Tampilkan postingan dengan label lunas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lunas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2016

Saat Diberi Pinjaman, Bukan Berarti Temanmu Banyak Uang!! Jadi Jangan Lupa Mengembalikannya!!

persahabatan yang sudah berjalan lama, keakraban yang sudah merasa amat erat sering - kali membikin kita amat gampang buat terasa hirau pada sahabat maupun teman yang senantiasa terdapat didekat kita. tidak tidak sering perihal itu membikin kita tidak sungkan buat berbagi banyak perihal pada mereka yang kita sebut sahabat. sampai - sampai karna saking seringnya berbarengan, bermain berbarengan, dan juga kadangkala bersama hadapi masa - masa yang susah membikin kita tidak sungkan buat berbagi dalam perihal modul walupun ia yang kita sebut bagaikan sahabat itu merupakan orang yang tidak tahu dimana rumahnya. perasaan persaudaraan ini hendak terus menjadi merasa bila orang yang kita sebut sahabat itu bersama menggambarkan anak rantau.

tetapi apa yang kita miliki sehabis kebaikan yang kita bagikan, sering - kali sebagian dari mereka membalasnya dengan kepahitan. bila soal duit mereka dapat aja berbeda dalam waktu mendadak. dari yang biasa - biasa aja jadi amat dekat dan juga itu cuma hendak terjalin bahwa lagi perlu duit. dan juga dari yang awal mulanya dekat tiba - tiba menghindar cuma gara - gara kita menagih duit yang mereka pinjam. perihal seperti itu yang membikin kita kadangkala bertanya - taanya apa yang lagi mereka pikirkan? apakah mereka sahabat ataupun penipu?
meminjamkan modul pada sahabat yang kesusahan itu bukan karna rejeki yang berlebih

meminjamkan modul pada sahabat yang kesusahan itu bukan karna rejeki yang berlebih

bukankah kamu sudah ketahui menimpa keuanganku, bila juga saya membagikan pinjaman duit kepadamu itu bukan berarti karna saya banyak mempunyai duit tetapi itu karna saya hirau padamu. karna awal mulanya saya yakin kalian hendak mengubahnya bukankah serupa itu janjimu dikala meminjam duit. terlebih lagi saya hingga rela berhemat supaya dapat memberikanmu pinjaman karna kalian bilang amat menekan. dikala itu saya pula ketiadaan karna saya paham dengan apa yang mendesakmu kupikir tidak permasalahan memberikanmu pinjaman walaupun diriku sesungguhnya dalam kondisi ketiadaan.
duit yang kalian pinjam jumlahnya benar tidak banyak, tetapi bukankah sepatutnya kalian lekas mengembalikan duit tersebut dikala saya memerlukan?

duit yang kalian pinjam jumlahnya benar tidak banyak, tetapi bukankah sepatutnya kalian lekas mengembalikan duit tersebut dikala saya memerlukan?

jumalah duit yang kalian pinjam itu benar tidak seberapa, untuk sebagian orang ketiadaan duit dengan jumlah tersebut bisa jadi tidak hendak masaslah, tetapi bagiku jumlah duit yang kalian pinjam itu amat banyak, dan juga karna saya amat membutuhkahnya nilainyapun jadi terus menjadi berkalilipat. lagi pula keuanganku benar tidak banyak bukan, jadi sudah normal rasanya bila jumlah yang kalian pinjam itu bernilai amat besar untuk diriku.
tanpa ragu saya memberikanmu pinjaman duit karna kita bersama bagaikan perantau

tanpa ragu saya memberikanmu pinjaman duit karna kita bersama bagaikan perantau

tanpa berfikir panjang menimpa keadaanku seorang diri saya langsung memberikanmu pinjaman modul, karna dikala itu saya berfikir karna sesama sahabat bila nanti saya memerlukan bantuanmu kalian hendak membantuku pula. dikala itu saya berupaya membayangkan bila saya terdapat pada posisimu yang tidak mempunyai jalur lain buat menuntaskan masalahmu itu.
tetapi apa yang kalian jalani dikala saya berupaya managihnya? saya malah nampak serupa pengemis

maaf ku tidak dapat memilah dirimu

dikala saya berupaya memohon berulang duit yang kupinjamkan karna saya pula terdesak permasalahan keuangan, apa yang saya miliki cumalah janji - janji yang tidak sempat ditepati. kalian pura - pura kurang ingat, saatku tagih langsung kalian bilangnya terdapat tetapi lagi tidak dibawa kemudian kalian berulang menjanjikan hendak membayarnya besok hari. janji - janji serupa terus aja kalian ucapkan sampai - sampai saya bosan menagihnya karna saya nampak serupa orang yang mengemisnya.
sering - kali kalian terkesan meremahkan jumlah duit yang kupinjamkan kemudian emosi sendiri

sering - kali kalian terkesan meremahkan jumlah duit yang kupinjamkan kemudian emosi sendiri

karna saya membutuhnya tentu aja saya terus - terusan managihnya padamu. terlebih lagi kalian seorang diri hingga bosan dan juga menghindariku kan karna kalian malu. kemudian ditempat universal kalian hendak mengatakan ‘akan saya bayar hanya duit segitu kok’. kalian terkesan menyepelehkan, bahwa benar jumlahnya tidak seberapa kenapa tidak membayarnya aja dengan sesegera bisa jadi. jumlah yang kalian anggap tidak seberapa itu bagiku sangat berarti.
kesimpulannya gara - gara tidak ingin mengembalikan pinjaman kalian menjauh kemudian memutuskan pertemanan

kesimpulannya gara - gara tidak ingin mengembalikan pinjaman kalian menjauh kemudian memutuskan pertemanan

ini amat kerap terjalin, saya kerasa bukan cuma temanku aja yang hendak melaksanakan perihal ini, banyak sahabat orang di dunia ini habis pinjam duit kemudian gak ingin bayar setelah itu memutuskan pertemanan, disms, telpon, imel dan account sosmednya seluruh bahwa dikirimi pesan ingin memohon duit yang dahulu dipinjam pesannya cuma dibaca aja amat kurang baik merupakan sama sekali tidak dibaca karna sudah tau isi pesannyaberisi pesan ingin menagih hutan. dan juga pada kesimpulannya saya tidak mempunyai opsi lain tidak hanya mengiklaskannya aja, walaupun sesungguhnya tidak ikhlas.




(sumber: duapah.com)

Kamis, 21 April 2016

Amalkan Do'a Ini Niscaya Hutangmu Akan Lunas

Doa ini adalah di antara doa yang bisa diamalkan untuk melunasi utang dan dibaca sebelum tidur.


Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata, “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami bila salah seorang di antara kami hendak tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan,

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ،
وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ
الْفَقْرِ

Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa
munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.

Artinya:
“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah).
 Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa maksud utang dalam hadits tersebut adalah kewajiban pada Allah Ta’ala dan kewajiban terhadap hamba seluruhnya, intinya mencakup segala macam kewajiban.” (Syarh Shahih Muslim, 17: 33).

Juga dalam hadits di atas diajarkan adab sebelum tidur yaitu berbaring pada sisi kanan.
Semoga bisa diamalkan dan Allah memudahkan segala urusan kita dan mengangkat kesulitan yang ada. Aamiin...



(sumber: siramanislami)

Senin, 11 April 2016

Walau Hutangmu Sebesar Gunung, Percayalah Allah Pasti Melunasinya

UMMU Salamah  meriwayatkan bahwa setelah mendirikan shalat subuh, tepatnya setelah salam, Rasulullah SAW terbiasa berdoa:

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima,” (al-Jami’ ash Shaghir).

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kemiskinan, dan kehinaan,” (al-Jami’ ash-Shaghir).

Rasulullah SAW sendiri senantiasa berdoa agar Allah SWT memberikan rezeki yang terbaik, sekaligus berlindung kepada-Nya dari kemiskinan. Ali bin Abi Thalib mengisahkan bahwa dirinya ditemui seseorang yang mengadukan masalah. “Saya tidak kuat melunasi utang, maka tolonglah saya.”


Ali kemudian berkata, “Maukah engkau saya ajari beberapa kalimat yang diajarkan Rasulullah SAW kepada saya? Jika engkau memiliki utang sebesar gunung pun, Allah akan melunasinya untukmu. Berdoalah:

“Ya Allah cukupilah saya dengan yang Engkau halalkan dari yang Engkau haramkan. Dan cukupkan saya dengan karunia-Mu dari selain dari-Mu,” (HR. Ahmad).

Orang yang mengadu kepada Ali tersebut tidak mampu membayar utang kepada tuannya yang sudah jatuh tempo. Artinya, dia tidak bisa mengembalikan pinjamannya tepat waktu. Dia menemui Ali bin Abi Thalib karena ingin meminta tolong, baik dengan diberi uang maupun dengan diajari doa yang berkaitan dengan keluasan rezeki. Ali kemudian mengajarinya agar memanjatkan doa serta memohon kepada Allah SWT dan tidak bersandar kepada manusia.

Sumber:  Kiat Menjadi Muslimah Seutuhnya/karya: Adnan Tharsyah/penerbit:Senayan Publishing

Selasa, 05 April 2016

Amalkan Doa ini Sebelum Tidur, InsyaAllah Hutang Sebesar Gunung pun akan Terlunasi

Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata, “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami bila salah seorang di antara kami hendak tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan :



Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon.

A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.

Artinya:
“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah).

Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa maksud utang dalam hadits tersebut adalah kewajiban pada Allah Ta’ala dan kewajiban terhadap hamba seluruhnya, intinya mencakup segala macam kewajiban.” (Syarh Shahih Muslim, 17: 33).

Juga dalam hadits di atas diajarkan adab sebelum tidur yaitu berbaring pada sisi kanan.
Semoga bisa diamalkan dan Allah memudahkan segala urusan kita dan mengangkat kesulitan yang ada. Aamiin [reportaseterkini.net]

Senin, 12 Oktober 2015

Punya Banyak Hutang? Inilah Doa Melunasi Utang yang Bisa Dibaca Sebelum Tidur

Jika kamu mempunyai hutang namun belum bisa melunasinya, bacalah doa ini!
Doa ini adalah di antara doa yang bisa diamalkan untuk melunasi utang dan dibaca sebelum tidur. Selain kamu berikhtiar mencari uang, kamu juga harus menambahi dengan doa, supaya hutangmu kekas lunas.
Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata, “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami bila salah seorang di antara kami hendak tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan;

وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ
Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.
mati-meninggalkan-hutang

Artinya :
“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713).
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa maksud utang dalam hadits tersebut adalah kewajiban pada Allah Ta’ala dan kewajiban terhadap hamba seluruhnya, intinya mencakup segala macam kewajiban.” (Syarh Shahih Muslim, 17: 33).
Juga dalam hadits di atas diajarkan adab sebelum tidur yaitu berbaring pada sisi kanan.
Amalan ini jika rutin diucapkan, insyAllah akan mendapatkan kemudahan. Karena hanya Allah sebaik-baik penolong hamba-Nya. Buat sahabat musmus yang punya banyak hutang, semoga hutangnya segera lunas. Amin