Tampilkan postingan dengan label hafiz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hafiz. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juni 2016

MASYA ALLAH! Alfath, Anak yang Divonis Dokter Idiot Ternyata Menjadi Penghafal Al-Quran

cerita seseorang anak ini dapat jadi inspirasi buat kita. sesuatu kala, kala sang anak masih dalam isi ibunya, sang anak diperiksakan kondisinya ke dokter. nyatanya, di otak kecil sang anak, ada tumor. sang anak yang masih belum keluar dari rahim ibunya ini, sudah didiagnosa ini - itu oleh dokter. kurang lebih, dokter berkata kalau sang anak hendak jadi bocah idiot, yang tidak bermanfaat, malah malah menyusahkan orang tuanya sejauh hayatnya. terlebih lagi, parahnya lagi, dokter menawarkan satu jalur pintas: aborsi.

tetapi, di saat - saat serupa itu, apakah sang bunda menerima aja opsi yang ditawarkan dokter itu; mengingat keadaan sang anak – bagi dokter – tidak baik apabila hingga lahir? nyatanya, orang tua sang jabang balita mengambil keputusan yang cukup mencengangkan, ialah senantiasa melanjutkan kehamilan sampai lahirnya.

dan juga alhamdulillah, sang anak lahir, dan juga semenjak itu, orang tuanya mengasuh dengan penuh kesabaran. terlebih lagi, si bunda hingga wajib pensiun dini dari kerjanya demi mengurus anaknya itu. orang tuanya telah mendidik, mengasuh, dan juga mengarahkan banyak perihal. mulai dari berdialog, membaca cerita, sampai membaca al - qur’an.


pendek cerita, di ulang tahun sang anak yang ke - 13, dia menuntaskan hafalan al - qurannya. apa yang jadi motif sang anak menuntaskan hafalan al - qurannya? “aku mau berikan suatu kebahagiaan besar buat orang tuaku”, ucapnya.

sang anak yang dahulu didiagnosa ini - itu oleh dokter, saat ini sudah mencapai banyak prestasi di bidang al - qur’an, baik nasional ataupun internasional. bermula dari kepercayaan kokoh orangtua sang anak, kalau dibalik tes tersimpan berjuta karunia. dan juga kesimpulannya, allah lah yang memastikan nasib hamba - nya, bergantung seberapa besar usaha hamba - nya buat mengganti nasibnya, dari yang nelangsa jadi senang. dari yang sengsara jadi gembira. dari pecundang jadi pemenang. dari tidak bernilai jadi tidak ternilai. benarlah firman allah:

إن الله ﻻ يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم

“sesungguhnya allah tidak mengganti apa yang terdapat dalam sesuatu kalangan, hingga mereka mengganti apa yang terdapat dalam diri mereka sendiri” (qs 13: 11).

apa hikmah dan juga pelajaran yang dapat diambil dari cerita nyata di atas? banyak, di antara lain ketabahan dan juga kesabaran seseorang bunda yang luar biasa, walaupun jabang bayinya sudah didiagnosa idiot oleh dokter, dia tidak putus asa buat senantiasa mengasuh dan juga mendidiknya sampai berusia, sampai kesimpulannya berbuah manis, kesimpulannya bocah idiot tadi berkembang jadi anak yang pintar terlebih lagi telah menghafalkan al - qur’an secara sempurna di usia 13 tahun (usianya saat ini 17 tahun). hebatnya lagi dia telah memenangkan kejuaraan menghafal al - qur’an beserta tafsirnya dalam bahasa arab di tingkatan nasional dan juga internasional.

inilah buah dari ketabahan, kesabaran dan juga usaha optimal. allah itu maha adil dan juga maha bijaksana. jadi, jangan menyerah dan juga jangan sempat putus asa, saat sebelum bergerak maju. doa, usaha, tawakkal! antusias! [dakwatuna]

 



(sumber; yukbagi.com)

Kamis, 02 Juni 2016

Subhanallah Negara ini menduduki peringkat satu jumlah hafizh Quran terbanyak di dunia. Tercatat sebanyak 12,3 juta warganya hafal 30 juz Al Quran.Tolong Sebarluaskan Ya

seluruh orang mau sekali mempunyai anak yang pandai dan juga pintar terlebih dalam bidang agama, bertujuan buat akhlaq yang baik. terlebih dala perihal keahlian membaca al - quran, subhanallah pastilah kita menginginkannya tercantum kita ditambah lagi hafidz quran, inilah negeri yang menduduki terbanyak buat hafidz al - quran.

negeri ini menduduki peringkat satu jumlah hafizh quran paling banyak di dunia. tercatat sebanyak 12, 3 juta warganya hafal 30 juz angkatan laut (AL) quran.

negeri ini tidak lain merupakan mesir. bersumber pada informasi departemen wakaf mesir, pada tahun 2014 ada 12, 3 juta penduduk negara 1000 tower ataupun dekat 18, 5 % dari keseluruhan 67 juta jiwa penduduk.

jumlah hafizh quran dari golongan kanak - kanak sampai umur 25 tahun menggapai 2, 4 juta hafizh. dari umur 26 – 55 tahun sebanyak 6, 2 juta hafizh dan juga di atas umur 56 tahun ada 3, 7 hafizh.

bila dilihat dari tipe kelamin, sebanyak 8, 5 juta penghafal quran merupakan laki - laki. sebaliknya sisanya sebanyak 3, 8 juta merupakan wanita hafizhah.

diyakini, jumlah penghafal quran pada tahun ini lebih banyak lagi. sampai satu abad ke depan, mesir diprediksi masih hendak menempati peringkat kesatu negeri dengan jumlah penghafal quran paling banyak di dunia.




[sumber: mediainformasiislam.net]

Sabtu, 21 Mei 2016

Mengapa Tak Ada Yang Hafal Alkitab? Jawaban Pendeta Ini Jadi Senjata Makan Tuan

dalam suatu debat yang terbuka terdapat seseorang muslim yang mau bertanya kepada salah satu pendeta yang dimana pendeta tersebut jadi salah satu narasumber, persoalan orang muslim tersebut serupa ini " terdapatkah orang yang hafal alkitab sebagaimana banyak muslim yang hafal angkatan laut (AL) qur’an? "

bukan nya menyajikan suatu dalil ataupun sebab yang rasional jutru si pendeta tersebut malah terkesan merendahkan kitab suci umat muslim ialah angkatan laut (AL) quran si pendeta mengatakan angkatan laut (AL) quran gampang di hafal karna tipis.

“di dunia ini tidak bisa jadi terdapat orang yang hapal alkitab di luar kepala mereka. sejenius whatever orang itu, ia tidak hendak bisa jadi menurutnya hapal alkitab di luar kepala, karena alkitab itu merupakan novel yang amat tebal dan juga banyak, jadi amat susah buat dihapal. berubah dengan angkatan laut (AL) qur’an. angkatan laut (AL) qur’an merupakan novel yang amat tipis, makanya amat gampang dihapal, ” jawab pendeta bertitel doktor teologi itu.

mendengar jawaban dari pendeta tersebut h. insan ls mokoginta juga merebut mic dari si penanya yang dimana insan mokoginta merupakan seroang mantan pendera yang saat ini sudah mualaf.

“maaf pak pendeta, tadi ayah berkata bila angkatan laut (AL) qur an merupakan novel yang amat tipis, makanya hendak amat mudah dihapal di luar kepala. tetapi pak pendeta, setipis - tipisnya kitab suci angkatan laut (AL) qur’an itu terdapat dekat 500 s/d 600 taman, jadi itu cukup banyak pula lho! ! tetapi realitasnya di dunia banyak sekali terlebih lagi terdapat jutaan orang yang sanggup buat hapal angkatan laut (AL) qur’an di luar kepala mereka. terlebih lagi anak kecil juga amat banyak pula yang hapal di luar kepala, meski mereka belum ketahui maksudnya. saat ini aku bertanya kepada pak pendeta, alkitab itu terdiri dari 66 kitab bukan? bila ayah pendeta hapal satu tulisan aja di luar kepala (1/66 aja) , seluruh yang muncul dalam debat ini jadi saksi mata, aku hendak berulang masuk agama kristen lagi! ”

mendengar jawaban dari insan ls mokoginta tersebut sontak forum debat jadi tegang dan juga membikin orang muslim takut bila terdapat pendeta yang hafal.

terdapat sebagian pendeta yang dikala itu mendatangi forum tersebut tetapi tidak terdapat dari mereka yang hafal.

mengetahu bila pendeta tidak terdapat yang hafal satu tulisan insan ls mokoginta juga merendahkan tantangan nya, ia memohon pendeta buat menghafal ayat bible satu lembar aja.

“maaf ayah pendeta, umur kamu terdapat yang dekat 40, 50 dan juga 60 tahun bukan? bila terdapat di antara ayah pendeta yang hapal satu lembar bible aja bolak - balik ayat alkitab tanpa galat titik dan juga pula komanya, dikala ini seluruh partisipan hendak jadi saksinya, aku berulang masuk agama kristen lagi! !
silahkan pak! ”

atmosfer jadi jauh lebih tegang lantaran umat muslim cemas hendak terdapat yang hafal satu lembar ayat alkitab, tetapi muka pendeta terlihat lesu karna tidak terdapat satu juga di antara mereka yang hafal satu lembar ayat alkitab.

“mengapa angkatan laut (AL) qur’an gampang dihafal? karna dia kalamullah. mukjizat. kenapa tidak terdapat yang hafal alkitab? karna dia bukan mukjizat, ” demikian simpul ihsan sambil menarangkan kalau cetakan tahun berapapun dan juga di negeri manapun, angkatan laut (AL) qur’an tentu sama. kala satu negeri mengadakan musabaqah tilawatil qur’an dan juga didengar penduduk negeri lain, tentu dapat diiringi dan juga dinilai teks itu benar ataupun salah. "



[sumber: kazanahmuslim.blogspot.com]

Minggu, 15 Mei 2016

Pria Ini Mampu Menghafal 30 Juz Alquran dalam 14 Hari, Ternyata Ini Rahasianya

DI depan ustad yang menjadi pembimbingnya dalam Program 30 Hari menghafal Alquran, yang dihelat di Bangka Belitung pada Juni lalu, T Akbar Maulana, menelepon sang ibu di Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya). Ia memperdengarkan hafalan terakhir yang menasbihkannya sebagai khatmil (telah menamatkan bacaan Alquran). Sementara dari kejauhan, sang ibu dan ayahnya terdengar menyambutnya dengan penuh haru sambil bersujud syukur.

Prestasi gemiliang dan luar biasa itu dicapai Akbar tepat di usianya yang ke-17 tahun. “Saya mengikuti program menghafal Alquran dalam 30 hari untuk mengisi masa libur. Namun karena terlebih dulu harus mengikuti ujian, maka saya terlambat seminggu. Alhamdulilah saya bisa mengejar ketertinggalan dan akhirnya bisa hafal Quran dalam 14 hari,” terang Akbar didampingi keluarganya saat berkunjung ke kantor Harian Serambi Indonesia Banda Aceh, Sabtu (25/7).

Teknik menghafal
Anak ke-2 dari tiga bersaudara pasangan T Djusri dan Rina S ini tercatat sebagai siswa kelas 3 di International Anatolian Imam Khatip High School Kayseri-Turkey. Mengikuti pendidikan setara SMA dan terpilih sebagai penerima beasiswa pemerintah Turki. Ia bersyukur dan tak mau takabur bahwa di usianya yang masih muda belia sudah bisa menghafal 30 juzz Alquran.

Alumnus Pesantren modern Darul Ulum, Jambo Tape, Banda Aceh itu mengaku kunci dari menghafal Quran adalah adanya niat yang lurus, doa yang tulus, dan usaha yang serius. “Sedangkan tekniknya yaitu hafal dulu, hafal lagi, dan hafal terus. Sebuah teknik sederhana yang tak sesederhana praktiknya.

Tiga pekan yang dihabiskan selama di Bangka Belitung menorehkan pengalaman tak terlupakan bagi diri Akbar. Ia adalah angkatan ke-3 yang mengikuti program besutan “Sabahat Quran” yang diikuti 46 peserta se-Indonesia. Sebelumnya program yang digelar setahun dua kali itu dihelat di Bali dan Bandung.

Pemilihan tempat juga bukan tanpa alasan. Panorama alam yang indah lagi asri serta tentunya jauh dari hiruk pikuk kota membuat Akbar lebih mudah dalam menghafal. Atmosfir itu sengaja diciptakan agar para calon hafiz merasa santai dan tak terbeban. “Keseringan menghafalnya di alam terbuka. Bisa di ayunan atau sambil dayung perahu di danau. Diselingi sama olahraga dan istirahat juga pastinya,” cerita Akbar.

Dengan bersemangat bintang utama film dokumenter Selfie Jihad besutan sebuah rumah produksi di Jakarta ini membeberkan ritual dirinya selama menjalani program tersebut. Ia memulai hari dengan bangun dini hari pukul 03.30 WIB. Aktivitas dimulai dengan shalat Tahajud yang dilanjutkan dengan mengaji, shalat Subuh, dan baru kemudian mulai menghafal Quran.

Untuk menjaga stamina, Akbar juga kerab berolahraga dan tak lupa makan dan istirahat yang cukup. Kegiatan menghafal kembali dilanjutkan pada pukul 13.00-17.00 WIB. Istirahat sejenak dan lanjut lagi pukul 19.00-23.00 WIB. Ia biasa melahap hafalan 3-5 halaman setiap harinya.

“Selama di Bangka Belitung saya menghafal hingga 15 jam setiap harinya. Sebelum masuk program ini, saya sudah hafal 7 juz. Hanya saja waktu ikut program itu memang lebih fokus karena banyak waktu dan sering dikasih motivasi dan muhasabah juga biar semangat,” tutur Akbar.

Ia juga membeberkan metode lainnya jika ingin menjadi hafiz, di antaranya menghafal cara ustmani, cara menulis, cara per baris, cara per 5 halaman, dan lain sebagainya. Intinya Akbar menegaskan, segala pekerjaan diawali dengan niat. Kegiatan menghafal dimulai dengan membaca, menghafal, dan bukan sekedar menghafal melainkan diresapi dengan hati.

Akbar yang bercita-cita menjadi ustad yang multitalenta ini mempunyai motto: enjoying your self with serious moving. Tak heran jika ia telah menorehkan segudang prestasi, baik di tingkat lokal hingga Asia. Sebagai jebolan pesantren modern kesohor di Aceh yang kini menimba ilmu di Turki, Akbar menguasai tak kurang dari lima bahasa, yaitu bahasa Aneuk Jamee sebagai bahasa ibu, bahasa Indonesia, Inggris, Turki, dan mengerti bahasa Thailand.

Mengulang hafalan
Akbar mengakui untuk mengulang hafalan (murajaah) lebih sulit dari pada saat menghafal. Namun ia sudah bertekad menjaga hafalannya hingga nyawa terpisah dari raga. Untuk itu ia punya trik tersendiri yaitu mengulang hafalan per harinya satu juzz. Ritual itu biasanya dilakoni selama satu jam pada seperti malam atau menjelang subuh serta satu jam menjelang tidur. Menurutnya itulah waktu yang tepat untuk menghafal.

Selain itu ia menyarankan agar tak bergonta ganti Alquran lantaran otak manusia dirancang untuk merekam, termasuk merekam peletakan ayat. Bisa juga menggabungkan beberapa metode sekaligus yaitu 30 persen menghafal dengan suara, 40 persen menghafal dalam hati, dan 30 persen menghafal dengan mendengar (audio) yang dilantunkan oleh Syeikh. Yang terakhir disebutkan sekaligus untuk mengoreksi jika ada bacaan yang salah.

Hafiz muda itu meminta doa agar dirinya tetap istiqamah dan tidak takabur. Ibunya, Rina S menjadi “madrasah” pertama Akbar sebelum dirinya mengenyam pendidikan di luar. Meskipun bukan terlahir dari keluarga hafiz-hafizah, namun kedua orang tuanya yang sama-sama berprofesi sebagai guru, menanamkan pendidikan berkarakter sedari kecil. Nah! (nurul hayati)



[sumber: aceh.tribunnews.com]

Selasa, 10 Mei 2016

Masya Allah..!! Ibu Seorang Pendeta, Anak Ini Malah Memilih Menjadi Penghafal Al Quran

Hidayah ialah murni hak Allah. Sbg manusia kita wajib utk menjemputnya. Ialah Jafar, salah satu anak yg mendapat hidayah Allah. Anak belia ini mendapat hidayah masuk Islam. Padahal Ibunya seorang pendeta lulusan Sekolah Ortodoks Yerussalem. Palestina.


Dia mempunyai koleksi kitab injil thn 1958. Dirinya rajin membaca, mengoleksi buku, mengkaji kitab. Kelas 1-6 SD mengkaji khusus kitab oleh pendeta & ibunya sendiri. Dirinya amat sangat fasih memaparkan falsafah berkenaan Trinitas, komplit dgn ayat-ayatnya.
Saat Ini, dia jadi penghafal Al Quran. Tiga th terakhir dirinya konsentrasi mengkaji Al-Qur’an. Hafalannya sekarang ini sudah 20 juz. Dirinya tetap Cinta ibunya. dia berasal dari Makale, Tana Toraja. Anak berparas tampan itu kini sekolah di Sekolah Penghafal Darul Istiqamah, Macopa, Maros.

Berita baik tersebut diupload di media sosial oleh akun bernama Ismawan as. Jelas saja, info itu membuat pengguna media maya ikut bersuara.

“Cara berdakwah dirinya pun sudah sangat baik.. senantiasa menjadi inspirasi bagi santri lain,” kata Andi Tenri Ewa.

“Subhanallah. Wah hebat & salut meskipun tak lagi seiman bersama ibunya tetap masihlah menghargainya,” papar Anita Ruhama.(ri)

Masya Allah....





(sumber: thesocialtrending.com)

Hamzah Alhabashy, Remaja Tampan Amerika Ini Memperoleh Gelar Hafiz Qur’an Terbaik

Subhanallah. Allah subhanahu wata’ala telah menjaga Al-Quran mulia dengan mengizinkan hamba-hamba yang dikehendaki-Nya menjadi penghafal Al-Quran. Hal yang cukup mengejutkan adalah, ketika seorang remaja Amerika, Hamzah Alhabashy, 14 tahun, secara resmi menyabet gelar Hafiz Qur’an terbaik 2 Dubai International Holy Quran Award yang diadakan di Dubai 2015.

Hamzah berkompetisi pada malam pertama, bersama tujuh peserta lain yaitu Abdul Rahman Yasin Majeed Al-Habeeb – Irak, Abdoulazez Ahmad A Ghani – Qatar, Niyitunga Zaidi – Burundi, Soibahoudine Ahamada – Union Des Comores, Mohammed Fathie Abdulhalem Ja’afar – Filipina, dan Simadeddine Hazyoun – Belanda.

Adalah hal yang lazim apabila seorang penghafal tumbuh dari sebuah negara yang masyarakatnya memiliki tradisi dalam menghafal Al-Quran. Namun demikian, Hamzah Alhabashy, yang hidup di lingkungan mayoritas bukan pemeluk Agama Islam itu, telah mampu membuktikan diri menjadi seorang hafidz. Ia memiliki suara yang jernih dan merdu, serta sangat fasih saat melantunkan ayat-ayat Suci Al-Qur’an.

Sebelumnya Hamzah yang tercatat sebagai siswa Dar-us-Salaam Hifzh School Maryland ini, berkompetisi secara nasional pada ajang baca Quran di Chicago untuk memenangkan kesempatan mewakili Amerika Serikat di Dubai Kompetisi Internasional Quran 19. Guru dan komunitasnya yang turut mengikuti progressnya dari Amerika Serikat, meminta doa dari komunitas Muslim yang ada Amerika.

Kini Hamzah mulai dikenal banyak orang di dunia. Videonya pun ramai diperbincangan banyak netizen setelah diunggah di situs youtube dan banyak dishare ke ratusan akun fb.

Berikut video Hamzah Alhabashy saat membacakan Ayat – Ayat Suci Al-Qur’an, ketika mengikuti festival tahfid yang diadakan di Dubai. Semoga bisa menjadi manfaat dan pengajaran yang berharga buat kita semua. Amin.




(Sumber: oasemuslim.com)

Jumat, 29 April 2016

[Kisah Nyata] Jodoh Seorang Wanita Muslimah Penghafal Al-Quran

Dia adalah sahabatku sejak MTs, kami bersekolah di MTsN Barabai. Namanya Luthvia Azizah, ia dikenal pribadi yang sangat kalem dan cerdas. Tutur katanya tersusun lembut. Oleh karenanya, ia sering menjuarai lomba sari tilawah Quran. Kebersamaan kami singkat, saat MTs sering main basket bersama ikhwan akhwat campur tapi pakaiannya tidak ketat sepertiku. Haha... Lulus MTs, Azizah memutuskan untuk lanjut ke Pondok Pesantren di Jaro Tanjung, dan teman main basket tim kami yang bernama Afifah juga memutuskan untuk melanjutkan ke Pondok Pesantren Rakha, Amuntai. Hanya aku yang selalu gagal untuk menimba ilmu di pondok, yang rencananya mau ke Darul Hijrah, Cindai Alus. Tapi takdir berkata lain.


Kemudian, kami bertemu di Kampus. Azizah mengikuti seminarku yang diadakan di IAIN Antasari Banjarmasin. Dengan kejutan, dia memegang lenganku. "Vii... Assalamualaikum." Ucapnya. Ketika itu aku kaget, "Azizah?". Bukan karena apa-apa, tapi karena sekarang ia lebih bertumbuh dariku. Dulu aku yang paling tinggi dan dapat shooting bola ke ring basket dengan jitu, tapi sekarang aku seperti kerdil. Hehe..

"Main basket lagi?" tanyanya meledek. Mungkin juga serius.
"Boleh.. Walaupun kalah tinggi." jawabku, singkat.
"MasyaAllah.. Pian berbeda dengan MTs dulu Vi. Oya ulun ada baca buku pian.. Luar biasa Vii.. Apalagi sekarang langsung lihat seminarnya." tambahnya.
"Iya, bukunya yang luar biasa. Orangnya masih jelek akhlaknya, Zah."
Kami pun bercerita panjang lebar tentang bagaimana studi masing-masing. Ia menceritakan pengalamannya di pondok dan aku bercerita tentang bagaimana proses aku berhijrah. Aku senang memperhatikan setiap tutur katanya yang lembut, santun dan bersahaja. Apalagi saat dia tersenyum, giginya yang putih bersih menambah pesonanya. MasyaAllah..
"Ngekost dimana Zah?"
"Sementara di asrama Kak."
"Oh iya, oya jangan pakai kaka. Kita sekelas."
"Nggak papa. Kan pian lebih tua dan sekarang sudah jadi kaka tingkat ulun."
"Jangan Zah.. Jangaan.."
"Ndah... Nggak mau. Maunya panggil kaka aja. Biar lebih menghormati bukan maksudnya dituakan hehe.."
Aku tersenyum sekaligus bangga. Sebegitu kah pondok pesantren mengajarkannya adab. Aku semakin bangga berteman dengannya.
"Oya, habis dari asrama nanti mau rencana kemana? Nginep sama Kak Ahim?" Kak Ahim adalah kakaknya yang sempat jadi tokoh idola di MTs dulu karena karisnya kesopanannya yang
wahh..
"Rencana mau mondok Kak. Di pondok Tahfizh KHADIJAH."
"ohh itu, kemarin juga pernah kesana Zah. Sempet mau dites juga, tapi saat dengar persyaratannya yang harus nginep disana. Jadinya, nggak jadi. Wahh, masyaAllah. Memangnya nggak mau ikut organisasi gitu?"
"Entahlah.. Maunya ngafal Quran kak. Berat kesana. Organisasi juga pingin. Tapi lihatlah nanti bagaimana."
Suatu ketika, sahabatku, Azizah, dia sakit. Dokter bilang dia harus operasi, semua kawan dekat menjenguknya dan mendoakan agar operasinya berjalan lancar, dan alhamdulillah sekarang Azizah sehat wal afiat.
Beberapa lama kemudian, saat Syeikh Nuruddin Marbu, pimpinan pondok Tafaqquh Fi Dien berkunjung ke masjid Taqwa. Aku kembali bertemu dengan Azizah.
"Assalamualaikum, sahabatku Azizah, Ukhtii.." sapaku hangat sambil memeluknya rindu.
"Waalaikumussalam Kak Selvi.." balasnya sambil memelukku lebih erat. Kami memang telah lama tidak bertemu, tak tahu kabar lagi, terakhir cuma memberi kabar kalau aku pindah ke RPI Bunda Kurbanur, karena harus menjalankan amanah disana.
"Sama siapa kesini Zah?" tanyaku. Kulihat wanita-wanita bercadar di dekatnya.
"Ini sama Si Adek ini. Dia ngefans sama kaka. Sebenarnya ulun sudah dari tadi lihat kaka. Cuma takut nyapa. Takut ganggu."
"Wahh.. Azizah.. Harus jawab apa ya. Oya kata Putri Padi, 'Seseorang itu jangan terlalu dipuji, nanti berbahaya." candaku. Kami pun tersenyum kecil di dalam masjid ketika ceramah telah usai.
"Sekarang tinggal dimana Zah?"
"Di asrama tahfizh Khadijah Kak."
"MasyaAllah.. Akhirnya kesampaian juga kesana ya. MasyaAllah... Moga dapat jodoh yang hafizh 30 Juz ntar.. Hehee.. Ngomong-ngomong maunya kaan?"
"Hmm.. Aamiin Yaa Allah.. Kapan ya? Kapan dikasih Allah Kak."
Aku tertunduk. Entah kenapa perasaanku sesak sekaligus bahagia. Bahagia karena memiliki teman sholehah tapi sesak karena nasibku berbeda dengannya.
"Yaa Allah, begitu mudah kau takdirkan sahabatku untuk menghafal kalam-Mu. Sedangkan diriku, mengapa begitu susah untuk mengambil jalan itu? Yaa Allah.. Bagaimana mungkin kuharapkan seorang lelaki baik, sedangkan diriku belum baik. Yaa Robb.. Hadirkanlah jodoh terbaik di waktu yang tepat. Jagalah diriku dalam penantian dengan ketaatan pada-Mu. Aamiin."
Setelah itu, kami jarang bertemu. Bahkan mungkin tak pernah lagi bertemu.
Namun tiba-tiba kabar bahagia itu datang.
Azizah di usia 21 tahun, ternyata Allah begitu Maha Kuasa. Dia takdirkan dirimu menjadi istri seorang yang hafizh Quran 30 juz sesuai dengan doa kita di pengajian dulu. Kau perempuan baik dan memang pantas mendapatkan lelaki yang sangat baik.
Azizah...
Allah Maha Adil. Tiada peradilan terbaik selain peradilan-Nya. Ia jodohkan perempuan penghafal Quran dengan lelaki penghafal Quran.
Barakallahu fik..
Semoga sakinah mawadah warahmah.. Aamiin...

SHARE SHAREEEE SAHABAAT...
¤ Selvia Stiphanie (Penulis Buku Best Seller)



(sumber: reportaseterkini.net)

Selasa, 26 April 2016

Lamaran Ditolak, Pemuda Ini Nekat Menghafal Al Qur’an dan Ternyata Ia Mendapat ….

Ditolak, Pemuda Nekat Ini Menghafal Alquran │ Dalam kehidupan, niat bagus terhadap orang lain belum tentu menghasilkan bagus atau dihargai dengan bagus pula. Hal ini dialami oleh orang-orang muda dari desa dekat Bekasi.

pria muda bernama David Dzal Aidi merupakan pemuda yang tak bersalah dan jauh dari asosiasi pemuda hari ini sering Spree Spree. Dia merupakan seorang pria Sholeh muda bahwa asosiasi sudah tahu batas-batas hukum, terutama dengan para suster.
Lamaran Ditolak, Pemuda Ini Nekat Menghafal Al Qur’an dan Ternyata Ia Mendapat ….
Ilustrasi

Tapi hatinya mulai merapat saat ia melihat seorang gadis di masa remaja seminar Islam di ibukota Jakarta. di saat itu, David menjadi komite, sedangkan anak perempuan yang tahu namanya Fatimah disajikan Qari dan membaca Alquran dengan suara merdu dan pengucapan begitu fasih.

David didampingi oleh temannya, setelah itu meminta nomor telepon Fatimah dengan tujuan untuk membangun Interaksi dan setelah jangka waktu tiga bulan terakhir, David setelah itu menyatakan niat mereka untuk mencari Fatimah. Dalam pesan singkat, katanya,

“Fatima, saya ingin persahabatan ke rumah orang tua kita, Dapatkah saya mempunyai alamat lengkap kita, maaf bila Anemia menyenangkan.” Setelah membaca beberapa kali untuk menghindari juru akhirnya pesan sudah dikirim ke ponsel kita Fatimah.

“Ya, sis, silahkan aja datang ke rumah. Orang tua saya berada di kabin dan batik putih. bila bingung, meminta orang ada rumah Pak Ahmad Mubarak Semoga di ketahui. “ Fatimah menjawab dengan banyak antisipasi.

Setelah tanggal jatuh tempo tiba, David dan temannya, Amir akhirnya Fatimah kepada orang tua rumah. Merasa sedikit tegang di David mencoba untuk ditenangkan oleh temannya dan mereka disambut di pintu depan rumah yang cukup mewah.

ayah dan ibu Fatimah siap untuk menyambut David dan mengundang semua dua duduk pertama.

Tanpa lebih, ayah Fathimah setelah itu mengatakan kepada David “Fatimah sudah banyak cerita mengenai kita dan ayah memahami bagaimana sikap bila Fatimah seperti sesuatu. Dia merajuk bila keinginan mereka tak dipenuhi. Tapi dia juga lebih dewasa dari kakaknya, Aisha. “

” Ya, Pak, sebelum berkat menerima kedatangan saya untuk tetap terhubung ke rumah ayah dan ibu. Aku tiba maksud di sini merupakan untuk mengkhitbah ayah putri Fatima. Bahkan setelah itu, bila tak ada yang bertanya dan saya minta maaf bila itu tak sopan di sikap saya. saat saya diterima, jadi saya akan berbicara dengan orang tua saya di desa untuk dengan cara resmi khitbah. “ Perkataan David jelaskan sepenuhnya saraf.

Namun ternyata ibunya Fatimah mencoba untuk mengganggu dan mengatakan “Maaf David, tak ibu kita berpikir. Tapi ibu khawatir mengenai rumah kita dan Fatima bila kita tak mempunyai pekerjaan tetap. Ibu sendiri membuat calon Fatimah. Dia merupakan anak dari ibu teman yang juga kantor dengan Mr. saya melihat bahwa ia siap untuk suami Fatimah kandidat. “

Memang, David menyadari bahwa belum mempunyai pekerjaan tetap dan tinggal di desa. Tapi dia tak tahu apakah itu merupakan anak keluarga Fatimah tinggal di karenakan Fatimah tak jelaskan mengenai keadaan keluarganya.

“Ya Bu, saya mengerti dengan keadaan saya saat ini. Saya selalu berusaha untuk mencari pekerjaan yang layak dan bagus. Sekali lagi, saya mengucapkan terima Afeksi kepada ayah dan ibu wajib menerima persahabatan saya. Maafkan saya seolah-olah kedatangan saya telah terganggu saat ayah dan ibu. “

David dan temannya selamat tinggal kepada orang tua dari Fatima. Tapi sebelum David meninggalkan rumah, ayah Fatima pergi dan mengatakan

“ayahnya sangat bangga dengan keberanian kita. Papa setuju bila kita menjadi seorang imam untuk Fatimah. Tapi ayah tak tahu apakah itu membuktikan ibu sudah calon Fatimah. kita wajib kuat dan tetap usaha. Kami berharap bahwa kita mendapatkan pengantin terbaik. “

suatu saran sangat bijaksana ayah Fatimah Daud sangat berterima Afeksi dan berharap bahwa calon suami dari Fatimah Bisa membimbing dan menjadi imam yang bagus.

David dan nya teman pamit dengan hati yang agak sedih.

malam, Fatimah mengirim pesan singkat ke David dasarnya meminta maaf atas kejadian sore ini. Dia tak tahu apakah ibunya telah memilih calon untuknya. dia akan Genjah berbicara dengan ibunya bahwa dia tak ingin dijodohkan.

Tapi David mengatakan pesan setelah itu singkat dengan Perkataan-Perkataan,

“tak ada yang wajib dimaafkan dan tak ada yang disalahkan. Ikuti saran dari orang tua kita di karenakan mereka tahu apa yang terbaik untuk kita. Saya berharap kita semua bahagia. ”

Setelah hari itu, David mencoba untuk bersabar dengan apa yang Tuhan inginkan untuk dia. Dan di hari Sabtu pagi setelah sholat subuh, David belajar di Masjid Raya Bekasi diisi oleh Ustadz Abdul Hakim yang lulus dari komentar ahli al-Azhar, Mesir.

Dalam studinya, agama mengatakan bahwa pernikahan merupakan nasihat Allah dan ayat dia membaca surat dari Nur ayat 32.

David terkejut dengan Al-Qur’an bahwa Ustadz Abdul Hakim membaca, makna, “bila mereka miskin, Allah akan memberi mereka kemungkinan rahmat.”

setelah itu, setelah pengajian, David mencoba banyak dan menyatakan keinginannya untuk berbicara dengan Ustadz. Ustadz setelah itu mengundang David untuk berbicara dengan cara pribadi di lantai atas di ruang imam Eksklusif. Akhirnya David kepadanya apa yang terjadi hingga ia merasa air mata bergulir Perkataan pipinya.

Bijak, Ustadz Abdul Hakim menyampaikan pesan bahwa David menerima kehendak dan kesabaran Allah untuk skenario.

David siap untuk mengubah mengisi hidupnya dengan hari untuk menghafal Al-Quran dan berharap Ustadz Abdul Hakim hafalannya mendengarkan kesimpulannya. Dia menyadari bahwa Alquran merupakan obat yang paling kuat di nyeri hatinya.

Barakallah, David Bisa mengkhatamkan Al Quran menghafal Anemia dari satu tahun dan Ustadz Abdul Hakim sangat bangga dengan ketulusan David. Sekarang Ustadz menilai yang ingin berbicara dengan David mengenai pendamping.

“Saudara David, saya minta maaf bila saya katakan pelanggaran ini. Dia juga jemaat saya yang bernama Abdullah akan meminta untuk menemukan pendamping untuk ketiga anaknya. Pak kriteria yang diinginkan Abdullah merupakan untuk calon suami Bisa membimbing anak-anaknya dalam agama. “ mengatakan pendeta dengan hati-hati.

” Saya bersyukur bahwa ingin pendeta menyerahkannya padaku. Tapi aku takut bila aku tak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh keluarga Pak Abdullah. Aku hanya seorang anak desa yang hidupnya sederhana. “Perkataan David.

” setelah itu kita mencoba untuk berdoa terlebih dahulu istikharah dan menginformasikan keluarga bila sudah diputuskan. “

Setelah hari berlalu dan Tuhan memberkati David menemukan jodoh merupakan putri bungsu dari ayah Abdullah yang manja dan sifat ceria dan lulus dari Universitas Indonesia dalam psikologi.

kehidupan Daud penuh dengan berkah dan Disorientasi satunya merupakan dia memimpin pesantren Tahfidz Quran terletak di Bogor dengan nama pesantren Al Quran dan Fakhruddin Razi teknologi Ar.

***

pelajaran dari kisah nyata, sebagaimana firman Allah kepada orang tua, yang berarti “bila orang datang ke kita lebih memilih agama dan moral, maka nikahkanlah. bila tak, akan ada fitnah dan kerusakan di muka bumi. “

orang Mudah-mudahan sekarang ingin melihat suaminya untuk tak hanya satu-satunya material, akan tetapi juga melihat agama dan moral. di karenakan bahwa agama dan moralitas menjadi dasar untuk pembangunan rumah tangga diberkati oleh Tuhan.

Allah tahu yang terbaik



(sumber: kabarmakkah.com)

Jumat, 22 April 2016

Subhanallah.. Musa La Ode Hafidz Cilik Asal Indonesia ini Membuat Imam Masjid Nabawi Menangis Haru

Musa La Ode Abu Hanafi, hafidz cilik asal Bangka nyatanya telah membuat banyak orang menangis. Tak hanya Dewan Juri Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional di Sharm El-Sheikh Mesir pada 14 April lalu, namun, Musa selalu membuat semua orang yang menyaksikan penampilannya pun menangis.

Contohnya saja ketika Musa muncul pertama kali di layar kaca dalam lomba penghafal Al-Quran‎, Hafiz Indonesia 2014 di RCTI.

Ia berhasil membuat Ustadz Amir Faisol Fath bercucuran air mata, ketika mendengar Musa menjawab potongan-potongan ayat yang dilontarkan para juri dan audiens untuk membuktikan benar tidaknya ia menghafal 29 Juz Al-Quran.

"Saya tidak punya bahasa, Subhanallah," ujarnya bergetar seperti terlihat dalam video ulasan program Hafidz Indonesia 2014 yang diunggah ke Youtube.

Dalam video berjudul Musa anak 5,5 tahun dari Bangka ‎hafal 29 Juz membuat semua juri menangis itu, tampak Amir Faishol langsung menghampiri Musa.

Seketika ia mencium tangan dan kening Musa. Suasana di ruangan itu pun terhenyak dan semua yang ada di situ menitikkan air mata.

Ia pun mengatakan, ini menjadi sebuah nilai anak kecil sekalipun terbatas kemampuannya, ketika menjadi mulia karena Al-Quran‎, maka semua tunduk. "Karena Allah memuliakannya dengan Al-Quran," tuturnya seperti dilansir jawapos.

Lantas ia mengeluarkan sebuah uang senilai Rp 5 ribu dari dompetnya, menginjak uang itu. Kendati diinjak, kata Amir Faishol, uang tetap berharga karena ia mempunyai nilai.

"Ini anak tidak punya kemampuan apa-apa. Tapi karena nilainya membawa Al-Quran, dia menjadi mulia. Allah memuliakannya," pungkasnya seraya tampak terbata-bata.

Sementara, juri lainnya yang merupakan seorang imam di Masjid Nabawi, Syekh Ali Jaber mengatakan ini adalah bukti janji Allah.

"Saya percaya dan yakin bukan orang tua saja yang bangga, bukan juri di sini saja yang bangga, saya yakin seratus persen Allah juga bangga terhadap seorang hamba yang bisa hafal 100 persen Al-Quran," tuturnya dengan wajah sendu.

Ya, pada akhirnya, Musa yang kala itu berusia 5,5 tahun menjadi juara satu di acara tersebut. ‎Lepas dari acara Hafiz Indonesia, Musa langsung dikirim untuk mengikuti perlombaan hafalan Alquran tingkat Internasional di ‎Jeddah, Arab Saudi.

Musa menjadi yang termuda dalam ajang tersebut dan menduduki peringkat ke-12 dari 25 peserta yang ikut bertanding.

Musa mendapatkan nilai Mumtaz yakni 90,83 poin dari 100 nilai sempurna. Dan kabarnya, lagi-lagi banyak yang takjub hingga meneteskan air mata dengan penampilan Musa itu.

 

(sumber :harianterbit.com)

Rabu, 20 April 2016

Masya Allah! Inilah Rahasia Orangtua Hingga Musa Jadi Hafizh Cilik Internasional

Musa La Ode Abu Hanafi (7) adalah hafizh cilik yang baru saja mengukir sebuah prestasi yang membanggakan untuk Indonesia. Sebab ia menjadi juara tiga kompetisi Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) International di Sharm El-Sheikh Mesir pada 10-14 April 2016.

Lalu, apa kira-kira rahasia orangtuanya hingga mampu menjadikan Musa jadi anak sejenius itu? Berikut kisah Ustadz Rohmanto Abu Al Laits hafidzohullah.

***

Saat menunggu di Bandara Soeta kemarin bertemu dengan Abu Musa. Pertemuan yang pasti direncanakan Allah. Ngobrol dari jam 14.30-16.00, ana nyontek ilmu bagaimana beliau menjadikan Musa yang berumur 7 tahun itu sudah mutqin hafal 30 juz.

Info tambahan, Musa sudah hafal ‘Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits ust Yazid, dan telah selesai Durusul Lughoh. Sekarang sedang menghafal Bulughul Maram. Semua program menghafalnya Musa dilakukan mandiri oleh Abu Musa di rumah saja!

1. Pada awalnya Musa kata beliau juga sulit menghafal sebagaimana umumnya anak, namun dengan ketekunan akhirnya hafal juga. Kunci paling penting adalah Murajaahnya alias mengulang-ulang hafalan. Perlu diketahui juga Abu Musa tidak hafal semua itu, namun bisa menjadikan Musa hafal dengan kuat.

2. Pergaulan dijaga. Bisa dikatakan Musa kurang bergaul dengan banyak anak, karena memang niat abinya untuk menjaga hafalan.

3. Televisi jauh jauh dah. Musa sangat dijaga jangan sampai nonton televisi. Bukti, pas ana ngobrol dengan beliau di ruang tunggu kebetulan pas di depan televisi beliau minta pindah. Pindah yuk, akh. Takut Musa nantinya lihat televisi, kata beliau.

4. Makanan dijaga. Sari kurma, madu dan propolis selalu diberikan kepada Musa dan adik-adiknya. Menghafal membutuhkan banyak energi!

5. Rutinitas harian Musa adalah: pagi setengah jam sebelum subuh, tahajud menjadi imam untuk adik-adiknya. Kemudian Subuh berjamaah di masjid. Setelah Subuh murajaahnya sampai jam 9 pagi. Musa kuat murajaah 10 juz dalam sehari secara rutin! Antum berapa, hayoo..

6. Jam 9-10 Makan pagi dll.

7. Jam 10-Dhuhur: Tidur siang. Tidur ini hukumnya wajib untuk Musa.

8. Habis Dhuhur nambah hafalan baru sampai Ashar.

9. Bada Ashar sekarang Musa sedang menghafal Bulughul Maram.

10. Jam 5-maghrib: Waktu bermain

11. Maghrib-Isya: Ikut taklim abinya. Sebelum Abinya nyampaikan taklim, Musa mengawali dengan membaca hafalannya. Dan terkadang hadirin dipersilakan bertanya mengetes. Ini berjalan hampir setiap hari.

Dan unik dan kadang bikin geli, banyak sekolah-sekolah yang mengundang Musa dan ayahnya, dan pengin belajar cara menghafal. Padahal semua tahu, Musa kan ‘tidak sekolah’. Jadi yang sekolah malah belajar sama yang ‘tidak sekolah’.

Saat bertemu, saya langsung tanya, Abu Musa, ya? Kemudian langsung menebak beliau mau ke Mesir untuk lomba Tahfidz sedunia. Dan benar. Dia satu-satunya yang mewakili Indonesia. Semoga menang, Musa!

Semoga obrolan ini menginspirasi semua orang tua.


(Sumber: situsmuslim_com)

Selasa, 19 April 2016

Di Usianya yang Ke-70 Tahun Kakek ini Hafal 30 Juz Quran

 “Usia seperti saya sudah sulit menghafal, berbeda dengan masa kuliah dulu,” mungkin kalimat ini pernah kita dengar. Atau bahkan kalimat ini adalah alasan kita saat dimotivasi untuk menghafal Al Quran.


Seorang kakek asal Jeddah sepatutnya membuat kita malu. Ya, kita sebut kakek karena usianya sudah 70 tahun.

Ia mulai menghafal Al Qur’an pada usia kepala enam. Usia yang jauh lebih tua dibandingkan kita yang kadang mengeluh dengan alasan di atas. Usia yang bagi sebagian orang sudah dilanda kepikunan. Usia yang bagi sebagian orang sudah bergulat dengan berkurangnya daya penglihatan. Usia yang bagi sebagian orang sudah mulai tak sempurna daya ucapnya.

Abdullah Muhammad Musa, namanya. Bukannya ia tak mengalami kesulitan saat menghafal Al Qur’an.

“Tentu saja aku mendapatkan kesulitan,” tuturnya seperti dikutip buku Negeri-Negeri Penghafal Quran,
“terutama dalam masalah makharijul huruf dan
tajwid.”

Namun kendala ini tidak mematahkan semangat Abdullah. Kepada Syaikh Abdullah Husain, Abdullah mulai menghafalkan Al Qur’an. Di bawah bimbingan hafiz berijazah di Masjid Raya Abdul Aziz itu, ia berhasil menghafal 10 juz Al Quran. Kendati usianya sudah tua, Abdullah bersemangat belajar menghafal Al Quran di masjid tersebut selama beberapa tahun. Bandingkan dengan kita yang masih muda namun malas ke masjid. Ke masjid hanya untuk shalat berjamaah, itu pun belum tentu lengkap lima waktu.

Berhasil menghafal 10 juz di Masjid Raya Abdul Aziz, Abdullah kemudian berpindah ke Masjid Shalah Karamah. Di Masjid ini, Abdullah hanya butuh waktu dua setengah tahun untuk dapat menyelesaikan hafalannya. Jadilah ia hafal 30 juz Al Quran di usianya yang ke-70.

Masya Allah... sungguh Allah telah memberinya anugerah setelah kesungguhannya bermujahadah. Meskipun awalnya ia memiliki kendala makharijul huruf dan tajwid, Allah memudahkannya menghafal keseluruhan firman-Nya dalam Al Qur’an. Bahkan yang ajaib, ia bisa menghafal 20 juz dalam dua setengah tahun.

Kita –khususnya saya- pantas malu jika tak memiliki semangat menghafal Al Quran. Usia masih muda, tak ada kendala mengeja dan melafalkan ayat-ayat Al Quran, namun masih juga banyak alasan. Astaghfirullah...

 
(Sumber : Tarbiyah.net)

Suara Penghafal Al Quran Cilik Indonesia Bikin Juri MHQ Internasional dan Netizen Menangis

Luar biasa. Itulah kalimat yang pantas buat kehebatan hafiz (penghafal Al Quran) cilik asal Indonesia, Musa La Ode Abu Hanafi saat beraksi di Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional di Sharm El-Sheikh Mesir pada 4 April lalu.

Dilansir dari laman Kemlu.go.id, pada lomba itu Musa diminta untuk menuntaskan 6 soal. Seluruh soal berhasil dilalui Musa dengan tenang, tanpa ada salah maupun lupa.

Lancarnya bacaan dan ketenangan Musa dalam membawakan ayat-ayat Al-Quran yang ditanyakan membuat Ketua Dewan Juri Sheikh Helmy Gamal, Wakil Ketua Persatuan Quran Mesir dan sejumlah hadirin meneteskan air mata.

Menteri Wakaf Mesir Prof. Dr. Mohamed Mochtar Gomaa, seperti dilansir dari laman Kemlu.go.id, menyampaikan takjubnya kepada Musa yang berusia paling kecil dan tidak bisa berbahasa Arab, tapi menghapal Al-Quran dengan sempurna.

NETIZEN MENANGIS
Rekaman video yang memperlihatkan hafiz cilik, Musa La Ode Abu Hanafi, saat mengikuti Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional di Mesir, beredar di internet. Sontak, tayangan tersebut pun langsung ditonton ribuan netizen.

Tidak hanya itu, para netizen juga memenuhi kolom komentar di bawah video yang diunggah di Youtube tersebut. Mereka yang berkomentar mengaku terkagum-kagum setelah melihat tayangan video Musa. Tak sedikit pula yang meneteskan air mata.

Nuroh Tatang misalnya. Dia menuliskan "Masya Allah, aku nggak bisa komentar apa-apa mendengarnya juga belum selesai udah nggak kuat langsung air mata tak terbendung lagi, semoga aja Musa bisa mengangkat kedua orang tuanya," katanya.

"Subhanallah...tak terasa air mata menetes," ujar Tom Ezt. "Air mata saya pun menetes... Subhanallah..." timpal Ooz Reumy di komentar berikutnya.

Selain itu, ada pula netizen yang mendambakkan anak seberti Musa, bisa menghafal Alquran 30 juz. "Masya Allah semoga anak yang ada dikandungan istriku seperti Musa," tulis akun Youtube Emon Tea.

"Subahanallah sampe merinding, love you Musa.." imbuh akun Jihan Sari pada kolom komentar berikutnya.

Seperti diketahui, Musa mengikuti lomba cabang Hafiz Alquran 30 juz untuk golongan anak-anak. Bocah berusia 7 tahun 10 bulan ini menjadi daya tarik tersendiri dalam perlombaan tersebut lantaran merupakan peserta paling kecil di antara seluruh peserta lomba.

Peserta lainnya berusia di atas sepuluh tahun. Menteri Wakaf Mesir Prof. Dr. Mohamed Mochtar Gomaa, seperti dilansir dari laman Kemlu.go.id, menyampaikan takjubnya kepada Musa yang berusia paling kecil dan tidak bisa berbahasa Arab, namun mampu menghafal Alquran dengan sempurna.

PRESIDEN PUN BANGGA
"Kita bangga dengan prestasi Musa La Ode Abu Hanafi, hafidz 7 tahun di Musabaqah Hifzil Quran Internasional di Mesir," tulis Presiden Joko Widodo di akun Twitter-nya.




 

Sumber: Jawa Pos (18 April 2016)

Minggu, 17 April 2016

Inilah Biodata Musa La Ode Hafidz Cilik 30 Juz Quran yang Telah Mengharumkan Nama Indonesia

Musa lebih dikenal dengan Musa Hafizh cilik (lahir di Bangka, 2008; umur 8 tahun) merupakan seorang penghafal Alquran (hafizh) dari Indonesia.[1] Selain menghafal Alquran ia juga menghafalkan matan-matan hadis penting, seperti Arbain Nawawi dan lainnya.


Nama : La Ode Musa
Lahir : Juli 2008
Diantara prestasinya :
- Juara 1 dan Peserta terbaik STQ 30 Juz tingkat Kabupaten dan Propinsi Bangka Belitung 2014 dan 2015.
- Juara Umum STQ 30 Juz tingkat Kabupaten dan Propinsi Bangka Belitung 2014 dan 2015.
- Pemegang rekor MURI sebagai Hafidz termuda di Indonesia.
- Memiliki Sanad.

Ahli Ilmu dan Penuntut Ilmu yang pernah menguji :
1. Ust. Abdul Hakim Abdat berkata Masya Allah... mutqin anak
ini.
2. Ust. Firanda Andirja berkata Masya Allah... mutqin.
3. Ust. Sufyan Baswedan, Ust. Abdullah Roy, Ust. Aan Chandra Thalib, Ust. Ali Nur, dll.
4. Para Penuntut Ilmu di Indonesia, Mekkah dan Madinah.
5. Dll.

Semoga bisa menjadi inspirasi anak-anak yang lain...

Namanya terkenal ke khalayak ramai baik di dalam negeri maupun di Malaysia dan Singapura setelah mengikuti dan meraih juara pertama pada program Hafiz Indonesia 2014 di RCTI.

Ia menjadi pusat perhatian karena meski kala itu berusia sangat muda yakni 5,5 tahun namun telah mampu menghafalkan 29 Juz dari total 30 Juz Alquran. Iapun dikirim untuk mengikuti perlombaan hafalan Alquran tingkat Internasional di Jeddah, Arab Saudi.

Musa menjadi yang termuda dalam ajang tersebut dan menduduki peringkat ke-12 dari 25 peserta yang ikut bertanding. Musa mendapatkan nilai Mumtaz yakni 90,83 poin dari 100 nilai sempurna. Pasca perlombaan Musa berhasil menuntaskan hafalannya menjadi keseluruhan 30 juz Alquran, hal ini dapat terlaksana karena sebelum mengikuti acara sebenarnya ia hanya kurang dua surah saja. Pada bulan Agustus 2014, Musa memperoleh piagam penghargaan tingkat nasional dari MURI sebagai Hafiz Al-Quran 30 Juz termuda di Indonesia.


[Sumber: Wikipedia]

Sabtu, 16 April 2016

Inilah 11 Tips Dari Ayah Musa, Untuk Menjadikan Anak Penghafal Al-Qur'an dan Hadits

Saat menunggu di Bandara Soekarno Hatta kemarin, bertemu dengan Abu Musa. Pertemuan yang pasti direncanakan Allah. Ngobrol dari jam 14.30-16.00, ana nyontek ilmu bagaimana beliau menjadikan Musa yang berumur 7 tahun itu sudah mutqin hafal 30 juz.

Info tambahan, Musa sudah hafal ‘Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits ust Abdul Hakim bin Amir Abdat, dan telah selesai Durusul Lughoh. Sekarang sedang menghafal Bulughul Maram. Semua program menghafalnya Musa dilakukan mandiri oleh Abu Musa di rumah saja!

1. Pada awalnya Musa kata beliau juga sulit menghafal sebagaimana umumnya anak, namun dengan ketekunan akhirnya hafal juga. Kunci paling penting adalah Murajaahnya alias mengulang-ulang hafalan. Perlu diketahui juga Abu Musa tidak hafal semua itu, namun bisa menjadikan Musa hafal
dengan kuat.

2. Pergaulan dijaga. Bisa dikatakan Musa kurang bergaul dengan banyak anak, karena memang niat abinya untuk menjaga hafalan.

3. Televisi jauh jauh dah. Musa sangat dijaga jangan sampai nonton televisi. Bukti, pas ana ngobrol dengan beliau di ruang tunggu kebetulan pas di depan televisi beliau minta pindah. Pindah yuk, akh. Takut Musa nantinya lihat televisi, kata beliau.

4. Makanan dijaga. Sari kurma, madu dan propolis selalu diberikan kepada Musa dan adik-adiknya. Menghafal membutuhkan banyak energi!

5. Rutinitas harian Musa adalah: pagi setengah jam sebelum subuh, tahajud menjadi imam untuk adik-adiknya. Kemudian Subuh berjamaah di masjid. Setelah Subuh murajaahnya sampai jam 9 pagi. Musa kuat murajaah 10 juz dalam sehari secara rutin! Antum berapa, hayoo..

6. Jam 9-10 Makan pagi dll.

7. Jam 10-Dhuhur: Tidur siang. Tidur ini hukumnya wajib untuk Musa.

8. Habis Dhuhur nambah hafalan baru sampai Ashar.

9. Bada Ashar sekarang Musa sedang menghafal Bulughul Maram.

10. Jam 5-maghrib: Waktu bermain

11. Maghrib-Isya: Ikut taklim abinya. Sebelum Abinya nyampaikan taklim, Musa mengawali dengan membaca hafalannya. Dan terkadang hadirin dipersilakan bertanya mengetes. Ini berjalan hampir setiap hari.

Dan unik dan kadang bikin geli, banyak sekolah-sekolah yang mengundang Musa dan ayahnya, dan pengin belajar cara menghafal. Padahal semua tahu, Musa kan ‘tidak sekolah’. Jadi yang sekolah malah belajar sama yang ‘tidak sekolah’.

Saat bertemu, saya langsung tanya, Abu Musa, ya? Kemudian langsung menebak beliau mau ke Mesir untuk lomba Tahfidz sedunia. Dan benar. Dia satu-satunya yang mewakili Indonesia. Semoga menang, Musa!

Semoga obrolan ini menginspirasi semua orang tua. Monggo [ ]

Sumber: akhwatmuslimah.com

Allahu Akbar! Musa Tembus Final lomba Tahfiz Internasional di Mesir

Hafiz cilik, Musa, yang menjadi wakil Indonesia dalam ajang lomba menghafal Alquran di Mesir berhasil melaju ke babak final. Kini, bocah asal Bangka ini berjuang menjadi hafiz terbaik tingkat internasional untuk kategori anak-anak.

“Musa sudah sampai pada tahap akhir, tinggal 6 yang tersisa,” tutur paman Musa, La Ode Abu Hanafi, saat berbincang dengan Dream, Selasa 12 April 2016.
Lomba ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara. Kategorinya, umur peserta tak boleh lebih dari 12 tahun. Dan Musa saat ini baru berusia 7 tahun.

Ayah Musa, La Ode Abu Hanafi, juga mengunggah foto-foto musa selama mengikuti lomba di Mesir. Salah satunya, saat Musa –yang mengenakan baju batik– menjalani lomba tahap pertama.

“Tes pertama, lolos tanpa ditegur,” tulis La Ode Abu Hanafi pada akun Facebook.

Musa merupakan hafic cilik yang sudah hafal 30 juz Alquran. Beberapa waktu yang lalu, Musa juga mengikuti lomba menghafal Alquran tingkat internasional di Arab Saudi.

Kala itu, Musa menjadi peserta termuda. Dari 25 peserta dari berbagai negara, Musa berhasil menempati posisi ke 12. Sebuah prestasi yang patut dibanggakan. 



(Sumber: Jurnalmuslim)

Kamis, 14 April 2016

Luar Biasa!! Musa Wakil Indonesia Peroleh Juara Ketiga Penghafal Al-Qur'an Tingkat Dunia

Masya Allah, Musa penghafal alquran 30 Juz memperoleh peringkat ketiga dalam Musabaqah Tilawatil Quran Internasional ke 23 di Mesir.

Seperti dikutip dalam laman  iqna.ir disiarkan menggunakan bahasa Arab bahwa Musa mewakili Indonesia memperoleh nilai 91,17.

“Adapun diperlombaan kategori menghafal al-quran tingkat internasional di Mesir. Duduk diperingkat pertama  Ala Muhammad (9 tahun) dari Provinsi Buhairah dengan nilai 98,58, selanjutnya di ikuti peringkat kedua Bilal Muhammad Sayyid (10 tahun) dan dilanjutkan dengan peringkat ketiga musa (7 tahun) dari indonesia dengan nilai 91,17,” seperti diterjemahkan oleh Facebook Al-Faqir dalam laman komentar status La Ode Abu Hanifa,Rabu (13/4) pukul 22.55 Waktu Indonesia Barat.

Berbagai komentar membanjiri status tersebut terutama ucapan rasa syukur atas prestasi yang ditorehkan oleh Musa.

Musa yang lebih dikenal dengan Musa Hafizh cilik lahir di Bangka pada tahun 2008; umur 8 tahun). Selain menghafal Alquran ia juga menghafalkan matan-matan hadis penting, seperti Arbain Nawawi dan lainnya.

Namanya terkenal ke khalayak ramai baik di dalam negeri maupun di Malaysia dan Singapura setelah mengikuti dan meraih juara pertama pada program Hafiz Indonesia 2014 di RCTI.

Musa menjadi pusat perhatian disaat berusia sangat muda yakni 5,5 tahun namun telah mampu menghafalkan 29 Juz dari total 30 Juz Alquran.

Sebelumnya Musa diutus untuk mengikuti perlombaan hafalan Alquran tingkat Internasional di Jeddah, Arab Saudi juga mewakili Indonesia dimana Musa menjadi yang termuda dalam ajang tersebut dan menduduki peringkat ke-12 dari 25 peserta yang ikut bertanding.

Pada bulan Agustus 2014, Musa memperoleh piagam penghargaan tingkat nasional dari MURI sebagai Hafiz Al-Quran 30 Juz termuda di Indonesia.

Sukses Untuk Musa. Barakalakallahu Fikum. (jwt)

Sumber : chanelmuslim_com

SUBHANALLAH...Umur 7 Tahun 'Musa' Sudah Hafal 30 Juz, Ternyata Seperti Ini Tipsnya !

Saat menunggu di bandara Soeta kemarin bertemu dg Abu Musa. Pertemuan yang pasti direncanakan Allah. Ngobrol dari jam 14.30-16.00, ana nyontek ilmu bagaimana beliau menjadikan Musa yang berumur 7 tahun itu sudah mutqin hafal 30 juz.

Info tambahan, Musa sudah hafal 'Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat, dan telah selesai Durusul Lughoh. Sekarang sedang menghafal Bulughul Maram. Semua program menghafalnya Musa dilakukan mandiri oleh Abu Musa di rumah saja!

1. Pada awalnya Musa kata beliau juga sulit menghafal sebagaimana umumnya anak, namun dengan ketekunan akhirnya hafal juga. Kunci paling penting adalah Murajaahnya alias mengulang-ulang hafalan. Perlu diketahui juga Abu Musa tidak hafal semua itu, namun bisa menjadikan Musa hafal dengan kuat.

2. Pergaulan dijaga. Bisa dikatakan Musa kurang bergaul dengan banyak anak, karena memang niat abinya untuk menjaga hafalan.

3. Televisi jauh jauh dah. Musa sangat dijaga jangan sampai nonton televisi. Bukti, pas ana ngobrol dengan beliau di ruang tunggu kebetulan pas di depan televisi beliau minta pindah. Pindah yuk, akh. Takut Musa nantinya lihat televisi, kata beliau.

4. Makanan
dijaga. Sari kurma, madu dan propolis selalu diberikan kepada Musa dan adik-adiknya. Menghafal membutuhkan banyak energi!

5. Rutinitas harian Musa adalah: pagi setengah jam sebelum subuh, tahajud menjadi imam untuk adik-adiknya. Kemudian Subuh berjamaah di masjid. Setelah Subuh murajaahnya sampai jam 9 pagi. Musa kuat murajaah 10 juz dalam sehari secara rutin! Antum berapa, hayoo..

6. Jam 9-10 Makan pagi dll.

7. Jam 10-Dhuhur: Tidur siang. Tidur ini hukumnya wajib untuk Musa.

8. Habis Dhuhur nambah hafalan baru sampai Ashar.

9. Bada Ashar sekarang Musa sedang menghafal Bulughul Maram.

10. Jam 5-maghrib: Waktu bermain

11. Maghrib-Isya: Ikut taklim abinya. Sebelum Abinya nyampaikan taklim, Musa mengawali dengan membaca hafalannya. Dan terkadang hadirin dipersilakan bertanya mengetes. Ini berjalan hampir setiap hari.

Dan unik dan kadang bikin geli, banyak sekolah-sekolah yang mengundang Musa dan ayahnya, dan pengin belajar cara menghafal. Padahal semua tahu, Musa kan 'tidak sekolah'. Jadi yang sekolah malah belajar sama yang 'tidak sekolah'. smile emotikon

Saat bertemu, saya langsung tanya, Abu Musa, ya? Kemudian langsung menebak beliau mau ke Mesir untuk lomba Tahfidz sedunia. Dan benar. Dia satu-satunya yang mewakili Indonesia. Semoga menang, Musa!

Semoga obrolan ini menginspirasi semua orang tua. Monggo...

Oleh: Ustadz Rohmanto Abu Al Laits


Sumber: visimuslim_net

Jumat, 08 April 2016

Subhanallah...Ingin Beli Al-Quran, Rizal Bocah Kelas 6 SD ini Rela Berjualan Kue Keliling


Rizal mengantongi ijin dari kedua orangtuanya untuk berbelanja  setelah menyanggupi syarat untuk tetap menjaga nilai sekolahnya di angka 80.


Awal mulanya, ternyata Rizal berkeinginan untuk berjualan kue keliling setelah ia kehilangan tas berisi Al-Qur’an yang ditinggalnya di mushala selepas mengaji, padahal Rizal sedang menghapal berusaha menghafal Al-Qur’an atau tahfidz. Sejak saat itu, Rizal yang baru kelas II SD bersikeras untuk berjualan kue keliling agar bisa membeli tas sekolah dan Qur’an baru.

“Niatnya mau menabung beli tas dan Alquran. Sekarang ia sudah mampu menghafal 2 juz dan 7 surat Alquran,” kata Johansyah, ayah dari Rizal pada Kompas.com.

Helvetica, sans-serif;">Setelah kurang lebih empat tahun berjualan kue keliling di daerah Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Zyah Rizal Fadilah yang kini sudah kelas 6 SD sudah bisa membeli sepeda BMX seharga Rp. 700.000 yang digunakannya untuk berangkat dan pulang sekolah.

Mempertahankan Nilai 80

Salah satu dari konsekuensinya untuk bisa tetap berjualan adalah mempertahankan nilai-nilai sekolahnya di angka 80. Hal ini juga bukan tanpa perjuangan, ibunya sempat melarang Rizal berjualan karena sewaktu kelas III SD Rizal sempat mendapat nilai di bawah 80.

Namun, Rizal bersikeras untuk tetap berjualan dan berjanji akan memperbaiki nilainya. Rizalpun kembali berjualan dan nilainya kembali naik ke angka 80. Jika anak-anak seusianya lebih suka bermain sepulang sekolah, Rizal lebih suka pergi berjualan dan membaca buku juga majalah bekas di waktu senggang.

“Ya memang majalah bekas tapi kan bisa menambah ilmu,” ujar Rizal pada Kompas.com.



Sumber: http_www_reportaseterkini_net

Minggu, 27 Maret 2016

Terungkap, Inilah Sebabnya Mengapa Israel Takut Pada Penghapal Al-Qur'an

 Banyak dari kita yang mempertanyakan mengapa Israel tega menghabisi nyawa kanak - kanak Palestina? terdapat yang bilang benar tabiat Israel yang kejam dan juga biadab, terdapat pula yang bilang Israel cemas hendak perkembangan kanak - kanak Palestina. karna kanak - kanak yang terlahir merupakan generasi masa tiba yang gemilang. bisa jadi komentar yang kedua terdapat benarnya dan juga masuk ide juga.



https://informasiteknologiterbaru.files.wordpress.com/2014/07/berita - yang - terbaru - hafizd - anak - palestina - di - gaza - yang - terus - bertambah.jpg?w=500

Berikut ini hendak dipaparkan kenapa Israel menjadikan kanak - kanak Palestina bagaikan sasaran pembedahan mereka tidak hanya kelompok HAMAS tentunya.

Pada penyerangan Israel terhadap Palestina pada Desember 2008 yang berbarengan dengan bulan suci Ramadhan tahun 1429 H, pimpinan HAMAS Ismail Haniyah melantik dekat 3500 kanak - kanak Palestina yang telah hafal Al - Qur’an. dan juga nyatanya kanak - kanak yang sudah hafal 30 juz Al - Quran ini jadi sumber ketakutan Zionis Yahudi.

“Jika dalam umur semuda itu mereka sudah memahami Al - Quran, bayangkan 20 tahun lagi mereka hendak jadi serupa apa?” Demikian pemikiran yang tumbuh di dalam benak orang - orang Yahudi.

Tidak heran jika - anak Palestina jadi para penghafal Al - Quran. keadaan Gaza yang diblokade dari seluruh arah oleh Israel, menjadikan mereka terus intens berhubungan dengan Al - Qur’an. Tidak terdapat main Play Station ataupun permainan untuk mereka.

Namun kondisi
tersebut memacu mereka buat jadi para penghafal Al - Quran yang masih begitu belia. dan juga pada dikala itu, karna ketakutan Zionis Yahudi, dekat 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Itulah sebagian sebab kenapa HAMAS memberlakukan syarat - syarat yang sangat berat buat jadi anggota mereka, antara lain Hafidz Al - Qur’an dan juga tidak sempat meninggalkan shalat fardhu paling utama shalat subuh.

Teringat sejarah emas tentang kejayaan Islam di masa kekhalifahan dahulu. dan juga rahasia besar yang butuh dicatat dalam masa itu merupakan umat Islam tidak sempat jauh dengan Al - Quran, tidak sempat membebaskan hadits Rasulullah saw jadi pedoman. serupa dalam suatu hadits Rasulullah Saw. sempat bersabda.

“Telah kutinggalkan buat kamu 2 hal. bila kamu berpegang teguh dengan keduanya, hingga kamu tidak hendak sempat sesat, ialah Kitab Allah dan juga Sunnah Nabi - Nya” (HR. Malik).

Perang panjang dengan Yahudi hendak sinambung entah hingga berapa generasi lagi. Ini hanya permasalahan giliran. saat ini Palestina dan juga esok dapat jadi Indonesia, Malaysia ataupun negara - negara lain. Apa yang telah dicoba pemerintah - pemerintah kita buat membina generasi penerus bangsa?

Belajarlah dari Palestina, meski mereka dikurung oleh penjajahan Zionis, nyawa mereka terancam tiap saat, tiap menit terlebih lagi tiap detik, tetapi itu seluruh tidak menyurutkan hasrat mereka buat dekat dengan si Khalik dan juga mendalami lebih dalam dan juga lebih jauh tentang Agama Islam.

Israel benar unggul dalam segi jumlah pasukan dan juga peralatan tempur yang berteknologi amat tinggi. tetapi rakyat Palestina mempunyai antusias juang yang tinggi, mereka berani mati demi kebebasan mereka, anak cucu mereka. menemukan syahid dengan janji berjumpa Rabb dengan bebas tanpa tabir apapun. (sumber: lampuislam)

MasyaAllah..
Sahabat, ayo luangkan berdo'a. buat saudara - saudara kita di Palestina. mudah - mudahan kita seluruh senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.. 


Sumber:
http_cahaya-tausiah_blogspot_co_id/2016/03/terungkap-inilah-sebabnya-mengapa.html