Tampilkan postingan dengan label sombong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sombong. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Mei 2016

Sombongkan Kecantikan, Tidakkah Terpikir Akan Jadi Santapan Cacing?

Seorang perempuan biasanya terlena dengan raut wajahnya yang begitu menawan dan banyak disanjung orang. Ia lupa bahwa sesungguhnya, kecantikannya itu akan binasa. Dan suatu saat nanti akan menjadi santapan cacing-cacing tanah.


Allah SWT menganugerahkan wajah yang rupawan nan menawan kepada seorang perempuan. Keindahan wajahnya begitu enak di pandang orang. Sanjungan demi sanjungan didapat karena kecantikannya. Inilah yang biasanya membuat sorang perempuan menjadi terlena. Ia membanggakan dirinya karena kecantikannya.


Tak sedikit perempuan yang menyombongkan diri atas kelebihan yang ia miliki, yakni berupa kecantikan dan keindahan bentuk raut wajahnya. Seandainya perempuan yang cantik itu mau berpikir tentang kecantikannya. Tentunya ia akan mengetahui bahwa kecantikannya akan menjadi santapan cacing-cacing tanah.


Seandainya seorang perempuan mau membayangkan dirinya setelah dikubur. Di mana, ketika cacing-cacing tanah menyantap daging, mata dan dagunya. Niscaya akan terbayang pemandangan yang sangat mengerikan dan menyeramkan.


Bahkan, kecantikan di dunia bisa jadi hanya mengundang berbagai bencana dan penyakit. Berapa banyak penyakit yang membuat perempuan yang sebelumnya cantik rupawan menjadi buruk rupa. Sehingga, manusia begitu jijik ketika melihatnya, setelah sebelumnya menjadikannya idola. Sampai pada akhirnya, orang-orang pun menghindar dan menjauhinya. Padahal sebelumnya mereka sangat terkesan memandanginya.


Seorang penyair menuturkan:


Hai orang yang bersikap sombong dan bangga dengan penampilannya
Perhatikanlah selain dirimu, bau busuk tersebar darinya
Seandainya manusia mau memikirkan apa yang ada di dalam perut mereka
Niscaya kesombongan tak akan menyapa pemuda dan orang tua
Adakah milik manusia yang lebih dimuliakan seperti halnya kepalanya?
Ada lima tempat mengalirnya kotoran
Hidung yang mengalirkan ingus, telinga yang baunya busuk
Mata berlubang dan mulut yang mengeluarkan air liur
Wahai anak bumi dan yang akan menjadi santapan tanah, kelak
Berhentilah berbuat maksiat, karena engkau adalah santapan dan minuman tanah. (‘Adabud Dunya wad Din’: Hal. 212)




(sumber: alikhlasmusholaku.blogspot.com)

Minggu, 08 Mei 2016

Kau Diuji Agar Kau Menjadi Lebih Dewasa dan Hatimu Tidak Sombong

Jika kau diberi tantangan, kau harus mampu menyesuaikan diri untuk mengatasi tantangan tersebut. Jika kau diberi kesulitan, kau jadi dipaksa harus mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan itu. Dengan musibah, mau tidak mau kau harus belajar untuk mengalah, belajar menerima, belajar sabar, dan belajar menjadi dewasa. Dengan musibah, mental dan kedewasaanmu akan ditempa agar menjadi lebih kuat.

Kau Diuji Sebagai Peringatan Atas Kesalahanmu
Musibah bukanlah azab. Musibah bukanlah hukuman
Musibah Adalah
Peringatan.
Tanda Kau sedang melenceng
Tanda kau sedang lupa.
Tanda kau telah melewati batas.
Dengan musibah, sebenarnya Allah ingin menghapus dosa-dosamu.
Dengan musibah, sebenarnya Allah ingin agar kau memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Kau Diuji Agar Hatimu Tidak Menjadi Sombong

Kadang Kau Merasa Sombong.
Kadang kau merasa punya segalanya
Kadang kau menganggap dirimu paling baik dari semua orang.
Kadang kau menganggap dirimu paling hebat.
Karena itulah, sesekali waktu Allah akan Mengambil sedikit kebanggaanmu atau milikmu di dunia. Semua itu untuk mengobati kesombonganmu. Semua itu untuk menjaga agar dirimu tidak tidak keterusan menjadi lupa diri.

Agar kau paham, bahwa semua yang ada di semesta ini hanyalah milik-Nya. Kau sama sekali tidak sombong diri.



[sumber: reportaseterkini.net]