Tampilkan postingan dengan label nyi blorong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nyi blorong. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Oktober 2015

Pesugihan Nyi Blorong dan Tumbal Anak Manusia

Modernisasi yang semakin luar biasa berkembang di zaman ini, rupanya tak sebanding dengan perubahan tingkat intelegensi seluruh penduduk bumi. Keyakinan mengenai hal ghaib masih saja banyak dimiliki. Salah satunya terkait dengan kepercayaan mendapatkan kekayaan lewat pemujaan atau lebih dikenal dengan istilah pesugihan. Dari banyaknya mitos seputar pesugihan yang dipercayai, pesugihan Nyi Blorong merupakan salah satu yang unik. Uniknya seperti apa? Simak uraiannya berikut ini!

Pesugihan Nyi Blorong

Seperti dijelaskan dalam artikel sebelumnya mengenai asal usul Nyi Blorong, dapat kita ambil kesimpulan bahwa sosok Nyi Blorong memang merupakan contoh perwujudan setan yang benar-benar nyata. Ia ditugasi oleh Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul untuk menyesatkan umat manusia yang tergiur akan kekayaan yang diperoleh dengan cara mudah, tanpa kerja, dan instan.

Pesugihan Nyi Blorong -begitu banyak orang menyebutnya-, merupakan salah satu bentuk penyesatan yang syetan sediakan. Melalui pesugihan ini, orang bisa mendadak kaya, memiliki milyaran rupiah, rumah, dan semua keinginan duniawinya dapat tercapai.

Untuk memperoleh pesugihan Nyi Blorong, seseorang harus sepenuh hati menghamba pada sang iblis betina ini. Salah satu bentuk penghambaan tersebut adalah dengan melakukan sebuah ritual bernama ritual “Cawis Sesaji”.
Ritual cawis sesaji adalah ritual yang dilakukan di dalam kamar oleh seorang yang memiliki pesugihan untuk mengundang kehadiran Nyi Blorong. Dalam ritual ini, Nyi Blorong yang hadir akan mewujudkan diri menjadi seorang gadis cantik jelita bergaun hijau dan berambut panjang. Ritual tersebut akan dilanjutkan dengan hubungan badan yang dilakukan antara si pemuja dengan Nyi Blorong.

Saat berhubungan badan, wajib hukumnya bagi si pemuja untuk memastikan tak ada satu orang pun anggota keluarganya dapat masuk atau mengintip ke dalam kamar. Karena jika hal itu sampai terjadi, si pemuja akan mati seketika.
Pernah suatu kejadian, seorang istri yang penasaran dengan suaminya yang sering meminta dirinya untuk tidak masuk ke kamar pada hari-hari tertentu mencoba mengintip ke dalam kamar melalui celah di flapon kamarnya. Prosesi yang dilalui suaminya saat mengundang kehadiran Nyi Blorong dan kedatangannya ia saksikan dengan seksama. Hingga pada prosesi hubungan badan, si istri tersebut menjerit karena melihat suaminya tengah bergelut dengan seekor ular raksasa berwarna hijau. Seketika menjerit, si suami tersebut langsung diterkam oleh si ular dan mati. Si ular hilang, dan suaminyapun tak bernyawa lagi.
Setelah berhubungan badan, Nyi Blorong akan pergi dengan terlebih dahulu meninggalkan beberapa sisik tubuhnya. Sisik-sisik ular tersebut akan berubah menjadi kepingan-kepingan koin emas asli sebagai hadiah bagi si pemuja.

Tumbal Pesugihan Nyi Blorong

Koin-koin emas yang diberikan pada si pemuja ternyata tidak diberikan secara cuma-cuma, dalam pesugihan Nyi Blorong, si pemuja wajib mengeluarkan wadal atau tumbal yang tak lain adalah anggota keluarganya sendiri, entah itu anak, istri, ayah, ibu, keponakan, dan lain sebagainya. Wadal tersebut dikeluarkan setiap tahun sekali.

Bagi Nyi Blorong, wadal atau tumbal yang diberikan si pemuja akan ia gunakan sebagai alat untuk menambah kesaktian dan kecantikannya. Wadal tersebut ia juga dapat dimanfaatkan sebagai budaknya di laut kidul sana.

Adapun dalam kematian si tumbal, biasanya akan terjadi karena penyebab yang tidak umum, seperti mendadak sakit, kecelakaan, atau karena sebab lain. Saat setelah dikuburkan jasad yang menjadi wadal itupun umumnya akan berubah menjadi batang pisang. Jasad aslinya ditukar dan dibawa secara ghaib ke kerajaan Nyi Blorong sebagai persembahan.

Suatu kondisi apabila si pemuja tak mampu menyediakan wadal, Nyi Blorong akan mengambil nyawa si pemuja tersebut sebagai gantinya. Ini merupakan kontrak mati yang memang telah disepakati kedua belah pihak. Setelah kematian si pemuja, harta yang ditinggalkan juga sedikit demi sedikit hilang, tanpa keberkahan.

Nah, itulah sekilas tentang pesugihan Nyi Blorong yang dapat saya sampaikan. Dari artikel ini, sepatutnya kita bisa menyadari bahwa jika kita ingin hidup berkecukupan, kerja keras merupakan modal yang paling utama. Mengandalkan pesugihan sama halnya dengan menukar masa depan kita di alam akhirat dengan neraka sepenuhnya. Semoga mencerahkan.

Senin, 05 Oktober 2015

Asal Usul Nyi Blorong dan Legenda Pesugihannya

Selain Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong juga merupakan salah satu sosok legenda dalam  mitologi bangsa Indonesia yang sudah cukup dikenal. Sosok berparas cantik dengan tubuh setengah ular ini, diketahui merupakan seorang panglima terkuat yang dimiliki kerajaan ghaib Pantai Selatan. Selain dikenal memiliki kesaktian yang sangat luar biasa, ia juga punya banyak bawahan jin yang tak kalah digdaya. Berikut ini, sekilas kita akan membahas seputar asal usul nyi blorong beserta legendanya. Silakan disimak!

Asal Usul Nyi Blorong

Banyak ahli spiritualis -disertai dengan legenda yang selama ini beredar- menyebut jika Nyi Blorong sejatinya merupakan putri pertama Nyimas Dewi Rangkita yang bernama Nyimas Dewi Anggatri. Nyimas Dewi Rangkita sendiri ialah cucu dari Raja Caringin Kurung ke 11, Prabu Jaya Cakra.
 
Nyimas Dewi Anggatri atau Nyi Blorong dulunya adalah seorang gadis nan cantik jelita. Namun, karena dibesarkan di lingkungan keraton yang serba berkecukupan, ia kemudian tumbuh menjadi wanita yang angkuh dan jahat. Karena kejahatannya itu, ia diusir dari keraton milik kakeknya. Ia kemudian mengasingkan diri di hutan selatan dan dimulailah kisah asal usul Nyi Blorong ini.  

Suatu saat dalam perjalanan di dalam hutan, ia tak sengaja melalui sebuah gerbang ghaib yang membawanya masuk ke dalam kerajaan jin milik ratu segara selatan, Nyi Roro Kidul. Mengetahui jika ada manusia yang masuk ke dalam kerajaannya, prajurit kerajaan kemudian menangkap Nyimas Dewi Anggatri dan membawanya ke hadapan sang ratu.

Mendengar cerita dan kisah hidupnya, Nyi Roro Kidul kemudian merasa iba. Kanjeng Ratu Kidul kemudian mengangkat Nyimas Dewi Anggatri menjadi anaknya dan menganugerahkan kesaktian siluman ular padanya. Nyi Roro Kidul pun merubah nama si gadis yang tadinya Nyimas Dewi Anggatri itu menjadi Nyi Blorong.

Pada mulanya, Nyi Blorong hanya dianggap sebagai gadis biasa, namun karena kepiawaiannya dalam memimpin, berperang, serta bekal kesaktian ularnya, Nyi Roro Kidul kemudian memberikan kepercayaan padanya untuk menjadi pemimpin batalion dalam satuan prajurit yang dimiliki kerajaan. Seiring dengan keberhasilannya dalam memimpin, Nyi Blorong secara bertahap kemudian dipercaya menjadi panglima tertinggi dalam pertahanan keraton kerajaan Pantai Selatan.

Mitos lain menyebut jika saat bulan purnama, kesaktian dan kecantikan Nyi Blorong bakalmencapai puncaknya. Ia bisa dengan mudah berubah wujud menjadi sosok wanita cantik berkebaya hijau. Namun, saat bulan mulai mengecil, ia dengan sendirinya akan berubah menjadi sosok ular raksasa yang mengerikan.
 

Legenda Pesugihan Nyi Blorong

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, Nyi Blorong merupakan bawahan Nyi Roro Kidul yang selain menjadi panglima tertinggi, juga memiliki tugas untuk menyesatkan manusia. Penyesatan yang mereka lakukan adalah dengan memberikan pesugihan atau kekayaan dengan jalan yang sesat. Bagi manusia yang terbawa nafsu, pesugihan nyi blorong ini tentu akan sangat menggiurkan.

Dalam pesugihannya itu, Nyi Blorong selalu datang ke rumah orang yang memujanya. Ia kemudian akan meminta si empunya rumah untuk berhubungan badan dengannya dalam kamar khusus. Dalam kamar tersebut, si empunya rumah akan melihat Nyi Blorong dalam wujud gadis cantik, namun jika ada yang mengintip, mereka akan melihat si empunya rumah tengah berhubungan badan dengan seekor ular raksasa.

Setelah melakukan ritual berhubungan badan, Nyi Blorong akan pergi dengan meninggalkan beberapa keping emas yang sebetulnya merupakan sisik ular miliknya.

Sebagai ganti dari kekayaan yang diperolehnya dengan mudah, si empunya rumah memiliki kewajiban untuk memberikan tumbal anggota keluarganya. Seseorang yang ditunjuk menjadi tumbal akan mati dengan penyebab yang ada-ada saja. Adapun tumbal tersebut bagi sebagian spiritualis akan diambil dan digunakan sebagai budak di kerajaan Pantai Selatan.

Nah, itulah sekilas tentang asal usul Nyi Blorong beserta legenda pesugihannya yang mendunia. Semoga dengan membaca artikel ini kita semua bisa sadar dan menjauhi jalan-jalan maksiat yang memang sedemikian rupa dibuat indah oleh para setan. Semoga bermanfaat.