Tampilkan postingan dengan label tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tuhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juni 2016

Muliakan Orang Tua, Maka Tuhan Akan Memuliakanmu

banyak orang mau sukses dalam menempuh hidup, tetapi banyak pula dari mereka yang tidak menyadari kalau salah satu trik yang amat gampang buat mencapai kesuksesan baik dunia ataupun akhirat merupakan dengan memuliakan orang tua.


budi harta winata,
pengusaha baja/owner pt. artha mas graha andalan.
kala ditanya rahasia suksesnya jadi pengusaha, jawabnya pendek:
“jadikan orang tuamu raja, hingga rezeki mu serupa raja”.

pengusaha yang saat ini tinggal di cikarang ini juga menceritakan kalau orang hebat dan juga sukses yang dia tahu seluruhnya memperlakukan orang tuanya serupa raja.

mereka menghormati, memuliakan, melayani dan juga memprioritaskan orang tuanya.
lelaki asal banyuwangi ini bertutur, “jangan perlakukan orang tua serupa pembantu ".

orang tua sudah melahirkan dan juga membesarkan kita, lha kok masih tega - teganya kita memohon harta ke mereka, pada perihal kita sudah berusia.

ataupun orang tua dimohon mengasuh anak kita sedangkan kita sibuk
bekerja.

apabila ini yang terjalin hingga rezeki


orang itu merupakan rezeki pembantu, karna dia memperlakukan orang tuanya serupa pembantu.

walaupun suami/istri bekerja, rezekinya senantiasa kurang terlebih lagi nombok tiap bulannya.

bagi suatu lembaga survey yang mengambil ilustrasi pada 700 keluarga di jepang, kanak - kanak yang sukses merupakan : mereka yang memperlakukan dan juga melayani orang tuanya serupa seseorang kaisar.

dan juga kanak - kanak yang sengsara hidupnya merupakan mereka yang padat jadwal dengan urusan pribadinya seorang diri dan juga kurang perduli pada orang tuanya.

tetapi pula jangan mendekati orang tua cuma buat memperoleh hartanya.

ayo terus berupaya keras supaya kita dapat memperlakukan orang tua serupa raja. buktikan dan juga jangan cuma terdapat di angan - angan.

beruntunglah untuk yang masih mempunyai orang tua, masih belum terlambat buat berbakti. saat sebelum mereka berulang keharibaan allah.

duit dapat dicari, ilmu dapat di gali, tetapi peluang buat mengasihi orang tua kita takkan terulang berulang.






[sumber: sahabatummat. blogspot. co. id]

Jumat, 20 Mei 2016

Mengapa Allah Disebut Allah? Inilah Jawaban Logis DR Zakir Naik

Seseorang perempuan non muslim –di antara ribuan hadirin - bertanya kepada dokter zakir naik kenapa allah diucap allah, tidak diucap dengan nama yang lain?

serupa lazimnya, dokter zakir membagikan jawaban yang brilian.

“saudari itu bertanya kenapa allah diucap allah, tidak nama yang lain. jawabannya terdapat dalam angkatan laut (AL) qur’an tulisan angkatan laut (AL) isra’ ayat 110.
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى

katakanlah, serulah allah ataupun serulah ar rahman. dengan nama yang mana aja kalian seru, ia memiliki asma’ul husna (qs. angkatan laut (AL) isra’: 110)

kau dapat menyebut tuhan (allah subhanahu wa ta’ala) dengan nama whatever, tetapi haruslah nama - nya yang benar, haruslah nama yang diberikannya pada diri - nya seorang diri. dan juga terdapat 99 nama yang disebutkan dalam angkatan laut (AL) qur’an dan juga hadits shahih; ar rahman, ar rahim, angkatan laut (AL) karim, angkatan laut (AL) hakim, dan juga seterusnya tidak kurang dari 99 nama. dan juga yang jadi mahkotanya merupakan “allah”.

dan juga firman allah “allah mempunyai asma’ul husna” ini tidak hanya tercantum dalam tulisan angkatan laut (AL) isra’ ayat 110 pula diulang dalam tulisan thaha ayat 8, angkatan laut (AL) a’raf ayat 180 dan juga tulisan angkatan laut (AL) hashr ayat 24 di mana allah menarangkan kalau ia mempunyai asma’ul husna. tetapi nama yang jadi mahkota merupakan “allah”.

kenapa muslim lebih bahagia menyebut “allah” daripada memakai bahasa inggris “god”?

saudari, dalihnya merupakan, seluruh nama dan juga kata yang yang lain mampu mereka mainkan. semisal bila engkau meningkatkan “s” pada kata “god”, ia jadi gods (tuhan - tuhan). tetapi tidak terdapat wujud jamak dari kata “allah”. dialah yang maha esa.

bila engkau meningkatkan kata “dess” pada kata “god” ia jadi “goddes” (tuhan wanita).

dalam islam, tidak terdapat yang namanya “allah laki - laki” ataupun “allah perempuan”. allah tidak mempunyai tipe kelamin.

bila kau meningkatkan “bapak” pada “tuhan” hingga jadi “tuhan bapak”. tidak terdapat yang namanya tuhan ayah dalam islam.

bila kau meningkatkan “ibu” pada “tuhan” hingga jadi “tuhan ibu”. tidak terdapat yang namanya tuhan bunda dalam islam.

bila kau meningkatkan nama tertentu pada “tuhan”, jadilah dia “tuhan palsu”. dalam islam tidak terdapat allah palsu. seperti itu kenapa kami muslim lebih suka menyebut “allah” setimpal dengan bahasa arabnya. ”

dokter zakir naik pula menampilkan kalau kata “allah” nyatanya terdapat di kira - kira seluruh kitab suci agama besar di dunia. penasaran? berikut ini video lengkapnya:





(sumber: matatasbih. blogspot. co. id)

Senin, 18 April 2016

SUBHANALLAH !! Inilah Bukti Yesus Bukan Tuhan dan Al - Kitab Yang Menjawab, Sebarkan YA

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Sekedar berbagi, Teman, postingan ini bukan buat menyinggung non muslim tetapi cuma sekedar share utk kita umat Islam, utk menambah iman kita pada Allah Subhanahu Wata'ala.

Walau para Nasrani mempunyai anggapan Yesus al Masihlah yaitu Tuhan tapi kita mesti menghormatinya layaknya Firman Allah : "Lakum dinukum waliya diin " yng artinya : Untukmulah agamamu & untukkulah agamaku (Q.S Kafiirun)..jaga ukhuwah.... Salam Teman...!!!!

1. Silsilah Yesus Kristus

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanak Ishak, Ishak memperanak Yakub, Yakub memperanak Yehuda & saudara-saudaranya …. Yakub memperanak Yusuf suami Maria, yg melahirkan Yesus yg dinamakan Kritus …… (Matius 1 : 1 …… dst).

Sebenarnya silsilah Yesus (Nabi Isa as) cuma mampu dinisbatkan terhadap ibunya Maryam dikarenakan kelahiran dirinya tak lewat interaksi biologis. Yesus (Nabi Isa) lahir dari kalamullah sehingga lebih patut dinamakan Yesus (Isa) Badan Intelijen Negara Maryam, bukannya Isa (Yesus) Badan Intelijen Negara Yusuf. Lantaran dia dilahirkan oleh manusia, sehingga Yesus ialah 100% manusia & bukan Tuhan !

Yg namanya Tuhan (Allah), mustahil bersilsilah, Beliau tak berawal & tak mogok. Sehingga kesimpulannya yakni juga sebagai berikut :

    Tiap-tiap yg bersilsilah, tentu dirinya bukan Tuhan !
    Yesus bersilsilah, berarti Yesus bukan Tuhan !!

Dalam Qs. 57 Al Hadiid ayat 3 dijelaskan juga sebagai berikut : "Dialah Yg Awal & Yg Akhir & Yg Batin & Ia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Qs. 57 Al Hadiid 3)

Ayat tersebut memaparkan, cuma Allah saja yg tak berawal & berakhir, sementara Yesus (Nabi Isa) berawal & berakhir. Berawal dari kelahirannya & berakhir dgn kematiannya.

1. Tiap-tiap yg berawal & berakhir, tentu bukan Tuhan !

2. Yesus berawal & berakhir, berarti Yesus bukan Tuhan !!

2. Kelahiran Yesus Kristus

"Ia bakal melahirkan anak cowok & engkau dapat menamakan Dirinya Yesus, sebab Dialah yg bakal menyelamatkan Umat-Nya dari dosa mereka." (Matius 1 : 21).

Ayat tersebut adalah nubuat Allah utk Maryam bahwa dirinya dapat melahirkan anak cowok yg bernama Yesus, yang merupakan penyelamat Umat adalah Bani Israel.

    Tiap-tiap yg dilahirkan, tentu bukan Tuhan.
    Yesus dilahirkan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Yesus jadi penyelamat umatnya (Bani Israel) berarti Yesus cuma seseorang utusan Tuhan, manusia biasa & bukan Tuhan.

Al Qur'an pula menginformasikan kelahiran Yesus yang merupakan berikut :
"(Jibril) bicara, "Aku hanyalah utusan Tuhan-mu buat memberikan kepadamu satu orang anak laki laki yg suci." (Qs 19 Maryam 19). 

2. Yesus Pemimpin Umat Israel

"Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-ali bukanlah yg paling kecil di antara mereka yg memerintah Yehuda, dikarenakan daripadamulah bakal bangkit seseorang pemimpin, yg dapat menggembalakan UmatKu Israel." (Matius 2 : 6).

Yesus dinubuatkan Tuhan utk jadi seseorang pemimpin yg bakal menggembalakan umatnya Israel.

    Tiap-tiap yg dinubuatkan Tuhan, tentu bukan Tuhan.
    Yesus dinubuatkan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Tiap-tiap yg dijadikan penggembala bagi umat Israel, tentu bukan Tuhan.
    Yesus dijadikan penggembala bagi Israel, berarti Yesus bukan Tuhan.

3. Yesus dibaptis oleh Yohanes

"Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan terhadap Yohanes utk dibabtis olehnya." (Matius 3 : 13).

Apabila Yesus itu Tuhan, selayaknya Yesus yg membaptis Yohanes, bukan sebaliknya. Tiap-tiap orang baru memasuki wilayah satu buah agama, pintu mula-mula yg mesti ia lewati merupakan "pembabtisan", yg jikalau dalah Islam "Bersyahadat". Seandainya Yesus itu Tuhan, pasti tak butuh Tuhan mesti dibabtis.

    Tiap-tiap yg dibabtis, tentu bukan Tuhan.
    Yesus dibabtis, berarti Yesus bukan Tuhan.

4. Yesus dikasihi oleh Tuhan.

"Lalu terdengarlah nada dari sorga yg mengatakan : "Inilah Anak-Ku yg Kukasihi, Kepada-Nyalah Saya berkenan." (Matius 3 : 17).

Nada yg terdengar dari langit itu yakni nada Tuhanyang mengasihi & berkenan pada Anak-Nya merupakan Yesus. Apabila Yesus itu Tuhan, nada Tuhan yg mana lagi yg dia dengar? Bukankah Tuhan itu cuma satu?

    Tiap-tiap yg mendengar nada Tuhan, tentu bukan Tuhan.
    Yesus mendengar nada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    Tiap-tiap yg dikasihi Tuhan, tentu bukan Tuhan.
    Yesus dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

5. Yesus dipindah & dicoba oleh iblis

"Maka Yesus diboyong oleh Roh ke padang gurun buat dicobai Iblis." (Matius 4 : 1).

Apabila Yesus itu Tuhan, harusnya Tuhanlah yg mencobai Iblis, bukan sebaliknya. Teramat tak rasional jikat Tuhan mesti dicobai oleh Iblis. Yang Merupakan satu orang Nabi atau Rasul, pasti teramat wajar kalau Yesus dicobai Iblis lantaran dirinya cuma satu orang yg diutus oleh Tuhan.

    Tiap-tiap yg di cobalah oleh iblis, tentu bukan Tuhan.
    Yesus di mencoba oleh Iblis, berarti Yesus bukan Tuhan.

"Hai sekalian manusia, sudah dijadikan sebuah perumpamaan, sehingga dengarlah perumpamaan itu. Sesungguhnya yg anda seru tidak cuma Allah, mereka tak sekali-kali sanggup menciptakan lalat meskipun mereka cuma berhimpun buat itu. & bila lalat itu merampas seluruh dari mereka, niscaya mereka tak dapat merebutnya dair lalat itu. (Inilah) kelemahan yg menuntut (si penyembah) & yg dituntut (benda yg disembah)." (Qs 22 Al Hajj 73).
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh


(Sumber : sayacintaallah.info)

Selasa, 29 Maret 2016

Ternyata Al Quran Memiliki Jawaban Memuaskan “Mengapa Tuhan Menciptakan Orang Cacat”

 Dalam suatu forum di India yang dihadiri ribuan orang, seseorang non muslim bertanya kepada dokter Zakir Naik.

“Mengapa Tuhan menghasilkan orang - orang yang terlahir cacat? Apakah terdapat ayat angkatan laut (AL) Quran ataupun perkataan Nabi Muhammad yang menarangkan perihal ini?”

“Saudara ini mengajukan persoalan yang amat bagus,” kata dokter Zakir Naik memulai jawabannya. “Mengapa dan juga apa dalihnya Allah menghasilkan sebagian orang terlahir bagaikan orang yang cacat? dalihnya dipaparkan dalam Quran tulisan angkatan laut (AL) Mulk ayat 2.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan juga hidup, biar ia menguji kamu, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya. dan juga ia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. angkatan laut (AL) Mulk: 2)”

Dr Zakir Naik lalu menarangkan perbandingan pemikiran Islam dengan Hindu tentang orang - orang yang terlahir cacat.

Dalam Hindu, terdapat suatu filosofi yang diucap sanskara ataupun reinkarnasi. kalau seorang yang mati hendak terlahir berulang bagaikan wujud tertentu bergantung apa yang dia jalani di kehidupan sebelumnya. Itu pula diucap bagaikan karma.

Jika amal perbuatannya baik, dia hendak terlahir berulang dalam tingkatan makhluk yang lebih baik. kebalikannya bila dia berbuat buruk, dia hendak terlahir berulang dalam tingkatan makhluk yang lebih rendah.

Tingkatan makhluk paling tinggi dalam reinkarnasi merupakan manusia. Manusia seorang diri dibagi dalam bermacam kasta dari terendah sampai tertinggi: pariah, sudra, waisya, satria dan juga brahmana. sebaliknya makhluk tingkatan terendah merupakan binatang, yang pula dibagi dalam bermacam tingkatan.






Jika satu makhluk berbuat baik dan juga mati, nanti dia hendak lahir berulang bagaikan makhluk yang tingkatannya lebih tinggi. sampai - sampai fauna juga bila berbuat baik hendak bereinkarnasi jadi manusia dan juga manusia bila berbuat kurang baik hendak terlahir bagaikan makhluk yang lebih rendah sampai jadi binatang.

Mengenai benar tidaknya reinkarnasi ini, dokter Zakir Naik cuma menjawabnya dengan suatu pertanyaan.

“Semakin ke sini, kejahatan manusia terus menjadi meningkat ataupun terus menjadi berkurang?”

“Semakin bertambah,” jawab hadirin.

“Populasi manusia terus menjadi meningkat ataupun berkurang?”

“Semakin bertambah.”

“Jika manusia yang berbuat kurang baik bereinkarnasi jadi binatang, semestinya populasi manusia meningkat ataupun berkurang?”

“Berkurang,” jawab hadirin sembari tertawa. terasa lucu dengan konsep reinkarnasi.

Nah, berubah dengan konsep reinkarnasi, dalam Islam seorang terlahir cacat ataupun tidak seluruh itu merupakan ujian. bersumber pada tes itu, seorang hendak dinilai.

Allah menguji masing - masing orang dengan trik berbeda. terdapat yang diperuntukan orang kaya. Apakah dengan itu dia bersyukur, keluarkan zakat. sebaliknya orang miskin malah memperoleh zakat. Orang miskin lebih gampang hisabnya, orang kaya hisabnya lebih sulit.

Sama halnya orang yang terlahir cacat kadangkala terdapat yang bertanya apa dosa balita itu? Dalam Islam seluruh balita suci, tidak terdapat yang berdosa. dia tidak bersalah. tetapi itu merupakan tes baginya, tes untuk dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknyabapaknya'>ibu dan juga bapaknya apakah yakin kepada Allah. Kali ini diuji dengan tes yang sulit. dan juga terus menjadi susah tes terus menjadi besar pahala.

Seperti orang yang menempuh S1, ujiannya mudah. dia jadi sarjana. tes S2 lebih sulit. tes S3 lebih susah lagi, namun bila dia lulus, dia jadi doktor.

Demikianlah, terus menjadi besar tes terus menjadi besar pahala dan juga derajat di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. [Ibnu K/Tarbiyah.net] 


Sumber:
http_www_tarbiyah_net/2016/03/ternyata-al-quran-memiliki-jawaban.html

Rabu, 24 Februari 2016

Dr Zakir Naik Membuktikan Bahwa Yesus Hanya Nabi, Bukan Tuhan

Dalam perspektif Islam, Yesus merupakan seseorang nabi Tuhan dan juga BUKAN Tuhan itu sendiri. Apabila kita membaca Bibel, kita menciptakan sifat - sifat kemanusiaan dalam diri Yesus. tetapi pihak gereja berkata kalau Yesus merupakan Tuhan yang mewujud ke dalam wujud manusia. ayo kita analisis ayat - ayat Bibel yang meyakinkan kalau Yesus cumalah manusia biasa, dia merupakan seseorang nabi utusan Tuhan, dan juga BUKAN Tuhan.

Jika Yesus merupakan Tuhan


bila Yesus merupakan Tuhan, gimana bisa jadi ia berdo’a kepada Tuhan serupa yang diceritakan dalam Markus 1: 35 dan juga Yohanes 11: 41 - 42







bila Yesus merupakan Tuhan, mengapa dalam Markus 12: 29 Yesus mengatakan “Jawab Yesus: “Hukum yang paling utama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan kita, Tuhan itu esa.” Kata “Tuhan kita” menunjukkan kalau Yesus memiliki Tuhan yang lebih besar darinya, Tuhan yang lebih kokoh darinya. Yesus tidak mengatakan “Tuhan kalian.” ia mengatakan “Tuhan kita” yang berarti kalau Yesus pula tercantum makhluk ciptaan Tuhan dan juga BUKAN Tuhan itu sendiri.

bila Yesus merupakan Tuhan, mengapa dalam Yohanes 20:17 Yesus mengatakan “Aku hendak berangkat kepada Bapaku dan juga Bapamu, kepada Tuhanku dan juga Tuhanmu.” Ini menunjukkan kalau Yesus memiliki Tuhan yang sama dengan orang lain.

bila Yesus merupakan Tuhan, mengapa ia mengatakan dalam Yohanes 8: 28 “Aku tidak mampu berbuat apa - apa dari diriku sendiri”? Bukankah Tuhan mampu melaksanakan seluruh yang ia mau?
bila Yesus merupakan Tuhan, mengapa dalam Yohanes 14: 28 ia mengatakan “Bapa lebih besar daripada aku.”?

bila Yesus merupakan Tuhan, mengapa dalam Lukas 23: 46 Yesus mengatakan “Ya Bapa, ke dalam tanganmu kuserahkan nyawaku.”

bila Yesus merupakan Tuhan, mengapa dalam Matius 19: 16 Yesus mengatakan “Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaku tentang apa yang baik? cuma Satu yang baik, ialah Tuhan.”?

bila Yesus merupakan Tuhan, mengapa dalam Yohanes 5:36 - 38 Yesus mengatakan kalau Tuhan telah membagikan pekerjaan kepada Yesus dan juga Yesus mengatakan kalau Tuhan yang telah mengutusnya?

bila Yesus merupakan Tuhan, mengapa ia berdo’a kepada Tuhan dalam Lukas 5:16? Dalam Lukas 5:16 tercatat: “Akan namun dia (Yesus) mengundurkan diri ke tempat - tempat yang sepi dan juga berdoa.”

bila Yesus merupakan Tuhan, mengapa ia tidak mengenali kapan hari kiamat dan juga mengatakan kalau cuma Tuhan yang mengetahuinya dalam Markus 13: 32 yang berbunyi “Tetapi tentang hari ataupun dikala itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat - malaikat di sorga tidak, dan juga Anakpun tidak, cuma Bapa saja.” 


Sumber:
lampuislam_org