Tampilkan postingan dengan label musa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 April 2016

Subhanallah.. Musa La Ode Hafidz Cilik Asal Indonesia ini Membuat Imam Masjid Nabawi Menangis Haru

Musa La Ode Abu Hanafi, hafidz cilik asal Bangka nyatanya telah membuat banyak orang menangis. Tak hanya Dewan Juri Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional di Sharm El-Sheikh Mesir pada 14 April lalu, namun, Musa selalu membuat semua orang yang menyaksikan penampilannya pun menangis.

Contohnya saja ketika Musa muncul pertama kali di layar kaca dalam lomba penghafal Al-Quran‎, Hafiz Indonesia 2014 di RCTI.

Ia berhasil membuat Ustadz Amir Faisol Fath bercucuran air mata, ketika mendengar Musa menjawab potongan-potongan ayat yang dilontarkan para juri dan audiens untuk membuktikan benar tidaknya ia menghafal 29 Juz Al-Quran.

"Saya tidak punya bahasa, Subhanallah," ujarnya bergetar seperti terlihat dalam video ulasan program Hafidz Indonesia 2014 yang diunggah ke Youtube.

Dalam video berjudul Musa anak 5,5 tahun dari Bangka ‎hafal 29 Juz membuat semua juri menangis itu, tampak Amir Faishol langsung menghampiri Musa.

Seketika ia mencium tangan dan kening Musa. Suasana di ruangan itu pun terhenyak dan semua yang ada di situ menitikkan air mata.

Ia pun mengatakan, ini menjadi sebuah nilai anak kecil sekalipun terbatas kemampuannya, ketika menjadi mulia karena Al-Quran‎, maka semua tunduk. "Karena Allah memuliakannya dengan Al-Quran," tuturnya seperti dilansir jawapos.

Lantas ia mengeluarkan sebuah uang senilai Rp 5 ribu dari dompetnya, menginjak uang itu. Kendati diinjak, kata Amir Faishol, uang tetap berharga karena ia mempunyai nilai.

"Ini anak tidak punya kemampuan apa-apa. Tapi karena nilainya membawa Al-Quran, dia menjadi mulia. Allah memuliakannya," pungkasnya seraya tampak terbata-bata.

Sementara, juri lainnya yang merupakan seorang imam di Masjid Nabawi, Syekh Ali Jaber mengatakan ini adalah bukti janji Allah.

"Saya percaya dan yakin bukan orang tua saja yang bangga, bukan juri di sini saja yang bangga, saya yakin seratus persen Allah juga bangga terhadap seorang hamba yang bisa hafal 100 persen Al-Quran," tuturnya dengan wajah sendu.

Ya, pada akhirnya, Musa yang kala itu berusia 5,5 tahun menjadi juara satu di acara tersebut. ‎Lepas dari acara Hafiz Indonesia, Musa langsung dikirim untuk mengikuti perlombaan hafalan Alquran tingkat Internasional di ‎Jeddah, Arab Saudi.

Musa menjadi yang termuda dalam ajang tersebut dan menduduki peringkat ke-12 dari 25 peserta yang ikut bertanding.

Musa mendapatkan nilai Mumtaz yakni 90,83 poin dari 100 nilai sempurna. Dan kabarnya, lagi-lagi banyak yang takjub hingga meneteskan air mata dengan penampilan Musa itu.

 

(sumber :harianterbit.com)

Rabu, 20 April 2016

Masya Allah! Inilah Rahasia Orangtua Hingga Musa Jadi Hafizh Cilik Internasional

Musa La Ode Abu Hanafi (7) adalah hafizh cilik yang baru saja mengukir sebuah prestasi yang membanggakan untuk Indonesia. Sebab ia menjadi juara tiga kompetisi Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) International di Sharm El-Sheikh Mesir pada 10-14 April 2016.

Lalu, apa kira-kira rahasia orangtuanya hingga mampu menjadikan Musa jadi anak sejenius itu? Berikut kisah Ustadz Rohmanto Abu Al Laits hafidzohullah.

***

Saat menunggu di Bandara Soeta kemarin bertemu dengan Abu Musa. Pertemuan yang pasti direncanakan Allah. Ngobrol dari jam 14.30-16.00, ana nyontek ilmu bagaimana beliau menjadikan Musa yang berumur 7 tahun itu sudah mutqin hafal 30 juz.

Info tambahan, Musa sudah hafal ‘Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits ust Yazid, dan telah selesai Durusul Lughoh. Sekarang sedang menghafal Bulughul Maram. Semua program menghafalnya Musa dilakukan mandiri oleh Abu Musa di rumah saja!

1. Pada awalnya Musa kata beliau juga sulit menghafal sebagaimana umumnya anak, namun dengan ketekunan akhirnya hafal juga. Kunci paling penting adalah Murajaahnya alias mengulang-ulang hafalan. Perlu diketahui juga Abu Musa tidak hafal semua itu, namun bisa menjadikan Musa hafal dengan kuat.

2. Pergaulan dijaga. Bisa dikatakan Musa kurang bergaul dengan banyak anak, karena memang niat abinya untuk menjaga hafalan.

3. Televisi jauh jauh dah. Musa sangat dijaga jangan sampai nonton televisi. Bukti, pas ana ngobrol dengan beliau di ruang tunggu kebetulan pas di depan televisi beliau minta pindah. Pindah yuk, akh. Takut Musa nantinya lihat televisi, kata beliau.

4. Makanan dijaga. Sari kurma, madu dan propolis selalu diberikan kepada Musa dan adik-adiknya. Menghafal membutuhkan banyak energi!

5. Rutinitas harian Musa adalah: pagi setengah jam sebelum subuh, tahajud menjadi imam untuk adik-adiknya. Kemudian Subuh berjamaah di masjid. Setelah Subuh murajaahnya sampai jam 9 pagi. Musa kuat murajaah 10 juz dalam sehari secara rutin! Antum berapa, hayoo..

6. Jam 9-10 Makan pagi dll.

7. Jam 10-Dhuhur: Tidur siang. Tidur ini hukumnya wajib untuk Musa.

8. Habis Dhuhur nambah hafalan baru sampai Ashar.

9. Bada Ashar sekarang Musa sedang menghafal Bulughul Maram.

10. Jam 5-maghrib: Waktu bermain

11. Maghrib-Isya: Ikut taklim abinya. Sebelum Abinya nyampaikan taklim, Musa mengawali dengan membaca hafalannya. Dan terkadang hadirin dipersilakan bertanya mengetes. Ini berjalan hampir setiap hari.

Dan unik dan kadang bikin geli, banyak sekolah-sekolah yang mengundang Musa dan ayahnya, dan pengin belajar cara menghafal. Padahal semua tahu, Musa kan ‘tidak sekolah’. Jadi yang sekolah malah belajar sama yang ‘tidak sekolah’.

Saat bertemu, saya langsung tanya, Abu Musa, ya? Kemudian langsung menebak beliau mau ke Mesir untuk lomba Tahfidz sedunia. Dan benar. Dia satu-satunya yang mewakili Indonesia. Semoga menang, Musa!

Semoga obrolan ini menginspirasi semua orang tua.


(Sumber: situsmuslim_com)

Minggu, 17 April 2016

Inilah Biodata Musa La Ode Hafidz Cilik 30 Juz Quran yang Telah Mengharumkan Nama Indonesia

Musa lebih dikenal dengan Musa Hafizh cilik (lahir di Bangka, 2008; umur 8 tahun) merupakan seorang penghafal Alquran (hafizh) dari Indonesia.[1] Selain menghafal Alquran ia juga menghafalkan matan-matan hadis penting, seperti Arbain Nawawi dan lainnya.


Nama : La Ode Musa
Lahir : Juli 2008
Diantara prestasinya :
- Juara 1 dan Peserta terbaik STQ 30 Juz tingkat Kabupaten dan Propinsi Bangka Belitung 2014 dan 2015.
- Juara Umum STQ 30 Juz tingkat Kabupaten dan Propinsi Bangka Belitung 2014 dan 2015.
- Pemegang rekor MURI sebagai Hafidz termuda di Indonesia.
- Memiliki Sanad.

Ahli Ilmu dan Penuntut Ilmu yang pernah menguji :
1. Ust. Abdul Hakim Abdat berkata Masya Allah... mutqin anak
ini.
2. Ust. Firanda Andirja berkata Masya Allah... mutqin.
3. Ust. Sufyan Baswedan, Ust. Abdullah Roy, Ust. Aan Chandra Thalib, Ust. Ali Nur, dll.
4. Para Penuntut Ilmu di Indonesia, Mekkah dan Madinah.
5. Dll.

Semoga bisa menjadi inspirasi anak-anak yang lain...

Namanya terkenal ke khalayak ramai baik di dalam negeri maupun di Malaysia dan Singapura setelah mengikuti dan meraih juara pertama pada program Hafiz Indonesia 2014 di RCTI.

Ia menjadi pusat perhatian karena meski kala itu berusia sangat muda yakni 5,5 tahun namun telah mampu menghafalkan 29 Juz dari total 30 Juz Alquran. Iapun dikirim untuk mengikuti perlombaan hafalan Alquran tingkat Internasional di Jeddah, Arab Saudi.

Musa menjadi yang termuda dalam ajang tersebut dan menduduki peringkat ke-12 dari 25 peserta yang ikut bertanding. Musa mendapatkan nilai Mumtaz yakni 90,83 poin dari 100 nilai sempurna. Pasca perlombaan Musa berhasil menuntaskan hafalannya menjadi keseluruhan 30 juz Alquran, hal ini dapat terlaksana karena sebelum mengikuti acara sebenarnya ia hanya kurang dua surah saja. Pada bulan Agustus 2014, Musa memperoleh piagam penghargaan tingkat nasional dari MURI sebagai Hafiz Al-Quran 30 Juz termuda di Indonesia.


[Sumber: Wikipedia]

Sabtu, 16 April 2016

Inilah 11 Tips Dari Ayah Musa, Untuk Menjadikan Anak Penghafal Al-Qur'an dan Hadits

Saat menunggu di Bandara Soekarno Hatta kemarin, bertemu dengan Abu Musa. Pertemuan yang pasti direncanakan Allah. Ngobrol dari jam 14.30-16.00, ana nyontek ilmu bagaimana beliau menjadikan Musa yang berumur 7 tahun itu sudah mutqin hafal 30 juz.

Info tambahan, Musa sudah hafal ‘Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits ust Abdul Hakim bin Amir Abdat, dan telah selesai Durusul Lughoh. Sekarang sedang menghafal Bulughul Maram. Semua program menghafalnya Musa dilakukan mandiri oleh Abu Musa di rumah saja!

1. Pada awalnya Musa kata beliau juga sulit menghafal sebagaimana umumnya anak, namun dengan ketekunan akhirnya hafal juga. Kunci paling penting adalah Murajaahnya alias mengulang-ulang hafalan. Perlu diketahui juga Abu Musa tidak hafal semua itu, namun bisa menjadikan Musa hafal
dengan kuat.

2. Pergaulan dijaga. Bisa dikatakan Musa kurang bergaul dengan banyak anak, karena memang niat abinya untuk menjaga hafalan.

3. Televisi jauh jauh dah. Musa sangat dijaga jangan sampai nonton televisi. Bukti, pas ana ngobrol dengan beliau di ruang tunggu kebetulan pas di depan televisi beliau minta pindah. Pindah yuk, akh. Takut Musa nantinya lihat televisi, kata beliau.

4. Makanan dijaga. Sari kurma, madu dan propolis selalu diberikan kepada Musa dan adik-adiknya. Menghafal membutuhkan banyak energi!

5. Rutinitas harian Musa adalah: pagi setengah jam sebelum subuh, tahajud menjadi imam untuk adik-adiknya. Kemudian Subuh berjamaah di masjid. Setelah Subuh murajaahnya sampai jam 9 pagi. Musa kuat murajaah 10 juz dalam sehari secara rutin! Antum berapa, hayoo..

6. Jam 9-10 Makan pagi dll.

7. Jam 10-Dhuhur: Tidur siang. Tidur ini hukumnya wajib untuk Musa.

8. Habis Dhuhur nambah hafalan baru sampai Ashar.

9. Bada Ashar sekarang Musa sedang menghafal Bulughul Maram.

10. Jam 5-maghrib: Waktu bermain

11. Maghrib-Isya: Ikut taklim abinya. Sebelum Abinya nyampaikan taklim, Musa mengawali dengan membaca hafalannya. Dan terkadang hadirin dipersilakan bertanya mengetes. Ini berjalan hampir setiap hari.

Dan unik dan kadang bikin geli, banyak sekolah-sekolah yang mengundang Musa dan ayahnya, dan pengin belajar cara menghafal. Padahal semua tahu, Musa kan ‘tidak sekolah’. Jadi yang sekolah malah belajar sama yang ‘tidak sekolah’.

Saat bertemu, saya langsung tanya, Abu Musa, ya? Kemudian langsung menebak beliau mau ke Mesir untuk lomba Tahfidz sedunia. Dan benar. Dia satu-satunya yang mewakili Indonesia. Semoga menang, Musa!

Semoga obrolan ini menginspirasi semua orang tua. Monggo [ ]

Sumber: akhwatmuslimah.com

Allahu Akbar! Musa Tembus Final lomba Tahfiz Internasional di Mesir

Hafiz cilik, Musa, yang menjadi wakil Indonesia dalam ajang lomba menghafal Alquran di Mesir berhasil melaju ke babak final. Kini, bocah asal Bangka ini berjuang menjadi hafiz terbaik tingkat internasional untuk kategori anak-anak.

“Musa sudah sampai pada tahap akhir, tinggal 6 yang tersisa,” tutur paman Musa, La Ode Abu Hanafi, saat berbincang dengan Dream, Selasa 12 April 2016.
Lomba ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara. Kategorinya, umur peserta tak boleh lebih dari 12 tahun. Dan Musa saat ini baru berusia 7 tahun.

Ayah Musa, La Ode Abu Hanafi, juga mengunggah foto-foto musa selama mengikuti lomba di Mesir. Salah satunya, saat Musa –yang mengenakan baju batik– menjalani lomba tahap pertama.

“Tes pertama, lolos tanpa ditegur,” tulis La Ode Abu Hanafi pada akun Facebook.

Musa merupakan hafic cilik yang sudah hafal 30 juz Alquran. Beberapa waktu yang lalu, Musa juga mengikuti lomba menghafal Alquran tingkat internasional di Arab Saudi.

Kala itu, Musa menjadi peserta termuda. Dari 25 peserta dari berbagai negara, Musa berhasil menempati posisi ke 12. Sebuah prestasi yang patut dibanggakan. 



(Sumber: Jurnalmuslim)

Kamis, 14 April 2016

Luar Biasa!! Musa Wakil Indonesia Peroleh Juara Ketiga Penghafal Al-Qur'an Tingkat Dunia

Masya Allah, Musa penghafal alquran 30 Juz memperoleh peringkat ketiga dalam Musabaqah Tilawatil Quran Internasional ke 23 di Mesir.

Seperti dikutip dalam laman  iqna.ir disiarkan menggunakan bahasa Arab bahwa Musa mewakili Indonesia memperoleh nilai 91,17.

“Adapun diperlombaan kategori menghafal al-quran tingkat internasional di Mesir. Duduk diperingkat pertama  Ala Muhammad (9 tahun) dari Provinsi Buhairah dengan nilai 98,58, selanjutnya di ikuti peringkat kedua Bilal Muhammad Sayyid (10 tahun) dan dilanjutkan dengan peringkat ketiga musa (7 tahun) dari indonesia dengan nilai 91,17,” seperti diterjemahkan oleh Facebook Al-Faqir dalam laman komentar status La Ode Abu Hanifa,Rabu (13/4) pukul 22.55 Waktu Indonesia Barat.

Berbagai komentar membanjiri status tersebut terutama ucapan rasa syukur atas prestasi yang ditorehkan oleh Musa.

Musa yang lebih dikenal dengan Musa Hafizh cilik lahir di Bangka pada tahun 2008; umur 8 tahun). Selain menghafal Alquran ia juga menghafalkan matan-matan hadis penting, seperti Arbain Nawawi dan lainnya.

Namanya terkenal ke khalayak ramai baik di dalam negeri maupun di Malaysia dan Singapura setelah mengikuti dan meraih juara pertama pada program Hafiz Indonesia 2014 di RCTI.

Musa menjadi pusat perhatian disaat berusia sangat muda yakni 5,5 tahun namun telah mampu menghafalkan 29 Juz dari total 30 Juz Alquran.

Sebelumnya Musa diutus untuk mengikuti perlombaan hafalan Alquran tingkat Internasional di Jeddah, Arab Saudi juga mewakili Indonesia dimana Musa menjadi yang termuda dalam ajang tersebut dan menduduki peringkat ke-12 dari 25 peserta yang ikut bertanding.

Pada bulan Agustus 2014, Musa memperoleh piagam penghargaan tingkat nasional dari MURI sebagai Hafiz Al-Quran 30 Juz termuda di Indonesia.

Sukses Untuk Musa. Barakalakallahu Fikum. (jwt)

Sumber : chanelmuslim_com

SUBHANALLAH...Umur 7 Tahun 'Musa' Sudah Hafal 30 Juz, Ternyata Seperti Ini Tipsnya !

Saat menunggu di bandara Soeta kemarin bertemu dg Abu Musa. Pertemuan yang pasti direncanakan Allah. Ngobrol dari jam 14.30-16.00, ana nyontek ilmu bagaimana beliau menjadikan Musa yang berumur 7 tahun itu sudah mutqin hafal 30 juz.

Info tambahan, Musa sudah hafal 'Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat, dan telah selesai Durusul Lughoh. Sekarang sedang menghafal Bulughul Maram. Semua program menghafalnya Musa dilakukan mandiri oleh Abu Musa di rumah saja!

1. Pada awalnya Musa kata beliau juga sulit menghafal sebagaimana umumnya anak, namun dengan ketekunan akhirnya hafal juga. Kunci paling penting adalah Murajaahnya alias mengulang-ulang hafalan. Perlu diketahui juga Abu Musa tidak hafal semua itu, namun bisa menjadikan Musa hafal dengan kuat.

2. Pergaulan dijaga. Bisa dikatakan Musa kurang bergaul dengan banyak anak, karena memang niat abinya untuk menjaga hafalan.

3. Televisi jauh jauh dah. Musa sangat dijaga jangan sampai nonton televisi. Bukti, pas ana ngobrol dengan beliau di ruang tunggu kebetulan pas di depan televisi beliau minta pindah. Pindah yuk, akh. Takut Musa nantinya lihat televisi, kata beliau.

4. Makanan
dijaga. Sari kurma, madu dan propolis selalu diberikan kepada Musa dan adik-adiknya. Menghafal membutuhkan banyak energi!

5. Rutinitas harian Musa adalah: pagi setengah jam sebelum subuh, tahajud menjadi imam untuk adik-adiknya. Kemudian Subuh berjamaah di masjid. Setelah Subuh murajaahnya sampai jam 9 pagi. Musa kuat murajaah 10 juz dalam sehari secara rutin! Antum berapa, hayoo..

6. Jam 9-10 Makan pagi dll.

7. Jam 10-Dhuhur: Tidur siang. Tidur ini hukumnya wajib untuk Musa.

8. Habis Dhuhur nambah hafalan baru sampai Ashar.

9. Bada Ashar sekarang Musa sedang menghafal Bulughul Maram.

10. Jam 5-maghrib: Waktu bermain

11. Maghrib-Isya: Ikut taklim abinya. Sebelum Abinya nyampaikan taklim, Musa mengawali dengan membaca hafalannya. Dan terkadang hadirin dipersilakan bertanya mengetes. Ini berjalan hampir setiap hari.

Dan unik dan kadang bikin geli, banyak sekolah-sekolah yang mengundang Musa dan ayahnya, dan pengin belajar cara menghafal. Padahal semua tahu, Musa kan 'tidak sekolah'. Jadi yang sekolah malah belajar sama yang 'tidak sekolah'. smile emotikon

Saat bertemu, saya langsung tanya, Abu Musa, ya? Kemudian langsung menebak beliau mau ke Mesir untuk lomba Tahfidz sedunia. Dan benar. Dia satu-satunya yang mewakili Indonesia. Semoga menang, Musa!

Semoga obrolan ini menginspirasi semua orang tua. Monggo...

Oleh: Ustadz Rohmanto Abu Al Laits


Sumber: visimuslim_net

Minggu, 10 April 2016

Subhanallah! Ilmuwan Temukan Proses Ilmiah Terbelahnya Laut Merah Mukjizat Nabi Musa

Salah satu mukjizat Nabi Musa ‘alaihis salam adalah membelah laut merah. Al Quran mengisahkan mukjizat Nabi Musa itu dalam Surat Asy Syu’ara’.

فَأَو�'حَي�'نَا إِلَى مُوسَى أَنِ اض�'رِب�' بِعَصَاكَ ال�'بَح�'رَ فَان�'فَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِر�'قٍ كَالطَّو�'دِ ال�'عَظِيمِ

“Lalu Kami wahyukan kepada Musa : “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu. ” Maka terbelahlah lautan itu serta tiap-tiap belahan yaitu seperti gunung yang besar. ” (QS. Asy Syu’araa’ : 63)

Sejumlah ilmuwan Amerika Serikat menemukan proses ilmiah terbelahnya laut merah setelah melalui serangkain riset. Dengan simulasi komputer, mereka menemukan bahwa hembusan angin yang kuat dapat membelah laut merah hingga bisa dilalui untuk menyeberang. Penelitian itu kemudian dipublikasikan ke jurnal Plos One.

Para peneliti menunjukkan kalau angin timur yang berhembus kuat di malam hari, bisa mendorong air laut ke kedalaman hingga tercipta jalur yang bisa dilalui untuk menyeberang.

Bila angin itu berhembus selama 12 jam, jadi laut merah “terbelah” selama empat jam serta setelah itu
tutup kembali.

 " Terbelahnya perairan dapat dipahami melalui dinamika fluida. Angin menggerakkan air dengan cara yang sesuai dengan hukum-hukum fisika, membentuk jalur penyeberangan yang aman dengan air pada dua sisi dan lalu tiba-tiba menutup kembali dengan segera, " kata Carl Drews dari US National Center for Atmospheric Research (NCAR) seperti dilansir BBCpada 21 September 2010.

Berhembusnya angin timur di malam itu, sungguh sangat sesuai dengan kisah Nabi Musa dalam Surat Thaha yang menyebutkan kalau perjalanan mereka terjadi di malam hari serta pada malam hari itu pula laut merah terbelah. Nabi Musa dan kaumnya sukses menyeberang dengan selamat, sedang Firaun serta bala tentara yang menyusul di belakang mereka akhirnya tenggelam waktu laut merah tiba-tiba tutup kembali.

وَلَقَد�' أَو�'حَي�'نَا إِلَى مُوسَى أَن�' أَس�'رِ بِعِبَادِي فَاض�'رِب�' لَهُم�' طَرِيقًا فِي ال�'بَح�'رِ يَبَسًا لَا تَخَافُ دَرَكًا وَلَا تَخ�'شَى

“… Serta sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa : “Pergilah anda dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buat untuk mereka jalan yang kering di laut itu, anda tak usah khawatir akan tersusul dan tak perlu takut (akan tenggelam). ” (QS. Thaha : 77)

Masya Allah… menakjubkan.


Sumber: Ibnu K/Tarbiyah_net