Tampilkan postingan dengan label iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 April 2016

ALLAHU AKBAR.!! KELUARGA INI RELA MISKIN HARTA DARI PADA MISKIN IMAN....TOLONG BANTU BANTU BAGIKAN YA..

Seorang pedagang hewan qurban bercerita mengenai pengalamannya : Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Diliat dari penampilannya kelihatannya tidak akan mampu beli. Namun masih tetap saya cobalah hampiri serta tawarkan padanya, “Silahkan bu…”, lalu ibu itu menunjuk satu diantara kambing termurah sembari ajukan pertanyaan, ”kalau yang itu berapakah Pak? ”.

“Yang itu 700 ribu bu, ” jawab saya. “Harga pasnya berapa? ”, Bertanya kembali si Ibuu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, namun biarlah……. “Tapi, duit saya cuma 500 ribu, boleh pak? ”, pintanya. Waduh, saya bingung, karenanya harga modalnya, pada akhirnya saya berembug dengan rekan hingga pada akhirnya ditetapkan diberikan saja dengan harga itu pada ibu itu.

Sayapun mengantar hewan qurban itu hingga kerumahnya, demikian tiba dirumahnya, “Astaghfirullah……, Allahu Akbar…, merasa menggigil semua tubuh lantaran lihat kondisi tempat tinggal ibu itu.

Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya serta puteranya di rumah gubug berlantai tanah itu. Saya tak lihat tempat tidur kasur, kursi ruangan tamu, terlebih perlengkapan elegan atau beberapa barang elektronik,. Yang tampak cuma dipan kayu beralaskan tikar serta bantal lusuh.

Di atas dipan, tertidur seseorang nenek tua kurus. “Mak….. bangun mak, nih lihat saya bawa apa? ”, kata ibu itu pada nenek yg tengah rebahan hingga pada akhirnya terbangun. “Mak, saya telah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak…. ”,


kata ibu itu dengan penuh keceriaan.

Si nenek
sangat


terkaget meski


terlihat bahagia, sembari mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, pada akhirnya kesampaian juga kalau emak ingin berqurban”.

“Nih Pak, uangnya, maaf ya bila saya nawarnya kemurahan, lantaran saya cuma tukang cuci di kampung sini, saya berniat menghimpun duit untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya…. ”, kata ibu itu

Kaki ini bergetar, dada merasa sesak, sembari menahan tetes air mata, saya berdoa, “Ya Allah…, Ampuni dosa hamba, hamba malu bertemu dengan hamba-Mu yang tentunya lebih mulia ini, seorang yang miskin harta tetapi kekayaan Imannya demikian luar biasa”.

“Pak, ini biaya kendaraannya…”, panggil ibu itu, ”sudah bu, agar biaya kendaraanya saya yang bayar’, kata saya.

Saya cepat pergi sebelumnya ibu itu tahu bila mata ini telah basah lantaran tidak mampu mendapat teguran dari Allah yang telah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan serta penuh keimanan menginginkan memuliakan orang tuanya…….

Untuk mulia nyatanya tak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi terlebih kekuasaan, kita dapat belajar keikhlasan dari ibu itu untuk meraih kemuliaan hidup. Berapa banyak di antara kita yang di beri kecukupan pendapatan, tetapi masihlah saja ada kengganan untuk berkurban, walau sebenarnya mungkin saja harga handphone, arloji, tas, maupun aksesori yg melekat di badan kita harga nya jauh lebih mahal dibanding seekor hewan qurban. Tetapi selalu kita sembunyi di balik kata tak mampu atau tak dianggarkan.



Sumber: http_www_pusattipskesehatan_com

Rabu, 11 November 2015

HIDUP DALAM KEIHLASAN ADALAH HIDUP DALAM KEIMANAN

Assalamu'alaikum wrrahmatullahi wabarakatuh
Dalam kehidupan, seseorang yang tidak mengerti tentang hidup akan merasa sulit untuk menerima hidup.. karena hidup harus disertai dengan pengertian dan makna hidup ini. Allah memberikan kita dunia beserta isinya semata adalah beribadah kepada-Nya, untuk belajar berjuang mempertahankan diri dalam menjalankan hidup, memaknai dan memahami hidup itu sendiri, bukan untuk merusak kehidupan kita sendiri.
Hidup yang Allah berikan adalah untuk kita syukuri betapa nikmatnya hidup ini, kita diberi nafas untuk tetap bertahan hidup, diberi mata untuk memahami betapa besarnya ciptaan Allah, diberi pendengaran, tubuh, hati dan pikiran semata hanya untuk beribadah kepada-Nya. Tetapi mengapa kita masih saja ingkar, masih saja angkuh dan sombong dengan hidup ini? Kadang kita merasa hidup yang kita jalani itu bukan pemberian Allah, kadang sebagian dari kita melupakan Allah, melupakan segala sesuatu diluar diri kita, lupa dengan teman kita, suami kita, istri kita, anak kita, orang tua kita, kadang kita merasa bahwa hidup ini hanya MILIK AKU yang pada akhirnya kita berbuat sekehendak kita sendiri terhadap orang lain, kita menjadi merasa diri sebagai majikan, sebagai raja bahkan sebagian ada yang merasa dirinya sebagai TUHAN!!
Sedangkan Allah sendiri tidak bersifat sombong, tidak bersifat angkuh. Tuhan bersifat lemah lembut! Membimbing hati dan fikiran kita pada jalan yang lurus, meberi kita kemauan untuk menjadi lebih maju, memberi kita keinginan untuk mendapatkan ilmu hidup untuk bekal kita di kehidupan kita yang lain.
Pernah saya merenungi, bahkan mungkin renungan yang sangat mendasar sekali, sama seperti yang ada dalam pikiran dan hati Anda semua. Bahwa kita bukan siapa-siapa. Kita hadir di dunia inipun atas kehendak Allah, kita tidak tahu akan kemana kita melangkah, akan dibawa kemana diri kita. Namun Tuhan memberi kita akal dan pikiran untuk menjalani hidup ini, memaknai hidup ini, dan masih banyak lagi yang mungkin Anda biisa menjabarkannya dan mengambil kesimpulan bahwa “siapa diri kita”, “arti kehidupan”, “bersikap bagaimana terhadap semua hal diluar diri kita”
Sekarang kita masih belum bisa memaknai hidup, yang semestinya kita sudah memahaminya bila kita sering tafakur, merenungi hidup, merenungi segala ciptaan-Nya. Pernahkah kita ditanya “siapakah dirimu?” hampir semua orang menjawab dengan sebuah nama sambil menepuk dada. Bila kita merenunginya, berarti diri kita hanyalah sebuah nama. Dimanakah sebenarnya diri kita? Kita hanya seonggok daging bertulang yang diberi nyawa oleh Allah.
Kita tidak pernah tahu siapa diri kita, bila kita tidak pernah mengkaji diri kita. Apalagi bila kita diberi hidup dengan segala kecukupan bahkan kelebihan dalam hidup kita, banyak orang melupakan Tuhan dalam hidup ini, tetapi bila kita hidup menderita, berkesusahan, barulah kita ingat akan Tuhan, dengan bergegas mengambil wudhu dan melaksanakan shalat untuk memohon pada Tuhan akan peningkatan hidupnya, untuk tambahan rejekinya, untuk mendapatkan jodoh dan sebagainya.
Dan bila Tuhan telah mengabulkan permohonan kita, kita kembali lari menjauh dari Allah, berbuat maksiat, dan mengagungkan diri sendiri pada orang lain tanpa malu pada Tuhan yang telah menciptakan hidup kita! Angkuh dengan berbuat sekehendak diri kita sendiri. Sungguh Tuhan tidak menyukai tindakan kita yang melebihi batas ini, sehingga Tuhan murka, memberikan ujian pada diri kita, memberikan musibah pada diri kita, untuk menguji keimanan kita, untuk menguji kemampuan kita dalam mempertahankan hidup, menguji kita dalam bersyukur….
Sungguh bohong bila ada orang yang mengatakan bahwa aku hidup kaya adalah karena kemapuanku dalam segala hal, karena prestasiku dalam bekerja, karena kemampuan otakku yang cemerlang. Yang benar adalah semua itu karena TUHAN memberikan kita hidup untuk dipergunakan dengan keimanan, beribadah pada ALLAH. Maka lakukanlah dan laksanakan hidup ini sebagai sarana ibadah pada Sang Pencipta dengan penuh keikhlasan. Sungguh akan terasa sangat beda bila kita berjalan di muka bumi ini adalah untuk beribadah, dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan serta rasa bersyukur. Maka apa yang kita usahakan, apa yang kita jalani akan membawa berkah….
Kita mencari bekerja bukan semata untuk mendapatkan imbalan dari apa yang kita kerjakan, tetapi kita bekerja untuk beribadah kepada Sang Pencipta, karena memberi makan anak istri adalah suatu bentuk ibadah kepada Sang Pencipta. Itu hanya salah satu contoh dari sekian banyak .
contoh-contoh yang ada di kehidupan kita.
Semoga apa yang kita usahakan dan apa yang kita kerjakan bila dibarengi dengan keikhlasan akan membuahkan hasil. Amin….
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh..

Selasa, 25 Agustus 2015

Subhanallah...Pria Ini Tetap Meneruskan Sholatnya Walaupun Dalam Keadaan Dibakar, Bukan Hoax !

Subhanallah !!! Begitu tinggi iman dan Taqwa beliau ... Beliau sedang bersolat tapi dibakar namun beliau tetap meneruskan sholat hingga selesai walaupun dalam keadaan terbakar....
 
Allahhu Akbar !! Semoga Engkau Syahid ya Ikhwan
 
Tidak jelas dimana peristiwa ini terjadi, tapi kalau dilihat dari warna kulitnya nampaknya kejadian ini berlangsung di Afrika atau bisa jadi di CAR . 

Semoga Pelaku Pembakaran Di Berikan Balasan Yang Setimpal !!