Tampilkan postingan dengan label fenomena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fenomena. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 April 2016

Ini Alasan Kenapa Mama-mama Muda Janda lebih Menarik Dari ABG, Masa Sih?

Mahmud sekarang lagi tenar. Ini bukan Mahmud pakai tambahan MD yang sekarang sudah redup dan menghilang pasca pilpres. Apalagi, Mahmud tetangga sebelah yang jualan nasi goreng di alun-alun. Mahmud yang saya maksud adalah Mamah Muda nan Imud. Lagi ‘in’ banget istilah itu sekarang ini. Mumpung sedang tenar, saya mencoba menulisnya untuk Indonesiana.


Namun, sebelum saya kasih menulis lebih lanjut. Saya minta para pembaca yang budiman menjawab pertanyaan saya terlebih dahulu.

1. Lebih menarik mana, Sofia Latjuba yang 40 tahun-an dan sudah menikah dua kali dibandingkan Nikita Willy yang 20-tahunan dan belum berumah tangga?
 2. Lebih sekseh mana, Dian Sastro, Mahmud beranak satu atau Cinta yang masih single dan duduk di bangku SMA 12 tahun lalu?.


3. Buat yang suka dangdut, kamu lebih suka Iis Dahlia atau Salsa, anaknya?

Ok, sudah dijawab? Samakah jawaban Anda dengan hasil survey kecil-kecilan yang saya lakukan? Jawaban Ada bisa disampaikan pada kolom komentar dan saya akan memaparkan hasilnya dibawah ini.

Survey saya membuktikan kalau pada ‘Mahmud’ lebih disukai responden. Oh ya, sebagai informasi, responden saya laki-laki semua, usia 20-40 tahun. Metodenya saya tanya mereka via WA dan BBM. Hasilnya, 7 dari 10 responden mengaku lebih suka Sofia Latjuba dibandingkan Nikita Willy. Salah satu alasan yang mengemuka adalah Nikita Willy tampak lebih dewasa dari usia sebenarnya. “Nikita cantik sih, tapi masih muda kok udah kaya tante-tante yah, Sofia lebih mateng, lebih tante yang sebenarnya yang bikin hmhh….,” kata salah seorang responden.
 
Lalu, ini lebih mengejutkan, 9 dari 10 responden ternyata lebih suka Dian Sastro yang sekarang, ‘Mahmud’ beranak dua, dibandingkan Cinta yang gadis SMA. Dian, katanya, tampak jauh lebih matang dan menantang sekarang ini. “Cinta dulu cuma bisa diem pas dicipok Rangga di Bandara. Coba Dian sekarang yang dicipok, pasti dibalas dengan lumatan ganas,” ujar seorang responden memaparkan alasanya memilih Dian dibandingkan Cinta.
 
Kemudian, 6 dari 10 responden ternyata lebih suka Iis Dahlia dibanding anaknya, Salsa. Unggul tipis tetapi tetap menang Iis. Selain belum kelihatan bakat nyanyinya, Salsa juga masih dinilai terlalu unyu-unyu untuk menyaingi bundanya. “Iis Dahlia tua-tua keladi. Makin tenar, makin gaul, makin seksi,” ujar seorang responden yang juga penggemar dangdut dan fans Iis. Pendapatnya tak objektif memang, tapi, ya sudahlah.
 
Ok. Survey saya memang lemah. Respondennya saja teman-teman saya dan hanya 10 orang. Namun, fakta itu cukup mengejutkan, setidaknya bagi saya. Hal itu, menggelitik jiwa peneliti saya untuk menelisik lebih lanjut. Kenapa ya, wanita bersuami atau pernah bersuami, bisa lebih menarik dibandingkan dengan perawan atau bahkan gadis-gadis Abege. Ayu Ting-Ting yang sudah tak ting-ting lagi setelah dicampakan Enji bisa pacaran sama cowok ganteng asal India pujaan para wanita pecinta mahabarata, Shaheer Sheikh. Rafi Ahmad (dulu) termehek-mehek dengan Yuni Shara yang seumuran ibunya. Andika Pratama yang ganteng, gaul dan pujaan Abege, malah lebih memilih Ussy, janda beranak satu. “Coy, ‘Mahmud’ mempunyai daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki para Abege,” begitu kata salah satu responden saya.
 
Lalu, apa sih daya tarik para ‘Mahmud’? Berikut analisis amatir saya :

1. Mahmud Merasa Lebih Utuh dan Percaya Diri
Banyak yang menilai, wanita yang sudah melahirkan tidak bisa merawat badan karena sibuk urus anak dan masak, badanya melar dan performa seksualnya pun akan jauh berkurang. Ternyata perkiraan itu banyak meleset. Sebagian besar wanita yang menjadi ‘Mahmud’ justru lebih percaya diri dan performanya malah tambah nggegirisi.
Apa rahasianya? Teman saya, 32 tahun, ‘Mahmud’ juga beranak dua, bilang begini : “Setelah menikah dan punya anak, wanita itu merasa lebih ‘utuh’ dan percaya diri,” katanya. Mereka merasa sudah menjadi ‘wanita’ sesungguhnya, wanita siraman yang sudah lengkap dengan punya anak dan suami. Hal itu membuat kepercayaan diri meningkat. Tingkat kepedean yang tinggi itu mendongkrak pesona, juga performa. Kalau dulu masih pacaran malu-malu. Setelah sah, mereka mengebu-gebu. Kalau dulu pacaran ngumpet-ngumpet, sekarang tak mengenal takut. Dulu monoton, sekarang jago bermanuver. Dulu itu-tu saja sekarang banyak variasinya.

2. Berpengalaman
Wanita bersuami atau pernah bersuami sudah dipastikan lebih berpengalaman. Nah, para pria, terutama brondong menggangap itu daya tarik tersendiri. Pengalaman menempa mereka sehingga lebih bisa memancarkan daya tarik atau sex appeal yang dimilikinya. Entah dengan perawatan, dandan, latihan, cara membawa diri atau tingkah lakunya para wanita (pernah) bersuami menjadi lebih kece badai dibandingkan dulu saat masih lajang.
“Gemiyen Si Juminten pas SMA ujarku lah biasa baen. Siki mbarang wis randa malah dari moblong-moblong temen, (Dulu Si Juminten, waktu SMA kelihatanya biasa saja, sekarang ketika sudah menjadi janda kok kelihatan cantik bener)” kata-kata yang seringkali saya dengar dalam obrolan warung kopi di Purbalingga kiranya cukup menggambarkan hal itu.
Status ‘janda’ yang dimiliki wanita muda dan pernah cerminan bersuami malah kadang menjadi daya tarik tersendiri. Ming semarang mas, tuku gelang opo anting-anting. Jo sumelang yo ben randa dijamin kempling. (Ke Semarang Mas, beli gelang apa anting-anting. Jangan khawatir meski randa dijamin kempling). Kempling, Mas, kempling… hihi
Sebuah penelitian yang saya baca menyebutkan, pengalaman seksual sebelumnya dan status janda malah bisa membuat hormon seksual meningkat yang akan menyebabkan daya tarik meningkat, mereka tampak menjadi lebih hebat, otomatis pria pun mudah terpikat dan terjerat.

3. Mapan
Alasan yang berlaku untuk pria beristri lebih menarik juga berlaku untuk wanita bersuami, yaitu, mapan. Janda atau wanita bersuami banyak yang sudah mapan sehingga lebih leluasa mematut-matut diri. Perawatan tubuh, pergi ke salon, kosmetik, baju-baju menarik, bermacam perhiasaan bisa dibeli dengan kartu kredit platinum dari sang suami atau dari pembagian harta gono-gini. Berbagai macam kosmetik, permak salon dan fashion yang mendukung bisa mendongkrak penampilan 100-1.000 persen.
Daya tarik wanita bertubuh singset hasil rutin aerobic dan paket perawatan mahal tentu tak kalah menggiurkan dibanding ranumnya gadis-gadis SMA bukan?. Apalagi wanita muda yang sudah berpengalaman. Ah, Abege tahu apa soal ranjang!?

4. Berani
Para mamah-mamah muda dijamin lebih berani dibandingkan perawan. Pengelaman menempa mereka menjadi lebih percaya diri dan berani. Saya punya teman kuliah, dulunya, Ia malu-malu (kucing). Kalau lagi ngobrol, ada yang bicara jorok dikit, padahal yang diomongin cuma soal cium dikening doang, dia sudah bilang itu hal yang saru. Eh, giliran sudah punya anak dua, obrolanya tak jauh-jauh dari selangkangan dan ranjang. Kemarin, ngomongin soal kabut asap pun dibawa-bawa ke urusan ranjang. Dia, yang tinggal di Sumatera dan turut terpapar asap, mengeluh ‘landasan’nya jarang didarati ‘pesawat’ karena terhalang asap.
Kombinasi kematangan mamah muda, masih sexy, berpengalaman, berani dan suka ngobrol yang agak saru-saru, Siapa yang tak tergiur coba?. Abege apalagi cabe-cabean, lewattt lah…..
Ok. Itu sekelumit alasan mengapa Mamah-mamah muda memiliki daya tarik tersendiri, yang seringkali bisa membuat mereka mejadi lebih menarik dibandingkan gadis-gadis abege. Kalau Anda, lebih suka yang mana?


( Sumber: indonesiana.tempo.co) 

Jumat, 18 Maret 2016

Ini Alasan Kenapa Mama-mama Muda Janda lebih Menarik Dari ABG, Masa Sih?

 Mahmud saat ini lagi tenar. Ini bukan Mahmud gunakan ekstra MD yang saat ini sudah redup dan juga menghilang pasca pilpres. Apalagi, Mahmud orang sebelah sebelah yang jualan nasi goreng di alun - alun. Mahmud yang aku iktikad merupakan Mamah Muda nan Imud. Lagi ‘in’ banget sebutan itu saat ini ini. Mumpung lagi tenar, aku berupaya menulisnya buat Indonesiana.


Namun, saat sebelum aku kasih menuliskan lebih lanjut. aku memohon para pembaca yang budiman menanggapi persoalan aku terlebih dahulu.

1. Lebih menarik mana, Sofia Latjuba yang 40 tahun - an dan juga sudah menikah 2 kali dibanding Nikita Willy yang 20 - tahunan dan juga belum berumah tangga?
2. Lebih sekseh mana, Dian Sastro, Mahmud beranak satu ataupun Cinta yang masih single dan juga duduk di bangku SMA 12 tahun lalu?.


3. Buat yang suka dangdut, kalian lebih suka Iis Dahlia ataupun Salsa, anaknya?

Ok, sudah dijawab? Samakah jawaban kamu dengan hasil survey kecil - kecilan yang aku lakukan? Jawaban terdapat dapat di informasikan pada kolom pendapat dan juga aku hendak menguraikan hasilnya dibawah ini.


Survey aku meyakinkan bahwa pada ‘Mahmud’ lebih disukai responden. Oh ya, bagaikan informasi, responden aku pria semua, umur 20 - 40 tahun. Metodenya aku tanya mereka via WA dan juga BBM. Hasilnya, 7 dari 10 responden mengaku lebih suka Sofia Latjuba dibanding Nikita Willy. Salah satu sebab yang mengemuka merupakan Nikita Willy nampak lebih berusia dari umur sebenarnya. “Nikita menawan sih, tetapi masih muda kok udah kaya tante - tante yah, Sofia lebih mateng, lebih tante yang sesungguhnya yang buat hmhh….,” kata salah seseorang responden.
Lalu, ini lebih mengejutkan, 9 dari 10 responden nyatanya lebih suka Dian Sastro yang sekarang, ‘Mahmud’ beranak dua, dibanding Cinta yang wanita SMA. Dian, katanya, nampak jauh lebih matang dan juga menantang saat ini ini. “Cinta dahulu hanya dapat diem cocok dicipok Rangga di Bandara. Coba Dian saat ini yang dicipok, tentu dibalas dengan lumatan ganas,” ucap seseorang responden menguraikan alasanya memilah Dian dibanding Cinta.
Kemudian, 6 dari 10 responden nyatanya lebih suka Iis Dahlia dibandingkan anaknya, Salsa. Unggul tipis namun senantiasa menang Iis. tidak hanya belum nampak bakat nyanyinya, Salsa pula masih dinilai sangat unyu - unyu buat menyaingi bundanya. “Iis Dahlia tua - tua keladi. kian tenar, kian gaul, kian seksi,” ucap seseorang responden yang pula penggemar dangdut dan juga fans Iis. Pendapatnya tidak objektif memang, tapi, ya sudahlah.
Ok. Survey aku benar lemah. Respondennya aja sahabat aku dan juga cuma 10 orang. Namun, dalil itu cukup mengejutkan, paling tidak untuk saya. perihal itu, menggelitik jiwa periset aku buat menelisik lebih lanjut. mengapa ya, perempuan bersuami ataupun sempat bersuami, dapat lebih menarik dibanding dengan perawan ataupun terlebih lagi gadis - gadis Abege. Ayu Ting - Ting yang sudah tidak ting - ting lagi sehabis dicampakan Enji dapat pacaran sama laki - laki ganteng asal India pujaan para perempuan pecinta mahabarata, Shaheer Sheikh. Rafi Ahmad (dulu) termehek - mehek dengan Yuni Shara yang seumuran ibunya. Andika Pratama yang ganteng, gaul dan juga pujaan Abege, malah lebih memilah Ussy, janda beranak satu. “Coy, ‘Mahmud’ memiliki energi tarik tertentu yang tidak dipunyai para Abege,” begitu kata salah satu responden saya.
Lalu, apa sih energi tarik para ‘Mahmud’? Berikut analisis pemula aku :

1. Mahmud terasa Lebih Utuh dan juga yakin Diri
Banyak yang menilai, perempuan yang sudah melahirkan tidak dapat mengasuh tubuh karna padat jadwal urus anak dan juga masak, badanya melar dan juga performa seksualnya juga hendak jauh berkurang. nyatanya ditaksir itu banyak meleset. Sebagian besar perempuan yang jadi ‘Mahmud’ malah lebih yakin diri dan juga performanya malah tambah nggegirisi.
Apa rahasianya? sahabat saya, 32 tahun, ‘Mahmud’ pula beranak dua, bilang begini: “Setelah menikah dan juga memiliki anak, perempuan itu terasa lebih ‘utuh’ dan juga yakin diri,” katanya. Mereka terasa sudah jadi ‘wanita’ sesungguhnya, perempuan siraman yang sudah lengkap dengan memiliki anak dan juga suami. perihal itu membikin keyakinan diri meningkat. tingkatan kepedean yang besar itu mendongkrak pesona, pula performa. bahwa dahulu masih pacaran malu - malu. sehabis sah, mereka mengebu - gebu. bahwa dahulu pacaran ngumpet - ngumpet, saat ini tidak kenali takut. dahulu monoton, saat ini jago bermanuver. dahulu itu - tu aja saat ini banyak variasinya.

2. Berpengalaman
Wanita bersuami ataupun sempat bersuami sudah diyakinkan lebih berpengalaman. Nah, para pria, paling utama brondong menggangap itu energi tarik tersendiri. Pengalaman menempa mereka sampai - sampai lebih dapat memancarkan energi tarik ataupun sex appeal yang dimilikinya. Entah dengan perawatan, dandan, latihan, trik bawa diri ataupun tingkah lakunya para perempuan (pernah) bersuami jadi lebih kece badai dibanding dahulu dikala masih lajang.
“Gemiyen sang Juminten cocok SMA ujarku lah biasa baen. Siki mbarang wis randa malah dari moblong - moblong temen, (Dulu sang Juminten, waktu SMA kelihatanya biasa saja, saat ini kala sudah jadi janda kok nampak menawan bener)” perkata yang acapkali aku dengar dalam percakapan warung kopi di Purbalingga rasanya cukup menggambarkan perihal itu.
Status ‘janda’ yang dipunyai perempuan muda dan juga sempat gambaran bersuami malah kadangkala jadi energi tarik tersendiri. Ming semarang mas, tuku gelang opo anting - anting. Jo sumelang yo ben randa dipastikan kempling. (Ke Semarang Mas, beli gelang apa anting - anting. Jangan takut walaupun randa dipastikan kempling). Kempling, Mas, kempling… hihi
Sebuah riset yang aku baca menyebutkan, pengalaman intim sebelumnya dan juga status janda malah dapat membikin hormon intim bertambah yang hendak menimbulkan energi tarik meningkat, mereka nampak jadi lebih hebat, spontan laki - laki juga gampang terpikat dan juga terjerat.

3. Mapan
Alasan yang berlaku buat laki - laki beristri lebih menarik pula berlaku buat perempuan bersuami, yaitu, mapan. Janda ataupun perempuan bersuami banyak yang sudah mapan sampai - sampai lebih bebas mematut - matut diri. Perawatan tubuh, berangkat ke salon, kosmetik, baju - baju menarik, berbagai perhiasaan dapat dibeli dengan kartu kredit platinum dari si suami ataupun dari pembagian harta gono - gini. bermacam berbagai kosmetik, permak salon dan juga mode yang menunjang dapat mendongkrak penampilan 100 - 1.000 persen.
Daya tarik perempuan bertubuh singset hasil teratur aerobic dan juga paket perawatan mahal tentu tidak kalah menggiurkan dibandingkan ranumnya gadis - gadis SMA bukan?. terlebih perempuan muda yang sudah berpengalaman. Ah, Abege ketahui apa soal ranjang!?

4. Berani
Para mamah - mamah muda dipastikan lebih berani dibanding perawan. Pengelaman menempa mereka jadi lebih yakin diri dan juga berani. aku memiliki sahabat kuliah, dulunya, dia malu - malu (kucing). bahwa lagi ngobrol, terdapat yang bicara jorok dikit, sementara itu yang diomongin hanya soal cium dikening doang, ia sudah bilang itu perihal yang saru. Eh, giliran sudah memiliki anak dua, obrolanya tidak jauh - jauh dari selangkangan dan juga ranjang. Kemarin, ngomongin soal kabut asap juga dibawa - bawa ke urusan ranjang. Dia, yang tinggal di Sumatera dan juga ikut terpapar asap, meringik ‘landasan’nya tidak sering didarati ‘pesawat’ karna terhalang asap.
Kombinasi kematangan mamah muda, masih sexy, berpengalaman, berani dan juga suka ngobrol yang agak saru - saru, Siapa yang tidak tergiur coba?. Abege terlebih cabe - cabean, lewattt lah…..
Ok. Itu sekelumit sebab kenapa Mamah - mamah muda mempunyai energi tarik tersendiri, yang acapkali dapat membikin mereka mejadi lebih menarik dibanding gadis - gadis abege. bahwa Anda, lebih suka yang mana?