Tampilkan postingan dengan label riba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label riba. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Mei 2016

Setelah Meninggalkan Riba, Pengusaha Muslim Ini Akhirnya Dapat Melunasi Hutang 40 Milyar, Kok Bisa???

Elang Gumilang, tidak berubah sejak 8 tahun lalu saya mengenalnya, tetap bersahaja.. Setiap yang keluar dari mulutnya selalu bermakna. 

Telah enam kali saya tidur sekamar dengannya, ketika dulu kami mengisi seminar bareng di berbagai kota. Ngobrol hingga larut malam, mendengar visinya tentang ekonomi Islam yang selalu membuat saya mendengkur duluan. Ilmunya melesat jauh di depan, visinya sudah 100 km ketika saya masih 1 km. 

Tiap pagi di kamar dia yang minta ijin sholat dhuha duluan, khusuk di atas sajadah kecilnya. Sejak remaja sudah menempa hidupnya jualan donat, jualan minyak, sampai ketika kuliah IPB, tak malu jualan lampu di kampusnya. Semua jadi ilmu yang menempa hidupnya. 

Elang Gumilang, yang namanya ketika di panggil sebagai pemenang pertama ajang bergengsi pebisnis 2007, dia langsung sujud syukur di atas panggung, disaksikan 2000 lebih pasang mata di JCC, di usianya yang baru 22 th. telah berbisnis property serta membangun ratusan rumah sederhana untuk masyarakat bawah di Bogor. 

Selalu menganggap dirinya orang kampung, saat dahulu harus tidur dipinggir sumur, bersebelahan dengan knalpot motor, akhirnya dia kerap tidur di masjid agar dapat tempat yang lebih lega, sekaligus dia dapat mewakafkan waktunya disela kuliah membersihkan masjid. 

Obrolan panjang kami berlanjut kemarin siang di kantornya yang megah di pinggiran kota Bogor.
“Sejak bisnis dulu saya mengandalkan hutang bank konvensional mas, bertahun-tahun tidak terasa hutang saya 40 Milyar. Sebulan saya mesti membayar 600 juta ke bank, serta hutang pokoknya cuma berkurang sebagian, selebihnya yaitu bunga…” Dia mulai menceritakan. Saya mulai menempatkan frekwensi telinga di radar tertinggi untuk menangkap semuanya ceritanya. 

“Kita yang selalu menggerakkan usaha ini, sulit payah, namun saat kita belum ada penjualan bank tidak ingin tau, kita tetaplah dipaksa mesti membayar. Tiap-tiap saya saksikan neraca keuangan, hutang saya tak menyusut banyak, beban bunganya malah semakin tambah. ” Lanjutnya. 

“Akhirnya saya mengambil keputusan mesti selekasnya meninggalkan riba ini, mencari langkah lain melakukan bisnis tanpa ada hutang bank.. ” 

“Proses detailnya bagaimana Lang? ” Bertanya saya. 

“Tidak semuanya segera lunas mas, saya juga bertahap satu-satu. Pertama : saya memindahkan hutang saya di Bank Syariah, dengan akad tiap-tiap bln. bunganya tak semakin besar dari pokoknya, serta nyatanya dapat, setiap bln. pokok hutang saya selalu menurun” 

“Mmmmm…” 

“Kedua : saya mulai konsentrasi menggenjot penjualan tempat tinggal saya mas, keinginan juga semakin banyak, tiap-tiap ada pemasukan segera buat ngelunasin hutang. ” 

“Mmm.. Yayaya, selalu? ” 

“Ketiga : Lantaran ijin telah komplit, tanah yang di akuisisi juga semakin tambah, ada tawaran akuisisi proyek dari Sedco Saudi Arabia sejumlah 270 Milyar mas, saya telah tidak ingin melibatkan bank. Lantas saya menerbitkan Sukuk (Obligasi Syariah) sejumlah 400 Milyar. Proyek Perumahan itu dapat sejumlah 2 x lipatnya jika jadi kelak. Serta

Allah betul-betul mudahkan mas, Garuda gabung beli sukuknya 80 Milyar, Pertamina 90 Milyar dan sebagainya, hingga keseluruhan modal 400 Milyar terkumpul, hutang saya di bank juga telah lunas semuanya. ” 

“Wow! Bagaimana system untuk akhirnya Lang? ” 

baseline ; " “Perjanjian sesuai sama DSN (Dewan Syariah Nasional) yakni Sukuk Ijarah (Sewa), 14% dalam tempo 2 th.. Jika dengan pajak, biaya2 sekitaran 20%. Jadi contoh bila Telkom beli Sukuk saya 80 Milyar, th. ke-2 bakal memperoleh 96 Milyar. ”

“Kalo contoh rugi serta tak terbayar lang? ”
“Nanti asset dilelang mas, tersebut adilnya sesuai sama syar’i, contoh semuanya asset laris 600 Milyar, semuanya konsumen sukuk bakal kebagian dari keseluruhan 400 Milyar + 20%nya = 480 Milyar, yang bekasnya 120 Milyar tersebut asset perusahaan saya. ”
“Mmmm.. Yayaya saya lebih pengetahuan lagi. ” Saya membolak-balik laporan penilaian asset usahanya yang telah di buat serta dilaporkan OJK. Tiga th. lantas masihlah diangka 11 digit, th. ini assetnya telah tembus 12 digit..
Saya tak kaget.. Saya tak iri.. Ini semuanya telah seperti yang Elang katakan jauh-jauh hari pada saya dahulu. 

“Mas baca deh Quran Ali Imran 26, 

Katakanlah : “Wahai Tuhan Yang memiliki kerajaan, Engkau berikanlah kerajaan pada orang yang Engkau kehendaki serta Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki serta Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah semua kebajikan. Sebenarnya Engkau Maha Kuasa atas semua suatu hal. ” 

“Semua ini punya Allah mas, kerajaan ini punya Allah, saya cuma mengelola saja, serta setiap saat Allah bakal ambillah bila Allah berkehendak. Saat saya mantap meninggalkan riba, Allah kasih jalan lain yang tambah baik, asset saya tak menyusut, malah semakin tambah.. ” Lanjut Elang. 

Usianya masihlah 30 th. saat ini, tetapi kemantapkan pola fikirnya sangatlah masak. Saat godaan kemewahan yang datang menempa, berapakah banyak entrepreneur yang tergelincir saat tak dapat menahan udara nafsunya. 

Kami jalan keluar, Elang mengajak saya ke tempat satu perumahannya. 

“Ini satu komplek termasuk juga tempat tinggal buat saya serta keluarga saya mas, itu di sana kelak tempat tinggal saya berdampingan dengan ayah ibu, masjid di dalam kompleks ini sejumlah 3 Milyar bakal selekasnya jadi mas, di sana telah siap sekolah untuk anak-anak yatim serta duafa, sisi belakang yaitu rumah mereka. Saat ini 23 orang tinggal dirumah saya, besok jika telah jadi dapat menyimpan 100 anak di sini semuanya. ” 

Sore mendekati saat saya belajar pada bekas penjual donat ini, berwajah semakin masak namun masih tetap bersahaja. Nyatanya Hingga saat ini puasa senin kamis masihlah teratur dijalaninya. Bila dia ingin, beli Ferrari atau Lamborghini seharga 5 Milyar kontan juga dia mampu mengerjakannya.
Dia pilih cukup naik Honda CRV kemana saja, cuma mobil umum.. yang bakal segera berbelok ke masjid paling dekat saat panggilan adzan terdengar di telinganya.. Subhanallah




(Sumber: trendingtopics.blogspot.com)

Senin, 07 Desember 2015

Anda Yang Masih Ngeyel Mau Pinjam Bank, Baca Ini ! UTANG RIBA = PERBUDAKAN

ANDA YANG MASIH NGEYEL MAU PINJAM BANK, BACA INI! UTANG RIBA = PERBUDAKAN

Ini adalah skema perhitungan di salah satu BANK yang saya pernah ambil kredit disitu. 

Bank ini tersebar luas diseluruh Indonesia. Kalau saya sebutkan pasti anda tahu. Tapi tidak penting itu bank apa, hampir semua bank sekarang menggunakan skema kredit yang sama.

Kalaupun skema kreditnya berbeda, tetap saja ujung-ujungnya ketemunya mirip2, semacam saudara kembarlah.

Selain RIBA membuat RAIB harta benda kita, ternyata kita selama ini dibodohi dengan sistem perbankan yang tidak fair.

Trik-trik perbankan diantaranya adalah:
1. Memberikan iming2 bunga rendah.
"Ini bunga cuma 2% pak."
"Khusus buat bapak karena pelanggan setia, kita kasih bunga ringan hanya 1% pak."
Dan bermacam2 rayuan maut yang luar biasa.

Anda akan berpikir, margin keuntungan saya selama ini khan 20% dari modal, berarti kalau saya pinjam bank, saya nambah penghasilan banyak, karena modal saya + utang = margin nambah banyak. Sementara bunga hanya 1% dari utang. Masak iya misal utang Rp. 75 juta tidak bisa ngasih bunga Rp. 750.000,-. Khan kalau modal saya ditambah Rp. 75 juta, saya akan mendapatkan tambahan penghasilan rata-rata 20% = Rp. 15 juta!!! Wah, bunga Rp. 750.000,- kecil banget.......

Anda lupa, kalau uang Pinjaman itu setiap bulan terus berkurang, itu berarti bulan depannya, bunga yang anda bayar bukan 2% dari pinjaman anda, tetapi sudah membesar. Semakin bulan, bunga yang anda bayar semakin besar. (Lihat pada gambar)

2. Tidak mau menjelaskan secara gamblang dan transparan sistem kreditnya. Yang ditekankan, cepat cair.
Karena kebanyakan orang yang utang di bank adalah orang yang terdesak keperluan sehingga yang penting cepat cair, maka bank dengan lihai menghindari menjelaskan skema kreditnya seperti apa.

Anda akan berpikir, kalau saya utang Rp. 10 juta selama 10 bulan, maka ketika saya sudah mengangsur selama 5 bulan, maka utang saya hanya tinggal 5 juta.

Padahal itungan anda itu mutlak salah. Kebanyakan bank menggunakan sistem BUNGA MENURUN. Ih, ENAK yah bunganya menurun?? Kata temen saya: ENAK PALA LO PEANG!

Hehehehe, saya memaklumi nih, gregetannya kawan saya yang pernah juga seperti saya juga, kena jebakan bank di bank yang sama, sampai habis semua miliknya, bahkan sampai rumahpun sekarang tidak punya.

Apa sih bunga menurun? lihat langsung aja deh di gambar, capek njelasin detil. Intinya skema bunga menurun ini bukan menguntungkan anda, tapi sangat2 merugikan anda.

Ketika anda mau melunasi utang Rp. 10 juta tadi, bisa jadi anda harus membayar Rp. 8.5 juta. Kok bisa? Bukan Rp. 5 juta?
Karena skema bunga menurun, denda angsuran 2x kedepan, denda bunga berjalan, denda pinalti, dan administrasi.

3. Anda dibuat panik
Biar tidak banyak tanya, dan tidak sempat membaca surat perjanjian kredit, bank biasanya tiba2 saja memanggil anda untuk pergi ke bank, untuk tanda tangan, di waktu2 yang mepet, dan terkesan terburu2. Yang bentar lagi kas tutup, yang notarisnya bentar lagi pergi, dan surat perjanjian kredit itu memiliki kekuatan hukum, tapi anehnya lembaran2 yang begitu banyaknya dengan tulisan kecil2 banget kita tidak diminta untuk membaca sebelumnya. Harusnya karena itu memiliki konsekuensi hukum, kita dikasih 2-3 hari untuk mempelajari dan untuk setuju atau tidak dengan perjanjian tersebut.

Begitu tanda tangan, ternyata isinya adalah tali gantung yang siap mengeksekusi kita kapanpun.

4. Biaya-biaya dan tabungan
Ketika kita pinjam uang Rp. 75 juta, kita tidak akan benar2 menerima uang Rp. 75 juta. Paling sekira Rp. 70 juta.
Yang pernah saya alami, sbb:
- Kena biaya administrasi bank dan notaris
- Kena biaya provisi (uang jasa kepada bank karena sudah mencairkan pinjaman. Aneh ya, ngasih pinjaman, kasih jasa untuk diri sendiri)
- Untuk 1x cicilan bulan depan (cicilan pertama) sudah ditinggal dibuku tabungan yang akan didebet (sama aja bohong khan)
- Biaya materai yang seabreg
- Ninggali lagi buat tabungan sekian %.

Ah, banyak sekali trik2 perbankan untuk menjebak kita. Kalau ditulis bisa jadi 1 buku sendiri.

Sudahlah, Kita langsung saja pada angka2 di gambar.
Disitu dicontohkan saya meminjam uang ke Bank sebesar: Rp. 75 juta
Jangka waktu: 36 bulan
Uang yang saya terima bersih : Rp. 70 juta
Keuntungan bank: Rp. 54.949.000
Prosentase bunga sesungguhnya: 73.25%

Karena menggunakan sistem bunga menurun, maka cicilan saya sebesar Rp. 3.470.000,- yang dihitung sebagai angsuran pokok hanya Rp. 1.169.000,- sementara bunganya Rp. 2.301.000,-.

Bikin gregetan ga, jadi ternyata sistem bunga menurun itu, BUNGA DIAMBIL LEBIH BESAR DIAWAL2, sehingga pokok cicilan jauh lebih kecil. Ini yang menyebabkan, kalau anda nyicil putus ditengah jalan, bank tidak akan rugi, karena sebagian besar bunga sudah mereka dapatkan. Kalau diteruskan mereka dapat bunga penuh. Bank ga ada kalahnya, kita yang diperas habis2an.

Utang bank, artinya anda siap bekerja siang malam, berpikir siang malam, peras keringat siang malam, merasa khawatir siang malam, was-was siang malam, dan hasil kerja anda anda serahkan kepada bank, bahkan anda harus mengantre untuk memberikan hasil keringat anda. Bisa jadi, hasil yang anda dapatkan diserahkan semua, sementara anak istri dirumah menangis kekurangan atau bahkan sedang kelaparan.

Sementara Pegawai-pegawai bank, pakai baju rapi, pakai dasi, badan wangi, gaji berjeti2, diruangan ber AC dan santai2 menerima uang dr kita yg pada antri.

Anda masih mau jadi budak?

Anda yang sudah bosan diperbudak, silakan praktekkan ilmu-ilmu langsung dari pengalaman saya sendiri, bagaimana cara melipatgandakan penghasilan agar utang anda bisa lunas dengan jauh lebih cepat, seperti yang sudah saya sampaikan di Kelas Wirausaha Room 1. Praktekkan, jangan cuma dibaca. Perkuat karakter dan mentalitas anda, lakukan strategi2 yang tidak bisa, dan anda segera lunas utang, dan jadilah manusia-manusia bebas dan merdeka.

Jika menurut anda bermanfaat, TOLONG DISHARE agar semakin banyak orang yang selamat dari perbudakan ini. Dengan hanya men-SHARE / membagikan, bisa jadi anda telah menyelamatkan seorang manusia, sebuah keluarga, bahkan mungkin sebuah kumpulan masyarakat.

Sumber: http_www_reportaseterkini_com/2015/10/anda-yang-masih-ngeyel-mau-pinjam-bank.html