Tampilkan postingan dengan label nikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nikah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juli 2016

Ini Alasan Mengapa Umat Islam Dianjurkan Menikah Pada Bulan Syawal

 pada bulan syawal, umat islam diajarkan buat melakukan puasa syawal sepanjang 6 hari buat memperoleh kebaikan sepanjang 1 tahun. tetapi tidak cuma itu aja, karna bulan syawal jadi bulan yang diajarkan buat menikah dan juga tercantum dalam sunnah nabi.

dalil yang menguatkan anjuran tersebut merupakan ada dalam hadist dari aisyah radhiyallahu anha yang menggambarkan:

“rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku di bulan syawal dan juga membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. hingga istri - istri rasulullah yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku? ” (perawi) mengatakan, “aisyah dulu suka menikahkan para perempuan di bulan syawal. ” (hr muslim)

ada juga sebab rasulullah menikahi aisyah pada bulan syawal merupakan guna menepis asumsi warga jahiliyah dulu kalau menikah di bulan syawal mengundang kesialan dan juga tidak berkah. karna yang memastikan keberkahan ataupun tidaknya hidup cuma allah semata dan juga bukan karna hari ataupun bulan tertentu.

warga jahiliyah menyangka sial menikah di bulan syawal karna dahulunya di bulan itu unta betina mengangkut ekornya bagaikan tanda - tanda enggan buat menikah dan juga melarang unta jantan buat mendekat. karenanya perempuan juga wajib menolak kala dinikahi pada bulan tersebut.

perihal ini telah dipaparkan oleh ibnu katsir dalam angkatan laut (AL) bidayah wan nihayah dengan perkataan:

“rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi aisyah buat membantah kepercayaan yang salah sebagian warga ialah tidak suka menikah diantara 2 ied (bulan syawal tercantum diantara idul fitri dan juga adha) , mereka takut hendak terjalin perceraian. kepercayaan ini bukanlah benar. ”

bermacam ulama serupa imam nawawi juga berkata kalau hadist tersebut amat jelas menampilkan anjuran melakukan perkawinan dan juga membangun rumah tangga pada bulan syawal. anjuran itu juga telah menghapus pemikiran warga jahiliyah yang mengartikan bulan syawal bagaikan bulan ketidakberuntungan.

mudah - mudahan umat islam tidak menjajaki tradisi warga universal yang tidak mempunyai dasar hukum dalam angkatan laut (AL) qur’an dan juga assunnah. wallahu a’lam




(sumber: kabarmakkah_com)

Sabtu, 02 Juli 2016

Baru Kenal Seminggu, Fariz Putuskan Menikah, Kamu Berani Nggak?

jodoh benar tidak terdapat yang ketahui datangnya dari mana. terdapat yang sudah menjalakan ikatan bertahun - tahun tiba - tiba berakhir begitu aja. terdapat pula yang baru kenalan sebagian waktu langsung klik. jodoh benar di tangan tuhan, tetapi benar pula bila usaha kita pula memastikan.


perihal inilah yang dialami oleh fariz ragil ramadhani (25) , pemuda yang awal mulanya menetap di manado bagaikan seseorang jurnalis ini memiliki cerita seru seputar jodoh. cerita ini diawali kala fariz iseng mendaftarkan diri dalam suatu web pencarian jodoh melalui web online dating.

bagi fariz, benar tidak gampang buat mendaftar di web tersebut. terdapat banyak sekali persoalan yang wajib dijawab, terdapat uji psikologinya pula. ia memerlukan waktu 3 hari buat menuntaskan tesnya.

" jadi benar sulit sih daftarnya, soalnya terdapat uji psikologinya pula. soalnya terdapat ratusan, jadi nanti emang guna dari persoalan ini itu buat menciptakan kriteria pendamping yang sesuai buat aku, " cerita fariz dilansir dari brilio. net

sebagian waktu sehabis mendaftar timbul satu wanita dalam daftarnya. tanpa banyak pikir, fariz langsung chattingan dengan wanita yang bernama puspita (29) tersebut. awal mulanya mereka memakai fitur chattingan yang disediakan setipe. com, tidak lama mereka setelah itu bertukar pin bb.

" awal mulanya chattingan melalui setipe. com tetapi terus tukeran pin bb. satu minggu sehabis ngobrol kesimpulannya aku putuskan buat ke surabaya, ke rumah ia. soalnya aku benar ingin sungguh - sungguh tidak main - main, " ungkap ia.

fariz juga ke surabaya berbarengan bapaknya yang kebetulan benar tengah mengunjunginya di manado. hingga di surabaya, bapak fariz kembali ke pasuruan karna benar keluarga besarnya di pasuruan. fariz seorang diri langsung mengarah ke rumah puspita di sidoarjo.

" waktu itu bulan puasa, aku turut berbuka puasa di rumahnya. habis itu aku langsung bilang ke dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bahwa aku ingin sungguh - sungguh melamar ia. dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya pula langsung sepakat, " cerah fariz.

fariz meyakinkan niatnya, ia kembali ke pasuruan dan juga memohon bapak dan juga keluarganya melamarkan puspita. satu minggu setelah itu prosesi lamaran juga dicoba. mereka menetapkan bertepatan pada 21 agustus 2015 bagaikan hari perkawinan mereka.

" kesimpulannya kami menikah bertepatan pada 21 agustus 2015. kadangkala masih tidak yakin aja beneran nikah, tetapi seluruh terjalin dan juga aku pula tidak ketahui mengapa percaya banget waktu itu, " cerah ia.

saat ini, istri fariz sudah berbadan dua 6 bulan. mereka tengah menunggu kelahiran balita kesatu mereka. namanya pula jodoh, yang satu di manado dan juga yang satu di sidoarjo juga ketemu di online dating dan juga langsung sesuai. [brilio. net]





(sumber: yukbagi_com)

Kamis, 26 Mei 2016

Wahai.... Wanita Jangan Menikah dengan Lelaki yang Suka Meninggalkan Sholat. Ini Penjelasannya...!!! Para Wanita Wajib Sebarkan...

 wahai muslimah,
jangan menikah dengan lelaki yang suka ninggalin sholat.
sholat aja ditinggalin, terlebih kamu.

apabila hak - hak allah penguasa semesta alam aja berani diabaikannya, terlebih cuma hak - hak kamu yang cuma makhluk lemah?

rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda, “sesungguhnya batas pada seorang dengan kekafiran dan kesyirikan ialah shalat. barangsiapa meninggalkan shalat, jadi dia kafir” (hr muslim)

====================

jangan yakin dengan orang yang melalaikan shalatnya, karna serupa ia melupakan rabbnya, ia pula hendak menjual janji kepadamu dengan harga yang murah (tidak mampu dipercaya).

====================

benar benar bahwa orang yang giat sholat belum tentu baik/sholeh, belum tentu baik akhlaknya.
walaupun demikian lelaki yang baik/sholeh tentu giat sholat, dan tidak sempat meninggalkan sholat fardhu.

lelaki sholeh bukan cuma sholat fardhu, hendak namun giat sholat fardhu secara berjamaah di masjid, dan senantiasa tiba dini dikala ke masjid (tidak telat/masbuk) - selama tidak terdapat halangan syari.

=====================

perempuan leluasa mencari suami dengan kriteria whatever setimpal keinginannya (sisi raga, kekayaan, generasi, pekerjaan, sifat2, umur, bertempat, visi misi, kekokohan berikan nafkah, tidak berpoligami, dan juga lain - lain) , namun terdapat 2 kriteria yang tidak dapat ketinggalan dalam memilah suami ialah : bagus agamanya dan bagus akhlaknya.

lelaki yang kerap meninggalkan sholat fardhu sudah tentu kurang baik agamanya.

telah sepatutnya kita melindungi shalat 5 dikala. barangsiapa yang tetap menjaganya, berarti sudah melindungi agamanya. barangsiapa yang sering menyia - nyiakannya, jadi buat amalan yang lain hendak lebih disia - siakan lagi.

amirul mukminin, umar bin al


khoththob –radhiyallahu ‘anhu -


mengantarkan, “sesungguhnya diantara masalah paling utama buat kamu ialah shalat. barangsiapa melindungi shalat, berarti ia sudah melindungi agama. barangsiapa yang menyia - nyiakannya, jadi buat amalan yang lain hendak lebih disia - siakan lagi. tidak terdapat sisi dalam islam, buat orang yang meninggalkan shalat. ”

imam ahmad –rahimahullah - pula berkata perkataan yang sama, “setiap orang yang menyepelekan masalah shalat, bermakna sudah menyepelekan agama. seseorang mempunyai sisi dalam islam proporsional dengan penjagaannya pada shalat 5 dikala. seseorang yang disebutkan antusias dalam islam ialah orang yang betul - betul memerhatikan shalat 5 dikala. mengenal dirimu, wahai hamba allah. waspadalah! jangan hingga engkau menjumpai allah, lagi engkau tidak memiliki sisi dalam islam. isi islam dalam hatimu, setimpal sama isi shalat dalam hatimu. ” (saksikan ash sholah, perihal. 12)

=======================

apabila suami meninggalkan shalat seusai menikah ataupun seusai miliki anak

permasalahan sejenis ini pernah pula di tanyakan pada imam ibnu utsaimin, dan dia bagikan jawaban :

apabila seorang perempuan menikah dengan lelaki yang meninggalkan shalat, jadi nikahnya tidak legal. karna orang yang meninggalkan shalat ialah orang kafir. serupa disebutkan dalam dalil alquran, hadis dan pengucapan sahabat dekat. antara lain ialah perkataan abdullah bin syaqiq, bahwa sebagian sahabat dekat nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berpikiran terdapat satu amal yang apabila ditinggalkan mampu menimbulkan kafir, terkecuali shalat.

sesaat orang kafir, tidak halal buat menikahi perempuan muslimah. bersumber pada firman allah,

فَإِن� عَلِم�تُمُوهُنَّ مُؤ�مِنَاتٍ فَلا تَر�جِعُوهُنَّ إِلَى ال�كُفَّارِ لا هُنَّ حِلٌّ لَهُم� وَلا هُم� يَحِلُّونَ لَهُنّ

“jika kalian telah mengenali kalau para perempuan itu beriman jadi





(sumber: kabar-terupdate.com)

Minggu, 22 Mei 2016

Kalau Penikahan Itu Sunnah Nabi Lantas Pacaran Itu Sunnah Siapa?

 hai sekaligus manusia, bertakwalah kepada tuhan - mu yang telah menghasilkan kalian dari diri yang satu, dan juga daripadanya allah menghasilkan isterinya; dan juga daripada keduanya allah memperkembang biakkan pria dan juga wanita yang banyak. dan juga bertakwalah kepada allah yang dengan (mempergunakan) nama - nya kalian silih memohon satu sama lain, dan juga (peliharalah) ikatan silaturrahim. sebetulnya allah senantiasa melindungi dan juga mengawasi kalian. [qs. an - nisaa’ : 1]


dan juga diantara isyarat kekuasaan - nya yakni ia menghasilkan untukmu isteri - isteri dari jenismu seorang diri, biar kalian condong dan juga terasa tenteram kepadanya, dan juga dijadikan - nya diantaramu kerasa kasih dan juga sayang. sebetulnya pada yang demikian itu betul - betul ada isyarat untuk kalangan yang berfikir. [qs. ar - ruum : 21]

dan juga sebetulnya kami telah mengutus sebagian rasul saat sebelum kalian dan juga kami membagikan kepada mereka isteri - isteri dan juga generasi. [qs. ar - ra’d : 38]

dan juga kawinkanlah orang - orang yang sendirian diantara kalian, dan juga orang - orang yang layak (berkawin) dari hamba - hamba sahayamu yang lelaki dan juga hamba - hamba sahayamu yang wanita. bila mereka miskin allah hendak memampukan mereka dengan kurnia - nya. dan juga allah maha luas (pemberian - nya) lagi maha mengenali. [qs. an - nuur : 32]

dan juga orang - orang yang berdoa, “ya tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri - istri kami, dan juga generasi kami bagaikan penyenang hati kami, dan juga jadikanlah kami imam untuk orang - orang yang bertaqwa”. [qs. al - furqaan : 74]hadits rasulullah saw :

dari ibnu mas’ud, dia mengatakan : rasulullah saw bersabda, “hai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah sanggup menikah, hingga nikahlah, karna sebetulnya nikah itu lebih mampu menundukkan pemikiran dan juga lebih mampu melindungi kemaluan. dan juga barangsiapa yang belum sanggup, hingga hendaklah dia berpuasa, karna berpuasa itu menurutnya (jadi) pengekang syahwat”. [hr. jamaah]

dan juga sa’ad bin abu waqqash dia mengatakan, “rasulullah saw sempat melarang ‘utsman
bin madh’un membujang dan juga bahwa sekiranya rasulullah mengijinkannya tentu kami berkebiri”. [hr. ahmad, bukhari dan juga muslim]

dari anas bin malik ra, dia mengatakan : terdapat sekelompok orang tiba ke rumah istri - istri nabi saw, mereka menanyakan tentang ibadah nabi saw. sehabis mereka diberitahu, kemudian mereka terasa kalau amal mereka masih sedikit. kemudian mereka mengatakan, “dimana peran kita dari nabi saw, sebaliknya allah telah mengampuni dia dari dosa - dosa dia yang terdahulu dan juga yang kemudian”. seorang diantara mereka mengatakan, “adapun aku, sebetulnya aku hendak shalat malam terus”. yang lain mengatakan, “saya hendak puasa terus - menerus”. yang lain lagi mengatakan, “adapun aku hendak menghindari perempuan, aku tidak hendak kawin selamanya”. setelah itu rasulullah saw tiba kepada mereka dan juga bersabda, “apakah kamu yang tadi berkata demikian dan juga demikian ?. ketahuilah, demi allah, sebetulnya saya merupakan orang yang amat cemas kepada allah diantara kamu, dan juga orang yang amat bertaqwa kepada allah diantara kamu. sebaliknya saya berpuasa dan juga berbuka, shalat dan juga tidur, dan juga saya mengawini perempuan. hingga barangsiapa yang membenci sunnahku, tidaklah dari golonganku”. [hr. bukhari, dan juga lafadh ini menurutnya, muslim dan juga lainnya]

dan juga dari anas, bahwasanya terdapat sebagian shahabat nabi saw yang mengatakan, “aku tidak hendak kawin”. sebagian lagi mengatakan, “aku hendak shalat selalu dan juga tidak hendak tidur”. dan juga sebagian lagi mengatakan, “aku hendak berpuasa terus - menerus”. setelah itu perihal itu hingga kepada nabi saw, hingga dia bersabda, “bagaimanakah kondisi kalangan itu, mereka berkata demikian dan juga demikian ?. sementara itu saya berpuasa dan juga berbuka, shalat dan juga tidur, dan juga akupun mengawini perempuan. hingga barangsiapa yang tidak menggemari sunnahku, tidaklah dari golonganku”. [hr. ahmad, bukhari dan juga muslim]

dari qatadah dari hasan dari samurah, kalau sebetulnya nabi saw melarang membujang, dan juga qatadah membaca ayat, “dan sebetulnya kami telah mengutus sebagian rasul saat sebelum kalian dan juga kami membagikan kepada mereka isteri - isteri dan juga keturunan”. (ar - ra’d : 38). [hr. tirmidzi dan juga ibnu majah]

dari anas ra, bahwasanya rasulullah saw telah bersabda, “barangsiapa yang allah telah berikan rezqi kepadanya berbentuk istri yang shalihah, berarti allah telah menolongnya pada separo agamanya. hingga bertaqwalah kepada allah buat separo sisanya”. [hr. thabrani di dalam al - ausath, dan juga hakim. hakim mengatakan, “shahih sanadnya]



[sumber: reportaseterkini. net]

Kamis, 28 April 2016

Menikah Menyempurnakan Setengah Agama, Yuk Nikah!

Ada yang bertanya,”Ada hadis yang menyatakan, menikah itu menyempurnakan setengah agama. Apa itu benar? Lalu apa maksudnya?”

Pertanyaan itu dijawaboleh Ustadz Ammi Nur Baits:

Bismillah was shalatu was salamu ala Rasulillah, wa badu. Hadisnya dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

–Siapa yang diberi karunia oleh Allah seorang istri yang solihah, berarti Allah telah menolongnya untukmenyempurnakan setengah agamanya. Karena itu, bertaqwalah kepada Allah setengah sisanya. (HR. Baihaqi 1916).

Dalam riwayat lain, juga dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

— Ketika seorang hamba menikah, berarti dia telah menyempurnakan setengah agamanya. Maka bertaqwalah kepada Allah pada setengah sisanya.

Status Hadis:Ulama berbeda pendapat dalam menilai keabsahan hadis ini. Banyak yang menilai hadis ini sebagai hadis yang dhaif. Diantaranya al-Haitsami, Ibnul Jauzi dan al-Iraqi. Sementara itu, ada juga ulama yang menilainya hasan li ghairihi, seperti yang disebutkan dalam Shahih Targhib wa Tarhib ( 2/192).

Makna Hadis

Syahwat manusia dikendalikan 2 hal: perutnya dan kemaluannya.Dalam hadis dari Kaab bin Malik radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan pengaruh rakus manusia karena memenuhi kebutuhan perutnya,

— Dua serigala lapar yang dilepas di kandang kambing, tidaklah lebih merusak dibandingkan ketamakan seseorang terhadap dunia dan jabatan, yang bisa merusak agamanya. (Ahmad 16198, Turmudzi 2550, Ibn Hibban 3228 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Sementara syahwat biologis mendorong manusia untuk berbuat zina. Karena itu, orang yang sudah memenuhi kebutuhan biologisnya dengan menikah, berarti dia menyempurnakan setengah agamanya.

Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin mengatakan,

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakan, “Siapa yang menikah, berarti telah melindungi setengah agamanya. Karena itu bertaqwalah kepada Allah untuk setengah agamanya yang kedua.” Ini merupakan isyarat tentang keutamaan nikah, yaitu dalam rangka mlindungi diri dari penyimpangan, agar terhinndar dari kerusakan. Karena yang merusak agama manusia umumnya adalah kemaluannya dan perutnya. Dengan menikah, maka salah satu telah terpenuhi. (Ihya Ulumiddin, 2/22)

Demikian pula penjelasan yang disampaikan Al-Qurthubi.Beliau mengatakan,

“Siapa yang menikah berarti telah menyempurnakan setengah agamanya. Karena itu bertaqwalah kepada Allah untuk setengah yang kedua.” Makna hadis ini bahwa nikah akan melindungi orang dari zina. Sementara menjaga kehormatan dari zina termasuk salah satu yang mendapat jaminan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan surga. Beliau mengatakan, Siapa yang dilindungi Allah dari dua bahaya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, yaitu dilindungi dari dampak buruk mulutnya dan kemaluannnya. (Tafsir al-Qurthubi, 9/327). Demikian,Allahu alam.



(sumber: mozaik.inilah.com)

Jumat, 15 April 2016

Pasangan Suami Istri Dianggap Berzina Sepanjang Perkawinannya Jika...

Sesungguhnya, permasalahan ini berat. Perhatikan soalan 1 – 9.

Ada dua pendapat tentang menikahi wanita hamil diluar nikah, ada pendapat yang membolehkan, ada yang mengharamkannya. Adapun yang membolehkan tetap dengan aturan-aturan yang wajib dipahami.

Ini pendapat yang mengharamkan nikah saat wanita sedang hamil :

Perkahwinan seumpama ini, Hari ini memang tersangat biasa kerana keluarga biasanya memilih jalan untuk menutup malu. Bila dapat tahu anak “pregnant luar nikah”, cepat cepat dikahwinkan.

Berdasarkan kenyataan tersebut, nikah itu TIDAK SAH, maka pasangan itu kelak hidup dalam zina sampai bila-bila… Persoalan ini telah diajukan kepada seorang Imam, di mana banyak persoalan lain timbul dari persoalan pokok tersebut. Saya kongsikan bersama anda di sini kerana ianya amat penting:

Pasangan suami isteri dianggap berzina sepanjang perkahwinan mereka jika…

Soalan 1: Apakah langkah yang sewajarnya sekiranya seorang gadis belum berkahwin didapati hamil anak luar nikah?
Gadis itu tidak boleh berkahwin sehingga bayi itu dilahirkan.

Soalan 2 : Sekiranya lelaki yang bertanggungjawab itu bersedia mengahwini gadis itu, bolehkah mereka bernikah?
Tidak. Mereka tidak boleh bernikah sehingga bayi itu dilahirkan.

Soalan 3 : Adakah pernikahan itu sah sekiranya mereka berkawin?
Tidak. Pernikahan itu TIDAK SAH. Seorang lelaki tidak boleh mengahwini seorang wanita hamil, walaupun lelaki itu merupakan ayah kepada bayi yang dikandung itu.

Soalan 4 : Sekiranya mereka bernikah, apakah tindakan mereka untuk memperbetulkan keadaan?
Mereka mesti berpisah. Perempuan itu mestilah menunggu sehingga melahirkan, atau sehingga sah dia tidak mengandung, barulah mereka boleh bernikah sekali lagi,secara sah.

Soalan 5 : Bagaimana sekiranya keadaan itu tidak diperbetulkan?
Maka mereka akan hidup di dalam zina kerana pernikahan itu tidak sah.

Soalan 6 : Apakah hak seorang anak luar nikah?
Kebanyakan pendapat mengatakan bahawa anak itu TIADA HAK untuk menuntut apa-apa daripada ayahnya.

Soalan 7 : Sekiranya hukum mengatakan lelaki itu bukan ayah kepada anak tersebut, adakah itu bermakna dia bukan mahram kepada anak perempuannya sendiri?
Ya. Dia tidak boleh menjadi mahram.

Soalan 8 : Sekiranya seorang lelaki Muslim Dan seorang wanita Muslim (atau bukan Muslim) ingin bernikah setelah bersekedudukan, apakah tindakan yang sewajarnya?
Mereka mesti tinggal berasingan segera Dan menunggu sehingga perempuan itu haid satu kali sebelum mereka boleh bernikah.

Soalan 9 : Sekiranya saya kenal/tahu seseorang di dalam keadaan ini, apakah saya perlu memberitahu kepadanya, atau lebih baik menjaga tepi kain sendiri?

Anda wajib memberitahu, kerana itu sebahagian tanggungjawab anda sebagai saudaranya. Mereka harus diberi peluang untuk memperbetulkan keadaan mereka, kalau tidak semua keturunan yang lahir dari pernikahan tidak sah itu adalah anak-anak yang tidak sah taraf.

Kesimpulannya: Ibu bapa, saudaramara, org2 kampung, tok2 imam, tok2 kadi Dan saksi-saksi yang tahu akan keadaan tersebut tetapi mendiamkan, membiarkan atau membenarkan perkahwinan tersebut diteruskan maka mereka juga tidak terlepas daripada menanggung azab dan seksaan samada didunia atau pun diakhirat…

Tolong jangan abaikan text ini. Ini merupakan satu perkara yang serius. Jadi, fahami dan dalami betul-betul dan bincanglah dengan Imam/ustaz sekiranya perlu.

Mafhumnya: Katakanlah: ‘Sesungguhnya sembahyangku Dan ibadatku, hidupku Dan matiku, hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara Dan mentadbirkan sekalian alam…



Sumber: siraman.com

Minggu, 10 April 2016

Terima Kasih Untukmu, Lelaki yang Pernah Hadir dan Bermimpi Tentang Masa Depan Tapi Tiba-Tiba Mundur


Pagi masih setia datang tepat pada waktunya dan senja juga selalu datang dengan setiap keindahannya. Selama beberapa hari sejak kamu pergi, tak ada satu hal pun yang berubah. Rutinitasku juga masih aku lakukan, sama persis seperti saat kamu masih di sini. Semua masih tetap sama.



Hanya saja, tak ada lagi sapa selamat pagi darimu saat menjemputku di pagi hari. Tak ada lagi batang hidungmu yang muncul di ruang kerjaku saat datangnya waktu makan siang.

Tak ada lagi tawa renyah kita saat bercerita di makan malam sepulang dari mengais rupiah. Dan tak ada lagi senyum yang selalu aku lihat setiap malam saat kau mengantarkanku di depan rumah.


Aku menulis ini bukan karena merindukanmu atau mengharap kau untuk kembali. Rinduku seakan sudah pergi tak berjejak. Harapan-harapan yang sempat membuncah juga sudah terbang entah kemana.

Rasa yang pernah meluber juga sudah menguap dan menghilang begitu saja. Hatiku sudah jauh lebih baik. Mataku sudah sangat terbiasa tanpa melihatmu.

Telingaku sudah lebih nyaman tanpa kicaumu. Hidungku sudah tak lagi mencari aroma tubuhmu. Bibirku sudah tak tertarik lagi menyebut namamu.

Kulitku menjadi lebih halus tanpa sentuhan tanganmu. Kau tau itu artinya apa? Artinya hidupku menjadi lebih sempurna tanpa kehadiranmu.Dengan segala rasa nyaman yang aku dapatkan sekarang, aku hanya ingin berterima kasih padamu.

Terima kasih atas segala bahagia yang pernah kau berikan padaku.

Terima kasih atas setiap jengkal hari yang sudah pernah aku lewati bersamamu.

Terima kasih atas tawa yang selalu kau hadirkan di setiap kebersamaan kita.

Terima kasih atas pelukan hangat yang selalu kau berikan setiap aku merasa gundah.

Terima kasih atas perhatianmu yang selalu tercurah untukku. Terima kasih sudah pernah menawarkan masa depan padaku.

Tak sedikitpun ada rasa menyesal di hatiku pernah bertemu dan mempunyai cerita hidup bersamamu.

Mengenalmu, menjalani hari-hari bersamamu, merasakan membuncahnya rasa ketika kamu melamarku, dan menikmati repotnya mengurus persiapan pernikahan kita adalah lukisan pelangi yang pernah kau buat dalam hidupku.

Terima kasih.

Terima kasih sudah melukis pelangi terindah dalam hidupku walau akhirnya aku tak pernah menikmati indahnya.

Hidupmu mungkin saja jauh lebih bahagia tanpa aku karena tak ada lagi suara cempreng yang selalu mengingatkanmu untuk ini dan itu.

Hidupku sekarang tentu saja lebih bahagia tanpamu karena tak ada lagi lelaki yang menawarkan kebahagiaan semu padaku.

Kau sudah pernah memilih bahagiamu bersamaku dan aku juga sudah pernah menerima tawaranmu untuk hidup menua bersamamu.

Dan sekarang, kamu sudah memilih bahagiamu dengan mundur dari penawaran menjalani masa depan bersamamu, beberapa belas hari sebelum hari sakral kita.

Aku harap, aku sangat berharap, kau tak salah jalan memilih bahagiamu untuk mundur dari cerita kita ini. Karena satu hal yang perlu kau tahu, kau tak akan pernah bisa kembali ke jalan saat masih ada kita.

Setelah kau memutuskan untuk pergi, jalan itu sudah aku tutup, aku gembok, dan kuncinya aku buang.

Dan hai kamu lelaki dengan hiperkolesterol dan hiperurisemia. Sekali lagi aku ingin mengucapkan terima kasih.

Kedatanganmu di hidupku sudah merubah persepsiku tentang laki-laki.

Kepergianmu di hidupku juga sudah membuat aku belajar banyak hal, terutama tentang tanggungjawab, komitmen dan sebuah konsistensi.

Terima kasih sudah mengajarkanku tertawa saat menangis.

Terima kasih sudah membuatku merasa dihargai sebagai wanita. Terima kasih telah memperlakukanku seperti seorang putri raja.

Terima kasih sudah menjagaku dengan penuh rasa sabar.

Terima kasih sudah selalu ada setiap aku membutuhkanmu.

Berbahagialah.

Semoga memang dia satu-satunya sosok yang kau cari hingga kau bersedia untuk menyakiti hati dan menginjak-nginjak harga diri seorang gadis sekaligus seluruh keluarga besarnya.

Terima kasih sudah memilihkan jalan ini untuk aku jalani. Terima kasih sudah memberikanku kesempatan untuk mendapatkan cinta yang lebih besar dari cintamu di masa depanku nanti.

Terima kasih sudah memberikan pengalaman berharga yang bisa aku ceritakan pada anak laki-lakiku nanti tentang bagaimana harusnya seorang laki-laki bersikap.

Terima kasih, karena dengan kepergianmu, itu artinya kau memberikanku kesempatan untuk mendapatkan sesosok laki-laki yang jauh lebih baik, lebih membawaku dekat dengan Rabb-ku, lebih menghargai aku, lebih bertanggungjawab, lebih menjaga komitmen, lebih konsisten, lebih setia, lebih menjaga cerminan kehormatan, lebih bisa menerimaku dengan bawelku, lebih bisa diajak berpikir ke depan dan tidak pernah berpikir tentang sebuah tuntutan, menuntut dan dituntut.

Aku tak pernah mendoakan hal-hal buruk terjadi di hidupmu. Aku hanya ingin mengingatkan saja, lebih berhati-hati lagi dalam bertutur kata, bersikap dan bertindak. Karena sebab akibat selalu ada. Karena hukum tanam tuai juga masih belum punah.

Dan karena Tuhan selalu melihat apa yang kita perbuat. Sekali lagi, terima kasih. Karena dengan caramu ini, aku menjadi semakin yakin bahwa Tuhan memang sangat menyayangiku sehingga DIA menjauhkanku dari hal yang tidak baik untuk hidupku dan aku percaya,

DIA akan menggantikan dengan hal yang baik untuk hidup dan masa depanku kelak.

Selamat berbahagia dengan jalanmu. Semoga peluknya memang jauh lebih hangat,.

Salam dari aku,Gadis yang kadangkala masih merasa rapuh, tapi sudah tak lagi menangis ketika menulis ini.,


Sumber: http_www_artikisah_com

Jumat, 08 April 2016

Wanita Ini Tak Pernah Disentuh Lelaki, Saat Disuruh Salim Suaminya Sesuatu Yang Lucu Terjadi

MASYA ALLAH..!! Sungguh beruntung lelaki yang menjadi suaminya..

Betapa tidak, di jaman sekarang ini, wanita ini berhasil menjaga "kehormatan" dirinya sesuai dengan yang diperintahkan Allah SWT terhadap seluruh wanita, khususnya para muslimah.

Dan sesungguhnya muslimah yang shalihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia, seperti hadist Nabi :


الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.”
(HR. Muslim)

    

Menjadi wanita muslimah yang beriman kepada Allah tentu tidak mudah,karena banyak sekali godaan-godan dalam mencapainya. Apalagi di jaman sekarang ini. Namun, ternyata kita masih dapat menemukan wanita shalihah di negara ini, masya Allah...

Seperti kisah berikut ini. Sebuah kisah yang kami ambil dari akun facebook, semoga kisah ini dapat memberikan motivasi ke muslimah-muslimah lainnya...


Wkwk sweet bnget..
Sangking si mempelai wanita gak pernah di sentuh lelaki sama sekali, di suruh salim sama suaminya aja dia gak berani, smpe2 dia di paksa sama tante nya.. Hihi si suami lgsung tepok jidat smbl ktawa dan org2 disitu pun ikut tertawa
:D

MasyaAllah bnget ya :")
Itulah istri idaman. Yg senantiasa menjaga diri nya hanya utk mahram nya saja, wkwk wlaupun sama mahram nya saja dia gk brani di sentuh. Seorang muslimah yg luar biasa. Semoga ia termasuk bidadari2 syurga Aamiin yarob

Masya Allah.. dari kisah di atas terlihat bahwa wanita tersebut sangat menjaga "kehormatan" dirinya. Bahkan karena terbiasa menjaga dirinya dari yang bukan mahramnya, dirinya terbawa sikap yang sama terhadap lelaki yang sudah jelas menjadi suaminya alias mahramnya.

Lalu, lelaki muslim mana yang tidak menginginkan wanita muslimah shalihah seperti kisah dia atas?


Perhiasan Seorang Wanita Adalah Rasa Malunya

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

وَمَا كَانَ الحَيَاءُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ

“Dan tidaklah rasa malu berada pada sesuatu, kecuali rasa malu akan menghiasinya” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Bagi Anda wanita-wanita yang merasa jauh seperti itu, maka mulailah dari sekarang, TANAMKAN RASA MALU.

Malu jika memandang yang bukan mahram,
Malu jika mengidolakan laki-laki konsumsi publik yang kelak membuat Anda kurang tertarik kepada suami Anda, karena barometer idola Anda laki-laki yang tampannya di atas rata-rata, kosmetiknya (kayak cewek aja) berlabelkan harga jutaan, vitaminnya bukan vitamin pasaran, sedangkan Anda punya suami yang biasa saja dari segi penampilan, cukup dari segi penghasilan.
Malu jika berinteraksi dengan bukan mahram,
Malu jika keluar rumah,
Malu jika hijabmu menjadi pusat perhatian (karena warna-warninya yang nyentrik), atau membentuk lekuk karena ketatnya ukuran yang digunakan,
Malu jika berhenti melakukan semua itu terus-menerus…
Malu kepada Allah karena dengan Islam wanita yang di zaman jahiliyah dihinakan, lalu dimuliakan kembali, eh lantas Anda malah memilih tampil seperti wanita jahiliyah di zaman dulu…

Ya ya… berhenti ya, malu lah…



Sumber: http_www_siraman_com

Sabda Rasulullah : Nikahlah Kalian, Walau Hanya Bermaharkan Cincin Dari Besi

Dalam Islam, semakin ringan mahar seorang perempuan, maka perempuan tersebut makin tinggi derajatnya. Kenapa begitu? Karena mahar bukanlah alat untuk membeli perempuan, melainkan pemberian dari suami dengan keridhaan istrinya. Semakin seorang perempuan ridha untuk menerima mahar yang ringan dari suaminya, maka semakin tinggi derajatnya di mata Allah. Subhanallah.


Dalam riwayat Imam Bukhari dikatakan, pernah datang seorang wanita kepada Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam, wanita itu berkata:

“Ya Rasulullah aku hadiahkan diriku untukmu”

Lalu, datanglah seorang sahabat Rasul dan berkata, “ya Rasulullah, nikahkan aku dengan perempuan itu.”

Rasulullah mendengar namun diam sebentar. Ia kemudian bertanya pada sahabatnya, “kau memiliki apa? Apakah
kamu memiliki harta ?”

“tidak ya Rasulullah, tidak punya harta” jawab sahabat itu.

“walau cincin dari besi..??”

“tidak punya ya Rasul”

“punya baju?”

“punya ya Rasul, tapi cuma ini yang kupunya, baju yang sedang kupakai, jika kujadikan sebagai mahar maka aku nanti tidak pakai baju” jawab sahabat tersebut.

Rasulullah saw diam sejenak lalu memandang kewanita itu.

“Apakah kau mau menikah dengannya?”

wanita itu menjawab, “Aku sudah hadiahkan diriku padamu ya Rasulullah, terserah engkau mau meletakkan aku dimana saja, mau di laut, mau melemparkan aku kemana, aku taat”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beralih pandangan ke pria itu.

“Apakah kau memiliki hapalan Alqur’an?” tanya Rasulullah saw lagi.

“Punya, ya Rasulullah” jawab pria itu

“Nah, kini kunikahkan engkau dengan wanita ini dengan mahar kau harus mengajari dia Al Qur’an, hafalannya beberapa ayat.”

Mereka akhirnya menikah, kemudian keluarga mereka dilimpahi keberkahan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala hingga mereka dilimpahi harta, kekayaan dan keturunan yang sholeh dan sholehah.

Subhanallah. Semoga kita semua didekatkan pada pintu keberkahan. Aamiin.

Sumber : Dailymoslem_com

Sabtu, 19 Maret 2016

Bila Sudah Menikah Lebih Baik Berumah Sendiri Meskipun Hanya Ngontrak

 Konflik antara menantu dengan mertua benar menggambarkan salah satu tes dalam berumah tangga. tetapi keduanya sering - kali tidak terdapat yang ingin mengalah. keadaan ini dapat ditolerir sepanjang tidak bersinggungan dengan syari’at Allah.

Namun kala dengan tinggalnya menantu dengan mertua malah membatasi dakwah dan juga keistiqomahannya buat ber - Islam, hingga sebaiknya rumah seorang diri berbarengan suami ataupun istri hendak lebih baik.

Kondisi ini hendak terus menjadi runyam bila pihak mertua benar belum seluruhnya mengerti agama secara benar setimpal manhaj salaf. tetapi sebenarnya, bila menantu ingin bersabar malah mendakwahi mertua secara pelan - pelan dengan hikmah merupakan jauh lebih mulia.

Semua terdapat pertimbangan setimpal rumah tangga masing - masing. Sesuaikan opsi ini dengan keluarga tiap - tiap supaya dikasih jalur terbaik.

Dan jangan kurang ingat buat senantiasa meminta petunjuk kepada Allah. Insya Allah, Allah hendak senantiasa menolong hambaNya yang senantiasa memohon jalur terbaik.