Tampilkan postingan dengan label sempurna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sempurna. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 April 2016

Mengapa Tak Ada Ayat Al Quran yang Saling Bertentangan

Salah satu kelemahan kitab-kitab suci yang ada di dunia saat ini -selain Al Quran- adalah pertentangan isinya.

Pada Bibel, misalnya. Pertentangan itu sangat banyak. Misalnya dua ayat tentang siapa yang membujuk Daud agar memusuhi orang Israel. Pada II Samuel 24:1 disebutkan yang membujuk adalah Tuhan sedangkan dalam I Tawarikh 21:1 disebutkan yang membujuk adalah iblis. Matius 11:13-14 menyebutkan bahwa Yohanes Pembabtis adalah Elia tapi dalam Matius 17:11-13 dan Yohanes 1:21 disebutkan bahwa Yohanes Pembabtis bukanlah Elia.

Pun soal salib. Dalam Matius, Markus, dan Lukas disebutkan Simon yang membawa salib, tapi di dalam Yohanes, disebutkan Yesus yang membawa salibnya. Dan masih banyak pertentangan antar ayat lainnya, bahkan ada ayat yang bertentangan dengan beberapa halaman sebelumnya.


Mengapa kitab-kitab suci lain banyak pertentangan sedangkan di Al Quran tidak ada pertentangan? Rupanya Al Quran sendiri menjawabnya.

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآَنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

"Maka tidakkah mereka menghayati (merenungi) Al Quran? Jika sekiranya Al Quran datangnya bukan dari sisi Allah, niscaya mereka akan mendapat banyak pertentangan di dalamnya" (QS An Nisa’: 82)

Ayat ini menjawab mengapa dalam Al Quran yang terdiri dari 114 surat dan 6236 ayat, tidak ada satu pun ayat yang bertentangan dengan ayat lainnya. Sebab Al Quran datang dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Al Quran adalah firman Allah.

Mungkin ada pertanyaan, bukankah Zabur, Taurat dan Injil juga merupakan kitab suci dan firman Allah yang diturunkan kepada Rasul sebelumnya? Benar. Namun, kitab-kitab itu tidak dijamin otentik selamanya. Berbeda dengan Al Quran yang dijaga Allah Azza wa Jalla.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS. Al Hijr: 9)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kitab suci yang mengalami pertentangan antara ayat satu dengan ayat lainnya telah tercampuri tangan-tangan manusia. Meskipun dulunya kitab itu dari Allah, saat ini tidak otentik lagi karena telah diubah oleh manusia. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Jumat, 19 Februari 2016

Menikah Menyempurnakan Setengah Agama, Yuk Nikah!

 terdapat yang bertanya,”Ada hadis yang menyatakan, menikah itu menyempurnakan separuh agama. Apa itu benar? kemudian apa maksudnya?”

Pertanyaan itu dijawaboleh Ustadz Ammi Nur Baits:

Bismillah was shalatu was salamu ala Rasulillah, wa badu. Hadisnya dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

–Siapa yang diberi karunia oleh Allah seseorang istri yang solihah, berarti Allah telah menolongnya untukmenyempurnakan separuh agamanya. karna itu, bertaqwalah kepada Allah separuh sisanya. (HR. Baihaqi 1916).

Dalam riwayat lain, pula dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

— kala seseorang hamba menikah, berarti ia telah menyempurnakan separuh agamanya. hingga bertaqwalah kepada Allah pada separuh sisanya.

Status Hadis:Ulama berubah komentar dalam menghitung keabsahan hadis ini. Banyak yang menghitung hadis ini bagaikan hadis yang dhaif. antara lain al - Haitsami, Ibnul Jauzi dan juga al - Iraqi. sedangkan itu, terdapat pula ulama yang menilainya hasan li ghairihi, serupa yang disebutkan dalam Shahih Targhib wa Tarhib (2/192).

Makna Hadis

Syahwat manusia dikendalikan 2 hal: perutnya dan juga kemaluannya.Dalam hadis dari Kaab bin Malik radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam menarangkan pengaruh rakus manusia karna penuhi kebutuhan perutnya,

— 2 serigala lapar yang dilepas di kandang kambing, bukanlah lebih mengganggu dibanding ketamakan seorang terhadap dunia dan juga jabatan, yang dapat mengganggu agamanya. (Ahmad 16198, Turmudzi 2550, Ibn Hibban 3228 dan juga dishahihkan Syuaib al - Arnauth).

Sementara syahwat biologis mendesak manusia buat berbuat zina. karna itu, orang yang sudah penuhi kebutuhan biologisnya dengan menikah, berarti ia menyempurnakan separuh agamanya.

Al - Ghazali dalam Ihya Ulumiddin mengatakan,

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakan, “Siapa yang menikah, berarti telah melindungi separuh agamanya. karna itu bertaqwalah kepada Allah buat separuh agamanya yang kedua.” Ini menggambarkan isyarat tentang keutamaan nikah, ialah dalam rangka mlindungi diri dari penyimpangan, supaya terhinndar dari kerusakan. karna yang mengganggu agama manusia lazimnya merupakan kemaluannya dan juga perutnya. Dengan menikah, hingga salah satu telah terpenuhi. (Ihya Ulumiddin, 2/22)

Demikian pula uraian yang di informasikan Al - Qurthubi.Beliau mengatakan,

“Siapa yang menikah berarti telah menyempurnakan separuh agamanya. karna itu bertaqwalah kepada Allah buat separuh yang kedua.” arti hadis ini kalau nikah hendak melindungi orang dari zina. sedangkan melindungi kehormatan dari zina tercantum salah satu yang menemukan jaminan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan surga. dia mengatakan, Siapa yang dilindungi Allah dari 2 bahaya, hingga Allah hendak memasukkannya ke dalam surga, ialah dilindungi dari akibat kurang baik mulutnya dan juga kemaluannnya. (Tafsir al - Qurthubi, 9/327). Demikian,Allahu alam. 


Sumber:
http_www_akhwatindonesia_net/2015/12/menikah-menyempurnakan-setengah-agama-yuk-menikah/