Tampilkan postingan dengan label wafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wafat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juni 2016

Ya Rasulullah, Jangan Tinggalkan Kami, Bagaimana Hidup Kami Jika Tanpamu? (Merinding Bacanya)

sesuatu hari, nabi muhammad saw mengumpulkan para teman kala lagi sakit dan juga saat sebelum meninggal. nabi bersabda, “siapa di antara kamu yang sempat saya sakiti dan juga mau membalas apa yang saya jalani, saat sebelum saya terpanggil allah swt? ".

seluruh teman diam membisu, tidak terdapat satu juga yang menyela ataupun menanggapi. di antara bundaran teman, salah satu yang duduk di balik mengangkut tangan sembari mengatakan: " saya, ya rasulullah. kala saya belum masuk islam, saya berperang melawan engkau, kemudian engkau cambuk saya berulang kali. saya mau membalas apa yang engkau telah jalani, ” katanya.

mendengar apa yang di informasikan oleh teman ini, para teman yang lain marah, terlebih lagi sebagian mau langsung
menghabisinya. umar bin khattab malah langsung keluarkan pedang, tetapi rasulullah membagikan ciri buat tidak melaksanakannya. " silakan, sahabatku, apa yang mau engkau jalani? ”, kata nabi.
“bukalah bajumu, ya rasulullah, waktu engkau cambuk saya, kala itu saya tidak mengenakan pakaian, ” katanya.

mereka yang mendengar perihal tersebut, terus menjadi marah dan juga terasa sang teman ini sudah keterlaluan. mereka memandang nabi lagi sakit dan juga wajib menuruti permintaannya. “baiklah, ” kata nabi. hingga pelan - pelan nabi membuka bajunya, nampak begitu lelah karna sakit. sebagian dari mereka cuma menangis memandang apa lagi yang hendak dimohon oleh teman itu. kala pakaian terlepas dari badan nabi, terpancarlah sinar yang begitu cerah, dan juga teman yang sudah memegang cambuk itu mendekati si nabi sembari berlari memeluknya dan juga mengatakan, ”ya rasulullah, jangan tinggalkan kami, gimana hidup kami tanpamu, saya mau memeluk engkau, seperti itu kenapa saya melaksanakan ini. ” katanya.

kemudian nabi bersabda: " engkaulah salah satu penguni surga bersamaku ". o
____________________
ya rasul, apakah terhadap saya yang berlumur dosa ini, engkau pula hendak berkata padaku " engkaulah salah satu penunggu surga bersamaku? " []




[sumber: reportaseterkini. net ]

Kamis, 28 April 2016

Innalillahi... Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal KH Ali Mustafa Ya'qub Meninggal Dunia

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun...

Kabar duka dari imam besar Masjid Istiqlal (2005-2016), KH Ali Mustafa Ya’qub yang meninggal dunia pagi ini, Kamis (28/04/2016). Pengasuh Pesantren Darussunnah, Ciputat, Tangerang Selatan ini wafat pada pukul 06.00, di Rumah Sakit Hermina, Ciputat, Tangerang Selatan. Demikian dilansir ROL.

Kyai Ya'kub adalah pria kelahiran Batang, Jawa Tengah pada 1952. Ia adalah Mantan Ketua Umum Perhimpunan


Pelajar Indonesia (PPI) Riyadh yang aktif menulis. Menjabat Sekjen Pimpinan Pusat Ittihadul Muaballighin, Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, Ketua STIDA al-Hamidiyah Jakarta.

Sejak Ramadhan 1415 H/Februari 1995 ia diamanati untuk menjadi Pengasuh/Pelaksana Harian Pesantren al-Hamidiyah Depok, setelah pendirinya KH. Achmad Sjaichu wafat 4 Januari 1995. Terakhir ia didaulat oleh kawan-kawannya untuk menjadi Ketua Lembaga Pengkajian Hadis Indonesia (LEPHI).

KH Ali Mustafa Yaqub pensiun dari jabatan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta pada Jum'at, 22 Januari 2016, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengukuhkan Prof Dr Nasaruddin Umar sebagai gantinya.

Selama ini, KH Ali Mustafa Yaqub dikenal sebagai tokoh Umat yang sangat lugas dan tegas dalam membela Islam dan Umat Islam. Beliau juga sangat tegas dan gigih menentang penyebaran ajaran sesat Syiah dan JIL di Indonesia.




(sumber: @portalpiyungan.com)

Rabu, 27 April 2016

Inilah Amalan Menuju Wafat Khusnul Khotimah

Kematian merupakan rahasia Allah SWT dan tidak ada satupun makhluk yang mengatahui kapan ajal seseorang akan mendatanginya. Orang-orang yang mendapatkan kasih sayang Allah SWT akan mendapatkan kematian dalam khusnul khotimah yaitu kematian yang diimpikan oleh setiap muslim. Apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan kematian husnul khotimah?

Setiap muslim bercita-cita ingin memiliki kematian khusnul khotimah, yaitu kematian yang baik dan dirahmati oleh Allah SWT. Tidak semua orang dapat meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat memilikinya yaitu orang-orang yang senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT dengan sepenuh hati dan mengamalkan beberapa amalan secara rutin dan ikhlas hanya semata-mata untuk Allah SWT.

Apa arti khusnul khotimah? Seseorang yang meninggal dalam kedaan khusnul khotimah akan dijamin surga baginya di akhirat kelak. Malaikat maut pun dengan sangat hati-hati mengambil nyawanya karena orang tersebut merupakan hamba Allah SWT yang sangat disayangi-Nya. Ciri-ciri orang yang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, yaitu meninggal dengan menyebut asma Allah SWT dan meninggal dalam keadaan yang baik seperti meninggal saat menunaikan sholat, saat berdzikir kepada Allah, dan lainnya.

Ada beberapa amalan yang dapat membawa kita meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, apa sajakah itu? Berikut uraiannya:

1. Menunaikan sholat wajib tepat waktu dan tidak pernah meninggalkan sholat wajib.

2. Membiasakan diri untuk membaca Al-Quran setiap hari meskipun hanya satu ayat saja karena ayat-ayat Al-Quran merupakan firman Allah SWT yang mampu memberikan kesejukan hati dan pikiran serta mempertebal keimanan kita. Selain membacanya, alangkah baiknya jika kita belajar isi kandungan Al-Quran sebagai pedoman hidup di dunia.

3. Menjalankan sholat wajib secara berjamaah di rumah atau di masjid. Menjalankan sholat secara berjamaah dapat melipatgandakan derajat pahala yang akan kita peroleh selain itu sholat berjamaah juga dapat memperkokoh persaudaraan sesama muslim sehingga Allah SWT lebih menyukai hamba-Nya yang menjalankan sholat secara berjamaah daripada sholat sendiri.

4. Menunaikan sholat sunnah tahajjud di malam hari yaitu disepertiga malam. Sholat sunnah tahajjud merupakan sholat sunnah yang dianjurkan oleh Rosulullah kepada setiap umatnya karena dengan menjalankan sholat sunnah ini dapat mendekatkan kita kepada Allah SWT.

5. Selalu berdzikir disetiap waktu dan selalu mengingat Allah SWT kapanpun dan dimanapun juga. Orang yang selalu mengingat Allah SWT tidak akan melakukan hal-hal yang dilarang oleh-Nya dan mereka selalu takut akan murka Allah SWT.

Alangkah beruntungnya bagi seorang muslim yang telah menjalankan amalan-amalan tersebut karena mereka merupakan hamba-hamba yang dicintai Allah SWT. Kebahagiaan seorang muslim yaitu meninggal dalam keadaan khusnul khotimah karena hal ini merupakan jaminan surga untuknya.

Orang-orang yang mati dalam keadaan khusnul khotimah akan berseri-seri wajahnya karena sebelum dikuburkan Allah SWT telah memperlihatkan surga untuknya yang akan ditinggalinya. Sungguh beruntung bagi setiap muslim yang mendapat kematian khusnul khotimah karena akhir kehidupan di dunia di tutup dengan hal yang baik dan akan membawanya menuju kenikmatan surga yang telah Allah SWT siapkan untuknya.

Demikian informasi seputar beberapa amalan yang dapat menjadikan kematian Anda menjadi khusnul khotimah, jadi apakah Anda ingin mati khusnul khotimah? rutinkan amalan ini setiap hari.



(Sumber: silahkanshare-ya.blogspot.co.id)