Tampilkan postingan dengan label penghuni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penghuni. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juli 2016

Naudzubillah... Sumur Ini Berisi Para Penghuni Neraka ((Kisah Sahih))... Silahkan Dibagikan..!!!

inilah sumur barohut yang terletak cukup dekat dengan makam nabiyulloh hud alaihis salam di hadramaut yaman (cuma sebagian km jaraknya).

serupa dikisahkan dalam kitab irsyadul ibad kalau:

seseorang laki - laki yang kaya menunaikan ibadah haji ke baitullah. sesampainya di mekah dia menitipkan uangnya sebesar 1000 dinar pada seseorang yang populer dapat dipercaya dan juga shalih hingga tuntas wuquf di arafah.

dikala dia sudah merampungkan wuquf, dia berulang pada mekah dan merasakan orang yang dititipinya sudah meninggal. dia bertanya tentang uangnya pada keluarganya. tampaknya tidak seorang pula dari anggota keluarganya yang ketahui. orang itu pula mengantarkan perkaranya pada sebagian ulama mekah.

mereka mengatakan: " bila setengah malam sudah lalu, mendekatlah ke sumur zam zam, lihatlah, dan panggil namanya. apabila dia tercantum pula penunggu surga tentu dia hendak menanggapi panggilanmu pada kali kesatu. "

jadi orang itu simaklah anjuran mereka menghadiri sumur zamzam dan memanggilnya. namun tidak terdapat jawaban.

karna itu dia berulang pada mereka, menceritakannya. mereka mengatakan, " innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun. kami takut bebrapa janganlah temanmu itu tercantum pula penunggu neraka. pergilah ke tanah yaman, di situ terdapat satu sumur yang bernama sumur barohut. tuturnya sumur itu terdapat di pinggir jahannam. lihatlah di dikala malam, dan panggilah temanmu. apabila dia tercantum pula penunggu neraka, tentu dia hendak menanggapi panggilanmu. jadi orang itu pula berangkat ke yaman dan ajukan persoalan menimpa sumur itu.

seseorang menunjukkannya dan pula mendatanginya pada malam hari. dia memandang ke dalamnya dan berseru: " hai fulan! ". nyatanya terdapat jawaban.
dia ajukan persoalan, " di mana uang emasku? ".
terdapat jawaban : " aku tanam dibagian " ini - ini " dalam rumahku. aku memanglah belum memberitahukannya pada anakku. galilah tentu kamu memperolehnya. "
dia ajukan persoalan : " apa yang menyebabkanmu terdapat di mari sementara itu bagi prasangka kami, kamu ialah seorang yang baik. "
terdapat jawaban : " aku mempunyai seorang kerabat perempuan yang fakir. aku menjauhinya dan tidak menaruh belas kasihan padanya. jadi allah menghukumku dan merendahkan kedudukanku serupa ini. "
perihal ini setimpal sama sabda nabi saw dalam hadits yang shahih, " hendak tidak masuk surga orang yang memutus jalinan r4h1m. " (diriwayatkan oleh al - bukhari (5984) , muslim (2556) , abu dawud (1696) , dan at - tirmidzi ( 1909) dari jabir bin muthim).
tujuannya memutuskan jalinan r4h1m serupa kerabat wanita, bibi, keponakan, dan yang lain dari pada kerabat
hadits tentang sumur barohut:
rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
thnx abn nhma
allah abbas, berkata: rasulullah dan juga damai lyh: khyr bunda ali vjh alarz bunda zmzm
santapan huhusay de alt lagi vshfa de alsqm, bunda berpihak ali vjh alarz bunda bvady brhvt bqyh hzrmvt krjl aljrad de alhvam ysbh ytdfq kelahiran c la bilal bangkrut.

maksudnya: dari abdullah bin abbas radhiyallahu anhuma mengatakan: rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

" sebaik baik air yang terdapat di wajah bumi ialah air zam - zam, karna air itu (serupa) santapan yang dapat mengenyangkan, dan air itu mampu menyembuhkan bermacam - macam penyakit. dan seburuk - buruknya air yang terdapat di wajah bumi ialah air yang berposisi di sumur lembah barohut, letak sumur ini di posisi hadhramaut, serupa kaki belalang (yang tunjukkan sumur itu begitu dalam) , tiap pagi air di sumur itu naik keatas, dan tiap sore di sumur itu airnya kering karna airnya turun lagi kedasar sumur ".

(shahih, hr thabrani dalam mujam al - kabir (11004, 11167) dan dalam mujam al - ausat (3912, 8129) , di shahihkan oleh ibnu hibban, tabrani, dan al - haitsami)

atsar anas bin malik radhiallhu anu:



anas ra dengan ia: kehidupan umat beriman buat jabiya, dan juga kehidupan orang - orang kafir mati wade bhoudr mengatakan kepadanya brhot

" dari anas radhiallahu anhu, " ruh kalangan beriman (ditempatkan) ke jabiyah, dan ruh kalangan kafir (ditempatkan) ke bukit hadramaut yang diartikan barhut "



ali bin abi thalib pula mengantarkan:

orang baik lembah lembah mekah, dan juga orang - orang jahat lembah lembah ahqaf, kata hadramout lembah kepadanya: brhot kehidupan orang - orang kafir

" sebaik - baik bukit manusia ialah bukit di makkah, dan seburuk - buruk bukit manusia ialah bukit al - ahqab ialah bukit di hadramaut yang diartikan dengan barhut, di dalamnya terdapat ruh kalangan kafir ".



abdullah bin umar mengantarkan:

kehidupan orang - orang kafir berkumpul berhot, rawa hadramout, dan juga kehidupan yang setia di jabiya, brhot yaman, dan juga jabiya baham

" sesungguhnya ruh kalangan kafir dikumpulkan di barhut, satu lembah di hadramaut. dan ruh mukmin di jabiyyah. telaga barhut terdapat di yaman dan jabiyah terdapat di syam "





(sumber: yoksebarkan_com)

Senin, 18 April 2016

Wanita Wajib Baca! Inilah Mengapa Banyak Wanita Masuk Neraka Karena Lisannya

Sahabat, jangan merasa aman dan yakin di dunia apalagi di akhirat karena merasa sudah rajin sholat, mengaji dan berpuasa jikalau tak mampu menjaga lisan.  Maksudnya?


Abu Hurairah r.a pernah menyampaikan, ada yang menanyakan kepada Rosulullah SAW begini, “Wahai Rosulullah, sesungguhnya si Fulanah suka sholat malam, shoum di siang hari, mengerjakan (berbagai kebaikan) dan bersedekah, hanya saja ia suka mengganggu para tetangganya dengan lisannya?”

Dijawab oleh beliau, “Tiada kebaikan padanya, dia termasuk penghuni neraka”.  Nah Mereka pun bertanya lagi, “Sesungguhnya si Fulanah (yang lain) mengerjakan (hanya) sholat wajib dan bersedekah dengan sepotong keju, namun tidak pernah mengganggu seorangpun?”. Bersabda Rosulullah, “Dia termasuk penghuni surga”. [HR al-Bukhari)

Berarti soal menjaga lisan ini bukan perkara kecil bukan?. Amat menentukan nasib seorang hamba di dunia, terlebih-lebih di akhirat kelak.  Intinya Ibadah vertikal sesorang juga harus dimplementasikan dengan ibadah horizontal dia kepada sesama. Terutama saudara terdekat seperti tetangga dengan menjaga lisannya.

Urusan lisan buat perempuan memang bukan perkara gampang.  Banyak yang mengatakan memang dari “sono”nya perempuan dilahirkan sebagai sosok cerewet dan banyak omong. Betulkah?

Sebenarnya nggak 100% valid,  tapi setidaknya kalau ada penyebutan “perempuan”  secara khusus oleh Allah SWT dalam kaitannya menjaga lisan, itu tandanya para wanita harus lebih berhati-hati.

Di Surat Al Hujurat ayat 11 disebut jelas, “…dan janganlah perempuan-perempuan (mengolok-ngolok) perempuan lain , kerena boleh jadi perempuan (yang diolok-olok) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-ngolok)”.

Nah Sahabat Ummi, peringatan Allah ini pertanda bahwa siapa saja khususnya perempuan harus benar-benar menjaga lisannya dengan baik. Karena ada istilah mengatakan lidah lebih tajam daripada pedang. Pukulan hanya membekas di badan barang sebentar tapi omongan bisa terpendam di hati hingga terbawa mati. Serem kan?

Tahukah apa saja petaka lisan yang bisa menjauhkan wanita dari surga?

Mencibir atau mengolok-ngolok. Ini masuk petaka besar karena dibalik cibiran biasanya tersembunyi kesombongan. Orang yang mengolok-ngolok seringnya merasa dirinya lebih baik dan sempurna dari orang lain. Padahal barang siapa membawa kesombongan atau ujub maka ia tak akan diperkenankan masuk  surga.

Menggunjing atau  membicarakan aib orang. Wah ini juga jangan dianggap sepele karena jatuhnya bisa ghibah maupun fitnah. Ghibah jika apa yang disampaikan benar, fitnah jika ternyata salah.  Bila tak ingin amal yang sudah kita kumpulkan susah payah di’debet’ orang lain, maka mulai dari sekarang berhentilah menggunjing.

Banyak mengeluh.  Konon perempuan gudangnya keluhan terutama mengeluhkan pasangan hidup alias suaminya.  Sahabat Ummi, waspadalah…waspadalah jangan sampai tercecer keluhan mengenai pasangan hidup kita di depan teman hatta urusan sepele sekalipun. “Suami saya orangnya ceroboh…naroh barang suka sembarangan.  Sudah gitu malas bangun pagi sekalinya bangun pengennya sudah tersedia kopi!”

Karena mendengar keluhan menantunya mengenai kondisi perekonomian keluarga tanpa sepengetahuan yang bersangkutan, diriwayatkan Nabi Ibrahim AS akhirnya menyuruh Nabi Ismail menceraikan istrinya.  Bagaimanapun seorang istri harus menjaga kehormatan suaminya.

Keluhan istri juga bisa diartikan ia tidak ikhlas dengan keadaan.  Mengeluhkan suami sama saja ia
tidak ikhlas mendampingi.  Itulah yang kata Rasulullah SAW mengapa banyak wanita jadi penghuni neraka karena sering berkeluh kesah mengenai suaminya baik soal uang maupun tabiatnya.

Dalam hadits riwayat Al Bukhari dikatakan banyaknya wanita dalam neraka karena mereka kufur terhadap suaminya. Kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Meskipun suaminya berbuat baik sebanyak apa pun namun tatkala sedikit saja seorang istri menemukan kekurangannya yang tidak ia sukai para istri ini dengan mudahnya mengucap, “Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.”

Pernahkah terucap demikian?...buru-buru minta maaf segera deh para istri.

Gampang mencela dan ngata-ngatain orang.  Perempuan juga paling jago memberi label jelek pada sesama perempuan. “dasar jablay.  Sundel bolong…,perusak rumah tangga orang” dan sederetan cap jelek lainnya. Sss..ingatlah pepatah mulutmu harimaumu.

Nyinyir dan over penilaian.  Nah ini dia penyakit lisan lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan.  Bukan karena perfeksionis, tapi dasarnya perempuan memang doyan menilai. “Makanan di situ nggak enak. Asiiin. Ih amit-amit mampir ke situ lagi”. Tapi  ludes juga tuh masuk ke perut.  Apalagi kalau arisan, “ah bu, bajunya ini sudah bagus sayangnya kerudungnya kurang matching..”. Adaaaa saja yang dinilai dan kadang tidak prinsipil.

Basa-basi tapi tak mengenakkan. Menanyakan sesuatu boleh-boleh saja asal jangan berlebihan dan kadang kala bikin susah orang untuk menjawab.  Basa-basi tapi minus empati. Contohnya begini:

“Kapan menikah? Saya nggak sabar nih pengen jadi panitia.” Padahal tahu dia lagi nunggu jodoh.

“Kapan punya anak?..sudah setahun belum isi juga?”

“Kapan nambah anak lagi? Cuma dua mah masih sepi rumah”

“Kapan mantu?”

Bla…bla…

Tidak tahukah kadang basa-basi terkesan sepele bisa membekas dalam pikiran seseorang dan membuatnya stress?. Berempati sajalah dan doakan saja secara diam-diam tak usah menanyakan berulang-ulang kayak siaran iklan.

Menghasut dan manas-manasi teman. 

“Bu, jangan biarkan anaknya main sama anaknya si A..dia itu celamitan persis kayak ibunya”

“Ibu harus segera menurunkan berat badan biar nggak gampang sakit.  Tetangga saya kemarin meninggal di usia 45 tahun. Masih muda kan, sakit jantung karena kegemukan”.

Yakin deh sahabat, bukannya mengena malah antipati. Kadang ada orang yang dijauhi karena sikap dan ucapannya tidak memberi kenyamanan bagi yang mendengar.

Sahabat Ummi, betapa lisan yang tak terjaga akan menjatuhkan seseorang ke dalam neraka sudah sering diingatkan oleh Rasulullah SAW di hadits yang lain.

“Tiada lain yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka itu hanyalah karena hal-hal yang diucapkan oleh lidah mereka” (HR. Ashhabu ‘s Sunan dan Ahmad)

Lalu bagaimana cara mencegah lisan dari perkataan yang menyakitkan?.

Jawaban tergampang adalah latihan mengendalikan diri.Jangan berdalih ucapan buruk itu karena karakter (sifat) bawaan, atau kesukuan.  Tidak, lisan itu merupakan gambaran karakter seseorang.  Karenanya saring-saringlah dulu ucapan sebelum kelepasan.  Berfikir sebelum bicara, bukan di balik ngomong dulu baru mikir. 

Cara lain adalah mulai berkomitmen untuk tidak berdusta, menggunjing, mencela dan lainnya yang berindikasi menyakiti orang lain.  Hal yang juga memungkinkan adalah meninggalkan lingkungan pergaulan yang tidak kondusif.

Banyak di kalangan kita ikutan ghibah karena teman-teman sekeliling kita biasa demikian. Tinggalkan pergaulan yang buruk dan bergantilah mencari kawan-kawan yang mendukung kita dalam kebaikan.

Tentunya dengan cara mensiasatinya karena pada dasarnya kita pun dilarang pilah pilih teman karena kesombongan atau merasa lebih suci. Dan terakhir, isilah waktu dengan kesibukan yang bermanfaat. Insya Allah dengan banyak beraktivitas positif akan menghindarkan kita dari waktu luang yang kadang sia-sia.


(sumber: ummi-online)