasiq serta membunuhnya yaitu perbuatan kufur. " HR. Muslim

Tetapi saat ini beberapa orang yang sama-sama mengejek keduanya, walau sebenarnya hal tersebut adalah perbuatan dosa. Serta dosa besar tengah menantinya untuk membawanya ke neraka.

Sebaiknya, orang yang memperoleh hinaan atau cacian sebaiknya tidak lakukan balasan mencela orang yang mengejek dianya itu. Lantaran, waktu ada orang yang mengejek kita malah kita bakal memperoleh pahala.

Karenanya, kita tidak bisa bersedih jika ada seorang yang dengan berniat mengejek serta merendahkan kita. Lantaran, sesungguhnya orang itu tengah memberikan hadiah pada kita, yakni :

Ia tengah memberi kebaikannya (pahalanya) pada kita.

  " Allah menghapus dosa-dosa kita dari celaan yang kita peroleh.
Dengan kata lain, jika kita tengah dihina atau direndahkan orang lain, jadi Allah bakal memberi kita pahala jika kita bersabar. Seorang salaf pernah berkata : " Bila saya bisa berghibah, maka kedua orangtuakulah yang paling berhak saya ghibahi. Lantaran cuma mereka berdua yang paling berhak saya serahi kebaikanku ".

Salah seseorang salaf juga berkata : " Jika hingga padamu pengucapan dari saudaramu (berbentuk celaan) yang menyakitimu, jadi jangan sampai engkau kuatir. Kalau pengucapan itu benar, jadi itu yaitu hukuman bagimu yang disegerakan (daripada mendapat hukuman di akhirat). Serta kalau pengucapan itu tidak benar, jadi itu bakal jadi pahala bagimu tanpa mesti berbuat baik. "

Sedang untuk orang yang menghina tersebut, jadi Allah telah mempersiapkan neraka serta siksa baginya. Lantaran mencela adalah satu perbuatan yang dzalim, Allah berfirman :

 " Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang lelaki merendahkan himpunan yang lain, bisa jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Serta jangan pula sekumpulan wanita merendahkan himpunan yang lain, bisa jadi yang direndahkan itu tambah baik. Serta jangan sampai sukai mencemooh dirimu sendiri serta janganlah memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan yaitu (panggilan) yang jelek setelah iman serta barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka tersebut beberapa orang yang zalim. " QS. Al-Hujarat ayat 11

Dan orang yang mencemooh itu yaitu orang yang tengah menanggung kebohongan serta dosa yang begitu besar, Allah sudah menyatakannya :

 " Serta orang-orang yang menyakiti beberapa orang yang mukmin serta mukminat tanpa kekeliruan yang mereka perbuat, jadi sebenarnya mereka sudah menanggung kebohongan serta dosa yang nyata. " QS. Al-Ahzab ayat 58

Untuk itu, janganlah suka mencela orang lain. Lantaran Allah tidak menyukainya serta mereka yang berbuat demikian akan memperoleh dosa yang begitu besar. Mudah-mudahan kita senantiasa dalam perlindungan Allah. Aamiin.


(sumber: kabar-terupdate.com)

Senin, 09 Mei 2016

ALLAHU AKBAR...Pahala Menemani Istri Jalan-Jalan Lebih Besar Dari Itikaf Di Masjid Nabawi

Pahala Menemani Istri Jalan-Jalan Lebih Besar Dari Itikaf Di Masjid, Pahala menemani istri untuk jalan-jalan bisa lebih baik dari pahala iktikaf di Masjid Nabawi sebulan penuh.

Apa yang kalian dapatkan jika dengan Iklas menemani seorang sahabat ataupun orang terdekat anda untuk membeli barang ataupun kenutuhan sehari-hari? Pasti banyak yang berfikir apa yang telah kita lakukan selama ini merupakan hanya berbalas pahala dan ucapan terimakasih saja.

Tapi jangan salah dulu, dengan ke ikhlasan kita tersebut tenyata diganjarkan pahala yang lebih besar jauh yang lebih besar yang kita fikirkan.

Rasullulah SAW bersabda:
"Sungguh aku berjalan bersama seorang saudara "muslim" di dalam sebuah keperluan lebih aku cintai daripada aku beriktikaf di dalam masjid ku "masjid Nabawi" ini selama sebulan. (HR. Ath-Thabarani)

Syaikh Muhammad bin shalih Al-Ustaimin rahimahullah berkata:
"Menunaikan kebutuhan kaum muslimin lebih penting daripada iktikaf, karena manfaatnya lebih menyebar, mamfaat ini lebih baik daripada mamfaat yang terbatas "untuk diri sendiri". Kecuali manfaat terbatas tersebut merupakan perkara yang penting dan wajib dalam Islam (misalnya shalat wajib)"

Coba bayangkan, ganjaran melebihi pahala beriktikaf di Masjid Nabawi sebulan penuh. Betapa mulianya kita jika dengan ikhlas walau hanya sekedar menemani orang lain berjalan-jalan.

Maka apalagi ikhlas itu dilakukan kepada istri kita sendiri sebagai orang yang paling berhak kita bahagiakan di dunia ini.

Rasullulah SAW bersabda;
"Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin ialah mereka orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya, (HR At-Thirmidzi)

Maka duhulukanlah istri kalian daripada teman teman kalian. Perhatikan keinginan dan temaini istri serta anak-anak kalian karena sebagaimana mereka adalah paling berhak mendapatkan kebaikan dari dirimu "suami".



(sumber:muslimterbaru.com)

Selasa, 03 Mei 2016

Subhanallah, Ternyata Amalan Ini Datangkan Milyaran Pahala dalam Waktu Singkat...Apa Saja Amalan Itu

Seperti yang kita tahu, masuk ke surga bukanlah perkara gampang. Kita harus mengumpulkan amal ibadah sebagai bekal untuk kita di akhirat. Namun, tak semua amalan yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT. Hal ini akan membuat kita harus berusaha lebih dalam beribadah.

Semua orang pastinya ingin masuk ke surga ketika mereka sudah meninggal. Bahkan orang jahat sekalipun pasti mereka tidak ingin masuk ke neraka. Mereka merasa tidak ingin masuk neraka, tetapi mereka merasa tidak pantas jika masuk ke surga. Orang seperti inilah yang akan menyesal di hari akhir kelak karena telah menyia-nyiakan waktunya karena terdapat cara mudah dapat pahala.

Allah telah memberikan kehidupan kepada kita. Setiap orang memiliki takdir usianya masing-masing. Ada orang yang memiliki usia sangat tua hingga ratusan tahun, tetapi ada juga bayi yang baru lahir sudah meninggal. Semakin lama kita hidup bukan berarti semakin banyak pula pahala yang kita kumpulkan. Jika kita pikir, satu tahun ada 365 hari, satu hari ada 24 jam, sedangkan satu jam ada 60 menit dan seterusnya. Apakah kita sudah memanfaatkan waktu itu sebaik-baiknya?

Kita lebih banyak melakukan hal-hal keduniawian. Bahkan tak sedikit orang yang mengabaikan ibadah hanya untuk kepentingan dunia. Padahal kita tidak pernah tahu sampai kapan kita hidup di dunia ini. Bayangkanlah jika kematian kita segera dekat sehingga kita akan mempersiapkan bekal lebih baik dan lebih banyak lagi. Inilah amalan Islam untuk mendapatkan pahala.

Perlu kita ketahui bahwa terdapat amalan yang memiliki pahala hingga milyaran. Amalan tersebut adalah menyebut sesama manusia di dalam doa kita. Sebagai manusia, kita tidak bisa hidup sendirian. Pasti kita memerlukan bantuan orang lain. oleh karena itulah, doakan setiap orang yang kita sayangi dan cintai agar mereka juga diberikan petunjuk dan perlindungan oleh Allah.

 Mungkin hanya sekedar menyebut namanya dalam doa adalah tindakan yang mudah. Tetapi mendoakannya dengan ikhlas itulah yang menjadi susah. Setelah shalat lima waktu, akan lebih baik jika kita tidak hanya berdoa untuk diri sendiri. Kita memiliki orang lain yang menyayangi kita dan kita sayangi. Oleh karena itu doakanlah mereka dalam kebaikan. Apabila kita menyebut satu orang, maka Allah akan memberikan satu kebaikan untuk kita. Bayangkan apabila kita dengan ikhlas mendoakan umat muslim. Sungguh banyaknya umat muslim di dunia ini, dan Allah akan membalas kita dengan kebaikan sebanyak itu pula. Betapa mudahnya meraih pahala besar dengan amalan ringan.

Amalan tersebut memiliki imbalan yang sangat besar. Namun, sebelum kita mendoakan orang lain akan lebih baik jika kita membersihkan hati terlebih dahulu agar tidak salah niat dalam mendoakan. Niatkan dalam hati bahwa kita melakukan amalan itu ikhlas karena mengharap ridho dari Allah.

Sebagai umat manusia, berperilaku baik pada sesama adalah penting untuk dilakukan. Megingat jika kita tidak akan bisa hidup sendirian. Mendoakan sesama manusia akan membuat hati kita lebih damai dan sejahtera. Selain itu, orang lain juga akan diberikan kebaikan atas doa kita pada mereka. Hal ini akan membuat kita lebih peduli dengan sesana dan keimanan kita kan terus meningkat selagi kita melakukan amal ibadah.



(sumber: yangunik.com)

Sabtu, 30 April 2016

Luar Biasa....!! Apakah Anda Sudah Tau..... Inilah Pahala Bagi Orang yang Dihina dan Dicaci..!!BANTU SHARE YA

 Menghina orang adalah sebuah perbuatan tercela, dan Allah tidak menyukai hal tersebut. Karena biasanya, orang yang suka menghina dan mencaci maki orang lain adalah mereka yang bersikap sombong.

Selain itu, menghina adalah perbuatan yang dapat menyakiti hati orang lain. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang menyakiti orang lain, terlebih adalah orang yang menyakiti seorang muslim.

Rasulullah SAW bersabda, "Mencaci orang Islam (Muslim) adalah perbuatan fasiq dan membunuhnya adalah perbuatan kufur." [HR. Muslim]

Namun sekarang ini banyak orang yang saling menghina satu sama lain, padahal hal tersebut adalah perbuatan dosa. Dan dosa besar tengah menantinya untuk membawanya ke neraka.

Sebaiknya, orang yang mendapat hinaan atau cacian sebaiknya tidak melakukan balasan mencela
orang yang menghina dirinya itu. Karena, saat ada orang yang menghina kita justru kita akan mendapatkan pahala.

Untuk itu, kita tidak boleh bersedih apabila ada seseorang yang dengan sengaja menghina dan merendahkan kita. Karena, sebenarnya orang tersebut sedang memberikan hadiah kepada kita, yaitu:

Ia sedang memberikan kebaikannya (pahalanya) kepada kita.


inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Allah menghapus dosa-dosa kita dari celaan yang kita dapatkan.
Dengan kata lain, apabila kita sedang dihina atau direndahkan orang lain, maka Allah akan memberikan kita pahala apabila kita bersabar. Seorang salaf pernah berkata: "Jika aku boleh berghibah, maka kedua orangtuakulah yang paling berhak aku ghibahi. Karena hanya mereka berdua yang paling berhak aku serahi kebaikanku".

Salah seorang salaf juga berkata: "Apabila sampai kepadamu perkataan dari saudaramu (berupa celaan) yang menyakitimu, maka janganlah engkau risau. Seandainya perkataan itu benar, maka itu adalah hukuman bagimu yang disegerakan (daripada mendapat hukuman di akhirat). Dan seandainya perkataan itu tidak benar, maka itu akan menjadi pahala bagimu tanpa harus berbuat baik."

Sedangkan bagi orang yang menghina tersebut, maka Allah sudah menyiapkan neraka dan siksa baginya. Karena mencela adalah sebuah perbuatan yang dzalim, Allah berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." [QS. Al-Hujarat ayat 11]

Dan orang yang mencela itu adalah orang yang sedang memikul kebohongan dan dosa yang sangat besar, Allah telah menegaskannya:

"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata." [QS. Al-Ahzab ayat 58]

Untuk itu, jangan suka mencela orang lain. Karena Allah tidak menyukainya dan mereka yang berbuat demikian akan mendapatkan dosa yang begitu besar. Semoga kita selalu dalam perlindungan Allah. Aamiin



(sumber: beritaokutimur.com)

Selasa, 19 April 2016

Inilah Pahala Kalimat Dzikir Yang Pahalanya Dapat Penuhi Langit Dan Bumi

Dzikir merupakan salah satu aktivitas ibadah Umat Islam
yang dilakukan sebagai bentuk pujian terhadap Allah SWT. Ada banyak lafadz zikir yang bisa diucapkan seperti, tasbih, takbir, tahlil, tahmid dan masih banyak lagi.


Seperti aktivitas ibadah lainnya, Allah juga menjanjikan pahala kepada hamba yang meluangkan waktu untuk mengingat-Nya. Tiap-tiap lafadz dzikir memiliki keutamaan dan pahala tersendiri.

Seperti kalimat dizikir berikut ini. Tidak banyak yang tahu bahwa ternyata kalimat yang mudah diucapkan ini bernilai pahala yang sangat besar. Bahkan Rasulullah SAW bersabda bahwa balasan pahala dari Allah memenuhi langit dan bumi. Kalimat dzikir apa yang dimaksud? Berikut ulasannya.

Ternyata kalimat ini begitu ringan di lidah dan mudah untuk diucapkan. Namun tidak disangka, kasih sayang Allah begitu besar dengan memberikan pahala yang super dasyat kepada hamba yang melafadzkan ini. Rasulullah SAW bersabda yang artinya

“Ucapan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah), memenuhi timbangan dan ucapan Subhanallah walhamdulillah (maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya keduanya dapat memenuhi semua yang ada antara di langit dan bumi” (Shahih Muslim)

Dalam hadist shahih lainnya juga disebutkan bahwa ucapan Subhanallah walhamdulillah adalah ucapan yang paling dicintai Allah.

“Sesungguhnya sebaik-baik ucapan kepada Allah SWT adalah kalimat Subhanallah walhamdulillah.” (HR Muslim dan Tirmidzi).

Bukan kah ini ucapan yang mudah dan tidak membutuhkan waktu lama bukan? Diantara kita bahkan sanggup bergosip dan menjelek-jelekan orang lain hingga berjam-jam. Namun sulit melafadzkan kalimat dzikir yang hanya membutuhkan beberapa detik ini. Padahal pahalanya yang dijanjikan Allah sangat tidak terkira.

Kalimat dzikir ini juga mengandung banyak faedah lainnya. Salah satunya adalah menghapuskan dosa meski seluas buih di lautan.

Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa mengucapkan Subhanallah walhamdulillah seratus kali dalam sehari, ia akan diampuni segala dosanya sekalipun dosanya itu sebanyak buih di laut.” (HR Muslim dan Tirmidzi).

Ya Allah, begitu banyaknya Engkau berikan kemudahan kepada kami untuk bisa meraih surga-Mu. Namun kami lebih banyak lalai karena dibutakan oleh dunia yang fana. Padahal kekal adalah di akhirat-Mu. Subhanallah walhamdulillah.

Semoga pesan ini bermanfaat baik kepada pembaca maupun penyampai,silahkan sebarkan agar anda termasuk pendakwah yang diridhoi Allah Subhanaahu Wata'ala.. Aamiin



(Sumber: silahkanshare-ya.blogspot.co.id)

Minggu, 20 Maret 2016

Rahim Ibu Mengembang 500 Kali Lipat dari Normal, dan Setiap Rasa Sakit itu Pahala

 Melahirkan merupakan ujung dari proses penantian yang panjang sepanjang kehamilan. Pada manusia umur kehamilan sampai melahirkan rata - rata 280 hari.

Ada perbandingan penyebutan buat menggambarkan umur kehamilan, dokter isi menyebut 40 minggu dihitung dari hari kesatu mens terakhir dan juga berpedoman kalau 1 bulan merupakan 28 hari.

Orang awam kerap menyebut 9 bulan 10 hari dengan asumsi 1 bulan 30 hari. seluruhnya tepat, bergantung dari mana pedoman ataupun patokan yang dianut.

Persalinan merupakan proses keluarnya bakal anak dari dalam rahim ke dunia luar.

Proses Persalinan mampu dicoba lewat jalur lahir/vagina (persalinan pervaginam) ataupun persalinan lewat sayatan pada bilik perut dan juga bilik rahim (persalinan perabdominam) ataupun diketahui dengan bedah sesar (seksio sesarea).

Pada manusia 90 persen persalinan mampu dicoba lewat jalur lahir, cuma sebagian kecil yang memerlukan persalinan lewat operasi/ bedah sesar.

rahim - ibu - melahirkanRahim bunda yang lagi memiliki hendak mengembang 500 kali lipat dari dimensi wajar buat menampung kandungannya.

Darah yang lenyap lewat proses kelahiran wajar merupakan 500ml. Ini sama dengan separuh liter.Badan manusia cuma sanggup menanggung kerasa sakit sampai 45 Del.

Tetapi sepanjang bersalin bunda hendak hadapi sampai 57 Del, sama dengan kerasa sakit akibat 20 tulang yang patah bersamaan.

Ibu bersalin hendak menemukan pahala yang sama besarnya dengana 70 tahun shalat dan juga puasa. tiap kesakitan pada satu uratnya, Allah hadiahkan untuk bunda yang melahirkan pahala menunaikan haji.

Apabila seorang wanita merasakan sakit karna hendak melahirkan, hingga Allah s.w.t. mencatat menurutnya pahala orang yang berjihad pada jalur Allah S.W.T.

Apabila seorang wanita melahirkan anak, keluarlah dosa - dosa dari pribadinya serupa kondisi ibunya melahirkannya.

Silahkan share informasi pendek ini kepada seluruh kalangan perempuan yang terdapat di dunia ini. karna ‘tugas’ mereka bagaikan perempuan sangat besar, mempertaruhkan nyawa dikala melahirkan. 


Sumber:
http_infoislammodern_blogspot_co_id/2016/01/rahim-ibu-mengembang-500-kali-lipat.html

Kamis, 01 Oktober 2015

Pahala Sedekah Tanpa Sedekah

Lelaki surga ini kembali ke rumahnya dengan menangis. Sedihnya mencapai puncak ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak menyertakannya dalam kafilah jihad di jalan Allah Ta’ala. Sebabnya, ia tak memiliki bekal. Nabi pun tak memiliki simpanan untuk membiayai sahabatnya ini untuk berjuang di jalan Allah Ta’ala.

Malam harinya, lelaki surga bernama ‘Utbah bin Zaid Radhiyallahu ‘anhu ini berdiri seraya memanjatkan pinta kepada Allah Ta’ala. Katanya dalam munajat khusyuk itu,

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berikan perintah untuk berjihad. Dan, aku sangat merindukannya. Kemudian, Engkau tidak menjadikan di sisiku sesuatu yang bisa dijadikan bekal untuk berjihad bersama Rasul-Mu. Engkau juga tidak menjadikan di tangan Rasul-Mu sesuatu yang bisa membawaku bersama beliau.”

Pungkasnya sampaikan pinta dengan penuh haru,

“Maka, aku bersedekah kepada setiap muslim dengan setiap kezhaliman yang mereka timpakan kepadaku baik dari harta, raga, maupun kehormatan.”

Jadi, ‘Utbah bin Zaid tidak mengeluarkan apa pun sebagai sedekah. Ia hanya mengikhlaskan semua bentuk kezhaliman yang ditimpakan kepadanya, dengannya itu, ia berniat bersedekah kepada setiap kaum Muslimin.

Esoknya, sebelum kafilah jihad bergegas menuju medan laga, ‘Utbah pun mendatangi masjid untuk dirikan Shubuh berjamaah bersama Nabi dan kaum Muslimin. Lepas shalat, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Siapa yang tadi malam bersedekah?”

Agak lama, tiada yang mengaku. Hingga, beliau mengulanginya beberapa kali, dan diakhiri, “Siapa yang tadi malam bersedekah, datanglah kepadaku.”

‘Utbah pun mendatangi Nabi dengan malu-malu. Kepada sang baginda, ia mengisahkan kalimat doa yang dipanjatkannya semalam. Hingga, Nabi yang terkasih ini mengatakan, “Aku berikan kepadamu kabar gembira.”

“Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, sesungguhnya apa yang telah engkau kerjakan akan ditulis sebagai zakat yang diterima.”

Mahabenar Allah Ta’ala dengan segala firman-Nya. Dan, sebaik-baik perkataan adalah kalimat yang meluncur dari lisan manusia paling mulia, Muhammad bin ‘Abdullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Inilah di antara bentuk Kasih Sayang Allah Ta’ala. Ganjaran diberikan kepada siapa yang sungguh-sungguh dalam melakukan amal shalih. Bahkan, seorang hamba akan tetap mendapatkan pahala, meski ia belum melakukan amal, selama niatnya benar-benar ikhlas.

Dari kisah ini, seharusnya kita belajar. Bahwa kebaikan harus ditumbuhkan lebih dini dari dalam hati yang paling suci. Dan kita, tidak boleh meremehkannya, meski belum mampu melakukannya. Setidaknya, senantiasalah memperbaiki niat, dna usahalah sebaik mungkin untuk ketercapaiannya. Semoga Allah Ta’ala menerima niat baik dan amal-amal shalih yang kita kerjakan. Aamiin. [Pirman/Kisahikmah]

sumber : kisahhikmah.com