Tampilkan postingan dengan label bahagia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahagia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2016

Jadi Gemuk Setelah Menikah Itu Artinya Pernikahannya Bahagia

dapat iya dapat pula tidak, ayo kita bahas sebagian aspek pemicu mengapa orang yang habis menikah (ingaaattt.. ini buat yang menikah) berat tubuhnya dapat turun ataupun malah naik:

#berat tubuh jadi turun#

1. terdapat penyakit bawaan
semisal cacingan, jadi meski udah nikah. . cacingan ya senantiasa saja cacingan, makanya. . . . lekas minum kalpanax! !

2. beban mental buat wanita
karna belum memiliki rumah, buat itu wajib tinggal sama mertua, ingin malas2an ngga lezat, iya kalo mertuanya baik, kalo galak? ?. . gug.. gug.. .

3. beban perasaan
pengeluaran acara ngga ketutupan sama duit amplop yang didapat sementara itu ntu uang mampu ngutang, jadi sehabis menikah padat jadwal mikirin gimana triknya bayar hutang.

4. sepiring berdua
ya maklum saja, baru2 nikah lazimnya mesra, kalo masih bujang makan mie rebus pake telor masing - masing hari tetapi seorang diri, tetapi bahwa udah nikah mesti untuk 2 sama istri, ngurangin jatah saja.. halahh

#berat tubuh jadi naik#

1. cuex
waktu masih bujang dan juga wanita, makan dipelan2in, waktu masukin santapan.. mulut kebuka dikit, dikunyah pelan2, sepiring pura2 ngga habis, cocok udah nikah.. . wadooooh! ! ! nasi sepanci habis beserta kerak2nya

2. dipompa (buat perempuan)
gimana ngga mekar kalo dipompa terus disiramin.. eh artinya anu.. eh itu.. .

3. sesuai susunya (buat laki2)
tau kan artinya.. . . ? kalo giat minum susu anak2 saja kilat gemuk.. . . iya kan? ?

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
bingungkan? ? berat tubuh naik ataupun turun sehabis menikah cuek saja, yang pentingkan udah nikah,
mari yang jomblo. . . eh yang laen, gimana pendapatnya? ?



 [sumber: netnitnet.blogspot.com]

Senin, 23 Mei 2016

Tak Perlu Kaya Untuk Sebuah Kesetiaan, Tak Perlu Mewah Untuk Sebuah Kebahagian

tidak butuh kaya buat suatu kesetiaan tidak butuh elegan buat kebahagian, , silahkan di share/bagikan inspirasi ini, mudah - mudahan bermamfaat

tidak butuh kaya buat suatu kesetiaan
tidak butuh elegan buat kebahagian
tidak butuh jabatan dan juga pangkat buat mahligai cinta

yg di butuhkan pendamping merupakan komitmen
yg di butuhkan pendamping merupakan perhatian
yg di butuhkan pendamping merupakan kejujuran

kandas dalam ber – tugas itu lebih baik daripada kandas dalam membina rumah tangga…
dari abu hurairah, ia mengatakan: rasulullah bersabda: orang mukmin yang amat sempurna imannya yakni yang amat baik akhlaknya, dan juga orang yang amat baik (ahlak) diantara kamu yakni yang amat baik terhadap istrinya




(sumber: dunia - imformasi. com )

Minggu, 08 Mei 2016

Tak Perlu Nunggu Mapan untuk Membahagiakan Orang Tua, Lakukan 10 Hal Ini dari Sekarang!

Pernah gak kamu berpikir begini:
"Pengen membahagiakan orang tua tapi gaji belum seberapa."
"Pengen ajak orang tua liburan tapi gak punya uang."

Banyak dari kita yang ingin membahagiakan orang tua tapi merasa pesimis karena belum jadi orang yang sukses.

Padahal membahagiakan orang tua tak melulu harus menunggu punya banyak uang lho. Kamu bisa membuat mereka senang dengan cara yang lain.

Meskipun sederhana, tindakan ini lebih berharga dari sekedar uang. Apa saja kira-kira?
1. Berikan kabar ke orangtuamu bahwa kamu sedang berada di kantor dan ceritakan bagaimana lingkungan kerjamu.

Kalau kamu tinggal jauh dari orangtua, berikan kabar padanya tentang kondisimu sekarang. Misalnya,
" Pa, besok aku mau survei lapangan di Kalimantan satu bulan. Di sana aku tinggal di penginapan, dan bla bla bla...."
2. Telepon dan katakan ke ibumu bahwa kamu sangat merindukan masakannya.

Pujilah masakan buatan orangtua. Misalnya,
"Di sini, nasi gorengnya gak ada yang bisa ngalahin nasi goreng buatan Mama."
"Sudah tiga bulan gak pulang, kangen bubur ayam buatan Mama."
3. Tanyakan kabar ayahmu, bagaimana pekerjaan di kantornya, serta bagaimana kesehatannya.

"Papa, sehat 'kan?"
"Tekanan darahnya berapa sekarang?"
"Papa jangan sering-sering lembur lagi."
4. Kamu bisa memberikan kejutan dengan pulang ke rumah orangtuamu sehingga bisa mengobati kerinduan mereka kepada kamu.

Saat ada tanggal merah, kamu bisa pulang tanpa memberi kabar terlebih dulu. Atau mungkin kamu bisa mengambill cuti untuk menjenguk orangtuamu.
5. Saat berkunjung ke rumah orangtua, bawakan makanan dan minuman kesukaan mereka.

Tak perlu mahal, yang terpenting adalah makanan favorit mereka karena mereka pasti akan sangat menyukainya.
6. Saat berkumpul, luangkan waktu selesai jam makan malam untuk mongobrol santai.

Karena pembicaraan santai saat selesai makan malam akan membawa pengaruh baik pada hubungan. Kamu juga bisa menceritakan kesulitan atau masalah yang kamu hadapi di kantormu agar kamu bisa mendapat nasihat ataupun semangat dari mereka.
7. Jangan sampai kamu melupakan hari penting mereka. Misalnya hari ulang tahun maupun hari ulang tahun pernikahan kedua orangtuamu.

Gak perlu mewah buat merayakannya, karena kebersamaan itu mengalahkan kemewahan dalam bentuk apapun.
8. Selalu ciptakan nuansa yang nyaman saat berkumpul. Lupakan sejenak urusan kantor maupun gadget kamu.

Percaya deh, waktu yang kamu habiskan bersama kedua orangtuamu tidak akan pernah sia-sia.
9. Bagikan cerita bahagia kamu kepada orangtua.

Misal saat kamu mendapatkan promosi jabatan, tentu orang tuamu akan sangat bahagia saat mendengar kabar baik dari anak tercintanya, bukan?
10. Terakhir dan yang paling utama, jangan lupa selalu minta doa dari mereka.

Doa dari orang tua adalah doa terbaik dan bikin kalian makin terikat.



Nah, setelah tahu ini, masih mau menunda untuk membuat bahagia orang yang paling dekat dengan kamu dari kecil?
Pastikan kamu melakukannya dari sekarang ya!



(sumber: cerminan.com)

Sabtu, 23 April 2016

Membahagiakan Istri Bisa Melancarkan Rezeki, Berikut 4 Cara Membahagiakan Istri

Ternyata Membahagiakan Istri Bisa Melancarkan Rezeki, Berikut 4 Cara Membahagiakan Istri :


1. MEMBUKAKAN PINTU UNTUK ISTRI, BAIK DI KENDARAAN, RUMAH, DAN LAINNYA

Dari Anas ra, dia berkata : “ Kemudian kami pergi menuju madinah ( dari khaibar). Aku lihat nabi saw menyediakan tempat duduk yang empuk  dari kain di belakang unta beliau untuk Shafiyyah (istri beliau). Kemudian beliau duduk disamping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan kemudian Shafiyyah naik dengan meletakkan kakinya diatas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut “. (HR.Bukhari)

Subhanallah, dari riwayat di atas kita bisa ketahui bagaimana perlakuan Rasulullah kepada istrinya. Beliau memperlakukan istrinya bak seorang putri raja. Di zaman sekarang, istilah yang cukup akrab di telinga kita “ladiez first” ternyata sudah dilakukan Rasulullah sejak berabad-abad yang lalu, disaat kebudayaan lain di dunia saat itu menganggap wanita sebagai makhluk hina, bahkan diragukan statusnya sebagai manusia.

2. MENGAJAK ISTRI JIKA HENDAK KELUAR KOTA 

Menikmati waktu berdua seakan tak sempat lagi setelah memiliki anak. Oleh karena itu, saat suami ada tugas keluar kota, ajaklah istri bersama. Nikmati pergi berdua
untuk bernostalgia masa bulan madu. Istri akan merasa tersanjung dengan momen ini.
Aisyah berkata : “ Biasanya Nabi saw apabila ingin melakukan suatu perjalanan, beliau mengadakan undian diantara para istrinya. Barangsiapa yang keluar nama atau nomor undiannya, maka dialah yang ikut pergi bersama beliau “. (HR.Bukhari dan Muslim)

3. MEMBERIKAN SESUATU YANG MENYENANGKAN ISTRI

Wanita sangat senang jika diberi hadiah. Oleh karena itu, para suami harus mengetahui ini. Berilah hadiah istri anda meskipun bukan sesuatu yang mahal. Jika istri suka dengan perhiasan, baju atau aksesoris lainnya. Maka suami bisa memilih diantaranya sebagai hadiah istri agar hatinya senang.
Dari Said bin Yazid, bahwa ada seorang wanita datang menemui Rasulullah saw, kemudian nabi bertanya kepada Aisyah : “ Wahai Aisyah, apakah kamu kenal dia? “ Aisyah menjawab : “ Tidak, wahai Nabi Allah. “ Lalu, Nabi  saw bersabda : “ Dia itu Qaynah dari Bani Fulan, apakah kamu mau ia bernyanyi untukmu?’’, maka kemudian bernyanyilah Qaynah itu untuk Aisyah. (HR.Nasai)

4. MEMPERHATIKAN PERASAAN ISTRI

Wanita merupakan wanita yang lembut dan sensitif, karena itu bagi para suami sebelum melakukan sesuatu harus dipikirkan akibatnya bagi istri terlebih dahulu. Apakah istri akan tersinggung atau tidak. Kata-kata suami juga harus dijaga agar perasaan istri tidak tersakiti.
Rasulullah saw bersabda :
“ Sesungguhnya ketika seorang suami memandang istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memandang mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya “. (HR.Maisarah dari Abu Said Al Khudzri)



[Sumber: reportaseterkini.net]

Sabtu, 09 April 2016

Tak Perlu Nunggu Mapan untuk Membahagiakan Orang Tua, Lakukan 10 Hal Ini dari Sekarang!

Pernah gak kamu berpikir begini:
"Pengen membahagiakan orang tua tapi gaji belum seberapa."
"Pengen ajak orang tua liburan tapi gak punya uang."

Banyak dari kita yang ingin membahagiakan orang tua tapi merasa pesimis karena belum jadi orang yang sukses.

Padahal membahagiakan orang tua tak melulu harus menunggu punya banyak uang lho. Kamu bisa membuat mereka senang dengan cara yang lain.

Meskipun sederhana, tindakan ini lebih berharga dari sekedar uang. Apa saja kira-kira?
1. Berikan kabar ke orangtuamu bahwa kamu sedang berada di kantor dan ceritakan bagaimana lingkungan kerjamu.

Kalau kamu tinggal jauh dari orangtua, berikan kabar padanya tentang kondisimu sekarang. Misalnya,
" Pa, besok aku mau survei lapangan di Kalimantan satu bulan. Di sana aku tinggal di penginapan, dan bla bla bla...."
2. Telepon dan katakan ke ibumu bahwa kamu sangat merindukan masakannya.

Pujilah masakan buatan orangtua. Misalnya,
"Di sini, nasi gorengnya gak ada yang bisa ngalahin nasi goreng buatan Mama."
"Sudah tiga bulan gak pulang, kangen bubur ayam buatan Mama."
3. Tanyakan kabar ayahmu, bagaimana pekerjaan di kantornya, serta bagaimana kesehatannya.

"Papa, sehat 'kan?"
"Tekanan darahnya berapa sekarang?"
"Papa jangan sering-sering lembur lagi."
4. Kamu bisa memberikan kejutan dengan pulang ke rumah orangtuamu sehingga bisa mengobati kerinduan mereka kepada kamu.

Saat ada tanggal merah, kamu bisa pulang tanpa memberi kabar terlebih dulu. Atau mungkin kamu bisa mengambill cuti untuk menjenguk orangtuamu.
5. Saat berkunjung ke rumah orangtua, bawakan makanan dan minuman kesukaan mereka.

Tak perlu mahal, yang terpenting adalah makanan favorit mereka karena mereka pasti akan sangat menyukainya.
6. Saat berkumpul, luangkan waktu selesai jam makan malam untuk mongobrol santai.

Karena pembicaraan santai saat selesai makan malam akan membawa pengaruh baik pada hubungan. Kamu juga bisa menceritakan kesulitan atau masalah yang kamu hadapi di kantormu agar kamu bisa mendapat nasihat ataupun semangat dari mereka.
7. Jangan sampai kamu melupakan hari penting mereka. Misalnya hari ulang tahun maupun hari ulang tahun pernikahan kedua orangtuamu.

Gak perlu mewah buat merayakannya, karena kebersamaan itu mengalahkan kemewahan dalam bentuk apapun.
8. Selalu ciptakan nuansa yang nyaman saat berkumpul. Lupakan sejenak urusan kantor maupun gadget kamu.

Percaya deh, waktu yang kamu habiskan bersama kedua orangtuamu tidak akan pernah sia-sia.
9. Bagikan cerita bahagia kamu kepada orangtua.

Misal saat kamu mendapatkan promosi jabatan, tentu orang tuamu akan sangat bahagia saat mendengar kabar baik dari anak tercintanya, bukan?
10. Terakhir dan yang paling utama, jangan lupa selalu minta doa dari mereka.

Doa dari orang tua adalah doa terbaik dan bikin kalian makin terikat.



Nah, setelah tahu ini, masih mau menunda untuk membuat bahagia orang yang paling dekat dengan kamu dari kecil?
Pastikan kamu melakukannya dari sekarang ya!



Sumber: http_www_cerminan_com

Jumat, 26 Februari 2016

Bahagiankanlah Istri, Maka Rezeki Akan Lancar?

 tiap orang tentu menginginkan perkawinan yang dilimpahi dengan rezeki. Namun, rezeki yang amat baik merupakan rezeki yang diberkahi Allah, rezeki yang bawa kebahagiaan untuk segala anggota keluarga.

Konon, membahagiakan istri dapat jadi salah satu pembuka pintu rezeki yang amat lebar buat keluarga, benarkah?

Apa hubungannya kelancaran rezeki dengan kebahagiaan istri?
Ternyata, ini rahasianya…

Mood baik istri mampu meluas pada segala anggota keluarga. Jadi kala istri bahagia, hingga seluruh anggota keluarga hendak bahagia. kala istri menempuh hidup dengan positif, hingga seluruh anggota keluarga pula menempuh hidup dengan positif.
Istri yang senang dan juga bersyukur hendak menarik perihal positif ke dalam keluarga, karna sebetulnya Allah berikan lebih banyak pada mereka yang bersyukur.
Istri yang senang hendak jadi partner yang baik buat suami mencari rezeki ataupun jadi tempat kembali yang menenangkan sehabis suami mencari rezeki. Hasilnya, suami hendak berulang antusias mencari rezeki keesokan harinya.
Istri yang senang dengan suaminya hendak senantiasa menunjang suaminya dalam kondisi apapun, sampai - sampai suami tidak sempat ketiadaan sokongan walaupun di dikala amat susah sekalipun. Dengan begini, suami dapat memiliki antusias buat senantiasa bangkit lagi tiap mengalami kesulitan.
Istri yang senang mampu diandalkan buat mendidik kanak - kanak jadi anak yang senang dan juga berguna. Rezeki dapat tiba darimana saja, tercantum dari anak. Rezeki pula bukan cuma berbentuk uang, tetapi pula berbentuk kanak - kanak sholeh yang menemui dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknyabapaknya'>ibu dan juga bapaknya dengan muka senang tiap hari.


Nah, seperti itu dalihnya mengapa istri yang senang dapat mempengaruhi pada kelancaran rezeki. Kebahagiaan istri dapat meluas pada kebahagiaan suami dan juga segala keluarga, sampai - sampai suami dapat mempunyai tenaga positif buat bekerja lebih baik lagi dalam mencari rezeki. 


Sumber:
http_www_kabarmakkah_com/2015/08/ingin-rejeki-lancar-dan-berkah.html

Jumat, 11 Desember 2015

Istri, Lakukan 5 Hal Ini Setiap Hari untuk Bahagiakan Suami

Menjadi istri idaman merupakan impian setiap wanita. Bahkan setelah menikah pun, mereka tetap ingin menjadi idaman dan terbaik bagi suaminya.

Namun seiring berjalannya usia pernikahan, hal ini bisa saja tergeser karena banyaknya hal lain yang juga diprioritaskan.

Namun demikian, sang istri tetap harus mencari cara agar suami merasa selalu dibahagiakan.
Dengan begitu, meski dengan berbagai hal lain yang menjadi tujuan, istri tetap menjadi bagian terdepan yang diprioritaskan.

Tapi hal ini tentu tidak terjadi begitu saja. Seorang istri harus melakukan bakti kepada suami dengan membuatnya bahagia setiap hari.

Lima hal ini bisa menjadi cara agar suami merasa dibahagiakan oleh istri. Apa saja? Berikut ringkasannya! 

Meminta Izin

Hal ini kerap disepelekan para istri. Jika suami tidak di rumah, mereka bisa dengan mudah keluar rumah tanpa sepengetahuan suaminya. Padahal istri yang baik tidak akan keluar rumah tanpa sepengetahuan suaminya.
Ibnu Muflih al hambali berkata: "Diharamkan bagi seorang wanita keluar rumah suaminya tanpa seizinnya, kecuali karena darurat atau kewajiban syari’at". (Adab Syar’iyyah: 3/375)
Hal ini akan lebih berkesan jika istri mencium tangan suaminya.

Membantu Penampilan

Selain memperhatikan diri sendiri, memperhatikan penampilan suami juga tidak kalah penting. Jika seorang suami menggunakan baju tidak rapi ke kantor atau dalam kesehariannya, bisa dipastikan istrinya adalah seorang pemalas.
Istri memiliki peranan penting dalam menunjang penampilan suami, dengan begitu suami menjadi pribadi yang percaya diri dan semakin sayang istri.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada Siti Fatimah: "Ya Fatimah, apabila seorang wanita meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya, memotong kumis dan menggunting kukunya maka Allah akan memberinya minum dari air Surga yg mengalir di sungai sungainya & diringankan Allah baginya sakaratul maul dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman yg indah dan taman taman Surga."

Mensyukuri

Bersyukur adalah cara menambahkan lebih. Tidak hanya bersyukur kepada Allah saja maka Dia akan menambahkan, bahkan beryukur di terhadap apa yang didapatkan suami pun berefek sama.
Suami akan bahagia jika istrinya bisa bersyukur terhadap apa yang sudah Ia dapatkan, bahkan lebih bersemangat untuk mencari rezeki dengan tujuan membahagiakan istrinya. Setiap suami pulang bekerja, sambutlah dengan wajah ceria sebagai ungkapan berterimakasih padanya.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang bermaksud: "Jika seorang isteri berkata kepada suaminya: Tidak pernah aku melihat kebaikanmu sama sekali, maka hancur leburlah pahala amal kebaikannya."

Memenuhi Kebutuhan Biologis

Sigap dalam memenuhi kebutuhan biologis suami menjadi salah satu cara membahagiakan mereka. Tidak ada alasan bagi seorang istri menolak ketika suami menginginkannya di tempat tidur.
Meski demikian, suami pun harus melihat kondisi istrinya apakah sedang sakit atau sehat. Ridho Allah ada pada ridho suami, maka lakukanlah hal-hal yang menjadi kewajiban istri pada suami.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Empat perempuan yang berada di Neraka ialah: Perempuan yang kotor mulutnya terhadap suaminya. Jika suaminya tidak ada di rumah ia tidak menjaga dirinya & jika suaminya bersamanya ia memakinya (memarahinya). Perempuan yang memaksa suaminya untuj memberi apa yang suami tidak mampu. Perempuan yang tidak menjaga auratnya dari kaum laki-laki dan memperlihatkan kecantikannya (untuk menarik kaum laki laki). Perempuan yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan minum dan tidur, dan ia tidak mau berbakti kepada Allah dan tidak mau berbakti kepada RasulNya dan tidak mau berbakti kepada suaminya."

Sumber: 
http://www_infoyunik_com/2015/12/istri-lakukan-hal-5-ini-setiap-hari.html

Senin, 09 November 2015

Bahagiakanlah Orangtua Mu Niscaya Bahagia Menantimu

Semua orang pasti ingin hidup mulia. Untuk meraih impian tersebut banyak jalan menuju roma. Ada jalan salah, ada jalan yang benar. Ada yang ingin kaya cepat mendatangi dukun. Ada yang pangkatnya naik dengan menyogok. Ada yang ingin masuk surga tapi melakukan ibadah yang nyeleneh. Jalan ini bukan saja tidak benar tapi juga mengundang murka Allah.

Rasulullah saw. mengajarkan kita jalan mudah untuk meraih kesuksesan dunia-akhirat yang kita impikan. Apa itu? Dengan berbakti kepada kedua orang tua. Beliau sampai menegaskan bahwa keridhaan Allah terletak pada keridhaan orang tua dan kemarahan Allah terletak pada kemarahan orang tua.

Di zaman Rasulullah saw. ada seorang pemuda dari Yaman yang bernama Uwais al-Qarni. Ia bukan pejabat, bukan orang penting pemerintahan, dan bukan pengusaha besar. Ia hanya berprofesi sebagai penggembala kambing yang miskin. Suatu ketika Rasulullah saw.memerintahkan Umar r.a. dan Ali ibn Abi Thalib r.a. agar meminta doa kepadanya. Padahal kedua sahabat ini adalah orang-orang yang dijamin surga.

"Bila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istigfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi," begitu pesan beliau kepada dua sahabat itu. Selidik punya selidik, ternyata Uwais al-Qarni adalah seorang hamba yang sangat berbakti kepada orangtuanya. Ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan tetap dirawat, dilayani, dan di sayangi hingga akhir hayatnya.

Begitu besar jasa orang tua, seorang anak tidak akan mampu membalas kebaikan orang tua meski seluruh kekayaan nya di berikan kepada mereka. Ibnu Umar pernah melihat lelaki menggendong ibunya dalam thawaf. "Apakah ini sudah melunasi jasanya (padaku) wahai Ibnu Umar?" tanyanya. Beliau menjawab, "Tidak, meski hanya satu jeritan kesakitan (saat persalinan)."

Alangkah bersyukurnya jika hingga detik ini kita masih merasakan kehadiran orang tua. Artinya, kita memiliki kesempatan berharga untuk meraih impian dunia akhiratlewat keridhaan nya. Kata Rasulullah saw., "Rugi, rugi, dan rugi." Ditanyakan, "Siapakah dia, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Dialah orang yang menjumpai kedua orang tuanya atau salah satunya dalam keadaan sudah berusia lanjut dan renta, namun dia tidak berbakti. Maka dia tidak masuk surga."

Kewajiban anak hanya berbakti kepada mereka dengan memenuhi haknya dan melayani dengan baik. Meski orang tua telah meninggal, bakti anak tidak otomatis berhenti. Tapi tetap mendoakannya dengan kebaikan. Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. untuk bertanya, "Bagaimana cara berbuat baik kepada kedua orang tua yang sudah meninggal dunia?" Seketika pertanyaan itu di jawab oleh Rasulullah saw., "Dengan berdoan untuk mereka, menunaikan janji mereka, serta menyambung silaturahmi yang tidak bisa disambung kecuali dengan mereka berdua, serta memuliakan teman mereka."

Sukses itu mudah. Hidup mulia itu mudah. Bahagia itu mudah. Caranya juga mudah, berbaktilah kepada kedua orang tua, sayangi, doakan, penuhi kebutuhannya, layani dengan sepenuh jiwa. Jika kita mampu berbuat demikian, Rasulullah saw. menjamin impian-impian hidup pasti akan hadir di depan mata. [Reportaseterkini]

Sumber  : 99 Resep Hidup Rasulullah Oleh Abdillah F.Hasan

Kamis, 05 November 2015

Menikah dulu atau membahagiakan orang tua dulu ?

Pernah ketemu orang yang bimbang dengan pilihan antara membahagiakan orang tua dulu atau menikah dulu? , sehingga tak sedikit juga yang akhirnya menunda pernikahannya dengan dalih ingin membahagiakan orang tua terlebih dahulu, atau mungkin itu anda sendiri yang merasakannya? hehe.
Bagi anda yang jadi anak pertama, ditambah dengan memiliki banyak adik sementara orang tua sendiri memiliki penghasilan yang tidak mencukupi tentu ini menjadi masalah yang serius karena orang tua dan adik-adik menjadi. Dan yang lain adalah ketika seseorang yang punya impian seperti mau mengajak orang tua umroh dulu sebelum menikah, membelikan orang tua barang mahal dulu sebelum menikah serta alasan-alasan lainnya.

Sebelum menjawab pertanyaan “menikah dulu atau membahagiakan orang tua dulu”, ada satu hal yang harus kita perhatikan dan ingat yaitu tentang membahagiakan orang tua. Ada paradigma yang mesti diluruskan tentang hal ini apalagi ketika membuat pilihan menikah dulu atau membahagiakan orang tua?, seolah-seolah setelah menikah kita tidak bisa lagi membahagiakan orang tua, seolah-olah pernikahan menjadi “pemisah” antara anak dan orang tua. Padahal berbakti kepada orang tua adalah kewajiban anak hingga akhir hayat, tidak ada alasan untuk tidak berbakti kepada orang tua walaupun sudah menikah.

Bagi laki-laki kewajiban berbakti kepada orang tua tetap diutamakan setelah menikah apalagi kepada ibunya. Karena salah satu tanggung jawab laki-laki adalah bertanggung jawab atas ibunya. Apalagi jika orang tua sudah renta dan tidak lagi bisa bekerja maka jadi kewajibannya untuk menjaga dan merawat orang tua. Sementara bagi wanita setelah menikah kewajiban utamanya yang awalnya harus patuh dan taat kepada orang tua berpindah kepada suami, jadi bagi wanita ketaatan kepada suami jauh lebih utama dibanding dengan ketaatan kepada orang tua. Nah, agar tetap bisa berbakti kepada orang tua setelah menikah, maka carilah suami yang shaleh dan taat serta memahami keutamaan dan kewajiban berbakti kepada orang tua.

Sementara bagi anda yang memiliki tanggungan seperti membantu orang tua, membiayai adik atau keluarga, tidak ada masalah tetap melanjutkan menikah, jadi sembari menikah tetap membantu orang tua tentu dengan catatan harus dibicarakan dengan pasangan dan andapun memiliki kemampuan. Namun jika belum mampu untuk menjalankan keduanya, maka menunda pernikahan untuk sementara demi prioritas membantu adik-adik dan orang tua bisa menjadi pilihan terbaik.
Sumber: Elmina