Tampilkan postingan dengan label pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pahlawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Mei 2016

Pantaskah Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Ini Pro dan Kontra Yang Terjadi

timbulnya wacana pemberian gelar pahlawan buat soeharto presiden ke - 2 ri tuai pro dan juga kontra, paling utama di golongan legislator yang duduk di parlemen senayan.

serupa yang dikutip liputan6. com, politikus pdi perjuangan masinton pasaribu menghitung, dikala ini masih ada tap mpr no 11 tahun 1998. merujuk pada pasal 47, disebutkan terdapatnya syarat majelis hukum terhadap wujud orde baru tersebut.

" masih terdapatnya tap mpr‎ no 11 tahun 98, yang disana secara jelas dan juga tegas disebutkan dalam pasal 47 majelis hukum terhadap mantan presiden soeharto, " kata masinton pasaribu di gedung dpr, senayan, jakarta, jumat (20/5/2016).

anggota komisi iii dpr ini meningkatkan, tap mpr no 11 tahun 1998 tersebut lahir dri atmosfer kebatinan buat mendesak penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dari praktek korupsi, kolusi dan juga nepotisme (kkn) , yang sepanjang lebih dari 30 tahun dipraktekkan oleh rezim orde baru.

" nah masa orang bermasalah dikasih gelar pahlawan? setelah itu dalam uu no 20 tahun 2009 pula diatur azas - azas itu, " ucap ia.

oleh karna itu, mantan aktivis 98 tersebut menghitung dari aspek tap mpr no 11 dan juga uu no 20 tahun 2009, soeharto dikira tidak penuhi ketentuan pemberian gelar pahlawan nasional.

" tidak penuhi ketentuan itu pemberian gelar terhadap soeharto, " ucap masinton.

‎sementara, sekretaris fraksi partai amanat nasional (pan) di dpr yandri susanto berkata grupnya belum dapat memutuskan buat menunjang ataupun tidak usulan gelar pahlawan nasional kepada presiden kedua soeharto. partainya dikala ini masih hendak menunggu masukan dari warga supaya tidak terjalin pro dan juga kontra terpaut keputusan tersebut.

" fraksi pan hendak menampung masukan - masukan dari warga apakah pak harto layak ataupun tidak layak jadi pahlawan nasional, " ucap yandri.

ada juga perilaku fraksi pan, kata yandri, tidak keberatan terpaut usulan presiden soeharto jadi pahlawan nasional. tetapi grupnya pula tidak mau terburu - buru memutuskan perihal tersebut.

" pan pada dasarnya tidak keberatan. tetapi nanti tidak sehat bila dipaksakan (usulan gelar pahlawan) , karna masih terdapat pro kontra. bagaimanapun bahwa diterima, itu terdapat konsekuensinya. bahwa ditolak juga terdapat konsekuensinya. pan tidak mau terburu - buru, " kata yandri.

anggota komisi ii dpr ini meningkatkan, grupnya tidak mau terjalin kegaduhan dengan wacana dikasih gelar pahlawan kepada soeharto. ‎ buat itu, dia berharap pemerintah dapat mengkaji lebih dalam wacana tersebut.
" kita tidak ingin seluruh yang terdapat di republik ini menyangkut atensi rakyat banyak diputuskan secara tergesa - gesa. kita hendak cermati, terima masukan, kita kaji dan juga kita amati positif negatifnya, " jelas yandri.

berubah, wakil kepala dpr fadli zon menghitung tap mpr no 11 tahun 1998 dikira dapat mengganjal presiden soharto buat dinaikan bagaikan pahlawan nasional sudah gugur karna sakit. walaupun di pasal 4 peraturan tersebut mengamanatkan terdapatnya peradilan terhadap pimpinan orde baru itu.

" bahwa pasal itu aku kira dengan sendirinya gugur. karna dalam satu proses dimintai penjelasan, pak harto sudah tidak sehat lagi. dan juga dia pula sudah tidak terdapat, " kata fadli zon.

politikus partai gerindra itu meningkatkan, dikala dibawa ke ranah hukum, soeharto dikira tidak teruji melaksanakan kejahatan yang dituduhkan. " tidak teruji pula, perkara hukum tidak teruji, " ucap ia.
karena itu, fadli mengimbau kalau tidak terdapat manusia yang sempurna. ada juga gelar pahlawan, dikasih lantaran seorang dilihat dari jasa - jasanya. " tidak terdapat manusia sempurna. tercantum pahlawan yang masing - masing tahun dikasih gelar. pemberian (gelar) pahlawan terhadap jasa - jasanya, " ucap fadli.
tidak hanya itu, fadli pula menolak menyamakan penaikan gelar soeharto dengan presiden kesatu ri sukarno. walaupun si proklamator ketika itu pula pernah terkendala terdapatnya tap mpr saat sebelum kesimpulannya dicabut oleh parlemen.

" tap terdapat yang jangka panjang dan juga temporer. (soeharto) kan sudah tidak terdapat apanya yang dilaksanakan tap itu, " fadli zon menandaskan.

dikala munaslub golkar, kepala dewan pembina partai golkar aburizal bakrie ataupun ical berkata soeharto layak memperoleh gelar itu. dpp golkar sudah sempat membagikan penghargaan abdi luhur kepada soeharto.
gimana bagi kamu? pantaskah soeharto diberi gelar pahlawan?




(sumber: infoberkah. com)

Rabu, 24 Februari 2016

Pattimura itu Muslim yang Taat, Bukan Pemeluk Kristen

 Upaya pengaburan sejarah perjuangan para pahlawan Indonesia terus berlangsung, salah satunya terjalin pada wujud Kapitan Pattimura.

Nama asli Pattimura merupakan Ahmad Lussy, tetapi buku - buku sejarah kerap menuliskan kalau namanya Thomas Mattulessy yang diidentikan dengan nama - nama barat Kristiani.

Perlawananya terhadap penjajah kolonial Belanda, membikin Ahmad Lussy mditangkap dan juga dijatuhi hukuman gantung. Ahmad Lussy syahid di tiang gantungan pada 16 Desember 1817


Sebelum digantung, Ahmad Lussy mengucapkan perkataan Tamsil yang berbunyi: “Saya katakan kepada kalian sekaligus (bahwa) aku merupakan beringin besar dan juga tiap beringin besar hendak tumbang tetapi beringin lain hendak menggantinya. (demikian pula) aku katakan kepada kalian sekaligus (bahwa) aku merupakan batu besar dan juga tiap batu besar hendak terguling tetapi batu lain hendak menggantinya”.


Ahmad Lussy ataupun dalam bahasa Maluku diucap Mat Lussy, lahir di Hualoy, mengerikan Selatan (bukan Saparua serupa yang diketahui dalam sejarah tipe pemerintah). dia bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang dikala itu diperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini diketahui pula dengan istilah Sultan Kasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah). Dalam bahasa Maluku diucap Kasimiliali.


Ahmad Lussy merupakan seseorang Muslim yang taat. tidak hanya generasi bangsawan, dia pula seseorang ulama. informasi sejarah mengatakan kalau pada masa itu seluruh pemimpin perang di wilayah Maluku merupakan bangsawan ataupun ulama, ataupun keduanya. 


Sumber:
http_www_sabili_id/2016/01/pattimura-itu-muslim-yang-taat-bukan-pemeluk-kristen.html