Tampilkan postingan dengan label al quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label al quran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Mei 2016

Pria Ini Mampu Menghafal 30 Juz Alquran dalam 14 Hari, Ternyata Ini Rahasianya

DI depan ustad yang menjadi pembimbingnya dalam Program 30 Hari menghafal Alquran, yang dihelat di Bangka Belitung pada Juni lalu, T Akbar Maulana, menelepon sang ibu di Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya). Ia memperdengarkan hafalan terakhir yang menasbihkannya sebagai khatmil (telah menamatkan bacaan Alquran). Sementara dari kejauhan, sang ibu dan ayahnya terdengar menyambutnya dengan penuh haru sambil bersujud syukur.

Prestasi gemiliang dan luar biasa itu dicapai Akbar tepat di usianya yang ke-17 tahun. “Saya mengikuti program menghafal Alquran dalam 30 hari untuk mengisi masa libur. Namun karena terlebih dulu harus mengikuti ujian, maka saya terlambat seminggu. Alhamdulilah saya bisa mengejar ketertinggalan dan akhirnya bisa hafal Quran dalam 14 hari,” terang Akbar didampingi keluarganya saat berkunjung ke kantor Harian Serambi Indonesia Banda Aceh, Sabtu (25/7).

Teknik menghafal
Anak ke-2 dari tiga bersaudara pasangan T Djusri dan Rina S ini tercatat sebagai siswa kelas 3 di International Anatolian Imam Khatip High School Kayseri-Turkey. Mengikuti pendidikan setara SMA dan terpilih sebagai penerima beasiswa pemerintah Turki. Ia bersyukur dan tak mau takabur bahwa di usianya yang masih muda belia sudah bisa menghafal 30 juzz Alquran.

Alumnus Pesantren modern Darul Ulum, Jambo Tape, Banda Aceh itu mengaku kunci dari menghafal Quran adalah adanya niat yang lurus, doa yang tulus, dan usaha yang serius. “Sedangkan tekniknya yaitu hafal dulu, hafal lagi, dan hafal terus. Sebuah teknik sederhana yang tak sesederhana praktiknya.

Tiga pekan yang dihabiskan selama di Bangka Belitung menorehkan pengalaman tak terlupakan bagi diri Akbar. Ia adalah angkatan ke-3 yang mengikuti program besutan “Sabahat Quran” yang diikuti 46 peserta se-Indonesia. Sebelumnya program yang digelar setahun dua kali itu dihelat di Bali dan Bandung.

Pemilihan tempat juga bukan tanpa alasan. Panorama alam yang indah lagi asri serta tentunya jauh dari hiruk pikuk kota membuat Akbar lebih mudah dalam menghafal. Atmosfir itu sengaja diciptakan agar para calon hafiz merasa santai dan tak terbeban. “Keseringan menghafalnya di alam terbuka. Bisa di ayunan atau sambil dayung perahu di danau. Diselingi sama olahraga dan istirahat juga pastinya,” cerita Akbar.

Dengan bersemangat bintang utama film dokumenter Selfie Jihad besutan sebuah rumah produksi di Jakarta ini membeberkan ritual dirinya selama menjalani program tersebut. Ia memulai hari dengan bangun dini hari pukul 03.30 WIB. Aktivitas dimulai dengan shalat Tahajud yang dilanjutkan dengan mengaji, shalat Subuh, dan baru kemudian mulai menghafal Quran.

Untuk menjaga stamina, Akbar juga kerab berolahraga dan tak lupa makan dan istirahat yang cukup. Kegiatan menghafal kembali dilanjutkan pada pukul 13.00-17.00 WIB. Istirahat sejenak dan lanjut lagi pukul 19.00-23.00 WIB. Ia biasa melahap hafalan 3-5 halaman setiap harinya.

“Selama di Bangka Belitung saya menghafal hingga 15 jam setiap harinya. Sebelum masuk program ini, saya sudah hafal 7 juz. Hanya saja waktu ikut program itu memang lebih fokus karena banyak waktu dan sering dikasih motivasi dan muhasabah juga biar semangat,” tutur Akbar.

Ia juga membeberkan metode lainnya jika ingin menjadi hafiz, di antaranya menghafal cara ustmani, cara menulis, cara per baris, cara per 5 halaman, dan lain sebagainya. Intinya Akbar menegaskan, segala pekerjaan diawali dengan niat. Kegiatan menghafal dimulai dengan membaca, menghafal, dan bukan sekedar menghafal melainkan diresapi dengan hati.

Akbar yang bercita-cita menjadi ustad yang multitalenta ini mempunyai motto: enjoying your self with serious moving. Tak heran jika ia telah menorehkan segudang prestasi, baik di tingkat lokal hingga Asia. Sebagai jebolan pesantren modern kesohor di Aceh yang kini menimba ilmu di Turki, Akbar menguasai tak kurang dari lima bahasa, yaitu bahasa Aneuk Jamee sebagai bahasa ibu, bahasa Indonesia, Inggris, Turki, dan mengerti bahasa Thailand.

Mengulang hafalan
Akbar mengakui untuk mengulang hafalan (murajaah) lebih sulit dari pada saat menghafal. Namun ia sudah bertekad menjaga hafalannya hingga nyawa terpisah dari raga. Untuk itu ia punya trik tersendiri yaitu mengulang hafalan per harinya satu juzz. Ritual itu biasanya dilakoni selama satu jam pada seperti malam atau menjelang subuh serta satu jam menjelang tidur. Menurutnya itulah waktu yang tepat untuk menghafal.

Selain itu ia menyarankan agar tak bergonta ganti Alquran lantaran otak manusia dirancang untuk merekam, termasuk merekam peletakan ayat. Bisa juga menggabungkan beberapa metode sekaligus yaitu 30 persen menghafal dengan suara, 40 persen menghafal dalam hati, dan 30 persen menghafal dengan mendengar (audio) yang dilantunkan oleh Syeikh. Yang terakhir disebutkan sekaligus untuk mengoreksi jika ada bacaan yang salah.

Hafiz muda itu meminta doa agar dirinya tetap istiqamah dan tidak takabur. Ibunya, Rina S menjadi “madrasah” pertama Akbar sebelum dirinya mengenyam pendidikan di luar. Meskipun bukan terlahir dari keluarga hafiz-hafizah, namun kedua orang tuanya yang sama-sama berprofesi sebagai guru, menanamkan pendidikan berkarakter sedari kecil. Nah! (nurul hayati)



[sumber: aceh.tribunnews.com]

Subhanallah, Satu Gerbong Kereta Api Penuh dengan Suara Al-Qur’an

Ada pemandangan yang tidak lazim di kereta rel listrik (KRL) rute Parung Panjang-Tanah Abang, Kamis (25/6) siang.

Lantunan merdu ayat Alquran terdengar sayup-sayup di salah satu gerbong kereta tersebut. Suaranya seakan sahut-menyahut. Kadang lantunan itu jelas, kadang seakan hilang karena kalah dengan kerasnya decit bunyi rem kereta. Suara-suara merdu Alquran itu dilantunkan puluhan remaja perempuan yang memenuhi bangku di gerbong ketiga.

Karena kebetulan penumpang tak terlalu berjubel, mereka tampak rapi duduk memenuhi bangku di sisi kanan dan kiri. Tangan sekitar 80-an perempuan berhijab itu tampak memegang erat Alquran kecil karena KRL sering bergoyang-goyang. Kendati begitu, mereka tampak khusyuk mendaras Alquran meski penumpang juga keluar masuk ketika KRL berhenti tiap stasiun.

Puluhan pendaras dadakan ini merupakan santri-santri putri Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Keberadaannya di KRL di siang nan terik itu bukan untuk promosi KRL ataupun kegiatan pesantren. Layaknya penumpang lain, mereka tengah bepergian. ”Kami naik dari Serpong mau ke Bekasi, silaturahmi ke salah satu teman sekaligus khataman,” ujar Jihan Afifah, 15, salah satu santri.

Kehadiran Afifah dan puluhan teman-temannya tak ayal menyulap gerbong KRL seakan menjadi pesantren dadakan. Suasana gerbong ramai dengan para penumpang, tapi bukan penumpang biasa, melainkan yang tengah mengaji dan sebagian lagi menghafal Alquran. Soal mengaji di KRL, Afifah mengaku sama sekali tak diperintah oleh pimpinan ponpes.

Sebagai santri ponpes penghafal Alquran, menurut remaja asal Tanah Abang, Jakarta Pusat ini, Alquran adalah kitab suci yang tak bisa dilepaskan dari aktivitas hariannya. Lebih-lebih di bulan yang penuh berkah dan limpahan pahala ini, menurut dia, para santri berlomba mendaras sebanyakbanyaknya. ”Alhamdulillah puasa ini sudah khatam satu kali,” ujar remaja yang belum lama ini khatam menghafal 30 juz Alquran tersebut.

Atiqah, 15, santri lainnya juga mengaku sudah hafal Alquran setelah tiga tahun mondok di Darul Quran Mulia. Seusai kelulusan, Atiqah dan santri lain kini diberi kebebasan sejenak memegang ponsel. Di sela mengaji di KRL, mereka juga sesekali membuka-buka ponsel untuk chatting, mendengarkan musik lewat headshet atau sekadar bermain.

Meski pemandangan tak biasa, kehadiran puluhan santri ini justru mendapat sambutan baik sejumlah penumpang lain. Mereka tampak tak terganggu. Bahkan mereka menilai hal ini bisa jadi inspirasi agar penumpang terbiasa memanfaatkan waktu luang, lebih-lebih saat Ramadan. ”Jujur salut, perlu dibudayakan di luar Ramadan,” ujar Ramli, salah satu penumpang asal Ciputat, Tangerang Selatan.

Di Bulan Suci dan di tengah kesibukan yang tinggi, banyak warga Jakarta memang terpaksa menjalankan ritualritual ibadah sunah di ruang publik. Mereka tetap berupaya mencari keberkahan Ramadan ini tanpa mengurangi intensitas pekerjaannya. Basori, PNS yang berkantor di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat mengaku tiap di KRL sebisa mungkin dia menyempatkan untuk mendaras Alquran.

Tak harus menenteng kitab suci, mendaras kini lebih praktis seperti lewat smartphone. Dengan cara ini, dia berupaya bersikap adil (ta’ adul ) dalam membagi waktu antara bekerja dan beribadah. Banyaknya keutamaan dan keberkahan di bulan Ramadan membuat orang tak ingin melewatkan begitu saja.

Umumnya mereka merasakan keteduhan yang sangat berbeda saat menjalankan ibadah ketimbang hari biasa. Bahkan Ramadan justru terasa lebih merekatkan persaudaraan antarsesama. ”Saya pernah saat berbuka di KRL, tanpa dikomando penumpang saling berbagi takjil. Ini keren dan membuat trenyuh,” tutur Mubarak, warga Depok.

Mengaji, saling menghargai sesama (tasamuh ), dan berbagi inilah potret kecil tradisi pesantren yang tak terasa telah dilakukan sebagian orangorang Jakarta kala di ruang publik. Di tengah tekanan hidup ibu kota yang kian ketat, nilai-nilai spiritualitas, kesederhanaan dan kebersahajaan itu menjelma meski baru sebatas kala Ramadan.



[sumber: siraman.com]

Sabtu, 14 Mei 2016

Allahuakbar... 15 Fakta Ini Bukti Gerakan Menghafal Quran Berkembang Pesat di Indonesia

Dalam satu dasawarsa terakhir, gerakan menghafal Quran di Indonesia berkembang pesat. Berikut ini 15 buktinya seperti dikutip dari Buku Negeri-Negeri Penghafal Al Quran, dengan sedikit penyesuaian kondisi terkini:

1. Tahfizh Quran menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah Islam terpadu baik SDIT, SMIT maupun SMAIT

2. Tahfizh Quran menjadi mata pelajaran wajib di perguruan tinggi Islam baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta.

3. Tahfizh Alquran menjadi mata pelajaran wajib di pondok-pondok pesantren pondok pesantren khusus Alquran

4. Tahfizh Alquran menjadi mata pelajaran wajib di Madrasah-Madrasah Diniyah

5. Pondok-pondok pesantren khusus tahfidz Alquran semakin banyak di berbagai daerah

6. Setiap tahun musabaqah tahfizh al-qur'an semakin banyak diadakan baik dalam level kecamatan, kabupaten, provinsi maupun nasional. jumlah para peserta lomba tahfizh setiap tahun mengalami peningkatan

7. Tahfizh Alquran menjadi menu wajib pembinaan pada sebagian halaqah-halaqah Taklim di kota-kota besar dan kampus-kampus


8. Buku-buku tentang metode dan panduan menghafal Alquran semakin banyak beredar di tengah masyarakat baik karya para penulis Indonesia sendiri maupun terjemahan dari karya para ulama Timur Tengah

9. Bedah buku pelatihan seminar dan Workshop tentang menghafal Alquran semakin marak di tengah masyarakat. Penyelenggaranya beragam mulai dari pengurus takmir masjid, Sekolah Islam, perkantoran swasta hingga instansi pemerintahan

10. Beberapa perguruan tinggi Islam perguruan tinggi umum negeri maupun perguruan tinggi swasta memberikan beasiswa pendidikan bagi para penghafal al-quran

11. Sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta memberikan beasiswa dan menerima melalui jalur khusus bagi para penghafal Alquran

12. Para penghafal Al Quran semakin mendapatkan tempat di tengah masyarakat muslim. kemuliaan dan peranan vital mereka semakin diapresiasi oleh kaum muslimin. Para penghafal Al Quran banyak diangkat menjadi imam tetap di masjid-masjid raya khususnya di wilayah perkotaan dan perkantoran.

13. Tahfizh al-quran dan panduan tahfizh Alquran menjadi bagian dari acara siraman rohani di berbagai stasiun TV umum di tanah air

14. Berbagai stasiun TV Islam menempatkan tilawah Murottal Alquran para Hafidz internasional dan nasional sebagai menu utama mereka dengan presentasi yang sangat besar.

15. Hafalan al-qur'an dan bacaan Murottal para imam masjid Timur Tengah yang diakui keakuratan hafalannya dan keindahan suaranya disetel oleh ribuan umat Islam melalui handphone, laptop, komputer, VCD/DVD player dan perangkat-perangkat lainnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]


(sumber: Tarbiyah.net)

Jumat, 29 April 2016

Masya Allah Terapi AL-QURAN Mampu Sembuhkan Penyakit Ganas, Tolong di Sebarkan

Seseorang pasien kanker kronis, tergolek tidak berdaya di suatu rumah sakit di Lebanon Selatan. Salah seseorang anggota keluarganya yang telah terlihat pasrah serta putus harapan, sehari-hari datang, serta membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan lagu yang menyentuh hati. Hal semacam itu dikerjakannya selalu sehari-hari, serta tanpa ada diakuinya sudah berjalan tiga bln..

Dokter juga terpana. Menurut perhitungannya, ­ pasiennya itu tidak bakal dapat bertahan kian lebih satu bulan. Waktu itu telah nyaris melalui tiga bln., serta anehnya, keadaan pasien kanker itu bukannya makin lebih buruk, malah tunjukkan perkembangan yang sangatlah luar umum.

Ada apa? Dokter itu juga lantas teringat bakal sosok Alfred Tomatis, seseorang dokter warga negara Prancis, yang bikin uji coba sepanjang lima puluh th. tentang indera manusia. Alfred bikin rangkuman bahwa indera pendengaran, adalah indera yang paling utama. Ia temukan bahwa pendengaran mengontrol semua badan, mengatur operasi-operasi­ vital, keseimbangan, serta koordinasi gerakan-gerakan­nya. Ia juga temukan bahwa telinga mengontrol system syaraf.

Sepanjang eksperimennya, ia temukan bahwa syaraf pendengaran terhubung dengan semua otot badan, serta ini yaitu argumen kenapa keseimbangan serta fleksibilitas badan, dan indera pandangan itu dipengaruhi oleh nada. Telinga sisi dalam terhubung dengan semua organ badan, seperti jantung, paru-paru, hati, perut, serta usus. Hal semacam ini menuturkan kenapa frekwensi-freku­ensi nada itu merubah semua badan.

Dokter pakar kanker dirumah sakit di Beirut itu juga, pada akhirnya mengambil rangkuman, bahwa rupanya, bacaan Al-Quran mempunyai dampak luar umum pada beberapa sel serta bisa kembalikan keseimbangan. Otak adalah organ yang mengontrol badan, serta darinya nampak perintah untuk relaksasi organ-organ badan, terutama system kekebalan badan.

Serta, mulai sejak tersebut, terkecuali usaha medis yang ia kerjakan, dokter itu juga menaikkan terapinya dengan therapy nada, melalui pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, untuk pengobatan pasien-pasienny­a.

Peneliti ini menyebutkan, ” Nada manusia mempunyai suara spiritual spesial yang membuatnya jadi fasilitas penyembuhan yang paling kuat. ” Beberapa peneliti lalu temukan bahwa sebagian nada bisa menghancurkan beberapa sel kanker, serta pada saat yang sama bisa aktifkan beberapa sel yang sehat.

“Sel kanker hancur cuma dengan frekwensi-freku­ensi nada. Tersebut kenapa bacaan Al-Qur’an mempunyai dampak besar pada kanker yang paling beresiko serta akut sekalipun! ” terang Fabien, seseorang peneliti yang juga musisi.

Namun, apakah dampak ini cuma terbatas pada beberapa sel? Terang bahwa nada bisa merubah semua suatu hal di seputar kita. Inilah yang dibuktikan Masaru Emoto, ilmuwan Jepang, dalam eksperimennya pada air. Ia temukan bahwa medan elektromagnetik­ pada molekul-molekul­ air itu sangatlah dipengaruhi oleh nada, serta ada suara-suara spesifik yang memengaruhi molekul serta membuatnya lebih teratur.

Jika kita mengingat bahwa 70% badan manusia itu yaitu air, jadi nada yang didengar manusia itu merubah kedisiplinan molekul-molekul­ air pada beberapa sel badan, serta merubah molekul-molekul­ itu bergetar, hingga bisa merubah kesehatannya.

Beberapa peneliti lain mengonfirmasi bahwa nada manusia bisa menyembuhkan banyak jenis penyakit termasuk juga kanker. Beberapa terapis juga menyepakati bahwa ada suara-suara spesifik yang lebih efisien serta mempunyai kemampuan penyembuh, terutama dalam tingkatkan system kekebalan badan.

Bentuk molekul air beralih saat dihadapkan pada nada. Jadi, nada itu punya pengaruh sangatlah besar pada air yang kita minum. Jika Anda membacakan Al-Qur’an pada air, jadi karakteristikny­a bakal beralih, serta air itu bakal mentransfer efek-efek Al-Qur’an itu pada tiap-tiap sel pada badan, hingga mengakibatkanny­a sembuh.

Bacaan Al-Qur’an
Bagaimanakah bacaan Al-Qur’an itu dapat menyembuhkan kanker? Virus serta kuman nyatanya bergetar serta sangatlah dipengaruhi oleh vibrasi nada, terutama nada-nada khas yang keluar dari nada bacaan Al-Qur’an. “Nada-nada yang keluar dari bacaan Al-Qur’an bisa hentikan perkembangbiaka­n virus serta kuman pada badan kita, serta kurun waktu berbarengan malah tingkatkan kesibukan beberapa sel sehat, serta menghidupkan program kekebalan badan yang terkacaukan, supaya siap bertempur melawan virus serta kuman, ” terang Fabien.

Menurut dia, nada-nada yang keluar dari bacaan Al-Qur’an itu terbagi dalam beberapa kumpulan frekwensi yang hingga ke telinga, lantas bergerak ke beberapa sel otak, serta memengaruhinya lewat medan elektronik, lantas frekwensi-freku­ensi itu aktifkan beberapa sel.

Beberapa sel bakal merespon medan itu serta memodifikasi vibrasi-vibrasi­nya. Pergantian pada vibrasi inilah yang kita rasakan serta mengerti setelah alami serta mengulangi. Ini adalah system alamiah. Ini adalah system keseimbangan yang natural. Bahkan juga Profesor Masaru Emoto, memberikan keyakinan, bahwa dampak pengobatan lewat therapy nada, tambah lebih dahsyat dari penyembuhan herbal serta therapy alamiah yang lain.

Nabi SAW membaca Ta’awudz beberapa ratus kali sehari-hari. Beliau memohon pada Allah untuk melindunginya dari beragam hal jelek, termasuk juga penyakit. Kita juga sangatlah disarankan untuk membaca surat Al-Falaq serta An-Nas sehari-hari. Mudah-mudahan Allah jadikan Al-Qur’an juga sebagai obat untuk kita dari tiap-tiap penyakit, lahir serta batin.



(sumber: duniaobat.com)

Semut Berbicara Didalam Alquran, Ilmuwan Membuktikannya

Nabi Sulaiman adalah seorang nabi dan rasul Allah yang diberikan mukjizat oleh Allah yaitu ia dapat mengerti bahasa binatang. Nabi Sulaiman A.S merupakan anak dari Nabi Daud A.S, dalam Alquran namanya disebutkan sebanyak 27 kali.

Ia diangkat menjadi raja di kerajaan bani Israil setelah ayahnya wafat, tak hanya menjadi raja bani Israil, Allah memberikannya kemampuan untuk menjadi raja untuk bangsa jin dan binatang. Oleh karena itu, Nabi Sulaiman bisa mengerti berbagai macam bahasa binatang termasuk semut.

Semut Berbicara Didalam Alquran, Ilmuwan Membuktikannya

Dalam sebuah kisah di dalam Alquran, dikisahkan bahwa pada saat itu Nabi Sulaiman dan bala tentaranya sedang melintasi sebuah jalan yang di jalan itu terdapat gerombolan semut. Dalam ayat tersebut Allah menyebutkan bahwa semut-semut tersebut dapat berbicara satu sama lain.

"Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";" [QS. An-Naml ayat 18]

Sebagai umat Islam, kita percaya bahwa apa yang tertera di dalam Alquran tidak ada yang sia-sia. Namun, bagi orang-orang yang tidak mempercayai Alquran, pastilah ayat diatas hanya dianggap sebagai bualan belaka.

Namun, fakta kebenaran Alquran kembali terungkap melalui sebuah penelitian ilmiah. Science Magazine yang terbit pada 6 Februari 2009 menuliskan sebuah hasil penelitian ilmiah terbaru yang menyatakan semut dapat berbicara.

Dalam penemuan tersebut mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi audio yang canggih telah memungkinkan para ilmuwan untuk meneliti dan menemukan kesimpulan bahwa semut-semut secara rutin berbicara antara satu dengan yang lainnya.

Semut Sebagian besar memiliki semacam papan alami dan plectrum yang terdapat dalam perut mereka yang dapat mengeluarkan suara sebagai media untuk berkomunikasi dengan sesamanya.

Menggunakan microfon dan speaker mini yang canggih yang dapat dimasukkan kedalam sarang semut, peneliti menemukan bahwa ratu semut dapat mengeluarkan instruksi kepada para pekerja mereka.

Para peneliti heran, yang berhasil membuat rekaman pertama dari semut ratu "berbicara", juga menemukan bahwa serangga lain pun meniru hal yang persis sama. Kupu-kupu besar Rebel adalah salah satu dari sekitar 10.000 makhluk yang memiliki hubungan parasit dengan semut dan sekarang ditemukan telah belajar untuk meniru suara dengan menggunakan sinyal kimia.

Larva Kupu-kupu dibawa oleh semut ke sarang di mana mereka diberi makan oleh pekerja. Ketika koloni terganggu semut akan menyelamatkan larva. Bahkan jika mereka kekurangan makanan, semut akan mengorbankan diri mereka sendiri sebagai bahan makanan pengganti.

Hasil penelitian beberapa dekade yang lalu telah menunjukkan bahwa semut mampu membuat panggilan menggunakan alarm berbunyi, tetapi baru-baru ini hasil riset telah menunjukkan bahwa kosa kata mereka mungkin jauh lebih besar dan mereka juga dapat "berbicara" satu sama lain.

Profesor Jeremy Thomas, dari University Oxford, mengatakan kemajuan teknologi telah memungkinkan penemuan baru, hal itu karena komunikasi semut bisa direkam secara subjektif.

Para peneliti melakukan penelitian dengan cara memasukkan speaker mini yang berisi rekaman suara ratu semut ke dalam sarang semut kemudian memutarnya. Hal ini ternyata mampu menarik perhatian para semut dan membuat mereka bersiaga.

"Ketika kami memutar suara ratu yang mereka lakukan kemudian adalah bersiap siaga. Mereka akan bergerak berdiri sambil mengulurkan antena mereka ke depan dan rahang (capit) mereka terbuka selama berjam-jam. Siapa saja makhluk asing yang berada di dekat mereka, mereka akan serang," katanya.

Dia menggambarkan bagaimana semut akan melakukan gerakan menekan antena mereka ke arah speaker seperti mereka menyambut yang lain dalam sarang semut.

"Kita pasti pernah lihat semut bersalaman ketika mereka bertemu. Seperti itulah mereka melakukannya." lanjutnya.

Profesor Thomas masih belum mengetahui dengan pasti tentang berapa jumlah semut yang mengandalkan suara untuk bahasa mereka, namun ia menduga penelitian lebih lanjut akan mengungkapkan kosakata yang lebih luas daripada yang terlihat sebelumnya.

Sedangkan menurut buku "Encyclopedia of Entomology" karangan John L. Capinera halaman 92, dikatakan setidaknya ada 4 jenis senyawa kimia yang dikeluarkan semut dalam berkomunikasi, dengan mengambil contoh semut African Weaver:

    Hexanal: Zat ini menarik perhatian dan membangunkan ketertarikan mereka.
    Hexanol: Semut-semut menjadi siaga dan berlarian ke segala arah dalam rangka mencari sumber masalah.
    Undecanone: Saat dipancarkan, ini menarik semut ke sumber bahaya, dan membuat mereka menggigit semua objek asing pada daerah semut.
    Butyloctenal: Meningkatkan agresi dan kesiapan mereka untuk mengorbankan diri.


Dalam surat An-Naml ayat 18 di atas, kira-kira seperti inilah percakapan para semut tersebut:

1. "Hai para semut": dalam tahap ini, Hexanal di keluarkan, memasuki fasa alerting dimana semut tersebut meminta perhatian semut yang lain.

2. "kembalilah ke sarangmu" : dalam tahap ini, Hexanal lebih intense dikeluarkan, menyebabkan apa yang dikatakan oleh John L. Capinera di atas, semut-semut berlari dengan cepat dan acak, serta mengubah arah.

3. "agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya" : dalam tahap ini, Hexanol di keluarkan, mengakibatkan fasa attraction dan stopping dimulai, di mana perhatian para semut di arahkan kepada source atau sumber bahaya, dalam hal ini adalah Sulaiman dan tentaranya.

4. "sedangkan mereka tidak menyadari" : dalam tahap ini, semut-semut itu di perintahkan untuk holding, bukan bitting. Undercanone dan Butyloctenal dalam kadar tertentu bersama-sama menentukan jenis pertahanan apa yang harus mereka buat untuk mempertahankan diri dan sarang mereka. Dalam hal ini yang diperintahkan adalah "hold" atau tunggu. "Jangan serang, karena mereka tidak menyadari. Mereka tidak sengaja akan menginjak kita dan menyerang kita".

Inilah keajaiban Alquran yang telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah, semoga dengan demikian kita bisa menjadi lebih yakin akan kebenaran Alquran.



(sumber: makintau.com)

Kamis, 28 April 2016

Inilah 5 Tipe Wanita Dalam Al-Qur'an, Kamu Yang Mana ?

Ini 5 Tipe Wanita dalam Al-Qur'an. Wanita memang begitu istimewa. Islam sebagai agama yang istimewa, memberikan kedudukan mulia untuk kaum wanita. Al-Quran melalui ayat-ayatnya juga tak luput berbicara tentang wanita. Seperti apa sajakah sosok wanita yang telah digambarkan di dalam Al-Qur’an? inilah beberapa karakter wanita yang dituangkan dalam Al-Qur’an


1. Tipe Pejuang

Wanita tipe pejuang digambarkan oleh seorang wanita bernama Asiyah binti Mazahim, istri Fir’aun. Asiyah memiliki kepribadian yang kuat. Ia memperjuangkan keimanan ditengah-tengah kekuasaan suaminya yang kufur. Ia berani menganggung resiko apapun demi menjaga kemurnian iman dan kehormatannya. Meskipun hidup di tengah-tengah kekufuran Fir’aun, ia mampu menjaga aqidah dan harga dirinya sebagai seorang muslimah. Asiyah lebih menginginkan megahnya istana di syurga Allah daripada kemewahan dalam istana di dunia yang dijanjikan Fir’aun.

Doa Asiyah telah diabadikan dalam ayat-Nya, “dan Allah menjadikan perempuan Fir’aun teladan bagi orang-orang beriman, dan ia berdo’a: Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim.” (Q.S At-Tahrim : 11).

2. Tipe Wanita Shalihah yang Menjaga Kesucian Dirinya

Tipe kedua ini diwakili oleh Maryam binti Imran. Tiada hari ia lewatkan kecuali dalam ketaatan beribadah kepada Allah. Ia pun konsisten menjaga kesucian dirinya. Sungguh teladan yang penting untuk dijadikan cerminan bagi wanita-wanita di jaman sekarang. Tentang keistiqomahannya dalam menjaga kesucian, Allah menceritakan kisahnya, “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina! Demikian ungkap Maryam,” (Q.S Maryam : 20).

Karena keutamaan inilah, Allah mengabadikan namanya sebagai salah satu surat dalam Al-Qur’an yang mulia, yaitu Surah Maryam, surat ke-19. Allah memuliakannya bukan dasar kecantikan. Namun kemuliaan Allah yang diberikan kepadanya lantaran keshalihan dan kesucian yang mampu ia jaga.

3. Tipe Penghasut

Seorang wanita bernama Hindun adalah wanita yang mewakili tipe ini. Hindun adalah istri Abu Lahab. Al-Qur’an
menjulukinya sebagai “pembawa kayu bakar” alias penyebar fitnah, tukang gosip, dan penghasut. Bersama suaminya, Abu Lahab, Hindun bahu membahu menentang dan menghalangi dakwah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan menyebarkan fitnah dan melakukan kedzaliman. Sebagai mana kemampuan berbicara sebagai seorang wanita, ia sangat lihai dalam menyebarkan fitnah. Berita yang awalnya biasa, menjadi luar biasa ketika diucapkan oleh Hindun.
“binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa. Demikian pula istrinya, pembawa kayu bakar yang dilehernya ada tali dari sabut.” (Q.S Al-Lahab : 1-5).

4. Tipe Penggoda

Tipe ini diperankan oleh Zulaikha. Wanita cantik yang menggoda nabi Yusuf ‘alaihissalam. Kisahnya diungkapkan dalam Al-Qur’an,

“dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, “Marilah ke sini.” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah. Sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengab baik.” Sesungguhnya orang-orang yang dzalim tiada akan beruntung. “ (Q.S Yusuf : 23).

5. Tipe Pembangkang terhadap Suaminya.

Allah mengecam perempuan yang berkhianat kepada suaminya yang shalih. Karakter wanita yang ingkar kepada suaminya dimiliki oleh istri nabi Nuh dan nabi Luth ‘alaihissalam. Saat suaminya menjadi penegak kebenaran, mereka malah menjadi pembangkang.

“Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami. Lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah. Dan dikatakan (kepada keduanya): ‘Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).” (At-Tahriim:10).

Begitulah Al-Qur’an sebagai kabar gembira dan peringatan berbicara tentang sosok wanita. Kabar gembira karena menjabarkan karakter mulia yang patut menjadi teladan bagi muslimah shalihah. Dan peringatan dengan mengisahkan wanita-wanita yang mendapat kecaman dari Allah Subhanahu wa Ta’ala agar muslimah tak mengikuti jejaknya yang tercela.

Sampai di sini, kita (muslimah) dapat bercermin. Apakah kita sudah meneladani keteguhan dan ketangguhan Asiyah dalam menjaga imannya di tengah-tengah kekufuran? Ataukah sudah meneladani keistiqamahan Maryam dalam beribadah dan menjaga kesucian? Dan cukuplah kisah wanita yang ingkar kepada suami yang sholih, penghasut, dan penggoda menjadi peringatan agar kita sebagai muslimah senantiasa mawas diri. Jangan sampai karakter wanita tercela itu kita perankan. Na’uzubillah...

“Ya Allah, Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk selalu taat kepada-Mu.” (HR. Muslim).
Penulis: Minuk Kusmia



(Sumber : Voa-islam.com)

MasyaAllah... VIDEO Bayi Dalam Kandungan Ini Selalu Bersujud Setiap Dibacakan Ayat Suci Al Quran.

Keajaiban ini bisa kita tonton melui kamera pemantau USG seperti yang tampak pada gambar video di bawah.

Kalau kita amati bayi dalam kandungan itu terlihat begitu agresif, Tapi dia seketika akan terdiam dan sujud ketika dibacakan Al Fatihah dan Al Baqoroh.


Ajaibnya sang jabang bayi itu seperti menikmati dan mendengarkan dengan rasa takdzim. Lalu sejak usia berapa sesunggunya bayi itu mulai bernyawa, sehingga bisa mendengar apa yang didengar melalui kuping Ibunya..?

Hadist dari Abdullah bin Mas’ud ra yang berkata bahwa:Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya setiap kamu dibentuk di perut ibunya selama 40 hari, kemudian berbentuk ‘alaqah seperti itu juga, kemudian menjadi mudhghah seperti itu juga. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh dan menetapkan 4 masalah…. {HR. Bukhari, Ibnu Majah, At-Tirmizy}.
Ada beberapa kalangan ulama yang berpendapat bahwa ruh di tiupkan bada bayi setelah usia 120 hari. Namun ada kesepakatan bahwa hadist tersebut dengan mengatakan bahwa malaikat itu diutus beberapa kali.

Pertama pada waktu nutfah berusia empat puluh hari, dan kali lain pada waktu berusia empat puluh kali tiga hari untuk meniupkan ruh.

Hanya saja kita tidak hendak membahas masalah selisih jumlah hari tersebut, terpenting adalah ketika kandungan masih muda memang seharusnya para ibu dibiasakan melakukan hal yang baik baik saja, seperti mendengarkan ataupun membaca Al Quran.

Sebab, sudah terbukti seperti dalam tayangan tersebut. Perilaku anak itu sudah mulai terbentuk sejak masih bayi dalam kandungan.

Video yang berdurasi 05.39 (lima menit 39 detik) ini diunggah pada 4 April 2010 dan telah ditonton 1.814.113 kali.

Banyak yang berkomentar setelah melihat video ini. Di antaranya Derry Maulana. Ia sangat takjub setelah menonton video ini.

"Subhanallah allahu akbar bayi saja bersujud kepada allah dri dlm perut ibu y."

Tak jauh berbeda dengan komentar perempuan yang satu ini. Ajeng Sri Rahayu berharap ia akan baca alquran terus jika kelak hamil.
"Kalo saya hamil,saya pengen bacain alquar terus aaah buat anak saya :) biar tenang dalam perutnya.(*)







(Sumber: liputan37.blogspot.co.id)

Rabu, 27 April 2016

ALLAHU AKBAR.!!!! Kalian Boleh Membunuhku, Tapi Jangan Coba Menghina AL-QURAN, KITAB SUCI ALLAH

ya Allah hamba hanya orang-orang yang lemah tak berdaya di mata Mu ya Allah.

hamba hanya bisa mempertahan kan keyakinan dan ketakwaan hanya kepada Mu ya Allah.


hamba rela mempertarukan nyawa hamba demi menjaga ke utuhan kitab suci


alquran Mu ya Allah..

karna hamba yakin kitab suci al-quran yang menuntun hamba kejalan rido Mu ..

dan hamba yakin kitap suci al-quran yang akan menuntun kejalan surga Mu ya Allah..Amin..


wahai saudara-saudara ku saya mohon luang kan waktu nya sedikit untuk membaca amin dan membagikan artikel ini . dan renung kan lah saudara-saudara ku..

semoga dengan artikel ini bisa bermanfaat buat kita semua amin...

Allaaaahhhhuuuu Akbaaaarrrrrrr



(sumber: silahkanshare-ya.blogspot.co.id)

Selasa, 26 April 2016

Dapatkan Keistimewaan Yang Allah Janjikan Dengan Kebiasaan Membaca Ayat Kursi Diwaktu-Waktu Ini

Seperti yang kita tahu, ayat kursi diketahui dapat melindungi kita dari hal-hal buruk atas izin Allah. Selain itu, bacaan ayat kursi menjadi amalan baik bagi kita umat manusia agar lebih dekat dengan Sang Maha Pencipta (Allah Subhanaahu Wata'ala).


Bacalah Ayat Kursi Diwaktu-waktu Ini, Maka Dapatkan Keistimewaan Yang Allah Janjikan
Sebuah dalil menjelaskan bahwa hanya Allah yang pantas untuk disembah dan Dia akan hidup kekal abadi serta selalu mengurus ciptaan-Nya. Dia tidak pernah tidur ataupun mengantuk. Segala yang ada di bumi, langit, bahkan diantara keduanya merupakan milik Allah semata. Tidak ada yang bisa memberikan manfaat kecuali atas izin-Nya. Allah mengetahui segala yang terjadi, baik itu peristiwa secara terang-terangan ataupun sembunyi-bunyi. Jangankan sebuah peristiwa, Allah juga dapat mengetahui apa yang ada di hati dan pikiran kita. Berbeda dengan manusia yang tidak mengetahui apapun dari ilmu Allah kecuali kehendak-Nya.

Bacalah Ayat Kursi Diwaktu-waktu Ini, Maka Dapatkan Keistimewaan Yang Allah Janjikan

1. Ketika pagi dan petang
Sebuah hadits menjelaskan bahwa barang siapa yang melafalkan ayat kursi pada petang hari maka ia akan dilindungi oleh Allah dari gangguan apapun hingga pagi hari. Sedangkan, jika ia melafalkan ayat kursi pada pagi hari maka ia juga akan dilindungi hingga petang harinya. Amalan ayat kursi akan membuat hidup kita


lebih tenang karena dilindungi oleh Rasulullah.

2. Setelah shalat fardhu
Sebuah hadits berisi jika kita melafalkan ayat kursi setelah shalat fardhu atau shalat lima waktu maka tidak ada yang menghalangi kita untuk masuk ke surga. Maksudnya ialah, ketika kita mati dan semasa hidup telah mengamalkan ayat kursi dan membacanya setalah shalat lima waktu maka ia akan masuk ke surga tanpa halangan apapun.

3. Sebelum tidur
Waktu ini dijelaskan ketika Abu Hurairah mengadu kepada Rasulullah mengenai seseorang yang mengajarkan ayat kursi padanya. Abu Hurairah menjelaskan bahwa ada seseorang yang mengaku bahwa ia akan mengajari Hurairah suatu kalimat sehingga Allah akan memberikan manfaat baginya. Kemudian Rasul bertanya apakah kalimat yang diajarkan. Hurairah menjawab jika orang tersebut mengatakan bahwa ketika Abu Hurairah akan pergi tidur, maka ia dianjurkan membaca ayat kursi terlebih dahulu. Oleh karena itu, Allah akan melindunginya dari setan yang mendekati dan Allah akan selalu menjaganya hingga pagi hari. Setelah mendengar hal itu, Rasul membenarkan perkataan orang tersebut. Meskipun sebelumnya, ia adalah seorang pendusta, tetapi apa yang dikatakan pada Abu Hurarah adalah benar. Lalu, Rasul memberitahu Abu Hurairah bahwa yang mengajarkan kepadanya beberapa waktu lalu adalah setan.

Sebuah hadits menjelaskan bahwa ayat di dalam Al-Qur’an yang paling agung adalah ayat kursi. Hal ini menunjukkan jika ayat kursi memiliki keutamaan yang harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, beberapa orang mungkin masih bingung mengapa ayat kursi memiliki keagungan yang lebih. Imam Nawawi menjelaskan bahwa di dalam kalimat ayat kursi, terdapat sifat dan nama Allah yang penting, yaitu sifat ilahi, sifat hidup, wahdaniyah, sifat ilmu, sifat kekuasaan, sifat kerajaan, dan sifat kehendak. Ketujuh sifat dasar itu terkandung di dalam bacaan ayat kursi ini.

Sebagai seorang muslim, sebisa mungkin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk lebih mengingat Allah. Meskipun semua ayat Allah memiliki manfaat, ayat kursi memiliki keutamaan yang bisa kita gunakan sebagai amalan sehari-hari.

 

(sumber: @religi.liputan6.com)

Inilah 5 Ayat Al-Qur'an yang Bisa Membantu Anda Mengatasi Masalah

Berpedomanlan pada Alquran untuk selesaikan masalahmu. Setiap orang pasti pernah mengalami masalah sebagai ujian untuk naik kelas. Namun, tidak jarang banyak yang berputus asa dengan kondisi tersebut. Untuk menyelesaikan masalah, manusia terbiasa bercerita kepada orang lain dan berharap masalahnya bisa teratasi.


Namun, tidak jarang tindakan ini justru menyulitkan diri sendiri dan justru menambah beban. Jika sudah begini, orang bermasalah rentan melakukan tindakan yang mengarah kepada hal yang negatif dan membahayakan diri.

Sebenarnya, ada obat dari segala permasalahan hidup baik terkait jasmani atau rohani. Ia adalah Alquran, kitab pedoman yang berisi firman Allah yang menjadi solusi dalam menghadapi permasalahan tersebut.

Adalah Alquran, kitab pedoman yang berisi firman Allah yang menjadi solusi dalam menghadapi permasalahan tersebut. Jika suatu saat anda terbentur dengan masalah yang kian pelik, maka dalam hadist, Nabi Muhammad SAW menyarankan untuk membaca lima ayat Alquran berikut ini. Ayat apa saja? Berikut ringkasannya.

1. QS. Ar-Ra’d: 11

Ayat pertama yang bisa diamalkan untuk menghadapi masalah adalah QS. Ar-Ra’d: 11. Di dalam ayat ini Allah mengisyaratkan bahwa manusia itu bisa berubah apabila ia mau mengubah dirinya.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11).

Banyak orang yang selalu mengeluh dengan keadaan mereka di dunia. Entah karena miskin harta, sulitnya mendapat pekerjaan dan lainnya. Namun sesungguhnya seperti apapun kondisi yang tengah dialami saat ini, nasib manusia masih bisa berubah apabila ia terus berusaha untuk mengubahnya.

Ketika manusia berikhtiar untuk berubah menjadi lebih baik, maka Allah SWT akan mengubah nasib orang tersebut. Hal inilah yang sering kali diabaikan oleh mereka yang mempunyai masalah. Mereka berharap Allah mengubah nasibnya, sementara ia sendiri tidak berubah dan memperbaiki diri. Ayat ini adalah motivasi untuk membuat manusia berubah ke arah yang lebih baik.

2. QS Al-Baqarah: 216

Banyak orang yang tidak mensyukuri nikmat Allah. Mereka merasa bahwa Allah tidak memberikan hal sesuai dengan keinginannya. Mereka merasa bahwa seharusnya mereka mendapatkan sesuatu yang lebih dibanding yang didapatkan saat ini. Padahal segala pemberian Allah itu
adalah yang terbaik, seperti firman Allah dalam Surat Al-Baqarah:216

“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui,“ (QS. Al-Baqarah: 216).

Rasa kesal sering kali ditampakkan oleh orang yang mendapatkan sesuatu yang tidak disukainya. Padahal sebenarnya bisa jadi apa yang tidak ia sukai itu malah baik bagi dirinya dan sebaliknya apa yang ia sukai itu justru buruk baginya.

Untuk itu, janganlah merasa kecewa jika mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai keinginan. Kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi. Oleh sebab itu, syukuri apapun yang pemberian dari Allah SWT saat ini, karena hal tersebut pasti merupakan yang terbaik.

3. QS. Al-Baqarah: 286

Ketika diberikan cobaan oleh Allah SWT, banyak orang yang merasa putus asa dan tidak bersemangat menjalani hidup. Padahal sebenarnya, Allah SWT telah menurunkan ayat bahwa Allah tidak akan memberikan beban di luar batas kemampuan orang tersebut.

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS. Al-Baqarah: 286).

Jika anda mengatakan tidak sanggup untuk menjalani semuanya, berarti anda telah mendahului Allah. Untuk itu, janganlah berfikir negatif dengan mengatakan bahwa anda tidak bisa menghadapi semua masalah. Yakinkan diri apabila anda sanggup untuk menjalaninya dengan penuh kesabaran dan tawakal kepada Allah.

4. QS. Al-Insyirah: 5-6

Kebanyakan orang yang ketika menghadapi masalah mereka putus asa dan ingin berhenti atau menyerah. Selain itu, di antara mereka ada juga yang menyerah dengan keadaan. Padahal di dalam QS>. Al-Insyirah ayat 5-6 Allah telah mengaskan bahwa disetiap kesulitan pasti ada kemudahan.

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah: 5-6).

5. QS. At-Thalaq: 2-3

“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya,” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

Dua ayat di atas menjelaskan bahwa apabila seseorang sedang menghadapi masalah hal yang harus dilakukannya adalah dengan bertakwa dan bertawakal kepada Allah SWT. Dua akhlak ini sangat luar biasa apabila diterapkan dalamm kehidupan sehari-hari.

Demikianlah penjelasan mengenai lima ayat dalam Al-Qur’an yang bisa diamalkan untuk menghadapi masalah. Untuk itu, janganlah pernah bosan berdoa kepada Allah untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Berusaha untuk mengubah diri agar menjadi lebih baik dan teruslah berfikir positif bahwa masalah-masalah tersebut justru akan menguatkan kita di kemudian hari.



(sumber: 8intisari via cintaislami)

Minggu, 24 April 2016

Tolong Sebarkan!!!! Inilah 5 Kedahsyatan Membaca Surat Al Insyirah (Alam Nasyrah), Nomor 4 Paling Dahsyat!!

Surat Al Insyirah atau yang biasa disebut Surat Alam Nasyroh adalah salah satu surat yang seringkali kita dengar dan baca saat melaksanakan shalat wajib. Ini lantaran surat tersebut tergolong pendek serta mudah untuk dihafal.

Tak hanya berbuah pahala, bermacam surat dalam Al Quran juga mengandung keutamaan serta khasiat yang beragam. Surat Al Insyirah juga tentu saja mempunyai keutamaan yang begitu dibutuhkan oleh manusia untuk melakukan kehidupan yang lebih baik serta ujung-ujungnya yaitu untuk dapat lebih banyak beramal kepada Allah.

Tidak banyak yang tahu mengenai fadilah Al Insyirah. Tetapi, ada banyak khasiat yang dapat kita peroleh dengan membaca surat yang terdiri dari 8 ayat ini. Dan berikut akan kami paparkan manfaat surat Al Insyirah yang begitu dahsyat itu.

1. Akan Di beri Kelapangan Dalam Hidup
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barang siapa membaca surat Al Insyirah seperti ia mendatangi aku dan aku mengambil kesempatan maka menjadi suatu kelapangan dariku. ”
Tentunya setiap orang inginkan kelapangan dalam kehidupannya baik itu dalam pekerjaan, rumah tangga maupun kehidupan sosial. Karena itu dawamkan surat Al Insyirah ini sesering mungkin.

2. Dimudahkan dan Dilancarkan Rejekinya
Supaya dapat dimudahkan dan dilancarkan dalam menggapai rejeki, jadi kita diwajibkan membaca surat Al Insyirah ketika usai shalat fardhu. Bacalah surat ini sesudah berdzikir atau di sela-sela dzikir
yang biasa kita lakukan. Insya Allah pertolongan Allah akan segera mendekat.

3. Dilapangkan Hatinya
Masalah yang bertubi-tubi dapat bikin hati jadi sempit serta berputus asa. Karena itu untuk seseorang yang beriman diwajibkan membaca surat ini saat tengah mengalami kesusahan. Dalam salah satu ayatnya pun Allah berfirman, “Sesungguhnya bersama kesulitan ada keringanan. ” Oleh karena itu kita mesti optimis kalau Allah akan membantu hambaNya selagi kita selalu memperbaiki diri dan memohon kepadaNya.

4. Dikaruniakan Kekayaan yang Melimpah
Untuk yang ingin kehidupannya lebih baik, cobalah untuk mendawamkan surat Al Insyirah sebanyak 40 kali sesudah shalat fardhu. Lakukan selama 7 hari berturut-turut setiap waktunya. InsyaAllah rejeki yang melimpah akan selekasnya didapat.

5. Dimudahkan Memperoleh Pekerjaan
Untuk yang kesusahan memperoleh pekerjaan, coba laksanakan shalat sunat mutlak dua rakaat. Bacaan surat didalam shalat tersebut bebas sesuai dengan yang kita dapat. Setelah shalat, bacalah surat Al Insyirah sebanyak huruf dari surat itu. Kemudian mohonkanlah apa yang menjadi keinginan kita.

Itulah sebagian fadilah, manfaat serta keutamaan dari surat Al Insyirah yang dapat kita amalkan dengan mudah. Lakukan semuanya dengan mengharapkan pertolongan dari Allah Ta’ala. Diluar itu pahami juga artinya supaya keyakinan kita semakin bertambah kuat. Semoga informasi berikut dapat bermanfaat untuk kita semua.



(sumber: www.sehat-bahagia.com)

Mengapa “Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan” Diulang Sampai 31 Kali ???

alam Surat Ar Rahman, kalimat “Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan” (فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ) diulang sampai 31 kali. Kepada siapa kalimat tersebut ditujukan dan mengapa diulang sampai 31 kali?

فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan"

Kalimat ini diulang dalam ayat 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, dan 77 surat Ar Rahman.

Kalimat ini ditujukan kepada manusia dan jin sehingga menggunakan kata Rabbikuma (رَبِّكُمَا) yang artinya “Tuhan kamu berdua”.

Berbeda dengan banyak surat lainnya, Surat Ar Rahman menyertakan jin sebagai obyek firman Allah. Jin dan manusia diingatkan bahwa banyak sekali nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dilimpahkan kepada mereka.

Dengan banyaknya nikmat-nikmat yang disebutkan dalam surat Ar Rahman, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengiringinya dengan kalimat “Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan”.

“Setiap menjelaskan berbagai nikmat, selalu diiringi dengan Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan,” tulis Syaikh Amru Khalid dalam Khowatir Qur’aniyah.

Lalu mengapa diulang hingga 31 kali? Tentu pengulangan ini adalah hak prerogatif Allah dan hanya Dia-lah yang benar-benar mengetahui hakikat di baliknya. Namun di antara hikmah yang bisa dipetik, selain mengingatkan agar jin dan manusia menyadari bahwa seluruh nikmat itu datangnya dari Allah, pengulangan itu juga menunjukkan betapa pentingnya syukur atas nikmat-nikmat tersebut.

“Kalimat ini (Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan) memerintahkan jin dan manusia untuk mensyukuri nikmat-nikmat Allah dan tidak mendustakannya,” terang Syaikh Amru Khalid.

Sedangkan Imam As Suyuthi dalam Al-Itqan fi Ulumil Qur`an menjelaskan bahwa pengulangan kalimat Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan itu untuk memantapkan pemahaman dan menekankan betapa pentingnya bersyukur atas nikmat-nikmat itu setelah menyadarinya bahwa ia datang dari Allah Azza wa Jalla. 



[Sumber: Muchlisin BK/Tarbiyah.net]

SUBHANALLAH.. Membaca Al-Qur'an Setelah Maghrib & Subuh Melonjakkan Kecerdasan Otak hingga 80%. BANTU SEBARKAN YA

Tahukah Anda ? Ternyata Membaca Al-Qur’an Setelah Maghrib & Subuh Itu Manfaatnya Luar Biasa , Menurut hasil penelitian, ternyata membaca Al-Qur’an setelah waktu sholat Maghrib dan Subuh itu Bisa Melonjakkan kecerdasan otak hingga 80 %. Hal ini Dikarenakan disana ada pergantian dari siang ke malam dan dari malam ke siang hari.
Disamping itu, ada tiga aktivitas sekaligus, yakni membaca, melihat dan mendengar. Terdapat beberapa hal yang Bisa menyebabkan seseorang itu kuat ingatan atau hafalannya, diantaranya:

    Menyedikitkan makan
    Membiasakan melaksanakan ibadah shalat malam
    Dan membaca Al-Qur’an sambil melihat kepada mushaf

Tak ada lagi bacaan yang Bisa Melonjakkan terhadap daya ingat manusia, dan juga Membagikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca dengan Kitab Suci Al-Qur’an. Selain itu, membaca Al-Qur’an juga mendatangkan pahala dari Allah SWT.
Dokter ahli Heroisme, Dr. Al Qadhi melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat (AS) Sukses membuktikan bahwa hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, maka seorang Muslim itu, bagus mereka yang Bisa berbahasa Arab ataupun bukan, Bisa merasakan perubahan sebagai berikut:

    Fisiologis yang sangat besar
    Penurunan depresi, kesedihan

Memperoleh ketenangan Heroisme

Menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh Generik yg dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya


Inovasi sang dokter ahli Heroisme ini Tak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan Donasi peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap Genre listrik.

Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bahwa membaca Al-Qur’an berpengaruh besar hingga 97 % dalam melahirkan ketenangan Heroisme dan penyembuhan penyakit.
Dalam laporan suatu penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara di tahun 1984 disebutkan, Al-Qur’an terbukti mampu mendatangkan ketenangan hingga 97 % untuk mereka yang mndengarkannya. Masya Allah…


Untuk itu, mari sekarang ini kita mulai meluangkan waktu kita beberapa menit dari 24 jam di hari kita, yang diberikan oleh Allah SWT untuk membaca, merenungi, mentadaburi dan memahami isi yang ada didalam Kitab Suci Al-Qur’an.



(Sumber :  Manjanik.com)


Mari Beri Like dan Tulis “Aamiin” Serta Mohon DIBAGIKAN Supaya Semoga Kita menjadi dan diberikan Anak yang SOLEH dan SOLEHA…. Aamiin…

Sabtu, 23 April 2016

Masya Allah… Ada 12,3 Juta Hafizh Quran di Negara Ini

Negara ini menduduki peringkat satu jumlah hafizh Quran terbanyak di dunia. Tercatat sebanyak 12,3 juta warganya hafal 30 juz Al Quran.

Negara ini tidak lain adalah Mesir. Berdasarkan data Kementerian Wakaf Mesir, pada tahun 2014 terdapat 12,3 juta penduduk negeri 1000 menara atau sekitar 18,5 persen dari total 67 juta jiwa penduduk.

Jumlah hafizh Quran dari kalangan anak-anak hingga usia 25 tahun mencapai 2,4 juta hafizh. Dari usia 26 – 55 tahun sebanyak 6,2 juta hafizh dan di atas usia 56 tahun terdapat 3,7 hafizh.

Jika dilihat dari jenis kelamin, sebanyak 8,5 juta penghafal Quran adalah pria. Sedangkan sisanya sebanyak 3,8 juta adalah perempuan hafizhah.

Diyakini, jumlah penghafal Quran pada tahun ini lebih banyak lagi. Hingga satu abad ke depan, Mesir diprediksi masih akan menempati peringkat pertama negara dengan jumlah penghafal Quran terbanyak di dunia.



[Sumber: Ibnu K/Tarbiyah.net]

Jumat, 22 April 2016

RUTINLAH MEMBACA DOA INI..Insya Allah Rezeki Lancar Dengan Baca Dua Ayat Ini Tiap Malam. Bantu Share Ya.

Ada dua ayat didalam Al Qur’an yang bila di baca setiap malam jadi orang yang membacanya bakal diberikan kecukupan. Dua ayat saja? Iya, cuma dua ayat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَن�' قَرَأَ بِالآيَتَي�'نِ مِن�' آخِرِ سُورَةِ ال�'بَقَرَةِ فِى لَي�'لَةٍ كَفَتَاهُ

“Siapa yang membaca dua ayat paling akhir dari surat Al Baqarah saat malam hari, pasti ia tercukupi. ” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam Nuzhatul Muttaqin syarh Riyadhush Shalihin, Syaikh DR Mustofa Said Al Khin, Syaikh DR Mustofa Al Bugho, Syaikh Muhyidin Mistu, Syaikh Ali Asy Syirbaji serta Syaikh Muhammad Amin Luthfi menjelaskan kalau diantara makna terpenuhi dalam hadits ini yaitu terpenuhi kepentingan dunia dan akhiratnya dan terhindarkan dari semua keburukan.

Hadits ini juga yang tercantum oleh Ibnu Katsir waktu menerangkan keutamaan dua ayat terakhir surat Al Baqarah ini dalam tafsirnya.

Dua ayat paling akhir dalam surat Al Baqarah itu tak lain adalah firman-Nya :

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُن�'زِلَ إِلَي�'هِ مِن�' رَبِّهِ وَال�'مُؤ�'مِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَي�'نَ أَحَدٍ مِن�' رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِع�'نَا وَأَطَع�'نَا غُف�'رَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَي�'كَ ال�'مَصِيرُ

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَف�'سًا إِلَّا وُس�'عَهَا لَهَا مَا كَسَبَت�'
وَعَلَي�'هَا مَا اك�'تَسَبَت�' رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذ�'نَا إِن�' نَسِينَا أَو�' أَخ�'طَأ�'نَا رَبَّنَا وَلَا تَح�'مِل�' عَلَي�'نَا إِص�'رًا كَمَا حَمَل�'تَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن�' قَب�'لِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّل�'نَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاع�'فُ عَنَّا وَاغ�'فِر�' لَنَا وَار�'حَم�'نَا أَن�'تَ مَو�'لَانَا فَان�'صُر�'نَا عَلَى ال�'قَو�'مِ ال�'كَافِرِينَ

“Rasul sudah beriman pada apa yang di turunkan padanya (Al Qur’an) dari Rabbnya, demikian juga beberapa orang yang beriman. Semua beriman pada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya serta rasul-rasul-Nya. (Mereka menyampaikan) : “Kami tak membeda-bedakan seorang juga di antara rasul-rasul-Nya”, dan mereka menyampaikan : “Kami dengar dan kami patuh. ” (Mereka berdoa) : “Ampunilah kami ya Rabb kami dan pada Engkaulah tempat kembali. ”

Allah tak membebani seorang tetapi sesuai dengan kesanggupannya. Ia memperoleh pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia memperoleh siksa (dari kejahatan) yang ditanganinya. (Mereka berdoa) : “Ya Rabb kami, jangan sampai Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Rabb kami, jangan sampai Engkau bebankan pada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan pada beberapa orang sebelumnya kami. Ya Rabb kami, jangan sampai Engkau pikulkan pada kami apa yang tidak mampu kami menanggungnya. Maafkanlah kami ; ampunilah kami ; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, jadi tolonglah kami pada golongan yang kafir. ” (QS. Al Baqarah : 285-286)



(Sumber: isuterpanas.com)

ALLAHUAKBAR... Zakir Naik Buktikan Kitab Suci Semua Agama Gagal Diuji, Kecuali Al-Qur’an, Allahu Akbar!! Silakan Share!!

Video dialog antara Dr. Zakir Naik dan penanyanya selalu membuat kita berdecak kagum. Betapa tidak, argumen-argumen Cendekiawan Muslim itu selalu membuka tabir kebenaran Islam dengan sangat logis dan mudah dicerna nalar. Termasuk saat ia membuktikan bahwa semua kitab suci dari seluruh agama di muka bumi ini gagal diuji kebenaran mutlaknya, kecuali Al-Qur’an.

Berikut dialog Dr. Zakir Naik yang Arrahmah kutip dari transkripsi video pada Youtube oleh Baitul Maqdis, Selasa (11/8/2015).


Pertanyaan : Masing-masing agama yang ada sekarang ini mengklaim ilmiah terhadap masing-masing agamanya. Seperti Sri Ravi Shangkar mengklaim ilmiah terhadap agama hindunya. Baba Ramdev dengan agamanya. Dan juga tokoh-tokoh agama kristen mengklaim agamanya sangat ilmiah. Begitu juga dalam islam, bagaimana anda menjawab pertanyaan ini?

Dr.Zakir Naik menjawab :
Anda sering mendengar kata “Ilmiah” dari saya, Sedangkan Baba Ramdev juga mengatakan bahwa agamanya Ilmiah. Sri Ravi Shangkar juga mengklaim agamanya ilmiah. Bukankah ini membuktikan teori Agama tidak lebih hebat dari penelitian Sains? (karena semuanya bersandar kebenarannya pada teori sains).

Tentang itu, saya setengah setuju dan setengah lagi tidak setuju denganmu. Jika kamu mengklaim sebuah ajaran sebagai firman Tuhan, maka ajaran itu harus bisa teruji disetiap masa dan waktu.

Sebelum ini adalah zamannya mukjizat. Dan Al-Qur’an adalah mukjizat dari segala mukjizat. Kemudian datanglah zaman puisi dan literatur. Cendekiawan muslim dan non muslim dari kalangan Arab setuju bahwa Qur’an adalah literatur bahasa Arab terbaik di muka Bumi.

Namun, zaman sekarang adalah zamannya sains. Jika kau menganalisis Al-Qur’an dengan sains, maka kitab ini begitu sempurna. Tapi dimasa mendatang, bisa jadi orang-orang tidak lagi percaya pada sains.

Jika di zaman sekarang aku memberitahumu, “Sebuah kitab suci bercerita secara puitis bahwa bumi itu datar”, apakah kamu akan percaya? Pasti tidak percaya. Karena zamannya sekarang bukanlah zamannya para penyair. Namun kamu bisa dapati bahwa Al-Qur’an itu sangat puitis, penuh dengan mukjizat, dan Ilmu Sains yang sangat ilmiah. Di masa depan mungkin zamannya beda lagi.

Untuk menjawab pertanyaan kamu. Kamu katakan bahwa Baba Ramdev berkata agamanya ilmiah. Kuceritakan, bahwa aku pernah berdebat dengan dokter William Cambell, seorang dokter medis bergelar M.D. (Doktor). Ia berkata bahwa Bible itu ilmiah. Aku bukanlah orang yang suka mengkritik ajaran agama orang lain. Tapi, Dr.dr.William Cambell menulis sebuah buku mengatakan bahwa ada lebih dari 30 kesalahan ilmiah dalam Al-Qur’an. Buku ini juga sangat populer, tapi tidak ada responnya.

Sebab itu, aku pergi ke Chicago pada 1 April tahun 2000 untuk melakukan diskusi dengan Dr. William Campbell tentang “Qur’an and Bible in the Light Of Science“. Dalam diskusi itu saya telah menjawab semua tuduhannya. Tapi ketika aku menunjukkan 38 kesalahan ilmiah dalam Bible, sebenarnya ada lebih dari ribuan kesalahan ilmiah dalam Bibel. Aku hanya menunjukkan 38 kesalahan, tapi dia tidak bisa menjawab satupun darinya. Jadi ketika kita berdebat kita akan tahu seberapa ilmiahkah sebuah agama. Hanya karena Bibel mengatakan 10 hal ilmiah, hai ini tidak menjadikan Kitab Bibel itu benar (firman Tuhan).

Kita harus menganalisa semuanya, jika didapati satu hal yang tidak ilmiah didalamnya, maka itu sudah menjadi cukup bukti bahwa Bibel bukanlah firman Tuhan.

Aku menantang semua orang, untuk menunjukkan satu hal saja yang tidak ilmiah dalam Al-Qur’an, berupa fakta ilmiah, bukan hipotesis. Satu ayat saja dalam Al-Qur’an yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan dan sudah menjadi fakta.

Aku telah banyak menjelaskan hal-hal yang tidak ilmiah dalam Bible. Dan juga aku bisa jelaskan banyak hal yang tidak ilmiah dalam Wedha. Lalu aku tantang seluruh tokoh-tokoh agama, seperti Dr.dr.Willliam Campbell, Benny Hinn, Billy Graham agar meraka datang dan membuktikan bahwa yang aku katakan salah.

Sebagai contoh saja, Wedha berkata bahwa matahari berputar mengelilingi bumi. Tentu ini tidak sesuai dengan fakta ilmiah sekarang. Ini membuktikan bahwa dalam kitab Wedha memang ditemukan ayat yang membicarakan tentang Sains. Jika ada ribuan ayat dalam kitab itu, 50 persennya membicarakan sains dan 50 persen lagi darinya bertentangan dengan fakta ilmiah sains, maka aku tidak akan percaya pada kebenaran kitab suci itu.

Jadi ketika anda melakukan uji ilmiah terhadap semua kitab agama yang ada, maka kamu akan mendapatkan seluruh kitab agama itu gagal kecuali Al-Qur’an.

Aku yang mengatakan itu, karena aku adalah akademisi dalam bidang perbandingan ilmu agama. Jadi, ketika anda melakukan uji sains, hal itu tidak berarti kitab lain tidak punya fakta ilmiah. Mereka juga punya!. Tapi itu telah tercampur. Seperti yang kukatakan, Bibel mungkin juga punya fakta ilmiah. Ayat-ayat di Bibel yang sesuai dengan sains mungkin adalah firman Tuhan, tapi yang tidak sesuai dengan fakta sains, mungkin juga karena kesalahan, interpolasi atau ayat yang dipalsukan.

Allah berfirman : … Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)”. Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), … ( Qs. Ar-Ra’du : 38 – 39)

Ada 4 kitab suci yang disebut dalam Al-Qur’an. Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur’an. Taurat adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s. Injil adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. Zabur adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Daud. Sedangkan Al-Qur’an, kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Tapi, sebenarnya ada banyak sekali wahyu yang diturunkan sebelum 4 kitab suci itu diturunkan.

Karena sangat banyak sekali jumlah Nabi yang berjumlah 124 ribu Nabi, dan 25 diantaranya disebutkan dalam Al-Qur’an nama-namanya.

Namun semua wahyu yang datang sebelum Al-Qur’an hanya diperuntukkan untuk kaum tertentu pada saat itu. Seperti Injil, kitab suci yang hanya diperuntukkan untuk Bani Israil dan tidak diperuntukkan untuk seluruh umat manusia. Makanya Tuhan tidak menjaganya sampai ke zaman sekarang. Begitu juga dengan kitab-kitab yang lain selain Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an diturunkan bukan untuk orang arab saja, tapi untuk seluruh umat manusia dimana saja mereka berada.

Sebagaimana diberitahukan Allah dalam firman-Nya :
Dan Kami tidak mengutusmu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada menge-tahui.[QS. Saba’, 34: 28]

Karena Al-Quran diturunkan untuk seluruh umat manusia selama-lamanya, maka Tuhan pun selalu menjaga keasliannya. Sebab itu kita semua tidak akan mendapatkan sedikitpun kesalahan dalam Al-Qur’an. Namun, kitab-kitab suci lain bisa jadi benar firman Tuhan, namun telah diubah-ubah oleh manusia. Karena kitab-kitab itu tidak diperuntukan kepada seluruh manusia, maka Allah tidak menjaganya.

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.
(Qs: Al-Hijr: 9)

Inilah perbedaan mendasar Al-Qur’an dengan kitab-kitab lain. Ketahuilah bahwa seluruh nabi-nabi sebelum diutusnya Nabi Muhammad, seperti, Adam, Yesus, Musa, Ibrahim dan yang lainnya, mereka diutus hanya untuk kaummnya pada saat itu saja. Karena kami tetap menghormati dan mencintai mereka. Karena kita hidup di zaman Nabi Muhammad, maka kita harus mengikutinya. Sebab ia adalah penutup para Nabi dengan wahyu yang terakhir yaitu Al-Qur’an.

Jadi Al-Qur’an lah yang patut dibanggakan bukan sains/teknologi. Karena Al-Qur’an lebih dulu ada sebelum fakta sains dan teknologi diciptakan.

Al-Qur’an adalah kitab penuh dengan mukjizat, literatur bahasa arab terbaik dan sesuai dengan sains. Mungkin dimasa depan zamannya berbeda lagi. Tidak seperti sekarang yang seakan kebenaran selalu diukur dengan sains dan teknologi. Tapi bagaimanapun kondisi masa depan, maka Al-Qur’an sebagai firman Tuhan akan membuktikan kebenaran dirinya.



(Sumber: arrahmah.com)

Selasa, 19 April 2016

Di Usianya yang Ke-70 Tahun Kakek ini Hafal 30 Juz Quran

 “Usia seperti saya sudah sulit menghafal, berbeda dengan masa kuliah dulu,” mungkin kalimat ini pernah kita dengar. Atau bahkan kalimat ini adalah alasan kita saat dimotivasi untuk menghafal Al Quran.


Seorang kakek asal Jeddah sepatutnya membuat kita malu. Ya, kita sebut kakek karena usianya sudah 70 tahun.

Ia mulai menghafal Al Qur’an pada usia kepala enam. Usia yang jauh lebih tua dibandingkan kita yang kadang mengeluh dengan alasan di atas. Usia yang bagi sebagian orang sudah dilanda kepikunan. Usia yang bagi sebagian orang sudah bergulat dengan berkurangnya daya penglihatan. Usia yang bagi sebagian orang sudah mulai tak sempurna daya ucapnya.

Abdullah Muhammad Musa, namanya. Bukannya ia tak mengalami kesulitan saat menghafal Al Qur’an.

“Tentu saja aku mendapatkan kesulitan,” tuturnya seperti dikutip buku Negeri-Negeri Penghafal Quran,
“terutama dalam masalah makharijul huruf dan
tajwid.”

Namun kendala ini tidak mematahkan semangat Abdullah. Kepada Syaikh Abdullah Husain, Abdullah mulai menghafalkan Al Qur’an. Di bawah bimbingan hafiz berijazah di Masjid Raya Abdul Aziz itu, ia berhasil menghafal 10 juz Al Quran. Kendati usianya sudah tua, Abdullah bersemangat belajar menghafal Al Quran di masjid tersebut selama beberapa tahun. Bandingkan dengan kita yang masih muda namun malas ke masjid. Ke masjid hanya untuk shalat berjamaah, itu pun belum tentu lengkap lima waktu.

Berhasil menghafal 10 juz di Masjid Raya Abdul Aziz, Abdullah kemudian berpindah ke Masjid Shalah Karamah. Di Masjid ini, Abdullah hanya butuh waktu dua setengah tahun untuk dapat menyelesaikan hafalannya. Jadilah ia hafal 30 juz Al Quran di usianya yang ke-70.

Masya Allah... sungguh Allah telah memberinya anugerah setelah kesungguhannya bermujahadah. Meskipun awalnya ia memiliki kendala makharijul huruf dan tajwid, Allah memudahkannya menghafal keseluruhan firman-Nya dalam Al Qur’an. Bahkan yang ajaib, ia bisa menghafal 20 juz dalam dua setengah tahun.

Kita –khususnya saya- pantas malu jika tak memiliki semangat menghafal Al Quran. Usia masih muda, tak ada kendala mengeja dan melafalkan ayat-ayat Al Quran, namun masih juga banyak alasan. Astaghfirullah...

 
(Sumber : Tarbiyah.net)

Suara Penghafal Al Quran Cilik Indonesia Bikin Juri MHQ Internasional dan Netizen Menangis

Luar biasa. Itulah kalimat yang pantas buat kehebatan hafiz (penghafal Al Quran) cilik asal Indonesia, Musa La Ode Abu Hanafi saat beraksi di Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional di Sharm El-Sheikh Mesir pada 4 April lalu.

Dilansir dari laman Kemlu.go.id, pada lomba itu Musa diminta untuk menuntaskan 6 soal. Seluruh soal berhasil dilalui Musa dengan tenang, tanpa ada salah maupun lupa.

Lancarnya bacaan dan ketenangan Musa dalam membawakan ayat-ayat Al-Quran yang ditanyakan membuat Ketua Dewan Juri Sheikh Helmy Gamal, Wakil Ketua Persatuan Quran Mesir dan sejumlah hadirin meneteskan air mata.

Menteri Wakaf Mesir Prof. Dr. Mohamed Mochtar Gomaa, seperti dilansir dari laman Kemlu.go.id, menyampaikan takjubnya kepada Musa yang berusia paling kecil dan tidak bisa berbahasa Arab, tapi menghapal Al-Quran dengan sempurna.

NETIZEN MENANGIS
Rekaman video yang memperlihatkan hafiz cilik, Musa La Ode Abu Hanafi, saat mengikuti Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional di Mesir, beredar di internet. Sontak, tayangan tersebut pun langsung ditonton ribuan netizen.

Tidak hanya itu, para netizen juga memenuhi kolom komentar di bawah video yang diunggah di Youtube tersebut. Mereka yang berkomentar mengaku terkagum-kagum setelah melihat tayangan video Musa. Tak sedikit pula yang meneteskan air mata.

Nuroh Tatang misalnya. Dia menuliskan "Masya Allah, aku nggak bisa komentar apa-apa mendengarnya juga belum selesai udah nggak kuat langsung air mata tak terbendung lagi, semoga aja Musa bisa mengangkat kedua orang tuanya," katanya.

"Subhanallah...tak terasa air mata menetes," ujar Tom Ezt. "Air mata saya pun menetes... Subhanallah..." timpal Ooz Reumy di komentar berikutnya.

Selain itu, ada pula netizen yang mendambakkan anak seberti Musa, bisa menghafal Alquran 30 juz. "Masya Allah semoga anak yang ada dikandungan istriku seperti Musa," tulis akun Youtube Emon Tea.

"Subahanallah sampe merinding, love you Musa.." imbuh akun Jihan Sari pada kolom komentar berikutnya.

Seperti diketahui, Musa mengikuti lomba cabang Hafiz Alquran 30 juz untuk golongan anak-anak. Bocah berusia 7 tahun 10 bulan ini menjadi daya tarik tersendiri dalam perlombaan tersebut lantaran merupakan peserta paling kecil di antara seluruh peserta lomba.

Peserta lainnya berusia di atas sepuluh tahun. Menteri Wakaf Mesir Prof. Dr. Mohamed Mochtar Gomaa, seperti dilansir dari laman Kemlu.go.id, menyampaikan takjubnya kepada Musa yang berusia paling kecil dan tidak bisa berbahasa Arab, namun mampu menghafal Alquran dengan sempurna.

PRESIDEN PUN BANGGA
"Kita bangga dengan prestasi Musa La Ode Abu Hanafi, hafidz 7 tahun di Musabaqah Hifzil Quran Internasional di Mesir," tulis Presiden Joko Widodo di akun Twitter-nya.




 

Sumber: Jawa Pos (18 April 2016)

Senin, 18 April 2016

SUBAHANALLAH !! Musa Pak Pendeta, Kenapa Tidak Ada Yang Hafal Kitab Suci Kristen Dan Pendeta Menjawab.... SHARE YA

“Pak Pendeta, didunia ini terdapat beberapa orang yang hapal Al Qur’an diluar kepala. Adakah orang yang hapal Alkitab diluar kepala? ”

PENDETA (bertitle Doctor Teology) : “Di dunia ini mustahil ada yang hapal Alkitab diluar kepala. Sejenius apapun orang itu, mustahil dia dapat hapal Alkitab diluar kepala, sebab Alkitab itu yaitu buku yang begitu tidak tipis, jadi susah untuk dihapal. Tidak sama dengan Al Qur’an. Al Qur’an yaitu buku yang begitu tidak tebal, maka dari itu mudah dihapal. ”

 (Jawaban pendeta itu sangat singkat, tidak rasional dan begitu merendahkan bahkan juga melecehkan AI Qur’an)

Dengan jawaban pak Pendeta cuma seperti itu, karena penasaran, kami maju ke depan, merebut mikropone yang ada ditangan akhwat itu, dan meneruskan pertanyaan akhwat tadi. (maaf disini kami gunakan nama pengganti HILS)

HILS : “Maaf pak Pendeta, tadi ayah katakan kalau Al Qur an yaitu buku yang begitu tipis, maka dari itu mudah dihapal diluar kepala. Namun pak Pendeta, kalau setipis-tipisnya Al Qur’an, ada sekitaran 500 s/d 600 halaman, jadi cukup banyak pula lho!! Namun sebenarnya didunia ini ada jutaan orang yang hapal Al Qur’an diluar kepala. Bahkan juga anak kecil meskipun banyak yang hapal diluar kepala, meskipun berarti belum dipahami. Saat ini saya bertanya pada pak Pendeta, Alkitab itu terbagi dalam 66 kitab bukan? Bila pak Pendeta hapal satu surat saja diluar kepala (1/66 saja), semuanya yang ada disini jadi saksi, saya akan kembali masuk agama Kristen lagi! Mari silahkan pak Pendeta! ”

Hafal Injil, Bible, Kitab Suci Kristen

Mendengar tantangan saya seperti itu, situasi jadi tegang, mungkin saja audiens yang muslim cemas, bebrapa janganlah ada satu diantara Pendeta yang betul-betul hapal satu diantara surat saja didalam Alkitab itu. Kalau ada yang hapal, bermakna saya mesti tepati janjiku yakni mesti masuk Kristen kembali. Karena beberapa Pendetanya diam, saya lemparkan pada jemaat atau audiens Kristen yang dibelakang.

HILS : “Ayo kalian yang dibelakang, bila ada diantara kalian yang hapal satu surat saja dari Alkitab ini diluar kepala, sekarang ini semuanya jadi saksi, saya akan kembali masuk ke agama Kristen lagi, silahkan!! ”

Masih tetap dalam kondisi tegang, serta memanglah saya ketahui persis akan tidak mungkin saja ada yang hapal meskipun satu surat saja diluar kepala, tantangan itu saya robah serta turunkan lagi. Waktu itu terdapat banyak Pendeta yang ada sebagai pembicara ataupun sebagai moderator. Mereka itu usianya beragam, ada yang sekitar 40, 50 serta 60an tahun. Ketika yang begitu menegangkan, saya turunkan tantangan saya ke titik yang paling rendah, di mana semuanya audiens yang ada, baik pihak Kristen ataupun Islam makin tegang dan mungkin saja sport jantung.

HILS : “Maaf pak Pendeta, usia andakan sekitaran 40, 50 tahun dan 60an tahun bukan? Bila ada diantara pak Pendeta yang hapal SATU LEMBAR saja BOLAK BALIK ayat Alkitab ini, seandainya PAS TITIK KOMANYA, sekarang ini semuanya jadi


saksinya, saya kembali masuk agama Kristen lagi!! Silahkan pak! ”

Kemelut yang pertama belum sembuh, dengan mendengar tantangan saya seperti itu, kondisi makin tegang, terlebih dipihak


teman-teman yang beragama Islam. Mungkin saja mereka menganggap saya ini hilang ingatan, over acting, sangat berani, masak menantang beberapa Pendeta yang nyaris rata­rata bertitel Doctor cuma hapalan satu lembar ayat Alkitab saja. Suasana waktu itu begitu hening, tidak ada yang angkat nada, mungkin saja kuatir, bebrapa janganlah ada yang betul-betul hapal ayat Alkitab satu lembar saja. Karena beberapa pendeta diam seribu bahasa, pada akhirnya saya lemparkan lagi pada jemaat atau audiens yang beragama Kristen.

HILS : “Ayo siapa diantara kalian yang hapal satu lembar saja ayat Alkitab ini, bolak balik asal cocok titik komanya, sekarang ini saya kembali masuk Kristen. Mari silahkan maju kedepan! ”

Nyatanya tidak ada satu juga yang maju kedepan dari demikian banyak Pendeta ataupun audiens yang beragama Kristen. Pada akhirnya salah seseorang Pendeta mulai bicara seperti berikut :

PENDETA : “Pak Insan, selalu jelas saja, kami dari umat Kristiani memang tidak punya kebiasaan menghapal. Yang utama untuk kami mengamalkannya. ”

HILS : “Alkitab ini kan bahasa Indonesia, dibaca segera dipahami! Masak beberapa puluh tahun beragama Kristen serta telah jadi Pendeta, selembar juga tidak terhapal? Mengapa? Jawabnya lantaran Alkitab ini tidak murni wahyu Allah, maka­nya susah dihapal karena tidak mengandung mukjizat! Beda dengan Al Qur’an. Didunia ini ada jutaan orang hapal diluar kepala, bahkan juga anak kecilpun banyak yang hapal diluar kepala semua isi Al Qur’an yang beberapa ratus halaman.

  Walau sebenarnya bahasa bukanlah bhs kita Indonesia. Namun mengapa mudah dihapal? Karena Al Qur’an ini betul-betul wahyu Allah, jadi mengandung mukjizat Allah, hingga dimudahkan untuk dihapal. Masalah mengamalkannya, kami umat Islam juga berupaya mengamalkan ajaran Al Qur’an.

Saya meyakini bila bebrapa ayah benar­-benar mengamalkan isi kandungan Alkitab, jadi jalan hanya satu mesti masuk Islam. Bukti lain kalau Al Qur’an yaitu wahyu Allah, kalau dari Arab Saudi diselenggarakan minggu Tilawatil Qur’an, lalu semua dunia terhubung siaran itu, kami umat islam dapat mengikutinya, bahkan juga dapat menilainya apakah bacaannya benar atau salah. Dan saat ikuti siaran acara itu, tidak perlu mesti mencari kitab Al Qur’an cetakan tahun 2000 atau 2005.

Sembarang Al Qur’an tahun berapakah saja diambil, tentu sama. Beda dengan Alkitab. Kalau ada acara minggu tilawatil Injil ditayangkan segera dari Amerika, lalu semua dunia mengaksesnya, kitab yang mana yang jadi referensi untuk di ikuti dan dinilai benar tidaknya? Keduanya sama bahasa Inggris saja beda versi, jadi begitu tidak mungkin bila ada umat Kristiani dapat melakukan minggu tilawatil Injil, karena keduanya tidak sama. ”

Alhamdulillah dari sanggahan kami seperti itu memperoleh sambutan hangat serta aplaus dari audiens yang beragama Islam. Oleh karenanya kami serius sediakan hadiah duit tunai sebesar Rp. 10. 000. 000. ­ (sepuluh juta rupiah) untuk siapapun umat Kristiani yang dapat hapal ayat-ayat Alkitab walaupun 100 lembar saja bolak balik atas cocok titik komanya. Untuk yang ingin mencobanya, kami persilahkan hubungi kami apabila ada yang dapat menghapalnya diluar kepala, tanpa ada mesti bikin satupun kesal.



(SUMBER : beritaimformasi.com)

Minggu, 17 April 2016

Inilah Mukjizat Alquran Tentang Jenis Kelamin Bayi

Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Atau setidaknya, dipercaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan.

Namun, kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Alquran, yang menyatakan bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan “dari air mani apabila dipancarkan”.

“Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” (QS. An-Najm: 45-46).

Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Alquran ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.

Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut “XY” pada pria, dan “XX” pada wanita.

Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.

Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X.

Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.

Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita. Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan di banyak masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.

Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia, Alquran telah mengungkapkan informasi yang menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari pria.



(Sumber: siraman.com)